• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 Kiat Praktis Sehat Beraktifitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "5 Kiat Praktis Sehat Beraktifitas"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

5 Kiat Praktis

Sehat Beraktifitas

Daftar isi

A. Nilai Integritas ... 2

1. Bagaimana Cara Memberikan Kritik ... 2

2. Bagaimana menerima kritik dengan baik ... 3

3. Bagaimana Agar Bisa Tepat Waktu ... 3

4. Kedisiplinan Terhadap Ketentuan Masuk Kerja ... 4

5. Kiat Mengatasi Penyakit Suka Menunda ... 4

6. Membawa Semangat Kreatif di Pekerjaan ... 5

B. Nilai Keunggulan ... 6

1. Bagaimana Cara Menghasilkan Ide ... 6

2. Bagaimana Cara Membuat Prioritas ... 7

3. Memahami Penyebab Mengapa Anda Tak Efektif ... 8

4. Kiat untuk Mengatasi Kemalasan ... 8

C. Nilai Kerjasama ... 9

1. Bagaimana Cara Memberikan Apresiasi ... 9

2. Bagaimana Menyelenggarakan Rapat Efektif ... 10

3. Bagaimana Memulai dan Mengelola Mastermind ... 12

D. Nilai Pelayanan ... 13

1. Bagaimana Memotivasi Diri Sendiri ... 13

2. Bagaimana cara belajar ... 15

3. Bagaimana Jadi Pembelajar Abadi ... 15

4. Bagaimana Etiket Bertelepon ... 16

E. Nilai Sadar Lingkungan ... 17

1. Cara untuk menyelamatkan lingkungan ... 17

2. Bagaimana Membuat Diri Anda Lebih Disukai Orang Lain... 18

Nilai budaya adalah konsepsi yang cukup abstrak sampai kemudian dia diturunkan ke dalam

(3)

Gerak yang mantap. Maka yang berikut ini adalah rangkaian kiat praktis untuk membantu kita dalam

menginternalisasi nilai budaya PJB.

A.

Nilai Integritas

1. Bagaimana Cara Memberikan Kritik

Cara baik memberikan kritik

1. Tak perlu sampaikan sifat buruknya

Yang dipermasalahkan adalah tindakan & kejadian. Bila yang diserang orangnya, dia akan

defensif dan enggan mendengarkan.

2. Perhatikan timing yang tepat

Jangan menyampaikan kritik manakala yang bersangkutan sedang berada dalam kondisi tertekan

karena pekerjaan, terlalu galau, cenderung marah, dan apapun emosi yang kurang baik.

3. Gunakan bahasa yang baik

Pilihan kata bisa berpengaruh besar. Gunakan pembuka yang tidak mengesankan arogan atau

kasar.

4. Dasari dengan fakta yang benar

Efektivitas kritik berbanding lurus dengan kredibilitas sumbernya. Fakta yang kuat bertindak

seperti senjata ‘siluman’.

5. Perhatikan betul aspek emosi Anda maupun dia

Jangan permalukan orang lain, apalagi sampai menyengaja. Anda juga perlu menjaga emosi agar

kredibilitas pesan Anda tidak tergores.

6. Fokus pada apa yang bisa dilakukan alih-alih apa yang telah terjadi

Kritik yang bersifat positif mengarah pada kesempatan baik di hadapan alih-alih

mengorek-ngorek kelemahan di masa lalu. Dan juga, gunakan istilah ‘kesempatan yang hilang’ alih-alih ketidakkompetenan orang yang dikritik.

7. Berempatilah

Jangan terburu, bayangkan bagaimana rasanya bila Anda berada di posisi dia. Apakah Anda

merasa lemah dan serasa diserang? Pahami perasaan itu; berempatilah.

8. Dasari dengan alasan, bukan kebencian

Jika dasarnya adalah perasaan ‘suka’ atau ‘tidak suka’, kritik Anda akan mudah dipatahkan.

Dasari dengan alasan dan logika yang baik untuk bangun kredensial (bukti Anda bisa dipercaya)

(4)

9. Beri waktu untuk menanggapi

Jangan terburu atau tergesa; beri dia kesempatan untuk berikan klarifikasi, baru selesaikan kritik

Anda. Hal tersebut baik untuk tetap menjaga ego dari orang yang dikritik.

2. Bagaimana menerima kritik dengan baik

Cara efektif menghadapi kritikan:

1. Jangan Sembunyi; Hadapi

Jangan menghilang dari para pengkritik. Tunjukkan bahwa Anda punya nyali dan kebesaran jiwa.

2. Tekan Tombol Pause Anda

Penting sekali untuk menjaga ketengan diri. Tarik napas, jangan katakan atau lakukan sesuatu.

Tunjukkan bahwa Anda mampu mengendalikan diri.

3. Nyalakan otak Anda dan Padamkan Emosi Anda

Jangan perturutkan emosi karena itu bisa membuat Anda kehilangan obyektivitas dalam

mendapatkan nilai informasi yang disampaikan. Fokuslah pada kata dan fakta, seberapa tak

diplomatisnya kritik disampaikan.

4. Dengarkan Hati-Hati

Dengarkan baik-baik, jangan sembari memikirkan apa-apa yang hendak Anda katakan jika Anda

tak ingin kehilangan informasi krusial dari kritikan.

5. Akui Kekurangan Anda

Mengakui kesalahan tidaklah sama dengan mengakui bahwa Anda adalah orang pecundang atau

inferior. Bila kritikannya akurat, beranilah ambil tanggung jawab. Jangan salahkan atau

mencari-cari alasan.

6. Lakukan Tindakan Korektif

Setelah rampung mendengarkan kritik dan saran, sampaikan betapa Anda ingin memperbaiki

diri. Bila sudah tergambar, sampaikan tindakan apa yang Anda akan lakukan untuk perbaikan itu.

7. Hargai Motif Baik Sang Pengritik

Ucap terima kasih atas umpan baliknya, tunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang punya

kebesaran jiwa dalam menerima kritik.

