Analisa Efektivitas Implementasi K3 pada IKM
Bebas
51
0
0
Teks penuh
(2) PENDAHULUAN.
(3) Latar Belakang. IKM. K3. Terdapat lebih dari 1200 IKM Indonesia telah terdaftar dalam situs milik Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.. Saat ini, di Indonesia baru sekitar 45% yang sudah berkomitmen dalam pelaksanaan SMK3, dan 55% sisanya masih belum (Julkifli, 2011).
(4) . PER.05/MEN/1996 pada Bab III pasal 3. “Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran, dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan Sistem Manajemen K3”. . Program pemerintah tahun 2015, seluruh. perusahaan di Indonesia diharapkan dapat menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sehingga kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin..
(5)
(6) Perumusan Masalah. Menganalisa efektifitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Industri Kecil Menengah dengan menggunakan metode WISE (Work Improvements In Small Enterprises)..
(7) Tujuan Penelitian Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan K3 pada dua sektor IKM. Mengetahui perbedaan pelaksanaan K3 pada dua sektor IKM. Menyusun rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan perusahaan..
(8) Manfaat Penelitian Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menerapkan program Keselamatan dan kesehatan kerja yang baik.
(9) Ruang Lingkup Penelitian . Batasan Perusahaan yang digunakan merupakan perusahaan dengan skala kecil dan menengah dengan mengambil contoh 2 perusahaan IKM dengan sektor yang berbeda.. . Asumsi ◦ Kebijakan K3 selama periode penelitian tidak ada perubahan. ◦ Peraturan dan kondisi kerja tidak berubah selama penelitian..
(10) TINJAUAN PUSTAKA.
(11) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja, dan lingkungan, serta cara-cara melakukan pekerjaan (Suma’mur, 1989). Sugandi (2003) dalam konsep pengolahan keselamatan kerja modern dikenal dengan dua definisi. Pertama, didefinisikan sebagai keadaan yang bebas kecelakaan atau bebas dari kondisi sakit, luka, dan kerugian. Kedua, didefinisikan sebagai pengontrol kerugian baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja..
(12) Tujuan dilaksanakan keselamatan kerja (Suma’mur, 1989) : • Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup, peningkatan produktivitas nasional dengan upaya pencegahan kecelakaan, kematian, cacat, dan kerugian biaya. • Menjamin keselamatan orang lain yang berada di tempat kerja, termasuk didalamnya mendukung iklim keamanan, kenyamanan, ketenangan, dan kegairahan kerja. • Memelihara dan menggunakan sumber produksi secara aman dan efisien untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin, terhentinya proses produksinya dan kerusakan lingkungan kerja.
(13) Bahaya (Hazard). Kondisi yang potensial untuk menyebabkan injury terhadap personel, kerusakan peralatan untuk struktur bangunan, kerugian material, atau mengurangi kemampuan untuk melakukan suatu fungsi yang telah ditetapkan (Hammer, 1989)..
(14) Manajemen Risiko Suatu variasi dari hasil – hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu pada kondisi tertentu (William & Heins, 1985). Peluang/sesuatu hal yang berpeluang untuk terjadinya kematian, kerusakan, atau sakit yang dihasilkan karena bahaya. Bahaya merupakan sesuatu yang berpotensi menjadi penyebab kerusakan mencakup substansi, proses kerja, dan atau aspek lainnya di lingkungan kerja (Suardi, 2007).
(15) Tahap dalam manajemen risiko adalah (Anityasari & Wessiani, 2011) :. • Komunikasi dan konsultasi. • Menetapkan konteks permasalahan. • Mengidentifikasi risiko. • Menganalisis risiko • Mengevaluasi risiko • Pengendalian risiko. • Memonitor risiko..
