BUPATI BUOL
PROVINSI SULAWESI TENGAH PERATURAN BUPATI BUOL NOMOR OC TAHUN 2017
TENTANG
PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA/CALON PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DILINGKUNGAN
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BUOL,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka upaya peningkatan budaya keija terhadap penyelenggaraan manajemen ASN dam pelayanan Publik yang berdasarkan pada asas proporsionalitas, efektif dan efisien, serta keadilan dan kesejahteraan Pegawai Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, maka perlu adanya kebijakan untuk perbaikan kesejahteraan Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN melalui pemberian tambahan penghasilan;
b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 63 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 jo Pasal 39 ayat (1) Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007, Pemerintah Daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil/Calon Pegawai Negeri Sipil berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan Keuangan Daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan Peraturan- perundangan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Bupati Buol ten tang Pemberian Tambahan Penghasilan bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara/Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kabupaten Buol;
- 1 -
Mengingat
Mengingat : 1.
2.
3.
4.
5.
6
.
7.
Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Morowali, Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 179, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3900) sebagaimana telah di ubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2000 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Morowali, Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 78, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 3966);
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
Undang -Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587). Sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2015 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuanagan Daerah sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan
Peraturan ...
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);
8. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Buol;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA/CALON PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DILINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUOL.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Buol.
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati Buol dan Perangkat Daerah sebagai unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah.
3. Bupati adalah Bupati Buol.
4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Buol.
5. Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat OPD adalah Perangkat Daerah pada Pemerintahan Daerah yang meliputi Dinas/
Badan/ Inspektorat/ Sekretariat Daerah/ Sekretariat DPRD/ Kan tor/
Rumah Sakit/ Satuan Polisi Pamong Praja/ Kecamatan dan Kelurahan.
6. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
7. Tambahan ...
7. Tambahan Tunjangan Penghasilan adalah Tambahan penghasilan yang diberikan kepada Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN dalam rangka peningkatan budaya keija dan kesejahteraan.
8. Jabatan Struktural adaiah suatu kedudukan yang menunjukan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seseorang Pegawai ASN dalam rangka memimpin suatu Satuan Organisasi Negara.
9. Jabatan Fungsional adalah Sekeiompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan Fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan, atau suatu kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.
10. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekeiompok Jabatan tinggi pada Instansi Pemerintah dan perwakilan, Jabatan tinggi terdiri dari Pejabat Struktural Tertinggi, Staf Ahli, Analis Kebijakan dan Pejabat lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
11. Jabatan Administrator adalah sekeiompok Jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan Publik serta Administrasi dan Pembangunan.
12. Jabatan Pengawas adalah Jabatan pengawas bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana.
13. Jabatan Pelaksana adalah Jabatan pelaksana bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pelayanan publik serta administrasi Pemerintahan dan pembangunan.
14. Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu.
15. Jam keija adalah kewajiban bagi PNS/CPNS untuk datang, melaksanakan tugas dan pulang sesuai ketentuan jam keija serta tidak berada ditempat lain khususnya tempat umum, kecuali karena tugas kedinasan.
16. Tugas Kedinasan adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan perintah kedinasan, Peraturan Perundang-undangan dibidang Kepegawaian atau Peraturan yang
berkaitan ...
- 4 -
berkaitan dengan Kepegawaian, Peraturan Kedinasan, Tata Tertib dilingkungan Kantor.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2
(1) Maksud diberikannya Tambahan Penghasilan Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Buol.
(2) Tujuan diberikannya Tambahan Penghasilan adalah dalam rangka meningkatan disiplin, profesional, dan semangat keija Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Buol.
BAB III
SUMBER PENDANAAN Pasal 3
Tambahan Penghasilan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Buol.
BAB IV
KRITERIA DAN BESARAN TAMBAHAN PENGHASILAN Pasal 4
Tambahan Penghasilan diberikan kepada Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN.
Pasal 5
Besaran tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud ditentukan sebagai berikut:
(1) Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN yang menduduki Jabatan struktural diberikan tambahan tunjangan penghasilan sebesar 1 (satu) kali besaran Tunjangan Jabatan.
(2) Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Pelaksana/fungsional golongan IV ke bawah diberikan tambahan penghasilan sebesar Rp.400.000 ( Empat Ratus Ribu Rupiah).
- 5 -
Pasal 6 ...
Pasai 6
Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN yang melaksanakan cuti (Bersalin, Tahunan, Sakit) dan/atau cuti bersama yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, melaksanakan tugas kedinasan. melaksanakan pendidikan dan pelatihan berhak menerima Tambahan Tunjangan Penghasilan dengan penuh.
BAB V
TATA CARA PENGHITUNGAN Pasai 7
(1) Tambahan Penghasilan diberikan kepada Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dan disiplin kerja.
(2) Tingkat kehadiran dan disiplin kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan komponen pengurang dalam pemberian tambahan penghasilan.
(3) Perhitungan komponen pengurang disiplin kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu:
a. Terlambat datang dan/atau tidak apel tanpa alasan yang sah dikurangi 1% (satu persen) per hari;
b. Cepat pulang tanpa alasan yang sah dikurangi 2% (satu persen) per hari;
c. Meninggalkan tugas kedinasan tanpa alasan yang sah dikurangi 2%
(satu persen) per hari; dan
d. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah dikurangi 5% (satu persen) per hari.
BAB VI
PENGECUALIAN PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN Pasai 8
(1) Tambahan penghasilan tidak diberikan kepada Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN:
a. berstatus sebagai pegawai titipan;
b. ditahan karena melakukan tindak kejahatan/pidana;
c. mengambil cuti besar dan cuti diluar tanggungan negara;
d. yang diberhentikan sementara sebagai Pegawai ASN;
e. mengikuti Tugas Belajar;
- 6 -
f. pindah ...
f. pindah antar intansi pada tahun Anggaran beijalan terhitung sejak berlakunya keputusan mutasi; atau
g. mutasi ke intansi Pemerintah Kabupaten Buol kurang dari 1 (satu) tahun berkenaan.
(2) Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf g menerima tambahan penghasilan setelah anggarannya dimuat dalam APBD.
(1) Pelaksanaan pembavaran Tambahan Penghasilan Pegawai berdasarkan Prestasi Keija dan dibayarkan setiap bulan.
(2) Penjabat Pengguna Anggaran mengajukan surat permintaan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai melalui Bendahara dari masing-masing satuan keija berdasarkan ketentuan yang berlaku.
(3) Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (DPA-OPD) masing-masing.
(4) Pemberian Tambahan Penghasilan bagi Pegawai ASN/Calon Pegawai ASN Golongan III dan IV non eselon dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21.
(5) Kepala OPD sebagai Pengguna Anggaran bertanggung jawab kepada Bupati dalam hal pelaksanaan Pembayaran Tambahan Penghasilan.
Dengan berlakunya Perturan Bupati ini, maka Pemberian Tambahan Penghasilan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Buol tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dibayarkan setiap tahun anggaran menurut Peraturan Bupati ini.
BAB VII
TATA CARA PERMINTAAN PEMBAYARAN Pasal 9
BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN Pasal 10
BAB I X ...
- 7 -
' * «
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP Pasal 11
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal di undangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Buol.
Ditetapkan di Buol
BERITA DAERAH KABUPATEN BUOLTAHUN 2017 NOMOR o r
- 8 -