• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBANGUNAN DESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMBANGUNAN DESA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBANGUNAN DESA

(2)

Konsep Pembangunan Masyarakat

1. Pengertian Pembangunan Masyarakat

Pembangunan merupakan suatu proses

yang berdimensi jamak (multidimensional), mencakup perubahan orientasi dan

organisasi dari sistem sosial, ekonomi, politik, dan budaya

Pembangunan masyarakat desa diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh

masyarakat, sehingga mereka mampu

mengindentifikasikan kebutuhan dan

masalah secara bersama

(3)

 Pembangunan masyarakat sebagai kegiatan yang terencana untuk

menciptakan kondisi-kondisi bagi kemajuan sosial ekonomi

masyarakat, dengan meningkatkan partisipasi masyarakat.

 Pembangunan masyarakat adalah perpaduan antara pembangunan sosial ekonomi dan

pengorganisasian masyarakat

(4)

Program-program dalam pembangunan

masyarakat yang disusun (disiapkan) harus memenuhi kebutuhan masyarakat

Adapun perencanaan yang menyusun program- program pembangunan atau yang membangun kegiatan usahanya pada suatu daerah harus

dilakukan analisis kebutuhan masyarakat

Dalam melakukan analisis kebutuhan harus

benar-benar dapat memenuhi kebutuhan

(needs analisis), bukan sekadar membuat

daftar keinginan (list of wants) yang bersifat

sesaat

(5)

 Pembangunan masyarakat (Community development) mengandung upaya untuk

meningkatkan partisipasi dan

rasa memiliki (participating and belonging together) terhadap

program yang dilaksanakan, dan harus mengandung unsur

pemberdayaan masyarakat

(6)

Menurut Soelaiman M. Munandar,

pembangunan masyarakat harusnya menerapkan prinsip-prinsip:

a. transparansi (keterbukaan)

b. Partisipasi

c. dapat dinikmati masyarakat

d. dapat dipertanggungjawabkan (akuntanbilitas)

e. berkelanjutan (sustainable)

(7)

 Pembangunan masyarakat

dilakukan dengan pendekatan

multisektor (holistik), partisipatif, berdasarkan pada semangat

kemandirian, berwawasan

lingkungan dan berkelanjutan serta melaksanakan

pemanfaatan sumber daya

pembangunan secara serasi,

selaras, dan sinergis sehingga

tercapai secara optimal

(8)

Pelaksanaan kegiatan pembangunan

memerlukan kinerja yang erat antara desa dan satu daerah/wilayah dan antardaerah/ wilayah

Dalam hubungan ini perlu diperhatikan

kesesuaian hubungan antara kota dengan daerah pedesaan di sekitarnya

Pada umumnya, lokasi ini terkonsentrasi yang mempunyai dampak keberkaitan dengan

daerah-daerah sekitarnya, sehingga dengan kerja sama antardaerah/desa, daerah-

daerah/desa-desa yang dimaksud diharapkan

dapat tumbuh dan berkembang

(9)

2. Strategi Pembangunan Masyarakat

Strategi pembangunan masyarakat, dapat diwujudkan dalam empat jenis berikut:

a.

strategi pembangunan (growth strategy)

b.

strategi kesejahteraan (welfare strategy)

c.

strategi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (responsive strategy)

d.

strategi terpadu atau strategi yang

menyeluruh (integrated or holistic

strategy)

(10)

Beberapa tahapan pembangunan, di antaranya sebagai berikut:

1. tahapan perencanaan pembangunan

2. tahapan pelaksanaan pembangunan

3. tahapan monitoring dan evaluasi pembangunan

4. tahapan pengawasan

pembangunan

(11)

3. Tujuan Pembangunan Masyarakat

 Di beberapa wilayah pedesaan,

tujuan pembangunan adalah untuk menstimulasi pertumbuhan

ekonomi yang ditujukan untuk memecahkan masalah

kependudukan dan lapangan kerja

(12)

Oleh karena itu, tujuan dalam pembangunan masyarakat desa secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. terciptanya kondisi umum yang mendorong pembangunan

2. termanfaatkannya potensi sumber daya sehingga memberikan manfaat bagi pembangunan oleh

pemerintah setempat (yang bersangkutan), dunia usaha, dan masyarakat umum

3. terlaksananya sejumlah investigasi dalam berbagai sektor

4. terlaksananya langkah-langkah dalam melaksanakan kemudi dan dorongan bagi kegiatan dan investasi swasta

(13)

Model Pembangunan

1. Model Pembangunan I (Pertumbuhan)

2. Model Pembangunan II

(Pemerataan dan Pemenuhan Kebutuhan Pokok/Kebutuhan Dasar)

3. Model Pembangunan III

(Pembangunan Kualitas Sumber Daya Manusia)

4. Model Pembangunan IV

(Peningkatan Daya Saing)

(14)

MODEL PEMBANGUNAN I (PERTUMBUHAN)

Model pembangunan ini berkembang pada dekade 1950an dan 1960-an

Pembangunan berorientasi pada peningkatan pertumbuhan pendapatan nasional

Peranan pemerintah sejak semula bersifat enterpreneurial

Aparatur pemerintah sangat menentukan dalam merencanakan pembangunan guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan

Perencanaan diwarnai oleh pendekatan sektoral dan

parsial

(15)

MODEL PEMBANGUNAN II (PEMERATAAN DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN

POKOK/KEBUTUHAN DASAR)

Model pembangunan ini berkembang pada dekade 1970-an

Tugas pemerintah adalah sebagai pemberi pelayanan

Orientasi pembangunan pada pemenuhan

kebutuhan pokok, kemandirian, pertanian, dan perdesaan

Pemberantasan pengangguran dan

ketidakmerataan merupakan tujuan eksplisit

pembangunan model ini

(16)

MODEL PEMBANGUNAN III (PEMBANGUNAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA)

 Model pembangunan ini berkembang akhir dekade 1980an

 Pembangunan menekankan keikutsertaan masyarakat dan kelompok sasaran dalam menentukan kebutuhan dan partisipasi

dalam proses pembangunan melalui

pemberdayaan, pembelajaran masyarakat,

dan memanfaatkan kondisi lokal

(17)

MODEL PEMBANGUNAN IV (PENINGKATAN DAYA

SAING)

Model pembangunan ini berkembang pada akhir abad ke-20

pembangunan berupaya untuk meningkatkan daya saing

Lokus model ini adalah nation state dalam keseluruhan unsur dan isinya, serta upaya peningkatan daya saing,

pengembangan kemitraan dalam independensi global yang dinamis, dan didasari nilai-nilai budaya universal

Timbul kesadaran pemerintah terhadap perlunya melakukan pergeseran kebijakan dan reorientasi arah pembangunan

Mekanisme pembangunan yang terlalu sentralistis, birokratis, supply oriented, proses tertutup tidak dapat dipertahankan lagi karena globalisasi tersebut, sehingga paradigma harus diubah melalui transformasi segala aspek kehidupan

(18)

Pembangunan Desa

Pengertian Pembangunan Desa

Pembangunan masyarakat desa dan

pembangunan desa merupakan dua istilah yang memiliki pengertian yang berbeda

Istilah pembangunan masyarakat desa sebagai community development mengandung makna pembangunan dengan pendekatan

kemasyarakatan (community approach), partisipasi masyarakat (community

partisipation), dan organisasi kemasyarakatan

(community organisation)

(19)

Adapun pembangunan desa sebagai rural development mempunyai arti yang lebih luas lagi

Pembangunan masyarakat desa sudah tercakup di dalamnya

Pembangunan desa dapat dikatakan sudah menjadi metode yang merupakan satu kebulatan, yang terdiri atas

komponen-kompenen yang satu sama lainnya saling berkaitan

Pembangunan masyarakat merupakan salah satu komponen yang sangat penting dan menentukan yang harus dibangun utuh bersama-sama dengan lingkungan fisik dan lingkungan hidupnya

Dengan demikian, apabila berbicara tentang pembangunan perdesaan, pada hakikatnya yang kita pikirkan adalah

pembangunan masyarakat desa

(20)

Pendekatan utama yang digunakan dalam

pembangunan masyarakat desa adalah sebagai berikut:

a. Pendekatan partisipatif yang melibatkan warga masyarakat desa dalam segenap proses

pembangunan, mulai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga pemanfatan hasil-hasilnya

b. Pendekatan kemandirian yang menitikberatkan pada kegiatan dan usaha berdasarkan kemandirian lokal

c. Pendekatan keterpaduan, yaitu mengarahkan

kegiatan secara lintas sektor dan lintas daerah ke dalam suatu proses pembangunan yang menyeluruh dan terpadu

(21)

Strategi (Pelaksanaan) Pembangunan Desa

Pada masa Orde Baru, secara substansial strategi pembangunan desa cenderung dilakukan secara seragam (penyeragaman) oleh pemerintah pusat.

Program pembangunan desa lebih bersifat top-down

Pada era reformasi secara substansial pembangunan desa diserahkan kepada desa itu sendiri

Adapun pemerintah dan pemerintah daerah

cenderung mengambil posisi dan peran sebagai

fasilitator, memberi bantuan dana, pembinaan, dan pengawasan

Program pembangunan desa lebih bersifat bottom-

up atau kombinasi buttom-up dan top-down

(22)

Tujuan Pembangunan Desa

Tujuan dasar dari pembangunan pedesaan adalah mengurangi dan menghapuskan kemiskinan yang berkepanjangan

Walaupun kita tentu saja mengakui bahwa perhatian utama harus diberikan pada tingkat maupun “pola” pengukuran

pertanian, disesuaikan dengan tujuan strategis jangka panjang

Adapun inti dari pembangunan pedesaan adalah mendayagunakan tenaga kerja pedesaan, juga

mempertimbangkan faktor-faktor penyedia sarana dan prasarana produksi, bahan baku, transportasi, dan

keterampilan masyarakat (Kasryno dan Stepanek, 1985)

Adapun tujuan utamanya adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera, sesuai dengan visi pembangunan nasional bangsa Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan nilai akhir semester ganjil Mata Pelajaran Dasar Pemrograman Siswa Kelas X jurusan Teknik Elektronika Industri Semester 2 Tahun Ajaran 2019/2020 masih ada

Skripsi dengan judul “ Peranan Muhammadiyah dalam Pembinaan Umat Islam di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru pada Masa Orde Baru ”, y ang disusun oleh Saudari

Seperti pada iklan kelima, penggunaan alat retorik endreim tersebut berfungsi selain untuk menarik minat dan perhatian pembaca, bertujuan agar kalimat tersebut

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Bus Trans Koetaradja Rute Kota Banda Aceh-Lambaro-Blang Bintang, berdasarkan

• Perencanaan pembangunan harus mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan hingga ke level desa karena desa sebagai lokus utama pembangunan termasuk dalam pembangunan daerah

Selain membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa praktikan juga mempersiapkan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar di lapangan berkaitan

Sampel kajian terdiri daripada 89 orang remaja pekak muslim yang mengikuti pembelajaran di Sekolah Menengah Pendidikan Khas Masalah Pendengaran berumur dalam lingkungan

Hasil perbandingan gain skor antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kedua variabel menunjukkan adanya perbedaan pengaruh antara kelompok eksperimen yang