melakukan sesuatu bagi orang lain yang menderita. NamaMu yang kudus, kami Ya Tuhan Yesus, kami seringkali bertemu banyak orang yang kesulitan,

Teks penuh

(1)

58

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa:

Y a T uhan Y esus, kami seringkali bertemu banyak orang yang kesulitan, tetapi kami kurang peduli. Semoga RohMu membaharui hati kami, agar kami selalu terbuka hati untuk peduli dan solider serta selalu tergerak hati untuk melakukan sesuatu bagi orang lain yang menderita. NamaMu yang kudus, kami pu

ji kini dan sepan

jang masa.

A

min.

T

anda Salib Lagu Penutup

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

1

Bahan K

atek

ese APP 2021

SEMAKIN BERIMAN

SEMAKIN SOLIDER

(Membangun Ekonomi Solidaritas)

Bahan Katekese

Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2021

Par

oki Santo

V

(2)

2

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

57

Bahan K

atek

ese APP 2021

Doa Pembuka Marilah berdoa:

T uhan Y esus, Engkau menga jari kami untuk selalu peduli pada orang lain. Kami mohon bimbinganMu dalam katekese ini agar kami sanggup melak-sanakannya dalam kehidupan kami, mulai sekarang sampai selama-lamanya. A min.

PENDALAMAN IMAN Kenyataan Hidup Pandemi

covid 19 berdampak luas, dimana banyak orang mengalami kesulitan dalam hidup. Sebagai sahabat-sahabat T uhan Y esus kita harus melakukan

se-suatu supaya kesulitan sesama kita bisa diringankan. a.

Bagaimana perasaan kita bila kita melihat orang yang menderita, miskin dan berkekurangan? b. A pa yang kita lakukan jika kita menemukan orang susah, orang sakit, orang

lapar dan orang yang berkekurangan?

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta membaca perikop Luk 19:1-10.

a.

A

pa yang diceritakan dalam In

jil Lukas tadi?

b. A pa peker jaan Zakheus dan apa yang ia lakukan terhadap masyarakat kecil sebelum bertemu T uhan Y esus? c. Bagaimana sikap Zakheus setelah bertemu dan makan bersama dengan T uhan Y esus?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

(3)

56

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Pesan teks T ransformasi hidup manusia hanya bisa ter jadi karena per jumpaan dengan 8 T uhan Penyelamat. T uhanlah yang mengubah hidup manusia. A sal manusia mau ber jumpa dengan Dia, berkomunikasi dan membiarkan diri dibentuk

oleh rahmatNya. Setelah

mengalami transformasi hidup, Zakheus men jalani suatu kehidupan 8 baru. Kehidupan yang penuh dengan cinta kasih, solidaritas, kepedulian, semangat berbagi dan saling membantu. Cara hidup baru ini adalah cermi-nan hidup kristiani. Men jadi pengikut Kristus berarti mengalami transformasi hidup dan menghayati kehidupan kasih yang selaras dengan kehendak T u-han. Aplikasi teks Dalam kehidupan aktual masa kini yang diliputi oleh pandemi covid 19, cara 8 hidup yang lazim tentu ditinggalkan. Manusia harus beradaptasi dengan situasi baru yang penuh dengan tantangan. Dalam konteks ini, spirit kristiani berupa cinta kasih dan solidaritas hendaknya men jiwai setiap murid Kristus untuk menyesuaikan perilaku hidup dengan kondisi yang ada, seraya tetap

meresapi kehidupan baru ini dengan semangat cinta kasih. Para

murid Kristus hendaknya mengandalkan T uhan dan beradaptasi dalam 8 kondisi baru, seraya meningkatkan solidaritas kristiani yang men jadi kunci kekuatan bersama untuk saling menopang dalam hidup bersama. T antan-gan global pandemi covid 19 mengkondisikan manusia beriman untuk men-galami transformasi iman dan cinta kasih kristiani agar mampu menghayati

solidaritas kristiani di tengah situasi yang berat ini.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda salib Kata Pengantar Anak-anak yang terkasih...

Kita sudah tahu a jaran gere ja tentang solidaritas. Pertemuan terakhir ini kita bela jar untuk mempraktekkannya dalam hidup kita. Karena itu, kita akan merenungkan sub tema: “Solidaritas Ekonomi Dalam Bingkai Kenormalan Baru”. Semoga nantinya kita dapat men jadi anak-anak yang makin solider dan

selalu peduli sesama.

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

1

Bahan K

atek

ese APP 2021

Kata Pengantar Kita bertemu lagi dengan masa prapaskah dalam lingkaran tahun liturgi Gere ja di tengah situasi pandemi Covid 19. Masa khusus ini merupakan sebuah kes-empatan berahmat, waktu emas dalam per jalanan iman kita. Kita masuk dalam suatu pergumulan iman untuk menemukan kembali jati diri kita sebagai mu-rid-murid Kristus. Dalam terang Sabda A llah, kita mencoba untuk menemukan poin-poin iman yang membantu kita bertumbuh dalam kenormalan baru, gaya

hidup baru dalam cinta kasih dan kebenaran. Tema

umum dari permenungan bersama selama 40 hari ini adalah: “Semakin Beriman, Semakin Solider (Membangun Ekonomi Solidaritas)”. T ema ini di-jabarkan dalam 4 sub tema, yakni: 1. Kerawanan Sosial Ekonomi Di T engah Pandemi Covid 19, 2. Ekonomi Solidaritas Demi Kese jahteraan Bersama, 3. Solidaritas Sebagai Panggilan Hidup Kristiani, 4. Solidaritas Ekonomi Dalam Bingkai Kenormalan Baru. Semoga Sabda A llah yang kita renungkan bersama sungguh meresapi hati kita, men jiwai hidup iman kita, dan memampukan kita untuk mengamalkan nilai-nilai in jil dalam budaya dan gaya hidup yang makin

solider dan makin peduli. Buku

ini merupakan panduan bagi para Imam, guru agama, katekis dan fasilita-tor dalam proses katekese bersama. T ema dan sub tema di atas dapat dikonk-ritkan seturut situasi dan kondisi Paroki, Kuasi Paroki dan Co-Stasi. Sementara metode dan langkah-langkah katekese dapat dikembangkan sesuai kebutuhan fasilitator dan tim katekese setempat agar bahan ini tidak kaku, tetapi lebih luwes dan lebih mudah direnungkan. Y ang paling penting adalah bahwa san-gat diharapkan agar proses katekese dapat ber jalan baik walaupun ada pem-batasan. Kita berdoa dan berharap agar pandemi covid 19 segera berlalu, sehingga kegiatan katekese A PP ini dapat ber jalan tanpa halangan. Semoga T uhan menyertai dan memberkati per jalanan bersama kita selama masa ret-ret

(4)

2

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

BAHAN PENDALAMAN IMAN DEW

ASA PERTEMUAN I KERA W ANAN SOSIAL EKONOMI DI TENGAH P ANDEMI CO V ID 19 T u juan Umat menyadari dan mengenali dampak nyata pandemi Covid 19 dalam š

seluruh aspek hidup manusia.

Gagasan Dasar T ahun 2020 ditandai oleh krisis kesehatan Covid-19 yang masif, yang men jadi ge jala global lintas batas, seraya sangat memperparah krisis yang sal-ing terkait seperti iklim, pangan, ekonomi dan migrasi, dan menyebabkan pen-deritaan dan kesulitan yang hebat. Krisis hebat ini terus mengiringi per jalanan bersama kita memasuki tahun 2021, dengan aneka persoalan yang terus mem-belanggu sendi-sendi kehidupan kita. Kita bergerak dalam pembatasan den-gan dampak nyata pada kemunduran kehidupan sosial ekonomi, khususnya

keluarga-keluarga yang lemah, miskin dan terpinggirkan.

Uskup A gung Kupang dalam pesan Natal 2020 memberikangambaran nyata dari situasi kita saat ini, bahwa: “Pada saat ini, kita berhadapan dengan pelbagai kesulitan hidup: pembatasan bergerak, hilangnya peker jaan, sekolah daring dengan dampak biaya hidup meningkat, larangan berkerumun, penda-patan keluarga menurun, lapangan ker ja langka, kaum muda merasa terkeka-ng, perayaan iman terkendala, pelayanan sakramen terbatas, pelayanan publik melambat, dll. Kenyataan yang memprihatinkan ini memperlambat kegiatan so-sial ekonomi hingga kemunduran kehidupan ekonomi semakin nyata. Keaman-an pangan manusiapun mengalami penurunan akibat berkurangnya sumber daya dalam proses pengadaan pangan akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Dunia kita berada dalam kedaruratan yang tidak terduga, sehingga

keg-embiraan hidup memudar dalam ketidakpastian yang menyebar”.

Jelas bagi kita, bahwa pandemi covid-19 menimbulkan kerawanan sosial ekonomi. Banyak keluarga hidup dalam keterbatasan sumber daya untuk hidup secara layak. Mutu hidup keluarga-keluarga mengalami kemunduran karena tekanan biaya hidup yang cenderung meningkat ditengah pendapatan keluar-ga yang tidak menentu dan cendrung menurun bahkan tidak ada sama sekali. Mutu hidup kristiani juga ikut merosot ketika keserakahan marasuki spirit hidup bersama. Krisis ini tidak lagi dilihat sebagai persoalan bersama, tetapi masalah

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

55

Bahan K

atek

ese APP 2021

memungkinkan orang, baik sebagai kelompok maupun individu menggapai

kondisi hidup yang lebih layak dan manusiawi.

Kenormalan baru men jadi saat yang tepat untuk mengamalkan nilai sol-idaritas sebagai sebuah gaya hidup yang semakin mengakar dalam Gere ja. Karena itu, refl eksi bersama kita ini setidaknya membantu kita menyadari kem-bali cara bertindak kita, seraya terus bela jar menata hidup kita dalam terang In jil. Penghayatan yang benar akan nilai-nilai In jil mendorong adanya semangat pembaharuan dalam diri kita untuk semakin solider kepada sesama. Zakheus men jadi contoh nyata orang yang mengalami perubahan radikal dalam terang In jil A llah. Dia yang tadinya memanfaatkan jabatan dan peker jaannya untuk meraup keuntungan pribadi kemudian men jadi pribadi yang makin solider kar-ena diresapi semangat In jil untuk mengorbankan miliknya bukan menghisap,

untuk melayani bukan menindas (bdk. Luk 19:1-10). Sumber T

eks: Luk 19:1-10

Gambaran sintesis teks

T eks ini berbicara tentang pertobatan Zakheus, seorang pemungut cukai 8 yang kaya raya. Zakheus tinggal di kota Y eriko, dan men jadi kepala pe-mungut cukai untuk wilayah Y eriko dan sekitarnya. Pada zaman itu, sistem pemungutan pa jak diserahkan kepada pihak swasta yang menang tender untuk pemungutan cukai dengan lebih dahulu membayar jumlah pa jak yang wa jib diserahkan kepada pemerintah Romawi. Selan jutnya pemerintah Ro-mawi memberikan lisensi kepada pemenang tender untuk memungut cukai dari masyarakat, pengganti uang yang telah dibayarkan kepada pemerin-tah. Dalam pungutan pa jak itulah sering ter jadi pemerasan yang merugikan masyarakat, karena dipungut beberapa kali lipat untuk meraih keuntungan. T idak heran kalau para pemungut pa jak dibenci dalam lingkup masyarakat Y

ahudi karena mereka berkolaborasi dengan pen

ja jah Romawi. Zakheus tentu kaya raya karena memiliki pegawai pemungut cukai. Makan-8 ya dalam teks dia berkata kepada Y esus, akan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang diperas. Per jumpaan dengan Y esus membuat dia berubah. T ransformasi hidup ini merupakan anugerah istimewa baginya dan keluarga. T uhan berkenan hadir di rumahnya dan memberkati seluruh isi rumahnya dengan kehidupan baru. Dia tidak lagi men jadi manusia tamak, tetapi manusia berwawasan baru. Manusia yang solider dan peduli pada sesama. W awasan dan cara hidup baru dilandasi oleh imannya akan Y esus Penyelamat.

(5)

54

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

PERTEMUAN I V SOLIDARIT

AS EKONOMI DALAM BINGKAI KENORMALAN BARU

T u juan Anak-anak dan rema ja dapat mempraktekkan kebiasaan atau cara hidup š

solider dan peduli sesama.

Gagasan Dasar Mengembangkan kehidupan ekonomi dalam semangat solidaritas selaras dengan iman kristiani. Solidaritas tidak dapat dipisahkan dari cinta kasih, yang merupakan keutamaan dasar para murid Kristus (bdk. Y oh 13.35; SRS 40). Da-lam semangat solidaritas ker jasama melampaui tuntutan etis-manusiawi, tetapi tuntutan etis asimetris karena mengembangkan sikap dasar status citra ilahi, di mana semangat pengorbanan serta mengutamakan hidup dan kepentingan sesama men jadi utama (1 Y oh 3:16; SRS 40). Sesama tidak diperlakukan se-bagai alat untuk keuntungan serta kepentingan sendiri atau kelompok, tetapi sebagai mitra usaha. Kesadaran seperti ini mesti ditumbuhkan dengan animasi spiritualitas, moral dan religius, yang dapat dilakukan oleh pihak Gere ja. Bagi Gere ja, solidaritas merupakan jalan lapang bagi pengembangan ekonomi da-lam cara damai yang men jauhi eksklusi dan ketidakadilan. Simbiose mutualis serta kesalingtergantungan membebaskan masyarakat dari pengutamaan ke-pentingan diri serta saling curiga, dan berupaya menumbuhkan saling percaya dan tanggung jawab bersama. Situasi kenormalan baru yang sedang kita jalani saat ini, menyadarkan bahwa kita sedang berada dalam sebuah perahu yang sama menghadapi ba-dai besar kehidupan dalam aneka bentuk. Menghadapi arus badai ini, seluruh komponen Gere ja dipanggil untuk mendayung bersama karena tidak ada yang dapat mencapai keselamatan sendirian. Gere ja beker jasama demi melayani In jil, khususnya mewartakan In jil kepada mereka yang sangat berkekurangan dalam per jalanan hidup. Kita tidak dapat melihat wa jah A llah, tetapi kita dapat ber jumpa dengan sesama, utamanya mereka yang berkekurangan. Oleh kar-ena itu, karya cinta kasih men jadi bagian utuh dalam pelayanan pastoral, yaitu demi mema jukan perkembangan manusia seutuhnya bagi semua orang (Mgr . Petrus T

urang dalam Catatan Refl

eksi A khir T ahun 2020). Dalam terang In jil, solidaritas sebagai aksi cinta kasih kristiani semakin cemerlang. Sehingga solidaritas kristiani yang dihayati perlu dikembangkan me jadi sebuah gaya hidup yang membudaya. Solidaritas tidak sekedar men-jadi wacana tetapi men jadi suatu cara bertindak kristiani untuk melayani dalam ketulusan dan pengorbanan. Dengan semangat solidaritas ini, pembangunan sosial ekonomi mencapai puncaknya, yakni melayani kebaikan bersama yang

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

3

Bahan K

atek

ese APP 2021

orang perorangan. Semangat peduli sesama kemudian ikut memudar yang dil-anggengkan oleh semangat ketidakadilan dan egoisme sempit. A kibatnya,ter jadi kesen jangan dan ketimpangan sosial ekonomi dalam lingkungan masyarakat

kita (bdk. SRS art. 14). Dengan

demikian, permenungan bersama ini, membantu komunitas-komuni-tas kita untuk melihat dampak nyata dari pandemi covid 19 yang meruntuhkan sendi-sendi kehidupan sosial ekonomi masyarakat kita. Selain itu, kita bela jar melihat masalah-masalah sosial ekonomi yang ada sebagai persoalan bersa-ma yang membutuhkan tanggung jawab bersama dalam upaya mengatasi dan membangun sebuah tatanan hidup baru dalam semangat saling peduli dalam

cinta kasih dan keadilan. Sumber T

eks: Mrk 2:1-12

Gambaran sintesis teks

Perikop ini berkisah tentang Y esus menyembuhkan seorang lumpuh. Kisah 8 ini ter jadi di sebuah rumah di Kapernaum. Bagian awal berbicara tentang ba-gaimana orang lumpuh ini dihantar kepada Y esus. Bagian kedua berbicara tentang bagaimana sikap ahli T aurat terhadap cara penyembuhan Y esus.

Berkaitan dengan tema, maka fokus kita adalah bagian pertama. Orang

lumpuh tentu tidak bisa sampai kepada Y esus. Maka ia digotong oleh 8 empat orang kepada Y esus. Situasi di rumah sedemikian banyak orang seh-ingga pintu rumah sesak. Semuanya ingin mendengarkan penga jaran Y esus dan mengalami perubahan dalam hidup. T entu sa ja sulit untuk menyibak orang di depan pintu dan mengantar orang lumpuh ini kepada Y esus. Dalam situasi sulit ini, mereka mencari solusi. A tap adalah solusi. Perlu diketahui bahwa konstruksi rumah pada zaman Y esus berbentuk seperti kotak, bagian atap disebut sotoh rumah, tempat men jemur hasil bumi atau duduk-duduk menikmati alam di sen ja hari. Bagian atap terbuat dari bahan yang tidak sulit untuk dibongkar dan dipasang kembali. Bagian samping rumah ada tangga

untuk naik ke sotoh rumah. Orang

lumpuh itu akhirnya diturunkan ke hadapan Y esus dan mengalami 8 penyembuhan. Y ang menarik adalah catatan pengin jil bahwa Y esus melihat iman mereka. Jadi bukan hanya iman si lumpuh, tetapi iman orang-orang yang menggotongnya. Iman bersama. Sinergi iman yang membawa pe-nyembuhan bagi si lumpuh, setelah mengalami per jumpaan personal den-gan Y esus.

