Riwayat Artikel:
Diajukan: 23-04-2021 Ditelaah: 09-06-2021 Direvisi: 12-07-2021 Diterima: 20-08-2021
Youtube Sebagai Media Dakwah di Era Milenial (Channel Nussa Official)
Salma Laila Qodriyah
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Korespondensi: [email protected]
DOI:
https://doi.org/10.18196/jasika.v1i2.14
Abstrak
Animasi Nussa memilih youtube sebagai media untuk berdakwah karena di era milenial ini dengan maraknya pengguna media sosial khususnya youtube. Dengan besar harapan agar bukan hanya sekedar tontonan akan tetapi digunakan juga sebagai tuntunan. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai Tujuan dari penelitian yaitu, mengetahui pemanfaatan media sosial youtube sebagai media dakwah di era milenial pada channel Nussa Official. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah, pemanfaatan media sosial youtube sebagai media dakwah pada channel Nussa Official secara keseluruhan dilakukan dengan menampilkan event atau kegiatan yang bernuansa Islami, seperti: kajian, dengan mengundang beberapa tokoh artis yang sering melakukan aktivitas dakwah dengan mengangkat tema yang sesuai dengan era milenial.
Kata kunci : era milenial; media dakwah; youtube
Abstract
Animation Nussa chose youtube as a medium for preaching because in this millennial era, with the rise of social media users, especially youtube. With great hope that it will not only be a spectacle but also be used as a guide. Qualitative methods were used in this study to achieve the objective of the study, namely, to find out the use of YouTube social media as a propaganda medium in the millennial era on the Nussa Official channel. The conclusion obtained from this research is that the use of YouTube social media as a medium of da'wah on the Nussa Official channel as a whole is carried out by displaying events or activities with Islamic nuances, such as: studies, by inviting several prominent artists who often carry out da'wah activities with the appropriate theme. with the millennial era.
Keywords: milenial era; media of da'wa; youtube
1. Pendahuluan
Dakwah merupakan sebuah upaya dan kegiatan baik dalam mewujudkan ucapan maupun perbuatan, yang mengandung ajakan atau seruan kepada orang lain untuk mengetahui, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari- hari untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Proses penyampaian dakwah tidak telepas dari proses komunikasi, karena dakwah sejatinya adalah sebuah komunikasi, da’i
sebagai komunikator menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada mad’u sebagai komunikan dengan berbagai cara serta melalui berbagai media yang ada. 1
Untuk mengaplikasikan dakwah maka dalam dunia dakwah, kita mengenal bahwa salah satu cara agar dakwah kita diterima oleh mad’u adalah dengan menyampaikan dakwah tersebut dengan cara baru dan yang berbeda dengan para da’i lainnya. Diantara hal yang mungkin bisa dikatakan baru dalam berdakwah adalah berdakwah dengan menggunakan media teknologi, terlebih lagi dengan teknologi internet karena semua orang bisa mengaksesnya.2
Terkait dengan aktivitas dakwah, da’i juga dapat dimanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Dakwah juga dikatakan sebagai proses perubahan sosial karena perubahan nilai pada tingkat individu-individu dapat merambah ke tingkat masyarakat sebagai akibat interaksi sosial antar individu anggota masyarakat, baik sebagai da’i maupun mad’u. Oleh karena itu, hadirnya internet sebagai media baru dengan interaktivitas dan konektivitas yang tinggi dewasa ini telah memungkinkan pengembangan aktivitas dakwah yang lebih konvergensif dan membedakannya dengan pola konvensional. Dakwah menjadi lebih mudah, tak terbatas ruang dan waktu serta murah dan terbuka.3
Salah satu faktor tantangan dakwah adalah hadirnya era milenial. Era milenial dapat disebut juga dengan era post-modern, dimana pemuda dan remajanya adalah mereka yang lahir pada kisaran tahun 1981 hingga tahun 2000, yaitu yang sekarang berusia kisaran 18 tahun hingga 37 tahun. Generasi milenial hidup pada era informasi yang diperoleh secara terbuka dari internet.4
Generasi milenial dengan dunia siber atau internet, membuat banyak pengaruh pada kondisi sosial masyarakat, salah satunya pada produksi film animasi Indonesia yang berdurasi pendek yang kemudian diunggah pada situs youtube. Channel youtube adalah sebuah layanan pada akun youtube yang dapat dikelola oleh beberapa akun gmail yang terpaut pada youtube. Channel digunakan untuk mengupload video di Youtube mempublikasikan youtube seperti menghapus video yang telah diupload, maupun berkomentar pada video orang lain. Kebanyakan film animasi saat ini dipublikasikan melalui media sosial youtube. Youtube adalah sebuah situs web yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. Pada media ini menyediakan mengunggah akun dan juga channel untuk penggunaanya.5