3. Bagaimana Agar Bisa Tepat Waktu

Prinsip dasarnya, ketepatan waktu Anda menunjukkan:

1. Bahwa Anda adalah orang yang punya integritas

2. Bahwa Anda memang memegang kendali atas diri sendiri

3. Bahwa Anda orang yang kompeten

4. Bahwa Anda menaruh rasa hormat pada orang lain

5. Bahwa Anda menaruh hormat pada diri sendiri

Kiat agar bisa tepat waktu:

(5)

2. Tunda aktivitas yang butuh lebih lama dari yang seharusnya.

3. Hitunglah waktu untuk aktivitas rutin Anda, dan berilah semacam deadline rentang.

4. Alokasikan waktu ekstra untuk aktivitas Anda. Bila makan biasanya 20 menit, alokasikan 30.

5. Rencanakan waktu tenggat untuk perihal tak terduga. Untuk perjalanan yang Anda perkirakan

makan waktu 30 menit, alokasikan 40 menit.

6. Untuk awalan, Anda bisa percepat jam Anda 10 menit lebih awal. Tapi jangan keterusan. Bila

perlu, buat setiap penunjuk waktu Anda lebih cepat dalam jumlah yang berbeda.

7. Jangan sangat memadati jadwal harian Anda sehingga Anda kewalahan memenuhinya.

8. Milikilah rutinitas, utamanya terkait istirahat, agar Anda punya energi untuk penuhi jadwal.

9. Jangan cek email atau voicemail tepat sebelum Anda pergi.

10. Belajarlah untuk lebih pintar mengestimasi berapa waktu yang dibutuhkan.

11. Perhatikan pola kegiatan di jam-jam sibuk.

12. Jadwalkan event 10 menit lebih awal. Untuk rapat jam 1 siang, tulis di jadwal Anda jam 1 kurang

10 menit.

13. Isilah BBM kendaraan Anda begitu mencapai ¼, jangan menunggu sampai hampir kosong.

14. Gunakan reminder di komputer atau handphone.

15. Gunakan timer melalui arloji atau handphone Anda.

4. Kedisiplinan Terhadap Ketentuan Masuk Kerja

1. Karyawan datang dan pulang kerja wajib mencatatkan kehadiran/absensi/check clock pada alat

pencatat yang telah disediakan dan dilakukan sendiri.

2. Apabila tidak melakukan check clock karena lupa atau tidak membawa kartu pencatat (Kartu

Tanda Pengenal), wajib mengisi Formulir Kuning yang diketahui oleh atasannya, dan segera

disampaikan ke Fungsi SDM untuk dicatat.

3. Apabila datang terlambat, meninggalkan kantor atau pulang sebelum waktunya, harus mengisi

Formulir Kuning.

5. Kiat Mengatasi Penyakit Suka Menunda

Kiat mengatasi penyakit suka menunda:

1. Pecah kerjaan Anda jadi langkah-langkah kecil

Pecah kecil-kecil, lalu fokus pada satu bagian bergantian. Bila perlu, pecah jadi lebih kecil.

Pokoknya sampai Anda jadi sangat mudah untuk menjalaninya.

2. Ubah lingkungan Fisik Anda

Lingkungan yang berbeda punya pengaruh yang berbeda pada Anda. Perhatikan stasiun kerja

dan kamar anda, apakah mereka membuat Anda bersemangat kerja?

3. Buat garis-waktu detail dengan tenggat spesifik

Jangan puas dengan hanya punya satu tenggat (deadline). Buatlah beberapa tenggat untuk goal

Anda. Pahami bagaimana dampak bila Anda tak patuh jadwal.

(6)

Perhatikan aktivitas yang membuat Anda banyak membuang waktu di sana. Perhatikan

bookmark browser Anda, disable notifikasi email Anda, disable notifikasi facebook ke email Anda

(atau filterkan).

5. Bergaullah dengan orang yang bisa menginspirasi Anda untuk ambil tindakan

Carilah teman-teman yang bisa menggiatkan Anda, dan berkumpullah lebih sering bersama

mereka, meskipun mereka teman online.

6. Milikilah partner pengingat

Milikilah sobat untuk jadi pengingat. Dia tidak perlu punya goal yang sama, yang penting dia

punya goal untuk dirinya sendiri. Jadilah akuntable dan salinglah belajar satu sama lain.

7. Sampaikan goal Anda kepada orang lain

Beri tahu teman kantor, kenalan, atu keluarga tentang goal proyek Anda. Maka setiap bertemu

mereka, Anda jadi merasa terikat untuk bersikap konsisten terhadap perkataan Anda.

8. Jumpai orang yang telah berhasil meraih goal yang Anda ingin capai

Cari dan hubungkan diri Anda dengan siapapun orang –bisa online atau offline− yang telah

terlebih dulu meraih goal yang Anda kejar.

9. Perjelas lagi goal Anda

Bila Anda sudah menunda dalam waktu lama, jangan-jangan ada ketidaksesuaian antara apa

yang Anda inginkan dan apa yang sedang Anda kerjakan. Maka evaluasilah lagi goal Anda.

10. Berhentilah dari memperumit keadaan

Apakah Anda menunggu datangnya kesempatan yang tepat? Menunda karena alasan ini, anu, dan

itu? Hilangkan pemikiran itu semua karena tidak membantu.

11. Pokoknya lakukan saja

Just do it.

6. Membawa Semangat Kreatif di Pekerjaan

Cara membawa semangat ke pekerjaan Anda:

1. Jangan mengeluh atas situasi Anda, temukan cara untuk beradaptasi dengannya. Di manakah

Anda bisa terapkan hasrat kreatif Anda: pelanggan, situasi, proyek, produk, kebutuhan bisnis?

2. Pikir bagaimana minat Anda bisa tersambung dengan pekerjaan Anda. Pahami bisnis perusahaan

dan tujuan-tujuannya, sambungkan minat Anda di sana. Anda suka berkebun? Lihat betapa Anda

berpeluang untuk memfasilitasi implementasi budaya perusahaan yang terkait dengan itu.

3. Pikir-pikirlah tentang peluang tersembunyi yang menanti untuk Anda temukan. Inventarisir

segala minat, pengalaman, bakat, kemampuan, lalu temukan bagaimana itu bisa memunculkan

peluang baru di pekerjaan Anda.

4. Taruh minat Anda dalam bahasa bisnis

Minat, bakat dan hasrat kreatif Anda terkadang tak bisa diimplementasikan mentah-mentah

karena masih perlu disesuaikan dengan konteks bisnis. Yang penting jangan keburu menyerah.

5. Bertemanlah dengan orang-orang kreatif. Temui teman-teman lama dan baru, bicaralah tentang

kesukaan, minat, dan bakat. Anda akan temukan betapa masing-masing punya hasrat yang

(7)

6. Ajukan diri Anda untuk peluang kecil yang bisa Anda kreatifkan. Mulailah mengkontribusikan

kreativitas Anda pada kesempatan-kesempatan kecil yang Anda temui di pekerjaan.

7. Semakinlah berkontribusi. Begitu Anda sudah punya reputasi dalam berkontribusi, ambillah

semakin banyak peluang.

B.

Nilai Keunggulan

1. Bagaimana Cara Menghasilkan Ide

Kiat untuk menghasilkan gagasan:

1. Cobalah melihat situasi dari sudut pandang orang lain, bayangkan Anda dalam sepatu anak kecil,

pelanggan, produk, ibu rumah tangga, Leonardo Da Vinci, doraemon, dsb.

2. Selalu peliharalah rasa penasaran dan tertarik pada banyak hal. Jangan pandang segala sesuatu

sebagaimana biasanya. Cobalah miliki penasarannya anak-anak.

3. Pelajari dan pahami betul situasi saat ini, lalu tantanglah semua asumsi yang ada. Pikirkan cara

untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Anda boleh melakukan sekedar

untuk variasi asal dengan hasil yang sama. Apa yang lebih baik tentunya sejak awal

mengupayakan untuk hasil yang lebih baik.

4. Buatlah kuota gagasan. Pasang target gagasan dalam rentang waktu. Semisal, dalam rentang satu

minggu Anda haruskan diri untuk hasilkan tiga gagasan terkait cara selesaikan pekerjaan dengan

lebih efisien. Sebulan sekali harus temukan cara untuk capai zero defect.

5. Banyaklah berikan input pada diri sendiri. Supaya isi teko bisa mengeluarkan teh yang enak,

tentu dia harus diisi terlebih dahulu. Maka isilah pikiran Anda dengan banyak bacaan, pemikiran

dari diskusi, dan segala sumber belajar. Tak mengapa bila Anda tak bisa mengingat -dalam

pikiran sadar, karena bagaimanapun, ide yang masuk tak akan terbuang percuma. Suatu saat

pasti ada gunanya.

6. Jangan malas berpikir, selalu rawat pikiran Anda. Pikiran kita seperti otot tubuh, manakala

jarang digunakan, dia akan lemas. Ide kreatif juga seperti mobil, bilapun dia tak dipakai, dia

masih harus dipanaskan. Maka jangan malas berpikir. Otak Anda malah menumpul manakala

dibiarkan menganggur.

Dan lantas berikut adalah cara ampuh untuk mematikan ide kreeatif

(8)

2. Ingat-ingatlah selalu kegagalan di masa lalu.

3. Jangan pernah buang waktu sedikitkpun, teruslah sibuk sesibuk sibuknya.

4. Terima saja semua kondisi apa adanya. Pasrah.

5. Tetaplah bertahan dengan pengetahuan yang sudah dipunyai saat ini.

6. Jangan pernah tanyakan pertanyaan-pertanyaan konyol

7. Serahkan urusan berpikir pada mereka yang di posisi atas.

2. Bagaimana Cara Membuat Prioritas

Kiat untuk membuat prioritas aktivitas:

1. Terlebih dahulu, buatlah daftar panjang dari apa-apa yang Anda pikir perlu untuk dilakukan.

2. Pahami betul bahwa Anda terkadang tak perlu melakukan semua itu. Pastikan apa-apa yang

Anda daftar itu memang perihal yang penting, perlu, dan baik untuk dilakukan.

3. Kategorikan itu semua berdasarkan semisal: pekerjaan, pribadi (dan keluarga), pengembangan

diri, aktivitas sosial. Aktivitas ibadah yang sunnah juga bisa Anda masukkan dalam kategori

sendiri (maka semisal sholat jumat, sudah tak perlu diprioritaskan lagi. Dengan sendirinya, dia

sudah masuk prioritas terpenting).

4. Buatlah kegiatan yang didasarkan pada sistem berikut:

a. Prioritas 1: Must Do atau Harus Dilakukan.

b. Prioritas 2: Should Do atau Sebaiknya Dilakukan

5. Untuk tiap prioritas itu, Anda bisa bagi lagi dalam urutan alfabetik: 1a, 1b, dst.

6. Bagilah kegiatan itu dalam rentang waktu tertentu, yakni harian, mingguan, dan bulanan.

7. Masukkan kegiatan-kegiatan Anda dalam hari, minggu, atau bulan, terutama yang peka waktu

atau jadwal. Perhatikan untuk tidak membuat jadwal fix untuk aktivitas yang tidak peka waktu.

Semisal saja, untuk aktivitas berbelanja bulanan, cukup masukkan di hari tertentu tanpa perlu

ada jam. Intinya, berilah fleksibilitas pada diri Anda sendiri. Anda pasti sudah ada kegiatan yang

peka waktu (meeting, appointment, dsb). Maka jangan patenkan seluruh jadwal Anda untuk

menghindari rasa tertekan dan stres.

8. Dalam keseharian, tetaplah pantau aktivitas Anda, perhatikan manakah yang masuk kategori

penting (important) dan mana yang masuk kategori mendesak (urgent). Aktivitas yang penting

dan mendesak memang harus dilakukan, tapi jangan sampai Anda menunda aktivitas yang

penting-tak mendesak sehingga semunya menjadi penting-mendesak. Dan pastinya, kurangi yang

tak penting tak mendesak dan yang tak penting dan mendesak.

9. Pahami bagaimana penundaan satu aktivitas bisa menimbulkan akibat domino pada aktivitas

yang lain.

10. Dalam menjadwal dan melacak aktivitas, Anda bisa menggunakan bantuan komputer, handphone

(9)

3. Memahami Penyebab Mengapa Anda Tak Efektif

Manakala Anda memiliki ciri berikut, Anda akan jadi pribadi yang kurang efektif:

1. Anda suka menunda. Yakni Anda menunda sampai kemudian menjadi lebih malas lagi. Anda baru

mau bergerak ketika tenggat sudah teramat dekat. Anda jadi pribadi yang kecanduan urgensi.