(6)

4

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Pesan teks Hidup manusia tidak lepas dari masalah, baik masalah pribadi maupun 8 masalah bersama. Dalam situasi tersebut, manusia tergerak untuk ber juang bersama, saling membantu mencari solusi dan mengatasi masalah. Per-juangan bersama tentu lebih mudah dan cepat mengarah kepada solusi atas masalah. Manusia beriman sadar bahwa per juangan manusiawi terbatas. Dalam meng-8 hadapi masalah hidup yang berat, orang beriman percaya bahwa hanya T u-hanlah yang sanggup menolong. Oleh karena itu, orang beriman ber juang bersama dan dalam T uhan. A da permohonan kepada T uhan untuk campur

tangan dalam ikhtiar manusiawi mengatasi masalah kehidupan bersama. Solidaritas

orang beriman membuahkan hasil berkat campur tangan T uhan. 8 Kepedulian dan saling membantu yang ditopang oleh iman bersama adalah kekuatan positif yang membawa perubahan, ketika mengalami per jumpaan dengan T uhan. T

uhanpun berkenan pada sikap iman seperti itu.

Aplikasi teks Dalam menghadapi situasi sulit bersama, orang beriman tetap percaya dan 8 mengandalkan T uhan. Bahwa selalu ada solusi bagi orang yang ber juang bersama dan dalam T uhan. T uhanlah sumber rahmat dan kekuatan untuk

menghadapi situasi sulit apapun. Kepedulian,

ker jasama, solidaritas, saling membantu, adalah sikap-sikap 8 kristiani yang dilandasi iman akan T uhan, yang akan membawa manusia

kepada solusi atas setiap masalah kehidupan. Dalam

menghadapi wabah covid 19 dan tantangan di bidang ekonomi, sikap 8 keempat penggotong si lumpuh dan si lumpuh sendiri memberikan inspirasi untuk selalu solider , berpeduli, beker jasama, saling membantu. Kekuatan sinergis yang dilandasi iman akan menghasilkan kebaikan dan solusi atas

setiap masalah bersama.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

53

Bahan K

atek

ese APP 2021

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta membaca perikop Kis 2:41-47.

a.

Perikop tadi bercerita tentang apa?

b.

Bagaimana cara hidup

jemaat perdana? c. Dari cara hidup jemaat perdana, apa yang harus kita lakukan supaya tidak

ada orang yang berkekurangan?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

Sasarannya siapa dan dimana?

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa:

T uhan Y esus, a jarilah kami agar kami sanggup men jadi sahabat-sahabat-Mu yang baik, selalu peduli dan solider dengan semua orang terutama mereka yang berkekurangan. Semoga kami dapat saling menolong agar tidak ada lagi yang merasa kekurangan dan menderita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera

dan Roh Kudus.

A

min.

T

anda Salib

(7)

52

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

tual. Serentak pula di dalamnya terkait erat dengan kepemimpinan gere jawi yang berwibawa untuk mengelola potensi umat dalam wu jud solidaritas

kris-tiani yang menye

jahterakan satu sama lain.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib Kata Pengantar Anak-anak yang terkasih...

Dalam pertemuan ketiga ini kita akan merenungkan sub tema: “Solidaritas Sebagai Panggilan Hidup Kristiani”. Kita mau merenungkan panggilan hidup kita sebagai sahabat-sahabat T uhan Y esus. Kita bela jar dari T uhan Y esus dan a jaran-a

jaranNya supaya kita dapat men

jalani hidup kita dengan baik.

Doa Pembuka Marilah berdoa:

T uhan Y esus yang Mahabaik, kami mohon bimbinganMu dalam kegiatan katekese ini, agar kami dapat bela jar meneladani sikapMu yang selalu peduli dan selalu membantu orang lain. Kami pu ji namaMu yang kudus kini dan sepa-n jang masa. A min. Kenyataan Hidup Salah satu a jaran T uhan Y esus adalah hukum cinta kasih. A jaran ini berkem-bang dalam Gere ja sampai sekarang ini. Gere ja kemudian men jabarkan a jaran ini dalam berbagai nilai hidup, salah satunya tentang solidaritas yakni membak-tikan diri demi kebaikan sesama. Paus Y ohanes Paulus II menyatakan bahwa solidaritas adalah “tekad yang teguh dan tabah untuk membaktikan diri kepada kese jahteraan umum, artinya, kepada kese jahteraan semua dan setiap orang” (bdk. SRS 38; Kompendium A SG art. 193 hal. 132). Sebagai sahabat-sahabat Y esus, kita dipanggil untuk men jadi pribadi yang solider dengan sesama

teru-tama mereka yang menderita dan berkekurangan. a.

A pakah anak-anak pernah dengar istilah solidaritas? Kapan dan dimana? Dari siapa? b. Menurut aanak-anak, solidaritas itu sikap yang seperti apa atau sikap yang bagaimana? c. A

pa itu solidaritas menurut a

jaran Gere ja Katolik?

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

5

Bahan K

atek

ese APP 2021

Kata Pengantar Saudara/saudari terkasih... Masa

puasa tahun ini, kita dihadapkan dengan pandemi covid 19, suatu wabah penyakit yang berdampak luas terhadap segala aspek kehidupan kita. Di mana-mana orang mengeluh karena mengalami kesulitan terutama sumber daya yang mendukung kehidupan keluarga. A da pembatasan bergerak di sana sini, tetapi hati kita tidak boleh terbatas. A da keterbatasan dan kekurangan tetapi iman kita tidak boleh terbatas apa lagi berkurang. Untuk itu, kita akan bergumul bersama selama masa A PP tahun ini dengan tema: “Semakin Beriman, Semakin Sol-ider (Membangun Ekonomi Solidaritas)”. Pada pertemuan pertama ini kita akan mendalami sub tema: “Kerawanan Sosial Ekonomi Di T engah Pandemi Covid 19”. Kita menggali bersama persoalan apa sa ja yang melanda kehidupan kita

selama masa covid ini. Doa Pembuka Marilah berdoa: Ya

A llah, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam seluruh per jalanan hidup kami. Kami hendak memulai kegiatan katekese di masa puasa ini. Kami mohon bimbingan Roh Kudus-Mu, agar kami mampu menyelami berbagai persoalan hidup yang melanda kami di masa covid ini. Bantulah kami untuk mampu mele-wati masa-masa sulit ini dengan penuh ketabahan. Demi Y esus Kristus T uhan

dan Pengantara kami.

A

min.

PENDALAMAN IMAN Kenyataan Hidup Pandemi

covid 19 masih terus merebak bahkan cenderung meningkat akhir-akhir ini. Masalah kesehatan ini membawa dampak luas terhadap kehidupan kita saat ini, terutama dari aspek sosial ekonomi sebagai tiang penopang ke-hidupan keluarga-keluagra. T er jadi pembatasan bergerak demi memutus rantai penyebaran wabah corona virus. Protokol kesehatan mewa jibkan kita untuk lebih banyak tinggal di rumah, menghidari kerumunan dan ketentuan-ketentu-an kesehatan lainnya. A kibatnya, lapangan ker ja terbatas, kehilangan peker-jaan, pendapatan keluarga menurun, bahkan ada yang kehilangan pendapa-tan, sekolah daring yang butuh biaya tambahan dan banyak dampak lain yang

menghadirkan kesulitan tersendiri dalam keluarga-keluarga.

Dampak nyata apa sa

ja yang kita alami selama masa covid 19 ini?

a. Kesulitan apa yang paling berat dirasakan dalam keluarga kita masing-mas-b.

ing? Apa strategi kita sehingga tetap bertahan ditengah pandemi covid 19?

(8)

6

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta untuk membaca perikop Mrk 2:1-12.

a.

A

pa masalah pokok dalam perikop Markus tadi?

b. Bagaimana para tokoh dalam kisah in jil tadi memandang persoalan yang ada? c. A

pa yang mereka lakukan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi?

d. Bagaimana kita melihat dan menyikapi berbagai persoalan yang ada saat ini? A

pa yang harus kita lakukan?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

Sasarannya siapa dan dimana?