Pada generasi milenial internet merupakan media baru dalam kebutuhan akan
1 Efa Rubawati, “Tantangan dan Peluang Dakwah. Dalam Jurnal Studi Komunikasi” Vol.2, No.1, hal.127.
2 Paradianto, “Menegukkan Dakwah Melalui New Media” dalam Jurnal Komunikasi Islam, Vol.3, No.1, hal.34
3 Efa Rubawati, “Tantangan dan Peluang Dakwah” dalam Jurnal Studi Komunikasi. Vol.2, No.1, hal.128-129
4 Christiany Juditha, “Penggunaan Media Digital dan Partisipasi Politik Generasi Milenial Use of Digital Media and Polotical Participation Milenial Generation” dalam Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol.22, No.2, hal. 95
5 R. Arini, Skripsi:”Etika Dalam Komunikasi dalam Serial Nussa di Channel Youtube Nussa Official” (Banjarmasin: UIN Antasari, 2019), hal.3.
penyediaan informasi bagi segelintir kelompok masyarakat di dunia. Dalam proses perkembangannya muncul fitur internet yang dikenal dengan istilah media sosial. Kaplan dan Haenlin (2010) memberikan definisi media sosial “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content”.6 Dengan kehadiran serial animasi Nussa dan Rara ini mampu menjawab tantangan itu semua. Nussa Official hadir sebagai edukasi bagi anak-anak yang kemudian disajikan melalui tampilan animasi. Dengan hadirnya serial animasi Nussa dan Rara di channel youtube Nussa Official ini, banyak menarik perhatian bagi kaum milenial khususnya bagi anak- anak dan juga orangtua.
2. Metode Penelitian
Metode kualitatif di gunakan dalam penelitian ini. Pendekatan pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi/pengamatan, dokumentasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini melalui pengamatan atau observasi data melalui channel youtube Nusa Official, kemudian mengkategorikan isi pesan dakwah yang terdapat pada setiap episode Nusa yang telah unggah melalui channel youtube Nussa Official, kemudian yang terakhir yaitu melalui kolom komentar pada akun Nussa Official guna mendapatkan dampak bagi para penggunanya dan ditarik kesimpulan secara khusus.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1. Youtube Sebagai Media Dakwah di Era Milenial
Dalam rangka dakwah Islamiyah, harus mampu berdialog dengan kebudayaan modern dan secara aktif mengisi dengan substansi dan nuansa- nuansa Islami. Hal ini hanya bisa dilakukan bila memahami arus globalisasi secara benar dan tidak tertinggal dengan informasi-informasi aktual dari manca negara.
Di era milenial ini, pemanfaatan teknologi media sosial sangat sering menyentuh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari masyarakat perkotaan hingga masyarakat yang ada di pedesaan yang ada dipelosok. Usia remaja hingga menginjak dewasa hampir dapat dipastikan pernah mengecap berbagai macam media sosial yang tersedia, mulai dari facebook, instagram, twitter, youtube ataupun whatsapp. Beragam media ini sangatlah baik jika digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti contohnya adalah berdakwah.
Berdakwah di era milenial berhadapan dengan pesatnya perkembangan teknologi.
Dakwah harus menyesuaikan diri perkembangan perangkat yang terus berkembang pesat.
Juga dapat diakses dengan cepat melalui konten menarik dalam bentuk digital. Terlebih pada era milenial yang kecenderungannya bergantung pada internet, aktivitas sehari-hari cenderung menggunakan media modern. Maka kajian tentang era milenial secara khusus penting dikaji untuk mengetahui pendekatan dakwah seperti apa yang bisa digunakan
6 Edy Chandra, “Youtube Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi.”,
dalam Jurnal Muara, Vol.1, No.2, hal. 406.
untuk mencapai kesuksesan dalam berdakwah.78
Kewajiban dalam berdakwah harus mampu dilakukan secara terus- menerus dengan metode penyampaiannya disesuaikan dengan perkembangan zaman di era milenial. Meskipun peradaban zaman selalu berkembang, maka misi dakwah untuk membumikan Islam yang rahamatan lil’alamin harus tetap terwujud. Oleh karena itu para pendakwah dalam mengaktualisasikan dawahnya harus memahami bahwa konten dan bentuk dakwah merupakan bagian yang terpisah, namun dapat diberikan dalam konsep dakwah. Sedangkan karakteristik, stategi penyampaian dan metode dakwah juga memiliki kedudukan yang penting dalam dakwah.
Pada konteks penggunaan channel youtube sebagai media dakwah digital di era milenial, para pengguna memiliki posisi yang sama untuk mengolah dan mendistribusi pesan-pesan dakwah yang telah terdigitalisasi berbentuk video. Youtube adalah cara tercepat dan memiliki daya pikat yang sangat signifikan bagi pola dakwah di ranah media sosial.89
3.1.1. Youtube Sebagai Media Dakwah oleh Nussa Official
Sebagai media sosial yang paling populer saat ini, youtube menawarkan berbagai macam bentuk komunikasi yang bisa terjalin. Youtube memanjakan para penggunanya dengan kemudahan dan keberagaman fitur yang ada. Nussa Official memanfaatkan youtube tersebut guna membuat serial animasi yang berbasis edukasi Islam dengan mengangkat tema yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam. Channel youtube Nussa Official memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya di era milenial yang semakin berkembang dengan teknologi informasi. Berikut ini beberapa manfaat yang terdapat pada channel youtube Nussa Official yang digunakan sebagai media untuk berdakwah berdasarkan fitur-fitur yang ada:
1. Beranda: Beranda dalam aplikasi youtube dapat digunakan untuk halaman utama pada aplikasi youtube. Dengan ini pengikut aktif channel Nussa dapat dengan mudah mencari episode Nusa yang di inginkan.
2. Vidoe: Fitur ini berfungsi untuk menggunggah video yang ingin di unggah ke youtube oleh penggunanya. Salah satunya yaitu pada channel Nussa Official telah menggunggah konten dakwah dalm bentuk animasi Nussa. untuk dapat di nikmati oleh pengikut aktif Nussa Official.
3. Playlist: Fitur ini digunakan untuk memuat daftar yang telah dibuat melalui channel youtube tersebut. Fitur ini, dapat dimanfaatkan bagi pengikut aktif maupun pengguna youtube untuk menonton konten- konten pada unggahan di channel Nussa Official. Fitur-fitur utama tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengguna atau pengikut Nussa dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan dalam dakwah Islam.
Beranda, video, dan playlist digunakan sesuai dengan kapasitas keinginan, dan yang dianggap mudah dalam pembuatan pesan dalam dakwah.
4. Komunitas: Pada fitur ini di youtube digunakan untuk menampilkan postingan
7 Muslimin Ritonga, “Komunikasi Dakwah Zaman Milenia”, dalam Jurnal Komunikasi Islam, Vol.3, No.1, hal. 70-73
8 Ari Wibwo, “Kebebasan Berdakwah di Youtube: Suatu Analisis Pola Partisipasi Media”, Vol.9, No.2, hal.228-229
video setiap episodenya agar pengikut channel Nussa Official dapat dengan mudah mencari tema yang telah lama di unggah.
5. Channel: Fitur channel pada pengguna youtube dapat melihat hasil unggahan video yang di unggah melalui chanel saya, di situ juga dapat melihat berapa banyak orang melihat video yang di unggah, menyukai pada video, melihat berapa banyak orang yang tidak menyukai, dan melihat subscriber atau pengikut pada pengguna youtube.