(16) Unsafe Behaviour Type perilaku yang mengarah pada kecelakaan seperti bekerja tanpa menghiraukan keselamatan, melakukan pekerjaan tanpa ijin, menyingkirkan peralatan keselamatan, operasi pekerjaan pada kecepatan yang berbahaya, menggunakan peralatan tidak standar, bertindak kasar, kurang pengetahuan, cacat tubuh atau keadaan emosi yang terganggu (Miner,1994).
(17) Unsafe behavior dapat diminimalisasi dengan melakukan dengan beberapa cara yaitu :. • Menghilangkan bahaya ditempat kerja dengan merekayasa faktor bahaya atau mengenalkan kontrol fisik. • Mengubah sikap pekerja agar lebih peduli dengan keselamatan dirinya.. • Memberikan punishment terhadap unsafe behavior. • Memberikan reward terhadap munculnya safety behavior..
(18) WISE (Work Improvements In Small Enterprises). Lingkungan kerja fisik. • Penyimpanan bahan dan handling • Desain tempat kerja • Keamanan mesin yang digunakan • Kontrol terhadap bahan-bahan berbahaya • Pencahayaan • Fasilitas kesejahteraan pekerja • Tempat kerja • Lingkungan kerja. Lingkungan kerja sosial. • Waktu kerja • Suasana tempat kerja • Perlindungan kehamilan • Organisasi kerja • Pengaturan dan motivasi pekerja • Upah dan tunjangan • Hubungan antar pekerja.
(19) WIND. WARM. WISE. WISCON. WISH.
(20) Penelitian terdahulu No. 1. 2. Nama. Tahun. K3. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan √ Trisna Lestari 2007 Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus: Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor) Dewinta Analisa Faktor Keselamatan Grahaninty dan Kesehatan Kerja Dalam as 2012 Meningkatkan Produktivitas √ (Studi kasus: di pabrik Teh Wonosari XII) Dhinar Tiara L.. 3. 4. Judul. Faktor yang diteliti. Syafira bella I.. 2012. Evaluasi dan Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dalam Rangka Perbaikan Safety Behaviour Pekerja (Studi Kasus : PT. Arto Metal). 2012. Analisa Efektivitas Implementasi K3 pada IKM. P. SK. MR. √. Metode. Uji Korelasi Rank Spearmen. √. SEM. √. √. √. B. √. √. √. √. √. HFMEA. WISE.
(21) METODOLOGI PENELITIAN.
(22)
(23)
(24) PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA.
(25) PT Arto Metal Produk yang dihasilkan: Arc chute Connection Shunt Amour plate Grill Magnetic support. Cutting. Stamping/ Bending. Elektroplating. Assembly. Packaging.
(26) UD Usaha Suwaga Jaya . Produk yang dihasilkan: ◦ Otak-otak bandeng ◦ Bandeng Asap ◦ Batari / Bandeng Tanpa Duri (Goreng, Bakar, Mentah/Beku) ◦ Pudak ◦ Jenang Jubung & Ayas ◦ Aneka Krupuk ◦ Aneka Kripik & Opak ◦ Camilan Asli Gresik Lainnya. Ikan Bandeng. Bumbu Penghalusan bumbu 2'. Pembersihan sisik. O-4. Blender. Pemasakan O-5 bumbu Wajan, kompor 5'. O-1. Pisau. 2'. Pemisahan kulit bandeng. O-2. Pisau 5'. Pemisahan duri dan penggilingan. O-3. Mesin giling. 2'. Pencampuran bumbu & daging bandeng. O-6. Pemasukkan adonan ke kulit bandeng. O-7. Penjepitan bandeng 1'. O-8. Mixer. 2'. 5'. Bambu. Daun pisang. Pembakaran O-9 otak-otak 15'. Packaging 0.5'. O10. Kipas, arang.
(27) Identifikasi Potensi Bahaya . PT Arto Metal A. B. C. D. E. F.. Stamping & Bending Electroplating Assembly Kode Packaging & sortir Workshop A1 Cutting. Potensi Bahaya. Fisik. Jenis Kecelakaan Kerja Tangan dan kaki terjepit. Kategori. Cara Menanggulangi. Peluang. Bahaya. Bahaya. Terjadi. - Menggunakan II. sarung tangan. Sedang. dan sepatu. Bahaya A2. Fisik. pernapasan dari serpihan. II. - Menggunakan masker. Sedang. gram. A3. Fisik. Sakit punggung. - Menggunakan I. kursi dengan sandaran. Sering.
(28) . Peta Risiko SS. 5 A3, A8, B2,. S. 4. B4, C4, C5, C7, C9, D1, D2, E1, F1 A1, A2, A3, A6, A7, A9,. Resiko Ekstrim. A10, B1, B3, Sd g. 3. B5, B8, C1,. Resiko Tinggi. C2, C3, C6,. Resiko sedang. D3, D4, D6,. Resiko rendah. D7, E4, E6, E7, F2, F3, F5, F6, F7 A5, B7, C8, J. 2. D5, E2, E3, E5, F4. SJ. 1. B6 1. 2. 3. 4. 5. TS. M. S. B. SB. KATEGORI BAHAYA.
(29) Potensi bahaya pada PT Arto metal dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut:. • Penggunaan APD sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. • Penggunaan kursi dengan sandaran untuk mencegah sakit punggung. • Peletakan bahan material dan limbah pada tempat khusus agar tidak menghalangi jalan pada lantai produksi. • Perbaikan sistem sirkulasi udara agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman. • Memberi pelindung mesin agar pekerja tidak bersentuhan langsung dengan mesin.
(30) UD Usaha Suwaga Jaya A. B. C. D. E. F.. Menguliti dan membersihkan ikan bandeng Penghalusan dan pemasakan bumbu Pemisahan duri dan penggilingan daging bandeng Pencampuran bahan baku dengan daging bandeng Pemasukan bumbu ke dalam kulit bandeng Pembakaran otak-otak bandeng.
(31) Kode. Potensi. Jenis kecelakaan. Kategori. Cara menanggulangi. Peluang. bahaya. kerja. bahaya. bahaya. terjadi. A1. Fisik. A2. Fisik. Tangan terkena. II. pisau Tertusuk duri. I. -. tangan -. Fisik. Sakit punggung. Memakai sarung tangan. A3. Memakai sarung. I. Sedang. Sedang. Menggunakan kursi dengan. Sering. sandaran. Kode. Potensi. Jenis kecelakaan. Kategori. Cara menanggulangi. Peluang. bahaya. kerja. bahaya. bahaya. terjadi. A4. Fisik. Terpeleset. I. -. Menggunakan alas kaki. Sangat. Menjaga kebersihan. jarang. tempat kerja A5. Fisik. Bau amis yang menyengat. I. -. penutup -. A6. Fisik. Ketidaknyamanan suhu ruangan. I. Menggunakan masker. Memperbaiki sistem ventilasi. -. Sedang. Terdapat pendingin ruangan. Sering.
(32) Peta SS. Risiko. 5 A3, A6, B5, C6,. S. 4. D5, E3, E4, F2, F3. Sdg. 3. A2, A5, B2, B6, C5, D4, F5. A1. Resiko Ekstrim Resiko Tinggi. J. 2. B3, C3, C4, D1,. B1, B4, C1, D2,. D3, E2, F1. E1, F4. Resiko sedang Resiko rendah. SJ. 1. A4. C2. 1. 2. 3. 4. 5. TS. M. S. B. SB.
(33) Potensi bahaya pada UD Usaha Suwaga Jaya dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut:. • Penggunaan APD sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. • Penggunaan kursi dengan sandaran untuk mencegah sakit punggung. • Peletakan bahan mentah dan limbah pada tempat khusus agar tidak menghalangi jalan pada lantai produksi. • Perbaikan sistem sirkulasi udara dan menempatkan proses pembakaran otakotak bandeng pada ruang terbuka. • Memberi pelindung mesin agar pekerja tidak bersentuhan langsung dengan mesin. • Menjaga kebersihan tempat produksi..
(34) Unsafe Behaviour . PT Arto Metal. ◦ Pekerja bekerja tanpa menggunakan APD yang telah ditentukan. ◦ Pekerja bekerja dengan kondisi tidak aman seperti membungkuk karena menggunakan kursi tanpa sandaran. ◦ Pekerja bekerja dengan kondisi mesin tidak tertutup ◦ Pekerja meletakkan alat roduksi di sembarang tempat. ◦ Pekerja meletakkan limbah produksi di lantai. ◦ Pekerja merokok di ruang produksi..
(35) . UD Usaha Suwaga Jaya. ◦ Posisi pekerja yang tidak nyaman. ◦ Pekerja tidak menggunakan sarung tangan. ◦ Pekerja melakukan pekerjaan dengan mesin tanpa penutup. ◦ Pekerja tidak menggunakan safety shoes, bahkan terdapat pekerja yang tidak menggunakan alas kaki ◦ Pekerja tidak menggunakan pelindung pernapasan.
(36) Hasil Penilaian Penerapan K3 . PT Arto Metal Lingkungan Kerja. Kriteria Yang Memerlukan Tindakan. Penyimpanan dan penanganan material. 4. Desain tempat kerja. 14. Keamanan mesin produktif. 21, 22, 23. Lingkungan fisik. 27, 29, 30, 31, 35. Fasilitas kesejahteraan Organisasi pekerjaan.
(37)
(38)
(39) Perbaikan yang dapat dilakukan: • Penempatan material pada ruang khusus agar tidak menghalangi jalan. • Menyediakan kursi dengan sandaran bagi pekerja • Menggunakan alat bagi pekerja agar tidak terkena mesin secara langsung. • Menggunakan penutup pada mesin. • Memasang pengaman pada mesin saat mesin sedang beroperasi. • Memperbaiki penggunaan ventilasi alami. • Menggunakan partisi untuk menghalangi sumber panas, kebisingan, debu, dan bahan kimia • Menempatkan limbah pada tempat yang telah disediakan..
(40) . UD Usaha Suwaga Jaya Lingkungan Kerja. Kriteria Yang Memerlukan Tindakan. Penyimpanan dan penanganan material. 3, 4, 7, 9, 10. Desain tempat kerja. 13, 14. Keamanan mesin produktif. 21, 22, 23. Lingkungan fisik. 25, 27, 29, 30, 31, 32. Fasilitas kesejahteraan Organisasi pekerjaan.
(41)
(42)
(43)
(44) Perbaikan yang dapat dilakukan: • Menggunakan jalur landai untuk memindahkan bahan. • Bahan mentah yang akan digunakan diletakkan pada tempat khusus. • Menggunakan troli untuk memindahkan bahan. • Menggunakan meja agar pekerja tidak bekerja di lantai. • Menyadiakan kursi dengan sandaran. • Menggunakan alat bagi pekerja agar tidak terkena mesin secara langsung. • Menggunakan penutup pada mesin. • Memasang pengaman pada mesin saat mesin sedang beroperasi. • Memperbaiki ventilasi udara terutama untuk ruangan pembakaran.
(45) Perbedaan PT Arto metal. UD Usaha Suwaga Jaya. • Fokus pada keamanan mesin produktif dan lingkungan fisik • Fokus kepada penyimpanan dan penanganan material serta lingkungan fisik..
(46) Kesimpulan Pada analisis peta risiko PT Arto Metal menunjukkan bahwa sebagian besar potensi bahaya berada pada kategori bahaya ringan dan sedang, dengan frekuensi kejadiannya sedang dan sering. Sedangkan pada analisis potensi bahaya UD Usaha Suwaga Jaya diketahui bahwa potensi bahaya terdapat pada kategori rendah dan sedang, dengan frekuensi kejadiannya mulai dari sangat jarang hingga sering.. Unsafe behaviour para pekerja di kedua perusahaan tersebut banyak disebabkan karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya APD..
(47) Hasil checklist penilaian penerapan K3 dengan menggunakan metode WISE adalah sebagai berikut: - Pada PT Arto Metal dari 42 kriteria terdapat 10 kriteria yang perlu diusulkan adanya tindakan, diantaranya terdapat 5 kriteria yang memerlukan tindakan mendesak (prioritas). -Pada hasil checklist WISE UD Usaha Suwaga Jaya pada 42 kriteria terdapat 16 kriteria yang membutuhkan tindakan dan diantaranya terdapat 7 kriteria yang merupakan prioritas.. Perbedaan hasil checklist pada dua perusahaan tersebut pada PT Arto Metal lebih fokus kepada keamanan penggunaan mesin dan penanganan material, sedangkan untuk UD Suwaga Jaya lebih fokus pada kebersihan bahan yang digunakan dan lingkungan fisik.
(48) Saran Saran untuk PT Arto Metal dan UD Suwaga Jaya adalah: • Memberikan fasilitas yang memadai bagi para pekerja • Membuat situasi kerja senyaman mungkin agar pekerja tidak terganggu pada saat bekerja. • Memberikan pelatihan K3 bagi pekerja agar tidak terjadi keelakaan kerja • Memberikan peringatan bagi pekerja apabila tidak mengenakan APD pada saat bekerja.
(49) DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . Anggoro, S. 2011. Pengembangan Model Pengaruh Faktor-Faktor Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan, Dan Insentif Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Dengan Metode Structural Equation Modeling. Tesis.Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Rimantho, D. 2010. Analisis Risiko. http://www.docstoc.com/docs/68019289/?utm_source=docstoc&utm_medium=email&ut m_content=downloadeddoc&utm_campaign=newreg. Di akses tanggal 7 nopember 2012 Grahanintyas, D. 2012. Analisa Faktor Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja (Studi Kasus: Di Pabrik Tehwonosari Ptpn Xii). Skipsi. Sarjana. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. HSE PLIB. 2011. Behavioural Safety vs Safety Behaviour. http://hseplib.blogspot.com/2011/06/behavioral-safety-vs-unsafe-behavior.html. diakses pada tanggal 23 Oktober 2012 ILO. 2007. An Introduction to the WISE Programme. http://www.ilo.org/travail/whatwedo/instructionmaterials/WCMS_152469/lang-en/index.htm. di akses tanggal 23 Oktober 2012 Kawakami. T;Van.V; Theu. N; Khai. T; Dan Kazutaka Kogi. K. 2008. Participatory Support to Farmers in Improving Safety and Health at Work: Building WIND Farmer Volunteer Networks in Viet Nam. Kogi, K. 2006. Participatory methods effective for ergonomic workplace improvement. Elsevier Lestari, T. 2007. Hubungan Keselamatan dan kesehatan kerja(K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus: Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor). Skripsi. Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
(50) . Luckyta, D. 2012. Evaluasi dan Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dalam Rangka Perbaikan Safety Behaviour Pekerja (Studi Kasus : PT. Arto Metal). Skipsi. Sarjana. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.. . Mukhlisani. N; Wignjoesoebroto. S; dan Sudarso. I. 2008. Pendekatan Metode Structural Equation Modelling untuk Analisa Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas dari Tinjauan Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Kerja di PT. Barata Indonesia (Persero)-Gresik. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi. Surabaya.. . Pajar. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Keperawatan pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Skipsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. . P.K, Suma’mur. 1981. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. CV Haji Masagung, Jakarta. . Yuan. 2012. ILO Kampanyekan Pentingnya K3 di UKM. Neraca. http://www.neraca.co.id/2012/05/01/ilo-kampanyekan-pentingnya-k3-di-ukm/. di akses tanggal 4 September 2012..
(51)
(52)
Dokumen terkait