PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN
PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
PENGETAHUAN MATEMATIKA DAN SIKAP SPIRITUAL
TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV SD
Bayu Hartono
1, Ni Wayan Suniasih
2, I Wayan Wiarta
3 1,2,3Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
:
[email protected], [email protected]
2,
[email protected]
3Abstrak
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa Kelas IV SD N 11 Peguyangan Tahun Pelajaran 2014/2015 dan (2) meningkatkan sikap spiritual melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa Kelas IV SD N 11 Peguyangan Tahun Pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 45 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes yaitu tes hasil belajar matematika bentuk esai dan non tes yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika meningkat 12,88 dari X = 72 pada siklus I menjadi X = 84,88 pada siklus II, (2) nilai rata-rata sikap spiritual meningkat 0,88 dari X = 86,27 pada siklus I menjadi X = 87,15 pada siklus II, dan (3) ketuntasan klasikal hasil belajar pengetahuan matematika meningkat 44,48% dari 42,22% pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual pada tema cita-citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan.
Kata kunci: pendekatan saintifik, asesmen portofolio, hasil belajar pengetahuan matematika, dan sikap spiritual
Abstract
This classroom action research aimed to (1) improve the learning outcomes of mathematical knowledge of students through the application of scientific approach based on portfolio assessment on the theme of cita-citaku in fourth grade students of SD N 11 Peguyangan academiy year 2014/2015 and (2) improve the spiritual attitude of the students through the application of the scientific approaches based on portfolio assessment on the theme of Cita-citaku in fourth grade students of SD N 11 Peguyangan academiy year 2014/2015. The subjects of this study were the fourth grade students of SD N 11 Peguyangan North Denpasar District which amount 45 people. The method to collect the data which used in this study was test method that was the result of the learning process and non test that was quistioner.The data which analyzed by descriptive quantitative analysis method and descriptive qualitative analysis. The result of this study showed that (1) the mean score of the mathematic knowledge increased 12,88 from X = 72 in the cycle I became X = 84,88 in the cycle II, (2) the mean score of the students spiritual attitude increased 0,88 dari X = 86,27 in the cycle I became X = 87,15 in the second cycle, and (3) the classical completeness of the learning outcomes of the mathematic knowledge increased 44.48% from 42.22% in the first cycle to 86.7 % in the second cycle. Based on the results of this research it can be concluded that the
application of the scientific approach based on portfolio assessment can improve the learning outcomes of mathematical knowledge and spiritual attitudes of students on the theme cita-citaku of fourth grade students in SD N 11 Peguyangan.
Keywords: scientific approach, portfolio-based assessment, learning outcomes of mathematical knowledge, and spiritual attitudes.
PENDAHULUAN
Pemberlakuan kurikulum 2013 menuntut sejumlah perubahan mendasar pada proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah perubahan kurikulum berdampak pada perubahan standar isi, standar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan. Pembelajaran pada kurikulum 2013 merupakan pembelajaran tematik terpadu integratif, maksudnya tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga siswa tidak belajar konsep dasar
secara parsial. Dengan demikian
pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada
berbagai tema yang tersedia
(Permendikbud No 67 Tahun 2013). Pengertian Kurikulum terdapat pada pasal 1 butir 19 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sesuai dengan pernyataan di atas, kurikulum berperan
penting dalam meningkatkan mutu
pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berguna baik bagi diri siswa maupun bagi orang banyak. Kurikulum adalah hal yang bersifat dinamis, artinya kurikulum dapat berubah sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara yang tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Dengan demikian kurikulum digunakan untuk
mempersiapkan siswa untuk mampu
bersaing di masa depan dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan saintifik sebagai pendukung
kurikulum 2013 diyakini dapat
mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa.