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa: Ya

Bapa, kami bersyukur atas penyertaan-Mu bagi kami selama proses katekese ini sehingga kami boleh mengenali aneka persoalan yang sedang kami hadapi saat ini. Kami mohon, bimbinglah kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu, agar kami mampu menghadapi semuanya dengan tabah hati dan menun jukkan sikap yang tepat seturut terang sabdaMu. Demi Kristus T uhan dan Pengantara kami. A min. T

anda Salib Lagu Penutup

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

51

Bahan K

atek

ese APP 2021

tuk semakin menghargai martabat pribadi setiap orang dalam relasi timbal balik dalam komitmen kuat terhadap kese jahteraan sesama dan kesediaan untuk

melayani semua orang. Sumber T

eks: Kis 2:41-47

Gambaran sintesis teks

T eks ini berbicara tentang cara hidup jemaat perdana. Jemaat yang baru ter-8 bentuk oleh pewartaan para rasul memiliki cara hidup yang unik. Mereka ber-kumpul di sekitar para rasul dan mendengarkan penga jaran, memecahkan roti (ekaristi) dan berdoa. Mereka hidup bersama dalam kasih persaudaraan, memberi dan berbagi dari apa yang dimiliki untuk kepentingan bersama, ber-kumpul di Bait A llah dan bergilir memecahkan roti (merayakan ekaristi) dari

rumah ke rumah. Cara

hidup jemaat ini memperlihatkan solidaritas, persaudaraan, komitmen 8 bersama dan kesediaan untuk saling melayani satu sama lain dalam hidup bersama. Jemaat dalam kesatuan dengan kepemimpinan para rasul, meng-hayati sebuah cara hidup kristiani yang menekankan persaudaraan, berlan-daskan pada iman akan Kristus Y esus yang bangkit, dan berpusat pada

eka-risti. Jemaat ekaristis adalah ciri komunitas kristiani yang benar

. Pesan teks Hidup kristiani adalah hidup dalam iman akan Kristus Y esus sebagai satu ko-8 munitas beriman. Komunitas ini adalah komunitas kasih persaudaraan yang dibangun di atas dasar iman akan Kristus. Maka Kristus adalah pusat. Ciri kristosentris ini sangat fundamental dalam komunitas umat beriman pada lingkup manapun. Di dalamnya ada kepemimpinan gere jawi yang memimpin, menguduskan dan mewartakan, sehingga jemaat bertumbuh dan

berkem-bang dalam kebaikan bersama. Jemaat

perdana men jadi contoh spiritualitas hidup menggere ja. Spirit yang 8 ditumbuhkan adalah kebersamaan, solidaritas, kepedulian, saling berbagi,

bersatu dengan pimpinan Gere

ja, berpusat pada Sabda dan Ekaristi.

Aplikasi teks Dalam kehidupan Gere ja masa kini, berhadapan dengan situasi pandemi 8 covid 19, komunitas beriman kristiani di manapun hendaknya bela jar dari jemaat perdana untuk mengembangkan kehidupan yang berbasis kasih persaudaraan dan solidaritas. T antangan covid 19 adalah kondisi yang se-harusnya menyuburkan solidaritas kristiani untuk saling membantu, saling

menopang, saling menghidupkan. Dalam

per juangan bersama mengatasi tantangan global, komunitas kristiani 8 mendasarkan diri pada Sabda dan Ekaristi sebagai sumber kekuatan

(9)

spiri-50

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

PERTEMUAN III SOLIDARIT AS SEBAGAI P ANGGILAN HIDUP KRISTIANI T u juan Anak-anak dan rema ja memahami dan menghayati nilai solidaritas sebagai š

prinsip dasar panggilan hidup kristiani.

Gagasan Dasar Solidaritas merupakan tema utama dari A jaran Sosial Gere ja, bahkan mer-upakan kontekstualisasi perintah kasih yakni membaktikan diri demi kebaikan sesama. Y ohanes Paulus II menyatakan bahwa solidaritas adalah “tekad yang teguh dan tabah untuk membaktikan diri kepada kese jahteraan umum, artinya, kepada kese jahteraan semua dan setiap orang” (bdk. SRS 38; Kompendium A SG art. 193 hal. 132). Solidaritas se jatinya merupakan sebuah panggilan hidup kristiani dalam membangun masyarakat yang lebih bersaudara. T uhan sendiri yang memanggil kita umat-Nya untuk hidup dalam solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Dalam iman Kristiani, solidaritas manusia bersumber dari keyakinan akan solidaritas A llah yang telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia (bdk. Pe-san Paus Fransiskus pada Hari Perdamaian Sedunia 1 Januari 2021 hal. 2-6). Iman membarui komitmen untuk beker jasama dan mewu judkan solidaritas so-sial secara terus-menerus agar perkembangan dunia semakin manusiawi. Set-iap pribadi mengemban tugas, amanat, dan tanggung-jawab mengembangkan hidup bersama sebagai wu jud nyata keterlibatan pada rencana dan program A l-lah untuk mewu judkan keselamatan dan damai se jahtera bagi dunia. Semakin beriman seharusnya semakin solider . Iman yang se jati selalu menyatakan dirin-ya dalam ketaatan kepada A llah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka

yang membutuhkannya (bdk.Y

ak. 2:17). Gere ja memelihara tradisi unggul ini dari waktu ke waktu sebagai tan-da keprihatinan Gere ja atas persoalan-persoalan manusiawi dan melakukan pendekatan-pendekatan yang membangkitkan harapan hidup semua orang demi menggapai kebaikan bersama. Dalam sikap solidaritas yang berkan jang, orang-orang kristiani berusaha keras untuk membuat komunitas mereka men-jadi rumah yang ramah, peduli untuk setiap kebutuhan manusia dan siap untuk peduli akan mereka yang paling berkekurangan (Pesan Paus Fransiskus Pada Hari Perdamaian Sedunia, hl. 6). Karena itu, permenungan bersama ini mem-bantu kita untuk membangun sebuah pemahaman yang mendalam tentang prinsip solidaritas sebagai sebuah panggilan khas kristiani yang harus dihayati dalam komunitas-komunitas kita. Penghayatan yang benar membantu kita

un-Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

7

Bahan K

atek

ese APP 2021

PERTEMUAN II EKONOMI SOLIDARIT AS

DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA

T u juan Umat menyadari bahwa tu juan utama dari tata kelola ekonomi adalah untuk š kese

jahteraan hidup semua orang.

Gagasan Dasar Pembangunan ekonomi mestinya bermuara pada kese jahteraan baik pribadi maupun masyarakat bersama-sama. Karena yang ingin dicapai adalah kese jahteraan, maka ker ja sama dalam mema jukan ekonomi men jadi niscaya. Ker ja sama bahkan men jadi prasyarat utama, karena faktanya bahwa pribadi tidak dapat mengupayakan kese jahteraannya sendiri tanpa beker ja sama den-gan orang lain. Sosialitas manusia terutama termanifestasi dalam ker jasama demi kese jahteraan umum (bdk. SRS 38). Keterlibatan semua orang dalam pembangunan ekonomi bertu juan untuk menggapai sebuah pembangunan yang terpadu demi memupuk kese jahteraan tiap manusia dan manusia seutuhnya (bdk. Kompendium A SG art. 373, hal. 256, Ensiklik Populorum Progresio art.14). Untuk menggapai tu juan ini, dibu-tuhkan sebuah wawasan ekonomi yang men jamin distribusi barang dan jasa secara adil dan merata bagi semua lapisan masyarakat tanpa kecuali. Ker ja sama antar pribadi dan kelompok perlu digalakan sebagai suatu keharusan yang melampaui budaya individualistik. Jalan ker ja sama men jadi jalan yang menghantar tiap pribadi kepada peri hidup yang layak, seraya mengangkat martabat hidup manusia secara kreatif dalam menanggapi panggilan hidup un-tuk se jahtera. Jiwa utama dari semangat ker ja sama kita adalah asas solidaritas. Prinsip solidaritas membuka wawasan bersama bahwa setiap usaha demi kese jahter-aan umum mesti bermuara pada kebaikan sesama, melayani bukan menghisap, mema jukan dan bukan menindas demi keuntungan pribadi (bdk. SRS 38). Kar-ena itu, komitmen kepada kese jahteraan umum mesti disertai oleh kehendak kuat untuk ber juang menegakkan keadilan sebagai pesan penting dan utama dari In jil (bdk.Conviniens ex universe no.6). Sehingga dalam pembangunan ekonomi dalam sebuah kerangka ker ja sama selalu mengedepankan penghar-gaan kepada martabat pribadi setiap orang yang terlibat. T anpa adanya rasa hormat dan penghargaan antar pribadi akan melahirkan relasi subyek-obyek, yang mana pihak yang satu akan mendominasi dan pihak lain disubordinasikan hanya sebagai alat bantu untuk meraup keuntungan pribadi pihak yang

(10)

domi-8

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

nan. Untuk itu, melalui permenungan bersama ini, kita semua dia jak untuk meli-hat bersama tu juan utama dari sebuah pembangunan ekonomi yang bermuara pada kebaikan semua orang, bukan keuntungan segelintir orang. Ker ja sama men jadi jalan terbuka untuk menggapai kebaikan bersama. Sikap adil dan tahu menghargai martabat antar pribadi men jadi dasar yang kokoh untuk sebuah ker

jasama ekonomi yang saling mense

jahterakan.

