• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hak Pekerja Anak dalam Sektor Formal Ant

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hak Pekerja Anak dalam Sektor Formal Ant"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Hak Pekerja Anak dalam Sektor Formal Antara

Hak sebagai Anak dan Hak sebagai Pekerja

(2)

PENDAHULUAN

Anak-anak yang berperan secara aktif dalam

kegiatan perekonomian bukanlah suatu

fenomena yang baru. Akan tetapi, hal ini

memunculkan upaya-upaya dari berbagai

(3)

Hak Asasi untuk Bekerja

Di Indonesia, perhatian terhadap pekerja anak memperlihatkan

tendensi yang semakin meningkat. Hal ini nampak dengan

diratifikasinya konvensi hak-hak anak pada tahun 1990 melalui keputusan presiden No. 36 Tahun 1990,

konferensi ILO tentang pekerja anak yang menghasilkan konvensi

No. 138 Tahun 1973, dengan peraturan perundangan tentang perlindungan terhadap anak-anak yang terpaksa bekerja.

Pemikiran tentang apakah anak memang mempunyai hak untuk

bekerja masih menjadi pokok persoalan. Dalam hal ini UU No. 12 Tahun 1948 menyatakan, pemerintah melarang secara mutlak, tanpa pengecualian apapun, bagi anak-anak untuk bekerja. Akan tetapi meski telah diperkuat dengan sanksi-sanksi pidana,

(4)

Di tingkat internasional, Indonesia sebagai negara

peserta dalam Konvensi Hak Anak (KHA) pada pasal 32

menyatakan :

Negara peserta mengakui hak anak atas

perlindungan dari eksploitasi ekonomi dan dari

pekerja yang membahayakan atau mengganggu

pendidikan anak, atau yang merugikan kesehatan

atau perkembangan fisik, mental, spiritual,

moral, atau sosial anak.

Negara peserta akan mengambil langkah-langkah

(5)

Untuk tujuan ini, negara peserta secara

khusus akan :

Menetapkan batas usia minimum

Menetapkan peraturan yang sesuai mengenai

jam kerja dan kondisi kerja

Menetapkan hukuman atau sanksi-sanksi

(6)

Di dalam UU Ketenagakerjaan No. 23 Tahun 2003

sebagai penyelarasan kandungan KHA, berikut

beberapa pasal yang mengatur ketenagakerjaan :

Pasal 68, larangan tegas setiap pengusaha untuk

mempekerjakan anak

Pasal 1 angka 20, yang dinamakan anak adalah usia dibawah

18 tahun

Pasal 69, anak berusia 13-15 tahun dapat melakukan

pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu

perkembangan fisik, mental, dan sosialnya.

Pasal 70, pekerjaan ditempat kerja yang merupakan bagian

dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh

pejabat berwenang.

(7)

Pengusaha yang mempekerjakan anak pada

pekerjaan ringan harus memenuhi syarat,

yaitu:

Ijin tertulis dari orang tua wali

Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua

wali

Waktu kerja tidak boleh lebih dari tiga jam

Dilakukan pada siang dan tidak mengganggu waktu

sekolah

Keselamatan dan kesehatan kerja

Adanya hubungan kerja yang jelas

(8)

Larangan melibatkan anak pada

pekerjaan-pekerjaan buruk (pasal 74)

meliputi:

Segala pekerjaan dalam bentuk atau sejenisnya

Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan,

atau menawarkan anak untuk pelacuran, produksi

pornografi, pertunjukan porno, atau perjudian.

Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan,

atau melibatkan anak untuk produksi dan perdagangan

minuman keras, narkoba, psikotropika, dan adiktif

lainnya, dan

Semua pekerjaan yang membahayakan kesehatan,

(9)

Hak Pekerja Anak sebagai Anak

Menurut para psikolog, sekitar 20% dari

perkembangan kognitif anak (diukur dengan

tingkat kecerdasan IQ) berkembang pada usia

1 tahun, 50% pada usia 4 tahun, 80% pada

(10)

UU No. 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan

anak

Anak berhak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan, dan bimbingan

berdasarkan kasih sayang baik dalam keluarganya maupun di dalam asuhan, khususnya untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar.

Anak berhak atas pelayanan untuk mengembangkan kemampuan

dan kehidupan sosialnya, sesuai dengan kebudayaan dan

kepribadian bangsa, untuk menjadi warga negara yang baik dan berguna.

Anak berhak atas pemeliharaan dan perlidungan, baik semasa dalam

kandungan maupun sesudah dilahirkan.

Anak berhak atas perlindungan terhadap lingkungan hidup yang

(11)

Upaya Penyelarasan Hak Sebagai

Anak dan Pekerja

Pasal 11 ayat 2 UU Kesejahteraan Anak menegaskan,

bahwa: “Usaha kesejahteraan anak dilakukan oleh

pemerintah dan atau masyarakat”. Secara teknis, hal

ini merupakan suatu keniscayaan mengingat waktu

bekerja anak tiga jam perhari. Sedang sisa waktunya

dapat dipergunakan untuk mengikuti

kegiatan-kegiatan pendidikan formal. Sebagai dasar legitimasi

lainnya dapat dilihat dari program jamsostek. Artinya

perlu adanya pengembangan program jamsostek

(12)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Using ELISA, Bcl-2 protein was measured in postmortem temporal cortex (Brodmann area 21) from the Stanley Foundation Neuropathology Consortium in control, schizophrenic, bipolar,

1 view barang 2 Pendaftaran pelanggan 3 View produk terbaru 4 View diskon produk 5 View aturan transaksi 7 View F.A.Q 9 Hubungi kami 10 login 11 Lupa password 12 Cari barang

THE REASONS SHION UZUKI EXPERIENCES THE ABSENCE OF LOVE AND HOPES To be able to have a better understanding on Shion and KOS-MOS' relationship, we will first attempt to analyze

Sehubungan dengan dilaksanakannya proses evaluasi dokumen penawaran dan dokumen kualifikasi, Kami selaku Panitia Pengadaan Barang dan Jasa APBD-P T. A 2013 Dinas Bina Marga

In฀ the฀ course฀ of฀ this฀ article’s฀ dia- logue,฀we฀tried฀to฀outline฀some฀signifi-

telah ditetapkan sebagai pemenang Pengadaan Bidan Kit Untuk Bidan PTT, Satuan Kerja Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2011.. Demikian

interpersonal yang disukai serta memiliki standard moral dan kesehatan yang baik. Harga diri yang tinggi juga dapat membantu meningkatkan kinerja berkaitan