P U T U S A N
Nomor 1088/Pdt.G/2015/PA.Sit BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Agama Situbondo yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah menjatuhkan putusan dalam perkara Itsbat Nikah antara :
PEMOHON I, umur 44 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Pabrik Gula (musiman) tempat tinggal di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, disebut sebagai Pemohon I;
dan
PEMOHON II, umur 43 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, tempat tinggal di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Sebagai Pemohon II, selanjutnya Pemohon I dan Pemohon II memberi kuasa kepada DONDIN MARYASA ADAM, S.H dan EVA DIAN PRIHATINI, S.H. Para Advokat Anggota Peradi, Kantor Jln. Mawar 43 Krajan RT. 01 RW. 02, Situbondo, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 12 Juli 2015 Untuk selanjutnya disebut sebagai Para Pemohon ;
M e l a w a n
TERMOHON, umur 65 tahun, agama Islam, pekerjaan tidak bekerja, tempat tinggal dahulu di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, sekarang tidak diketahui alamat yang jelas diseluruh wilayah Republik Indonesia, disebut sebagai Termohon;
Pengadilan Agama tersebut ;
Setelah membaca dan mempelajari surat-surat perkara;
Setelah mendengar keterangan Pemohon I Pemohon II dan para saksi di persidangan ;
DUDUK PERKARA
Bahwa para Pemohon dalam surat permohonannya tertanggal 13 Juli 2015 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo Nomor 1088/Pdt.G/2015/PA.Sit. tanggal 13 Juli 2015, telah mengajukan permohonan untuk melakukan Itsbat Nikah dengan alasan - alasan sebagai berikut :
1. Bahwa, Pemohon I dahulu telah menikah dengan Termohon pada hari Rabu, tanggal 13 Februari 1991, dihadapan Pejabat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, sebagaimana tercacat dalam Duplikat Kutipan Akta Nikah No.
0009/009/I/2015, tanggal 16 Januari 2015 , dengan status Pemohon I Jejaka dan Termohon Janda Cerai ;
2. Bahwa , Pemohon I dan Termohon selama menikah kurang lebih 24 tahun dan sampai putusnya perkawinan karena perceraian telah dikarunia 2 (dua) anak ;
3. Bahwa, Pemohon I dengan Termohon kini telah bercerai di Pengadilan Agama Situbondo, berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Situbondo No. 0140/Pdt.G/2015/PA.SIT, tanggal 08 JULI 2015 M, satu dan lain hal terurai dalam AKTA CERAI Nomor : 1081/AC/2015/PA/SIT, tanggal 08 JULI 2015 ;
4. Bahwa , selama Pemohon I menikah dengan Termohon, oleh karena Termohon pergi meninggalkan Pemohon I tanpa pamit, maka Pemohon I telah menikah lagi dengan Pemohon II yang dilaksanakan menurut ketentuan syari’at Agama Islam yaitu pada hari Minggu, tanggal 18 Agustus 1991 M :
- Wali nikah ayah kandung Pemohon II yang bernama WALI NIKAH ; - Mas kawin berupa uang Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) dibayar
tunai ;
- Pernikahan dilangsungkan di rumah Pemohon I di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo ;
- Disaksikan dengan 2 (dua) saksi masing-masing bernama :
(1) SAKSI, umur 44 tahun, agama Islam, Pekerjaan Karyawan Pabrik Gula (PG) tempat tinggal di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dan
(2) SAKSI, umur 54 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Pabrik Gula (PG) Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo;
5. Bahwa , akad nikahnya / ijab qobul dilangsungkan antara Pemohon I dengan wali nikah dan pengucapan ijabnya lakukan sendiri oleh wali nikahnya ;
6. Bahwa , pada saat pernikahan antara Pemohon I dengan Pemohon II, tersebut Pemohon I berstatus masih beristri dengan Termohon, dan Pemohon I dalam usia 20 tahun, sedangkan Pemohon II berstatus Perawan usia 19 tahun;
7. Bahwa , antara Pemohon I dengan Pemohon II tidak ada hubungan darah dan/atau hubungan sesusuan serta telah memenuhi syarat dan juga tidak ada larangan untuk melangsungkan pernikahan, baik larangan menurut ketentuan hukum Islam maupun peraturan perundang- undangan yang berlaku;
8. Bahwa setelah pernikahan tersebut Pemohon I dan Pemohon II bertempat tinggal di rumah Pemohon I dan telah hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri serta telah mempunyai 2 (dua) orang anak bernama :
1. ANAK KANDUNG, Perempuan, umur 22 tahun (Pamekasan, 12 September 1992) ;
2. ANAK KANDUNG, umur 12 bulan (Situbondo, 30 April 2003) ;
9. Bahwa, selama pernikahan tersebut tidak ada pihak ketiga yang mengganggu gugat pernikahan Pemohon I dan Pemohon II, tetap beragama Islam dan tidak pernah bercerai ;
10. Bahwa, sejak pernikahan tersebut Pemohon I mempunyai 2 (dua) orang istri tersebut di atas, namun pada saat ini Pemohon I dengan
Termohon telah bercerai di Pengadilan Agama Situbondo , satu dan lain hal terurai dalam AKTA CERAI Nomor : 1081/AC/2015/PA/SIT, tanggal 08 Juli 2015 ;
11. Bahwa Pemohon I dan Pemohon II hingga kini tidak pernah menerima Kutipan Akta Nikah dari Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dan setelah Pemohon I mengurusnya ternyata pernikahan Pemohon I dan Pemohon II tersebut tidak tercatat dalam buku register pernikahan di KUA Kecamatan Panarukan ;
12. Bahwa , oleh karenanya Pemohon I dengan Pemohon II sangat membutuhkan Penetapan Pengesahan Nikah dari Pengadilan Agama Situbondo, guna dijadikan sebagai alas hukum untuk persyaratan pembuatan AKTA KELAHIRAN ANAK ;
13. Bahwa , Pemohon I dan Pemohon II sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini ;
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Pemohon I dan Pemohon II mohon agar Ketua Pengadilan Agama Situbondo segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan penetapan yang amarnya berbunyi sebagai berikut 1. Mengabulkan Permohonan Pemohon I dan Pemohon II ;
2. Menyatakan sah pernikahan antara Pemohon I (PEMOHON I) dengan Pemohon II (PEMOHON II) yang dilangsungkan di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo pada hari Minggu, tanggal 18 Agustus 1991 ;
3. Menetapkan perintah agar Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Panji Kabupaten Situbondo mencacatkan pernikahan Pemohon I dan Pemohon II yang telah dilangsungkan tersebut dalam buku Register KUA Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dan kemudian menerbitkan Kutipan Akta Nikah bagi pernikahan Pemohon I dan Pemohon II tersebut ;
4. Menetapkan biaya perkara menurut hukum ;
5. Atau menjatuhkan penetapan lain yang seadil-adilnya ;
Bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan para Pemohon nyata- nyata datang menghadap sendiri ke persidangan, sedangkan Termohon tidak
pernah hadir menghadap sidang, Termohon tidak menyuruh orang lain sebagai wakil atau kuasanya meskipun kepada Termohon telah dipanggil dengan patut yaitu dengan surat panggilan Nomor 1088/Pdt.G/2015/PA.Sit tanggal 15 Juli 2015 dan tanggal 18 Agustus 2015, yang dibacakan, sedang tidak ternyata tidak datangnya itu disebabkan suatu alasan yang sah, maka perkara ini diperiksa dan diputus dengan tanpa hadirnya Termohon;
Bahwa Jurusita Pengadilan Agama Situbondo telah mengumumkan permohonan itsbat nikah tersebut pada tanggal 15 Juli 2015 dipapan pengumuman Pengadilan Agama Situbondo selama 14 (empat belas) hari sejak hari sidang ditetapkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan;
Bahwa pada hari persidangan yang telah ditetapkan, Pemohon I dan Pemohon II telah hadir sendiri dipersidangan, kemudian oleh Ketua dibacakanlah permohonan Pemohon I dan Pemohon II, yang isinya tetap dipertahankan oleh para Pemohon dan Para pemohon telah posita permohonan tentang harta bersama sebagai berikut:
1. Satu set Kursi, Bufet, Spiker Active dan DVD Player senilai Rp/
4.150.000,-;
2. Dipan/tempat tidur dan almari senilai Rp. 4.800.000,-;
3. Alat masak dan pecah belah, kulkas merk Polytron (1 pintu) dan TV 14 Inc. Merk Sanyo senilai Rp. 4.500.000,-;
4. Speda motor merk Yamaha Mio Soul tahun 2010, warna hitam, Nomor Polisi P 5965 ES. senilai Rp. 13.400.000,-;
Menimbang bahwa untuk meneguhkan dalil permohonannya, para Pemohon telah mengajukan bukti-bukti tertulis berupa :
I. Bukti Surat:
1. Fotokopi Fotokopi Kartu Keluarga Nomor: 3512060711050345, tanggal 26-08-2018 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pecatatan Sipil Kabupaten Situbondo, telah dicocokkan dengan aslinya dan telah bermeterai cukup, selanjutnya diberi tanda (P.1);
2. Fotokopi Akta Cerai Nomor: 1081/AC/2015/PA.Sit. tanggal 08 Juli 2015 yang dikeluarkan oleh Panitera Pengadilan Agama Situbondo, telah dicocokkan dengan aslinya dan telah bermeterai cukup, selanjutnya diberi tanda (P.2);
3. Fotokopi Surat pernyataan Pemohon I tentang daftar harta kekayaan selama Pemohon I menikah dengan Termohon, telah dicocokkan dengan aslinya dan telah bermeterai cukup, selanjutnya diberi tanda (P.3);
4. Fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Speda motor merk Yamaha Mio Soul tahun 2010, Nomor Polisi P 6956 ES. Atas nama Pemohon I, telah dicocokkan dengan aslinya dan telah bermeterai cukup, selanjutnya diberi tanda (P.4);
5. Fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Speda motor merk Yamaha Mio Soul tahun 2010, Nomor Polisi P 6956 ES. Atas nama Pemohon I, telah dicocokkan dengan aslinya dan telah bermeterai cukup, selanjutnya diberi tanda (P.5);
6. Surat Keterangan Gaib Nomor 474.4/584/431.508.9.4/2015, yang dikeluarkan oleh Kepala desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo,selanjutnya diberi tanda (P.6);
II. Saksi-Saksi:
1. SAKSI, umur 44 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan PG.
Wringinanom, tempat kediaman di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Hubungan saksi dengan Pemohon I sebagai teman kerja Pemohon I;
Saksi tersebut memberikan keterangan di bawah sumpahnya yang pada pokoknya adalah sebagai berikut;
Bahwa saksi kenal dengan para Pemohon karena saksi sebagai teman kerja Pemohon I;
Bahwa saksi tahu dihadirkan ke persidangn untuk dimintai keterangan sehubungan dengan itsbat nikah Pemohon I dengan Pemohon II;
Bahwa setahu saksi Pemohon I telah menikah dengan Pemohon II pada tahun 1991 tetapi bulannya lupa, di rumah orang tua Pemohon I dan telah mempunyai dua orang anak;
Bahwa yang menjadi wali nikah adalah ayah kandung Pemohon II yang bernama WALI NIKAH, dan ijab kabulnya dilakukan sendiri oleh wali Pemohon II;
Bahwa saksi tahu mas kawinnya berupa uang tapi jumlah berapa saksi lupa;
Bahwa yang menjadi saksi nikah adalah saksi sendiri ( SAKSI) dan SAKSI dan mas kawinnya berupa uang sebesar RP. 20.000,- ;
Bahwa pernikahan dilangsungkan di rumah Pemohon I di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo;
Bahwa setahu saksi pada saat Pemohon I dengan Pemohon II masih mempunyai istri bernama ISTRI tetapi sekarang telah bercerai dengan ISTRI
Bahwa setahu saksi Pemohon I dengan Termohon (ISTRI) telah pisah tampat tinggal sejak tahun 1991;
Bahwa setahu saksi antara Pemohon I dengan Pemohon II sampai sekarang masih tetap menjadi suami istri dan tidak pernah bercerai;
2. SAKSI, umur 54 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan PG Wringinanom, tempat kediaman di Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, saksi adalah sebagai teman kerja Pemohon I;
Saksi tersebut memberikan keterangan di bawah sumpahnya yang pada pokoknya sebagai berikut :
Bahwa saksi kenal Pemohon I dan Pemohon II;
Bahwa saksi tahu dihadirkan ke persidangan untuk dimintai keterangan sehubungan dengan itsbat nikah Pemohon I dengan Pemohon II;
Bahwa saksi tahu Pemohon I dan Pemohon II sebagai suami istri yang menikah tetapi saksi tidak ingat tanggal bulan dan tahunnya;
Bahwa setahu saksi yang menjadi wali nikah adalah ayah kandung Pemohon II yang bernama WALI NIKAH, dan ijab kabulnya dilakukan oleh wali Pemohon II sendiri;
Bahwa mas kawinnya berupa uang sebesar Rp. 20.000,-;
Bahwa yang menjadi saksi nikah adalah saksi sendiri (SAKSI) dan SAKSI;
Bahwa pada saat Pemohon I menikah dengan Pemohon II masih mempunyai istri tetapi sudah pisah tempat tinggal sejak tahun 1991 dan sekarang sudah bercerai dengan istri pertama;
Bahwa pernikahan dilangsungkan di rumah Pemohon I di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo;
Bahwa setahu saksi pada saat Pemohon I dengan Pemohon II masih mempunyai istri bernama ISTRI tetapi sekarang telah bercerai dengan ISTRI;
Bahwa setahu saksi antara Pemohon I dengan Pemohon II sampai sekarang masih tetap menjadi suami istri dan tidak pernah bercerai;
Bahwa atas keterangan saksi-saksi tersebut Pemohon membenarkannya dan Pemohon sudah tidak mengajukan suatu apapun lagi serta mohon putusan ;
Bahwa selanjutnya untuk meringkas uraian putusan ini cukup ditunjuk hal ihwal sebagaimana tercantum dalam berita acara sidang dan berita acara tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari putusan ini;
PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon adalah seperti diuraikan tersebut di atas;
Menimbang, bahwa permohonan Pemohon I dan Pemohon II telah diumumkan pada papan pengumuman Pengadilan Agama Situbondo tanggal 22 Juli 2015 dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari, hal ini telah sesuai dengan ketentuan pedoman tekhnis administrasi dan tekhnis peradilan agama buku II edisi revisi 2013 MARI, namun tidak ada pihak yang merasa dirugikan
atas permohonan itsbat nikah Pemohon I dan Pemohon II maka pemeriksaan perkara tersebut dapat dilanjutkan;
Menimbang, bahwa perkara isbat nikah (pengesahan nikah) di bidang perkawinan, maka berdasarkan Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang.Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989, perkara ini menjadi wewenang Pengadilan Agama;
Menimbang, bahwa pernikahan dibawah tangan yang tidak dicatatkan pada Kantor Urusan Agama akhirnya akan menimbulkan masalah dalam kehidupan selanjutnya. Karena tanpa akta nikah segala perbuatan hukum yang berkaitan dengan pernikahan, seperti maksud para Pemohon mengajukan isbat nikah aquo guna untuk memperoleh kepastian hukum perkawinan dan untuk persyaratan administrasi anak mereka, sudah seharusnya untuk diatasi, perkara ini patut dipertimbangkan;
Menimbang, bahwa terhadap bukti yang diajukan Penggugat, Majelis Hakim menilainya sebagai berikut di bawah ini ;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-1) berupa Kartu Keluarga Pemohon I dan Pemohon II, yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Situbondo, telah dicocokan dengan aslinya dan telah dinezegelen pos bermeterai cukup, oleh karena itu akta tersebut memiliki nilai pembuktian yang penuh dan mengikat;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-2) berupa Akta Cerai Nomor 1081/AC/2015/PA.Sit. tanggal 08 Juli 2015, yang dikeluarkan oleh Kantor Pengadilan Agama Situbondo, telah dicocokan dengan aslinya dan telah dinezegelen pos bermeterai cukup, oleh karena itu akta tersebut memiliki nilai pembuktian yang penuh dan mengikat;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-3) berupa Surat pernyataan Pemohon I, telah dicocokan dengan aslinya dan telah dinezegelen pos bermeterai cukup, oleh karena itu akta tersebut memiliki nilai pembuktian yang penuh dan mengikat;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-4) berupa Surat Bukti Kendaraan Bermotor (BPKB) speda motor Yamaha Mio Soul tahun 2010 Nopol P 6956 ES
atas nama Pemohon I, telah dicocokan dengan aslinya dan telah dinezegelen pos bermeterai cukup, oleh karena itu akta tersebut memiliki nilai pembuktian yang penuh dan mengikat;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-5 berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) speda motor Yamaha Mio Soul tahun 2010 Nopol P 6956 ES atas nama Pemohon I, telah dicocokan dengan aslinya dan telah dinezegelen pos bermeterai cukup, oleh karena itu akta tersebut memiliki nilai pembuktian yang penuh dan mengikat;
Menimbang, bahwa alat bukti (P-6) asli Surat Keterangan Gaib Nomor 474.4/584/431.508.9.4/2015, tanggal 09 Juli 2015 yang dikeluarkan oleh kepala Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo,
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil permohonannya Pemohon I dan Pemohon II telah mengajukan alat bukti P-1, P- 2 dan P.6 yang telah bermeterai cukup dan sesuai dengan aslinya, serta melampirkan Asli Surat Keterangan Gaib yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dengan Nomor : 474.4/584/431.508.9.4/2015, tertanggal 09 Juli 2015 serta 2 (dua) orang saksi masing-masing bernama SAKSI umur 44 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan PG, tempat kediaman di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dan SAKSI , umur 54 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan PG, tempat kediaman di Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, saksi-saksi tersebut telah dewasa dan sebelum memberikan keterangan telah disumpah terlebih dahulu, oleh karenanya bukti-bukti tersebut formil dan dapat diterima;
Menimbang bahwa berdasarkan pada alat bukti P.1, 2 dan P.4 yang ternyata para Pemohon berdomisili di wilayah Kabupaten Situbondo, Pemohon I duda cerai talak dan Pemohon II perawan, dengan diajukannya permohonnya isbat nikah dalam rangka mengurus akte kelahiran anak maka terhadap permohonan dimaksud Pengadilan Agama Situbondo berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo;
Menimbang bahwa sesuai dalil permohonan Pemohon I dan Pemohon II Majelis Hakim telah memeriksa saksi-saksi dipersidangan, keterangan mana
satu dengan lainnya telah saling bersesuaian, maka keterangan saksi dapat diterima dan menguatkan dalil permohonan Pemohon I dan Pemohon II;
Menimbang bahwa berdasarkan keterangan para pihak, bukti-bukti serta saksi-saksi yang diajukan oleh para Pemohon tersebut di atas, majelis telah menemukan fakta dalam persidangan ini yang pokoknya sebagai berikut:
Bahwa Pemohon I ( PEMOHON Itelah menikah sah menurut agama Islam dengan Pemohon II ( PEMOHON II pada tanggal 18 Agustus 1991 disaksikan oleh dua orang saksi, dengan wali nikah WALI NIKAH, maskawin berupa uang sebesar Rp. 20.000,- dibayar tunai, hingga saat ini keduanya tetap memeluk agama Islam dan belum pernah bercerai;
Bahwa antara Pemohon I dengan Pemohon II tersebut tidak ada hubungan muhrim, tidak terdapat adanya larangan perkawinan baik menurut agama maupun menurut peraturan perturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak terikat oleh suatu perkawinan dan atau tidak dalam masa iddah orang lain;
Setelah pernikahan tersebut Pemohon I dan Pemohon II bertempat tinggal di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dan telah hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri dan telah dikaruniai 2 (dua) orang anak bernama : 1. ANAK KANDUNG, perempuan, lahir tanggal 12 September 1992, 2. ANAK KANDUNG, laki-laki, lahir tanggal 30 April 2003;
Bahwa permohonan istbat nikah tersebut khusus akan digunakan untuk mengurus akte kelahiran anak;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu, sedangkan mengenai tata cara perkawinan dilakukan menurut hukum masing- masing agamanya dan kepercayaannya itu;
Menimbang, bahwa oleh karena para Pemohon beragama Islam, maka perkawinan Pemohon I dengan Pemohon II sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan sebagaimana maksud Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan bahwa untuk melaksanakan perkawinan harus ada Calon suami, Calon isteri, wali nikah, dua orang saksi dan ijab Kabul ;
Menimbang bahwa dengan fakta fakta tersebut diatas, terbukti bahwa perkawinan Pemohon I dengan Pemohon II tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan syari'at Islam dan sesuai pula dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 jo Pasal 10 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 serta Pasal 14 sampai degan 19 Kompilasi Hukum Islam;
Menimbang bahwa Majelis Hakim sependapat dan mengambil alih pendapat Ahli Fiqih yang tercantum dalam Kitab Buhyatul Mustarsyidin Halaman 298 yang berbunyi:
Artinya: ”Maka jika telah ada saksi-saksi yang telah menguatkan sesuai dengan gugatannya itu, maka tetaplah adanya hubungan pernikahan itu”
Menimbang bahwa dalam permohonannya Pemohon menyebutkan tujuan isbath nikah adalah dalam rangka mencarikan akta kelahiran anak, memperhatikan penjelasan undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak alinea ke 4 (empat) yang pada pokoknya dalam rangka mewujudkan kehidupan terbaik bagi anak yang diharapkan sebagai penerus bangsa yang potensial, tangguh, memiliki nasionalisme yang dijiwai oleh akhlak mulia dan nilai pancasila serta berkemauan keras menjaga kesatuan dan persatuan negara, maka permohonan isbath nikah dimaksud dapat dibenarkan menurut hukum;
Menimbang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, pernikahan Pemohon I dengan Pemohon II telah dilakukan menurut tata cara agama Islam dan tidak mempunyai halangan perkawinan menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 maka perkawinan Pemohon I dan Pemohon II dinyatakan sah;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan itsbat nikah Pemohon I dan Pemohon II telah dapat membuktikan kebenaran dalil permohonannya, maka berdasarkan Pasal (3) huruf (e) KHI permohonan Pemohon I dan Pemohon II dapat dikabulkan;
Menimbang bahwa Termohon tidak pernah hadir di persidangan sedangkan ia telah dipanggil secara patut, sedangkan tidak ternyata bahwa ketidak hadirannya itu disebabkan suatu halangan yang sah, maka Termohon
harus dinyatakan tidak hadir dan sesuai Pasal 125 HIR perkara ini dapat diputus dengan tanpa hadirnya Termohon (Verstek)
Menimbang, bahwa Pasal 7 angka (2) Kompilasi Hukum Islam “dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta nikah, dapat diajukan itsbat nikahnya ke Pengadilan Agama”, sedangkan produk Pengadilan Agama adalah putusan/penetapan dan putusan/penetapan itsbat nikah adalah merupakan alternative alat bukti perkawinan, sehingga Majelis Hakim tidak perlu memerintahkan kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama untuk mencatatkan perkawinan, maka permohonan Pemohon petitum poin 3 harus dikesampingkan;
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 35 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Jo. Pasal 91 Kompilasi Hukum Islam, bahwa harta bersama perkawinan dapat berupa benda berwujud dan benda tidak berwujud. Harta bersama yang berwujud dapat meliputi benda tidak bergerak, benda bergerak dan surat – surat berharga, harta bersama yang tidak berwujud dapat berupa hak maupun kewajiban ;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti P-3, P-4, dan P-5, selama perkawinan antara Pemohon I, Pemohon II dan Termohon telah memperoleh harta bersama berupa:
1. Satu set Kursi, Bufet, Spiker Active dan DVD Player senilai Rp. 4.150.000,-;
2. Dipan/tempat tidur dan almari senilai Rp. 4.800.000,-;
3. Alat masak dan pecah belah, kulkas merk Polytron (1 pintu) dan TV 14 Inc.
Merk Sanyo senilai Rp. 4.500.000,-;
4. Speda motor merk Yamaha Mio Soul tahun 2010, warna hitam, Nomor Polisi P 5965 ES. senilai Rp. 13.400.000,-;
Menimbang bahwa perkara ini termasuk dalam bidang perkawinan, maka berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989, yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, yang kemudian dirubah lagi dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama, biaya yang timbul dalam perkara ini dibebankan kepada Pemohon;
Mengingat serta segala ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku dan hukum Islam yang berhubungan dengan perkara ini;
M E N G A D I L I
1. Menyatakan, Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan tidak hadir;
2. Mengabulkan permohonan para Pemohon dengan Verstek;
3. Menyatakan sah pernikahan Pemohon I ( PEMOHON I) dengan Pemohon II ( PEMOHON II ) yang dilangsungkan di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo pada tanggal 18 Agustus 1991;
4. Menetapkan harta berupa:
4.1. Satu set Kursi, Bufet, Spiker Active dan DVD Player;
4.2. Dipan/tempat tidur dan almari;
4.3. Alat masak dan pecah belah, kulkas merk Polytron (1 pintu) dan TV 14 Inc. Merk Sanyo;
4.4. Speda motor merk Yamaha Mio Soul Tahun 2010, warna hitam, Nomor Polisi P 5965 ES;
Adalah harta bersama Pemohon I, Pemohon II dan Termohon;
3. Membebankan kepada para Pemohon untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 591.000.- ( lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
Demikian diputuskan dalam permusyawaratan Majelis pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2015 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 09 Muharam 1437 Hijriyah, oleh kami Drs. SAYUTI, MH. sebagai Hakim Ketua, MAWARDI, S.Ag. M.Hum, serta HIRMAWAN SUSILO, SH . masing masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua dengan didampingi oleh Hakim Anggota dan dibantu oleh DJUNAIDI ICHWANTORO, SH. sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri oleh Kuasa Para Pemohon tanpa hadirnya Termohon;
Hakim Anggota I Hakim Ketua
ttd ttd
MAWARDI, S.Ag, M.Hum. Drs. SAYUTI, MH.
Hakim Anggota II ttd
HIRMAWAN SUSILO, S.H.
Panitera Pengganti, ttd
DJUNAIDI ICHWANTORO, S.H
Perincian Biaya Perkara : Untuk salinan yang sama bunyinya 1. Biaya Pendaftaran : Rp 30.000,- Oleh:
2. Biaya ATK Perkara : Rp 50.000,- Panitera 3. Biaya Panggilan : Rp. 500.000,-
4. Redaksi : Rp. 5.000,- 5. Meterai : Rp. 6.000,
Rp. 591.000,- M. NIDZAM FICKRY, SH ( lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah)