• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Isi 3. SURAT PEMBACA 6. FOKUS. 22. OPINI Profesionalisme Perwira Dalam Sendi-Sendi Dasar Kehidupan Prajurit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Daftar Isi 3. SURAT PEMBACA 6. FOKUS. 22. OPINI Profesionalisme Perwira Dalam Sendi-Sendi Dasar Kehidupan Prajurit"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

22. OPINI

Profesionalisme Perwira Dalam Sendi-Sendi Dasar Kehidupan Prajurit

24. SOSOK

* Sariyati, Wartawan Bernas yang Bersuamikan Prajurit

Wartawan dan TNI Saling Melengkapi * Ina, Memaksimalkan Proses Kuliah

27. LENSA & PERISTIWA

31. RAGAM

*

**

** Presiden RI Pimpin Penanaman 1 Milyar Pohon * Mari Memerangi Insible Hand

* Peringatan HUT Korpri

* TNI Ditargetkan Jadi 10 Terbaik di Dunia

36. BERITA SATUAN

49. SELINGAN

“ SUARA DARI KEABADIAN “

50. RUANG PERSIT

* Kebersamaan Harus Dibarengi Kepedulian * Persit KCK Silaturahim ke Panti Asuhan * Anggota Persit Harus Dukung Suami

52. TIPS & TRIK

Cara Menghilangkan Noda Bandel di Pakaian

53. PENERANGAN PASUKAN

Hindari Kesalahpahaman TNI Polri

54. TTS

Cover : Demonstrasi Yong Moodo pada peringatan HUT Brimob ke 69

Foto : Bambang Subi

Daftar Isi

Daftar Isi

3.

SURAT PEMBACA

6.

FOKUS

* Pangdam IV/Diponegoro :Pangdam IV/Diponegoro :Pangdam IV/Diponegoro :Pangdam IV/Diponegoro :Pangdam IV/Diponegoro :

Keluarga Harta Kekayaan Luar Biasa * Karya Bhakti TNI Bentuk Nyata Tingkatkan

Kesejahteraan Masyarakat * Serbuan Teritorial

Menyatukan TNI dan Rakyat, Membangun Negeri

12. GD UTAMA

* KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo :

Pemuda Sebagai Agen Perubahan Dalam Menghadapi Proxy War

16. BINSAT

* Pembekalan CPNS TNI AD Kodam IV/Diponegoro * Upacara Pembukaan Latihan Taktis

18. OPSLAT

* Pangkostrad Membuka Latihan Bersama Safkar Indopura

* Batalyon Zipur 4/TK

Juara Lomba Peleton Tangkas Kodam IV/ Diponegoro

* Pengendalian Vektor Malaria

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider * Prajurit 400/Raider Ikut Laksanakan

Pembinaan Teritorial di Papua

21. BINTRAKOR

Perhubungan TNI AD Senantiasa Memberikan Yang Terbaik

(3)

Pelindung :

Pangdam IV/Diponegoro

Pembina :

Kasdam IV/Diponegoro

Penasehat :

Irdam IV/Diponegoro, Para Asisten dan Staf Ahli Pangdam IV/Diponegoro

Pimp. Red / Penanggung Jawab :

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Elphis Rudy

Wapimred :

Waka Pendam IV/Diponegoro Letkol Arm Hery Purwanto

Redaktur Pelaksana :

Mayor Inf Ir. Susanto, M. Si Mayor Inf Suyadi Mayor Inf Mochklisin Mayor Inf Moh Rais, S.Sos Mayor Cpm M. Yudi Irawan

Sekretaris :

Dra. Mulyani Susilowati, M. Si

Staf Redaksi :

Kapten Inf Agus Supriyadi Kapten Inf Mulyadi

Kapten Caj (K) Santi Kristiyani, S.Pd. Kapten Inf Suparno

Kapten Chk Suparmin

Kapten Ctp Eko Wibowo, S.Si. M.Sc. Kapten Chb Mujiono

Kapten Caj (K) Irene Rena Saputri S.Psi Sri Rosana, SH

Sri Rahayu, S.Sos

Redaktur Foto :

Lettu Inf M.Ardiansyah Sertu Bambang Cipto, Sertu Suhari

Sertu Bintarto, Budi Widayanto, Tri Heriyadi

Bendahara : Dra. Sih Ratnawati

Tata Usaha :

Djumiati, Sri Robiyati, Suratno

Design :

Yosep, Hariyanto, Cucut, Roso

Distribusi :

Mayor Inf Rudiyanto, S.Pd Rison Binartoko Advertising : Supriyono Kontributor : Penrem 071/WK, Penrem 072/Pmk, Penrem 073/Mkt, Penrem 074/Wrt Alamat Redaksi :

Pendam IV/Diponegoro,Jl. Perintis Kemerdekaan, Watugong, Semarang

Telp. (024) 7479609 (hunting) Fax. (024) 7479609

e-mail : [email protected]

Percetakan : CV. LONTAR MEDIA (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

Dari Redaksi

Redaksi menerima tulisan baik berupa : artikel, laporan, berita atau foto, kartun dan karikatur terutama yang berkaitan dengan kemanunggalan

TNI dan rakyat, redaksi berhak untuk menyunting naskah. Kiriman naskah paling lambat tanggal 15 setiap edisinya.

Pembaca GD yang terhormat

Detik demi detik berganti dalam jam, jam berganti hari, hari pun beralih ke bulan, menghantarkan kita di penghujung tahun 2014. Pengabdian kita terus berjalan seiring dengan tuntutan tugas dan tanggungjawab.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu P urwiyono dalam pengarahannya kepada prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro mengatakan selain mengabdi kepada nusa dan bangsa, prajurit dan PNS Kodam IV/ Diponegoro juga harus selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga sebab keluarga merupakan harta kekayaan yang luar biasa.

Pangdam juga mengingatkan bahwa K odam IV/Diponegoro merupakan kodam panutan karenanya segenap anggota harus dapat menjaga dan membawa nama baik Kodam IV/Diponegoro.

Pembaca yang berbahagia,

Selain itu, pada Rubrik Fokus juga dapat disimak informasi tentang serbuan teritorial yang saat ini sedang digencarkan oleh aparat teritorial sebagai salah satu metoda dalam pelaksanaan pembinaan teritorial. Pada bagian ini diulas tentang apa yang dimaksudkan dengan serbuan teritorial dan bagaimana wujud pelaksanaan dari serbuan teritorial tersebut.

Selanjutnya dalam berbagai kesempatan, Panglima TNI Jenderal TNI DR Moeldoko menyampaikan tentang tantangan Bangsa Indonesia saat ini yaitu berupa proxy war, perang yang menggunakan pihak ketiga. Untuk itu diperlukan kewaspadaaan semua pihak agar tidak mudah terhasut atau terpengaruh oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Salah satu yang dilakukan dengan menggandeng para mahasiswa sebagai generasi muda untuk mengikuti pembekalan bela agar tumbuh rasa cinta kepada bangsa. Bagaimana ulasan proxy war ini dapat disimak di Rubrik GD Utama.

Informasi lain dapat disimak diantaranya pemberangkatan Yonif 400/ Raider ke daerah Pamtas Papua, kegiatan pencabutan paku di pohon yang serentak dilakukan di Jateng, upacara Hari Pahlawan, kegiatan HUT Korpri yang dilaksanakan Korpri TNI Jateng dan Korpri Kodam IV/Diponegoro.

Kemudian, berbagai kegiatan Kodam dan Satuan jajaran Korem, Kodim, Koramil ditampilkan pada Rubrik Berita Satuan, Opslat, Binsat, Bintrakor, Ruang Persit, Surat Pembaca, TTS dan Lensa Peristiwa.

Tidak lupa Redaksi mengucapkan terima kasih kepada para kontributor di daerah yang menunjukkan antusiasme sehingga dari hari ke hari semakin banyak. Namun karena keterbatasn tempat/ruang yang ada, Redaksi minta maaf harus memilihnya dengan sangat selektif. Jumlah pengiriman artikel dapat dilihat melalui rekapilutasi. Redaksi juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan demi kesinambungan majalah GD. (Redaksi) 1. Kodam IV/Diponegoro 2. Mabesad 3. Pusterad 4. Pusdikter 5. Kapuspen TNI 6. Gubernur Jateng 7. Kapolda Jateng 8. Pangdam I /BB 9. Pangdam II/Sriwijaya 10. Pangdam III/Siliwangi 11. Pangdam V/Brawijaya 12. Pangdam VI/Tanjungpura 13. Pangdam VII/Wirabuana 14. Pangdam IX/Udayana 15. Pangdam XVI/Patimura 16. Pangdam XVII/Trikora 17. Pangdam Jaya

18. Pangdam Iskandar Muda 19. Yayasan Kar tika Jaya 20. Radio Gajah Mada Smg

Distribusi Majalah Gema Diponegoro

SURAT PEMBACA

TNI dan Masyarakat, Bersatulah !

Saya merasa prihatin membaca berita di koran tentang pengeroyokan seorang anggota TNI oleh beberapa orang. Kejadian tersebut disinyalir dipicu oleh masalah utang piutang yang tidak begitu besar. Kejadian ini tentunya menjadi perhatian kita bersama untuk menciptakan kebersamaan TNI dengan rakyat.

Terlepas dari siapa yang benar atau salah, seharusnya kejadian pengeroyokan itu tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak lebih sabar dan bersikap bijaksana. Kita seharusnya bisa lebih dewasa dalam menyikapi setiap persoalan. Hati boleh panas, tapi kepala tetap dingin, sehingga bisa berpikir jernih dan tidak ngawur. Saya sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap ini yang terakhir. TNI dan rakyat saling membutuhkan. TNI butuh rakyat untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, dan rakyat butuh TNI untuk melindungi dari ancaman, gangguan baik dari luar maupun dalam negeri. Saya berharap kejadian pengeroyokan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu hubungan baik TNI dan rakyat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Saya juga menghimbau agar kita lebih sabar dan mengutamakan cara kekeluargaan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. (Sulis)

BANGGA DAN OPTIMIS DENGAN KEKUATAN TNI

Hari ulang tahun ke-69 TNI kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian acara mulai dari aksi penyelamatan lingkungan dengan pembuatan jutaan biopori dan penghijauan, aksi sosial dengan donor darah dan pengobatan massal, pelestarian budaya daerah dengan pagelaran kesenian, gowes serentak se-Indonesia bersama rakyat juga ditampilkannya secara besar-besaran kekuatan militer TNI dengan parade alutsista yang diselenggarakan di Surabaya. Tak heran beberapa rekor Muri disabet oleh TNI dalam rangkaian pelaksanaan peringatan HUT TNI ini.

Atraksi yang menampilkan kekuatan darat, laut dan udara ini cukup membuat saya terkagum-kagum ketika tiga matra berkolaborasi membebaskan tawanan pada saat yang bersamaan. Ada sekitar 592 alutsista dari AD, AL dan AU yang unjuk kekuatan bahkan ada aksi terjun payung dengan kekuatan 3000 prajurit. Di sana ditampilkan berbagai jenis terbaru dari alat perang antara lain sekitar 239 pesawat udara, 42 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), 149 Kendaraan Tempur dari berbagai jenis dan peralatan tempur terbaru lainnya.

Kekuatan pertahanan TNI semakin lengkap dengan demo udara Fly pass, serangan udara, penerjunan pasukan dan air cover yang terlihat sempurna. Ini merupakan satu bukti bahwa reformasi yang telah dilakukan TNI selama ini ternyata bukanlah isapan jempol semata. Dengan melihat kemampuan dan penampilan TNI yang sedemikian hebat saya sangat bangga dan optimis bahwa kekuatan TNI akan mampu menyamai kekuatan militer negara-negara maju lain.

Saya berharap HUT terbesar sepanjang sejarah TNI ini dapat menjadi momentum guna meningkatkan profesionalisme dan disiplin serta semangat juang prajurit TNI dalam mengamankan dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Sejalan dengan komitmen TNI untuk fokus dan mengembalikan fungsi utamanya pada pertahanan. (els)

SURAT PEMBACA

November 2014 XVIII 215 Gema DIPONEGORO

5

Terima Kasih Kami Diangkut Truk TNI Polri

Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi mulai tanggal 18 November 2014. Keputusan ini diambil tentunya setelah mempertimbangkan banyak hal demi kebaikan banyak orang, meskipun dianggap tidak pro rakyat.

Banyak yang menentang keputusan pemerintah yang dianggap memberatkan masyarakat ini. Demo digelar untuk menyatakan ketidaksetujuan masyarakat terhadap naiknya harga BBM bersubsidi, baik sebelum maupun setelah pengumuman resmi dari pemerintah. Reaksi lainnya adalah banyaknya armada transportasi di berbagai tempat yang melakukan aksi mogok beroperasi. Tentu saja aksi ini mengakibatkan terlantarnya calon penumpang, seperti anak sekolah, buruh pabrik, maupun pegawai kantoran, yang tiap harinya menggunakan fasilitas angkutan umum.

Untunglah pada saat transportasi umum seperti bis dan angkot mogok massal, pihak TNI dan Polri berinisiatif membantu dengan mengangkut para pengguna angkutan umum menggunakan truk maupun bis, dan mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Tentunya ini sangat membantu masyarakat karena dapat ke sekolah maupun kantor, dan gratis pula. Kami sangat ber terima kasih atas prakarsa bapak-bapak tentara dan polisi yang telah membantu masyarakat ketika ada kesulitan. (Santi)

KEMAH KEBANGSAAN TUMBUHKAN RASA NASIONALISME

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan dengan menggunakan tenda, atau tanpa atap sama sekali. Dengan berkemah akan memberikan pengalaman a d a n y a saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan dengan menghormati keseimbangan alam, mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan untuk membina kerjasama dalam persatuan dan peresaudaraan.

Dengan demikian rasa nasionalisme perlu ditumbuhkan sejak kecil. Sebagai orang tua kitalah yang memegang tanggung jawab untuk memupuk kecintaan pada tanah air tersebut. Kenapa nasionalisme penting dan bagaimana cara menanamkannya pada anak? Seiring berkembangnya zaman, rasa nasionalisme kian memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap dalam memaknai berbagai hal penting bagi Negara Indonesia. Contoh sederhana yang menggambarkan betapa kecilnya rasa nasionalisme, diantaranya : Pada saat upacara bendera, masih banyak yang tidak memaknai arti dari upacara tersebut, munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidak pedulian antarperilaku sesama warga, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

Generasi muda adalah penerus bangsa. Bangsa akan menjadi maju bila para pemudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin maju, malah menyebabkan memudarnya rasa nasionalisme. Nasionalisme sangat penting terhadap berbangsa dan bernegara karena merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri. Dengan hal itu marilah kita tetap bersemangat untuk melakukan yang terbaik dengan kemah kebangsaan maka akan bisa tumbuh rasa nasionalisme.Disini peran TNI sangat diharapkan untuk meningkan tumbuh kembangnya para generasi muda agar tidak mudah terhasut oleh hal-hal buruk yang berakibat merusak masa depan generasi muda. (dwi s)

(4)

Namun demikian, selain membela nusa bangsa dan tanah air, seorang prajurit juga harus selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga sebab keluarga merupakan harta kekayaan yang luar biasa.

Hal ini disampaikan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono saat memberikan pengarahan kepada anggota Kodim 0715/Kendal di halaman Makodim (12/11).

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro juga mengingatkan kepada para prajurit bahwa Kodam IV/ Diponegoro merupakan Kodam panutan. Oleh karena itu, segenap anggota harus bisa menjaga nama baik Kodam IV/ Diponegoro, agar bisa menjadi panutan dan selalu menjadi yang terbaik.

Ditambahkan, seluruh anggota Kodim 0715/Kendal supaya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan keluarganya, serta tidak ada prajurit yang melakukan pelanggaran sedikitpun.

Pangdam menegaskan agar senantiasa membantu rakyat dalam

segala bentuk kesulitan, dengan berpedoman pada motto “Bersama Rakyat TNI Kuat”. Karena sejatinya TNI lahir, tumbuh dan berkembang dari rakyat. Pangdam berharap kepada

Pangdam IV/Diponegoro :

Keluarga Harta Kekayaan Luar Biasa

seluruh prajurit TNI dan PNS TNI, agar tetap memegang komitmen dan jati diri, guna melaksanakan setiap kebijakan Pimpinan TNI yang telah ditetapkan dan penting untuk menjadi perhatian karena reformasi birokrasi TNI merupakan roh yang harus menjiwai semua kebijakan, program dan sistem TNI, serta sikap dan perilaku dalam mewujudkan pembangunan TNI, serta upaya meningkatkan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Pada bagian lain pengarahannya, Pangdam juga menyatakan dukungannya apabila anak anggota masuk dan bergabung menjadi anggota TNI.

“Saya sangat mendukung apabila ada anak dari TNI yang ingin menjadi seorang prajurit TNI. Namun saya tekankan agar anak itu disiapkan dengan maksimal mulai dari fisik, kesehatan, dan mental”, ungkap Mayjen TNI Bayu Pur wiyono.

P angdam IV/Diponegoro juga berpesan agar anak jangan dipaksakan untuk masuk TNI apabila memiliki kelainan seperti epilepsi. Sekalipun kenal dekat dengan para petinggi TNI, tidak setuju bila anak tersebut dipaksakan, kasihan anaknya.

Pengarahan Pangdam IV/Diponegoro tersebut dihadiri para personel TNI, PNS, dan Persit Kar tika Chandra Kirana. (GD)

Tugas TNI baik yang berada di Kodim maupun Koramil yakni

melaksanakan pembinaan kepada masyarakat dengan cara

persuasif. Pembinaan kepada masyarakat bertujuan agar TNI

selalu mendapat dukungan dari rakyat sehingga akan semakin

kuat.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono secara simbolis membuka pelaksanaan Karya Bhakti TNI Skala Besar Semester II T.A. 2014 yang berlangsung di Kabupaten Batang (12/11).

P ada kesempatan ini, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan, bahwa Karya Bhakti TNI bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI untuk bersama-sama komponen bangsa lainnya berpartisipasi nyata dalam pembangunan serta mendorong pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mayjen TNI Bayu Pur wiyono, kegiatan Karya Bhakti TNI lebih utama dilaksanakan dalam berbagai kerusakan yang disebabkan terjadinya bencana

alam. Selama ini Karya Bhakti di berbagai bidang kegiatan telah mampu membantu pemerintah daerah dalam upaya pembangunan, khususnya bidang-bidang yang langsung menyentuh kepentingan atau kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara.

“P engabdian TNI selalu disemangati sejarah kelahirannya sebagai tentara rakyat, anak kandung rakyat serta selalu bersama rakyat dalam membela dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara”, jelas Mayjen TNI Bayu Pur wiyono.

Disadari, bahwa kegiatan Karya Bhakti TNI selama ini memang belum sepenuhnya mampu menjangkau

Karya Bhakti TNI Bentuk Nyata Tingkatkan

Kesejahteraan Masyarakat

seluruh kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Semua itu tidak terlepas dari berbagai keterbatasan institusi TNI baik menyangkut keterbatasan personel dihadapkan dengan banyaknya tantangan tugas yang harus dihadapi TNI.

Diharapkan, semua komponen bangsa lainnya dapat turut berpartisipasi memberikan kontribusi yang positif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan ini, sehingga kegiatan Karya Bhakti.

Hadir pada upacara ini, para pejabat Polda Jateng, para Kepala Dinas Provinsi Jateng, para Bupati dan Walikota beserta unsur FKPD serta para Kepala Dinas Kabupaten/Kota, dan para tokoh masyarakat serta alim ulama. (GD)

FOKUS

Pangdam IV/Dip. Mayjen TNI Bayu Purwiyono memberikan pengarahan di Kodim 0715/Kendal Pangdam IV/Dip. Mayjen TNI Bayu Purwiyono menyerahkan peralatan

secara simbolis kepada masyarakat

(5)

Asisten Teritorial K asdam IV/Dip., Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo dalam wawancara dengan radio Suara Diponegoro dan tim GD mengatakan serbuan teritorial adalah bentuk kegiatan yang betul-betul nyata, aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat umum, yang terkait percepatan pembangunan daerah. Kegiatan ini dilakukan tidak lepas dari koordinasi dengan instansi terkait baik Pemerintah daerah maupun perusahaan swasta yang mungkin dapat dilibatkan dalam kegiatan serbuan teritorial.

Jadi serbuan teritorial adalah kegiatan nyata yang dilakukan TNI khususnya TNI AD Kodam IV/Dip, yang berada di Jateng dan DIY, dengan melakukan kegiatan bersama masyarakat, melakukan kegiatan nyata, aplikatif baik menyangkut kegiatan fisik maupun non fisik yang menyangkut sarana dan prasarana yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dijelaskan, dalam kegiatannya serbuan teritorial dibedakan dalam kegiatan program dan non program. Kegiatan program penganggarannya mendapat dukungan dari komando. Misalnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan dalam pembangunan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya pembangunan jalan, pembangunan mushola, sarana MCK dll, kemudian non fisik berupa sosialisasi bela negara, penyuksesan program KB, penyuluhan hukum, penyuluhan pertanian/peternakan dsb.

Sementara itu, kegiatan non program

Serbuan Teritorial

Menyatukan TNI dan Rakyat,

Membangun Negeri

disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah. Misal pada awal menjabat Asterkasdam IV/Diponegoro dilakukan kegiatan go green penanaman satu juta pohon di waduk Gajahmungkur Wonogiri yang memang saat itu butuh penghijauan. Kemudian untuk ketahanan wilayah Kodam IV/Diponegoro telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya seminar tentang keroncong, campursari non stop, festival karawitan, sinden idol dll yang pelaksanaan bertepatan dengan HUT TNI. Kegiatannya selanjutnya, yang terbaru dengan penyiapan para kader pemimpin bangsa ke depan dengan memberikan pembekalan bela negara kepada para mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan seluruh PTN dan PTS di Jateng dan DIY (50 PTN/PTS), menghadirkan 1600 mahasiswa yang pelaksanaan pembekalannya bertempat di 15 batalyon di jajaran Kodam IV/ Diponegoro. Mereka dibekali bela negara, bagaimana pentingnya bela negara bagi

generasi muda sebagai pemimpin masa depan. Para mahasiswa mengikuti kegiatan selama 3 hari dan didekatkan dimana kampus tersebut berada.

Adapun materi yang diberikan meliputi materi pengetahuan dan materi keterampilan. Materi pengetahuan diantaranya pengetahuan proxy war,

pengetahuan TNI AD dan binter, bela negara dan wawasan kebangsaan serta kepemimpinan. Sedang materi keterampilan meliputi PBB, menembak, outbound, alarm stelling, caraka malam, jalan peta, karya bhakti, renungan malam dan pendadakan. Terkait, proxy war, Asterkasdam IV/ Diponegoro menyampaikan proxy war yaitu perang tanpa bentuk. Negara Indonesia yang sangat kaya sumber daya alam sesungguhnya menjadi primadona bagi negara-negara yang berkepentingan. Jangan sampai, kekayaan yang kita miliki menjadikan kita lengah, kekayaan dicuri oleh orang lain. “Hal inilah menjadi program unggulan agar tidak terjadi pencurian

termasuk kekayaan laut, ikan, harus diwaspadai”, tambahnya.

Dengan kegiatan yang dilakukan tersebut Asterkasdam IV/Diponegoro yakin, para mahasiswa yang sudah menerima pembekalan bela negara terbuka pikirannya, bagaimana ancaman sesungguhnya terhadap negara kita dan bagaimana seharusnya generasi muda membela negara. Menurut Asterkasdam, pihak luar (musuh kita) selalu takut bicara tentang Indonesia bila TNI manunggal dengan rakyat, itu adalah kekuatan yang luar biasa. Namun ketika itu dapat dipecahkan, maka musuh akan dengan mudah menghancurkan Indonesia. Oleh karena itu, kita selalu mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menjaga NKRI.

Bela negara ini juga diberikan kepada pelajar dari SD sampai SMA, yang rutin dilakukan oleh para Dandim dan Danramil melakukan bela negara di sekolah-sekolah. Kegiatannya berupa pengenalan bagaimana mencintai negara bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, menghindari perkelahian dan narkoba dsb.

Selanjutnya dalam waktu dekat juga akan dilakukan kegiatan non program serbuan jambanisasi yang bekerjasama dengan Pemkot Kota Semarang dan Rotari Semarang. Dijelaskan Asterkasdam, di Semarang masih ada 50.000 KK yang belum mempunyai jamban sehingga menjadi target TNI. Jika pada tahap pertama sudah dilakukan program 1.500 jambanisasi, maka pada tahap kedua, pertengahan Desember nanti akan dilakukan 5.000 program jambanisasi. Program jambanisasi, sementara ini masih berlangsung di Semarang sebagai tolok ukur Jawa Tengah.

Penganugerahan Warga Kehormatan

Disadari bahwa sinergitas semua komponen bangsa merupakan kunci sukses pelaksanaan tugas, maka Kodam IV/ Diponegoro akan lebih mendekatkan tali

silaturahmi dengan para pimpinan daerah di Jateng dan DIY. Kegiatan dikemas dalam bentuk penganugerahan/penyematan brevet sebagai warga kehormatan kepada bupati/ Walikota di Jateng/DIY. Kegiatan yang semula direncanakan pada 26 Nopember 2014 ini ditunda tanggal 17 Desember 2014 karena saat itu bertepatan dengan kunjungan Presiden di wilayah Jateng.

Asterkasdam menyampaikan rencana tersebut sudah dikomunikasikan dengan para Dandim dan sudah minta ijin ke pak Gubernur dan para bupati dan walikota responnya sangat luar biasa, ada 40 bupati/ Walikota di Jateng /DIY, 35 pria dan 5 bupati wanita. Ditambahkan, sesungguhnya dengan saling silaturahmi dan saling mengenal harapannya ke depan persatuan dan kesatuan Jateng dan DIY dapat terwujud, sehingga ketika kita melakukan serbuan teritorial tidak mungkin sendiri, kita harus bersinergi dengan pemerintah dan instansi lainnya.

Kegiatan direncanakan dari Bandara Ahmad Yani Semarang, semua bupati/ walikota naik heli dan mendarat di lapangan Parade, kemudian berjalan menuju

FOKUS

lapangan tembak untuk melaksanakan kegiatan menembak, selanjutnya naik tank dan diberikan brevet. Dengan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tumbuh rasa kecintaan terhadap TNI, yang belum pernah menembak bisa merasakan bagaimana menembak. Tentunya sebelumnya akan

dibriefing taktis untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

Disinggung tentang program KB, Aster menyampaikan pihaknya selalu bersinergi dengan kementrian maupun non kementrian terkait tugas-tugas di lapangan. Bagi TNI, program KB menjadi sangat penting, karena ledakan penduduk yang tidak terkontrol bisa menjadi kerawanan, pada masanya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan, pangan, energi dan lapangan pekerjaan. Kalau TNI tidak terlibat langsung ada kekhawatiran program tidak berjalan dengan baik.

Ditambahkan bahwa di lapangan, Kodim bertugas memobilisasi akseptor KB. Dalam program KB, ada jangka panjang dan pendek dimana sekarang masih banyak yang menggunakan jangka pendek seperti pil, kondom. Target TNI mengajak akseptor menggunakan alat KB jangka panjang seperti MOW, MOV maupun spiral. Saat ini, dengan dilengkapi kendaraan, para Babinsa bisa membawa calon akseptor ke tempat-tempat pelayanan KB sehingga sangat membantu program BKKBN.

Harapan ke depan negara kita semakin baik/maju, kecintaan masyarakat terhadap TNI semakin meningkat artinya tidak ada lagi batasan lagi antara TNI dan rakyat, siapapun musuh akan berfikir 1000 kali untuk melakukan invasi ke Indonesia karena TNI kuat bersama masyarakat. Inilah program ke depan menyatukan TNI dan rakyat untuk kemudian sama-sama membangun dan menghadapi secara bersama-sama ancaman dalam negeri. (GD)

Peran TNI dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan

nasional terus bergulir. Berbagai aktivitas terus dilakukan untuk

kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. TNI harus semakin

dekat dengan rakyatnya agar Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI) tetap utuh. Untuk itulah jajaran TNI,

Kodam IV/Diponegoro saat ini tengah melancarkan kegiatan

serbuan teritorial.

Anggota TNI membantu memperbaiki jembatan

Asterkasdam IV/Diponegoro wawancara di Radio Suara Diponegoro

Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo

(6)

S e l u r u h a n g g o t a K o d a m I V / Diponegoro baik prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil melaksanakan g e r a k a n me n c a b u t pa k u s e c a r a serentak di lingkungan dan desa binaan satuan jajaran Kodam IV/ Diponegoro (7/11). Kegiatan ini d i l a k s a n a k a n d a l a m r a n g k a mendukung program P emerintah P r o v i n s i J a w a T e n g a h u n t u k meningkatkan kepedulian masyarakat g u n a m e n j a g a d a n m e r a w a t kelestarian tanaman atau pohon sebagai wujud mencintai lingkungan hidup.

Kodam IV/Diponegoro

Laksanakan Gerakan Mencabut

Paku Secara Serentak

S e l a i n k e p e d u l i a n p a d a l i n g k u n g a n h i d u p , k e g i a t a n i n i sekaligus memperingati Hari Sumpah Pe m u d a , H a r i C i p t a P u s p a d a n keaneka ragaman hayati serta Hari Pahlawan tahun 2014.

Gerakan mencabut paku di pohon dilaksanakan, mengingat saat ini

kepedulian memelihara pohon masih kurang. Perilaku memaku pohon menjadi salah satu buktinya. Memaku d i p o h o n a k a n m e m b u a t p o h o n m u d a h t e r s e r a n g p e n y a k i t d a n a k h i r n y a m a t i . S e m a k i n b a n y a k pohon yang mati, kelangsungan hidup manusia pun terancam.

Untuk meningkatkan kepedulian s e l u r u h k o m p o n e n m a s y a r a k a t , beberapa waktu lalu (9/10) Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo SH telah menginstruksikan melakukan gerakan mencabut paku di pohon yang dilaksanakan secara serentak pada 7 November 2014.

Seluruh komponen masyarakat d i h i m b a u u n t u k m e l a k s a n a k a n gerakan mencabut paku di pohon. Diharapkan, gerakan mencabut paku d i po h o n m a m p u m e n i n g k a t k a n kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian tanaman sebagai sarana penghijauan, keindahan dan menjaga kelangsungan hidup manusia.(GD) Demikian diharapkan Menteri Mensos

Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan pada upacara Hari Pahlawan yang berlangsung di L apangan Parade Makodam IV/Diponegoro (10/11).

Usia kemerdekaan saat ini telah menginjak usia 69 tahun. Peringatan Hari Pahlawan ini mengambil tema “ Pahlawanku Idolaku”, dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawan sebagai ukuran nilai baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri.

Sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan yang panjang. NKRI tidak akan dapat berdiri menjadi negara yang merdeka, berdaulat dan terhormat seperti ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan bangsa yang mengorbankan jiwa, raga, pikiran dan hartanya. Sejarah Bangsa Indonesia mencacat, perjuangan untuk m e r e b u t kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan dan para pahlawan untuk m e m p e r s a t u k a n bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial

serta menguatkan memori kolektif bangsa yang saat itu supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme.

Sikap kepahlawan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawan sosial adalah perwujudan dari kepekaan

Pahlawanku Idolaku,

Inspirasi Bagi Generasi Penerus

Tema Hari Pahlawan tahun 2014

“Pahlawanku Idolaku” diharapkan dapat

menjadi inspirasi bagi generasi penerus bahwa

semangat juang dan semangat kebangsaan para

pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap

insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau

idola sepanjang masa.

sosial atau bathin. Kita harus bisa memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja tetapi harus dijadikan kekuatan moral yang dapat dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan ke semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia masa kini dan masa mendatang.

Usia kemerdekaan saat ini telah menginjak usia 69 tahun. Peringatan Hari P ahlawan ini mengambil tema “ Pahlawanku Idolaku”,. Tema tersebut dipilih dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawan sebagai ukuran nilai baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri.

Untuk itu tema pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa. (GD)

FOKUS

Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan pada Upacara Hari Pahlawan

(7)

GD UTAMA

“Perang pada dasar nya motifnya selalu soal sumber energi. Pada tahun 2043 Indonesia dan negara-negara di khatulistiwa akan menjadi target, karena memiliki sumber energi dan makanan lebih banyak dari negara lain.”

Per nyataan tersebut disampaikan KSAD dalam berbagai kesempatan pengarahan kepada pimpinan TNI dan mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia diantaranya Civitas Academika Universias Teknologi Bandung, Universitas Udayana Denpasar, UGM Yogyakar ta, Universitas Sumatra Utara (USU) Medan, Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan lain-lain.

Indikasi mulainya Indonesia dijadikan target adalah pasar bebas yang mulai menyasar Indonesia. Seperti diketahui pada 2015 sudah dimulai perdagangan bebas di kawasan Asean dan Indonesia menjadi bagian dari Asean harus siap menghadapinya.

“Kita tahun depan masuk pasar bebas, dan ini adalah tantangan besar, Indonesia menjadi target untuk investasi dan lain-lainnya,” lanjutnya.

Karena itu dia menghimbau kepada mahasiswa untuk berhati-hati. Menurut

dia Indonesia memiliki potensi konflik yang mungkin bisa digunakan musuh untuk memecah belah bangsa.

“Kita punya pengalaman dengan T imor-T imur, dengan segala cara dipisahkan dari Indonesia supaya sumber daya di Timor Timur bisa diakses dengan mudah oleh negara-negara yang miskin dengan sumber energi,” ujarnya.

Lalu, apakah proxy war? Menurut KSAD, proxy war adalah perang dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk

KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo :

Pemuda Sebagai Agen Perubahan

Dalam Menghadapi Proxy War

berperang melalui berbagai aspek (Ipoleksosbud) dengan cara intervensi dan memberi tekanan.

Secara gamblangnya proxy war ini merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah. Proxy war tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan dengan non state actors dari jauh.

KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyatakan proxy war ini sudah dilakukan oleh pihak asing terhadap Indonesia dalam berbagai bentuk, seperti menjadikan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta sebagai pasar untuk menjual hasil komoditas negara musuh, menghambat pembangunan dan pengembangan SDM Indonesia agar kualitasnya tetap rendah, pelajar Indonesia diberikan beasiswa yang tinggi, dimanjakan dan diindoktrinasi dan

selanjutnya tanpa disadari dijadikan agen demi kepentingan negara musuh untuk kepentingan strategisnya.

Selanjutnya melakukan investasi besar-besaran ke Indonesia, melakukan suap, menciptakan kelompok-kelompok teroris Indonesia, membeli dan menguasai media massa, memecah belah dan menghancurkan generasi muda Indonesia dan lain sebagainya.

KSAD juga menyampaikan proxy war telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam bentuk seperti gerakan sparatis, demontrasi massa, sistem regulasi yang merugikan, peredaran narkoba, bentrok antar kelompok, demonstrasi buruh dan lain sebagainya”. Dijelaskan oleh KSAD, pada tahun 2013, ada 19 perusahaan di wilayah Jabotabek gulung tikar akibat demo buruh yang berujung pada ribuan orang buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Demikian juga halnya dengan tawuran, bukan hanya melibatkan tawuran pelajar tetapi juga sudah

melibatkan tawuran mahasiswa baik antar fakultas, antar universitas maupun dengan masyarakat. Tercacat 41 kasus tawuran yang melibatkan mahasiswa. Tawuran mahasiswa banyak dibarengi dengan pengrusakan fasilitas baik fasilitas kampus, pemerintah, fasilitas umum dan obyek vital. Dalam 3 tahun terakhir setidaknya terjadi 21 pengrusakan fasilitas kampus oleh mahasiswa.

Ditambahkan KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo penyalahgunaan narkoba di Indonesia sangat merusak generasi muda Indonesia.Menurut Jenderal Gatot, perederan nakoba di Indonesia sudah merajalela dengan berbagai bentuk dan sampai ke daerah perbatasan serta pelosok pedalaman. Pada bulan November 2013 pabrik “Red Ice” yang membungkus narkoba dalam bentuk permen karet berhasil dibongkar aparat berwajib di apartemen kawasan Sunter dan Tamansari, Jakar ta.Dari 16 tersangka, empat diantaranya warga negara asing.

Kemudian pada bulan Mei 2014

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Gatot

Nurmantyo mengatakan, Indonesia sedang menghadapi Proxy

War, yang tanpa disadari bisa melemahkan kedaulatan Negara

Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proxy War ini berpeluang

terjadi saat energi fosil akan habis dan digantikan dengan bio

energi, sehinggga sasaran konflik mengarah pada sumber pangan

dan energi.

(8)

seorang aparat juga ditemukan tewas di Diskotik Stadium, Tamansari, Jakarta Barat karena overdosis narkoba. Selanjutnya, hasil penggerebekan pasca kejadian tersebut polisi menyita sedikitnya 45.000 butir pil ekstasi berikut 600 gram sabu dan 55 butir pil Happy Five yang tersimpan di dalam loker karyawan.

“Masih banyak lagi di tempat-tempat hiburan malam, rumah makan dan tempat rekreasi yang menjadi pusat peredaran narkoba, seakan-akan aparat berwajib tak kuasa mengendalikan derasnya peredaran obat-obatan terlarang di Indonesia,” ujar Jenderal Gatot.

Dikatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat prevalensi yang tinggi memang merupakan pasar yang sangat menarik dan menguntungkan bagi bandar narkoba yang umumnya merupakan sindikat internasional.

“Jika di akhir abad ke-20 Indonesia masih berstatus sebagai negara transit, maka kini Indonesia sudah beralih menjadi negara konsumen,” kata Jenderal Gatot.

Menurutnya, sesuai data Badan Narkotik Nasional (BNN) pemakai narkoba mengalami kenaikan dari 1,5

GD UTAMA

persen penduduk pada 2005 menjadi 2,6 persen di tahun 2013 dan diperkirakan akan mencapai 2,8 persen di tahun 2015, artinya lebih dari 5,1 juta penduduk Indonesia menyalahgunakan narkoba.

“Angka kematian tiap tahun akibat narkoba berada pada kisaran 15.000 jiwa,” ujarnya.

Fakta-fakta tersebut, kata Jenderal Gatot sangat memprihatinkan dan dapat menghancurkan generasi muda untuk jangka panjang. Karena telah menyerang secara masif mulai dari kalangan

eksekutif muda sampai dengan anak sekolah.

“Melalui konspirasi internasional, generasi muda Indonesia tanpa sadar dapat dihancurkan tanpa harus menggunakan kekuatan bersenjata. Aparat pemerintah pun sampai saat ini masih kewalahan untuk mencegah dan menguranginya,” kata Jenderal Gatot.

Pemuda Sebagai Agen Perubahan

Dalam ceramahnya di depan mahasiswa, KSAD Jenderal TNI Gatot

Nurmantyo menyampaikan para pemuda/generasi muda mempunyai peran yang sangat strategis dan sangat menentukan dalam menghadapi proxy war ini.

Menurut KSAD, generasi muda adalah generasi baru yang cepat ataupun lambat akan menggantikan generasi sebelumnya, regenerasi akan terjadi secara alamiah, generasi muda adalah pelari estafet berikutnya dalam dunia konvetisi di bumi ini.

Kita bisa belajar dari sejarah, bahwa perjuangan bangsa Indonesia sampai menuju kemerdekaan sangat dipengaruhi peran dari para pemuda. Peran pemuda Indonesia selalu di depan dan berperan penting. Mulai dari berdirinya organisasi Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda, PPKI, BPUPKI yang mengantarkannya pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai mahasiswa (maha : besar, dan siswa : orang yang belajar), pelajar yang mempunyai derajat paling tinggi, KSAD menghimbau agar selalu menggunakan akal pikiran dan hati nurani. Mahasiswa bisa menjadi pengawal tatanan yang ada di masyarakat.

Ditambahkan KSAD, demonstrasi bukan hal yang tabu, tetapi harus diwaspadai adanya pihak-pihak yang

melancarkan proxy war, pihak-pihak yang memanfaatkan kita.

Untuk itu, KSAD meminta agar mahasiswa/generasi muda dapat membuat gerakan massa untuk menangkal proxy war antara lain mengidentifikasi dan mengenali masalah, pemuda harus memiliki ketajaman untuk dapat mengidentifikasi musuh dan kepentingannya. Manfaatkan tempat-tempat seperti laboratorium, perpus, tempat ibadah, ruang kelas dan tempat mahasiswa berkumpul untuk bisa membicarakan dan menjawab tantangan

jaman.

Selanjutnya, pemuda harus ahli sesuai bidangnya masing-masing, gerakan pemuda berbasis wirausaha, suburkan tradisi wirausaha, mengadakan komunitas belajar, tingkatkan kemampuan adaptasi dan kedewasaan, program pembangunan karakter, cinta tanah air dan bela negara, jadi tokoh dan contoh di lingkungannya.

KSAD juga berpesan agar para pemuda tidak mudah terpengaruh budaya asing dan arus globalisasi, berfikir jernih, bijak namun kritis dalam melihat hal-hal yang aneh (tidak wajar), gunakan/manfaatkan media sosial (twitter, facebook, path, dll) untuk croscek informasi agar tidak mudah terprovokasi dan harus bangga menjadi Bangsa Indonesia.Generasi muda harus bisa menjamin keutuhan dan kedaulatan bangsa sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

KSAD yakin jika segenap Bangsa Indonesia dapat berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas Indonesia bisa mencapai emas pada tahun 2045 nanti. Kunci sukses untuk meraihnya dengan : great prayer, great dreammer, target focus, optimis, action, flexible, great networking, keep learning, do by heart. (GD, bbrp sumber)

(9)

BINSAT

Kaajendam IV/Diponegoro, Kolonel Caj Temu Hidayat membuka pembekalan kepada CPNS TNI AD TA. 2014 jajaran Kodam IV/Diponegoro bertempat di Lapangan Ajendam IV/Diponegoro (12/ 11). Pembekalan berlangsung selama 8 hari kerja mulai 12 s/d 21 Nopember dan diikuti oleh 267 orang, mereka berasal dari CPNS K2 sebanyak 263 dan CPNS umum sebanyak 4 orang.

Dalam pengarahannya, Kaajendam IV/Diponegoro yang membacakan amanat Aspers Kasad, Mayjen TNI Jaswandi mengatakan dengan ditetapkannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) maka ke depan TNI sebagai organisasi pemakai PNS berkewajiban untuk membentuk PNS AD yang profesional dan

Pembekalan CPNS TNI AD

Kodam IV/Diponegoro

perundang-undangan yang selama ini mengatur manajemen PNS dinilai sudah out of date, sehingga tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan dewasa ini.

Kemudian kedua, perspektif kelembagaan, terdapat beberapa instansi yang menangani tentang PNS seperti Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi, Lembaga Adminsitrasi Negara, Badan Kepegawaian Negara, Kementrian Per tahanan RI ser ta Mabes TNI. Dan ketiga, perspektif SDM, personel PNS AD umumnya berlatar belakang pendidikan SMA atau yang sederajat dan Sarjana.

Sementara itu pada sisi lain, potret PNS saat ini seperti rendahnya profesionalisme, kesejahteraan yang belum memadai, distribusi dan komposisi yang belum ideal, penempatan dalam jabatan yang belum kompetitif, penilaian kerja yang belum obyektif, kenaikan pangkat yang belum berdasarkan pada prestasi kerja serta persoalan-persoalan

berkompetensi.

Lebih lanjut dikatakan, secara garis besar persoalan PNS umumnya termasuk PNS TNI AD dapat ditinjau dari 3 perspektif yakni : perspektif sistem (aturan hukum dan kebijakan). Banyak peraturan

internal PNS yang merupakan mata rantai yang saling terkait.

Oleh karena itu Aspers KSAD berpesan kepada peserta agar prinsip “Attention to details” (selalu siap dalam segala hal), menjadi kunci yang harus ditanamkan dalam diri setiap individu.

Kegiatan pembekalan bagi CPNS AD tahun ini merupakan kegiatan pendahuluan sebelum para CPNS AD ini mengikuti Diklat Pra jabatan dan Diklat dasar militer yang baru akan diselenggarakan pada tahun 2015.

Adapun materi yang diberikan meliputi : peraturan disiplin, ASN (Aparat Sipil Negara), penilaian prestasi kerja, penyelenggaraan mangement modern, PBB, ceramah kesehatan, ceramah bintal, jam komandan dan pengetahuan tentang Korpri. (GD)

Sragen (25/11) Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Edi Saputra, S.IP mewakili Komandan Korem 074/ Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari, S.IP membuka L atihan Taktis

Upacara Pembukaan Latihan Taktis

Yonif 408/Suhbrastha

Yonif 408/Suhbrastha, yang bertempat di lapangan Yonif 408/Suhbrastha.

Komandan Kodim 0725/Sragen, membacakan amanat Danrem 074/ Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus

Fadjari, S.IP mengatakan bahwa dengan mengikuti latihan ini diharapkan kemampuan dan ketrampilan prajurit akan semakin meningkat serta menjadi lebih percaya diri dan memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi tugas-tugas di masa yang akan datang dan setiap prajurit akan memiliki kesiapan fisik dan mental serta memiliki gambaran tentang langkah maupun tindakan yang tepat dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.

Lebih lanjut dalam amanat Danrem mengatakan bahwa mengingat pentingnya latihan ini, saya minta agar seluruh peserta mengikutinya dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari dalam diri masing-masing.

Sehingga sasaran latihan yang telah diprogramkan dapat tercapai. Kepada segenap pelatih dan pendukung saya percayakan latihan taktis ini, lakukan sesuai dengan program dan jadwal yang telah direncanakan, upayakan dalam memberi target operasi tetap mengedepankan sikap disiplin dan profesionalisme.

(Penrem 074/Wrt) Perkembangan masalah di teritorial

sekarang semakin komplek, maka bagi para calon Babinsa yang baru saja keluar dari satuan tempur dan berpindah ke satuan territorial, perlu diberikan pembekalan guna meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilannya dalam menghadapi berbagai ancaman, hambatan dan tantangan yang mungkin timbul di wilayahnya. Untuk itu Korem 072/Pmk menyelenggarakan Penataran bagi para calon Babinsa bertempat di Aula Serba Guna Makorem 072/Pmk.

Penataran berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 100 prajurit calon Babinsa. Sebagai pemberi materi dari Perwira seksi teritorial dan para Danramil dengan materi meliputi fungsi dan tujuan binter, tugas dan misi TNI AD, tugas-tugas sebagai Babinsa serta kemampuan teritorial yang meliputi subyek dan sasaran pembinaan teritorial. Kepala seksi Personel Korem 072/Pmk Letkol Arm Indro Respati mengatakan ini adalah program Korem untuk membekali prajurit, karena mereka dari satuan tempur jadi perlu dibekali pengetahuan kewilayahan, apalagi mereka juga ada yang berasal dari satuan luar Jawa dan

Korem 072/Pamungkas Siapkan

Personel untuk Serbuan Teritorial

DIY. Diharapkan dengan menerima pembekalan teritorial para calon Babinsa bisa segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru sebagai Babinsa dan segera melaksanakan serbuan teritorial guna membantu kesulitan rakyat, sehingga akan

tercipta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Para calon Babinsa ini direncanakan akan disebar ke wilayah-wilayah jajaran Korem 072/Pmk dan siap melaksanakan tugas sebagai Bintara Pembina Desa. (Korem 072/Pmk)

Pemasangan tanda peserta oleh Kaajendam IV/Diponegopro Kolonel Caj Temu Hidayat pada acara pembukaan pembekalan CPNS TNI AD TA. 2014

(10)

OPSLAT

Batalyon Zipur 4/TK

Juara Lomba Peleton Tangkas

Kodam IV/Diponegoro

Lomba Peleton Tangkas Satpur/ Banpur jajaran Kodam IV/Diponegoro yang diselenggarakan di Akademi Militer Magelang sejak tanggal 28 Oktober 2014, akhirnya dimenangkan oleh Batalyon Zeni Tempur 4/TK. Untuk juara II berhasil diraih Batalyon 400/Raider dan juara III Batalyon K avaleri 2/Tank.

Sedangkan untuk juara perorangan lomba garjas A diraih oleh Kopda Arimata Naklui dari Yonif 407/PK, lomba renang militer diraih Kopda Burhanudin dari Yonif 400/Raider, lomba menembak senapan jarak 100M 3 sikap diraih Serda Supono, dan lomba CC diraih P raka Nardiyono dari Yonarhanudse-15.

Pada upacara penutupan Lomba Peleton Tangkas (3/11), Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan menyampaikan, lomba ini bertujuan untuk mempersiapkan prajurit-prajurit yang berprestasi dan handal untuk mengikuti ajang perlombaan Peleton Tangkas tingkat TNI Angkatan Darat yang direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

“Saya optimis prajurit Kodam IV/ Diponegoro mempunyai peluang untuk terus meningkatkan prestasinya dan akan mengharumkan nama satuan. Demi meningkatkan prestasi yang telah diraih

adalah program kedua Angkatan Darat Indonesia dengan Singapura yang sudah berjalan selama 26 tahun”, jelas Letjen TNI Mulyono.

Lebih lanjut dijelaskan, ada beberapa kegiatan dalam program ini, yaitu melatih kepemimpinan dari kedua negara terkait dengan pengambilan keputusan dalam taktik, melaksanakan latihan taktis maupun teknis dan bakti sosial pada masyarakat di sekitar tempat lain.

Kegiatan ini untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya Angkatan Darat kedua negara. Melalui latihan ini diharapkan terjalin kebersamaan, keakraban, saling percaya dan saling pengertian.

Hadir pada pembukaan latihan bersama Safkar Indopura Panglima Divisi III Singapura Ar med Forces Brigjen Ong Tze Chin, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono, dan para pejabat di jajaran TNI. Latihan bersama ini diikuti 182 personel TNI AD dan 115 personel SAF. (GD)

Pangkostrad Membuka Latihan

Bersama Safkar Indopura

Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat Letjen TNI Mulyono membuka latihan bersama Safkar Indopura antara TNI AD dengan

Singapore Army Forces di lapangan tembak Plempungan Kabupaten Magelang (4/11).

“Latihan bersama Safkar Indopura

tersebut, tidak ada kata lain kecuali berlatih, berlatih dan terus berlatih”, jelas Mayjen TNI Bayu Purwiyono.

Pangdam IV/Diponegoro berharap, Kodam IV/Diponegoro siap tampil bertanding dalam perlombaan tersebut,

Dirut PT. Vadel Satria Samudera mengatakan saat ini 70 persen kasus malaria terdapat di wilayah Indonesia Timur, diantaranya Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Wilayah endemik malaria di Indonesia T imur, tersebar di 84 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk berisiko 16 juta orang. Faktor geografis yang sulit dijangkau dan penyebaran penduduk yang tidak merata merupakan beberapa penyebab sulitnya pengendalian malaria di wilayah itu. Untuk itu, diperlukan terobosan untuk mengatasi malaria di wilayah tersebut, diantaranya dengan melakukan pemeriksaan darah massal, membagikan kelambu berinsektisida dan melakukan penyemprotan ataupun fogging. “Jadi kalau dulu kita hanya menunggu dan pasif sekarang kita aktif surveillance dan segera mencegah terserang penyakit malaria”.

Adapun program dan strategi yang dilakukan anggota Satgas agar tidak terserang penyakit malaria yaitu : menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi, menjaga kebersihan dan kesehatan dalam ruangan, menjaga kebersihan dan kesehatan di luar ruangan, di dalam lingkungan pos, menjaga kebersihan dan kesehatan di luar ruangan di luar lingkungan pos dan setiap anggota Satgas berfungsi sebagai Juru Pemantau Jentik (Jemantik).

Pada kesempatan tersebut, Gunadi

Pengendalian Vektor Malaria

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider

Satgas Yonif 400/Raider guna mencegah penyebaran nyamuk penyebab malaria. Alat yang praktis tersebut sebaiknya digunakan setiap hari 2 kali yaitu pagi hari mulai dari pukul 07.00-09.00 dan sore hari mulai pukul 16.00-18.00.

Sebagaimana diketahui, malaria adalah penyakit endemis di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Penyakit parasit yang disebarkan oleh nyamuk ini membunuh ratusan ribu orang setiap tahunnya, terutama bayi di daerah termiskin di sub-Sahara Afrika. Diperkirakan sebanyak 3,4 juta orang terus beresiko terjangkit malaria, terutama di Asia Tenggara dan Afrika di mana ditemukan sekitar 80 persen kasus malaria. Penyakit bersumber dari binatang ini di Indonesia juga masih tinggi. (Yonif 400/Raider)

karena direncanakan Pimpinan TNI AD nantinya akan memilih secara acak satuan mana, Kompi mana dan Peleton mana yang berhak ikut lomba Peleton tangkas tersebut (GD)

Batalyon Infanteri 400/Raider pada tahun 2014 ini dipersiapkan

untuk melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG dengan kekuatan

personel sebanyak 450 orang. Untuk menekan kasus penyakit

malaria pada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider,

Yonif

400/Raider melaksanakan sosialisasi mengendalikan vektor

malaria oleh Dirut PT. Vadel Satria Samudera Tangerang Gunadi

Karjono pada Rabu 5 Nopember 2014 di Ruang Handakaria

Yonif 400/Raider.

Karjono memberikan instruksi penggunaan alat fogging kepada prajurit

(11)

Sebagai prajurit terbaik dan elit dari jajaran kesatuan yang menjadi kebanggaan Kodam IV/Diponegoro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh Prajurit dari Batalyon Infantri 400/Raider untuk melakukan tugas operasi kemanusiaan di daerah penugasan. Selain melaksanakan tugas negara sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di wilayah perbatasan antara RI dan Papua Nugini.

“Saya meminta selain tugas operasi, TNI juga memberdayakan masyarakat setempat. Karena kehidupan saudara kita di perbatasan Papua jauh dari kesejahteraan. Saya berharap TNI mengembangkan tugas operasi kemanusiaan. Istilah TNI, yakni pembinaan teritorial. Sehingga membuat rakyat Papua makin maju dan sejahtera. Sehingga rakyat Papua juga memiliki rasa nasionalisme, patriotisme dan semangat kebangsaan yang tinggi,”katanya, saat memberikan amanat sebagai inspektur upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Batalyon Infantri 400/Raider ke Papua di Mako Yonif 400/Raider, Srondol, Jumat pagi (28/11).

Gubernur juga meminta prajurit untuk terus menjaga kekompakan, loyalitas, dan disiplin agar dapat melaksanakan tugas ini dengan baik, selamat, aman dan berhasil. Kemudian melaksanakan tugas sesuai protap yang berlaku agar tidak menimbulkan

Prajurit 400/Raider Ikut Laksanakan

Pembinaan Teritorial di Papua

permasalahan di kemudian hari. “Selain itu, implementasikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan baik agar nama baik kesatuan dan Kodam IV/Diponegoro sebagai kebanggaan Jawa Tengah dapat terjaga,”tegas Gubernur yang juga didaulat menjadi warga kehormatan TNI itu.

Gubernur menyampaikan tugas operasi yang dilaksanakan merupakan kehormatan dan kepercayaan pimpinan TNI dan negara. Tidak semua prajurit TNI lainnya mendapat kesempatan seperti ini. “Jadi, saat ini saudara semua adalah prajurit terbaik yang dimiliki untuk menjalankan tugas negara mengamankan wilayah perbatasan antara RI dan Papua Nugini,”tegasnya.

Tak hanya itu, Guber nur berpesan kepada seluruh prajurit, tugas ini tidak

ringan, karena kita tahu bersama bahwa wilayah perbatasan Papua masih rentan terjadi gerakan-gerakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat atau gerakan-gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. “Namun saya yakin, rekan semua prajurit sejati yang punya fisik dan mental baja. Saudara semua adalah prajurit yang memang disiapkan untuk menghadapi situasi dan kondisi apapun dalam rangka memper tahankan keutuhan NKRI. “Jadi NKRI harga mati ”,tambahnya dengan semangat.

Hadir dalam upacara tersebut Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Dar mawan, Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali, Kapendam IV/Diponegoro Kol Arh Elphis Rudy dan para pejabat Kodam IV/Diponegoro serta tamu undangan. (GD)

OPSLAT

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memeriksa pasukan pada Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI - PNG Yonif 400/Raider

Bintrakor

Perhubungan TNI AD

Senantiasa Memberikan Yang

Terbaik

Perhubungan terus bergulir. Kini Dithubad tengah melanjutkan pemenuhan Alkom TOP/DSPP bagi Satpur, Satbanpur, Satwil dan Lemdik meliputi radio baik HF, VHF, UHF, telepon baik telepon kantor maupun handpone, komunikasi data e-militer. Pemenuhan sound system telah dilaksanakan pada tingkat Kodam, Korem dan Brigade selanjutnya akan memenuhi Batalyon dan Kodim. Bengpushub saat ini sudah bisa membuat intercom untuk Ranpur dan darat untuk latihan menembak. Dithubad bekerja sama dengan PT. Hariff sedang melaksanakan Litbang BMS untuk Ranpur, saat ini memasuki tahap penyempurnaan setelah beberapa kali dilaksanakan uji coba di Pusdikkav.

Acara syukuran dalam rangka HUT ke 69 Perhubungan Angkatan Darat Kahubdam IV/Diponegoro Kolonel Chb M. Muhson didampingi Ibu berkenan memotong tumpeng yang selanjutnya diserahkan kepada Serda Ari Setyo Widodo sebagai Prajurit termuda Hubdam IV/Diponegoro.

Hadir pada acara tersebut, para sesepuh Korps Perhubungan, para Perwira korp Perhubungan dan Ketua Persit, pengurus beserta anggota persit KCK ranting 3 Hubdam IV/Diponegoro serta tamu undangan. ( GD/Kpt Mudji )

Dalam rangka HUT ke 69

Perhubungan Angkatan Darat

yang jatuh setiap tanggal 23

Nopember, Hubdam IV/

Diponegoro melaksanakan

acara syukuran yang

diselenggarakan di Mako

Hubdam IV/Diponegoro Jalan

perintis kemerdekaan nomor 2

Semarang (24/11). Sebelum

acara syukuran yang merupakan

puncak acara, didahului dengan

rangkaian kegiatan antara lain

melaksanakan anjangsana dan

ziarah ke Taman Makam

Pahlawan Giri Tunggal

Semarang.

Dirhubad Brigadir Jenderal TNI Wegig Poer tjahjo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kahubdam IV/ Diponegoro Kolonel Chb M. Muhson mengatakan sejak kelahiran Perhubungan Angkatan Darat enam puluh sembilan tahun silam, Hubad senantiasa memberikan yang terbaik.

Hal tersebut sesuai tema hari ulang tahun kali ini yaitu “Dengan Semangat Kapotha Yudha P rajurit Perhubungan TNI AD Siap Berbuat Terbaik, Berani, Tulus dan Ikhlas”.

Kami sangat menghargai dan menghormati para sesepuh dan pendahulu kita yang telah meletakkan nilai-nilai dasar sebagai pijakan dalam mengemban tugas di masa kini maupun ke depan sesuai sesanti ‘Cighra Apta Nirbhaya’ dan dilandasi semangat Kapotha Yudha sehingga sampai dengan saat ini Hubad tetap dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan matra darat bidang

Kahubdam IV/Dip. didampingi Ibu memotong tumpeng pada HUT Perhubungan TNI AD

(12)

Salah satu masalah profesionalisme Per wira sebagai Pemimpin adalah masih kurangnya dalam memahami situasi dan kondisi Satuan yang dipimpinnya, yakni kapan ia harus menempatkan dirinya di depan untuk memberikan suri tauladan atau di dalam istilah pasukan : ikuti saya (follow me) serta kapan ia harus berada di tengah (look at me) untuk menggugah dan mendorong, dan kapan ia harus berada di belakang untuk memberikan inisiatif kepada bawahannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (try with me).

TNI berhasil merumuskan prinsip-prinsip kepemimpinan. Prinsip-prinsip-prinsip tersebut didasarkan pada kondisi kehdiupan kita sendiri dan tidak lepas dari nilai-nilai budaya Indonesia. TNI kemudian menetapkan adanya Sebelas

Asas Kepemimpinan yang terdiri atas : Taqwa, Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun K arsa, Tut Wuri Handayani, Waspada Purba Wisesa, Ambeg Paramarta, Prasaja, Gemi Nastiti, Belaka dan Legawa.

Keberhasilan dalam meningkatkan profesionalisme sangat ditentukan oleh kemampuan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut dan baik secara intern maupun dari luar diri Perwira sendiri, serta peluang dan kendala apa saja yang dihadapi dan dapat dimanfaatkan.

Profesionalisme Per wira yang diharapkan adalah profesionalisme yang secara bulat mencerminkan kemampuan

Per wira sebagai staf dan sebagai pimpinan untuk memimpin dan membina organisasi, dihadapkan kepada tuntutan peran TNI dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini baik yang berdimensi luar negeri maupun dalam negeri.

Dalam kajian Profesionalisme Perwira sebagai Pemimpin, dimana dalam konteks ini pimpinan lebih diartikan sebagai Komandan, ataupun menurut terminologi asing sebagai leader atau commander dan bukan manager.

Seorang pemimpin dalam kesehariannya lebih bercirikan : 1. Seorang bapak yang akrab; 2. Dapat diajak dan mengajak; 3. Koordinator yang kapabel; 4. Efektif dan produktif;

5. Pengontrol yang teliti dan sebaliknya terbuka untuk dikontrol;

6. Dalam segala bidang bersifat rasional, menjauhkan diri dari sikap harus di depan di mana-mana.

Upaya-upaya meningkatkan profesionalisme Perwira berlangsung, baik dilakukan secara perorangan maupun institusi. Peningkatan profesionalisme telah berlangsung melalui jenjang pendidikan, baik yang sifatnya pengembangan umum maupun spesialisasi, juga melalui berbagai penugasan yang sifatnya mutasi penugasan (tour of duty) dan mutasi wilayah (tour of area).

Profesionalisme sebagai suatu konsep perlu dikonkritkan dalam uraian-uraian

sederhana yang tidak terlalu menampilkan sifat dogmatis. Konsep profesionalisme sesungguhnya merupakan rangkaian dinamika realitas yang telah, sedang dan akan dialami oleh Per wira. Dengan demikian, penyajian materi dalam pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan profesionalisme Per wira. Sifat seperti itu diperlukan agar upaya menumbuhkan persepsi dan visi yang tepat terhadap profesionalisme Perwira dapat berlangsung secara bertahap.

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme Per wira, mutasi hanya akan bermakna konstruktif apabila dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas, obyektif dan konsisten bagi kepentingan tugas dan pengembangan kapabilitas Per wira itu sendiri. Dengan kualifikasi itu, maka pelaksanaan mutasi dengan pola kaderisasi Perwira. Untuk itu setiap mutasi P er wira selain memperhatikan daftar urut kepangkatan, juga mengupayakan daftar prestasi kerja.

Penugasan seorang Per wira diarahkan untuk menunjang kebutuhan organisasi. Namun sistem pembinaan personel dan karier yang baik akan menunjang terbina dan berkembangnya profesionalisme seorang Perwira. Oleh karena itu, hendaknya kedua kepentingan itu dapat diintegrasikan dan sebaliknya pula rotasi penugasan Per wira dapat mengembangkan kemampuannya sebagai pemimpin yang profesional, berpengalaman dan berpengetahuan

luas.

Menjadi perwira yang profesional merupakan proses jangka panjang serta memerlukan upaya nyata dan kerja keras. Profesionalisme ini meskipun secara gradual dapat dibangun oleh organisasi melalui pendidikan, pelatihan dan penugasan secara teratur dan berkesinambungan, namun Perwira harus mengakselerasi diri serta ikut berperan aktif dalam menunjang keberhasilan tugas.

Menghadapi tuntutan masa kini dan masa depan, Perwira harus meningkatkan kualitas dirinya, dengan demikian setiap Perwira akan yakin dan pasti melangkah ke depan, menyongsong panggilan tugas yang semakin kompleks.

Latihan Dalam Satuan (LDS) meningkatkan kualitas dan frekwensi latihan sehingga diperolah kemahiran atau ketrampilan profesional Perwira. Kemahiran dan ketrampilan tersebut akan membuat Perwira tersebut menjadi yakin atas kemampuan dirinya atau dengan kata lain menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan.

Pentingnya L atihan Dalam Satuan (LDS), untuk meningkatkan kemampuan dan kemahiran Perwira antara lain dengan kegiatan pembekalan dan semacam “UTP/UTJ” bagi pejabat Danton/Danki/ Pa Staf.

Karena tingkat kemampuan/ kecakapan prajurit ditata mulai Tingkat Kecakapan I (Prada) sampai dengan Tingkat Kecakapan VII (Peltu) dimana Tingkat Kecakapan yang lebih tinggi harus menguasai Tingkat Kecakapan dibawahnya. Padahal Per wira tidak ada/ mempunyai tingkat kecakapan dalam artian tidak mempunyai pentahapan uji/ UTP.

Oleh karena itu tugas Danyon adalah

Profesionalisme Perwira

Dalam Sendi-Sendi Dasar

Kehidupan Prajurit

Oleh : Kolonel Inf Agus Subijakto, S.E, M.H.

Peningkatan profesionalisme Perwira bukan proses yang alamiah,

tetapi merupakan proses meningkatkan etos kerja untuk dapat

menghadapi tantangan tugas dan perubahan kondisi lingkungan

sehingga tercapai keberhasilan pelaksanaan tugas Satuan. Dengan

didasarkan pemikiran inilah maka dalam rangka peningkatan

profesionalisme Perwira harus diperhatikan faktor kualitas sumber

daya Perwira serta identifikasi permasalahan dalam pelaksanaan

tugas pokok.

OPINI

meningkatkan kemampuan Danton/ Danki/Pa Staf untuk menguasai materi Tingkat Kecakapan I sampai dengan Tingkat Kecakapan VII selain materi yang terkait jabatannya, dalam konteks selaku pimpinan sehingga mempunyai rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai pimpinan.

Bila kemampuan dan kemahiran Danton/Danki/Pa Staf sudah optimal, maka tidak ada lagi Danyon mengelus dada sambil istighfar, manakala seorang Danton/Danki/Pa Staf diminta untuk menjelaskan pertanyaan : “Dengan simpul apa, menyambung 2 buah tali

yang tidak sama besar diameternya?” atau : “Jelaskan perbedaan dan implementasi peta LCO dan UTM?” karena materi tersebut adalah materi Tingkat Kecakapan I (Prada) ! maka pertanyaan tersebut harus bisa dijawab dan bisa dijelaskan ! bukan sebaliknya ! Demikianlah tulisan ini dibuat sebagai sumbang pikiran untuk dapat diambil intisarinya dengan harapan ada manfaatnya.

Penulis : K etum Puskop Kar tika Diponegoro

(13)

Menjadi bagian dari Persatuan Istri Prajurit (Persit) tidak pernah terlintas dalam pikiran Sariyati, wartawati Surat Kabar Harian (SKH) Bernas (Jogja) yang kini tercatat sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Dim 0729/Bantul, Rem 072/ Pamungkas. Hal ini sebagai konsekuensi dari pernikahannya dengan Kopka Maryono anggota Kodim Bantul yang kini bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Kasihan.

“Saya tidak membayangkan punya suami militer, karena tidak ada keluarga saya yang berlatarbelakang tentara. Sehingga sebelum menikah saya banyak ber tanya kepada suami apa itu Persit dan apa tugas Persit. Maklumlah saya sangat awam,” kata Sariyati mengawali perbincangan dengan kepada Gema Diponegoro pekan lalu.

Dari berbagai penjelasan yang diberikan, Sari demikian biasa dipanggil memandang bahwa menjadi seorang Persit merupakan hal yang sangat mulia. Sebab menjadi anggota Persit, selain berstatus sebagai istri, dia juga mengemban tugas sebagai pendamping dan pendorong suami dalam menjalankan tugasnya demi menjaga keutuhan NKRI. Maka tanpa ragu-ragu Sari yang sudah menekuni profesi sebagai wartawan selama 14 tahun tersebut menerima pinangan dan ajakan pengajuan nikah Maryono di akhir tahun 2011 silam. Setelah melalui berbagai

tahapan akhirnya resmilah Sari menjadi Keluarga besar TNI (KBT).

“Untuk menjadi Persit ternyata tidak mudah, karena saat pengajuan kita harus menghadap kebeberapa bagian sampai ke Kodam IV di Semarang. Ini benar-benar pengalaman luar biasa dan berharga, ceritanya akan berbeda ketika seorang perempuan menikah dengan TNI dengan perempuan yang menikah dengan sipil. Dan saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar TNI “tambahnya.

Ibu dari Cakra Adi Wijaya (9 bulan) ini menceritakan bukan hal mudah ketika harus menyesuaikan dan menyelaraskan ritme dua ‘alam’ yang

berbeda dimana TNI sangat disiplin dalam mengatur waktu, sementara sebagai wartawan dirinya terbiasa hidup dengan jam dan acara yang tidak menentu. Tahun pertama per nikahan diakuinya seper ti ‘gemblengan’ sampai akhirnya menemukan kenyamanan ketika memasuki usia pernikahan ketiga tahun.

Alumnus Komunikasi PPKP Universitas Negeri Yogyakarta ini berdalih apa yang telah diraihnya tidak terlepas dari bimbingan suami, ibu-ibu Persit atasannya, pengurus serta arahan dari Ketua Persit KCK Cabang XXX, Ny Fatmawati Tumadi.

Perempuan kelahiran Purworejo ini

menilai banyak hal positif yang didapatkan di organisasi Persit, terutama soal bagaimana menempatkan diri, memposisikan diri, menjadi pribadi yang baik dan santun, menjalankan fungsi sebagai seorang anggota Persit sekaligus ibu, istri ditambah pekerjaannya sebagai seorang wartawan.

Sari juga mengakui wartawan dan TNI adalah dua dunia yang berbeda, namun disitulah seninya, karena sesungguhnya wartawan dan TNI itu bisa saling melengkapi. Misalnya ketika seorang wartawan terbiasa molor saat acara kini berubah disiplin dan lebih menghargai waktu.

Sari mengibaratkan pernikahannya dengan suami sebagai “tumbu entuk tutup”. Suaminya pendiam, dirinya cenderung banyak bicara. Suami kalem, dia aktif, sehingga setiap hari ada saja yang didiskusikan dan bahas terutama tentang pekerjaan masing-masing.

Dalam menjalankan semua peran yang diembannya, keluarga ini menerapkan kepercayaan dan pengertian untuk menjaga keutuhan sebuah RumahTangga. Bagaimana tidak? Sebagai wartawan kadang dirinya harus berangkat pagi, pulang malam, meliput keluar kota bahkan hingga menginap dalam hitungan hari bahkan minggu.

Sari bersyukur sejak mengenal suaminya tahun 2008, orangnya sangat mendukung profesinya, baik saat sebelum menikah ataupun sudah menikah. Karena pekerjaaanya beberapa kali dirinya harus meninggalkan rumah hingga berhari-hari seperti saat meliput seminar pariwisata internasional di Kuala Lumur hingga sepekan, kunjungan ke Aceh hampir seminggu, liputan pariwisata di Padang (Sumbar) paska gempa besar dan beberapa kali mengikuti seminar di beberapa kota di Indonesia.

Begitupun dirinya sebagai istri juga memberikan kepercayaan kepada suami dalam menjalankan tugasnya yang menuntut kadang tidak pulang. Seperti saat masih menjadi anggota Provost harus keluar kota dua hari. Dirinya memiliki keyakinan, suaminya tidak akan neko-neko. Semoga begitu seterusnya.

Per empuan yang mengawali profesinya di Jawa Pos Grup tahun 2000 tersebut mengakui apa yang dijalani belum sedahsyat yang dialami Ibu-ibu anggota Persit lain yang ditinggal tugas

Sariyati, Wartawan Bernas yang Bersuamikan Prajurit

Wartawan dan TNI Saling Melengkapi

negara hingga berbulan-bulan bahkan hitungan tahun. Dirinya salut dan memberikan rasa hormat buati bu-ibu Persit dimanapun atas ketabahan, keiklasan, kekuatan dan kesetiaan kepada suami baik saat dekat ataupun di saat jauh.

Sebagai seorang wartawan yang juga seorang istri dan ibu, Sari sudah terbiasa membagi waktu. Bangun sebelum shubuh untuk menjalankan tugasnya mengurus rumahtangga, memandikan si kecil, menyuap, memberikan ASI dan mengajak jalan pagi. Setelah semuanya beres barulah dirinya beraktifitas di luar setelah sebelumnya sang buah hati dititipkan pada pengasuh.

Dukungan Semua Pihak

Sebagai suami, Kopka Maryono mengaku sangat mendukung profesi istrinya. Sebab saat sebelum menikah, Sari memang sudah dikenalnya sebagai wartawan, termasuk mereka bertemupun ketika Sari ada peliputan ke Kodim Bantul tempat Maryono bertugas.

“Saya mendukung istri untuk maju, mengasah kemampuannya dan menekuni profesinya. Menjadi seorang ibu rumah tangga, ditambah mengasuh anak dan juga menjadi anggota Persit, bukanlah penghambat dirinya untuk bisa berkarya. Alhamdulillah, Istri selama ini bisa memerankan semuanya dengan baik,” kata Mar yono, alumni Secata Gombong tahun 1984 tersebut.

Menjadi bagian dari Persatuan Istri Prajurit (Persit) tidak

pernah terlintas dalam pikiran Sariyati, wartawati Surat

Kabar Harian (SKH) Bernas (Jogja) yang kini tercatat

sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK)

Cabang XXX Kodim 0729/Bantul, Rem 072/

Pamungkas. Hal ini sebagai konsekuensi dari

pernikahannya dengan Kopka Maryono anggota Kodim

Bantul yang kini bertugas sebagai Bintara Pembina Desa

(Babinsa) Koramil 03/Kasihan.

Ditambahkan, sesungguhnya bakat dan kemampuan seseorang memang harus diasah dan dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi namun juga keluarga, lingkungan dan lebih luas lagi bagi negaranya.

“Saya juga memberikan kepercayaan kepada istri, pun ketika harus bertugas ke luar kota. Dengan kepercayaan itulah istrinya juga akan merasa lebih nyaman menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugas dari media tempat dia bekerja,”kata Maryono.

Sementara itu Ny Fatmawati Tumadi mengaku mendukung bagi anggotanya yang memiliki profesi di luar rumah selama bisa menyeimbangkan antara tugasnya sebagai istri, ibu dan juga tentu tidak meninggalkan kegiatan di organisasi Persit KCK.

“Persit itu harus maju, Persit harus berjaya dan saya mendukung siapapun anggota yang memang memiliki profesi di luar rumah selama itu adalah positif. Termasuk kepada anggotasaya yang menjadi wartawan. Saya bersyukur yang bersangkutan selalu aktif dalam kegiatan di organisasi walaupun saya tahu menjadi wartawan selalu diburu waktu dan deadline,”katanya.

Selain aktif di organisasi, Sari juga sering memasukkan kegiatan di satuan suaminya termasuk kegiatan Korem 072/ Pamungkas ke medianya, sehingga kegiatan TNI juga bisa dikenal lebih luas ke masyarakat. (GD)

Gambar

Foto : Bambang Subi

Referensi

Dokumen terkait