SURAKARTA
KARYA TULIS ILMIAH
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Studi Diploma III Perekam Medik Dan Informatika Kesehatan
APIKES Citra Medika Surakarta
Oleh :
AKBAR ARIF SETIAWAN 2011.004
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
SURAKARTA
KARYA TULIS ILMIAH
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Studi Diploma III Perekam Medik Dan Informatika Kesehatan
APIKES Citra Medika Surakarta
Oleh :
AKBAR ARIF SETIAWAN 2011.004
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
2014
JUDUL : Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta
Surakarta, Juni 2014
Menyetujui untuk Dipertahankan di Depan Tim Penguji KTI Akademi Perekam Medik dan Informatika Kesehatan
APIKES Citra Medika Surakarta
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
( Tominanto, S.Kom., M.Cs ) ( Junaidi Edy P., S.Pd., S.Kom )
Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta Oleh :
AKBAR ARIF SETIAWAN 2011.004
Telah Dipertahankan di Depan Tim Penguji KTI Akademi Perekam Medik dan Informatika Kesehatan dan Diterima untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh
Gelar Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Mengesahkan :
Akademi Perekam Medik dan Informatika Kesehatan APIKES Citra Medika Surakarta
Pada Tanggal : 11 Juli 2014
Direktur
Tominanto, S.Kom., M.Cs
Dewan Penguji :
1. Penguji I : Tominanto, S.Kom., M.Cs ( )
2. Penguji II : Suyamto, S.T., M.Kom ( )
3. Punguji Profesi : Sri Lestari, A.Md.PK ( ) 4
KTI INI SAYA PERSEMBAHKAN UNTUK :
Allah SWT, Alhamdullillah, puji syukur atas segala limpahanrahmat, karunia, nikmat, dan kesehatan yang tiada henti untuk ku dari-Nya. Hanya dengan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dari Engkaulah aku bisa menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
Ayah Abri Sugiyanto dan Bunda Juniatun tercinta, terima
kasih atas kasih sayang yang tiada hentinya dalam memberikan doa, restu dan semangat dalam mengisi setiap langkah ku serta didikan tanpa lelah dalam menjadikanku seorang seperti yang kalian harapkan. Sekali lagi Akbar Arif Setiawan mangucapkan terima kasih sebesar besarnya. :’)
Adekku tersayang, Muhamad Zaky Fauzan dan Nugraheni Putri Utami. Tak lupa Mbahku satu-satunya, mbah sunarni. Kalian penyemangatku. Kalian luar biasa. :’)
Eny Rachmawati my little angel, thank you so much your spirit. Terimakasih buat kamu. Iya kamu. Thank You. :)
APIKES Citra Medika Surakarta, yang telah melahirkan sosok
Perekam Kesehatan yang profesional.
Bapak, Ibu Dosen dan staf yang dengan sabar telah memberikan ilmu pengetahuan bagisaya.
Keluarga saya di SOLO, GGL Family. They are Congek, sambejret, mbah mitro, mbolo, doblish, Temon, walutuk, buket, nying-nying, dimpil, gentong, pendek, klechun, krupuk, dan konco koncoku kabeh. Long life my family. *Tosss...!!
Teman-temanku di APIKES Citra Medika Surakarta, yang juga
telah memberikan banyak masukan mengenai Karya Tulis Ilmiah ku.
“Orang sukses bukanlah melakukan sesuatu yang berbeda, mereka melakukan hal yang sama namun dengan cara yang berbeda” “Hari esok akan menjadi lebih baik atau buruk adalah tergantung bagaimana kita mempersiapkan hari ini untuk hari esok” “Keberhasilan bukanlah terletak dari HASIL atas apa yang sudah kita kerjakan, tetapi keberhasilan terletak dari bagaimana kita mempertahankan dan mengembangkan HASIL yang sudah kita kerjakan” (D.J. O’Connor) “Barang siapa menginginkan kebahagiaan di dunia maka haruslah dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagian di akhirat maka haruslah dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagian pada keduanya maka haruslah juga dengan ilmu" (HR. Thabarani) “Harga kebaikan manusia adalah diukur menurut apa yang telah dilaksanakan atau diperbuatnya”. (Ali Bin Abi Thalib) “Cara terbaik untuk keluar dari suatu persoalan adalah memecahkannya”. “Kebahagiaan bukanlah uang, namun ketenangan pikiran dan jiwa”. “Kecerdasan bukan penentu kesuksesan, tetapi kerja keras merupakan penentu kesuksesanmu yang sebenarnya”.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah ini.
Penulisan karya tulis ilmiah berjudul “Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta”. Karya tulis ilmiah ini dibuat sebagai syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Akademi Perekam Medik dan Informatika Kesehatan (APIKES) Citra Medika Surakarta.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan membantu penulis baik materil maupun spiritual sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan sebagaimana yang diharapkan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1. Tominanto, S.Kom., M.Cs selaku Direktur APIKES Citra Medika Surakarta dan selaku Pembimbing I yang telah memberikan motivasi dan membimbing serta mengarahkan kepada penulis dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. 2. Dr. Sigit Priohutomo, MPH selaku Kepala Balai Besar Kesehatan Paru
Masyarakat (BBKPM) Surakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. 3. Junaidi Edy P., S.Pd., S.Kom selaku pembimbing II yang telah membimbing
dan mengarahkan penulis dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
4. Resia Perwirani, Amd.PK selaku Kepala Bagian Rekam Medis di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta yang telah memberikan izin dan masukan dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.
penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
7. Teman-teman seperjuangan yang telah membantu penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.
8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah mendukung dan membantu terselesaikannya karya tulis ilmiah ini.
Semoga Allah SWT senantiasa memberi balasan kepada mereka yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penyusunan karya tulis ilmiah ini.
Surakarta, Juli 2014
Penulis
Akademi Perekam Medik dan Informatika Kesehatan APIKES Citra Medika Surakarta Tahun 2014 ABSTRAK
AKBAR ARIF SETIAWAN
Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta
Dewasa ini, hampir semua perusahaan dan instansi pemerintah sudah menggunakan teknologi informasi untuk mempermudah dan meningkatkan
dengan sistem pendaftaran pasien langsung datang ke rumah sakit memakan waktu dan tenaga dalam proses pendaftaran pelayanan kesehatan yang akan dilakukan rutin oleh pasien.
Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif. Metode pengambilan data penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Obyek dalam penelitian ini adalah bagian tempat pendaftaran pasien rawat jalan. Pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen dalam penelitian dengan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dari petugas rekam medis bagian tempat pendaftaran pasien rawat jalan onine. Sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan ini dibangun dengan bahasa pemrograman PHP serta memanfaatkan database MySQL sebagai database server.
Sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan diperoleh melalui proses input data pasien, data poli, data dokter, yang disimpan ke dalam tabel pasien, tabel poliklinik, tabel dokter, tabel transaksi website, tabel transaksi SMS, tabel jadwal poliklinik, tabel jadwal dokter, dan tabel balasan. Kemudian data tersebut diolah untuk menghasilkan laporan data pasien, laporan transaksi website, laporan transaksi SMS, laporan jadwal poliklinik, Laporan jadwal dokter. Sistem pendaftaran pasien ini diharapkan dapat mempermudah proses pembuatan laporan kunjungan pasien sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi BBKPM Surakarta.
Kata kunci : Sistem Informasi, Pendaftaran Online, SMS Gateway.
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah ... 4 C. Tujuan Penelitian ... 4 D. Manfaat Penelitian ... 5
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 5
F. Keaslian Penelitian ... 6
G. Sistematika Penulisan ... 9
BAB II LANDASAN TEORI A. Rekam Medis ... 11
B. Tempat Pendaftaran Rawat Jalan (TPPRJ) ... 13
C. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ... 15
F. Website... 33
G. Web Server... 33
H. XAMPP... 35
I. Short Message Service (SMS)... 35
J. PHP... 38
K. MySQL... 39
L. Gammu... 39
M. Kerangka Teori ... 41
N. Kerangka Konsep ... 42
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 44
B. Identifikasi Variabel Penelitian... 45
C. Variabel dan Definisi Operasional ... 45
D. Subjek dan Objek Penelitian... 46
E. Instrumen Penelitian ... 47
F. Sumber Data Penelitian ... 47
G. Pengolahan Data Penelitian... 48
H. Metode Pengembangan Sistem ... 49
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil ... 52
B. Pembahasan ... 56
A. Kesimpulan ... 97 B. Saran... 98 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Tabel 1.1 Keaslian Penulisan... 6
Tabel 2.1 Notasi/Simbol DFD... 25
Tabel 2.2 Simbol Bagan Alir Sistem... 29
Tabel 2.3 Simbol Bagan Alir Program... 30
Tabel 2.4 Simbol Bagan Alir Proses... 31
Tabel 3.1 Variabel dan Definisi Operasional... 45
Tabel 4.1 Desain Tabel Pasien... 62
Tabel 4.2 Desain Tabel Poliklinik... 62
Tabel 4.3 Desain Tabel Dokter... 63
Tabel 4.4 Desain Tabel Jadwal Poliklinik... 63
Tabel 4.5 Desain Tabel Jadwal Dokter... 63
Tabel 4.6 Desain Tabel Transaksi Website... 64
Tabel 4.7 Desain Tabel Transaksi SMS... 64
Tabel 4.8 Desain Tabel Balasan... 64
Gambar 2.1 Hubungan entity satu ke satu... 32
Gambar 2.2 Hubungan entity satu ke banyak... 32
Gambar 2.3 Hubungan entity banyak ke banyak... 33
Gambar 2.4 Kerangka teori pendaftaran rawat jalan... 41
Gambar 2.5 Alur Kerangka Konsep Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan... 42
Gambar 4.1 Struktur Organisasi BBKPM Surakarta... 53
Gambar 4.2 Sistem yang Berjalan di BBKPM Surakarta... 55
Gambar 4.3 Flowchart Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan yang Diusulkan... 56
Gambar 4.4 Diagram Konteks Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan ... 57
Gambar 4.5 Bagan Berjenjang Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan... 58
Gambar 4.6 Data Flow Diagram (DFD) Level 1 Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan... 59
Gambar 4.7 Data Flow Diagram (DFD) Level 1 Master ... 60
Gambar 4.8 Data Flow Diagram (DFD) Level 1 Pendaftaran... 60
Gambar 4.9 Data Flow Diagram (DFD) Level 1 Laporan... 61
Gambar 4.10 Relasi Antar Tabel... 65
Gambar 4.11 Desain Input... 66
Gambar 4.14 Desain Input Jadwal Poliklink... 69
Gambar 4.15 Desain Input Dokter... 70
Gambar 4.16 Desain Input Jadwal Dokter... 71
Gambar 4.17 Desain Output Laporan Data Pasien... 72
Gambar 4.18 Desain Output Laporan Data Poliklinik... 73
Gambar 4.19 Desain Output Laporan Data Dokter... 74
Gambar 4.20 Desain Output Laporan Data Transaksi Website... 75
Gambar 4.21 Desain Output Laporan Data Transaksi SMS... 76
Gambar 4.22 Desain Menu Halaman Login... 77
Gambar 4.23 Desain Menu Halaman Pasien... 77
Gambar 4.24 Desain Menu Halaman Administrator... 78
Gambar 4.25 Halaman Login... 79
Gambar 4.26 Halaman Registrasi... 80
Gambar 4.27 Halaman Pasien... 81
Gambar 4.28 Halaman Form Daftar Rencana Berobat... 82
Gambar 4.29 Format Pendaftaran SMS ... 83
Gambar 4.30 Pesan Pendaftaran Berhasil ... 83
Gambar 4.31 Nomor Belum Terdaftar ... 84
Gambar 4.32 Format SMS Info Poliklinik... 84
Gambar 4.33 Pesan Info Poliklinik ... 85
Gambar 4.34 Format Info Dokter ... 85
Gambar 4.37 Shortcut icon service gammu... 87
Gambar 4.38 Shortcut BBKPM OS... 87
Gambar 4.39 Halaman Login Administrator... 88
Gambar 4.40 Halaman Administrator Home... 88
Gambar 4.41 Halaman Administrator Data Transaksi Pasien Baru... 89
Gambar 4.42 Halaman Administrator Data Transaksi Website... 90
Gambar 4.43 Halaman Administrator Data Transaksi SMS... 90
Gambar 4.44 Halaman Administrator Daftar Pasien Baru... 91
Gambar 4.45 Halaman Administrator Data Pasien... 92
Gambar 4.46 Halaman Administrator Server SMS Gateway... 92
Gambar 4.47 Halaman Administrator Pesan Broadcast... 92
Gambar 4.48 Halaman Administrator Setting Balasan SMS Gateway. . 93
Gambar 4.49 Halaman Administrator Input Jadwal Poli... 93
Gambar 4.50 Halaman Administrator Input Jadwal Dokter... 94
Gambar 4.51 Halaman Administrator Laporan Data Pasien... 95
Gambar 4.52 Halaman Administrator Input Data Admin... 95
Lampiran 1 Surat Balasan Persetujuan Penelitian Lampiran 2 Surat Selesai Penelitian
Lampiran 3 Surat Uji Coba Program Lampiran 4 Pedoman Wawancara Lampiran 5 Pedoman Observasi Lampiran 6 Listing Program
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat dan maju. Diantaranya adalah internet dan Short Message Service (SMS) yang merupakan media komunikasi online yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Internet merupakan jaringan komputer global di seluruh dunia yang dapat memberikan informasi lebih cepat dan efisien kepada masyarakat. Selain itu dengan adanya internet, suatu instansi dapat menyampaikan informasi lebih lengkap dan menarik melalui website. Dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat setiap rumah sakit harus mempersiapkan diri agar pelayanan rekam medis dan pelayanan yang ada di rumah sakit menjadi cepat, akurat, relevan dan tepat waktu sehingga dapat meningkatkan kualitas rumah sakit.
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Di Indonesia BBKPM hanya ada tiga lokasi, yang pertama adalah BBKPM Bandung, BBKPM Surakarta dan BBKPM Makasar. BBKPM Surakarta sendiri memiliki wilayah kerja sebanyak sepuluh provinsi, diantaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
kesehatan paru. Pelayanan medis di BBKPM Surakarta antara lain Klinik Pasien Baru, Klinik Non TB, Klinik TB, Klinik Anak, Klinik MDR – TB, Klinik Eksekutif, Klinik Berhenti Merokok, Klinik PITC (Provider Initiated Testing and Counseling), Rehabilitasi paru (Fisioterapi), dan DOT Center. Salah satu cara meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pasien adalah dengan meningkatkan kualitas rekam medis. Unit rekam medis mempunyai beberapa bagian, salah satunya adalah Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Bagian tersebut merupakan tempat kontak pertama kali antara pasien dan petugas rumah sakit yang bertanggung jawab sebagai tempat menerima pasien rawat jalan, dan diharapkan dalam memberikan pelayanan harus cepat, dan mampu menciptakan lingkungan nyaman agar terhindar dari antrean yang lama.
Proses penerimaan pendaftaran pasien rawat jalan di BBKPM Surakarta dibagi menjadi dua, yaitu pasien baru dan pasien lama. Pada saat ini sistem pendaftaran yang berjalan di tempat pendaftaran pasien rawat jalan di BBKPM Surakarta sudah dilakukan secara komputerisasi. Setiap pasien datang identitas pasien langsung dimasukkan dalam komputer dan diproses oleh komputer saat itu juga untuk kemudian dihasilkan laporan atau informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Selama menggunakan sistem tersebut tidak banyak masalah yang dihadapi, namun pada saat pendaftaran pasien sering terjadi antrean yang tidak merata yang disebabkan karena
(International Organization for Standardization) di BBKPM Surakarta yaitu maksimal 10 menit.
Permasalahan yang lain yaitu informasi yang seharusnya diperoleh pasien sebelum sampai ke BBKPM Surakarta tidak dapat diketahui pasien. Misalnya, informasi jam buka pelayanan, jadwal dokter, persyaratan pasien jaminan. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk membangun sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan berbasis website dan SMS. Sistem informasi pendaftaran online dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan pendaftaran pasien. Sistem ini juga memudahkan pasien dari luar provinsi untuk mendaftarkan diri mereka secara online tanpa harus datang ke BBKPM Surakarta terlebih dahulu.
Berdasarkan uraian di atas, penulis mengajukan karya tulis ilmiah dengan judul “Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta”.
Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta?
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Membangun sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta yang dapat dilakukan melalui website dan SMS sehingga mempermudah pasien dalam mendaftar dan memperoleh informasi serta dapat dilakukan kapan saja dan darimana saja sehingga pasien tidak terlalu lama menunggu.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui alur dan prosedur pendaftaran pasien rawat jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.
b. Mengidentifikasi masalah pendaftaran pada tempat pendaftaran pasien rawat jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.
c. Membuat sistem informasi pendaftaran Online pasien rawat jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.
a. Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pembuatan sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan yang terdiri dari pendaftaran melalui website dan Short Message Service (SMS). b. Mengaplikasikan teori yang telah didapat selama perkuliahan dan
sebagai latihan bagi peneliti sebelum memasuki dunia kerja. 2. Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan dan pengembangan di Unit Rekam Medis khususnya di bagian pendaftaran pasien rawat jalan.
3. Akademik
Sebagai referensi bagi perpustakaan APIKES Citra Medika Surakarta demi perkembangan ilmu rekam medis dan bahan evaluasi bagi akademik terhadap pemahaman mahasiswa terhadap teori yang telah diberikan.
E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Lingkup Keilmuan
Lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah Ilmu Rekam Medik dan Informatika Kesehatan.
2. Lingkup Materi
Lingkup materi dalam penelitian ini adalah sistem informasi manajemen rumah sakit tentang Alur dan Prosedur Pendaftaran Pasien Rawat Jalan.
penerimaan atau pendaftaran pasien rawat jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.
4. Lingkup Metode
Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. 5. Lingkup Objek
Objek dalam penelitian ini adalah Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.
6. Lingkup waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2014.
F. Keaslian Penelitian
Dalam membuktikan keaslian penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) penulis memilih tiga judul Karya Tulis Ilmiah dibawah ini :
Tabel 1.1 Keaslian Penulisan
No Judul Karya
Tulis Ilmiah Oleh/Tahun
Lokasi Penelitian Variabel Yang Diteliti Metode Penelitian 1 Instaling and Implementing a Computer-based Patient Record System in Sub-Saharan Africa: The Mosoriot Medical Record System Joseph K. Rotich. PhD, Terry J, Hannan, MBBS, Faye E, Smith, MS, John Bil, et al., / 2003 Sub-Saharan Africa: Primary care health center in rural Kenya. A summary of the clinics visited, diagnoses made, drugprescrib ed, and tests performed. Survey with discriptive Analysis, Data Collecting with Observation and Interview. 6
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Berbasis Website di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten 2010.104 APIKES Citra Medika Surakarta 2013 diyah Delanggu Klaten Data Poliklinik, Data Diagnosis, Data Tindakan. Wawancara 3 Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Melalui Short Message Service di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Linda Widyaningru m / NIM 2010.026 APIKES Citra Medika Surakarta 2011 Rumah Sakit PKU Muhamma diyah Surakarta Tabel Pasien, Tabel Dokter, Tabel Poliklinik, Tabel Transaksi, Tabel Pendaftaran, Tabel SMS. Deskriptif, Observasi dan Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara kepada pihak BBKPM Surakarta, penelitian serupa tentang Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat belum pernah dilakukan di BBKPM Surakarta. Sebagai acuan keaslian penelitian penulis menggunakan tiga buah penelitian. Penelitian pertama berdasarkan Jurnal International of the America Medical Informatic Association (JAMIA), yang berjudul Instaling and Implementing a Computer-based Patient Record System in Sub-Saharan Africa: The Mosoriot Medical Record System. Pada penelitian ini variabel yang digunakan adalah kunjungan pasien, diagnosa pasien, obat yang diresepkan dan tes yang dilakukan pasien.
mengembangkan Sistem Rekam Medis Mosoriot (MMRS), sedangkan penelitian penulis bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan yang dapat dilakukan melalui website dan Short Message Service (SMS).
Penelitian kedua yaitu pada penelitian Arni Prastiwi (2013) yang berjudul “Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Berbasis Website di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten”. Penelitian Arni Prastiwi dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem pendaftaran pasien rawat jalan melalui website. Sistem ini dibuat menggunakan Adobe Dreamweaver CS5 dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Persamaan penelitian penulis dengan penelitian Arni Prastiwi (2013) adalah metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka, wawancara dan observasi. Persamaan yang lain yaitu bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Perbedaan penelitian penulis dengan penelitian Arni Prastiwi (2013) adalah penelitian penulis menambahkan sistem pendaftaran melalui Short Message Service (SMS) yang digabung dengan sistem informasi pendaftaran online pasien rawat jalan melalui website. Penelitian yang ketiga adalah penelitian Linda Widyaningum (2010) berjudul “Sistem Informasi Layanan Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Melalui Short Message Service di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta”. Penelitian Linda Widyaningrum bertujuan untuk mempermudah pasien lama
penelitian penulis. Persamaan penulis dengan penelitian Linda terletak pada objek penelitian yaitu TPPRJ. Sistem yang di kembangkan pada penelitian Linda (2010) yaitu sistem rawat jalan menggunakan Short Messagge Service (SMS) dan Visual basic 6.0 dengan database Ms. Access, sedangkan penelitian ini menggunakan Gammu sebagai alat utama membangun SMS Gateway dan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL.
G. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, lingkup penelitian, keaslian penelitian dan sistematika penelitian yang mengulas tentang awal dari sebuah penelitian yang berjudul “Sistem Informasi Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan di Balai Besar Kesehatan Masyarakat (BBKPM) Surakarta”.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi tentang teori-teori yang melandasi penelitian ini diantaranya rekam medis, Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan, sistem informasi manajemen rumah sakit, sistem basis data, desain sistem, website, webserver, XAMPP, SMS, PHP, MySQL, Gammu, kerangka teori, kerangka konsep sehingga penelitian ini
Pada bab ini membahas tentang metodologi penelitian yaitu tata cara melakukan penelitian dan cara pengumpulan data yang dibagi menjadi beberapa bagian antara lain jenis penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional, subyek dan obyek penelitian, instrument penelitian, sumber data, pengolahan data, analisa data dan metodologi pengembangan sistem.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas tentang hasil, pembahasan dan cara pengoperasian.
BAB V : PENUTUP
Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Rekam Medis
1. Pengertian Rekam Medis
Rekam medis merupakan bagian dari struktur organisasi rumah sakit yang mempunyai peran sangat penting dalam pengumpulan data, pengolahan data sampai penyajian informasi kesehatan. Berdasarkan PERMENKES No.55 tahun 2013, rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan yang dimaksudkan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, institusi kesehatan lainnya dan masyarakat. Rekam medis ini dibuat untuk tertib administrasi dirumah sakit yang merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Sedangkan menurut Rustiyanto (2010:17), rekam medis adalah siapa, apa, di mana, dan bagaimana perawatan pasien selama di rumah sakit, untuk melengkapi rekam medis harus memiliki data yang cukup tertulis dalam rangkaian kegiatan guna menghasilkan suatu diagnosis, jaminan, pengobatan dan hasil akhir.
2. Kegunaan Rekam Medis
3. Kegunaan rekam medis secara umum antara lain sebagai berikut (Rustiyanto, 2010:18) :
a. Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga ahlinya yang ikut ambil bagian di dalam memberikan pelayanan pengobatan, perawatan kepada pasien.
b. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.
c. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di rumah sakit.
d. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.
e. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
f. Menyediakan data-data khususnya yang sangat berguna untuk penelitian dan pendidikan.
g. Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien.
h. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan.
4. 5.
B. Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ)
C. Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan atau Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan disebut juga Loket Pendaftaran Rawat Jalan.
1. Pasien Baru
D. Setiap pasien baru diterima ditempat pendaftaran pasien akan diwawancarai oleh petugas guna mendapatkan informasi mengenai data identitas sosial pasien yang harus diisikan pada formulir ringkasan riwayat klinik.
E. Setiap pasien baru akan memperoleh nomor pasien yang akan digunakan sebagai kartu pengenal (kartu berobat), yang harus dibawa pada setiap kunjungan berikutnya ke rumah sakit yang sama, baik sebagai pasien berobat jalan maupun sebagai pasien rawat inap.
F. Pada rumah sakit yang telah menggunakan sistem komputerisasi identitas sosial pasien yang disertai nomor rekam medis pasien baru harus disimpan untuk dijadikan database pasien, sehingga sewaktu-waktu pasien berobat kembali ke rumah sakit maka data pasien tersebut akan mudah ditemukan dengan cepat. Data pada ringkasan riwayat klinik diantaranya berisi dokter penanggung jawab, poliklinik, nomor pasien, alamat lengkap, tempat tanggal lahir, umur dan jenis kelamin.
G. Setelah selesai dalam proses pendaftaran, pasien baru dipersilahkan untuk menuju poliklinik yang dituju dan petugas rekam medis mempersiapkan berkas rekam medisnya kemudian dikirim ke
poliklinik tujuan pasien. Setelah mendapatkan pelayanan yang cukup dari poliklinik, ada beberapa kemungkinan dari setiap pasien yaitu:
a. Pasien boleh langsung pulang.
b. Pasien diberi slip perjanjian oleh petugas poliklinik untuk datang kembali pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan.
c. Pasien dirujuk atau dikirim kerumah sakit yang lain. d. Pasien harus ke ruang perawatan.
H. Semua berkas rekam medis poliklinik yang telah selesai berobat harus kembali ke Instalasi Rekam Medis, kecuali pasien yang harus dirawat, rekam medisnya harus dikirim ke ruang perawatan.
2. Pasien Lama
I. Pendaftaran untuk pasien lama atau pasien yang pernah datang sebelumnya ke rumah sakit, maka pasien mendatangi ke tempat pendaftaran pasien lama atau ke tempat penerimaan pasien yang telah ditentukan.
J. Pasien lama ini dapat dibedakan:
a. Pasien yang datang dengan perjanjian.
b. Pasien yang datang tidak dengan perjanjian (atas kemauan sendiri).
K. Baik pasien dengan perjanjian maupun pasien yang datang atas kemauan sendiri, setelah membeli karcis, akan mendapatkan pelayanan di tempat pendaftaran. Pasien perjanjian akan langsung menuju poliklinik yang dituju karena rekam medisnya telah disiapkan oleh
petugas. Sedang untuk pasien yang datang atas kemauan sendiri bukan pasien perjanjian, harus menunggu sementara rekam medisnya dimintakan oleh petugas TPPRJ ke Instalasi Rekam Medis. Setelah berkas rekam medisnya ditemukan maka berkas rekam medis tersebut dikirim ke poliklinik oleh petugas, selanjutnya pasien akan mendapat pelayanan kesehatan di poliklinik yang dimaksud. (DEPKES, 2006:34)
L.
M.Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit 1. Sistem Informasi
N. Menurut O'Brian (2005) dalam Yakub (2012:17) sistem informasi (information system) merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Orang tergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik, perintah dan prosedur pemrosesan informasi, saluran telekomunikasi atau jaringan, dan data yang disimpan atau sumber daya data.
O. Menurut Jogiyanto (1999) dalam Yakub (2012:17) sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan data transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi serta menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem informasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang dibuat
oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk menyajikan informasi.
P. Berdasarkan komponen fisik penyusunnya, sistem informasi terdiri atas komponen berikut (Sutanta, 2011:16):
a. Perangkat keras (hardware) sebagai pendukung operasi pengolahan data seperti input/output device, memory, modem, pengolah (processor) dan periferal lainnya.
b. Perangkat lunak (software) untuk merancang dan pengolahan basis data seperti sistem operasi, bahasa pemrograman, dan program-program aplikasi.
c. Berkas basis data (file) merupakan sekumpulan data dalam basis data yang disimpan dengan cara-cara tertentu sehingga dapat digunakan kembali dengan mudah dan cepat.
d. Prosedur (procedure) meliputi prosedur pengoperasian untuk sistem informasi, manual, dan dokumen-dokumen yang memuat aturan-aturan yang berhubungan dengan sistem informasi dan lainnya.
e. Manusia (brainware) yang mempunyai peran penting dalam sistem tersebut, yaitu sebagai pemakai yang mempunyai fungsi sebagai perancang atau pengelola. Manusia yang terlibat meliputi operator, progammer, system analyst, manajer sistem informasi, manajer pada tingkat operasional, manajer pada tingkat manajerial, manajer pada tingkat strategis, teknisi, administrator basis data, serta individu yang terlibat didalamnya.
2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Q. Menurut McLeod (2004) dalam Yakub (2012:77) sistem informasi manajemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis computer yang menyediakan informasi berbasis komputer yang
menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa. Output informasi digunakan oleh manajer dalam perusahaan untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah.
R. Sedangkan menurut Rustiyanto (2011:26) Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM RS) yaitu suatu rangkaian kegiatan yang mencangkup semua pelayanan kesehatan rumah sakit disemua tingkatan administrasi yang dapat memberikan informasi kepada pengelola untuk proses manajemen yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi, dan analisa pelayanan kesehatan di rumah sakit.
S. Tujuan sistem informasi manajemen rumah sakit yaitu dapat memberikan informasi yang akurat, tepat waktu untuk pengambilan keputusan diseluruh tingkat administrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian (evaluasi) di rumah sakit. (Rustiyanto, 2010:16)
U. Sistem informasi manajemen rumah sakit terdiri dari 3 komponen yaitu (Rustiyanto, 2011:16) :
1. Input
a. Sumber data/informasi untuk menunjang upaya kesehatan dan manajemen kesehatan
b. Instrumen pencatatan data
c. Sumber daya (tenaga, biaya, fasilitas) untuk pengelolaan dan pemanfaatan data/informasi.
2. Process
a. Pengorganisasian dan tata kerja unit pengelolaan data/informasi termasuk aspek koordinasi, integrasi dan kerjasama antar unit pelayanan dan pengelola data (Unit Rekam Medis).
b. Pengoahan data/informasi rumah sakit. 3. Output
V. Pemanfaatan data/informasi untuk menunjang manajemen dan pengembangan kegiatan pelayanan kesehatan dirumah sakit. W. Sistem informasi manajemen rumah sakit memiliki beberapa manfaat, diantaranya (Rustiyanto, 2011:22) :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan.
X. Memberikan nilai tambah dengan meningkatkan : a. Efisiensi dan Kemudahan
b. Standar praktek kedokteran yang baik dan benar c. Dokumentasi yang Auditable dan Accountable
d. Mendukung pemasaran jasa rumah sakit ditinjau dari aspek mutu, kecepatan, kenyamanan, kepastian dan biaya
e. Medukung koordinasi antar bagian dalam rumah sakit
f. Meningkatkan akses dan pelayanan rumah sakit terhadap berbagai sumber daya dan meningkatnya profesionalisme dan kinerja manajemen rumah sakit.
2. Mengambil keputusan
Y. Dengan SIM, informasi yang disajikan bersifat real time, bahkan dapat membuat tabulasi dari informasi tersebut sehingga
informasi yang didapat sudah sangat spesifik sesuai dengan kebutuhan.
3. Menjadi fungsi kontrol yang konsisten
a. Budaya Kerja. Hal ini dimaksudkan bahwa SIM RS mensyaratkan kedisiplinan dalam pemasukan data, baik ketepatan waktu maupun kebenaran data.
b. Pemahaman sistem. Hal ini dimaksudkan bahwa petugas dapat memahami aliran data dengan mudah.
c. Mengurangi biaya administrasi. Hal ini dimaksudkan bahwa dengan SIM RS analisa cukup dilakukan di layar komputer, dan jika sudah benar baru datanya dicek. Hal ini menjadi penghematan yang cukup signifikan dalam jangka panjang.
Z. AA.
AB. Sistem Basis Data 1. Definisi Basis Data
AC. Basis data yaitu suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tidak perlu suatu kerangkapan data tetapi jika ada kerangkapan data harus seminimal mungkin dan terkontrol (controlled redudency), data dapat digunakan oleh satu atau lebih program-program aplikasi secara optimal, data dapat disimpan tanpa mengalami ketergantungan dengan program yang akan menggunakannya, dengan data yang disimpan sedemikian rupa maka proses penambahan, pengambilan, dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol (Sutanta, 2011:25).
AD. Manfaat Basis Data antara lain (Yakub, 2012:53):
a. Kecepatan dan kemudahan (Speed), pemanfaatan basis data memungkinkan untuk dapat menyimpan, mengubah, dan menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.
b. Efisiensi ruang penyimpanan (Space), dengan basis data efisiensi/optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan, karena penekanan jumlah redudensi data, baik dengan jumlah pengkodean atau dengan tabel-tabel yang saling berhubungan.
c. Keakuratan (Accuracy), pembetulan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe, domain dan keunikan data dapat diterapkan dalam sebuah basis data.
d. Ketersediaan (Availability), dapat memilah data utama/master, transaksi, data histori hingga data kadaluwarsa. Data yang jarang atau tidak digunakan lagi dapat diatur dari sistem basis data yang aktif.
e. Kelengkapan (Completeness), lengkap/tidaknya data dalam sebuah basis data bersifat relatif. Bila pemakai sudah menganggap sudah lengkap yang lain belum tentu sama.
f. Keamanan (Security), untuk menentukan siapa-siapa yang berhak menggunakan basis data beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.
g. Kebersamaan pemakai (Sharebility), basis data dapat digunakan oleh beberapa pemakai dan beberapa lokasi. Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung multiuser dapat memenuhi kebutuhan, akan tetapi harus menghindari inkonsistensi data.
2. Sistem Basis Data
AE. Menurut Sutanta (2011:32) sistem basis data dapat diartikan sebagai sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan satu sama lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem dengan didukung oleh komponen lainnya.
AF. Sedangakan menurut Martin (1975) dalam Sutanta (2011:32) istilah sistem basis data juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan sub sistem yang terdiri atas basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan mengolah basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem computer untuk mendukungnya.
AG. Tujuan utama sistem basis data adalah memberi pengguna pandangan abstrak suatu data. Pandangan abstrak berarti sistem menyembunyikan cara data sisimpan dan dirawat. Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling
berhubungan yang memungkinkan beberapa pemakai mengakses dan memanipulasi file-file tersebut (Yakub, 2012:53).
3. Hierarki Data
AH. Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun mulai dari yang sederhana hingga yang paling kompleks. (Sutanta, 2011:35) :
a. Sistem basis data merupakan sekumpulan subsistem yang terdiri atas basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan merancang basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer untuk mendukungnya.
b. Basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar-record dan rincian data terhadap obyek tertentu.
c. File merupakan sekumpulan record sejenis secara relasi yang tersimpan dalam media penyimpanan sekunder.
d. Record merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu.
e. Data item/field/atribut, merupakan unit terkecil yang disebut data, yaitu sekumpulan byte yang mempunyai makna.
f. Byte merupakan bagian terkecil yang dialamatkan dalam memori. g. Bit merupakan sistem biner yang terdiri atas dua macam nilai, yaitu 0
dan 1.
4. Database Management System (DBMS)
AI. Menurut Kristanto, (2008:81) manajemen sistem basis data (DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk memudahkan pekerjaan pengelolaan data. Dengan menyimpan data ke dalam suatu
DBMS, akan lebih mudah daripada menyimpannya ke dalam sekumpulan sistem file. DBMS dapat digunakan untuk mengolah data secara efisien. AJ. Sedangkan menurut Yakub (2012:55) DBMS merupakan kumpulan program aplikasi yang digunakan untuk membuat dan mengelola basis data. DBMS berisi suatu koleksi data dan satu set program untuk mengakses data. DBMS merupakan perangkat lunak (software) yang menentukan bagaimana data tersebut diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Perangkat lunak ini juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data bersama, dan konsistensi data. Perangkat lunak yang termasuk DBMS adalah Access, Ingres, MySQL, Oracle, PostgreSQL, Sybase.
AK. Keuntungan mengelola data menggunakan DBMS yaitu (Kristanto, 2008:81):
a. Kebebasan data dan akses yang efisien b. Mereduksi waktu pengembangan aplikasi c. Integritas dan keamanan data
d. Administrasi keseragaman data
e. Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
AL.
AM. Desain Sistem
AN. Desain sistem adalah suatu fase dimana diperlukan suatu keahlian perencanaan untuk elemen-elemen komputer yang akan menggunakan sistem baru. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam desain sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru. (Kristanto, 2008:61)
AO. Ada beberapa alat bantu yang digunakan dalam desain sistem yaitu : 1. Data Flow Diagram (DFD)
AP. Menurut Supardi (2013:13) DFD atau DAD (Diagram Aliran Data) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output).
AQ. Sedangkan menurut Kristanto (2008:61) DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses yang mentransformasikan data. DFD menunjukkan hubungan antara data pada sistem dan proses pada sistem.
AR. DFD memiliki beberapa notasi atau simbol yang dikembangkan oleh Edward Yourdon dan Tom De Marco yaitu sebagai berikut (Supardi, 2013:8) :
AS. Tabel 2.1 Notasi/Simbol DFD AT.
AU. Notasi AV.Keterangan
AW. AX. AY.
AZ. Proses (Process) atau Fungsi (Function) atau prosedur (Procedure). Pada pemrograman terstruktur, notasi inilah yang harusnya menjadi fungsi atau prosedur di dalam kode pragram catatan, catatan, nama proses biasanya berupa kata kerja.
BA. BB. BC.
BD. BE. BF.
BG. File atau basis data atau
penyimpanan (Storage) pada pemrograman terstruktur notasi inilah yang harusnya menjadi tabel-tabel basis data yang dibutuhkan. Tabel-tabel ini harus sesuai dengan ERD (Entity Relationship Diagram), CDM (Conceptual Data Model), PDM (Physical Data Model).
BH. Catatan : Nama penyimpanan biasanya berupa kata benda.
BJ. BK. Entitas luar (external entity) atau masukan (input) atau keluaran (output) atau orang yang memakai/berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan.
BL. BM. Aliran data merupakan data yang dikirim antar proses penyimpanan ke proses, atau dari proses ke masukan (input) atau keluaran (output).
BN. Catatan : Nama yang digunakan pada aliran data biasanya berupa kata benda, dapat diawali dengan kata data. Misalnya “data Pasien” atau “Pasien”.
BO.
2. Diagram Konteks (Context Diagram)
BP. Diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entiti luar, masukan dan keluaran dari sistem. Diagram konteks dipresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem (Kristanto, 2008:70).
3. Spesifikasi Proses (Process Spesificcation)
BQ. Spesifikasi proses adalah suatu pendeskripsian proses yang terjadi pada level paling dasar dalam DFD. Selain itu dalam spesifikasi proses ada bagian yang harus dilakukan ketika masukan diubah menjadi keluaran.
BR.
BS. Spesifikasi proses dibedakan menjadi 4 macam yaitu (Kristanto, 2008:73):
a. Bentuk naratif
BT.Bentuk naratif adalah bentuk yang paling sederhana karena menggunakan kalimat-kalimat yang singkat tetapi jelas penggunaannya.
b. Algoritma singkat
BU. Algoritma adalah pola pikir yang terstruktur yang berisi tahap-tahap penyelesaian suatu masalah yang akan diimplementasikan kedalam suatu bahasa pemrograman. Istilah yang digunkan dalam algoritma adalah IF, THEN, WHILE...DO, CASE...DO.
c. Penekanan pada user interface
BV. Spesifikasi proses yang berorientasikan pada user interface sehingga tampilan yang mudah dimengerti dan jelas. Ada 4 bentuk spesifikasi proses yang berorientasi pada user interface yaitu (Kristanto, 2008:74):
1) Data Entry
BW. Jenis data entry harus mendeskripsikan beberapa hal diantaranya bentuk tampilan layar, tempat penyimpanan, perintah yang bisa berupa perwakilan dari salah satu tombol keyboard, validasi setiap item data.
2) Report
BY. Report harus mendeskripsikan beberapa hal diantaranya bentuk keluaran yang dicetak, bentuk tampilan layar, perintah, sumber data, proses awal yang mendeskripsikan proses yang harus dilakukan sebelum laporan dicetak.
3) Data Processing
BZ. Data processing ini hanya mendeskripsikan proses yang harus dilakukan. Tampilan layar tidak perlu dideskripsikan karena hanya berupa tampilan yang menunjukkan kemajuan proses. Kecuali apabila proses tersebut membutuhkan data masukan, maka tampilan yang muncul dilayar harus dideskripsikan. (Kristanto, 2008:75)
4. Bagan Alir (Flowchart)
CA. Flowchart adalah diagram alur yang sering digunakan sistem analis dalam membuat atau menggambarkan logika program. Namun, flowchart juga dapat menggambarkan jalannya sistem.
CB. Jenis-jenis Flowchart terdiri atas (Supardi, 2013:51) : a. Bagan alir sistem (System Flowchat)
CC. System flowchart adalah Bagan alir sistem yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.
CE. Bagan alir sistem digambarkan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut (Supardi, 2013:51):
CF. Tabel 2.2 Simbol Bagan Alir Sistem
CG. Simbol CH. Arti
CI. CJ.
CK. Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau komputer
CL. CM. Pr Menunjukkan pekerjaan manual CN.
CO. CP. Pr Proses yang dilakukan oleh komputer CQ.
CR. CS. Menandakan dokumen yang
diarsipkan
CT. (arsip manual)
CU. CV. Data penyimpanan (data storage)
CW. CX. Menunjukkan input atau output yang menggunakan pita magnetik
CY. CZ. Menunjukkan input atau output menggunakan hard disk.
DA. DB. Menunjukkan input atau output menggunakan diskette
DC. DD. Menunjukkan input atau output menggunakan drum magnetik
DE. DF. Menunjukkan input atau output menggunakan pita kertas berlubang
DG. DH. Layar peraga (monitor)
DI.
DJ. DK. Pemasukan data secara manual
DL. DM. Dokumen Proses manual Proses Arsip Data storage Pita magnetik Hard disk diskette Drum magnetik Pita kertas berlubang Display/ monitor Manual input
b. Bagan alir dokumen (Document Flowchart)
DN.Bagan alir dokumen merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan bagan alir sistem.
c. Bagan alir skematik (Schematic Flowchart)
DO.Bagan alir skematik merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. d. Bagan alir progam (Progam Flowchart)
DP.Bagan alir progam merupakan bagan alir yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses progam. Bagan alir progam dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut (Supardi, 2013:58) :
DQ. Tabel 2.3 Simbol Bagan Alir Program
DR.Simbol DS.Arti
DT.
DU. DV.atau outputDigunakan untuk mewakili data input
DW.
DX.
DY. Garis alir DZ.EA.Pr Menunjukkan arus dari proses
EB. EC. Pr Digunakan untuk mewakili suatu proses.
ED.
EE. EF.Simbol keputusan digunakan untuk suatu penyeleksian kondisi didalam progam.
EG. EH. Simbol proses terdefinisi digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditujukan di tempat lain.
Input atau output
Dilanjutkan ke halaman berikutnya
Proses
Lanjutan Tabel 2.4 Simbol Bagan Alir Program
Keputusan
Proses terdefinisi
EI. EJ.Simbol titik terminal digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses.
EK. EL. Simbol penghubung digunakan untuk menunjukkan hubungan arus proses yang terputus masih dalam halaman yang sama
EM.
e. Bagan alir proses (Process Flowchart)
EN.Bagan alir proses merupakan bagan alir yang banyak digunakan diteknik industri. Bagan alir ini jugan berguna bagi analisis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.
EO. Bagan alir proses menggunakan simbol-simbol sebagai berikut (Supardi, 2013:61):
EP. Tabel 2.4 Simbol Bagan Alir Proses EQ.
ER. Simbol ES.Arti
ET. EU. Menunjukkan suatu proses.
EV. EW. Menunjukkan suatu pemindahan.
EX. EY.Menunjukkan suatau simpanan.
EZ.
FA.
FB.Menunjukkan suatu penundaan.
FC.
FD.Menunjukkan suatu inspeksi.
FE. FF.
Titik terminal
1 1 Memeriksa Dokter Pasien M 1 Melayani Pasien Rumah Sakit
4. Entity Relationship Diagram
FG. Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpanan dalam DFD. ERD dapat menerangkan dan mengetahui data apa yang diperlukan serta hubungan antara data satu dengan data yang lain.
FH. Dalam hubungan antar Entity Relationship Diagram (ERD) relasi yang terjadi antara 3 file adalah sebagai berikut (Supardi, 2013:16) :
a. Satu ke Satu (One to one)
FI. Entity yang berhubungan tepat maksimal satu masing-masing entity, dan sebaliknya.
FJ.
FK.
FL.
FM. Gambar 2.1 Hubungan entity satu ke satu (Supardi, 2013:16)
b. Satu ke Banyak atau Banyak ke Satu (One to Many/Many to One) FN. Entity yang berhubungan maksimal satu ke maksimal banyak entity, dan sebaliknya.
FO. FP.
FQ.
FR. Gambar 2.2 Hubungan entity satu ke banyak (Supardi, 2013:17)
M M
Memeriksa Pasien
Dokter
c. Banyak ke Banyak (Many to Many)
FT. Entity yang berhubungan maksimal satu ke maksimal banyak entity, dan maksimal satu ke maksimal banyak.
FU. FV.
FW. Gambar 2.3 Hubungan entity banyak ke banyak (Supardi, 2013:17)
FX.
F. Website
FY. Menurut Putri (2012:1) Website adalah World Wide Web yang disimpan dalam file yang berbeda-beda sebagai halaman website yang menyediakan segala informasi yang dapat diakses secara gratis. Tidak hanya memperoleh informasi teks tetapi juga gambar, video, dan suara.
FZ. Web pada dasarnya memiliki sifat statis dan dinamis. Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply, dll. Untuk dapat mengakses website harus diperlukan koneksi internet. Internet adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. (Putri, 2012:1)
GA. Web server adalah suatu program komputer yang mempunyai tanggung jawab atau tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien, yang dikenal dengan nama web browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek terkait seperti gambar, dan lain-lain. Untuk dapat menjalankan PHP yang disertai database MySQL dapat digunakan dua jenis web server yaitu online mode dan offline mode. Online adalah terhubung/terkoneksi, aktif dan siap untuk operasi, dan dapat berkomunikasi dengan device lain. Biasanya menggunakan jaringan internet. Sedangkan offline adalah kebalikan dari online, yaitu tidak terhubung/terkoneksi dengan jaringan Internet.
GB. Pada Online mode, agar website dapat diakses web browser, selain komputer server, yang harus dipersiapkan adalah Nama domain dan web hosting serta koneksi internet yang memadai untuk mengelolanya sehingga harus keluar biaya ekstra terlebih dahulu. Domain atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengenali sebuah situs, atau dengan kata lain nama domain adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website di internet. Web hosting adalah ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lainnya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website.
GC. Sedangkan pada Offline mode yang dipersiapkan cukup komputer dan beberapa software untuk membuat web server lokal atau localhost. Pada cara kedua ini komputer PC akan dibuat menjadi web server lokal atau localhost sehingga dapat belajar dan mengelola website secara optimal sebelum benar-benar meng-upload-nya ke web server internet.
GD. Ada beberapa jenis software untuk membangun web server lokal atau localhost yang support sistem operasi Windows diantaranya adalah WampServer, XAMPP, AppServ, PHP Triad, Vertrigo. Software tersebut merupakan gabungan dari PHP, MySQL database dan Apache. Semuanya memiliki fungsi dan kemampuan yang sama untuk membangun sebuah web server lokal pada komputer PC. (Madcoms, 2013:311)
GE.
H. XAMPP
GF. Menurut Kasiman (2010) dalam Nazrul (2013:7) XAMPP adalah sebuah paket web server yang gratis dan open source cross platform yang di dalamnya terdapat Apache HTTP Server, MySQL Database dan interpreter untuk script yang ditulis dalam bahasa pemograman PHP dan Perl.
GG. Fungsi XAMPP adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General
Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.
GH.
I. Short Message Service (SMS)
GI. Menurut Wiharto (2011:2) Short Message Service (SMS) merupakan sebuah layanan yang banyak diaplikasikan pada sistem komunikasi tanpa kabel, memungkinkan dilakukannya pengiriman pesan dalam bentuk teks. SMS didukung oleh GSM (Global System For Mobile Communication), TDMA (Time Division Multiple Access), CDMA (Code Division Multiple Access) yang berbasis pada telepon seluler yang saat ini banyak digunakan. Short Message Service. SMS adalah merupakan salah satu layanan pesan teks yang dikembangkan dan distandarisasi oleh suatu badan yang bernama ETSI (European Telecommunication Standards Institut) sebagian dari pengembangan GSM (Global System for Mobile Communication). Fitur SMS ini memungkinkan perangkat Stasiun Seluler Digital (Digital Cellular Terminal) seperti ponsel untuk dapat mengirim dan menerima pesan-pesan teks dengan panjang sampai dengan 160 karakter melalui jaringan GSM.
GJ. SMS dapat dikirimkan ke perangkat stasiun seluler digital lainnya hanya dalam beberapa detik selama berada pada jangkauan pelayanan GSM. Lebih dari sekedar pengiriman pesan biasa, layanan SMS memberikan garansi SMS akan sampai pada tujuan meskipun perangkat yang dituju sedang tidak aktif yang dapat disebabkan karena sedang dalam kondisi mati atau berada di luar jangkauan layanan GSM. Dengan adanya feature seperti ini maka layanan SMS juga cocok untuk dikembangkan sebagai aplikasi-aplikasi seperti: pager,
e-mail, dan notifikasi voice mail, serta layanan pesan banyak pemakai (multiple user). Namun pengembangan aplikasi tersebut masih bergantung pada tingkat layanan yang disediakan oleh operator jaringan. (Wiharto, 2011:2) GK. Karakteristik utama SMS merupakan sebuah sistem pengiriman data dalam paket yang bersifat out-of-band dengan bandwith kecil. Dengan karakteristik ini, pengiriman suatu burst data yang sangat pendek dapat dilakukan dengan efisiensi yang sangat tinggi. Keuntungan SMS Pada tingkat minimum keuntungan yang dapat diberikan oleh SMS bagi pemakai meliputi pengiriman notifikasi dan peringatan (alert), penyampaian pesan SMS yang terjamin, handal, mekanisme komunikasi dengan biaya rendah, kemampuan untuk menyaring pesan SMS dan menanggapi panggilan secara selektif sehingga meningkatnya produktifitas customer. Untuk fungsionalitas yang lebih canggih, SMS memberikan beberapa keuntungan tambahan bagi user yaitu pengiriman pesan SMS ke beberapa user sekaligus dalam waktu yang bersamaan, kemampuan menerima informasi yang beragam, dan integrasi dengan aplikasi lain yang berbasis internet dan data. (Wiharto, 2011:2)
GL. Menurut Rumagit dkk (2012:1) SMS gateway adalah suatu platform yang menyediakan mekanisme untuk menghantar dan menerima SMS dari peralatan mobile (HP, PDA phone, modem dial-up) melalui SMS gateway shortcode. SMS gateway membolehkan untuk berkomunikasi dengan telco smsc (telkomsel, indosat, dll) atau SMS platform untuk menghantar dan menerima pesan SMS dengan sangat mudah, karena SMS gateway akan melakukan semua proses dan koneksi dengan telco. SMS gateway juga menyediakan interface yang mudah dan standar. Berbagai aplikasi website
yang telah banyak menggunakan SMS (Misalnya free SMS, pendaftaran, konfirmasi melalui SMS, aplikasi perkantoran, dsb.
GM. Telco smsc akan menghantar pesan (SMS) tersebut kepada perusahaan SMS gateway (sesuai dengan nomor yang telah disewa) dengan menggunakan protokol yang khusus dan berdasarkan keyword yang telah dituliskan pada SMS, maka sistem SMS gateway akan menghantar SMS tersebut ke URL yang telah ditentukan biasanya telah ditentukan regulasi biayanya (microcharging mechanism). Suatu perusahaan SMS gateway biasanya support untuk pesan yang berupa teks, unicode character, dan juga smart messaging (ringtone, picture message, logo operator, dll). (Rumagit dkk, 2012:1)
GN.
J. PHP
GO. PHP merupakan singkatan dari "Hypertext Preprocessor". Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (situs personal) dan PHP itu sendiri pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, dan pada saat PHP masih bernama Fl (Form Interpreter), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode knber tersebut untuk umum. PHP adalah sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaksnya mirip dengan bahasa pemrograman C, Java, ASP dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik dan mudah dimengerti.
GP. PHP digunakan untuk membuat tampilan web menjadi lebih dinamis, selain itu dapat menampilkan atau menjalankan beberapa file dalam satu file
dengan cara di-include atau require. PHP itu sendiri sudah dapat berinteraksi dengan beberapa database walaupun dengan kelengkapan yang berbeda, yaitu seperti: DBM, FilePro (Personic, Inc), Informix, Ingres, InterBase, Microsoft Access, MSSQL, MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan Sybase. (Madcoms, 2013:309)
GQ.
K. MySQL
GR. Penyimpanan data yang fleksibel dan cepat aksesnya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis. Database sendiri berfungsi sebagai penampung data yang di-input-kan melalui form website. Selain itu dapat juga di balik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database ke dalam halaman website. Jenis database yang sangat popular dan digunakan pada banyak website di internet sebagai bank data adalah MySQL. MySQL menggunakan SQL dan bersifat fratis, selain itu MySQL dapat berjalan di berbagai platform, antara lain Linux, Windows dan sebagainya.
GS. Sebagai contoh, jika ingin memberikan fasilitas kepada pengunjung website untuk mengisi sebuah form buku tamu, maka dapat menampung data dalam buku tamu tersebut dalam sebuah database. Contoh lain adalah jika ingin menampilkan artikel yang dinamis dan mudah untuk di-update, artikel dapat disimpan dalam sebuah database dan menampilkannya dalam halaman web. (Madcoms, 2013:339)
GT. Gammu merupakan salah satu modul SMS Gateway. Saat ini terdapat banyak jenis modul SMS Gateway yang terdapat di internet, mulai dari Gnooki, Kanal, dll. Selain mudah penggunaannya, perangkat modem yang support juga telah banyak. Modem yang lebih cocok untuk dijadikan SMS Gateway dengan software gammu antara lain modem GSM (Global System for Mobile Communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Salah satu database yang di support Gammu adalah MySQL. Namun selain MySQL, Gammu juga dapat berjalan di database lainya seperti SQL server, Oracle, dll, namun penggunaan database tentunya harus menggunakan program tambahan. GU. Gammu merupakan salah satu modul SMS Gateway yang tidak berbayar, selain itu Gammu juga bukanlah aplikasi jadi, tapi merupakan modul yang bisa di gabungkan dengan bahasa pemrogaman apa saja. Beberapa bahasa pemrogaman yang kompatibel dengan Gammu adalah, PHP dan ASP untuk webbased, dan untuk desktop apps bisa menggunakan Visual Basic, Delphi, C, Perl, Java, dll. Gammu pun dapat berjalan dalam Shell, bila menggunakan sistem operasi berbasis Linux/Unix, dengan menggunakan sedikit tambahan perintah dalam pemrogaman shell, maka gammu dapat kita maksimalkan pengguanaanya. (Rumagit dkk, 2012:2)
M. Kerangka Teori
GW.
GX. GY.
GZ.Gambar 2.4 Kerangka Teori Pendaftaran Rawat Jalan (Shofari, 2002)
N. Kerangka Konsep HA.
HB. Gambar 2.5 Alur Kerangka Konsep Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan
HC.Keterangan gambar:
HD. Dari alur kerangka konsep diatas dapat dijelaskan konsep perancangan sistem informasi pendaftaran online rawat jalan yang terdiri dari dua cara, yaitu:
1. Pendaftaran online pasien rawat jalan melalui website
HE. Pada pendaftaran melalui website dibutuhkan komponen berupa pasien, website, dan database. Pasien yang sudah mendaftar akan
diproses oleh website dan disimpan di database, selanjutnya website memberi balasan ke email dan nomor HP pasien sesuai format yang telah ditentukan. Database sebagai tempat penyimpanan data hasil pengolahan dari sistem pendaftaran melalui website selanjutnya akan diproses di komputer TPPRJ online.
2. Pendaftaran online rawat jalan melalui SMS
HG. Pada pendaftaran melalui SMS dibutuhkan komponen berupa pasien, Modem GSM, PC Server SMS, kabel data, dan database. Modem GSM bertugas menerima dan mengirimkan SMS, Modem GSM dihubungkan dengan PC server SMS yang memiliki program aplikasi SMS. PC server SMS berfungsi sebagai pemroses SMS yang diterima oleh modem GSM untuk kemudian disimpan dalam database. SMS yang diterima oleh modem GSM akan diproses oleh PC server SMS kemudian dialirkan ke database dan dikembalkan lagi ke PC server SMS dan memerintahkan modem GSM untuk mengirimkan informasi dan data sesuai format yang ditentukan PC server SMS. Database sebagai tempat penyimpanan data hasil pengolahan dari pendaftaran melalui SMS selanjutnya akan diproses di komputer TPPRJ online.