• Tidak ada hasil yang ditemukan

FKATALOG INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK ESDM ONE MAP V.1.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FKATALOG INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK ESDM ONE MAP V.1."

Copied!
176
0
0

Teks penuh

(1)

FKATALOG INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

ESDM ONE MAP V.1.

PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFROMASI

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

2019

(2)

KATA PENGANTAR

.

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2192 K/03/MEM/2017 tentang Penunjukan Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Pelaksana Simpul Jaringan Informasi Geospasial Tematik Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, bersama ini Pusdatin ESDM memiliki salah satu tugas untuk menyusun tata kerja pengelolaan Informasi Geospasial Tematik Sektor ESDM dan menyediakan infrastruktur pengelolaan data spasial yang selanjutnya disebut ESDM One Map.

Katalog data spasial ini merupakan dokumentasi standarisasi penamaan file di dalam geodatabase, penamaan map service dan daftar peta tematik di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Terdapat kode-kode serta susunan penamaan dimana kode tersebut diatur sedemikian rupa sehingga nama peta tematik tidak hanya dapat mewaliki content dari peta tersebut tetapi juga memudahkan dalam pengelolaannya.

Tujuannya adalah untuk mempermudah identifikasi peta tematik dikarenakan setiap peta tematik sudah dinamai dengan standar yang seragam dan nama file sudah mewakili content yang ada didalamnya.

Katalog Informasi Geospasial Tematik (Katalog IGT) sektor ESDM ini ditujukan kepada unit pengelola peta tematik di lingkungan Kementerian ESDM, untuk dapat digunakan sebagai acuan dan juga informasi terkait peta tematik yang sudah tersedia di berbagai sektor di Kementerian ESDM. Semoga katalog ini bermanfaat oleh unit di lingkungan Kementerian ESDM dalam melakukan pengelolaan datanya dengan merujuk pada petunjuk yang sudah disediakan.

Jakarta, Desember 2019 Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi

Agus Cahyono Adi

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

1. PENDAHULUAN ... 8

1.1. Pengantar ESDM One Map ... 8

1.2. Arsitektur ESDM One Map ... 8

1.3. Struktur Data ESDM One Map ... 9

1.3.1. Clustering Data ... 9

1.3.2. Pembagian Geodatabase ... 10

1.3.3. Kode Klasifikasi Data ... 10

1.3.3.1. Kode Sektor ... 11

1.3.3.2. Kode Subsektor ... 11

1.3.3.3. Kode Waktu... 15

1.4. Standar Penamaan (Naming Convention) Data ... 15

1.4.1. Geodatabase Connection (Koneksi Geodatabase) ... 16

1.4.2. Penamaan Feature Dataset ... 17

1.4.3. Penamaan Feature Class ... 18

1.4.4. Penamaan Map Service ... 20

2. KATALOG DATA ... 22

2.1. SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI ... 22

WILAYAH KERJA MIGAS ... 22

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas (DME) ... 22

WILAYAH KERJA MIGAS NON KONVENSIONAL ... 23

KILANG LNG HULU ... 25

PIPA HIDROKARBON ... 26

JARINGAN GAS RUMAH TANGGA ... 27

STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR GAS (SPBG) ... 28

DEPOT PENGISIAN PESAWAT UDARA (DPPU) ... 29

TERMINAL BBM BADAN USAHA NIAGA MIGAS ... 31

(4)

FASILITAS BLENDING ... 32

STASIUN PENGANGKUTAN DAN PENGISIAN BULK ELPIJI (SPPBE) ... 33

KILANG MINYAK ... 34

KILANG LPG HILIR ... 36

KILANG LNG HILIR ... 37

TERMINAL BBM BADAN USAHA PENYIMPANAN MIGAS ... 38

PIPA DISTRIBUSI GAS BUMI ... 40

PIPA TRANSMISI GAS BUMI ... 41

PENYALUR BBM ... 42

2.2. Sektor Ketenagalistrikan ... 44

Gardu Induk... 44

PEMBANGKIT LISTRIK (POINT) ... 45

PEMBANGKIT LISTRIK (AREA) ... 47

JARINGAN LISTRIK ... 48

RASIO ELEKTRIFIKASI ... 50

2.3. Sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ... 51

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) ... 51

WILAYAH KERJA PANAS BUMI ... 52

WILAYAH PENUGASAN SURVEI PENDAHULUAN DAN EKSPLORASI (WPSPE) ... 53

WILAYAH PENUGASAN SURVEI PENDAHULUAN (WPSP) ... 55

PEMBANGKIT OFFGRID APBN ... 56

PLTS < 10MW ... 57

Direktorat Aneka EBT (DEA) ... 57

PLTM/PLTMH < 10MW ... 59

PEMBANGKIT BERBASIS BIOENERGI ... 61

POTENSI KELAPA SAWIT ... 62

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) ... 63

BADAN USAHA BBN (BIODIESEL) ... 65

BADAN USAHA BBN (BIOETHANOL) ... 67

PEMBANGUNAN BIOGAS ... 69

SEBARAN INDUSTRI KONSUMSI ENERGI > 6000 TOE ... 70

Direktorat Konservasi Energi (DEK) ... 70

PERUSAHAAN LAMPU SWABALAS ... 72

(5)

LTSHE ... 73

Sekretariat Direktorat EBTKE (SDE) ... 73

PENERANGAN JALAN UMUM TENAGA SURYA ... 74

Sekretariat Direktorat EBTKE (SDE) ... 74

2.4. Sektor Geologi ... 76

GEOLOGI GEOSTRUKTUR ... 76

Pusat Survei Geologi (BGS) ... 76

GEOLOGI LITOLOGI ... 77

Pusat Survei Geologi (BGS) ... 77

Cekungan Sedimen ... 78

Pusat Survei Geologi (BGS) ... 78

Cekungan Air Tanah ... 80

Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (BGE) ... 80

LITOLOGI AKUIFER ... 81

Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (BGE) ... 81

PRODUKTIVITAS AKUIFER... 83

Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (BGE) ... 83

PEMBORAN AIR TANAH ... 84

KAWASAN BENTANG ALAM KARST ... 86

POS PENGAMAT GUNUNG API ... 87

KRB GUNUNG API (Area) ... 88

KRB Gunung Api (Titik Letusan) ... 90

KRB GEMPA BUMI ... 92

KRB TSUNAMI ... 94

KRB GERAKAN TANAH ... 96

BITUMEN ... 97

POTENSI BATUBARA ... 99

POTENSI CBM ... 101

POTENSI MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN ... 102

POTENSI MINERAL LOGAM ... 104

POTENSI PANAS BUMI ... 106

POTENSI GAMBUT ... 108

2.5. Sektor Kelitbangan ... 110

(6)