6. Tentang: Fitur ini digunakan untuk menampilkan deskripsi mengenai pembuatan channel Nussa Official. Selain itu untuk menampilkan jumlah penonton disetiap minggunya.
7. Subsriber: Fitur yang menarik bagi para penggemar dan pengunjung utama adalah pengikut aktif channel Nussa Official (subscriber). Fitur ini dapat memberikan respon yang baik terhadap kesukaanya pada channel tersebut. Memiliki dampak yang positif pada sisi bisnis dakwah yang dapat menghasilkan profit. Semakin banya mendapatkan subscriber dan jumlah tayang akan semakin tinggi jumpah pendapatan poin yang dihasilkannya.
Sebagaimana youtube tersebut sangat berperan aktif bagi generasi milenial khususnya dalam hal melakukan dakwah atau hal kebaikan. Melalui fitur tersebut kita dapat melihat pesan dakwah yang diambil berbeda setiap minggunya. Dengan media sosial youtube sebagai media dakwah sangatlah efektif untuk menyebarkan kebaikan ajaran agama Islam. Selain daripada itu, dengan media dakwah youtube kita dapat mempraktikkan langsung melalui pesan dakwah yang telah disampaikan.
Dengan pemanfaatan youtube sebagai media dakwah ini memberikan kemudahan bagi generasi milenial untuk memperoleh informasi kebaikan dan ajaran-ajaran yang sesuai dengan agama Islam. Dengan media dakwah ini kita dapat mengaksesnya langsung tanpa harus menunggu lama. Generasi milenial dapat memberikan manfaat yang positif bagi pengguna youtube.
Secara langsung peneliti dapat menikmati nilai-nilai kebaikan dalam dakwah melalui video yang dapat kita cari difitur beranda yang kemudian bisa dijadikan sebagai dakwah dibagikan oleh pengguna youtube karena memang sangat banyak pengikut dari channel Nussa Official sendiri. Oleh sebab itu, tidak sedikit para pengguna youtube menggunakannya sebagai media dakwah.910
3.1.2. Kategori dalam Penyampaian Pesan Dakwah Nussa Official
Dakwah merupakan salah satu bentuk sarana atau suatu usaha mengubah situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat. Sehingga perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja. Akan tetapi perwujudan dakwah lebih menyeluruh terhadap sasaran yang lebih luas.1011
Memproduksi sebuah film yang dapat di terima oleh penonton tentunya dilihat dari segi
9 Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 28 Desember 2019).
10 Akhmad Irfan. Skripsi:”Teknik Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Film Animasi Adit dan Sopo Jarwo episode 1-7 di MNC TV” (Semarang: UIN Walisongo, 2016)
teknik penyampaiannya, yaitu dengan melihat audio visualnya. Pada bab ini, penulis akan mengkategorikan setiap tema pada animasi Nussa Official dengan melihat teknik penyampaiannya melalui dialog, musik (ilustrasi music), sound effect dan lokasi. Adanya hal itu, animasi Nussa Official berusaha memberikan tayangan kepada masyarakat yang berunsurkan Islami perepisodenya. Berikut ini adalah pengkategorian jenis pesan dakwah yang di sampaikan:
1. Akidah adalah iman atau keyakinan
Secara pokok iman memiliki enam rukun yaitu percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat-malaikat Allah, percaya akan kitab-kitab Allah, kemudian percaya kepada rasul-rasul Allah dan yang terakhir adalah percaya kepada takdir baik dan buruk.
Berikut ini beberapa contoh tema pada episode Nussa yang tergolong dalam kategori aqidah: Allah Maha Melihat, 25 Nabi, Rukun Iman, Rukun Islam dan lain sebagainya.
2. Ibadah adalah syari’at agama Islam
Ibadah dalam penyampaian pesan dakwah dapat berupa pendidikan dan sosial masyarakat atau keadaan sekitar. Dengan pendidikan semakin kokoh ibadah yang akan kita laksanakan. Beberapa contoh tema pada episode Nussa yang termasuk dalam kategori ibadah adalah sebagai berikut: latihan puasa, sholat itu wajib, dahsyatnya basmallah, gratis pahala, dan lain sebagainya.
3. Akhlak adalah budi pekerti
Akhlak merupakan sifat manusia yang terdidik sedari kecil. Yang merupakan kebiasaan sejak kecil dengan hal-hal kebaikan. Berikut ini beberapa tema yang terkait dengan akhlak adalah: adab tidur, adab mencuci tangan, sudah adzan jangan berisik, cintai Ibu dan Ayah, jangan sombong dan lain sebagainya.
Penyampaian pesan dakwah yang terdapat pada animasi Nussa dan Rara ini menemukan sebuah kesempurnaan untuk hidup, dari proses pembuatannya kita belajar untuk menjadi manusia yang sempurna merubah dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya, dari setiap tayangannya juga belajar untuk menjadi yang sempurna, adapun materi yang terkait dengan team selalu di ambil dari sumber Al-Qur’an dan Hadist.
3.1.3. Teknik Penyampaian Pesan Dakwah oleh Nussa Official
Teknik merupakan operasionalisasi metode kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Di dalam kegiatan dakwah terdapat teknik dakwah yang diperlukan sesuai dengan metode yang digunakan. Penerapan teknik berhubungan dengan adanya alat atau media dakwah yang merupakan salah satu aspek dakwah yang diperlukan dalam pelaksanaan dakwah.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teknik dakwah adalah operasional dakwah dengan bermedia atau non media. Yang perlu diperhatikan adalah metode apa yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan dakwah, maka dapat ditetapkan bagaimana teknik pelaksanaanya. Jadi, teknik merupakan tindak lanjut operasionalisasi kegiatan dakwah yang diperlukan guna tercapainya tujuan dakwah.11
Di bawah ini adalah uraian yang tergolong dalam macam-macam teknik pesan
11 Sumber Website Walisongo, “Teknik Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Film Animasi”, di akses pada 5 April 2020, (https://eprints.walisongo.ac.id/).
dakwah yang telah disampaikan melalui serial animasi Nussa dan Rara yang berkaitan dengan segi audio visual dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu, percakapan (dialog), musik, dan sound effect. Sedangkan jika dilihat dari segi visualnya dapat digolongkan menjadi dua yaitu, adegan (scene), dan lokasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa serial animasi Nussa dan Rara yang terdapat pada channel youtube Nussa Official ini sebagian besar telah menggunakan teknik penyampaian tersebut baik dari segi audio visual maupun dari segi visualnya. Oleh sebab itu, animasi Nussa Official menjadi banyak digemari oleh kaum milenial khususnya untuk anak-anak saat ini.
3.1.4. Dampak Pengikut Aktif Youtube Nussa Official
Kehadiran channel animasi youtube Nussa Official ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi para penggunanya. Dalam setiap unggahan video pada Nussa secara tidak langsung selalu dapat di terapkan dalam kehidupan sehari- hari. Dengan animasi Nussa dan Rara yang selalu tampil menggemaskan dan lucu ini akan selalu dibuat penasaran disetiap episode yang akan ditayangkan selanjutnya.12 Dampak positif dari penggunaan youtube sebagai media dakwah oleh Nussa Official dapat dilihat melalui komentar para pengguna channel youtube tersebut.
Dari perolehan data pada tabel 1, menunjukkan bahwa banyak para pengguna akun youtube yang menyukai dan menonton tayangan channel Nussa Official tersebut.
Penonton pada akun youtube berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari golongan usia remaja hingga dewasa, dari masyarakat biasa sampai tokoh seperti Ustad Felix Siauw, Ria Ricis, dan masih banyak para tokoh lainnya yang ikut serta dalam memberikan komentar-komentar yang positif dan mendukung.
Selain dilihat dari banyaknya jumlah penonton, terdapat kolom komentar setiap pengguna akun youtube Nussa Official. Ada sekitar 695 komentar pada setiap tayangan di episode dan komentar itu akan selalu bertambah. Dari jumlah komentar tersebut, jika dipersenkan akan mendapatkan sekitar 98% komentar itu positif. Sedangkan 2% dilihat dari sebagian yang tidak menyukai postingan episode Nussa Official.13
12 Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 21 November 2019).
13 Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/watch?v=DWCCrq_RCKY&t=183s/diakses pada 28 Desember 2019).
Tabel 1. Jumlah Like dan Penonton Animasi Nussa1414
No Judul Episode Jumlah Like Penonton
1. Tidur sendiri, ga takut! 442.873 33.408.340 2. Makan Jangan Asal Makan 363.395 41.627.126
3. Dahsyatnya Basmallah 295.319 25.442.627
4. Senyum itu Sedekah 186.518 9.903.312
6. Sudah Adzan Jangan Berisik 271.332 13.752.506
8. Belajar Ikhlas 350.238 12.986.765
9. Siapa Kita 228.689 12.654.322
11. Bulan Hijrah Penuh Berkah 201.565 20.093.293
12. Yah… hujan!!! 216.628 9.228.505
13. Kak Nussa!! 206.542 8.780.987
14. Jangan Kalah Sama Setan 209.453 12.663.242
15. Tak Bisa Balas 200.198 8.331.342
16. Rara Sakit 324.384 20.397.849
17. Nussa Bisa 377.862 17.358.628
18. Rukun Islam 132.071 8.440.046
19. Adab Makan 35.618 1.428.954
20. Libur Jangan Lalai 199.682 8.440.631
24. Latihan Puasa 128.181 5.915.907
25. Bukan Mahram 218.211 14.427.067
26. Puasa Pertama Rara 146.786 7.934.190
27. Adzan 83.178 4.092.397
28. Baik Itu Mudah 175.888 13.059.560
29. Sedia Payung Sebelum Hujan 114.094 8.949.512
30. Ingin Seperti Umma 92.644 4.679.187
31. Gigi Nussa Copot 94.042 5.301.760
32. Teman Baru Rara 149.140 10.308.755
33. Merdeka!!! 151.359 11.341.903
34. Rukun Iman 43.140 3.855.767
35. Belajar Dari Lebah 75.550 6.862.609
36. Jangan Bicara 82.981 5.870.188
37. Gratis Pahala 80.227 4.775.175
40. Cintai Mereka 58.862 2.939.720
42. Jangan Sombong 80.498 4.887.922
44. Hii Seram 138.000 8.193.039
45. Shalat itu Wajib 94.718 5.700.679
47. 25 Nabi 46.843 3.824.078
48. Tetanggaku Hebat 78.826 4.740.981
49. Bermain laying-layang 38.665 2.890.363
50. Ayo Olahraga 49.188 3.370.881
Komentar pada setiap penayangan episode Nussa Official dengan para tokoh dan masyarakat tersaji beragam, yang menandakan respon tinggi terhadap tayangan tersebut.
14 Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 21 November 2019).
3.2. Komentar Sejumlah Tokoh
Dalam gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberadaan channel Nussa Official ini memberikan dampak positif kepada para penggunanya. Selain daripada itu, terdapat sebagian pengguna youtube yang tidak menyukai unggahan divideo Nussa pada gambar dibawah ini, menjelaskan tentang komentar dan jumlah tayangan yang disukai dan tidak disukai sebagai berikut:
3.3. Jumlah Tayangan yang Tidak disukai dan disukai
Dari gambar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hanya sebagian kecil dari 2% yang tidak menyukai tayangan chanel youtube Nussa Official. Begitu banyak sekali fitur dari youtube yang dapat dijadikan sebagai media untuk berdakwah yang tentunya dapat diambil pelajarannya, seperti pesan dakwah yang disampaikan secara langsung
fokus pada sasaran yang dituju.
Mudahnya akses melalui pesan tanpa harus kesana-kemari, terlebih dalam materi yang disampaikan juga dikemas secara menarik. Melalui adengan video Nussa dan Rara dengan tingkah laku mereka yang menggemaskan membuat para pengguna menjadi penasaran untuk melihatnya. Seperti perkembangan zaman sekarang, generasi milenial yang lebih kreatif dalam memanfaatkan youtube sebagai wadah untuk berdakwah.15
4. Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah laksanakan tentang pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah di era milenial yang terdapat pada channel Nussa Official dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Media dakwah atau alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah, pada channel youtube Nussa Official berupa audio visual, gambar yang berbentuk animasi, tulisan melalui nyanyian lagu dan juga bacaan-bacaan yang dimana mencerminkan ajaran dalam Islam yang mudah dimengerti dan dipahami oleh kaum milenial dengan tampilan yang menarik.
2. Adapun pemanfaatan media sosial youtube sebagai media dakwah pada channel Nussa Official dilakukan dengan menampilkan event atau kegiatan yang bernuansa Islami, seperti: kajian, dengan mengundang beberapa tokoh artis yang sering melakukan aktivitas dakwah dengan mengangkat tema yang sesuai dengan era milenial. Selain daripada itu, berbagi sedekah melalui produk Nussa dalam membagikan hal kebaikan juga merupakan bentuk pemanfaatan media sosial melalui channel youtube Nussa Official.
3. Adanya channel youtube Nussa Official ini, sebagian besar sangat memberikan dampak yang positif bagi para pengikutnya. Mereka juga memberikan saran, masukan serta dukungan kepada channel tersebut agar tayangan Nussa semakin maju dan berkembang. Meskipun ada sebagain diantara mereka yang kurang menyukai beberapa postingan episode di channel youtube Nussa Official.
Daftar Pustaka
Arini, R. Skripsi: ”Etika Dalam Komunikasi dalam Serial Nussa di Channel Youtube Nussa Official” (Banjarmasin: UIN Antasari, 2019), hal.3.
Chandra, Edy. “Youtube Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi” dalam Jurnal Muara, Vol.1, No.2, hal. 406.
Irfan, Akhmad. Skripsi:”Teknik Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Film Animasi Adit dan Sopo Jarwo episode 1-7 di MNC TV”. (Semarang: UIN Walisongo, 2016).
15 Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 21 November 2019).
Juditha, Christiany. ”Penggunaan Media Digital dan Partisipasi Politik Generasi Milenial Use of Digital Media and Polotical Participation Milenial Generation”, dalam Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol.22, No.2, hal. 95.
Muslimin Ritonga, “Komunikasi Dakwah Zaman Milenial”, dalam Jurnal Komunikasi Islam, Vol.3, No.1, hal. 70-73.
Nadzifah, Faizatun. “Pesan Dakwah Dosen Dakwah Stain Kudus Dalam Surat Kabar Harian Radar Kudus”, dalam Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, Vo.1, No.1, hal.109.
Nabila, Rizky Ayu. “Nussa Official, Edukasi Islami Melalui Animasi“
(https://www.kompasiana.com/diakses pada 25 Oktober 2019).
Paradianto, P ”Menegukkan Dakwah Melalui New Media”, dalam Jurnal Komunikasi Islam, Vol.3, No.1, hal.34.
Rubawati, Efa. “Tantangan dan Peluang Dakwah”, dalam Jurnal Studi Komunikasi.
Vol.2, No.1, hal.127.
Suprayogo, Imam, Tobroni, “Metodologi Penelitian Sosial-Agama”, (Bandung: Remaja Rosdakarya) 2001 hal. 6.
Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 21 November 2019).
Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 21 November 2019).
Sumber Website Walisongo, “Teknik Penyampaian Pesan Dakwah Melalui Film Animasi", di akses pada 5 April 2020, (https://eprints.walisongo.ac.id/). Sumber
“Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/channel/UCV2jNjJEtO0Hr3b1Es3xPJg/diakses pada 28 Desember 2019).
Sumber “Youtube Nussa Official”,
(https://www.youtube.com/watch?v=DWCCrq_RCKY&t=183s/diakses pada 28 Desember 2019).
Wibowo, Ari. ”Kebebasan Berdakwah di Youtube: Suatu Analisis Pola Partisipasi Media”, Vol.9, No.2, hal.228-229.