Sumber T

eks: Mat 14:13-21

Gambaran sintesis teks

T eks ini berkisah tentang Y esus memberi makan lima ribu orang. Dikisahkan 8 bahwa orang banyak mengikuti Y esus untuk mendengarkan penga jaranNya. Setelah selesai, para murid meminta Y esus untuk menyuruh orang banyak itu pulang. Mereka telah kehabisan bekal. T entu sa ja kelaparan. Y esus justeru

menegaskan bahwa para muridlah yang harus memberi mereka makan. Roti

tidak cukup untuk memberi makan orang sebanyak ini. Y ang ada pada 8 para murid hanyalah lima roti dan dua ikan. T idak mungkin dipakai untuk memberi makan semua.T etapi justeru dengan potensi yang ada, Y esus da-pat memberi makan orang sebanyak itu. Lima ribu orang makan sampai kenyang, bahkan ada sisa sebanyak dua belas bakul. Y esus memanfaatkan apa yang ada,mengembangkannya men jadi berlipat ganda, untuk

mense-jahterakan semua orang yang ada.

Pesan teks Kadang-kadang manusia berada dalam situasi kekurangan kebutuhan mate-8 rial ekonomis lantaran pelbagai faktor . Dalam situasi tersebut, ada harapan dan usaha untuk mengatasi kekurangan yang dihadapi. T antangan dan ke-sulitan sosial ekonomi membuat manusia menderita, tetapi juga mendorong

manusia untuk berupaya mengatasi kesulitan yang ada. Yesus

memberi contoh bagaimana ber juang mengatasi persoalan kekuran-8 gan kebutuhan hidup dengan mengembangkan potensi yang ada. Manu-sia memiliki potensi dan peluang dalam menanggapi situasi sulit. Bela jar dari Y esus, manusia dapat mencari solusi atas masalah kehidupan sosial ekonomi dengan memberdayakan potensi yang ada secara kreatif dan men-gandalkan iman akan campur tangan T uhan. Ora et labora men jadi prinsip per juangan.

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

49

Bahan K

atek

ese APP 2021

c. A

pakah yang kita lakukan

jika kita lihat orang lain menderita?

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta untuk membaca perikop Mat 14:13-21.

a.

A

pa yang dikatakan para murid kepada

Y esus? Mengapa? b. A pa yang dikatakan Y

esus kepada para murid?

c.

A

pa yang ter

jadi setelah orang banyak itu makan? Mengapa?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

Sasarannya siapa dan dimana?

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa: Ya

Bapa, kami sudah selesai melaksanakan kegiatan katekese hari ini. Kami mohon kepadaMu, bantulah kami agar kami mampu melihat kesulitan orang lain dan mau menolong dalam meringankan beban penderitaan mereka. Demi Kristus T

uhan dan Pengantara kami.

A

min.

T

anda Salib

(11)

48

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

menanggulangi persoalan ekonomi. Dalam situasi ini, sikap egoisme, ingat

diri, mencari keuntungan diri sendiri, hendaknya disingkirkan. Usaha-usaha

kreatif manusia hendaknya ditopang dan dilandasi oleh iman 8 yang kokoh. Bahwa dalam situasi sulit apapun, T uhan tidak pernah men-inggalkan kita. A ndalkan T uhan adalah cara hakiki dan kristiani dalam

me-nyikapi persoalan hidup.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib Kata Pengantar Anak-anak yang terkasih...

Kita semua pasti mau hidup bahagia. Supaya hidup bahagia, kita harus ikut terlibat dalam banyak kegiatan, harus bela jar untuk beker ja, termasuk mau beker ja sama dengan orang lain. Pada pertemuan kedua ini, kita akan me-renungkan sub tema: “Ekonomi Solidaritas Demi Kese jahteraan Bersama”. Kita dibantu untuk bela jar menghormati orang lain, bela jar untuk selalu beker ja

sama, berbagi, bersikap adil dan

ju

jur

.

Doa Pembuka Marilah berdoa:

A llah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas waktu berahmat ini, kami bertemu lagi untuk berkatekese. Kami mau bela jar bersama dari sabdaMu agar kami mampu men jadi anak-anak yang tahu menghormati orang lain, suka menolong dan selalu bersikap ju jur dan adil. Sertailah kami dengan Roh

Ku-dusMu dalam pertemuan katkese kami ini. Demi Kristus

T

uhan kami.

A

min.

PENDALAMAN IMAN Kenyataan Hidup Kita

pasti pernah dengar koperasi, arisan, usaha bersama, kelompok tani, kel-ompok ternak dan lain sebagainya. Itu semua biasa disebut usaha ekonomi kreatif. Dengan usaha-usaha itu, banyak orang ditolong untuk bisa hidup baik karena ekonomi keluarganya juga ikut baik. Di dalam usaha-usaha kreatif ini selalu diutamakan sikap solider , berbagi, saling percaya, saling terbuka, ke

ju-juran, adil, saling menghormati, saling menolong dan selalu beker

ja sama.

a.

A

pakah semua yang hadir ini mau hidup bahagia atau hidup melarat?

b.

Kalau mau hidup bahagia, apa yang harus kita lakukan?

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

9

Bahan K

atek

ese APP 2021

Aplikasi teks Dalam menghadapi persoalan ekonomi akibat covid 19, inspirasi sabda T u-8 han ini membuka wawasan kita untuk kreatif mengembangkan aneka po-tensi dan peluang yang ada. Setiap pihak dapat memberikan sumbangan pikiran, ide, dana, sarana, tenaga, dll untuk mewu judkan usaha bersama menanggulangi persoalan ekonomi. Dalam situasi ini, sikap egoisme, ingat

diri, mencari keuntungan diri sendiri, hendaknya disingkirkan. Usaha-usaha

kreatif manusia hendaknya ditopang dan dilandasi oleh iman 8 yang kokoh. Bahwa dalam situasi sulit apapun, T uhan tidak pernah men-inggalkan kita. A ndalkan T uhan adalah cara hakiki dan kristiani dalam

me-nyikapi persoalan hidup.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib Kata Pengantar Saudara/saudari terkasih...

Hidup se jahtera merupakan tu juan besar dari seluruh aktivitas manusiawi. Salah satu kegiatan utama manusia untuk dapat hidup se jatera adalah melalui pembangunan ekonomi yang berkelan jutan. Segala potensi barang dan jasa dikelola sedemikian sebagai sumber daya yang menopang kehidupan ma-nusia. Untuk itu, kita perlu membangun suatu ker ja sama kreatif untuk saling menopang dan mema jukan dalam hidup. Maka, pada pertemuan kedua ini, kita akan merenungkan sub tema: “Ekonomi Solidaritas Demi Kese jahteraan Bersama”. Kita coba melihat tu juan utama dari setiap aktivitas ekonomi serta menyadari bahwa pembanguna ekonomi harus menghormati martabat pribadi manusia sebagai citra A llah. Karena itu, semua orang harus terlibat dalam ber-bagai upaya pembangunan ekonomi atas dasar cinta kasih, keadilan dan

ke-benaran. Doa Pembuka Marilah berdoa: Allah

Bapa yang Mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas segala anuger-ahMu dalam per jalanan hidup kami. Kami mohon penyertaanMu dalam per-temuan kami ini, agar kami mampu merenungkan, menghayati dan

(12)

menga-10

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

malkan sabdaMu demi membangun hidup bersama yang se jahtera, adil dan makmur . Demi Kristus T uhan kami. A min.