SEBARAN SEDIMEN SEMARANG ... 110

SEBARAN SEDIMEN PATI ... 111

SEBARAN SEDIMEN CIREBON ... 113

SEBARAN SEDIMEN BANYUWANGI ... 114

SEBARAN SEDIMEN PERAIRAN INDONESIA BARAT ... 115

SEBARAN SEDIMEN JAKARTA ... 117

GRAVITY CORE ... 118

LAMPA ARUS PASANG MAKSIMUM ... 120

LAMPA ARUS PASANG MINIMUM ... 121

LAMPA ARUS SURUT MAKSIMUM ... 122

LAMPA ARUS SURUT MINIMUM ... 124

LAMPA BATIMETRI ... 125

LIRUNG ARUS PASANG MAKSIMUM ... 126

LIRUNG ARUS PASANG MINIMUM ... 127

LIRUNG ARUS SURUT MINIMUM ... 129

LIRUNG BATIMETRI ... 130

SUGI ARUS PASANG MAKSIMUM ... 131

SUGI ARUS PASANG MINIMUM ... 133

SUGI ARUS SURUT MAKSIMUM ... 134

SUGI ARUS SURUT MINIMUM ... 135

SUGI BATIMETRI ... 136

POTENSI ARUS LAUT ... 138

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1111 Ar ... 139

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1111 LINE ... 141

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1111 POINT ... 142

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1113 LINE ... 143

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1114 ... 147

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1212 ... 151

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI CONTOH 1213 ... 154

SAMPEL MINERAL LAUT LOKASI 1312 ... 158

LOKASI SAMPEL MINERAL LAUT 1313 ... 159

SEBARAN INDIKASI GAS ... 161

SEBARAN TIPE GAS ... 162

(7)

SEBARAN KANDUNGAN GAS METANA (POINT) ... 164

SEBARAN MINERAL LAUT (DATA LABORATORIUM) ... 165

SEBARAN MINERAL LAUT (DATA LAPANGAN) ... 168

SEBARAN MINERAL LAUT (DATA SG LBU TBL) ... 169

POTENSI MIKROHIDRO ... 172

POTENSI SURYA ... 174

POTENSI ANGIN ... 175

(8)

1. PENDAHULUAN

1.1. Pengantar ESDM One Map

ESDM One Map adalah sistem informasi berbasis web yang menampilkan berbagai informasi geospasial (peta) tematik sektor ESDM secara online (webGIS), diluncurkan pada tanggal 31 Mei 2017 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Dalam perjalanannya ESDM One Map telah menampilkan 107 peta tematik sektor ESDM dan peta tematik dari Kementerian/Lembaga lain (status: September 2019). Peta-peta tematik di ESDM One Map juga dimanfaatkan dalam Kebijakan Satu Peta sesuai dengan Perpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta Pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.

1.2. Arsitektur ESDM One Map

ESDM One Map menggunakan sistem pengelolaan data spasial yang terintegrasi dan tersusun dari 15 perangkat lunak pengolahan data spasial berbasis desktop, 5 GIS server, 5 geodatabase server, 1 datastore server, 1 GIS Portal server (ESDM One Map) dan 1 Web Adaptor server.

Gambar 1.1 Peresmian ESDM One Map Indonesia

(9)

Keterangan:

a. Geodatabase adalah sistem untuk menyimpan dan mengelola dataset, feature class, terrain, yang tereferensi secara spasial dan terintegrasi dan dapat di akses oleh aplikasi yang telah ada.

b. GIS Server adalah layanan atau service dengan menyediakan jenis layanan spasial, dan menjalankan perangkat lunak administratif yang memberikan kontrol terhadap jaringan dan sumber daya yang ada di dalamnya.

c. GIS Portal ekstensi dari GIS Server yang menyediakan berbagai aplikasi siap pakai untuk memanfaatkan data spasial yang telah terfederasi melalui GIS Server. Server ini juga menyediakan framework untuk pengaturan penyebaran data dan aplikasi.

d. Web Adaptor adalah perangkat lunak untuk mengintegrasikan GIS Server dan Portal Server yang berfungsi untuk menjaga keamanan system sebagai reverse proxy yang terhubung ke internet dan meneruskan permintaan ke GIS Server dan atau ke Portal Server.

e. Data Store Server adalah aplikasi yang memungkinkan konfigurasi penyimpanan data untuk hosting server yang digunakan oleh Portal

1.3. Struktur Data ESDM One Map 1.3.1. Clustering Data

Pengelompokkan data pada ESDM One Map (geodatabase dan server) dibagi menurut sektor yang ada di Kementerian ESDM. Terdapat lima sektor utama yang

Gambar 1.2 Arsitektur ESDM One Map (Status: Juli 2019)

(10)

menjadi klasifikasi yaitu Minyak dan Gas Bumi, Ketenagalistrikan, EBTKE, Geologi, Kelitbangan. Selain kelima sektor tersebut, terdapat sektor lainnya yang berasal dari Kementerian/Lembaga lain yang saat ini data geospasialnya dikelola oleh Pusdatin.

Untuk data Mineral dan Batubara sepenuhnya sudah terintegrasi dengan map service MOMI sehingga seluruh pengelolaan datanya terhubung dengan Minerba One Map Indonesia (MOMI) yang dikelola oleh Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara.

1.3.2. Pembagian Geodatabase

ESDM One Map memiliki 5 (lima) geodatabase server yang dikelompokkan sesuai dengan sektor-sektor yang ada di Kementerian ESDM. Geodatabase diberikan kepada produsen data di Kementerian ESDM untuk menyimpan data sesuai sektornya masing-masing serta beberapa data dari Kementerian lain yang menunjang keberadaan ESDM One Map, dengan rincian pembagian sebagai berikut:

Kode Lokasi Keterangan

gdb1 Pusdatin

gdb2 Ditjen Ketenagalistrikan dan Ditjen EBTKE gdb3 Ditjen Migas dan BPH Migas

gdb4 Badan Geologi

gdb5 Balitbang dan Minerba* (*jika diperlukan)

Produsen data menyimpan data spasial pada lokasi – lokasi geodatabase yang sudah ditentukan berdasarkan table di atas.