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, yaitu untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik
kesimpulan dan mengkomunikasikan
konsep, atau prinsip yang ditemukan. Menurut Kosasih (2014:70) pendekatan saintifik merupakan pendekatan di dalam
kegiatan pembelajaran yang
mengutamakan kreativitas dan temuan-temuan siswa. Pengalaman belajar yang mereka dapat tidak bersifat indoktrinisasi, hafalan, dan sejenisnya. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada siswa dalam
mengenal, memahami berbagai materi dengan menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung dari informasi searah yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu proses pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan tidak hanya diberi tahu. Menurut Kurniasih dan Sani (2014:72) pembelajaran dengan pendekatan saintifik yaitu (1) berpusat pada siswa, (2) melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip, (3) melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang
perkembangan intelek, khususnya
kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa, (4) dapat mengembangkan karakter siswa Selain itu Kosasih (2014:72) menyebutkan beberapa karakteristik pembelajaran dengan pendekatan saintifik yaitu (1) materi
pembelajaran dipahami dengan standar logika yang sesuai dengan taraf kedewasaannya, (2) interaksi pembelajaran berlangsung secara terbuka dan objektif. Siswa memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengemukakan pemikiran, perasaan, sikap dan pengalamannya namun tetap memperhatikan sikap ilmiah dan tanggung jawab, (3) Siswa didorong untuk selalu berfikir analitis dan kritis, tepat dalam memahami, mengidentifikasi, memecahkan masalah, serta mengaplikasikan materi-maateri pembelajaran.
Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran pada penelitian ini dipadukan dengan asesmen portofolio yang melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramal, menjelaskan dan menyimpulkan. Hasil kerja atau karya siswa dalam melaksanakan proses-proses tersebut,
bantuan guru diperlukan dalam
mendokumentasikan hasilnya akan tetapi bantuan guru tersebut semakin berkurang seiring dengan semakin tingginya kelas siswa. Menurut Daryanto (2014:59) proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Kegiatan pembelajaran pada pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam proses pembelajaran meliputi menggali informasi melalui pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan dan mencipta.
Mengamati adalah menggunakan panca indra untuk memperoleh informasi. Pengamatan yang dilakukan tidak terlepas dari keterampilan lain seperti melakukan
pengelompokan dan membandingkan.
Metode ini memiliki keunggulan tertentu seperti menyajikan obyek peneliti secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaanya. Kegiatan menanya dalam kegiatan pembelajaran
sebagai mana disampaikan dalam
pemendikbud Nomor 81a tahun 2013, adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau dipertanyakan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan
yang faktual sampai kepertanyaan yang bersifat hipotetik). Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks mengamati objek/ aktifitas wawancara dengan nara sumber. Adapun kompetensi yang di harapkan berkembang adalah sikap teliti, jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapakan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang
hayat. Kegiatan menalar dalam
pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam permendikbud No 81a Tahun 2013 adalah memproses informasi yang sudah disimpulkan baik hasil kegiatan eksperimen maupun hasil kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, maupun merupakan prosedur dan kemampuan berfikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. Pendekatan saintifik guru diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan apa yang
telah dipelajari. Kegiatan
mengkomunikasikan dalam kegiatan
pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam permendikbud Nomor 81aTahun
2013, adalah menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisi secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berfikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemapuan berbahasa
dengan baik dan benar.
Pendekatan saintifik guru
diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan apa yang
telah dipelajari. Kegiatan
mengkomunikasikan dalam kegiatan
pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam permendikbud Nomor 81aTahun
2013, adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisi secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berfikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa dengan baik dan benar.
Dalam pelaksanaannya pendekatan saintifik dipadukan dengan asesmen portofolio. Menurut Trianto (2009:277), asesmen portofolio adalah pengukuran sejauh mana kemampuan siswa dalam mengkonstruksi dan merefleksi suatu pekerjaan/tugas/karya dengan mengoleksi atau mengumpulkan bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dikonstruksi oleh siswa sehingga hasil konstruksi dapat dinilai dan dikomentari guru. Menurut Samatowa (2012:172) asesmen portofolio adalah asesmen yang berupa kumpulan koleksi hasil kerja siswa yang disimpan dalam suatu file atau boks.
Hasil asesmen pada suatu saat
dibandingkan pada hasil yang lalu, jadi asesmen portofolio bisa bersifat pribadi, karena tidak perlu membandingkan hasilnya pada orang lain, tetapi dibandingkan dengan dirinya sendiri (Mardapi, 2012 : 18).
Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi dari individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar adalah aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap Winkel (dalam Purwanto; 2013:45). Selanjutnya menurut Susanto (2013:5) mengutarakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor. Faktor itu dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu faktor internal merupakan faktor yang bersumber dalam diri siswa,
yang mempengaruhi kemampuan
belajarnya. Faktor internal ini meliputi:
kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Kemudian faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluaraga, sekolah dan
masyarakat, keadaan keluaraga
berpengaruh terhadap hasil belajara siswa.