2. Anda meremehkan goal Anda. Atau bisa jadi Anda telah melupakan pentingnya goal tersebut

diraih. Anda lupa bagaimana pencapaian goal Anda berpengaruh pada pihak lain.

3. Anda terlalu berkubang pada masalah alih-alih menyelesaikannya. Anda banyak mengeluh, sibuk

membicarakan repotnya Anda, mencari-cari alasan dan pembenaran tentang kondisi Anda, dan

tidak mengambil tindakan ke arah solusi.

4. Anda terjebak dalam rutinitas sempit, menjadi katak dalam tempurung. Anda tak pernah keluar

dari zona nyaman, selalu melakukan hal yang sama, berbicara dan berkumpul dengan

orang-orang yang sama, membaca bacaan yang tak variatif, dan berkutat pada masalah-masalah yang

sama.

5. Anda working hard, tapi tidak working smart. Anda melakukan kerja dengan hasil tak

memuaskan, tapi terus saja melakukan hal yang sama dengan mengharapkan hasil yang berbeda.

Anda berpayah-payah mengejar goal tanpa kemudian merancang strategi yang pintar.

6. Rasa takut. Anda merasa takut akan hal-hal yang mengintimidasi diri Anda. Ini membuat Anda

banyak melakukan penundaan dan ragu untuk melangkah.

7. Anda mudah sekali terdistraksi. Anda terdistraksi oleh banyak hal di sekitar Anda, mulai dari

panggilan telepon yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan, obrolan dengan teman-teman

kantor, internet dan segala yang ada di sana, dan apapun yang membuat Anda tidak bisa terfokus

pada apa-apa yang Anda kerjakan.

8. Anda suka memperumit situasi. Anda merasa sesuatu yang sederhana itu tidak sempurna, maka

Anda membuatnya jadi lebih rumit. Dan ketika sudah menjadi ruwet, Anda berpikir bahwa

kondisinya sudah terlalu ruwet untuk bisa dilalui.

9. Anda terlalu cepat menyerah. Anda sudah keburu menyerah bahkan sebelum sempat sampai ke

mana-mana.

10. Anda kehilangan pandangan akan goal Anda. Anda membolehkan diri Anda untuk sampai di

sasaran yang biasa-biasa saja di bawah rata-rata. Anda sudah kehilangan visi dan pandangan atas

visi itu.

4. Kiat untuk Mengatasi Kemalasan

Kiat untuk mengatasi kemalasan:

1. Rencanakanlah sejak awal. Anda tak bisa memprediksi mood, tapi Anda bisa merencanakan

tindakan konkrit di depan dengan sikap pikir yang baik. Jangan biarkan tersedot pada aktivitas

rendah-nilai yang tak terencana.

2. Cek email Anda pada jam-jam tertentu, misal tiga kali sehari. Bila Anda harus selalu mengecek

email, pastikan Anda pisahkan email pribadi dan pekerjaan, dan cek email pribadi Anda hanya

(10)

3. Minimalkan atau hilangkan distraksi. Matikan televisi, jangan akses youtube, getarkan HP Anda,

disable chatting, dsb.

4. Bila Anda betul-betul terdistraksi, baik, puaskan dulu. Jangan berlama-lama, segeralah kembali

bekerja.

5. Buatlah sistem reward and punishment untuk Anda sendiri. Berilah hadiah sederhana pada diri

Anda ketika sudah rampung melakukan tugas tertentu (boleh melihat siaran ulang bola di

youtube), dan hukuman bila gagal memenuhinya (tak boleh cek facebook selama sehari). Tapi

tetap perhatikan jam-jam kerja Anda. Beri ucapan selamat pada diri Anda sendiri bila telah

merampungkan.

6. Temukan permasalahan yang menghambat diri Anda itu. Bisa jadi itu adalah perihal yang

awalnya Anda anggap remeh.

7. Pikir baik-baik tentang betapa pentingnya goal yang ingin Anda raih. Apakah itu adalah sesuatu

yang bisa diabaikan? Pikir bagaimana dampaknya bagi pihak lain mankala itu tak tercapai.

8. Pampanglah goal Anda secara visual, gunakan papan untuk menempelkan gambar. Kreatif lah

untuk hal ini.

9. Carilah bentuk break atau rehat sejenak yang tidak melenakan: misal duduk-duduk di sofa

alih-alih nonton bola.

10. Jangan lupa perhatikan energi Anda. Minumlah cukup air putih, istirahatlah yang cukup, dan

jangan lupa olahraga.

C.

Nilai Kerjasama

1. Bagaimana Cara Memberikan Apresiasi

Berikut adalah cara memuji yang baik:

(11)

Agar perbuatan baik bisa terulang lagi, maka dia yang dipuji perlu tahu perihal atau tindakan apa

tepatnya yang mendapat pujian itu.

Manajer:

“Parto, kerja kamu kemarin bagus sekali. Pertahankan ya!”

Parto:

“Terima kasih, Pak.”

(tapi Parto tak paham, kerja mana yang dibilang bagus itu)

Cara yang lebih tepat,

Manajer:

“Parto, kerjaan kamu mbikin laporan kemarin bagus sekali; rapih dan sistematis. Aku

bisa bayangkan betapa kamu sudah menginvestasikan waktu dan energi secara

besungguh-sungguh untuk membuat laporan detail yang bagus seperti ini.”

Dengan pujian yang seperti itu, si Parto akan tahu bahwa sang manajer betul-betul membaca

laporan yang dia buat dengan sungguh-sungguh, tahu bagian mana tepatnya yang membuat

manajernya itu puas, dan lantas berpikir untuk kembali memberikan hasil yang sama, dan

bahkan lebih baik lain kali.

2. Harus segera

Pastikan Anda memuji sesegera mungkin dari tindakan yang Anda apresiasi itu. Semakin lama

atau jauh jaraknya antara tindakan dan apresiasi, pengaruhnya pada motivasi karyawan akan

semakin kecil.

Manajer:

“Parto, laporan yang kamu buat enam bulan yang lalu itu bagus sekali. Pertahankan ya!”

Parto:

Terima kasih, Pak. Tapi ini laporan yang mana ya?

3. Harus konsisten

Jika satu karyawan dipuji atas suatu perihal tertentu, maka manakala ada karyawan lain

mencapai performa yang sama, dia juga harus diapresiasi. Karena bila tidak, akan muncul

anggapan sentimen.

4. Sebisa mungkin di depan publik

Apresiasi bukanlah suatu tindakan yang perlu disembunyikan. Apresiasi lebih bagus

ditampakkan di hadapan orang banyak. Maka pujilah orang lain selama di rapat, gathering, atau

forum bersama apapun. Dengan cara begini, Anda akan temukan betapa akan banyak orang

mencapai prestasi dan melakukan hal baik karena mereka juga ingin dipuji di depan umum.

2. Bagaimana Menyelenggarakan Rapat Efektif

Persiapan Rapat

Pengundang Rapat

1. Melakukan pengecekan ketersediaan/agenda kegiatan peserta kunci yang akan diundang rapat.

(12)

3. Isi undangan jelas, antara lain : topik; sasaran; agenda; persiapan atau bahan rapat yang

diperlukan.

4. Mempersiapkan keperluan rapat secara lengkap, sesuai check list kebutuhan rapat yang standar

dan melakukan pengecekan terakhir 1 (satu) jam sebelum rapat.

5. Mencantumkan contact person (nama, alamat e-mail, telepon) yang bertanggung jawab sebagai

penyelenggara rapat.

6. Hadir 15 menit sebelum rapat.

Terundang Rapat

1. Memberikan konfirmasi bisa tidaknya hadir paling lambat 2 jam sebelum rapat dimulai.

2. Mempersiapkan keperluan rapat sesuai isi undangan.

3. Bila berhalangan hadir, menugaskan pengganti dengan memberikan penjelasan dan pengarahan

kepada petugas pengganti.

Pelaksanaan Rapat

Pengundang Rapat

1. Menjelaskan safety tips dan ground rules.

2. Membuka rapat dengan menjelaskan topik, sasaran, waktu dan agenda rapat.

3. Menunjuk pemimpin rapat untuk mengkoordinasi pelaksanaan rapat.

4. Pemimpin rapat menjaga agar rapat berjalan sesuai waktu dan agenda.

5. Membuat notulen rapat

Terundang Rapat

1. Hadir tepat waktu.

2. Mengisi daftar hadir.

3. “Menset” HP dalam posisi “silent”.

4. Berpartisipasi aktif dalam mengikuti rapat.

5. Tidak keluar masuk ruangan.

Akhir Rapat

1.Pemimpin rapat membacakan notulen rapat sementara dan peserta rapat dapat memberikan

tanggapan, untuk dijadikan notulen rapat final.

2.Pimpinan rapat menutup rapat dan menyerahkan acara selanjutnya kepada pengundang rapat.

3.Pengundang membubarkan rapat dan segera mendistribusikan notulen rapat kepada semua peserta.

(13)

3. Bagaimana Memulai dan Mengelola Mastermind

Mastermind adalah kelompok yang berkomitmen untuk saling mendukung satu sama lain dalam

pembelajaran dan meraih goal masing-masing. Mastermind mengadakan pertemuan rutin untuk saling

berbagi dan saling memberi masukan serta dukungan terhadap anggotanya.

Keuntungan menjadi bagian mastermind

1. Dukungan satu sama lain. Manakala progres kerja, tugas, atau pembelajaran sedang lambat,

kelompok mastermind lah yang bisa memahami apa yang terjadi sebenarnya di belakang layar,

dan juag bisa memberi dukungan satu sama lain.

2. Perspektif yang lebih kaya. Setiap anggota akan memiliki cara pandang yang berbeda, yang dari

situlah kemudian satu sama lain akan bisa saling belajar dan mendapatkan pencerahan terhadap

masalah yang dihadapinya. Perspektif yang muncul dari tim ini tidak lantas disepakati, namun

bagaimanapun itu telah memberikan cara yang lebih luas dalam memahami masalah.

3. Sumber daya. Setiap orang di kelompok mastermind memiliki kompetensi dan bakat yang

berbeda. Selain itu, setiap orang juga memiliki akses sumber daya dan relasi masing-masing.

Maka mastermind ini akan membuka jalan menuju sumberdaya demi mendukung goal setiap

anggotanya.

4. Akuntabilitas. Tiap anggota mastermind akan bisa saling menagih komitmen setiap orang di sana

atas goal-nya masing-masing. Adanya pertemuan rutin saja sudah membuat masing-masing jadi

merasa harus sudah berprogress setiap waktunya.

Cara memulai dan mengelola kelompok mastermind

1. Pilihlah suatu topik tertentu. Topik yang dipilih bisa spesifik atau general tergantung kesukaan

anggotanya. Cobalah minimal membuat topik terkait pekerjaan.

2. Carilah orang-orang yang akan duduk di sana. Kelompok mastermind akan jadi bagus manakala

orang-orang yang di dalamnya bagus. Meskipun bisa jadi di sana ada orang yang masih dalam

status belajar dan sekedar mengikut, pada awalnya. Siapa yang menjadi anggota sebaiknya

adalah mereka dari temparemen atau karakter yang bervariasi, peran kerja berbeda, jenis

kompetensi yang berbeda, bahkan bisa jadi betul-betul berprofesi berbeda.

3. Buatlah kesepakatan dan aturan. Ini semua dimaksudkan untuk kebaikan dan kondusivitas tim.

Apa yang harus ada semisal adalah rasa hormat satu sama lain, komitmen untuk saling

mendukung, tidak membuka aib kepada pihak luar, dan komitmen untuk terus belajar dan

berkembang jadi lebih baik secara pribadi.

4. Adakan pertemuan rutin semisal seminggu sekali. Tidak perlu terlalu lama, cukup 60 menit saja,

dan harus berdisiplin dengan waktu itu. Setiap orang di mastermind harus diberi kesempatan

dan waktu yang sama untuk mengungkapkan progress dan masalahnya.

5. Agenda pertemuannya biasanya berkisar pada pertanyaan:

a. Apa yang jadi goal kamu minggu/bulan/tahun ini?

b. Apa saja strategi dan tindakan nyata yang akan dan telah kamu lakukan?

(14)

6. Undang orang-orang di luar anggota yang memiliki kompetensi atau sumberdaya (semisal

informasi atau jaringan) yang sekiranya dibutuhkan oleh anggota.

7. Rekam. Jangan lupa mendokumentasikan hasil obrolan dan diskusi. Anda bisa menggunakan

recorder dari handphone atau di komputer. Minimal, ada dokumentasi tulis berbentuk pointer.

D.

Nilai Pelayanan

1. Bagaimana Memotivasi Diri Sendiri

Kiat untuk memotivasi diri sendiri:

1. Ingat-ingat lagi sumber ketertarikan Anda. Sejak awal, mengapa Anda ingin melakukan sesuatu?

Kebaikan apa yang Anda akan peroleh darinya? Dan keburukan apa manakala tidak

menjalaninya? Untuk bisa termotivasi, Anda harus punya alasan.

2. Milikilah impian, impian besar. Motivasi Anda hanya akan bisa sebesar impian Anda. Dan Anda

akan bisa termotivasi bergantung pada seberapa jelas impian Anda. Seorang pemain basket tak

akan termotivasi untuk bermain manakala dia tak melihat ada basket (keranjang bola) di

lapangan.

3. Abadikan impian Anda. Tulislah impian Anda di kertas, komputer, atau manapun itu. Wujudkan

impian Anda dalam bentuk gambar. Lalu tempel itu semua di dinding kamar dan di tempat

manapun yang Anda bisa mudah dan rutin melihatnya.

4. Temukan langkah-langkah terdekat. Anda tidak bisa menghabiskan satu proyek atau impian

besar secara utuh, Anda hanya bisa menghadapinya dan mencapainya langkah demi langkah.

Dan apa yang meringankan Anda dalam bertindak adalah langkah terdekat di hadapan mata.

5. Perasaan bahwa apa yang Anda hadapi begitu besar akan menyurutkan motivasi Anda. Maka

pecahlah pekerjaan Anda jadi bagian-bagian kecil, dan tentukan langkah terdekat berikutnya.

6. Niatkan bukan untuk diri Anda sendiri saja, tapi juga untuk orang lain: untuk keluarga, anak,

teman, perusahaan, bangsa, agama, dan apapun untuk kepentingan yang lebih luas daripada

Anda sendirian.

7. Bergeraklah. Gerakkan tubuh Anda sebagaimana Anda tampak betul-betul termotivasi untuk

lakukan sesuatu. Berpura-puralah seperti orang termotivasi dengan gerakan tubuh Anda.

(15)

8. Carilah sumber rasa ‘gatal’ Anda, carilah ‘lalat’ Anda. Carilah apa yang membuat Anda terganggu

dalam bekerja. Apakah karena Anda merasa lelah, takut, bosan, marah, atau apa? dan kenapa?

Jangan biarkan itu terus mengganggu, segera temukan masalahnya ada di mana, dan hilangkan.

9. Carilah partner. Carilah seseorang yang bisa memotivasi (mengoprak-oprak) manakala Anda

sedang malas, atau ketika tampak sedang menyerah.

10. Awali hari Anda dengan rencana. Rencanakan apa yang hendak dilakukan untuk esok hari.

Bangunlah pagi-pagi, buatlah momentum produktif sejak di pagi hari.

11. Bacalah buku. Bukan sekedar buku motivasi, namun buku apapun yang bisa jadi sumber

gagasan. Gagasan segar bisa membentuk motivasi Anda. Mengunyah gagasan baru juga

memanaskan pikiran Anda, sehingga akan jadi lebih mudah untuk bekerja.

12. Dapatkan tool yang tepat. Lingkungan Anda bisa punya penagruh yang besar pada antusiasme

kerja Anda. Seting komputer atau laptop Anda dengan baik sehingga tidak berjalan lebih lambat

daripada yang seharusnya. Rawat kendaraan Anda agar tak mogok dan mengganggu jadwal

produktif Anda.

13. Kondisikan lingkungan kerja Anda. Bersihkan meja kerja Anda dari apapun yang membuat tidak

rapi.

14. Buat mantra pribadi. Buatlah satu kalimat-kalimat pendek yang bisa memotivasi diri Anda

pribadi, lalu ucapkan dengan tegas manakala Anda sedang tak termotivasi. Tak masalah bila

Anda menirunya dari omongan orang terkenal atau dari buku, yang penting itu bermanfaat baik

bagi Anda.

15. Buatlah sukses-sukses kecil. Sukses kecil akan membangun momentum untuk sukses yang lebih

besar. Manakala Anda baru saja mendapat kemenangan meskipun kecil, akan mudah sekali

untuk bisa termotivasi dalam hampir apapun urusan.

16. Tak perlu memulai dengan cepat, santai saja. Alih-alih langsung masuk ke kecepatan tinggi,

mulailah saja lambat-lambat. Ini akan membuat pikiran Anda merasa bahwa pekerjaan atau

urusan di hadapan Anda bukanlah suatu hal yang susah untuk dilakukan. Baru dari situ Anda

mulai menambah kecepatan. Memulai dengan pelan lebih baik daripada tidak memulai sama

sekali.

17. Lakukan selama lima atau sepuluh menit saja. Mulailah bekerja dalam waktu lima menitan saja.

Seringkali pemanasan singkat itu sudah bisa membuat Anda mau berjalan untuk kemudian

berlari.

18. Mulailah dengan melakukan tindakan-tindakan kecil. Bersihkan meja kerja Anda, cuci piring,

atau apapun yang sedemikian sederhana sehingga Anda tak berat dalam memulainya. Yang

penting Anda mulai bergerak.

19. Ikutlah training, seminar, dan apapun yang lebih memampukan Anda dalam meraih goal. Jika

Anda merasa belum kompeten dan tak merasa percaya diri dengan kemampuan Anda, maka

ikutlah event pengembangan kompetensi dan motivasi.

20. Lakukan dengan cara yang berbeda. Mungkin Anda tak termotivasi karena sudah bosan? Maka

coba kreatiflah dalam menemukan cara-cara baru dalam melakukan hal-hal yang biasa Anda

(16)

21. Bersainglah dengan diri sendiri. Membanding-bandingkan diri dengan orang lain bisa jadi

penurun motivasi yang jitu. Lagipula, Anda tidak bisa membandingkan ukuran performa

pencapaian perenang dan pemain bilyar. Maka cobalah berlomba dengan diri Anda sendiri.

22. Jangan takut gagal. Anggap kegagalan sebagai fenomena yang wajar dari kehidupan yang sukses.

Sebagaimana yang Michael Jordan katakan, “Saya luput (memasukkan bola) lebih dari 9000 kali

selama karir saya. Saya pernah kalah di 300 permainan, pernah dipercaya melakukan tembakan

kunci tapi gagal. Saya berkali kali gagal dalam kehidupan profesional saya. Dan justru karena

itulah saya bisa berhasil.” Maka yang penting tanyakan, “Aku bisa belajar apa dari kegagalan ini?”

2. Bagaimana cara belajar

Bagaiamana cara belajar secara efektif

1. Berniat yang baik dan mulia. Meniatkan secara benar merupakan kunci awal keberhasilan bagi

ilmu yang membawa barokah (bermanfaat, dihargai, dan membahagiakan diri sendiri maupun

orang lain) dan kebaikan jangka panjang.

2. Gunakanlah google dan wikipedia. Banyak sekali sumber belajar yang Anda dapatkan dalam

bahasa inggris. Dalam menggunakan google, gunakan kata kunci berikut untuk mempelajari hal

baru: howto atau how to, ebook atau e-book atau filetype:pdf.

3. Datanglah ke ruang baca atau perpustakaan manapun. Ini terutama bagi Anda yang masih tak

bisa meninggalkan kebiasaan membaca offline.

4. Temukan para ahli di bidang yang Anda sedang pelajari. Anda bisa temukan dengan mudah di

google, lalu tinggal Anda datangi website/blog yang bersangkutan. Anda juga bisa terhubung

melalui facebook dan terkoneksi via email.

5. Ajukan pertanyaan kepada para ahli atau forum diskusi. Jangan lupa, untuk pertanyaan yang

mendasar, sebaiknya Anda gunakan dulu google. Jangan ajukan pertanyaan yang terlalu bodoh

atau lugu yang menunjukkan kemalasan.

6. Tuliskan. Ini adalah cara yang baik sekali untuk belajar, bahkan ketika tak ada orang lain yang

membaca. Anda akan segera tahu bagian lubang mana dari pemahaman Anda yang masih perlu

diisi.

7. Buatlah blog. Sekalian saja, untuk pembelajaran jangka panjang, dokumentasikan pembelajaran

Anda dalam sebuah blog.

8. Buatlah sesuatu. Dengan kata lain, lakukan suatu hal konkrit dari apa yang sedang Anda pelajari.

Aplikasikan pengetahuan Anda dalam wujud yang nyata.

9. Berkumpullah dengan kelompok belajar. Anda bisa menggabungkan diri dengan mailing list atau

forum diskusi online (semisal kaskus.us) maupun offline.

10. Tekun dan bersabarlah. Jalani langkah demi langkah, tak usah terburu. Anda tak akan bisa jadi

pakar hanya dalam waktu semalam. Beri Anda waktu dan perkenan untuk mengalami salah dan

gagal, karena dari situlah Anda sesungguhnya akan betul-betul bisa belajar.

3. Bagaimana Jadi Pembelajar Abadi

(17)

1. Selalu miliki buku. Atau minimal Anda punya tempat/teman di mana Anda bisa meminjam buku.

Tak peduli butuh seminggu atau beberapa bulan untuk menghabiskan satu buku, yang penting

Anda harus tetap membaca.

2. Milikilah daftar “To-Learn”. Kita semua biasanya punya daftar periksa aktivitas (to-do list).

Sekarang cobalah juga buat daftar pembelajaran untuk dicapai dalam rentang bulan atau bahkan

tahun.

3. Bertemanlah dengan lebih banyak orang-orang pintar dan berpengalaman. Carilah mereka yang

memiliki kebiasaan belajar dan berbagi ilmu. Cepat atau lambat Anda kan tertular sifat dan

kebiasaan baik mereka.

4. Lakukan meditasi gagasan. Sekedar membaca dan mempelajari gagasan orang lain belumlah

cukup. Anda harus melakukan perenungan mandiri atas semua gagasan itu. Lakukan pengaitan

gagasan, evaluasi mana yang kurang, dan lakukan penyempurnaan.

5. Praktekkan. Pembelajaran terkait keterampilan (skill) akan tak ada gunanya kecuali

dipraktekkan. Maka konkritkan lah pembelajaran Anda.

6. Terapkan hasil pembelajaran Anda di PJB. Sumbangsih pembelajaran Anda tentu akan sangat

berarti dan dihargai. Mulailah proyek penelitian mandiri, selesaikan masalah yang ada atau

carilah peluang baik yang tersembunyi.

7. Ajarkan kepada yang lain. Anda akan belajar dari mengajarkan ilmu pada orang. Selain itu,

mengajarkan ilmu kepada orang lain akan mengekalkan ilmu Anda.

8. Belajarlah bersama. Jangan belajar sendiri, ajaklah teman offline maupun online juga turut

belajar. Selain menyenangkan, belajar bersama juga akan membawa manfaat bagus bagi

kehidupan sosial Anda.

9. Jangan ragu untuk membantah ilmu sendiri. Anda tak bisa mengisi air di gelas yang sudah penuh.

Selalu ambillah jarak dari gagasan. Sempatkan untuk mengevaluasi kembali pengetahuan dan

asumsi-asumsi Anda; adakah itu yang saling bertentangan? Adakah itu didasari oleh asumsi yang

rapuh?

10. Ritual belajar di pagi hari. Setelah subuh, sempatkan barang 15 atau 20 menit untuk belajar. Pagi

hari adalah waktu di mana pikiran kita masih belum tercermar.

4. Bagaimana Etiket Bertelepon

Kala Melakukan Panggilan Telepon

1. Memastikan nomor yang akan dituju telah benar/sesuai sebelum menelepon.

2. Mengucapkan salam, memberitahukan nama dan melakukan pembicaraan sesuai tujuan

menelepon bila telah tersambung.

3. Meminta kesediaan penerima telepon untuk menyampaikan pesan yang diperlukan bila orang

yang dituju tidak berada di tempat.

4. Ucapkan terima kasih bila telah selesai pembicaraan.

Kala Menerima Telepon

(18)

2.Sebut nama dan ucapkan salam (Ass. Wr. Wb., Selamat pagi/siang/sore, dll).

Contoh:

“Luna Maya, SDM, “Selamat pagi”.

3.Layani komunikasi dengan baik.

4.Informasikan bila orang yang dituju tidak ada di tempat dan tawarkan bantuan untuk menyampaikan

pesan kepada orang yang dituju.

5.Catat nama penelepon, pesan dan nomor penelepon.

6.Beritahukan dengan baik jika penelepon salah nomor dan beritahukan nomor yang benar atau nomor

yang dapat dihubungi bila anda mengetahui.

7.Mohon maaf bila memerlukan jeda pembicaraan.

8.Mohon maaf bila pembicaraan terpaksa harus dihentikan dan beritahukan bahwa kita akan

menghubungi kembali.

9.Balas salam penelepon.

E.

Nilai Sadar Lingkungan

1. Cara untuk menyelamatkan lingkungan

Berikut adalah kiat untuk bisa lebih ramah lingkungan

1. Bersihkan atau ganti filter udara di AC rumah Anda setidaknya sekali dalam dua bulan

2. Matikan lampu yang tak dibutuhkan manakala meninggalkan ruangan, meskipun hanya sebentar

3. Pasang suhu lemari es Anda ke 36 sampai 38 dengan pembeku 0 sampai 5 derajat celsius

4. Saat menggunakan oven, jangan sering membuka tutup pintu ovennya; itu akan mengurangi

temperatur hingga 30 derajat setiap kali Anda membukanya

5. Copot colokan peralatan listrik yang jarang diguakan

6. Cuci baju dengan air hangat atau dingin alih-alih air panas

7. Matikan lampu, komputer, dan segala perlengkapan listrik manakala tak digunakan

8. Gunakan bohlam lampu compact fluorescent untuk menghemat uang dan energi

9. Untuk mencetak di printer, usahakan menggunakan kertas bolak balik

10. Gunakan kembali amplok, folder atau paper klip. Jangan membuangnya bila masih bisa

digunakan.

(19)

12. Gunakan mug dari keramik alih-alih disposable cup

13. Belilah produk yang bisa di-reuse

14. Rawat dan perbaiki produk tahan lama alih-alih membeli yang baru

15. Untuk perangkat elektronik yang sering digunakan, gunakan baterai recharge

2. Bagaimana Membuat Diri Anda Lebih Disukai Orang Lain

Manakala Anda ingin lebih disukai oleh orang tertentu, berikut adalah kiatnya:

1. Yang pertama dan utama, adalah lebih manjur manakala Anda bertemu cukup sering terlebih

dahulu dengan orangnya, amat bagus sekali bila tatap muka. Ini untuk menumbuhkan kesan

familiaritas yang kuat.

2. Sebaiknya Anda menemui dia manakala mood nya sedang bagus, dan hindari manakala dia

sedang bete atau stress. Hal ini akan membuatnya bisa mengaitkan atau mengasosiasikan

kehadiran Anda hanya dengan perasaan-perasaan bagus.

3. Temukan kesamaan antara Anda berdua dan bicaralah tentangnya. Apapun yang Anda berdua

sama-sama sukai pokoknya.

4. Jadikan dia tahu, via orang ketiga, bahwa Anda menyukainya atau mengaguminya, sebisa

mungkin dengan alasan-alasan yang spesifik. Ini bisa memberikan pengaruh yang lebih dahsyat

ketimbang manakala Anda mengatakan secara langsung kepadanya.

5. Tunjukkan bahasa tubuh dan nada bicara yang baik, meskipun dia sedang bersikap dingin

atau berada dalam mood yang jelek. Ketahuilah bahwa bahasa tubuh memegang peranan 55%,

nada bicara 38%, dan kata-kata 7%. Ini berlaku terutama untuk para perempuan. Pesan yang

Anda sampaikan memang penting, namun bagaimana Anda mengatakannya itu yang lantas

bisa membuat beda.

6. Secara umum, ini juga terkait dengan bagaimana Anda membawakan diri. Jangan sekedar

bermodal tampang apalagi penampilan. Akhlak dan perilaku Anda akan amat berperan dalam

menggaet perhatian positif dari lawan bicara.

7. Lakukan rapport dengan cara

a. Sesuaikankan postur tubuh, melakukan mirroring, seolah-olah Anda adalah cermin

darinya.

b. Sesuaikan nada bicara. Bila dia bersuara rendah, cobalah untuk juga menggunakan nada

rendah dalam berbicara. -Sesuaikan kecepatan bicara. Bila dia berkata cepat, lakukan hal

yang sama, bila dia berkata lambat-lambat, l.a.k.u.k.a.n h.a.l y.a.n.g s.a.m.a. dengan banyak

…. hentian bicara. Kenapa? Karena kita menyukai orang-orang yang tampak, bicara, dan bahkan berjalan sama seperti kita.

c. Yang penting, jangan lakukan mirroring terhadap bahasa tubuh orang-orang yang

sedang stres, tertekan apalagi marah-marah.

8. Gunakan kata-kata yang bersifat positif. Gunakan hanya kata-kata yang berstruktur dan

bermakna positif, dan manakala bertemu istilah bermakna negatif, maka gunakan negasi. Karena

setiap Anda menggunakan kata negatif, maka bayangan dan ingatan buruk yang terkait dengan

(20)

bisa mengenali negasi, jadi kita bisa mengakalinya. Coba perhatikan saja kata-kata berikut: “Ini

ndak bagus, aku ndak begitu senang dan juga ndak bersemangat melihatnya.”

Dan bandingkan dengan: “Ini jelek ih, aku benci dan sesak ngelihatnya.”

Dua itu maknanya sama. Tapi… Yang pertama sifatnya netral; ndak ada beban emosional seperti

Referensi

Dokumen terkait