1.3.3. Kode Klasifikasi Data

Geodatabase terdiri dari tiga unsur utama yaitu Geodatabase Connection, Feature Dataset dan Feature Class. Masing – masing unsur tersebut memiliki naming convention atau kesepakatan dalam penamaanya yang bertujuan memudahkan

(11)

administrator (Pusdatin ESDM) untuk melakukan pengelolaan data geospasial di dalam ESDM One Map.

Dalam memberikan penamaan file ataupun data terdapat salah satu hal terpenting yaitu nama data harus mewakili tema atau konten yang ada di dalamnya. Sehingga dari setiap nama data akan mencerminkan isi data tersebut. Oleh karena itu penamaan unsur harus memiliki keterangan pembuat data dan keterangan waktu.

Setiap keterangan tersebut akan di-kode kan dan dibagi menjadi beberapa kode yang distandarkan. Kode terbagi menjadi tiga kode utama yaitu kode Sektor, kode sub sektor dan kode waktu.

1.3.3.1. Kode Sektor

Kode sektor menggunakan kode klasifikasi jabatan Eselon I di Kementerian ESDM. Berikut adalah tabel kode sektor:

1.3.3.2. Kode Subsektor

Kode Subsektor menggunakan kode klasifikasi jabatan Eselon III di lingkungan Kementerian ESDM. Kode tersebut merupakan kode yang digunakan untuk mewakili setiap unit di kementerian ESDM yang mengelola data geospasial. Berikut adalah kode eselon III yang digunakan:

Sektor Kode Eselon I

Minyak dan Gas Bumi DJM BPH Mineral dan Batubara DJB Ketenagalistrikan DJK Energi Baru Terbarukan dan

Konversi Energi DJE

Geologi BGL

Kelitbangan BLB

Sektor Lainnya dan Pusdatin SJN

(12)

a) Sektor Minyak Dan Gas Bumi

Nama Eselon I Kode

Eselon I Nama Eselon III

Kode Eselon

III

Direktorat

Jenderal Migas DJM

Sub Direktorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi

DMBS

Sub Direktorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Konvensional

DMEW

Sub Direktorat Pengawasan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi

DMEP

Sub Direktorat Pengolahan

Minyak dan Gas Bumi DMOO Sub Direktorat Niaga Minyak

dan Gas Bumi DMON

Sub Direktorat Pengangkutan

Minyak dan Gas Bumi DMOA Sub Direktorat Penyimpanan

Minyak dan Gas Bumi DMOS

Badan Pengatur

Hilir Migas BPH

Sub Direktorat Pemantauan Cadangan dan Pengelolaan Informasi Bahan Bakar Minyak

PCPI

(13)

Sub Direktorat Pengawasan dan Pengelolaan Informasi Gas Bumi Melalui Pipa

PPI

b) Sektor Ketenagalistrikan

Nama Eselon I Kode Eselon I Nama Eselon III Kode Eselon III

Direktorat Jenderal

Ketenagalistrikan

DJK

Sub Direktorat Data dan Informasi

Ketenagalistrikan

DPM

c) Sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi

Nama Eselon I

Kode Eselon

I

Nama Eselon III

Kode Eselon III

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi

DJE

Bagian Perencanaan dan Laporan

SER

Sub Direktorat Penyiapan Program Panas Bumi

DPP

Sub Direktorat Penyiapan Program Bioenergi

DBP

Sub Direktorat Penyiapan Program Aneka Energi Baru Terbarukan

DAP

(14)

Sub Direktorat Penyiapan Program Konservasi Energi

DKP

d) Sektor Geologi

Nama Eselon I Kode

Eselon I Nama Eselon III Kode Eselon III Badan Geologi BGL Bagian Tata Usaha BGD_TU

Bidang Air tanah BGE_AT Bidang Geologi Lingkungan BGE_GL Bidang Geologi Teknik BGE_GT

Bidang Pemetaan BGS_PM

Bidang Mitigasi Gunung Api BGV_GA Bidang Mitigasi Gempa

Bumi

BGV_GB

Bidang Mitigasi Gerakatn Tanah

BGV_GT

e) Sektor Kelitbangan

Nama Eselon I Kode

Eselon I Nama Eselon III Kode Eselon III BLB Bidang Afiliasi dan Informasi

(PPPGL)

BLK_A

(15)

Badan Penelitian dan

Pengembangan

Bidang Afiliasi dan Informasi (P3KEBTKE)

BLE_A

f) Sektor Lain dan Pusdatin

Nama Eselon I Kode

Eselon I Nama Eselon III Kode Eselon III Sekretariat

Jenderal

SJN Pengelolaan Data SJD2

1.3.3.3. Kode Waktu

Kode waktu dibagi menjadi dua bagian yaitu status data dan tanggal import data geospasial ke dalam Geodatabase. Format penulisan kode waktu adalah:

Jenis Kode Waktu

Tanggal Import Data

Waktu

Kode Tahun Bulan Tanggal

Status Data

27 Mei 2019

19 05 27 190527

Mei 2019 19 05 1905

Tanggal Import

18 Juli 2019

19 07 18 190718

1.4. Standar Penamaan (Naming Convention) Data

Standar penamaan dibagi menjadi penamaan pada feature dataset dan feature class pada geodatabase, serta penamaan map service pada saat publishing service.

(16)

1.4.1. Geodatabase Connection (Koneksi Geodatabase)

Alokasi Instance

Geodatabase

Kode Eselon I

Kode Eselon III

Nama

Geodatabase

Pusdatin gdb1.esdm.go.id SJN SJD2 sjn

Ditjen EBTKE

gdb2.esdm.go.id

DJE

SER

dje DPP

DBP DAP DKP Ditjen

Ketenagalistrikan

DJK DPM

djk

Ditjen Migas

gdb3.esdm.go.id

DJM

DMBS

djm DMEW

DMEP DMOO DMON DMOA DMOS

BPH Migas BPH

PCPI PPI bph

Badan Geologi gdb4.esdm.go.id BGL

BGD.TU BGE.AT BGE.GL

(17)

BGE.GT BGS.PM bgl

BGV.GA BGV.GB BGV.GT

Balitbang gdb5.esdm.go.id BLB

BLK.A BLE.A blb

Penamaan geodatabase tersebut disesuaikan dengan alokasi unit-unit di Kementerian ESDM. Setiap produsen data diwakili oleh unit eselon III nya. Setiap geodatabase dikelola oleh unit eselon III masing – masing dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan data di dalamnya.

1.4.2. Penamaan Feature Dataset

Feature dataset adalah kumpulan dari feature class yang memiliki satu karakteristik sama atau sebagai domain dari beberapa feature class yang merujuk pada satu tema peta yang akan ditampilkan. Penamaan feature dataset tidak perlu mencantumkan kode dan ditulis menggunakan HURUF KAPITAL serta jika lebih dari satu kata maka dihubungkan dengan tanda underscore (_). Feature dataset yang akan ditampilkan di ESDM One Map baik untuk publik dan internal, maka penamaan feature dataset harus ditambahkan _PUBLISH. Berikut adalah beberapa contoh dalam penamaan feature dataset:

Nama Dataset Standar Penamaan

Jaringan listrik JARINGAN_LISTRIK_PUBLISH Wilayah Kerja Migas

Konvensional

WILAYAH_KERJA_MIGAS_KONVENSIONAL_

PUBLISH

Wilayah Kerja Panas Bumi WILAYAH_KERJA_PANAS_BUMI_PUBLISH Potensi Batubara POTENSI_BATUBARA_PUBLISH

(18)

1.4.3. Penamaan Feature Class

Feature class adalah objek yang menyusun feature dataset yang tipenya terdiri dari point, polyline dan polygon. Feature Class atau di dalam format penyimpanan file folder disebut sebagai shapefile. Pada dasarnya keduanya adalah sama, namun perbedaanya pada letak penyimpanan, jika shapefile itu penyimpanan di dalam file folder dengan ekstensi .shp sedangkan feature class adalah penyimpanan di dalam geodatabase.

Penamaan feature class pada feature dataset di dalam geodatabase menggunakan penamaan sebagai berikut:

Keterangan:

• Kode Eselon III adalah kode di dalam unit Kementerian ESDM yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengolahan data spasial, sesuai dengan Kode Subsektor yang telah dijelaskan pada poin 1.3.3. (Kode Klasifikasi Data).

• Kode Feature Class adalah kode yang dibuat oleh Pusdatin menggunakan tiga digit angka yang menunjukkan urutan sekaligus kesamaan data, contoh: 001, 002, 003…dan seterusnya.

Jika Eselon III sebagai produsen data sudah memiliki kode tersendiri dan terstandar, harap menyampaikan kepada Pusdatin ESDM agar disesuaikan kembali di dalam Katalog Data Spasial ini.

• Kode Eselon III dan kode feature class digabung menjadi satu tanpa menggunakan tanda hubung.

• Nama Feature Class setiap huruf awal ditulis dengan huruf kapital dan selanjutnya menggunakan huruf kecil serta setiap kata dihubungkan dengan underscore (_).

Contoh:

Feature Class Nama Feature Class

Wilayah Kerja Migas Konvensional Wilayah_Kerja_Migas_Konvensional Wilayah Kerja Panas Bumi Wilayah_Kerja_Panas_Bumi

Kode Eselon III(Kode Feature Class)_Nama Feature Class_Status Data_Tanggal Import

(19)

• Status Data disesuaikan dengan format waktu dengan kombinasi tahun bulan dan tanggal (YYMMDD) atau jika tanggal tidak tersedia menggunakan kombinasi tahun dan bulan (YYMM), sesuai dengan Kode Waktu yang telah dijelaskan pada poin 1.3.3. (Kode Klasifikasi Data). Contoh:

Status Data

Waktu

Kode Tahun Bulan Tanggal

27 Mei 2019

19 05 27 190527

Mei 2019 19 05 - 1905

• Tanggal import merupakan tanggal data di import ke dalam geodatabase, disesuaikan dengan format waktu dengan kombinasi tahun bulan dan tanggal (YYMMDD), sesuai dengan Kode Waktu yang telah dijelaskan pada poin 1.3.3.

(Kode Klasifikasi Data). Contoh:

Tanggal Import

Waktu

Kode Tahun Bulan Tanggal

27 Mei 2019

19 05 27 190527

Berikut adalah contoh penamaan feature class dengan format yang ada:

Kode Eselon III Kode Feature Class

Nama Feature Class Status Data (YYMMDD)

Tanggal Import (YYMMDD) DMEW 002 Wilayah Kerja Migas

Konvensional

190620 190903

(20)

BGD_TU 003 Potensi Mineral Logam

190428 190820

DPM 001 Gardu Induk 1812 190707

Maka penamaannya menjadi seperti berikut:

Dengan format tersebut maka secara keseluruhan tampilan penamaan geodatabase akan menjadi seperti berikut:

Gambar 1.3 Contoh Standar Penamaan pada Geodatabase

1.4.4. Penamaan Map Service

Map Service adalah cara untuk mempublikasikan peta ke web menggunakan ArcGIS. Peta yang sudah dibuat pada ArcMap/Acrpro kemudian di publish ke ArcGIS server dengan syarat tetap terhubung ke dalam intranet ESDM.

Standar penamaan Map service adalah sebagai berikut:

• DMEW002_Wilayah_Kerja_Migas_Konvensional_190620_190903

• BGDTU003_Potensi_Mineral_Logam_190428_190820

• DPM001_Gardu_Induk_1812_190707

Kode Eselon I_Kode Eselon III_Nama Map Service

(21)

Catatan:

Nama Map Service dapat disesuaikan sama dengan nama Feature Class atau menyesuaikan dengan tema peta yang sesuai, dihubungkan menggunakan underscore (_).

Jika menggunakan contoh feature class di atas, maka penamaan map servicenya adalah:

Kode Eselon I Kode Eselon III Nama Map Service

DJM DMEW Wilayah Kerja

Migas

Konvensional

BGL BGDTU Potensi Mineral

Logam

DJK DPM Gardu Induk

• DJM_DMEW_Wilayah_Kerja_Migas_Konvensional

• BGL_BGDTU_Potensi_Mineral_Logam

• DJK_DPM_Gardu_Induk

(22)

2. KATALOG DATA

2.1. SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI

a) Direktorat Jenderal Minyak Dan Gas Bumi (DJM)

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas (DME) WILAYAH KERJA MIGAS

Definisi : Daerah tertentu di dalam Wilayah Hukum Pertarnbangan Indonesia untuk pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Konvensional

Sumber Acuan Peta

: Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran WK Migas Non Konvensional dan Permen ESDM No.

35 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi

Nama Dataset : WILAYAH_KERJA_MIGAS_KONVENSIONAL_PUBLISH Nama FC : DMEW002_WK_Migas_Konvensional_1910_191105 Geometri : Polygon

Status Data : Oktober 2019 Akses Data : Publik

Catatan : Termasuk dalam Peta PKSP

Produsen Data : Subdit Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Konvensional (DMEW)

Geodatabase : DJM

(23)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid Objected objectID objectID

namobj Namobj nama block wilayah kerja String

oprblk Oprblk perusahaan operator block

wilayah kerja

String

effdat Effdat tahun mulai izin kerja sama Date expdat Expdat tahun habis izin kerja sama Date

Status Status Status wilayah kerja String

srs_id srs_id spatial reference system

identifier

String

remark Remark Remark String

metadata Metadata Metadata String

shape Shape Keterangan geometry geometry

st_area(shape) st_area(shape) shape area Double st_length(shape) st_length(shape) shape length Double

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas (DME) WILAYAH KERJA MIGAS NON KONVENSIONAL

Definisi : Daerah tertentu di dalam Wilayah Hukum Pertarnbangan Indonesia untuk pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional. Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional adalah Minyak dan Gas Bumi yang diusahakan dari reservoir tempat terbentuknya Minyak dan Gas Bumi dengan permeabilitas yang rendah (low penneability) antara lain Shale Oil, Shale Gas, Tight Sand Gas, Gas Metana Batubara, dan Methane-Hydrate, dengan Geodatabase DJM

(24)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid objectid objectID objectID

namobj namobj nama block wilayah kerja String

oprblk oprblk perusahaan operator block wilayah kerja String

effdat effdat tahun mulai izin kerja sama Date

expdat expdat tahun habis izin kerja sama Date

Status Status Status wilayah kerja String

srs_id srs_id spatial reference system identifier String

remark remark Remark String

metadata metadata metadata String

shape shape Keterangan geometry geometry

st_area(shape) st_area(shape) shape area Double

st_length(shape) st_length(shape) shape length Double rnenggunakan teknologi tertentu seperti fracturing (Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2012)

Sumber Acuan Peta

: Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran WK Migas Non Konvensional dan Permen ESDM No.

35 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi

Nama Dataset : WILAYAH_KERJA_MIGAS_NON_KONVENSIONAL_PUBLISH Nama FC : DMEW003_WK_Migas_Non_Konvensional_1910_191105 Geometri : Polygon

Status Data : Oktober 2019 Akses Data : Publik

Keterangan : Termasuk dalam Peta PKSP Produsen

Data

: Sub Direktorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional

Map Service : DJM_DMEW_Wilayah_Kerja_Migas

(25)

Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas (DME)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid Object ID Object ID double

nama_kilan Nama_Kilang Nama kilang string

mtpa mtpa Satuan million ton per annum

(tahun)

string

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date KILANG LNG HULU

Definisi : Fasilitas pengolahan gas alam cair Sumber Acuan

Peta

: -

Nama Dataset : KILANG_LNG_HULU

Nama FC : DMEP001_Kilang_LNG_Hulu_1704_190924 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : -

Produsen Data : Subdit Pengawasan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi (DMEP) Map Service : DJM_DMEP_Kilang_LNG_Hulu

Geodatabase : DJM

(26)

Globalid globalid globalid Global id

shape shape Jenis feature class Geometry

Direktorat Pembinaan Program Migas (DMB) PIPA HIDROKARBON

Definisi : Pipa untuk mengangkut minyak dan gas bumi dari sumber pasokan minyak dan gas bumi ke satu atau lebih pusat distribusi atau ke satu atau lebih konsumen minyak dan gas bumi atau yang menghubungkan sumber- sumber pasokan minyak dan gas bumi

Sumber

Acuan Peta : Permen ESDM Nomor 19 Tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Perpipaan

Nama

Dataset : PIPA_MIGAS_PUBLISH

Nama FC : DMBS003_Pipa_Hidrokarbon_LN_180502_190924 Geometri : Polyline

Status Data : Mei 2018 Akses Data : Internal

Catatan : Termasuk dalam Peta PKSP Produsen

Data : Sub Direktorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi (DMBS).

Map Service : DJM_DMBS_Pipa_Migas Geodatabase : DJM

(27)

Atribut

Field Alias Keterangan Tipe

objectid objectid objectID objectID

dimmtr dimmtr Diameter pipa double

remark remark Jenis peruntukan pipa String

namobj namobj Nama pipa string

Shape_length Shape_length Nama resmi kilang LPG double

Srs_id Srs_id Spatial system reference string

tiphco tiphco Tipe Hidrokarbon short

fcode fcode Kode menurut KUGI string

shape shape Jenis feature class Geometry

St_length(shape) St_length(shape) St_length(shape) Double

Direktorat Pembinaan Program Migas (DMB) JARINGAN GAS RUMAH TANGGA

Definisi : Jumlah sambungan rumah tangga yang dialiri gas pada wilayah tertentu Sumber

Acuan Peta : - Nama

Dataset : JARGAS_RUMAH_TANGGA_PUBLISH

Nama FC : DMBS005_Jargas_Rumah_Tangga_1812_191029 Geometri : Polygon

Status Data : Desember 2018 Geodatabase : DJM

(28)

Atribut

Field Alias Keterangan Tipe

objectid objectid objectID objectID

Kecamatan Kecamatan Kecamatan string

sr_1 Sambungan

Rumah

Jumlah Sambungan Rumah Long

st_area(shape) st_area(shape) st_area(shape) double st_length(shape) st_length(shape) st_length(shape) double

shape shape Jenis feature class Geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) Akses Data : Publik

Catatan : - Produsen

Data : Sub Direktorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi (DMBS).

Map Service : DJM_DMBS_Jaringan_Gas_Rumah_Tangga

STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR GAS (SPBG)

Definisi : Tempat untuk melakukan pengisian bahan bakar gas Sumber Acuan

Peta : -

Nama Dataset : SPBG_PUBLISH Geodatabase : DJM

(29)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

Objectid Objectid objectid objectid

Badan_usaha Badan usaha Nama badan usaha pengelola String

fasilitas fasilitas Nama SPBG String

lokasi lokasi Alamat SPBG String

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date

Globalid Globalid Global ID Globalid

Shape Shape Jenis geometry Geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) Nama FC : DMON001_SPBG_1704_190924

Geometri : Point Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : -

Produsen Data : Subdit Niaga Minyak dan Gas Bumi (DMON)

Map Service : DJM_DMON_Stasiun_Pengisian_Bahan_Bakar_Gas

DEPOT PENGISIAN PESAWAT UDARA (DPPU) Geodatabase : DJM

(30)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

Objectid objectid objectid objectid

Id_banguna Id_banguna Id DPPU double

Nama_badan Nama_badan Badan Usaha pemilik DPPU string

kategori kategori kategori string

Nama_bangu Nama_bangu Nama DPPU string

x x Longitude Double

y y latitude Double

provinsi provinsi Nama provinsi String

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date

globalid globalid globalid Global id

shape shape Jenis feature class Geometry

Definisi : Tempat pengisian bahan bakar untuk pesawat baik pesawat komersil ataupun pibadi

Sumber Acuan Peta

: -

Nama Dataset : DPPU_PUBLISH

Nama FC : DMON002_Depot_Pengisian_Pesawat_Udara_1704_190709 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : -

Produsen Data : Subdit Niaga Minyak dan Gas Bumi (DMON) Map Service : DJM_DMON_Depot_Pengisian_Pesawat_Udara

(31)

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid_1 Objectid_1 objectid objectid

id_bangunan Id Bangunan ID Terminal BBM Double

nama_badan Nama Badan Usaha

Nama badan usaha pengelola String

kategori Kategori Jenis Terminal BBM (Niaga atau Penyimpanan)

String

nama_bangunan Nama Bangunan Nama Bangunan String

x x longitude Double

y y latitude Double

provinsi Provinsi Provinsi String

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String TERMINAL BBM BADAN USAHA NIAGA MIGAS

Definisi : Tempat untuk menyimpan bahan bakar minyak dan petrokimia yang dimiliki oleh Badan Usaha pemegang Izin Usaha Niaga Sumber Acuan

Peta

: -

Nama Dataset : TERMINAL_BBM_NIAGA_PUBLISH

Nama FC : DMON003_Terminal_BBM_Niaga_1704_190924 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik

Catatan : Data Terminal BBM eksisting belum dipisahkan sesuai dengan jenis izin usaha Badan Usahanya.

Produsen Data : Subdit Niaga Minyak dan Gas Bumi (DMON) Map Service : DJM_DMON_Terminal_BBM_Niaga

Geodatabase : DJM

(32)

last_edited_date Last edited date Last edited date Date

Globalid Globalid Globalid Globalid

shape shape point Geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid objectid Objectid Objectid

no no Nomor Double

FASILITAS BLENDING

Definisi : Fasilitas blending atau pencampuran fraksi minyak bumi dengan zat additif lainnya (BBN).

Sumber Acuan Peta

: -

Nama Dataset : FASILITAS_BLENDING_PUBLISH

Nama FC : DMON004_Fasilitas_Blending_18_190924 Geometri : Point

Status Data : September 2019 Akses Data : Publik

Catatan : - Produsen

Data

: Subdit Niaga Minyak dan Gas Bumi (DMON)

Map Service : DJM_DMON_Fasilitas_Blending Geodatabase: DJM

(33)

badan_usah Badan Usaha Badan Usaha Pemilik Fasilitas Blending

String

terminal_b terminal_b Terminal Fasilitas Blending String

cabang cabang Cabang String

alamat alamat Alaman Fasilitas Blending String

x x Longitude (Decimal Degree) Double

y y Latitude (Decimal Degree) Double

shape shape Jenis Geometry Geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) STASIUN PENGANGKUTAN DAN PENGISIAN BULK ELPIJI (SPPBE)

Definisi : Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji Sumber Acuan

Peta

: -

Nama Dataset : SPPBE_PUBLISH

Nama FC : DMOA001_SPPBE_1704_190924 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : -

Produsen Data : Subdit Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (DMOA) Map Service : DJM_DMOA_SPPBE

Geodatabase DJM

(34)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

Object_id Object_id objectid objectid

Perusahaan Perusahaan Nama perusahaan String

status status Status operasional String

alamat alamat Alamat SPBE String

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date

Global id Global id globalid globalid

Shape Shape Jenis feature class geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) KILANG MINYAK

Definisi : Pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia.

Sumber Acuan Peta

: -

Nama Dataset : KILANG_MINYAK_PUBLISH

Nama FC : DMOO001_Kilang_Minyak_1704_190924 Geometri : Point

Geodatabase DJM

(35)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

Objectid_1 Objectid_1 objectid objectid

Objectid Objectid objectid Long

x x longitude Double

y y latitude Double

kilang kilang Nama Kilang String

lokasi lokasi lokasi kilang String

perusahaan perusahaan Perusahaan pemilik kilang String kap_2014 Kap_2014 Kapasitas kilang tahun 2014 Double keterangan Keterangan Keterangan kilang, produksi dll String created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date

Globalid Globalid Globalid Globalid

shape shape point Geometry

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : - Produsen

Data

: Subdit Niaga Minyak dan Gas Bumi (DMOO)

Map Service : DJM_DMOO_Kilang_Minyak

(36)

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid objectid objectID objectid

Sumber_gas Sumber_gas Sumber gas String

mtpa mtpa Kapasitas total kilang LPG dalam Metrik ton per tahun

String contractor contractor Kontraktor pelaksana String

operasi operasi Tahun operasi String

konsumen konsumen Konsumen pengguna LPG String

KILANG LPG HILIR

Definisi : Pabrik atau fasilitas industri yang mengolah Liquid Petroleum Gas (LPG)

Sumber Acuan Peta

: -

Nama Dataset

: KILANG_LPG_PUBLISH

Nama FC : DMOO002_Kilang_LPG_1704_190527 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : - Produsen

Data

: Sub Direktorat Pengolahan Migas (DMOO)

Map Service : DJM_DMOO_Kilang_LPG_Hilir Geodatabase : DJM

(37)

kategori kategori Kategori kilang String

lokasi lokasi Lokasi kilang String

status status Status operasional String

keterangan keterangan Keterangan String

lng name lng name Nama resmi kilang LNG String

created_user created_user Created user String

created_date created_date Created date Date

last_edited_user last_edited_user Last edited user String last_edited_date last_edited_date Last edited date Date

globalid globalid Global ID Global ID

shape shape Jenis geometry geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) KILANG LNG HILIR

Definisi : Fasilitas pengolahan Gas Alam Sumber Acuan

Peta

: -

Nama Dataset : KILANG_LNG_PUBLISH

Nama FC : DMOO003_Kilang_LNG_Eksisting_1704_190924 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik Catatan : -

Produsen Data : Subdit Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Map Service : DJM_DMOO_Kilang_LNG_Hilir

Geodatabase DJM

(38)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid Id_banguna Id DPPU double