Keluarga yang kekurangan dari
ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orang tua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berprilaku yang kurang baik dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Matematika merupakan salah satu muatan materi pelajaran yang ada dari tema tersebut. Matematika pada jenjang sekolah dasar bertujuan untuk memberikan
bekal kepada siswa untuk hidup
bermasyarakat dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pembelajaran materi matematika tidak hanya bertujuan membuat siswa terampil menggunakan matematika, tetapi juga
menekankan penataan nalar dalam
penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika merupakan suatu syarat cukup untuk melanjutkan ke
jenjang pendidikan berikutnya.
Pengetahuan matematika dapat
memberikan siswa bernalar secara kritis, kreatif, dan aktif. Dalam pembelajarannya yang dipelajari adalah tentang ide-ide abstrak berisi simbol-simbol, makna konsep-konsep matematika yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol matematika. Matematika merupakan salah satu muatan materi pelajaran di sekolah dasar yang
pembelajarannya terdapat proses
perhitungan dan proses berpikir untuk
menyelesaikan beberapa masalah
kehidupan yang dialami siswa. Kata matematika berasal dari bahasa latin,
manthanein atau mathema yang berarti belajar atau yang dipelajari, sedangkan dalam bahasa Belanda, matematika disebut
wiskunde atau ilmu pasti yang semuanya berkaitan dengan penalaran matematika memiliki bahasa dan aturan yang terdefinisi dengan baik, penalaran yang jelas dan
sistematis, dan struktur atau keterkaitan antar konsep yang kuat.
Matematika merupakan ilmu
pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan beragumentasi,
memberikan konstribusi dalam
penyelesaian masalah sehari-hari, dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebutuhan akan aplikasi matematika saat ini dan masa depan tidak hanya untuk keperluan sehari-hari, tetapi terutama dalam dunia kerja, dan untuk mendukung berkembangan ilmu pengetahuan, oleh karena itu, matematika sebagai ilmu dasar perlu dikuasai dengan baik oleh siswa sendiri, terutama sejak sekolah dasar. Pada umumnya anak usia sekolah dasar mengalami kesulitan dalam memahami matematika yang bersifat
abstrak, karena keabstrakannya
matematika relative tidak mudah untuk dipahami oleh siswa sekolah dasar pada
umumnya. Dalam pembelajaran
matematika di sekolah dasar selain mengutamakan konsep juga memerlukan adanya suatu sikap dalam belajar sikap sangat menentukan bagaimana siswa bereaksi terhadap situasi dan menentukan apa yang akan dicari oleh individu dalam kehidupannya. Salah satu yang dicari dalam matematika adalah menemukan konsep dan pengaplikasiannya. Dalam kurikulum 2013 sikap berada pada KI-1(Sikap spiritual) dan KI-2(Sikap Sosial).
Sikap
siswa
dalam
kegiatan
pembelajaran mempunyai peran yang
cukup dalam menentukan keberhasilan
belajar siswa. Siswa yang memiliki
sikap positif dan motivasi memiliki
peluang yang lebih untuk mencapai
prestasi belajar yang lebih baik dari
pada siswa yang memiliki sikap negatif
(Widoyoko, 2014:37).
Sikap spiritual menekankan siswa untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, sikap sosial menekankan pada akhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawab. Pada sekolah dasar selain mengutamakan pengetahuan juga mendidik siswa agar memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Penerapan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 sangat mengutamakan siswa untuk menambahkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu beradaptasi dengan sesama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Mengingat pentingnya sikap spiritual dan pengetahuan yang ada pada sekolah dasar, maka perlu dikaji dalam suatu penelitian terutama
upaya peningkatan pengetahuan
matematika dengan sikap spiritual siswa melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio
Sesuai dengan observasi yang dilakukan peneliti di SD N 11 Peguyangan ditemukan permasalahan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa. Pada observasi yang telah dilakukan terdapat permasalahan hasil belajar pengetahuan matematika siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan cendrung rendah. Hal ini didasarkan daritemuan hasil
belajar matematika pada aspek
pengetahuan yang diperoleh siswa masih dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu di 70. Dari seluruh siswa yang berjumlah 45 orang, siswa yang tuntas berjumlah 17 orang dan yang belum tuntas berjumlah 28 orang. Selain itu juga ditemukan permasalahan merosotnya sikap spiritual siswa mulai dari siswa malas bersembah yang, jarang berdoa, sering mengolok-olok temannya, pilih kasih dalam berteman. Dari permasalahan tersebut perlunya solusi perbaikan hasil belajar muatan materi matematika dan sikap spiritual siswa
sehingga dapat menuntaskan
permasalahan hasil belajar pengetahuan matematika dan meningkatkan sikap spiritual siswa menjadi siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga siswa nantinya menjadi pribadi yang bermoral dan beretika luhur.
