KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA GRINGGING, SAMBUNGMACAN, SRAGEN Nika Wahyuningsih , Enny Yuliaswati
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Sam- pel penelitian adalah 87 akseptor kon- trasepsi suntik DMPA di wilayah kerja Polindeskes Desa Mengger Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi yang sudah memakai kontrasepsi
Menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Dengan Siklus menstruasi Pada Akseptor KB Suntik DMPA di BPS Harijati Ponorogo” ini adalah
Berdasarkan tabel 4.3 distribusi frekuensi dapat diketahui bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang amenorea pada akseptor KB suntik DMPA di Puskesmas Kretek Bantul
Menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Dengan Siklus menstruasi Pada Akseptor KB Suntik DMPA di BPS Harijati Ponorogo”
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pre-hipertensi lebih tinggi pada akseptor kontrasepsi suntik yang berusia 35 tahun 76,2%, ibu rumah tangga 76,2%, berpendidikan SD 71,4%,
Selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 4 hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan kadar kolesterol total pada akseptor KB paling banyak pada kelompok >3 tahun
Usia akseptor KB aktif dalam penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan Hasil penelitian didapatkan akseptor KB suntik sebagian besar memiliki usia yang tidak berisiko 20-35 tahun yaitu
Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa kembalinya kesuburan pasca penggunaan kontrasepsi suntik DMPA berdasarkan karakteristik umur sebagian besar umur > 35 tahun sebanyak 43 orang,