Sumber_gas Sumber_gas Nama sumur sumber gas string

mtpa mtpa Satuan million ton per annum

(tahun)

string

kontraktor kontraktor Nama perusahaan string

operasi operasi Tahun beroperasi String

konsumen konsumen Peruntukkan gas String

kategori kategori Kategori kilang String

lokasi lokasi Lokasi kilang String

status status Status operasional String

keterangan keterangan Keterangan produksi String

Lng_name Lng_name Nama kilang LNG String

Globalid globalid globalid Global id

shape shape Jenis feature class Geometry

Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (DMO) TERMINAL BBM BADAN USAHA PENYIMPANAN MIGAS

Definisi : Tempat untuk menyimpan bahan bakar minyak dan petrokimia yang dimiliki oleh Badan Usaha pemegang Izin Usaha Penyimpanan

Sumber Acuan Peta

: -

Nama Dataset : TERMINAL_BBM_PENYIMPANAN_PUBLISH

Nama FC : DMOS001_Terminal_BBM_Penyimpanan_1704_190924 Geometri : Point

Status Data : April 2017 Akses Data : Publik

Geodatabase : DJM

(39)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid_1 Objectid_1 objectid objectid

id_bangunan Id Bangunan ID Terminal BBM Double

nama_badan Nama Badan Usaha

Nama badan usaha pengelola String

kategori Kategori Jenis Terminal BBM (Niaga atau Penyimpanan)

String

nama_bangunan Nama Bangunan Nama Bangunan String

x x longitude Double

y y latitude Double

provinsi Provinsi Provinsi String

created_user Created user Created User String

created_date Created date Created Date Date

last_edited_user Last edited user Last edited user String last_edited_date Last edited date Last edited date Date

Globalid Globalid Globalid Globalid

shape shape point Geometry

Catatan : (Note: Data Terminal BBM eksisting belum dipisahkan sesuai dengan jenis izin usaha Badan Usahanya)

Produsen Data : Subdit Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi (DMOS) Map Service : DJM_DMOS_Terminal_BBM_Penyimpanan

(40)

b) Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH)

Direktorat Gas Bumi (DGB)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid_1 Object ID Objectid Object ID

Shape Shape Jenis Geometry Geometry

PIPA DISTRIBUSI GAS BUMI

Definisi : Pipa distribusi Gas Bumi milik Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Gas Bumi melalui Pipa

Sumber Acuan Peta

: Kepmen ESDM Nomor 2700 tahun 2012 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional tahun 2012-2025, Permen ESDM Nomor 4 tahun tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi pada kegiatan usaha hilir Migas

Nama Dataset : PIPA_DISTRIBUSI_GAS_BUMI_PUBLISH

Nama FC : PPI002_Pipa_Distribusi_Gas_Bumi_191031_191031 Geometri : Polyline

Status Data : Oktober 2019

Akses Data : Publik (Melihat), Internal Catatan : -

Produsen Data

: Sub Direktorat Pengawasan dan Pengelolaan Informasi Gas Bumi Melalui Pipa

Map Service : BPH_PPI_Pipa_Transmisi_dan_Distribusi_Gas_Bumi Geodatabase : BPH

(41)

bu_initial Inisial BU Inisial Badan Usaha String

bu_name Nama BU Nama Badan Usaha String

ra_initial Inisial Ruas Inisial Ruas String

ra_name Nama Ruas Nama Ruas String

tipe_pipa Tipe Pipa Tipe pipa String

area Area Area String

diameter Diameter Diameter pipa String

length Length Panjang Pipa Double

notes Notes Catatan String

Direktorat Gas Bumi (DGB) PIPA TRANSMISI GAS BUMI

Definisi : Pipa Transmisi Gas Bumi milik Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa

Sumber Acuan Peta

: Kepmen ESDM Nomor 2700 tahun 2012 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional tahun 2012-2025, Permen ESDM Nomor 4 tahun tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi pada kegiatan usaha hilir Migas

Nama Dasaset : PIPA_TRANSMISI_GAS_BUMI

Nama FC : PPI003_Pipa_Transmisi_Gas_Bumi_191031_191031 Geometri : Polyline

Status Data : Oktober 2019

Akses Data : Publik (Melihat), Internal Catatan : -

Geodatabase BPH

(42)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

objectid Object ID Objectid objectid

Shape Shape Jenis Geometry Geometry

st_length(shape) st_length(shape) Shape Length Double bu_initial Inisial BU Inisial Badan Usaha String

bu_name Nama BU Nama Badan Usaha String

ra_initial Inisial Ruas Inisial Ruas String

ra_name Nama Ruas Nama Ruas String

tipe_pipa Tipe Pipa Tipe pipa String

area Area Area String

diameter Diameter Diameter pipa String

length Length Panjang Pipa Double

notes Notes Catatan String

tarif Tarif Tarif Double

Direktorat Bahan Bakar Minyak(DBBM) Produsen Data : Sub Direktorat Pengawasan dan Pengelolaan Informasi Gas Bumi

Melalui Pipa

Map Service : BPH_PPI_Pipa_Transmisi_dan_Distribusi_Gas_Bumi

PENYALUR BBM

Definisi : Stasiun pengisian bahan bakar untuk distribusi BBM Geodatabase BPH

(43)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

Objectid objectid objectid objectid

bu Badan Usaha Nama Badan Usaha String

tipe Tipe Penyalur Tipe Penyalur BBM String

penyalur No. Penyalur Nama Penyalur BBM String

prov Priovinsi Provinsi String

prov_no Kode Provinsi Kode Provinsi sesuai Permendagri 137 tahun 2017

Long

kab Kab/Kota Kabupaten/Kota String

kab_no Kode Kab/Kot Kode Kabupaten sesuai Permendagri 137 tahun 2017

Long

alamat Alamat Alamat String

pemilik Pemilik Nama Pemilik Penyalur BBM (Hanya muncul di Internal)

String

jbt JBT Penyalur Jenis BBM Tertentu String

jbkp JBKP Penyalur Jenis BBM Khusus

Penugasan

String

satu_harga Satu Harga Klasifikasi Penyalur BBM Satu Harga atau Reguler

String

status Status Status String

Sumber Acuan Peta

: Permen ESDM No 13 Tahun 2018 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, dan Liquefied Petroleum Gas

Nama Dataset : PENYALUR_BBM_PUBLISH

Nama FC : PCPI018_Penyalur_BBM_191014_191014 Geometri : Point

Status Data : Oktober 2019

Akses Data : Publik (Melihat), Internal

Catatan : Penyalur BBM terdiri dari AMT, SPBN, SPBB, SPBU, dan SPBU Non Standar

Produsen Data

: Sub Direktorat Pemantauan Cadangan dan Pengelolaan Informasi Bahan Bakar Minyak.