Berdasarkan uraian tersebut maka dilaksanakan penelitian yang berjudul penerapan pendekatan saintifik berbasis asesemen portofolio untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual tema cita–citaku siswa SD N 11 Peguyangan tahuan ajaran 2014/2015. Dari latar belakang yang telah dipaparkan, adapun masalah dirumuskan yaitu (1) Apakah penerapan pendekatan saintifik
berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika pada tema cita-citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015?, (2) Apakah penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan sikap spiritual pada tema cita-citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu (1) Untuk meningkatkan hasil belajar
pengetahuan matematika melalui
penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015. (2) Untuk meningkatkan sikap spiritual melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spritual siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD N 11 Peguyangan berada di kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. SD ini beralamat di Jln Lembusura.
Pada penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun pelajaran 2014/2015. Siswa kelas IV ini, dipilih sebagai subjek penelitian karena siswa di kelas IV yang berjumlah 45, laki-laki 23 dan perempuan 22 mengalami permasalahan dalam hal hasil belajar siswa cukup rendah yang diakibatkan karena kurangnya penguasaan materi pelajaran matematika. Sementara obyek penelitian ini adalah hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa kelas IV SD N 11
Peguyangan setelah dilaksanakan
pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data mengenai hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes untuk hasil belajar pengetahuan matematika dan angket/kuesioner untuk sikap spiritual siswa. Hasil belajar pengetahuan matematika siswa dapat diukur dengan menggunakan metode tes. Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esay. Sikap spritual siswa yang dimunculkan selama proses pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar kuesioner yang berisi pernyataan mengenai sikap spiritual siswa yang ditentukan pada KI-II dalam kurikulum 2013 yang diisi oleh masing-masing siswa.
Penilaian sikap spiritual
menggunakan kuisioner yang terdiri dari beberapa pernyataan. Setiap pernyataan terdapat lima pilihan jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skala yang diberikan untuk setiap pernyataan adalah 5 untuk jawaban Sangat Setuju, 4 untuk jawaban Setuju, 3 untuk jawaban Netral, 2 untuk jawaban Tidak Setuju, dan 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju. Sebelum membuat kuisioner terlebih dahulu perlu adanya kisi-kisi sikap spiritual.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa butir-butir tes atau pertanyaan berbentuk tes esay. Instrumen berupa butir-butir tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar pengetahuan matematika dan kuesioner untuk sikap spiritual siswa.
Uji validitas isi dilakukan dengan cara menyesuaikan butir tes dengan
indikator, kompetensi dasar dan
kompetensi inti. Uji validitas isi ini dilakukan dengan membuat kisi-kisi soal dan uji validitas isi juga dilakukan dengan mengkonsultasikan kepada guru kelas 4
SDN 11 Peguyangan atau
mengkonsultasikan dengan dosen
pembimbing. Terkait dengan hal tersebut maka untuk kisi-kisi soal hasil belajar pengetahuan matematika yang digunakan dalam penelitian ini disusun dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru kelas IV SDN 11 Peguyangan.
Sementara itu untuk kisi-kisi sikap spiritual disusun dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
Dalam menganalisis data digunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Setelah data dalam penelitian ini terkumpul, maka selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data ini
dimaksudkan untuk mengetahui
peningkatan hasil belajar pengetahuan Matematika dan sikap spritual siswa kelas IV sebagai pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Adapun langkah-langkah analisis data hasil belajar pengetahuan matematika yaitu (1) Menentukan nilai tes secara
individu siswa dilakukan dengan
menggunakan rumus sebagai
berikut :
(2) menghitung angka rata-rata
(mean) kelas dilakukan dengan
menggunakan rumus sebagai berikut,
(Sudjana, 2012:109), Keterangan :
X = rata-rata (mean) ∑X = jumlah seluruh skor N = banyaknya subjek
(3) menghitung ketuntasan belajar secara klasikal. Kentuntasan klasikal secara individu siswa di analisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan :
KB = Ketuntasan belajar
Ketuntasan secara individu siswa dikonversikan melalui tabel konversi tentang hasil belajar pengetahuan
matematika sebagai berikut :
.
Tabel 02. Tabel Konversi tentang Hasil Belajar Pengetahuan Matematika Konversi Nilai Akhir Predikat (Pengetahuan
Dan Keterampilan) Sikap Skala 1-100 Skala 1-4 86-100 4 A SB 81-85 3,66 A- 76-80 3,33 B+ B 71-75 3,00 B 66-70 2,66 B- 61-65 2,33 C+ C 56-60 2 C 51-55 1,66 C- 46-50 1,33 D+ K 0-45 1 D Sumber: Sunarti (2014:216) Kemudian langkah-langkah analisis data
sikap spiritual siswa yaitu (1) menentukan nilai tes secara individu siswa, (2) Menghitung Angka Rata-rata (Mean). Sebagai tolak ukur berhasil atau tidaknya penelitian ini maka ditetapkan indikator keberhasilan yaitu (1) penelitian ini dikatakan berhasil jika rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika siswa mencapai predikat baik dengan skor minimal 71 sedangkan ketuntasan klasikal ditetapkan 75% siswa memperoleh nilai ≥71. (2) Penelitian ini dikatakan berhasil jika sikap spiritual siswa mencapai predikat baik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data mengenai hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa dengan penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis sesuai dengan teknik analisis data yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dari data hasil belajar pengetahuan matematika pada siklus I yang telah dianalisis bahwa hanya 19 siswa yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan indikator keberhasilan, yaitu 71.
Sementara 26 siswa masih belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Rata-rata nilai hasil belajar pengetahuan matematika siswa pada siklus I adalah X = 72. Untuk nilai tes individu sikap spiritual siswa secara keseluruhan terlihat bahwa sudah 35 siswa memperoleh predikat Sangat Baik, 6 siswa memperoleh predikat Baik, sementara 4 siswa memperoleh predikat Cukup. Rata-rata nilai sikap spiritual siswa pada siklus I adalah X
= 86,27. Dari 45 orang siswa, 19 orang memiliki nilai lebih atau sama dengan 71. Hal ini menunjukan bahwa ketuntasan klasikal siswa pada siklus I adalah 42,22% dari keseluruhan jumlah siswa.
Berdasarkan hasil analisi tersebut, diperoleh data hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan pada siklus I sebagai berikut.
Tabel 0.6 Tabel Data Hasil Penelitian Siklus I
Kriteria Data / Hasil Keterangan
A. Hasil Belajar Pengetahuan
Matematika X = 72
Siswa yang memenuhi kriteria 19 siswa dan 26 siswa belum memenuhi kreteria
B. Sikap Spiritual X = 86,27 35 siswa memperoleh predikat SB, 6
siswa memperoleh predikat B dan 4 siswa memperoleh predikat C C. Ketuntasan Klasikal Hasil
Belajar Pengetahuan Matematika
42,22% Dari 45 siswa, 19 siswa yang memiliki nilai ≥ 71.
Kemudian dari data hasil belajar pengetahuan matematika pada siklus II yang telah dianalisis terlihat bahwa 39 siswa yang memperoleh nilai > 71. Sementara 6 siswa masih belum memenuhi indikator kinerja yang ditetapkan. Rata-rata nilai hasil belajar pengetahuan matematika siswa pada siklus II adalah X = 84,88. Dari hasil analisis sikap spiritual siswa terlihat sudah 36 siswa memperoleh predikat SB, 5 siswa memperoleh predikat B, sementara 4 siswa memperoleh predikat C. Rata-rata
nilai sikap spiritual siswa pada siklus II adalah X = 87,15. Dari 45 orang siswa, 39 siswa memiliki nilai lebih atau sama dengan 71. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal siswa pada siklus II adalah 86,7% dari keseluruhan jumlah siswa yaitu 45 orang.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh data hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan pada siklus II sebagai berikut.
Tabel 0.9 Tabel Data Hasil Penelitian Siklus II
Kriteria Data/Hasil
Analisis
Keterangan A. Hasil Belajar Pengetahuan
Matematika X = 84,88
Siswa yang memenuhi kriteria 39 siswa dan 6 siswa belum memenuhi kreteria
B. Sikap Spiritual X = 87,15 36 siswa memperoleh predikat SB, 5
siswa memperoleh predikat B dan 4 siswa memperoleh predikat C C. Ketuntasan Klasikal Hasil
Belajar Pengetahuan Matematika
86,7% Dari 45 siswa, 39 siswa yang memiliki nilai ≥ 71.
PEMBAHASAN
Setelah menganalisis data hasil belajar pengetahuan matematika, hasil yang diperoleh siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada pelaksanan tindakan siklus I diperoleh rata – rata hasil belajar pengetahuan matematika siswa X = 72 dan rata – rata sikap spiritual siswa X = 86,27. Sedangkan siswa yang berhasil
pada hasil belajar pengetahuan
matematika ini sebanyak 19 siswa dari 45 siswa yang berarti hanya 42,22% siswa yang sudah tuntas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, siswa masih bingung
dengan model pembelajaran yang
diterapkan, siswa belum terbiasa dengan portofolio, siswa masih belum berani mengajukan pendapat yang dimiliki ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan tidak berani untuk langsung bertanya kepada guru apabila menemukan masalah. Berdasarkan permasalahan di atas, dilakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran dan memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegunaan dari portofolio. Menjelaskan kembali hal – hal yang harus diperhatikan dan menekankan kembali tentang hasil belajar pengetahuan matematika.
Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, diperoleh nilai hasil belajar pengetahuan matematika siswa meningkat. Rata – rata hasil belajar pengetahuan matematika siswa X = 84,88, dan rata – rata sikap spiritual X= 87,15, sedangkan siswa yang tuntas pada hasil belajar pengetahuan matematika sebanyak 39 orang dari 45 siswa yang berarti 86,7 % siswa yang sudah berhasil. Dilihat dari kriteria keberhasilan pada penelitian ini, ketuntasan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual pada siklus II sudah mencapai target yang ditentukan yakni lebih besar atau sama dengan 75% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 71. Sesuai dengan indikator tersebut maka penelitian ini sudah mencapai keberhasilan dan dapat dihentikan.
Dengan demikian dapat disimpulkan tersebut, penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat
meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika dan sikap spiritual siswa pada tema cita – citaku kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015 secara signifikan.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah disajikan, dapat
disimpulkan yaitu (1) penerapan
pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika siswa pada tema cita – citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika meningkat 12,88 dari siklus I X = 72 menjadi X = 84,88 pada siklus II dan ketuntasan klasikal meningkat 44,48 % dari siklus I yaitu 42,22 % menjadi 86,70 % pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I mencapai 19 siswa dari 45 orang kemudian pada siklus II siswa yang tuntas meningkat menjadi sebanyak 39 siswa dari 45 orang sehingga sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu ≥ 75%. (2) Penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan sikap spritual pada tema cita – citaku siswa kelas IV SD N 11 Peguyangan tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata sikap spiritual meningkat 0,88 dari siklus I X = 86,27 menjadi X = 87,15 pada siklus II.
Berdasarkan simpulan di atas, dapat disampaikan beberapa saran kepada (1) Sekolah, untuk menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen protofolio yang dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika. (2) Guru, agar lebih sering menggunakan asesmen portofolio karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta orang tua siswa dapat
mengetahui perkembangan anaknya
sehingga orang tua, guru dan sekolah dapat bekerja sama dengan baik dalam membimbing siswa/anaknya. (3) Siswa harus lebih sering lagi mengumpulkan dan menjadikan file hasil – hasil kerjanya, agar siswa tahu sejauh mana dirinya telah
berkembang serta mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya di mana nantinya akan dapat meningkatkan hasil belajarnya. (4) Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan sebagai penelitian relevan.
DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
2013.
Permendikbud No 76 Tahun
2013 tentang KerangkaDasar dan
Struktur
Kurukulum
Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
Jakarta:
Kementrian
Pendidikan
dan
Kebudayaan.
Kosasih, 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran Impelementasi Kurikulum 2013. Bandung : Penerbit Yrama Widya.
Mardapi, Djamari. 2012 Pengukuran Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Jogjakarta : Nuhalitera:
Purwanto, 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Samatowa, Usman. 2011.Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta : PT. Indeks
Susanto, Ahmad. 2014. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakata : Kencana
Trianto. 2010. Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif – Progresif.
Jakarta : Kencana
Widoyoko,Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran Di Sekolah.
Yogyakarta:Pustaka Pelajar .