PENDALAMAN IMAN Kenyataan Hidup

Sudah se jak lama kita beker ja dan melibatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial ekonomi untuk hidup se jahtera, hidup secara layak. W alaupun ada keter-batasan di sana sini, tetapi kita tetap ber juang dan berusaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup dalam keluarga-keluarga kita masing-masing. Ker ja sama antar pribadi maupun antar negara men jadi suatu keharusan untuk saling menopang. Ker ja sama ekonomi yang berciri solidaritas yang paling sederha-na dan nyata terlihat dikalangan masyarakat kita adalah bertumbuhnya Credit Union (CU), Koperasi Simpan Pin jam (KSP), Koperasi Serba Usaha (KSU), Usaha Bersama Simpan Pin jam (UBSP), Kelompok A risan, dll. Di sana usaha ekonomi dengan semangat keterbukaan, solidaritas dan tanggung jawab ber-sama sungguh dioptimalkan. Namun kenyataannya, masih ada keluarga yang hidup dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. Belum lagi di era pandemi ini, situasi menuntut pembatasan beraktivitas, sedangkan tuntutan hidup cukup tinggi. Pendapatan menurun, ada yang kehilangan peker jaan sehingga tidak

ada pemasukan, dan masih banyak kesulitan lainnya. a.

Bagaimana sikap kita terhadap berbagai peluang usaha ekonomi yang ber-ciri solidaritas seperti CU, Koperasi, UBSP , arisan, pertanin dan peternakan

berbasis kelompok, usaha-usaha berbasis on line, dll?

b. Se jauhmana partisipasi dan ker ja sama kita dalam usaha-usaha ekonomi

mikro dimana kita berkecimpung saat ini?

c. A pakah dalam aktivitas ekonomi yang berciri solidaritas, kita sudah menun-jukkan tanggung

jawab dan sikap yang solider dan adil?

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta untuk membaca perikop Mat 14:13-21.

a. Bagaimana sikap murid-murid terhadap orang banyak? Mengapa

murid-mu-rid meminta kepada

Y

esus supaya menyuruh orang banyak pulang?

b.

A

pa yang diperintahkan

Y

esus kepada para murid?

c.

A

pa yang ter

jadi setelah para murid mau bebagi atas restu

Y

esus?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

47

Bahan K

atek

ese APP 2021

hat bersama tu juan utama dari sebuah pembangunan ekonomi yang bermuara pada kebaikan semua orang, bukan keuntungan segelintir orang. Ker ja sama men jadi jalan terbuka untuk menggapai kebaikan bersama. Sikap adil dan tahu menghargai martabat antar pribadi men jadi dasar yang kokoh untuk sebuah ker

jasama ekonomi yang saling mense

jahterakan.

Sumber T

eks: Mat 14:13-21

Gambaran sintesis teks

T eks ini berkisah tentang Y esus memberi makan lima ribu orang. Dikisahkan 8 bahwa orang banyak mengikuti Y esus untuk mendengarkan penga jaranNya. Setelah selesai, para murid meminta Y esus untuk menyuruh orang banyak itu pulang. Mereka telah kehabisan bekal. T entu sa ja kelaparan. Y esus justeru

menegaskan bahwa para muridlah yang harus memberi mereka makan. Roti

tidak cukup untuk memberi makan orang sebanyak ini. Y ang ada pada 8 para murid hanyalah lima roti dan dua ikan. T idak mungkin dipakai untuk memberi makan semua.T etapi justeru dengan potensi yang ada, Y esus da-pat memberi makan orang sebanyak itu. Lima ribu orang makan sampai kenyang, bahkan ada sisa sebanyak dua belas bakul. Y esus memanfaatkan apa yang ada, mengembangkannya men jadi berlipat ganda, untuk

mense-jahterakan semua orang yang ada.

Pesan teks Kadang-kadang manusia berada dalam situasi kekurangan kebutuhan mate-8 rial ekonomis lantaran pelbagai faktor . Dalam situasi tersebut, ada harapan dan usaha untuk mengatasi kekurangan yang dihadapi. T antangan dan ke-sulitan sosial ekonomi membuat manusia menderita, tetapi juga mendorong

manusia untuk berupaya mengatasi kesulitan yang ada. Yesus

memberi contoh bagaimana ber juang mengatasi persoalan kekuran-8 gan kebutuhan hidup dengan mengembangkan potensi yang ada. Manu-sia memiliki potensi dan peluang dalam menanggapi situasi sulit. Bela jar dari Y esus, manusia dapat mencari solusi atas masalah kehidupan sosial ekonomi dengan memberdayakan potensi yang ada secara kreatif dan men-gandalkan iman akan campur tangan T uhan. Ora et labora men jadi prinsip per juangan. Aplikasi teks Dalam menghadapi persoalan ekonomi akibat covid 19, inspirasi sabda T u-8 han ini membuka wawasan kita untuk kreatif mengembangkan aneka po-tensi dan peluang yang ada. Setiap pihak dapat memberikan sumbangan pikiran, ide, dana, sarana, tenaga, dll untuk mewu judkan usaha bersama

(13)

46

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

PERTEMUAN II EKONOMI SOLIDARIT

AS DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA

T u juan Anak-anak dan rema ja memahami bahwa tata kelola ekonomi terarah pada š kese

jahteraan hidup semua orang.

Gagasan Dasar Pembangunan ekonomi mestinya bermuara pada kese jahteraan baik pribadi maupun masyarakat bersama-sama. Karena yang ingin dicapai adalah kese jahteraan, maka ker ja sama dalam mema jukan ekonomi men jadi niscaya. Ker ja sama bahkan men jadi prasyarat utama, karena faktanya bahwa pribadi tidak dapat mengupayakan kese jahteraannya sendiri tanpa beker ja sama den-gan orang lain. Sosialitas manusia terutama termanifestasi dalam ker jasama demi kese jahteraan umum (bdk. SRS 38). Keterlibatan semua orang dalam pembangunan ekonomi bertu juan untuk menggapai sebuah pembangunan yang terpadu demi memupuk kese jahteraan tiap manusia dan manusia seutuhnya (bdk. Kompendium A SG art. 373, hal. 256, Ensiklik Populorum Progresio art.14). Untuk menggapai tu juan ini, dibu-tuhkan sebuah wawasan ekonomi yang men jamin distribusi barang dan jasa secara adil dan merata bagi semua lapisan masyarakat tanpa kecuali. Ker ja sama antar pribadi dan kelompok perlu digalakan sebagai suatu keharusan yang melampaui budaya individualistik. Jalan ker ja sama men jadi jalan yang menghantar tiap pribadi kepada peri hidup yang layak, seraya mengangkat martabat hidup manusia secara kreatif dalam menanggapi panggilan hidup un-tuk se jahtera. Jiwa utama dari semangat ker ja sama kita adalah asas solidaritas. Prinsip solidaritas membuka wawasan bersama bahwa setiap usaha demi kese jahter-aan umum mesti bermuara pada kebaikan sesama, melayani bukan menghisap, mema jukan dan bukan menindas demi keuntungan pribadi (bdk. SRS 38). Kar-ena itu, komitmen kepada kese jahteraan umum mesti disertai oleh kehendak kuat untuk ber juang menegakkan keadilan sebagai pesan penting dan utama dari In jil (bdk. Conviniens ex universe no.6). Sehingga dalam pembangunan ekonomi dalam sebuah kerangka ker ja sama selalu mengedepankan penghar-gaan kepada martabat pribadi setiap orang yang terlibat. T anpa adanya rasa hormat dan penghargaan antar pribadi akan melahirkan relasi subyek-obyek, yang mana pihak yang satu akan mendominasi dan pihak lain disubordinasikan hanya sebagai alat bantu untuk meraup keuntungan pribadi pihak yang domi-nan. Untuk itu, melalui permenungan bersama ini, kita semua dia jak untuk

meli-Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

11

Bahan K

atek

ese APP 2021

RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

Sasarannya siapa dan dimana?

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa: Ya

Bapa, kami bersyukur atas penyertaanMu dalam proses katekese kami malam ini. Kami telah saling berbagi pengalaman hidup dalam terang sab-daMu. Semoga kami mampu membangun ker ja sama yang adil dan solider dalam Cinta KasihMu untuk saling menopang dalam berbagai kesulitan hidup. Gerakkanlah hati semua orang yang berkelebihan untuk selalu peduli sesama dan berkatilah semua orang yang berkekurangan agar mereka selalu menaruh harapan kokoh dalam penyelanggaraanMu. Demi Kristus T uhan dan Pengan-tara kami. A min. T anda Salib Lagu Penutup

(14)

12

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

PERTEMUAN III SOLIDARIT AS SEBAGAI P ANGGILAN HIDUP KRISTIANI T u juan Umat memahami dan menghayati nilai solidaritas sebagai prinsip dasar š panggilan hidup kristiani demi mema jukan kese jahteraan bersama dalam

berbagai aspek kehidupan.