Map Service : BPH_PCPI_Penyalur_BBM

(44)

latitude Latitude Koordinat Latitude Double longitude Longitude Koordinat Longitude Double

shape Shape Jenis Geometry Geometry

2.2. Sektor Ketenagalistrikan

a) Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan (DLP) Gardu Induk

Definisi : Sebaran sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi) tenaga listrik, atau merupakan satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi) yang berfungsi untuk mentransformasikan daya listrik.

Sumber Acuan Peta

: Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013, Permen ESDM Nomor 03 Tahun 2007

Nama Dataset : GARDU_INDUK_PUBLISH

Nama FC : DPM001_Sebaran_Gardu_Induk_191007_191007 Geometri : Point

Status Data : Oktober 2019 Akses Data : Publik dan Internal

Catatan : Dengan atribut tertentu pada publik dan atribut yang lengkap pada internal, termasuk dalam Peta PKSP

Produsen Data : Sub Direktorat Data dan Informasi Ketenagalistrikan (DPM) Map Service : DJK_DPM_Sebaran_Lokasi_Gardu_Induk

Geodatabase: DJK

(45)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

OBJECTID OBJECTID Object ID OID

NAMOBJ Nama Gardu Induk Nama gardu induk String TEGGI Tegangan Gardu

Induk (kV) Tegangan gardu induk (satuan kV) String KAPGI Kapasitas Gardu

Induk (MVA) Total kapasitas gardu induk (satuan MVA) Double STATOPR Status Operasi Status operasi gardu induk Long THNOPR Tahun Operasi Tahun gardu induk mulai beroperasi String STATMLK Status Kepemilikan Status kepemilikan gardu induk Long REGPLN Regional PLN Regional PLN yang mengelola gardu

induk Long

ALAMAT Alamat Alamat / lokasi gardu induk String FCODE Feature Code Kode Unsur dalam Katalog Unsur

Geografi Indonesia (KUGI) String REMARK Keterangan Keterangan tambahan / unit kerja

pengelola aset String

SRS_ID Spatial Reference System Identifier

Identifikasi Sistem Referensi Spasial yang

digunakan (4326) String

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan (DLP) PEMBANGKIT LISTRIK (POINT)

Definisi : Lokasi bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga (dalam bentuk point).

Geodatabase: DJK

(46)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

OBJECTID OBJECTID Object ID OID

NAMOBJ Nama Pembangkit

Listrik Nama Pembangkit Listrik String

JNSPLS Jenis Pembangkit

Listrik Jenis pembangkit listrik String

DAYA Total Daya / Kapasitas Terpasang (MW)

Total daya / kapasitas terpasang

pembangkit (satuan MW) Double

ENRGPRMR Energi Primer Energi primer String

STATOPR Status Operasi Status operasi pembangkit listrik Long THNOPR Tahun Operasi Tahun pembangkit listrik mulai

beroperasi String

REGPLN Regional PLN Regional PLN yang mengelola

pembangkit listrik Long

STATMLK Status Kepemilikan Status kepemilikan pembangkit listrik Long PROGRAM Program Program pembangkit listrik Long ALAMAT Alamat Alamat / lokasi pembangkit listrik String FCODE Feature Code Kode Unsur dalam Katalog Unsur

Geografi Indonesia (KUGI) String REMARK Keterangan Keterangan tambahan / unit kerja

pengelola aset String

SRS_ID Spatial Reference System Identifier

Identifikasi Sistem Referensi Spasial

yang digunakan (4326) String Sumber

Acuan Peta

: Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013

Nama Dataset : PEMBANGKIT_LISTRIK_PUBLISH

Nama FC : DPM003_Pembangkit_Listrik_Point_191007_191007 Geometri : Point

Status Data : Oktober 2019 Akses Data : Publik dan Internal

Keterangan : Dengan atribut tertentu pada publik dan atribut yang lengkap pada internal, termasuk dalam Peta PKSP

Produsen Data

: Sub Direktorat Data dan Informasi Ketenagalistrikan (DPM)

Map Service : DJK_DPM_Pembangkit_Listrik_PT

(47)

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan (DLP)

Atribut

Field Alias Definisi Tipe

OBJECTID OBJECTID Object ID OID

PEMBANGKIT LISTRIK (AREA)

Definisi : Lokasi bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga (dalam bentuk area)

Sumber Acuan Peta

: Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013

Nama Dataset : PEMBANGKIT_LISTRIK_PUBLISH

Nama FC : DPM004_Pembangkit_Listrik_Area_180516_190924 Geometri : Polygon ZM

Status Data : Mei 2018

Akses Data : Publik dan Internal

Catatan : • Khusus untuk pembangkit besar dengan luas area lebih besar dari 75 ha.

• Dengan atribut tertentu pada publik dan atribut yang lengkap pada internal, termasuk dalam Peta PKSP

Produsen Data

: Sub Direktorat Data dan Informasi Ketenagalistrikan (DPM)

Map Service : DJK_DPM_Pembangkit_Listrik_AR Geodatabase: DJK

Referensi

Dokumen terkait

Ketika peserta sudah nampak bosan pada strategi atau metode belajar tertentu, misalnya saja merasa bosan saat menonton video atau film yang diberikan oleh guru, maka guru harus

UNCLOS 1982 menyatakan bahwa “setiap negara diberi kebebasan untuk menetapkan lebar laut teritorialnya hingga suatu batas yang tidak melebihi 12 mil laut, diukur

Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode simpan peubah daya kecambah benih berpengaruh terhadap viabilitas benih padi ladang in-hibrida dan periode simpan first

Dari data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan suatu penilaian terhadap laboratorium, kemudian didapatkan suatu hasil berupa 4 aspek yang menentukan berada pada posisi

Mu’ (2005) Taxonomy of ESL Writing Strategies investigated ESL writing strategies based on the synthesis of past research on writing strategies and four dominant theories:

Siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan program Autograph mengalami peningkatan kemampuan penalaran matematis lebih

a) Ada niat ( intention) seseorang untuk bertindak sehubungan dengan obyek atau stimulus di luar dirinya, misalnya orang mau merokok apabila dia mempunyai niat untuk merokok... b)

Berdasarkan pendapat Sanjaya, maka dapat mengartikan bahwa inkuiri adalah metode yang memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui