Jalan Raya Padang Panjang Manna
Bengkulu Selatan - Bengkulu
PENGADILAN AGAMA MANNA
LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember Tahun 2013
Jalan Raya Padang Panjang Manna
Bengkulu Selatan - Manna 38513
Telp. (0739) 22004/22005 Fax. (0739) 22004
e-mail : [email protected]
LAPORAN KEUANGAN
PENGADILAN AGAMA MANNA
Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2013
BAGIAN ANGGARAN 005.04
BADAN PERADILAN AGAMA
MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
Jalan Raya Padang Panjang Manna
Telp. (0739) 22004/22005 Fax. (0739) 22004
Bengkulu Selatan - Manna 38513
e-mail : [email protected]
| Kata Pengantar i
Kata Pengantar
Sebagaimana diamanatkan Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU No. 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013, Menteri / Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran / Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Negara / Lembaga yang dipimpinnya.
Pengadilan Agama Manna adalah salah satu Entitas Akuntansi di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun Laporan Keuangan berupa Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Penyusunan Laporan Keuangan Pengadilan Agama Manna mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telahdiubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi danPelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-57/PB/2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga, serta . Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Kantor Pengadilan Agama Manna. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Manna, 3 Februari 2014 Ketua,
Drs. Lazuarman, M.Ag
| Daftar Isi ii
Daftar Isi
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... ii
Daftar Tabel ... iii
Ringkasan ... v
PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB ... 8
I. Laporan Realisasi Anggaran ... 10
II. Neraca ... 11
III. Catatan atas Laporan Keuangan ... 14
A. Penjelasan Umum ... 14
A.1. Dasar Hukum ... 14
A.2. Profil dan Kebijakan Teknis Pengadilan Agama Manna ... 15
A.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan ... 16
A.4. Kebijakan Akuntansi ... 17
B. Penjelasan atas Pos-pos Realisasi Anggaran ... 25
B.1. Pendapatan Negara dan Hibah ... 25
B.2. Belanja Negara ... 26
C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca ... 28
D. Pengungkapan Penting Lainnya ... 29
D.1. Temuan dan Tindak lanjut Temuan BPK ... 29
D.2. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual ... 29
D.3. Rekening Pemerintah ... 29
D.4. Pengungkapan Lain-lain ... 30
Laporan-laporan Pendukung... 34
A. Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual ... 35
B. LRA Pendapatan dan Pengembalian Pendapatan... 37
C. LRA belanja dan Pengembalian Belanja ... 40
D. Neraca Percobaan ... 42
E. Laporan Barang Kuasa Pengguna ... 44
E.1. Laporan Barang Kuasa Pengguna Intrakomptabel per Kelompok ... 468
DAFTAR ISI LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
| Daftar Isi iii
E.3. Laporan Barang Kuasa Pengguna Gabungan ... 52
E.4. Laporan Barang Kuasa Pengguna Aset tak berwujud per Kelompok ... 544
E.5. Laporan Barang Kuasa Pengguna Konstruksi dalam Pengerjaan per Kelompok ... 56
E.6. Laporan Posisi BMN di Neraca ... 58
E.7. Laporan Barang Persediaan ... 60
E.8. Laporan Catatan Ringkas Barang Milik Negara ... 63
F. Rencana Tindak dan Monitoring Penyelesaian Tindak lanjut Temuan BPK ... 72
G. Daftar Rekening Kementrian/Lembaga 2013 ... 75
H. Monitoring Penutupan Rekening Kementrian/Lembaga 2013 ... 77
I. Lampiran Revisi DIPA ... 79
J. Lampiran Keputusan Pemberhentian dan Penunjukan KPA TA 2013 ... 86
K. Lampiran Keputusan Penunjukan Pejabat dan Staf Pengelola DIPA TA 2013 ... 90
L. Laporan Perkara dan Biaya Perkara ... 95
DAFTAR TABEL LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
| Daftar Tabel iii
Daftar Tabel
Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012 ... v
Tabel 2 Ringkasan Neraca per 31 Desember TA 2013 dan 2012 ... vi
Tabel 3 Penggolongan Kualitas Piutang ... 22
Tabel 4 Tabel Masa Manfaat... 24
Tabel 5 Rincian Estimasi dan Realisasi PNBP TA ... 25
Tabel 6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2013 dan 2012 ... 26
Tabel 7 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2013 ... 26
Tabel 8 Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2013 ... 27
Tabel 9 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2013 TA 2012 ... 27
Tabel 10 Perbandingan Belanja Barang TA 2013 dan TA 2012 ... 28
Ringkasan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
Laporan Keuangan | Ringkasan v
Ringkasan
Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal, dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Manna Tahun 2013 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
1.
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2013 dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan, belanja, selama periode 1 Januari 2013 s.d. 31 Desember 2013.
Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2013 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 22.903.500 atau mencapai 88,14 persen dari estimasi pendapatannya sebesar Rp.25.984.000.
Realisasi Belanja Negara pada TA 2013 adalah sebesar Rp. 27.552.000 atau mencapai 95,55 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp.28.835.000.
Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012 dapat disajikan sebagai berikut.
Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012
(dalam satuan rupiah)
Uraian TA 2013 TA 2012
Anggaran Realisasi % real. Thd anggaran Realisasi
Pendapatan Negara 25.984.000 22.903.500 88,14 28.610.400
Laporan Keuangan | Ringkasan vi
2.
NERACA
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana per 31 Desember 2013 dan 2012 .
Neraca yang disajikan adalah hasil dari proses Sistem Akuntansi Instansi, sebagaimana yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Tidak ada laporan mengenai Aset, Kewajiban dan Ekuitas Lancar pada tanggal 31 Desember 2013. Ringkasan Neraca per 31 Desember 2013 dan 2012 dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 2 Ringkasan Neraca per 31 Desember TA 2013 dan 2012
(dalam satuan rupiah)
Uraian Periode Neraca Kenaikan/Penurunan 31 Des 2013 31 Des 2012 Rp. %
TIDAK ADA LAPORAN
3.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2013 , Pendapatan Negara dan Hibah dan Belanja Negara diakui berdasarkan basis kas, yaitu diakui pada saat kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara.
| Pernyataan Tanggungjawab 8
Pengadilan Agama Manna
Jalan Raya Padang Panjang Manna Bengkulu Selatan - Manna 38513
Telp. (0739) 22004/22005 Fax. (0739) 22004 e-mail : [email protected]
___________________________________________________________________________
PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Manna yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2013 sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Manna telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Manna, 21 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH
I. Laporan Realisasi Anggaran
PENGADILAN AGAMA MANNA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012
( dalam satuan rupiah)
Uraian Catatan TA 2013 TA 2012 Anggaran Realisasi % Realisasi
A. Pendapatan Negara dan Hibah B.1 1. Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1.1 25.984.000 22.903.500 88,14 28.610.400 Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah
25.984.000 22.903.500 88,14 28.610.400
B. Belanja Negara B.2
1. Belanja Pegawai B.2.1. 0 0 0,00 0
2. Belanja Barang B.2.2. 28.835.000 27.552.000 95,55 20.293.000
3. Belanja Modal B.2.3. 0 0 0,00 0
| II. Neraca 12
II. Neraca
PENGADILAN AGAMA MANNA
NERACA
PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012
(dalam satuan rupiah)
URAIAN Catatan 31 Desember 2013 31 Desember 2012 TIDAK ADA LAPORAN
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 14
III. Catatan atas Laporan Keuangan
A.
Penjelasan Umum
A.1.
Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
d. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008;
e. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-62/PB/2009 tentang Tata cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual pada Laporan Keuangan;
f. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua dan PP Nomor 45 Tahun 2013 mengenai Perubahan Ketiga atas Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
h. Surat Edaran Mahkamah AgungRepublik Indonesia Nomor10 Tahun 2010Tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum;
i. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 15 Pusat;
j. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan, Belanja, dan Transfer pada Bagan Akun Standar;
k. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PB/2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar;
l. Peraturan Mahkamah Agung RI No. 03 tahun 2012 tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di Bawahnya;
m. Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung No. 003/SEK/12/2012 mengenai Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya.
n. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 01/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat;
o. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-57/PB/2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;
A.2.
Profil dan Kebijakan Teknis Pengadilan Agama Manna
Tahun 2013 merupakan bagian dari rencana strategis Mahkamah Agung 2010 – 2014 dimana pelaksanaan dan perencanaan sudah berbasis kinerja. Program dan kegiatan Pengadilan Agama Manna pada tahun 2010 sampai dengan 2014 mengacu pada program-program yang dicanangkan oleh Mahkamah Agung dan dituangkan dalam visi dan misi Pengadilan Agama Manna.
Visi Mahkamah Agung adalah “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG”, yang bertujuan agar Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya menjadi lembaga yang dihormati, dimana di dalamnya dikelola oleh hakim dan pegawai yang memiliki kemuliaan dan kebesaran serta keluhuran sikap dan jiwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memutus perkara.
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 16 Misi Mahkamah Agung:
1. Menjaga kemandirian badan peradilan.
2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan. 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan.
4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.
Kemudian Visi dan Misi Mahkamah Agung tersebut dijadikan acuan bagi Pengadilan Agama Manna sebagai Visi dan Misinya.
Visi Pengadilan Agama Manna adalah “Terwujudnya Peradilan Agama Manna yang Agung”.
Misi Pengadilan Agama Manna adalah sebagai berikut
1. Meningkatkan profesionalisme Aparatur peradilan Agama; 2. Mewujudkan Manajemen Peradilan Agama yang Modern; 3. Meningkatkan Kwalitas Sistem Pemberkasan Perkara;
4. Meningkatkan Kajian Syariah Sebagai Sumber Hukum Materi Peradilan Agama. Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut Pengadilan Agama Manna melakukan beberapa langkah-langkah strategis sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan hukum yang berkeadilan, kredibel dan transparan kepada masyarakat pencari keadilan;
2. Mewujudkan aparat Peradilan Agama Manna yang profesional, efektif, efisien dan akuntabel;
3. Meningkatkan pengawasan intern dalam rangka peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat pencari keadilan;
4. Mewujudkan penyelesaian perkara melalui mediasi.
A.3.
Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Tahun 2013 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Pengadilan Agama Manna. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 17 pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.
Data BMN yang disajikan dalam neraca ini telah seluruhnya diproses melalui SIMAK-BMN.
A.4.
Kebijakan Akuntansi
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2013 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.
Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pengadilan Agama Manna adalah sebagai berikut:
(1.)Kebijakan Akuntansi atas Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.
Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN). Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 18
(2.)Kebijakan Akuntansi atas Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat.
Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja.
(3.)Kebijakan Akuntansi atas Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.
a. Aset Lancar
Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 19 berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan atau yang dipersamakan, yang diharapkan diterima pengembaliannya dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan dan disajikan sebagai Bagian Lancar Piutang.
Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.
Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Persediaan dicatat di neraca berdasarkan hasil perhitungan fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:
harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian; harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri; harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh
dengan cara lainnya.
b. Aset Tetap
Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Aset tetap dilaporkan pada neraca berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:
Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 20 (tiga ratus ribu rupiah);
Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);
Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.
c. Piutang Jangka Panjang
Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.
TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran.
TP adalah tagihan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.
TGR adalah suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 21
d. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud, dan Aset Lain-lain.
Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.
Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan operasional pemerintah.
(4.) Kebijakan Akuntansi atas Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
o Kewajiban Jangka Pendek
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.
o Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 22 Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban
pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.
(5.) Kebijakan Akuntansi atas Ekuitas Dana
Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.
Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi.
Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek.
Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.
(6.) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Utang Tidak Tertagih
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.
Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih .
Tabel 3 Penggolongan Kualitas Piutang
Kualitas Piutang Uraian Penyisihan
Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo
0.5% Kurang Lancar Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan
10% Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan
50% Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia
Urusan Piutang Negara/DJKN
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 23
(7.) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap
Penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.
Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap. Kebijakan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No.01/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap: o Tanah
o Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)
o Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan
Nilai yang disusutkan pertama kali adalah nilai yang tercatat dalam pembukuan per 31 Desember 2012 untuk aset tetap yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2012. Sedangkan Untuk Aset Tetap yang diperoleh setelah 31 Desember 2012, nilai yang disusutkan adalah berdasarkan nilai perolehan. Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir
semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat tersebut tersaji pada Tabel 4.
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 24
Tabel 4 Tabel Masa Manfaat
Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat
Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun Jalan, Irigasi dan Jaringan 5 s.d. 40 tahun Aset Tetap Lainnya (Alat musik modern) 4 tahun
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Neraca 25
B.
Penjelasan atas Pos-pos Realisasi Anggaran
B.1.
Pendapatan Negara dan Hibah
RealisasiPendapatan Negara dan Hibah : Rp. 22.903.500
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp. 22.903.500 atau mencapai 88,14 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 25.984.000. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibahyang diterima oleh Pengadilan Agama Manna adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.
Tabel 5 Rincian Estimasi dan Realisasi PNBP TA (dalam satuan rupiah)
No. Uraian Estimasi Pendapatan Realisasi %
1. Pendapatan Legalisasi Tanda Tangan
4.104.000 726.700 17,70
2. Pendapatan Uang Meja (Leges) dan Upah Pada Panitera Badan Pengadilan (Peradilan)
1.692.000 1.323.000 78,19
3. Pendapatan Ongkos Perkara 15.930.000 14.450.000 90,70
4. Pendapatan Kejaksanaan dan Peradilan Lainnya
4.258.000 6.403.800 150,39
Pengembalian 0 0
Jumlah 22.903.500 88,14
Realisasi pendapatan dari PNBP pada TA 2013 mengalami penurunan sebesar (19,95) persen dibanding realisasi pendapatan dari PNBP TA 2012 yang disebabkan berkurangnya penerimaan perkara pada Tahun 2013 berjumlah 502 perkara sedangkan pada Tahun 2012 berjumlah 606 perkara, yang mana terjadi penurunan pendapatan legalisasi tanda tangan sebesar (74,38) persen, pendapatan uang meja (leges) dan upah sebesar (74,82) persen dan pendapatan ongkos perkara sebesar (7,34) persen. Walaupun pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya mengalami kenaikan sebesar 30,06 persen.
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Neraca 26 Perbandingan realisasi PNBP TA 2013 dan 2012 disajikan dalam tabel dibawah ini :
Tabel 6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2013 dan 2012
(dalam satuan rupiah)
No. Uraian TA 2013 TA 2012 Perubahan Rp. %
1.
Pendapatan Legalisasi Tanda Tangan
726.700 2.836.600 (2.109.900) (74,38)
2.
Pendapatan Uang Meja (Leges) dan Upah Pada Panitera Badan Pengadilan (Peradilan)
1.323.000 5.254.900 (3.931.900) (74,82)
3.
Pendapatan Ongkos Perkara 14.450.000 15.595.000 (1.145.000) (7,34) 4.
Pendapatan Kejaksaaan dan Peradilan Lainnya 6.403.800 4.923.900 1.479.900 30,06 Jumlah 22.903.500 24.305.400 (5.706.900) (19,95)
B.2.
Belanja Negara
Realisasi Belanja Negara : Rp. 27.552.000Realisasi Belanja Negara Pengadilan Agama Manna per 31 Desember TA 2013 adalah sebesar Rp. 27.552.000 setelah dikurangi pengembalian belanja, atau sebesar 95,55% dari anggaran senilai Rp. 28.835.000. Rincian anggaran dan realisasi belanja pada TA 2013 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 7 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2013 (dalam satuan rupiah)
Uraian 31 Desember TA 2013 Pagu Realisasi % Belanja Pegawai 0 0 0,00 Belanja Barang 28.835.000 27.552.000 95,55 Belanja Modal 0 0 0,00 Total Bruto 28.835.000 28.532.000 98,94 Pengembalian (980.000) 0 Total Netto 28.835.000 27.552.000 95,55
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Neraca 27 Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 8 Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2013 (dalam satuan rupiah)
Sumber: Laporan Keuangan Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) 2013 & 2012
Berdasarkan Tabel 9 realisasi belanja TA 2013 dan TA 2012 menunjukan bahwa realisasi belanja pada TA 2013 mengalami kenaikan sebesar 35,77 persen dibandingkan dengan realisasi belanja TA 2012. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penanganan perkara prodeo dan pejalanan sidang keliling dalam rangka mendukung program peningkatan Manajemen Peradilan Agama.
Perbandingan realisasi belanja TA 2013 dan 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 9 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2013 dan TA 2012
(dalam satuan rupiah)
Uraian TA 2013 TA 2012 Naik (Turun) Rp. % Belanja Pegawai 0 0 0 0,00 Belanja Barang 27.552.000 20.293.000 7.295.000 35,77 Belanja Modal 0 0 0 0,00 Total 27.552.000 20.293.000 7.295.000 35,77 0,00 5.000.000,00 10.000.000,00 15.000.000,00 20.000.000,00 25.000.000,00 30.000.000,00 Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal R u p ia h
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal
Realisasi 0,00 27.552.000,00 0,00
III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Neraca 28 B.2.1. Belanja Barang Realisasi Belanja Barang : Rp. 27.552.000
Realisasi Belanja Barang Pengadilan Agama Manna per 31 Desember TA 2013 dan TA 2012 adalah sebesar Rp. 27.552.000 dan Rp. 20.293.000.
Berdasarkan Tabel 10 realisasi belanja TA 2013 dan TA 2012 menunjukan bahwa realisasi belanja pada TA 2013 mengalami kenaikan sebesar 35,77 persen dibandingkan dengan realisasi belanja TA 2012. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penanganan perkara prodeo dan pejalanan sidang keliling dalam rangka mendukung program peningkatan Manajemen Peradilan Agama.
Rincian Belanja Barang dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 10 Perbandingan Belanja Barang TA 2013 dan TA 2012 (dalam satuan rupiah)
Uraian TA 2013 TA 2012 Perubahan
Realisasi Realisasi Rp. %
Belanja Barang Operasional 28.532.000 17.500.000 10.032.000 63,04
Belanja Barang Non Operasional 0 2.793.000 (2.793.000) (100,00)
Total 28.532.000 20.293.000 9.725.000 51,70 Pengembalian (980.000) 0 (980.000) 0 Netto 27.552.000 20.293.000 7.259.000 35,77
C.
Penjelasan atas Pos-pos Neraca
Tidak ada laporan mengenai Aset, Kewajiban dan Ekuitas Lancar pada tanggal 31 Desember 2013 sehingga tidak ada penjelasan atas pos-pos neraca.
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
IV. Catatan atas Laporan Keuangan | Pengungkapan Lainnya 29
D.
Pengungkapan Penting Lainnya
D.1.
Temuan dan Tindak lanjut Temuan BPK
Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran.
D.2.
Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual
Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana dalam lampiran.
D.3.
Rekening Pemerintah
D.3.1 REKENING BENDAHARA PENGELUARAN
Rekening Pengadilan Agama Manna yang dimiliki dan yang dipertahankan untuk Bendahara Pengeluaran adalah Nomor Rekening : 0150-01-001099-30-2 dengan nama Ben Pen Pengadilan Agama Manna 04 308014 pada Bank BRI Cabang Manna Kelompok Rekening GIRO untuk menyimpan keperluan Negara dalam rangka pelaksanaan APBN yang ditata usahakan oleh Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2013.
Daftar rekening sebagaimana format terlampir.
D.3.2 REKENING BENDAHARA PENGELUARAN
Rekening Pengadilan Agama Manna yang dimiliki dan yang dipertahankan untuk Keuangan Perkara adalah Nomor Rekening : 0150-01-000921-20-2, Nama Rekening Pungutan Biaya Perkara Kantor Pengadilan Agama Manna pada Bank BRI Cabang Manna Kelompok Rekening GIRO untuk menyimpan Keuangan Perkara.
IV. Catatan atas Laporan Keuangan | Pengungkapan Lainnya 30
D.4.
Pengungkapan Lain-lain
D.4.1.
Pengungkapan Pengelolaan uang Titipan Pihak Ke-3Tentang biaya perkara
D.4.1.1 Pendahuluan
Selain mengelola keuangan APBN (keuangan DIPA), Pengadilan Agama Manna juga mengelola uang titipan dari pihak-pihak yang berperkara (lazim disebut sebagai pihak ketiga), dan semata-mata digunakan untuk membiayai kegiatan yang berkaitan dengan
proses penyelesaian perkara mereka sendiri (dalam perkara perdata); juga sebagai titipan karena menunggu perintah hakim lebih lanjut.
Uang titipan pihak ketiga terdiri dari :
a. Uang panjar biaya perkara :
Biaya perkara ini di bayar oleh pihak yang berperkara (yang mengajukan gugatan/permohonan), sebagai uang penyelesaian perkara mereka di pengadilan. Pada dasarnya biaya perkara dibebankan kepada pihak Penggugat sebagai panjar, karena penggugatlah yang memulai berperkara. Karena bersifat panjar maka apabila terjadi kekurangan selama proses persidangan harus ditambah dan apabila ada sisa pada akhir proses sisanya harus dikembalikan.
Dasar hukum biaya penanganan perkara perdata dibebankan kepada para pihak sendiri diatur dalam HIR (Het Herzien Inlands Reglemen, Staadblaad tahun 1941 no 44) dan dalam R.Bg (Reglement van het rechtswezen in de gewesten Buiten Java en Madoera) Staatblaad 1927 no 227). Secara operasional terakhir diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung RI nomor 2 tahun 2009, tanggal 12 Agustus 2009 dan petunjuk pelaksanaannya diatur dalam Keputusan Panitera Mahkamah Agung RI nomor 15 A/SK/PAN/IX/2009 tanggal 1 September 2009.
Panjar biaya perkara ini terdiri dari :
- Biaya perkara seperti : biaya panggilan, biaya penyitaan
- Hak-hak Kepaniteraan yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor ke Kas Negara.
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
IV. Catatan atas Laporan Keuangan | Pengungkapan Lainnya 31
b. Uang panjar biaya eksekusi putusan :
Merupakan uang titipan untuk membiayai pelaksanaan putusan pengadilan Agama Manna yang telah berkekuatan hukum pasti. Apabila pihak yang “kalah” tidak mau melaksanakan putusan pengadilan secara sukarela, maka pihak yang menang dapat meminta bantuan pengadilan Agama Manna untuk mengeksekusi putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Semua biaya yang dikeluarkan untuk eksekusi tersebut dibebankan kepada pihak yang kalah, namun sebelumnya dibayar oleh pemohon eksekusi sebagai uang panjar.
c. Uang Konsinyasi :
Adalah uang yang dititipkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Manna oleh pihak/orang yang mempunyai kewajiban untuk membayar (debitur), karena pihak/orang yang berhak menerima pembayaran (kreditur) tidak mau menerima.
D.4.1.2 Keadaan uang titipan pihak ketiga selama semester I tahun 2013.
Posisi Uang biaya proses selama tahun 2013 adalah sebagai berikut : Sisa Awal : 34.664.100,-
Masuk : 350.416.000,- Keluar : 343.709.000,- Sisa : 31.371.100,-
Tabel 11 REKAPITULASI LAPORAN KEUANGAN PERKARA TAHUN 2013
URAIAN
KEADAAN KEUANGAN TEMPAT PENYIMPANAN UANG Sisa Awal Masuk Keluar Sisa Dalam
Bank Dalam Brankas 1 2 3 4 5 6 7 Biaya Perkara 34.664.100 350.416.000 343.709.000 31.371.100 23.797.300 7.573.800 Biaya Eksekusi - - - - Konsinyasi - - - - PHI - - - - Jumlah 34.664.100 350.416.000 343.709.000 31.371.100 23.797.300 7.573.800
1) Menurut Rekapitulasi Laporan Keuangan di atas diketahui bahwa saldo Bank sebesar RP.23.797.300,- sedangkan menurut Rekening Bank per 31 Desember 2013 ternyata berjumlah Rp.23.797.300,- (Bukti setoran terlampir).
IV. Catatan atas Laporan Keuangan | Pengungkapan Lainnya 32 a. Panjar Biaya Perkara sebanyak Rp. 350.416.000,- perkara gugatan 471 perkara,
Permohonan 31 perkara, perkara Banding 0 perkara, perkara Kasasi 1 perkara, dan perkara PK 0 perkara.
b. Panjar Biaya Permohonan Eksekusi sebanyak 0 perkara.
3) Dari Jumlah pengeluaran Pihak Ketiga termasuk didalamnya setoran PNBP (PP No.53/2008) kepada Bendahara Penerima sejumlah Rp.17.620.000,-
4) Pengadilan Agama Agama Manna sudah melakukan pemungutan biaya proses sebagaimana diatur dalam PERMA No.02 Thn 2009.
PEMANTAUAN PENYETORAN PNBP TAHUN 2013
JUMLAH PERKARA MASUK
- TINGKAT PERTAMA : 1. GUGATAN = 471 Perkara X Rp 30.000,- = Rp 14.130.000,- 2. PERMOHONAN = 31 Perkara X Rp 30.000,- = Rp 930.000,- - BANDING = 0 Perkara X Rp 50.000,- = Rp 0,- - KASASI = 1 Perkara X Rp 50.000,- = Rp 50.000,- - PK = 0 Perkara X Rp 200.000,- = Rp 0,- JUMLAH = Rp15.110.000,- EXPLOIT = Rp 0,-
JASA GIRO REK. PERKARA = Rp. …………..
SISA PANJAR LEWAT 6 BLN.SETELAH PEMBERITAHUAN = Rp. …………..
SITA = 0 Perkara X Rp 25.000,- = Rp 0,-
PELAKSANAAN EKSEKUSI = 0 Perkara X Rp 25.000,- = Rp 0,-
PENGUMUMAN LELANG = 0 Perkara X Rp 25.000,- = Rp 0,-
JASA GIRO REK. PERKARA
PERKARA PUTUS TAHUN 2013 = 502 Perkara X Rp 5.000,- = Rp 2.510.000,- (Gugatan Dan Permohonan)
T O T A L = Rp.17.620.000,-
D.4.2.
Revisi DIPA Revisi DIPA ke-1 tanggal 19 Maret 2013, pembukaan tanda blokir pada Belanja Barang. Revisi DIPA ke-2 tanggal 29 April 2013, adanya estimasi pendapatan.
Revisi DIPA ke-3 tanggal 18 September 2013, perubahan Pejabat Pengelola DIPA sebagai berikut:
Semula :
Kuasa Pengguna Anggaran : Azhar, SH
Catatan atas
Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA MANNA TAHUN 2013
IV. Catatan atas Laporan Keuangan | Pengungkapan Lainnya 33 Pejabat Penandatangan/Penguji SPM : Maryati, SH
Menjadi :
Kuasa Pengguna Anggaran : Maryanti, SH
Bendahara Pengeluaran : Diny Sriwijayanti, A.Md
Pejabat Penandatangan/Penguji SPM : Haris Munandar, ST
D.4.3.
Catatan Penting Lainnya Berdasarkan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 127A tanggal 1 April 2013 tentang Pemberhentian Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dan Penunjukan pejabat Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang Pengadilan Agama Manna Tahun Anggaran 2013, sehubungan dengan diterimanya SK tersebut pada awal bulan September maka pada tanggal 5 September 2013 telah dilakukan penunjukan ulang Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran dan pejabat pengelola keuangan.
Semula :
Kuasa Pengguna Anggaran : Azhar, SH
Pejabat Pembuat Komitmen : Maryanti, SH
Pejabat Penandatangan/Penguji SPM : Haris Munandar, ST
Bendahara Pengeluaran : Dini Sriwijayanti, A.Md
Menjadi :
Kuasa Pengguna Anggaran : Maryanti, SH
Pejabat Pembuat Komitmen : Maryanti, SH
Pejabat Penandatangan/Penguji SPM : Haris Munandar, ST
Bendahara Pengeluaran : Dini Sriwijayanti, A.Md
Manna, 21 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH
Laporan-laporan Pendukung 34
Laporan-laporan Pendukung
Informasi
Pendapatan
dan Belanja
Secara
Akrual
A.
INFORMASI PENDAPATAN
DAN BELANJA SECARA
AKRUAL
Laporan-laporan Pendukung 36
Tabel 11 Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan laporan realisasi belanja akrual
(dari menu neraca akrual aplikasi komdanas).
LRA Pendapatan dan Pengembalian Pendapatan
B.
LRA PENDAPATAN &
Laporan-laporan Pendukung 38
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print laporan pendapatan
dan pengembalian pendapatan dari aplikasi sakpa
LRA belanja dan Pengembalian Belanja
C.
LRA BELANJA & PENGEMBALIAN
Laporan-laporan Pendukung 41
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print laporan belanja dan
pengembalian belanja dari aplikasi sakpa
Neraca Percobaan
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 43
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print neraca percobaan dari
aplikasi sakpa
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 44
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 45
E.
LAPORAN BARANG
L
aporan Barang Kua
Laporan Barang Kuasa Pengguna Intrakomptabel per Kelompok
E.6. LAPORAN POSISI BMN DI
NERACA
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 47
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan barang Kuasa
Pengguna Intrakomptabel per kelompok dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Barang Kuasa Pengguna Ekstrakomptabel per Kelompok
E.2. LAPORAN BARANG KUASA
PENGGUNA
EKSTRAKOMPTABEL PER
KELOMPOK
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 49
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan barang Kuasa
Pengguna Extrakomptabel per kelompok dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Barang Kuasa Pengguna Gabungan
E.3. LAPORAN BARANG KUASA
PENGGUNA GABUNGAN
Intrakomptabel dan
Ekstrakomptabel per Kelompok
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan Barang Kuasa
Pengguna Gabungan Intra-extra dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 52
Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
E.5. LAPORAN BARANG KUASA
PENGGUNA BARANG
BERSEJARAH PER KELOMPOK
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 53
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan barang Kuasa
Pengguna Barang dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Barang Kuasa Pengguna Aset tak berwujud per Kelompok
E.4. LAPORAN BARANG KUASA
PENGGUNA ASET TAK
BERWUJUD PER KELOMPOK
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 55
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan barang Kuasa
Pengguna Aset tak berwujud per kelompok dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 56
Laporan Barang Kuasa Pengguna Konstruksi dalam Pengerjaan per
Kelompok
E.5. LAPORAN BARANG KUASA
PENGGUNA KONSTRUKSI DALAM
PENGERJAAN PER KELOMPOK
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 57
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan barang Kuasa
Pengguna Aset KDP per kelompok dari aplikasi Simak Bmn
Laporan Barang Persediaan
E.7. LAPORAN BARANG
PERSEDIAAN
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 59
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil Laporan barang Persediaan
dari aplikasi persediaan
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 60
Catatan Ringkas Barang Milik Negara
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 61
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Catatan Ringkas
Barang Milik Negara (manual) dari operator Simak BMN
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 62
Laporan Catatan Ringkas Barang Milik Negara
E.8. LAPORAN CATATAN RINGKAS
BMN
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 63
Halaman ini bukan bagian dari laporan keuangan.
Silahkan ganti halaman ini dengan hasil print Laporan Catatan
Ringkas Barang Milik Negara dari aplikasi SIMAK BMN
Rencana Tindak dan Monitoring Penyelesaian Tindak lanjut Temuan
BPK
F.
RENCANA TINDAK DAN
MONITORING
PENYELESAIAN TINDAK
LANJUT TERHADAP
TEMUAN BPK
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 65
RENCANA TINDAK KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA TERHADAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL/LKBUN TAHUN 2012
NO TEMUAN PEMERIKSAAN KLASIFIKASI TEMUAN RENCANA TINDAK (Sesuai Surat NO……Tahun…)
JADWAL PENYELESAIAN
I II III
1.
Bengkulu Selatan, 07 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran,
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH NIP.197703201998032001
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 66
MONITORING PENYELESAIAN TINDAK LANJUT KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA TERHADAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL/LKBUN TAHUN 2012
NO TEMUAN PEMERIKSAAN KLASIFIKASI TEMUAN
RENCANA TINDAK (Sesuai Surat NO……Tahun…)
JADWAL PENYELESAIAN PROGRESS PER 2013 UNIT PENANGGUNGJAWAB KETERANGAN
I II III
1.
Bengkulu Selatan, 07 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran,
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH NIP.197703201998032001
Daftar Rekening Kementrian/Lembaga 2013
G.
DAFTAR REKENING
KEMENTRIAN / LEMBAGA
2013
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 68
Daftar Rekening Kementrian Negara/Lembaga
Tahun
No Satuan Kerja Kementrian Negara/Lembaga
Jenis Rekening Nomor Rekening Nama Rekening Rek. Atas Nama Bank/Kantor Pos
Jumlah Uang
1. Pengadilan Agama Manna Mahkamah Agung Giro 0150-01-001099-30-2 BENDAHARA
PENGELUARAN PENGADILAN AGAMA MANNA (04) Pengadilan Agama Manna BRI CABANG MANNA Rp.0
Bengkulu Selatan, 07 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran,
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH NIP.197703201998032001
Monitoring Penutupan Rekening Kementrian/Lembaga 2013
H.
MONITORING PENUTUPAN
REKENING KEMENTRIAN /
LEMBAGA 2013
Laporan Keuangan | Laporan-laporan Pendukung 70
Monitoring Penutupan Rekening Kementrian Negara/Lembaga
Tahun
No Nomor Rekening Tanggal Penutupan Saldo yang Disetor Tanggal dan Surat Bank Keterangan
1. - - - -
-JUMLAH
Bengkulu Selatan, 07 Januari 2014 Kuasa Pengguna Anggaran,
Wakil Sekretaris,
MARYANTI, SH NIP.197703201998032001