Gagasan Dasar Solidaritas merupakan tema utama dari A jaran Sosial Gere ja, bahkan mer-upakan kontekstualisasi perintah kasih yakni membaktikan diri demi kebaikan sesama. Y ohanes Paulus II menyatakan bahwa solidaritas adalah “tekad yang teguh dan tabah untuk membaktikan diri kepada kese jahteraan umum, artinya, kepada kese jahteraan semua dan setiap orang” (bdk. SRS 38; Kompendium A SG art. 193 hal. 132). Solidaritas se jatinya merupakan sebuah panggilan hidup kristiani dalam membangun masyarakat yang lebih bersaudara. T uhan sendiri yang memanggil kita umat-Nya untuk hidup dalam solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Dalam iman Kristiani, solidaritas manusia bersumber dari keyakinan akan solidaritas A llah yang telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia (bdk. Pe-san Paus Fransiskus pada Hari Perdamaian Sedunia 1 Januari 2021 hal. 2-6). Iman membarui komitmen untuk beker jasama dan mewu judkan solidaritas so-sial secara terus-menerus agar perkembangan dunia semakin manusiawi. Set-iap pribadi mengemban tugas, amanat, dan tanggung-jawab mengembangkan hidup bersama sebagai wu jud nyata keterlibatan pada rencana dan program A l-lah untuk mewu judkan keselamatan dan damai se jahtera bagi dunia. Semakin beriman seharusnya semakin solider . Iman yang se jati selalu menyatakan dirin-ya dalam ketaatan kepada A llah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka

yang membutuhkannya (bdk.Y

ak. 2:17). Gere ja memelihara tradisi unggul ini dari waktu ke waktu sebagai tanda keprihatinan Gere ja atas persoalan-persoalan manusiawi, sekaligus sebagai peran serta Gere ja dalam membangkitkan harapan hidup semua orang demi menggapai kebaikan bersama. Dalam sikap solidaritas yang berkan jang, orang-orang kristiani berusaha keras untuk membuat komunitas mereka men jadi ru-mah yang ramah, peduli untuk setiap kebutuhan manusia dan siap untuk peduli akan mereka yang paling berkekurangan (Pesan Paus Fransiskus Pada Hari Perdamaian Sedunia, hal. 6). Karena itu, permenungan bersama ini membantu kita untuk membangun sebuah pemahaman yang mendalam tentang prinsip solidaritas sebagai sebuah panggilan khas kristiani yang harus dihayati

da-Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

45

Bahan K

atek

ese APP 2021

Pengumuman Doa Penutup Marilah berdoa:

T uhan Y esus, syukur dan terimakasih yang berlimpah kami haturkan ke-padaMu karena kami boleh melakukan katekese dengan baik sampai selesai. Kami tahu bahwa kami punya banyak masalah, tetapi kami percaya bahwa T uhan Y esus pasti menolong kami melewati semua ini. Jauhkanlah kami dari segala macam marabahaya dan anugerahilah kami kesehatan yang berlimpah

mulai sekarang sampai selama-lamanya.

A

min.

T

anda Salib

(15)

44

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Doa Pembuka Marilah berdoa: Tuhan

Y esus yang penuh cinta. Kami bersyukur kepadaMu yang telah meny-ertai kami dari rumah masing-masing dan bertemu dalam keadaan sehat di tempat ini. Bimbinglah kami dengan kuasa Roh KudusMu, supaya kami dapat melakukan kegiatan katekese dengan baik. Demi Kristus, T uhan dan Pengan-tara kami. A min.

PENDALAMAN IMAN Kenyataan Hidup Di

masa covid ini kita mengalami banyak kesulitan. A nak-anak juga pasti men-galami kesulitan, misalnya bela jar dari rumah dengan sekolah daring, harus pakai HP android sementara signal sulit bahkan ada yang tidak punya HP

an-droid, tidak bertemu bapa ibu guru dan teman-teman. a.

Mungkin ada masalah lain lagi yang kita alami sekarang ini? Coba dicerita-kan! b.

Bagaimana sikap kita sebagai anak-anak terhadap masalah yang ada?

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta untuk membaca perikop Mrk 2:1-12.

a.

In

jil Markus tadi cerita tentang apa?

b.

A

pa yang dirasakan oleh orang yang lumpuh?

c.

A

pa yang dilakukan teman-teman orang lumpuh itu?

d.

Bagaimana sikap

Y

esus terhadap orang lumpuh dan teman-temannya?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

pa yang akan dibuat?

b.

Kapan dilaksanakan?

c.

Sasarannya siapa dan dimana?

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

13

Bahan K

atek

ese APP 2021

lam komunitas-komunitas kita. Penghayatan yang benar membantu kita untuk semakin menghargai martabat pribadi setiap orang dalam relasi timbal balik dalam komitmen kuat terhadap kese jahteraan sesama dan kesediaan untuk

melayani semua orang. Sumber T

eks: Kis 2:41-47

Gambaran sintesis teks

T eks ini berbicara tentang cara hidup jemaat perdana. Jemaat yang baru ter-8 bentuk oleh pewartaan para rasul memiliki cara hidup yang unik. Mereka ber-kumpul di sekitar para rasul dan mendengarkan penga jaran, memecahkan roti (ekaristi) dan berdoa. Mereka hidup bersama dalam kasih persaudaraan, memberi dan berbagi dari apa yang dimiliki untuk kepentingan bersama, ber-kumpul di Bait A llah dan bergilir memecahkan roti (merayakan ekaristi) dari

rumah ke rumah. Cara

hidup jemaat ini memperlihatkan solidaritas, persaudaraan, komitmen 8 bersama dan kesediaan untuk saling melayani satu sama lain dalam hidup bersama. Jemaat dalam kesatuan dengan kepemimpinan para rasul, meng-hayati sebuah cara hidup kristiani yang menekankan persaudaraan, berlan-daskan pada iman akan Kristus Y esus yang bangkit, dan berpusat pada

eka-risti. Jemaat ekaristis adalah ciri komunitas kristiani yang benar

. Pesan teks Hidup kristiani adalah hidup dalam iman akan Kristus Y esus sebagai satu ko-8 munitas beriman. Komunitas ini adalah komunitas kasih persaudaraan yang dibangun di atas dasar iman akan Kristus. Maka Kristus adalah pusat. Ciri kristosentris ini sangat fundamental dalam komunitas umat beriman pada lingkup manapun. Di dalamnya ada kepemimpinan gere jawi yang memimpin, menguduskan dan mewartakan, sehingga jemaat bertumbuh dan

berkem-bang dalam kebaikan bersama. Jemaat

perdana men jadi contoh spiritualitas hidup menggere ja. Spirit yang 8 ditumbuhkan adalah kebersamaan, solidaritas, kepedulian, saling berbagi,

bersatu dengan pimpinan Gere

ja, berpusat pada Sabda dan Ekaristi.

Aplikasi teks Dalam kehidupan Gere ja masa kini, berhadapan dengan situasi pandemi 8 covid 19, komunitas beriman kristiani di manapun hendaknya bela jar dari jemaat perdana untuk mengembangkan kehidupan yang berbasis kasih persaudaraan dan solidaritas. T antangan covid 19 adalah kondisi yang se-harusnya menyuburkan solidaritas kristiani untuk saling membantu, saling

(16)

14

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

Dalam per juangan bersama mengatasi tantangan global, komunitas kristiani 8 mendasarkan diri pada Sabda dan Ekaristi sebagai sumber kekuatan spiri-tual. Serentak pula di dalamnya terkait erat dengan kepemimpinan gere jawi yang berwibawa untuk mengelola potensi umat dalam wu jud solidaritas

kris-tiani yang menye

jahterakan satu sama lain.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib Kata Pengantar Saudara/saudari terkasih...

