• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengelolaan Arus Kas Dalam Menu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Pengelolaan Arus Kas Dalam Menu"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Pengelolaan Arus Kas Dalam Menunjang Likuiditas Perusahaan Pada Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya

Oleh: Iwan Sugianto

Program Studi Manajemen

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Untuk mempertahankan keberlangsungan usaha Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dituntut untuk melakukan pengelolaan yang baik khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan melakukan penyusunan laporan keuangan serta melakukan analisis terhadap laporan keuangan tersebut khusus berkaitan dengan analisis terhadap tingkat likuiditas.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Kondisi arus kas; 2) Tingkat likuiditas; 3) Hasil dari analisis arus kas dalam menunjang tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama tiga periode yaitu dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016.

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data berasal dari laporan keuangan yang telah disusun oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama kurun waktu tiga tahun yaitu pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. Analisis yang digunakan adalah analisis laporan arus kas serta analisis rasio likuiditas.

Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mampu mengelola kasnya dengan cukup baik sehingga pada periode tersebut kondisi kas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dalam keadaan surplus kecuali pada tahun 2015, karena pada tahun tersebut Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami penurunan kas; 2) Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dinilai memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya atau bisa dikatakan bahwa kopontren tersebut dalam keadaan likuid; 3) Tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami fluktuasi yang disebabkan adanya penerimaan serta pengeluaran kas yang dilakukan oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama periode tersebut yang dapat menambah ataupun mengurangi jumlah aktiva lancar dan utang lancar yang akan berpengaruh terhadap tingkat likuiditas koperasi.

Kata Kunci : Arus Kas, Likuiditas

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut Diskoperindag Kabupaten Tasikmalaya (2015), terdapat 714 unit koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya dengan berbagai status yang terdiri dari 377 unit koperasi yang berstatus aktif dan 337 unit koperasi yang berstatus tidak aktif, dengan jumlah anggota sebanyak 136.661 orang serta jumlah manajer dan karyawan sebanyak 1.486 orang dengan total asset sebesar Rp 378.228.800.000.

Data di atas juga menunjukan banyak koperasi di Indonesia khususnya di Kabupaten Tasikmalaya kurang mampu mempertahankan kelangsungan usahanya. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kerena lemahnya manajemen dalam koperasi terutama dalam hal pengelolaan keuangan.

Salah satu koperasi di Kabupaten Tasikmalaya yang mampu mempertahankan kelangsungan usahanya adalah Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong.

Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong merupakan koperasi yang sudah berdiri cukup lama yaitu dari tahun 1998 dan masih mampu mempertahankan usahanya sampai sekarang dengan jumlah aset yang dimiliki sebesar Rp 2.859.802.000,-. dengan menjalankan 5 unit usaha yang terbagi kembali kedalam beberapa sub unit usaha dengan total volume usaha sebesar Rp 1.552.948.000,- dan total SHU sebesar Rp 65.000.000,-.

(2)

khususnya analisis terhadap tingkat likuiditas dimana analisis tersebut dapat memberikan informasi bagi semua pihak yang berkepentingan terkait kemampuan Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dalam rangka memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Kondisi likuiditas setiap perusahaan tentunya akan berbeda-beda tergantung pada ketersediaan kas dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui posisi kas suatu perusahaan perlu dilakukan penyusunan laporan arus kas. Seperti pendapat Wibowo dan Abubakar Arif 2007 dalam James Marsel Kaunang (2013:456) yang mengemukakan bahwa “Laporan arus kas merupakan suatu laporan yang menyediakan informasi mengenai peneriamaan kas dan pengeluaran kas oleh suatu entitas selama periode tertentu serta menjelaskan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan terhadap arus kas selama satu periode akuntansi”.

Berdasarkan hal tersebut, sangat penting bagi setiap perusahaan atau dalam hal ini adalah Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong untuk menyusun serta menganalisis laporan keuangan khususnya laporan arus kas karena laporan tersebut akan memberikan informasi bagi semua pihak yang berkepentingan terkait kondisi kas perusahaan yang erat hubungannya dengan tingkat likuiditas perusahaan. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Kondisi arus kas (cash flow) Kopontren

Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong periode 2014-2016. 2. Tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah

Kecamatan Cisayongperiode 2014-2016.

3. Analisis arus kas dalam menunjang tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong periode 2014-2016.

TINJAUAN PUSTAKA

Kas merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah perusahaan, karena kas merupakan asset yang paling tinggi tingkat likuiditasnya artinya kas dapat digunakan oleh perusahaan kapanpun saat dibutuhkan diantaranya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang baik yang bersifat kontinyu seperti untuk pembayaran gaji atau upah, untuk membeli bahan mentah maupun untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak kontinyu seperti untuk investasi pada aktiva tetap, pembayaran bunga, pembayaran pajak dan sebagainya. Segala pengeluaran tersebut disebut aliran kas keluar atau cash outfow. (Bambang Rianto, 2010: 93).

Selain aliran kas keluar, dalam sebuah perusahaan juga ada yang disebut aliran kas masuk atau cash inflow. Aliran kas masuk dalam sebuah perusahaan bisa berasal dari berbagai sumber, ada yang bersifat kontinyu seperti penerimaan dari hasil penjualan secara tunai, penerimaan piutang dari pelanggan dan sebagainya. Selain aliran kas masuk

yang bersifat kontinyu ada juga penerimaan yang sifatnya tidak kontinyu seperti penerimaan dari penjualan aktiva tetap, penerimaan kredit dari bank, dan sebagainya. (Bambang Rianto, 2010: 93)

Kas yang dimiliki suatu perusahaan berasal dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan, dan digunakan untuk membiayai ketiga aktivitas perusahaan tersebut. Agar perusahaan dapat mengetahui bagaimana kondisi keuangannya maka perusahaan perlu menyusun serta menganalisis laporan arus kas.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2004: 257) mengemukakan bahwa “Arus kas merupakan suatu laporan yang memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan: operasi, pembiayaan dan investasi”.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2004:258) mengemukakan bahwa dalam penyajiannya laporan arus kas ini memisahkan transaksi arus kas dalam tiga kategori yaitu:

1. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk kegiatan operasional.

2. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk kegiatan investasi.

3. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk kegiatan keuangan/pembiayaan.

Dengan menyusun serta menganalisis laporan arus kas maka akan dapat diketahui sejauh mana ketersediaan kas dalam suatu perusahaan yang nantinya akan mencerminkan tingkat likuiditas perusahaan tersebut, dimana semakin besar kas yang tersedia dalam suatu perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat likuiditas atau kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.

Sementara itu, Bambang Rianto (2010:331) menyatakan bahwa rasio likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan.

Menurut Bambang Rianto (2010: 332), Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas Perusahaan pada umumnya terdiri dari:

1. Rasio Lancar (Current Ratio): Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.

2. Rasio Cepat (Quick Ratio / Acid Test Ratio): Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (Quick Assets).

(3)

Analisis rasio likuiditas setiap perusahaan akan menunjukan hasil yang berbeda. Angka rasio yang rendah menunjukan bahwa kondisi likuiditas perusahaan tersebut. Sebaliknya angka rasio yang tinggi menunjukan adanya kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban keuangannya denganaktiva lancar yang dimiliki atau dalam kata lain perusahaan tersebut dalam keadaan likuid.

Kondisi likuid atau tidaknya suatu perusahaan berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas akan berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan mampu mempertahankan usahanya karena perusahaan tersebut mampu melunasi kewajiban

keuangan jangka pendeknya, sebaliknya perusahaan dengan tingkat likuiditas yang rendah akan kesulitan mempertahankan usahanya karena perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, atau penelitian kasus (casse study). Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data berasal dari laporan keuangan yang telah disusun oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2014-2016.

Operasionalisasi Variabel

Tabel 1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator Skala

Arus Kas (X)

Arus kas merupakan suatu laporan yang memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan: operasi, pembiayaan dan investasi. (Sofyan Syafri Harahap, 2004: 257)

a. Aktivitas operasi b. Aktivitas

investasi c. Aktivitas

pendanaan

Rasio

Rasio Likuiditas

(Y)

Rasio likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan.

(Bambang Rianto, 2010: 331)

a. Current ratio b. Quick ratio c. Cash ratio

Rasio

Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data-data tersebut peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

a. Dokumentasi

b. Studi Kepustakaan (Library Research) Rancangan Alat Analisis

Rancangan alat analisis yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah:

a. Mendeskripsikan arus kas Kopontern Fat-Hiyyah yang meliputi arus kas masuk (cash inflow), dan arus kas keluar (cash outflow) periode 2014-2016.

b. Menghitung tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah periode 2014-2016 dengan menggunakan rasio likuiditas sebagai berikut:

1) Current ratio dengan menggunakan rumus:

� � � =� � � ���� � �� ���� 2) Quick ratio dengan menggunakan

rumus:

� � � � =�� � � �� � −� � ��� � ���

3) Cash ratio dengan menggunakan rumus:

�� ℎ � � = � +� � �� ����

Sumber: Bambang Rianto (2010:332)

c. Membandingkan setiap perubahan yang terjadi pada arus kas Kopontren Fat-Hiyyah periode 2014-2016 dengan hasil analisis rasio likuiditas pada periode tersebut.

Tempat Penelitian

(4)

PEMBAHASAN

Kondisi Arus Kas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong

a. Kondisi Arus Kas Periode 2014

Pada periode 2014 total arus kas masuk (cash inflow) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebesar Rp 2,609,498,796.00. Penerimaan terbesar Kopontren Fat-Hiyyah selama periode 2014 berasal dari aktivitas utama penghasil keuntungan yaitu aktivitas operasi sebesar Rp 2,425,876,908.00. Selain itu, Kopontren Fat-Hiyyah juga menerima pemasukan dari aktivitas pendanaan yaitu sebesar Rp 183,621,888.00.

Arus kas keluar (cash outflow) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama periode 2014 adalah sebesar Rp 1,884,237,252.00. Jumlah pengeluaran tersebut digunakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas Kopontren Fat-Hiyyah yang terdiri dari pengeluaran untuk aktivitas operasi sebesar Rp 1,224,589,113.00, pengeluaran untuk aktivitas investasi yaitu untuk penambahan aktiva tetap serta adanya peningkatan penyertaan sebesar Rp 569,336,300.00 serta pengeluaran untuk aktivitas pendanaan yaitu pembayaran SHU sebesar Rp 90,311,839.00.

Total kas bersih yang diterima Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dari aktivitas-ativitas koperasi selama periode 2014 adalah sebesar Rp 725,261,544.00. Apabila jumlah kas bersih tersebut ditambahkan dengan saldo kas pada awal periode yaitu sebesar Rp 133,446,094.00 maka jumlah saldo kas akhir yang dimiliki Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong periode 2014 adalah sebesar Rp 858,727,638.00.

b. Kondisi Arus Kas Periode 2015

Total arus kas masuk (cash inflow) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong periode 2015 adalah sebesar Rp 4,967,671,897.00. Angka tersebut berasal penerimaan-penerimaan dari aktivitas operasi sebesar Rp 3,101,868,222.00 serta dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1,865,803,675.00.

Sementara itu, total arus kas yang dikeluarkan (cash outflow) oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong periode 2015 adalah sebesar Rp 5,103,796,118.00. Total pengeluaran tersebut digunakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong yang terdiri dari pengeluaran untuk aktivitas opersi sebesar Rp 2,602,754,162.00, pengeluaran untuk aktivitas investasi sebesar Rp 876,029,221.00, besarnya pengeluaran untuk aktivitas investasi dikarenakan pada tahun

tersebut Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong membuka unit usaha baru yaitu unit usaha konveksi yang membutuhkan investasi yang cukup besar pada aktiva tetap. Selain untuk membiayai aktivitas operasi dan juga melakukan invstasi, periode 2015 Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong juga melakukan pengeluaran untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 1,625,012,735.00, pengeluaran tersebut terkait pembayaran utang jangka panjang serta adanya penurunan penerimaan dari simpanan pokok serta simpanan wajib yang jumlahnya cukup besar.

Pada periode 2015 Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami penurunan kas sebesar Rp 136,124,221.00 akibat besarnya pengeluaran koperasi selama periode tersebut.Apabila saldo kas awal periode yang dimiliki yaitu sebesar Rp 858,727,638.00 dikurangi dengan penurunan kas selama periode tersebut maka total kas akhir periode yang dimiliki oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2015 adalah sebesar Rp 722,603,417.00.

c. Kondisi Arus Kas Periode 2016

Pada periode 2016 total arus kas masuk (cash inflow) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebesar Rp 5,347,546,624.00. yang berasal dari penerimaan-penerimaan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 4,895,277,949.00 serta arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 452,268,675.00.

Sementara itu, total arus kas keluar (cash outflow) Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2016 adalah sebesar Rp 4,731,469,682.00 yang digunakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas koperasi yang meliputi aktivitas operasi sebesar Rp 3,818,733,345.00, arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp 317,324,743.00 serta arus kas keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 595,411,594.00.

Pada periode 2016 Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami kenaikan kas dari aktivitas koperasi sebesar Rp 616,076,942.00. Apabila jumlah tersebut ditambahkan dengan saldo kas awal periode yaitu sebesar Rp 722,603,417.00 maka total kas akhir periode yang dimiliki oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2016 adalah sebesar Rp. 1,338,680,359.00.

Tingkat Likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong

Berdasarkan neraca keuangan yang telah disusun oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong, maka perhitungan rasio likuiditasnya adalah sebagai berikut:

(5)

Berdasarkan hasil perhitungan current ratio maka penulis memberikan analisis terhadap tingkat current ratio Kopontern Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebagai berikut:

a. Current ratio pada periode 2014 adalah sebesar 103.93%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 1,03.

b. Current ratio pada periode 2015 adalah sebesar 89.94%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0,89.

c. Current ratio pada periode 2016 adalah sebesar 89.72%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh utang lancar sebesar Rp 0,89.

Berdasarkan penjelasan mengenai current ratio tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2014 sampai dengan periode 2016 mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya. Pada periode tersebut setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh rata-rata aktiva lancar sebesar Rp 0,945.

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Berdasarkan perhitungan quick ratio maka penulis memberikan hasil analisis terhadap Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebagai berikut:

a. Quick ratio pada periode 2014 adalah sebesar 90.49%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan setara kas dan piutang sebesar Rp 0.90. b. Quick ratio pada periode 2015 adalah

sebesar 70.66%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan setara kas dan piutang sebesar Rp 0.70. c. Quick ratio pada periode 2016 adalah

sebesar 75.81%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan setara kas dan piutang sebesar Rp 0.75.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2014 sampai periode 2016 memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada periode tersebut setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh rata-rata aktiva lancar selain persediaan sebesar Rp 0,789.

3. Rasio Kas (Cash Ratio)

Berdasarkan perhitungan ca sh ratio maka penulis memberikan hasil analisis terhadap Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebagai berikut:

a. Cash ratio pada periode 2014 adalah sebesar 28.71%, hal ini berarti setiap utang lancar

sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan bank sebesar Rp 0,28.

b. Cash ratio pada periode 2015 adalah sebesar 17.44%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan bank sebesar Rp 0,17.

c. Cash ratio pada periode 2016 adalah sebesar 18.60%, hal ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan bank sebesar Rp 0,18.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong pada periode 2014 sampai dengan periode 2016 memiliki kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada periode tersebut setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh rata-rata kas dan setara kas sebesar Rp 0,21.

Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas secara keseluruhan selama kurun waktu tiga periode yaitu dari 2014 sampai 2016 diketahui bahwa pada kurun waktu tersebut Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Hal ini didasarkan pada rata-rata rasio likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama periode tersebut yaitu sebesar 65.03% yang artinya setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0,65. Akan tetapi angka rasio ini juga menunjukan kondisi yang kurang baik sehingga Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong akan mengalami sedikit hambatan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Analisis Arus Kas dalam Menunjang Likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong

Berdasarkan analisis laporan arus kas serta analisi rasio likuiditas pada Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dapat diketahui bahwa baik arus kas maupun kondisi likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong cenderung mengalami fluktuasi setiap tahunnya.

(6)

Tabel 2

Arus Kas dan Rasio Likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Per 31 Desember 2014-2016

Keterangan

Tahun

2014 2015 2016

Aktivitas Operasi 1,201,287,795.00 499,114,060.00 1,076,544,604.00 Aktivitas Investasi (569,336,300.00) (876,029,221.00) (317,324,743.00) Aktivitas Pendanaan 93,310,049.00 240,790,940.00 (143,142,919.00)

Current Ratio 103.93% 89.94% 89.72%

Quick Ratio 90.49% 70.66% 75.81%

Cash Ratio 28.71% 17.44% 18.60%

Sumber : Data diolah, 2017

Berdasarkan tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa arus kas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dalam kondisi yang tidak stabil atau terus mengalami fluktuasi namun masih dalam keadaan surplus. Hal tersebut terjadi karena pada kurun waktu tersebut aktivitas operasi Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mampu menghasilkan kas yang cukup besar meskipun arus kas yang dihasilkan dari aktivitas opersasi pada periode 2015 adalah yang terkecil apabila dibandingkan dengan periode-periode yang lain sehingga pada periode tersebut terjadi penurunan kas. Sementara itu, arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong terus mengalami peningkatan setiap periodenya dalam rangka penambahan aktiva tetap yang hasilnya diharapkan dimasa yang akan datang kecuali pada periode 2016 mengalami penurunan yang cukup besar. Untuk aktivitas pendanaan setiap periodenya mampu menambah kas perusahaan kecuali untuk periode 2016, karena pada tahun tersebut Kopontren Fat-Hiyyah melakukan pengeluaran kas yang cukup besar.

Sama halnya dengan arus kas, tingkat likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecatan Cisayong juga mengalami fluktuasi setiap tahunnya, baik itu tingkat rasio lancar (current ratio), rasio cepat (quick ratio), maupun tingkat rasio kas (cash ratio).

Current ratio Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama kurun waktu tiga tahun terus mengalami penurunan, Pada periode 2014 current ratio Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong adalah sebesar 103.93%, tingginya angka rasio pada periode ini dikarenakan nilai keseluruhan aktiva lancar yang tinggi, akan tetapi anga rasio tersebut mengalami penurunan sebesar 13.99% menjadi sebesar 89.94% pada periode 2015, hal ini disebabkan adanya penerimaan dari aktivitas opersi yaitu titipan dan pembiayaan yang diterima sebesar dari Rp 1,153,584,628.00 yang akan memperbesar jumlah utang lancar pada periode 2015. Sementara itu, pada periode 2016 angka current ratio Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong kembali mengalami penurunan sebesar 0.22% yaitu dari 89.94% pada periode 2015 menjadi sebesar 89.72% pada periode

2016, hal ini disebabkan adanya kenaikan utang lancar sebesar Rp 3,053,588,720.00 yang diimbangi dengan kenaikan pada aktiva lancar sebesar Rp 2,730,936,202.00 dari periode 2015 ke periode 2016.

Quick ratio Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dari periode 2014 sampai periode 2016 juga mengalami fluktuasi. Angka rasio tertinggi diperoleh pada periode 2014 yaitu sebesar 90.49%, tingginya angka ratio tersebut dikarenakan jumlah aktiva lancar yang kurang likuid yaitu persediaan (stok) barang pada tahun tersebut cukup kecil. Sementara itu, angka rasio pada periode 2015 mengalami penurunan yang cukup drastis dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 70.66% hal ini dikarenakan jumlah persediaan barang pada tahun tersebut mengalami peningkatan sementara komponen aktiva lancar yang lain yaitu piutang mengalami penurunan dikarenakan adanya pengembalian piutang dari pelanggan sementara seluruh komponen utang lancar mengalami peningkatan sehingga jumlah aktiva lancar yang sangat likuid menjadi lebih kecil dari jumlah utang lancar. Untuk periode 2016 quick ratio Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong kembali mengalami peningkatan walaupun angkanya masih dibawah angka rasio pada periode 2014, angka rasio pada periode 2016 adalah sebesar 75.81%.

Selain quick ratio, angka cash ratio pada Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong juga menglami fluktiasi setiap periodenya. Angka ratio tertinggi diraih pada periode 2014 yaitu sebesar 28.71% dan mengalami penurunan sebesar 11.27% menjadi sebesar 17.44% pada periode 2015 yang diakibatkan oleh menurunnya jumlah kas dari periode 2014 ke 2015 sebesar Rp 136,124,221.00 serta akibat adanya kenaikan jumlah utang lancar sebesar Rp 1,153,584,628.00. Sementara itu, pada periode 2016 angka rasio mengalami peningkatan sebesar 1.16% dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 18.60%.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

(7)

1. Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mampu mengelola arus kasnya dengan cukup baik sehingga pada periode tersebut kondisi kas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dalam keadaan surplus. Hal ini ditunjukan dengan kemampuan Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong dalam meghasilkan kas dari aktivitas operasi dimana aktivitas tersebut merupakan aktivitas utama koperasi yang dapat mengimbangi pengunaan kas untuk aktivitas investasi maupun aktivitas pendanaan. Kecuali pada periode 2015, karena pada periode tersebut Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami penurunan kas yang disebabkan besarnya pengeluaran kas untuk aktivitas operasi.

2. Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Hal ini didasarkan pada rata-rata rasio likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama periode tersebut yaitu sebesar 65.03% yang artinya setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0,65. Akan tetapi angka rasio ini juga menunjukan kondisi yang kurang baik sehingga Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong akan mengalami sedikit hambatan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

3. Pada periode 2014 sampai dengan 2016 tingkat lukuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong mengalami fluktuasi yang disebabkan adanya penerimaan serta pengeluaran kas yang dilakukan oleh Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong selama periode tersebut yang dapat menambah ataupun mengurangi jumlah aktiva lancar dan utang lancar yang akan berpengaruh terhadap tingkat likuiditas koperasi.

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas ada beberapa saran yang dapat penulis berikan untuk dipertimbangkan sebagai masukan bagi Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong yaitu sebagai berikut:

1. Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong sebaiknya meningkatkan pengelolaan kas serta melakukan efisiensi pengeluaran kas terutama untuk aktivitas operasi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekurangan kas pada saat adanya tagihan yang harus dibayar.

2. Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong harus meningkatkan likuiditas koperasi sehingga kelangsungan hidup koperasi menjadi lebih terjamin dan kepercayaan pihak luar terhadap Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong tetap terjaga. Untuk meningkatkan likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong bisa dengan mengurangi jumlah utang lancar dengan

cara membayarnya, atau dengan cara menaikan aktiva lancar.

3. Untuk menjaga stabilitas arus kas dan tingkat likuiditas, Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong disarankan untuk mengurangi penerimaan-penerimaan kas dari aktivitas operasi yang dapat meningkatkan nilai utang lancar, hal ini bisa dilakukan dengan cara mempertimbangkan tingkat suku bunga atau sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh lembaga keuangan sebelum melakukan pinjaman. Selain itu, Kopontren Fat-Hiyyah Kecamatan Cisayong juga disarankan untuk melakukan penarikan piutang dengan cara memberikan himbauan kepada anggota koperasi bahwa hutang adalah kewajiban yang harus segera dipenuhi. Selain melakukan penarikan piutang, Kopontren Fat-Hiyyah juga harus mengurangi jumlah persediaan dengan cara menjualnya sehingga kas yang dihasilkan dari aktivitas utama koperasi tidak mengalami penurunan.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Dewi. 20013. Analisis Arus Kas Terhadap Likuiditas PT. Hotel Mandarine Regency Tbk Periode 2008-2012. (online). https://www.scribd.com/doc (diakses pada 27 Juni 2015).

Astuti, Puput Reni. 2015. Arus Kas (Cash Flow). (online).

https://puputreniastuti.wordpress.com/tag/arus-kas/ (diakses pada 30 April 2015)

Bojezh.2011.ManajemenKeuangan.(online).http://ton ymisye.blogspot.com /2011/05/ keuangan.html (diakses pada 30 April 2015).

Ekawarna. 2010. Manajemen Badan Usaha Dan Koperasi. Jakarta. Gaung Persada (GP) Perss. Fajarwati, Diana. 2007. Analisis Cashflow (Arus Kas)

Sebagai Sumber Informasi Bagi Serikat Pekerja Di Wilayah Kabupaten/Kota Bekasi. Jurnal Optimal. Vol. 1, No. 2. Edisi September. Hal 23-30.

Harahap, Sofyan Syafri. 2002. Teori Akuntansi: Laporan Keuangan. Jakarta. Bumi Aksara.

. 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada

Hayati, Nurul. dan Riani Christiana. 2011. Pengaruh Arus Kas Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar di BEI. Jurnal Spread. Volume 1, Nomor 1. Edisi April. Hal 49-61.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 02 (Revisi 2009). Jakarta. Dewan Standar Akuntasi Keuangan. Kartikawati, Tika. 2005. Analisis Arus Kas Dalam

(8)

(Studi Survey Pada Perusahaan Industri Semen Yang Terdaftar di BEJ ). Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.

Kasmir. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta. Rajawali Pers .

Kasmir. dan Jakfar. 2003. Studi kelayakan Bisnis Edisi Kedua, Cetakan Ke-5. Jakarta. Kencana Raja Media Group.

Kaunang, James Marcel. 2013. Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Alat Ukur Menilai Kinerja Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Manado Timur. Jurnal EMBA. Vol.1 No.3. Edisi Juni. Hal. 455-464.

Kirnasari, Hanum Masayu. 2012. Pengaruh Arus Kas Terhadap Likuiditas Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011. (online). http://ejournal.unesa.ac.id (diakses pada 27 Juni 2015).

Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. 2014. Rekapitulasi Data Koperasi Berdasarkan Provinsi. Web Site: http://www.depkop.go.id/. (diunduh pada 22 Maret 2015).

Muktiadji, Nusa. dan Dini Trisnawati. 2008. Analisis Rasio Likuiditas Untuk Mengukur Kemampuan Perusahaan Dalam Membiayai Aktivitas Perusahaan. Jurnal Ilmiah Ranggagading. Volume 8, No. 1. Edisi April. 44:50.

Mulyani, Sri. 2013. Analisis Rasio Arus Kas Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Keuanan Perusahaan. Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis. Vol. 10, No. 1. Edisi Maret. Hal 17-26.

Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan Edisi Keempat. Yogyakarta. Liberty.

Nazir, Moh. 2013. Metode Penelitian Cetakan 8. Bogor. Ghalia Indonesia.

Orniati, Yuli. 2009. Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja Keuangan. Jurnal Ekonomi Bisnis. Tahun 14 Nomor 3. Edisi November. Hal 206-213.

Prastowo, Dwi. Rifka Juliaty. 2008. Analisis Laporan Keuangan Konsep Dan Aplikasi Edisi Kedua. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Pogoh, Marsel. 2013. Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Bumi Resources TBK. Jurnal EMBA. Vol. 1 No. 3. Edisi September. Hal. 669-679.

Rianto, Bambang. 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4. Yogyakarta. BBFE Rudianto. 2010. Akuntansi Koperasi Edisi Kedua .

Jakarta. Erlangga.

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Lembaran Negara RI Tahun 1992. Jakarta. Sekretariat Negara.

. 2010. Struktur Organisasi Koperasi. Jakarta. Sekretariat Negara.

Sarjana, IM. K Budi Susrusa. dan Dwi Putra Darmawan. 2013. Anisis Kinerja Keuangan

Pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Buleleng. Jurnal Manajemen Agribisnis. Vol. 1, No. 2. Edisi Oktober. Hal 16-22.

Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta. Sebayang, Gustevan Putra. 2008. Analisa Laporan

Gambar

Tabel 1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 2 Arus Kas dan Rasio Likuiditas Kopontren Fat-Hiyyah

Referensi

Dokumen terkait

Stronsium yang terdapat dalam perairan di lingkungan dapat berasal dari sumber alami berupa pelapukan batuan dan tanah atau dipengaruhi oleh aktivitas manusia.. Stronsium

Akan tetapi untuk akuisisi aktiva tetap dalam nilai yang besar tidak boleh menggunakan dana yang berasal dari Dana lancar, namun harus menggunakan dana yang

seperti wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat, (6) digunakan untuk

Putri Raden Wijaya dari Gayatri yang bernama Tribu- anatunggadewi yang bergelar Tribhuwanotunggadewi Jayawis- nuwardhani dinobatkan menjadi raja. Pada masa pemerintahannya

(2) Pengangkatan Dekan, Direktur, Wakil Dekan, wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala Pusat, dan Kepala UPT sebagaimana dimaksud

Jika tindakan seseorang individu telah menimbulkan suatu akibat yang membahayakan pada seseorang individu lain pada dasarnya dia dapat terbebas dari sanksi pidana

Uji coba performa pada sistem ini dilakukan dengan mengecek keberhasilan pengiriman data ke server dan mengukur penurunan daya tahan baterai dengan

Untuk menjawab permasalahan keempat dari kajian studi literatur analisis faktor dan variabel potensi risiko kontrak design and build pada proyek simpang susun semanggi