Solidaritas merupakan salah satu nilai In jil yang direnungkan, dihayati dan diamalkan oleh Gere ja Kristus se jak lama. Kita tentu sudah pernah dengar dan juga sudah mempaktekkannya dalam kehidupan kita. T etapi, apakah kita me-mahami secara jelas makna dari solidaritas itu sendiri atau tidak? Karena itu, dalam pertemuan ketiga ini kita akan merenungkan sub tema: “Solidaritas Se-bagai Panggilan Hidup Kristiani”. Melalui renungan bersama ini, kita diharapkan untuk semakin memahami makna solidaritas kristiani sebagai panggilan hidup setiap murid Kristus dan menghayatinya secara luas dalam kehidupan

sehari-hari. Doa Pembuka Marilah berdoa: Ya

A llah, melalui Y esus Kristus PuteraMu, Engkau menun jukkan solidaritas tak terhingga kepada kami orang-orang lemah dan berdosa ini. A kan tetapi, kami kurang merenungkan, menghayati dan mengamalkan kasihMu itu dalam hidup harian kami. Bimbinglah kami dalam pertemuan katekese ini, agar kami semakin memahami makna terdalam dari nilai solidaritas kristiani agar kami semakin terbuka hati men jadi pribadi yang makin solider . Demi Kristus, T uhan kami. A min. Kenyataan Hidup Solidaritas merupakan tema utama dari A jaran Sosial Gere ja, bahkan mer-upakan kontekstualisasi perintah kasih yakni membaktikan diri demi kebaikan sesama. Y ohanes Paulus II menyatakan bahwa solidaritas adalah “tekad yang teguh dan tabah untuk membaktikan diri kepada kese jahteraan umum, artinya, kepada kese jahteraan semua dan setiap orang” (bdk. SRS 38; Kompendium

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

43

Bahan K

atek

ese APP 2021

Manusia beriman sadar bahwa per juangan manusiawi terbatas. Dalam meng-8 hadapi masalah hidup yang berat, orang beriman percaya bahwa hanya T u-hanlah yang sanggup menolong. Oleh karena itu, orang beriman ber juang bersama dan dalam T uhan. A da permohonan kepada T uhan untuk campur

tangan dalam ikhtiar manusiawi mengatasi masalah kehidupan bersama. Solidaritas

orang beriman membuahkan hasil berkat campur tangan T uhan. 8 Kepedulian dan saling membantu yang ditopang oleh iman bersama adalah kekuatan positif yang membawa perubahan, ketika mengalami per jumpaan dengan T uhan. T

uhanpun berkenan pada sikap iman seperti itu.

Aplikasi teks Dalam menghadapi situasi sulit bersama, orang beriman tetap percaya dan 8 mengandalkan T uhan. Bahwa selalu ada solusi bagi orang yang ber juang bersama dan dalam T uhan. T uhanlah sumber rahmat dan kekuatan untuk

menghadapi situasi sulit apapun. Kepedulian,

ker jasama, solidaritas, saling membantu, adalah sikap-sikap 8 kristiani yang dilandasi iman akan T uhan, yang akan membawa manusia

kepada solusi atas setiap masalah kehidupan. Dalam

menghadapi wabah covid 19 dan tantangan di bidang ekonomi, sikap 8 keempat penggotong si lumpuh dan si lumpuh sendiri memberikan inspirasi untuk selalu solider , berpeduli, beker jasama, saling membantu. Kekuatan sinergis yang dilandasi iman akan menghasilkan kebaikan dan solusi atas

setiap masalah bersama.

Langkah-Langkah Pengembangan RITUS PEMBUKA Lagu Pembuka Tanda Salib Kata Pengantar Anak-anak yang terkasih...

Sekarang kita mengalami musibah wabah virus corona atau pandemi covid 19. Banyak orang mengalami kesulitan. Mungkin termasuk keluarga kita masing-masing. Di tengah situasi ini kita memasuki masa puasa, masa A PP 2021. Kita dia jak untuk merefl eksikan per jalanan hidup iman kita. T ema A PP tahun ini adalah: “Semakin Beriman, Semakin Solider (Membangun Ekonomi Solidaritas)”. Pada pertemuan pertama ini kita akan mendalami sub tema: “Ker-awanan Sosial Ekonomi Di T engah Pandemi Covid 19”. Kita coba lihat bersama masalah apa sa

(17)

42

Bahan K

atek

ese APP 2021

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

kita (bdk. SRS art. 14). Dengan demikian, permenungan bersama ini, membantu komunitas-ko-munitas kita untuk melihat dampak nyata dari pandemi covid 19 yang merun-tuhkan sendi-sendi kehidupan sosial ekonomi masyarakat kita. Selain itu, kita bela jar melihat masalah-masalah sosial ekonomi yang ada sebagai persoalan bersama yang membutuhkan tanggung jawab bersama dalam upaya menga-tasi dan membangun sebuah tatanan hidup baru dalam semangat saling peduli

dalam cinta kasih dan keadilan. Sumber T

eks: Mrk 2:1-12

Gambaran sintesis teks

Perikop ini berkisah tentang Y esus menyembuhkan seorang lumpuh. Kisah 8 ini ter jadi di sebuah rumah di Kapernaum. Bagian awal berbicara tentang ba-gaimana orang lumpuh ini dihantar kepada Y esus. Bagian kedua berbicara tentang bagaimana sikap ahli T aurat terhadap cara penyembuhan Y esus.

Berkaitan dengan tema, maka fokus kita adalah bagian pertama. Orang

lumpuh tentu tidak bisa sampai kepada Y esus. Maka ia digotong oleh 8 empat orang kepada Y esus. Situasi di rumah sedemikian banyak orang seh-ingga pintu rumah sesak. Semuanya ingin mendengarkan penga jaran Y esus dan mengalami perubahan dalam hidup. T entu sa ja sulit untuk menyibak orang di depan pintu dan mengantar orang lumpuh ini kepada Y esus. Dalam situasi sulit ini, mereka mencari solusi. A tap adalah solusi. Perlu diketahui bahwa konstruksi rumah pada zaman Y esus berbentuk seperti kotak, bagian atap disebut sotoh rumah, tempat men jemur hasil bumi atau duduk-duduk menikmati alam di sen ja hari. Bagian atap terbuat dari bahan yang tidak sulit untuk dibongkar dan dipasang kembali. Bagian samping rumah ada tangga

untuk naik ke sotoh rumah. Orang

lumpuh itu akhirnya diturunkan ke hadapan Y esus dan mengalami 8 penyembuhan. Y ang menarik adalah catatan pengin jil bahwa Y esus melihat iman mereka. Jadi bukan hanya iman si lumpuh, tetapi iman orang-orang yang menggotongnya. Iman bersama. Sinergi iman yang membawa pe-nyembuhan bagi si lumpuh, setelah mengalami per jumpaan personal den-gan Y esus. Pesan teks Hidup manusia tidak lepas dari masalah, baik masalah pribadi maupun 8 masalah bersama. Dalam situasi tersebut, manusia tergerak untuk ber juang bersama, saling membantu mencari solusi dan mengatasi masalah. Per-juangan bersama tentu lebih mudah dan cepat mengarah kepada solusi atas masalah.

Par

oki Santo V

insensius a P

aulo Benlutu

15

Bahan K

atek

ese APP 2021

A SG art. 193 hal. 132). Aj aran iman ini sudah berkembang dalam Gere ja se jak lama sebagai buah refl eksi atas perintah cinta kasih yang dia jarkan Y esus Kris-tus kepada kita semua. Dalam tradisi gere ja perdana, solidaritas telah dihayati sebagai panggilan hidup kristiani. Praktek hidup solidaritas begitu nyata dan berdampak luas bagi kebaikan semua anggota jemaat. Jemaat perdana sadar dan paham dengan sungguh akan persekutuan mereka sebagai satu komuni-tas hidup berbagi. Karena itu, jemaat perdana coba menghayati a jaran kasih Y esus dan mengkonkritkannya dalam tindakan solidaritas sebagai tanda peduli satu sama lain. Di tengah situasi dunia yang tidak menentu ini, kita semua se-bagai murid Kristus dipangil untuk membangun kepedulian diantara kita. Dalam solidaritas kristiani yang berkan jang, semua orang tanpa kecuali boleh men-galami kehidupan yang berkecukupan. Karena itu, butuh suatu pemahaman yang benar tentang solidaritas yang timbul dari kesadaran iman akan peran dan tanggung jawab kita dalam mema jukan komunitas manusiawi yang

bermarta-bat, adil dan se

jahtera

a.

A

pa yang saudara-saurdari pahami tentang solidaritas?

b. A pa yang dia jarkan Gere ja tentang nilai solidaritas kepada seluruh ang-gotanya?

Pengalaman Kitab Suci Fasilitator menga

jak peserta membaca perikop Kis 2:41-47.

a. A pakah yang dapat kita lihat dari cara hidup jemaat perdana sebagai satu

komunitas iman yang becirikan solidaritas?

b. Bagaimana cara jemaat perdana menghayati panggilan hidup mereka

seba-gai komunitas kristiani?

c. A pakah yang melandasi cara hidup jemaat perdana yang berciri solidari-tas? d. Sebagai komunitas kristiani, apakah yang dapat kita petik dari cara hidup je-maat perdana dalam mengembangkan komunitas kita men jadi lebih solider , adil dan se jahtera?

Rangkuman Fasilitator merangkum dan menyimpulkan pokok-pokok sharing. Doa Umat RITUS PENUTUP Rencana

Aksi Nyata Fasilitator menga jak peserta untuk membicarakan bersama aksi nyata yang

akan dilakukan bersama sesudah proses katekese. a.

A

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :