^SPP,S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
rssN
0215 - 8809xuXSffiXA\rxlfrArc
SERI PENGETAHUAN DAN PENGAJARAN SEJARAHDAFTAR
ISI
Daftar Isi
Editorial
Sejarah
Msnusia
sebagaiSejaruh Peradaban:
Belajar dari
Filsafut
SejarahArnold
JosephToynbee
107-
135Sutarj o Adisusilo, J.R.
Nyai
dalam Pergundikan: Pendorong Munculnya
KuumIndo
diHindia
Belanda...
...136-
153Hendra Kurniawan
Penggulingun Presiden Soekarno di
Balik Peristiwu
G305...154-
17I
YuliusDwi
CahyonoIndia-Pakistan
PascaKolonial
(1964-1975:Shastri-Indira)
....112-
201 B.Musidi
Filipina
dun MasalahSabah....
.202 - 214 A.Kardiyat
WiharyantoI
Penggulingan Presiden
Soekarno....
(YaliusDwi
Cahyono)PENGGULINGAN
PRESIDEN SOEKARNO
DI
BALIK
PERISTIWA
G3OSYulius Dwi
CahyonoDosen Program Studi Pendidikan Sejarah
FKIP
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
ABSTRAK
Makalah
ini
hendak
mendeskripsikan
pengulinganPresiden Soekarno
dibalik
Peristiwa
G30S.
Mencobamenyajikan
bukti
keterlibatan
Amerika
Serikat
dalam penggulinganPresiden
Soekarno.Disamping
itu
mencoba mendeskripsikan secara sederhanakeganjilan dalam film
"Pengkhinatan
G3OS/PKI"
sebagai wacana
untuk menemukantitik
terangdari
Peristiwa G30S.
Harapannya,kajian
ini
dapat memberi
catatan
tersendiri
bahwakemandirian
bangsa Indonesia dalam
menentukan
masa depan bangsa, tanpa campur tangan pihak asing adalah benar-benarmemiliki
harga yang mahal.ABSTRACT
This
paper
describes
the
overthrow
of
President Soekarno reversed G30S events.Try to
present evidenceof
US
involvement
in
the
overthrow
of
President
Sukarno. Besidestrying
to
describein
simple anomaliesin
the movie "Pengkhinatan G30S/
PKI"
asa
discourseto find
abright
spotof
the G-30 events.Hopefully, this
study may provide aseparate note that the independence
of
Indonesiain
the futureof
the
nation,without
foreign
interferenceis
actually
has ahigh price.
Keywords:
Penggulingan, Presiden, Soekarno,
Peristiwa,,SPP,S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
PENDAHULUAN
Peristiwa
G30S
1965 merupakanperistiwa yang selalu
menjadi perbincangan dikalangan sejarahwan profesional dan pemerhati sejarah.Peristiwa
tersebutterladi 49
tahun silam,
meskipundemikian
seakan-akan
tidak
pernah
jemu untuk
membahas,
mendiskusikan
dan memperdebatkanperistiwa
ini
dalam
seminar mapupundalam
bentuk tulisan yang dibukukan, rnengingat begitu banyak kebenaran yang masihbelum
terungkap denganbegitu
jelas
dan masih menjadi
kontroversi antaralain
mengenai siapa dalangdi balik
peristiwa
G30S, bagaimana kasus-kasus pembantaian massal pasca G30S dan apa tujuan tersembunyi dibalik peristiwaini
(G30S dan pembantaian massal).Problematika
di
atas
sebenamyaa
berangkat
dari
peristiwa penculikan dan pembunuhan enam perwiratinggi
Angkatan Darat(AD)
pada
subuhtanggal
1
Oktober
1965.Menurut versi
Orde
Baru
latarbelakang
terjadinya peristiwa tersebut adalah
akibat
adanya
isusekelompok
Dewan
Jenderal
yang
dikatakan salah
satu
anggotanyaadalah Jenderal
A.
Yani
yang
dinilai
hendak
melakukan
tindakanmenjatuhkan Presiden Soekarno.
Isu
ini
juga
yang
kemudian
turut mencemarkan namabaik
Presiden Soekarno.Menurut
OrdeBaru
untukmengantisipasi
isu
tersebut
PKI
melakukan tindakan
pengamanan presiden melalui penculikan dan pembunuhan atas keenam perwiratinggi
AD
tersebut. Beberapaperwira
menolak dan dibunuhdi
nrmah mereka dan beberapa dibawa ke Pangkalan UdaraHalim, di
sana mereka dibunuh dan mayatnya dimasukkanke
dalam sumur tua bernama Lubang Buaya (Michael Wood, 2013:193).Peristiwa
ini
yang kemudian menandaiawal dari akhir
kekuasaanPresiden Soekarno
dan
munculnya
figur
tokoh
nasional
baru
yaitu Soeharto sebagai penguasaOrde
Baru. Oleh
Orde
Baru
peristiwa ini
dikatakan sebagai sebuah percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada
PKI
(Partai
Komunis
Indonesia) sebagai dalangnya. Tuduhan resmi dan pengkambinghitamanPKI
barudimulai
pada4
Oktober
1965,tepat
ketika jasad para
Jenderaldiangkat
dari
Lubang
Buaya
(Julie Southwood&
Patrick Flanagan, 2013:4)Penggulingan Presiden
Soekarno....
(YuliusDwi
Cahyono)terpatri dalam ingatan
masyarakat
ketika Orde Baru
mewajibkan penayanganfilm
dokumenter karyaArifin
C. Noer tahun
1984 dengan Judul "PengkhianatanG31S/PKI'.
Film
ini
selalu diputar setiap tanggal30
September malamhari
dandiwajibkan untuk ditonton
bahkan oleh siswamulai dari tingkat
Sekolah Dasar(SD). Tidak
dapatdipungkiri
bahwamelalui
film ini
muncul agitasi kebencian kepada segelintir pihak yang diberi label antagonis(PKI
dan Orang atau Kelompok yang dituduh sebagai simpatisan atau anggotaPKI).
Pada masa pemerintahan Habibie 1998 kewajiban tayangfilm
tersebut dihentikan padabulan
September 1998.Film
tersebut ternyata mampu memberikan pengaruh yang begituefektif
dan
kuat
dalam
membentuk
pemahamanmasyarakat
akan peristiwa G30S sesuai dengan kehendak Penguasa Orde Baru.Hingga
akhir
Orde
Baru
masyarakatumum masih
mempercayai bahwaPKI
melakukan tindakan-tindakandi
luar
nalar manusia. Hinggakemudian
kejangalan-kejangala bermunculanketika
Orde Baru
jatuh. Rekonstruskiulang
sejarah G30S yang menghadirkan sejarahalternatif
kemudian bermunculan
dari
parapeneliti
sejarah profesional(baik
daridalam negeri maupun
luar
negeri)
dan
munculnya
beberapa
film
dokumenterseperti
"40 years
of
sillence"
dan
"ShadowPlay"
yang kemudian menjadi anti tesis atas peristiwa G30S versi Orde Baru.Melalui
makalahini
penulis hendak mendeskripsikan penggulinganPresiden Soekarno
melalui
skenario
G30S
dan
mengkritisi film
"Pengkhianatan
G3)S/PK|'
sebagai
sarana propagandaOrde
Baru.Ketiga hal
ini
dapatdipahami
melalui
kejanggalan-kejanggalan dalam peristiwa G30S, dan dokumen-dokumen rahasiaCIA.
PENGGULINGAN
PRESIDEN SOEKARNO
Pada
masa Demokrasi
Terpimpin
di
bawah
Presiden Soekarno terdapat empat partai besar yang berperan yaituPNI,
Masyumi,NU,
danPKI
yang
menduduki urutan
ke
4.
PKI
dapat dikatakan
mengalami perkembangan yangluar
biasa pada masaini.
Sejak pertengahan akhir,SPP^S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
tahun
1955
PKI
keluar
sebagai pemenangnomer empat,
antara lain karena pendekatanyang dilakukan
oleh
PKI
adalah pendekatan yang sangatpopulis.
Menjelangtahun
1960di
bawahpimpinan
D.N. Aidit,
PKI
menjadi partai komunis terbesar setelah Cina danUni
Soviet dengan lebih dari tigajuta
anggota.Ide Presiden Soekarno akan
NASAKOM
pada tahun 1961 dianggapmemperkuat
posisi
PKI,
melalui
NASAKOM
ini
PKI
memiliki
perwakilan resmi
di
pemerintahan. Semakin dekatnya Presiden Soekarnodengan
PKI,
perlindungan
dan
pembelaan terhadap
PKI
dan
IdeNASAKOM
semakin membuat
suasana
politik
di
dalam
tubuh Demokrasi Terpimpin menjadi semakin memanasantaraABRl,
Soekarno danPKL HaI
ini
belum
ditambah dengan pengaruh dan kekhawatiran dunia Barat khusunyaAmerika
Serikat akan perkembangan komunismedi
lndonesia semakin membuat suasana menjadi semakin kompleks pada masa-masa selanjutnya.Pada
tahun
1965 pertarunganpolitik
antara para Jenderal dengan Soekamo danPKI
menjadi semakinkuat.
ABRI
dapat dikatakan telah menjadi kekuatan yang besar dalam kancahperpolitikan
Indonesia yangdimulai
sejak
kemerdekaan. Seokarno
dan
para pemimpin ABRI
menikmati posisi dominan yangkian
harikian
menguat, tepatnya ketikadimulainya
pemerintahan DemokrasiTerpimpin tahun
1959. Dominasi tersebut dapatdilihat
dengan diawasinya secara langsungoleh
militer
sektor-sektor
kunci
dibidang
perekonomian.
Struktur
organisasimiliterpun
meluas hingga
ke
tingkat
daerah sehinggatidak
mustahildominasi
militer
merasuk
ke
semualini
birokrasi
sipil.
Kondisi
ini
mengambarkan
betapa besar
peran
dan
pengaruh
militer
dan memunculkan kekhawatiranbahwa
semuahal
akan
beradadi
bawahdominasi kelompok
militer
jika
tidak
ada penyeimbangdari
kekuatansipil
dalam pemerintahan.Melihat situasi seperti
ini
Soekarno berusahadan
melakukanPenggulingan Presiden
Soekarno....
(YuliusDwi
Cahyono)Crouch,
1986:44).Dalam
konteks penyeimbanganini
dapat dikatakan memunculkanrivaliatas
antaraABRI
dan
PKI
untuk saling
berebut pengaruh Soekarno. Dengankata
lain
dapat dikatakan bahwakonflik-konflik
yang terus
terjadi
antaraABRI
dan
PKI
tidak lebih
daripada perjuangan memperebutkan simpati presiden semata.Dalam
upaya
Soekarno
untuk
menciptakan
keseimbangan kekuasaan dan pengaruh antaramiliter
dansipil,
Soekarno melahirkan sebuah ajaran baru yang dikenal denganNASAKOM
(Nasionalis, Agamadan
Komunis).
Ajaran
ini
dimaksudkan
untuk
meredakan
danmenyatukan
antar
kelompok
yang
terpecah-pecah.
Soekamo menghendaki terciptanya persatuan nasionalyang
solid.
Persatuanini
pula
diharapkanakan menjadi
modal
yang
kuat
dalam
menghadapai Belandadi
Irian
Barat danInggris
di
Malaysia.Melalui
persatuan yangsolid
ini
Soekamoingin
menciptakan kesadaran akantujuan
nasional yang akan mengatasi persainganpolitik
yang mengancam kelangsungan hidup pemerintahan Demokrasi Terpimpin. Meskipun demikian ajaranini
yang
kemudian
yang
secaratidak
langsung
turut
menjatuhkan
dan mencemarkan namabaik
Soekarno. Presiden Soekamodalam
hal ini
kurang hati-hati dalam
penggunaandan
penerimaanterhadap
(kata) komunisme dalam menentukan sikapBERDIKARI
(Berdiri di
AtasKaki
Sendiri) bagi bangsa Indonesia, tanpa melihat situasi dunia internasional yang masih dalam suasana Perang
Dingin.
Soekarno dalamhal
ini
dapat dikatakan lupa akan arah dari gerakan non blok nya.Perlu
untuk
diketahuijuga
bahwa dalam tubuhAD
sebelum G30S1965 meletus, terdapat
tiga kelompok yang
saling
bertentangan dan bersaing. Pertama,kelompok
KSAB
JenderalA.H.
Nasution.
Kedua, kelompok Men/Pangad Letjen AhmadYani.
Ketiga, Pangkostrad Mayjen Soeharto.Nasution
menganutgaris
kerasdalam
menghadapi Presiden Seokarno, sebaliknyaYani
merangkul
sangPemimpin
Besar Revolusidan
Soerharto
berdiri
di
sudut
dengan
perasaanyang
diremehkan kelompokYani
yang berkuasa (Peter Kasenda, 2013:30).Dari
gambaranini
terdapat dua sudut pandang yang berbeda antaraYani
dan Nasution dalam mengambil sikap atas pemerintahan dan kebijakan Soekarno..SPPS,
I'ol. 28,
Ir,lo. 2, Oktober 2014konflik
pada permulaan
tahun
1965
ketika
Yani
rnemerintahkan menangkap Nasution, tetapi dibatalkanuntuk
menghindarikonflik
antarpendukung mereka
masing-masing. Sementara
Soehar-todi
mata Nasution dipandang sebagai seorang opoftunis, sedangkanYani
menilai Soeharto sebagaiprajurit
yang bodoir (Peter Kasenda, 2013:30). Menurut Peter Kasenda(2013:30)
Soehar-totidak memiliki
hubungan yang baikdengan
Nasution mapupun
Yani. Dilihat
dari
aspek
psikologis permasalahanpribadi ikut
berpengaruh dalam perpecahan dalam tubuhAD.
Menurut Harold
Crouch,
staf
umum
AD
terpecahrnenjadi
duakubu.
Kubu
kelompok
tengah
yaitu
Yani
dan
kawan-kawan,
yang bersikap menentang Soekarno tentang Persatuan Nasional,di
mana PKImasuk
di
dalamnya.
Kubu
kedua
adalah golongan
kanan yang
di dalamnya termasuk parajenderal,
sepeftiNasution,
Seoharlodan
lain-lain,
yang
sikapnya menentangkebijakan
Yani
dan
Sukarnois. Semua Jenderaltersebut
anti
PKI
(Peter
Dale Scott,
2007:16-17).
Menurut pemikiranYani
antiPKI
tidak berarli
otomatispro
Arnerika, sebaliknyaanti
Barat otomatispro
Timur
(Amelia Yani.2007:169).
Berangkat daripemikiran
Yani
ini
dapatditarik
kesimpulan bahwa bangsa Indonesia harusmemiliki
kemandirian sendiri tanpa harus terjatuh dalarn pengaruhBarat
maupun
Timur.
Hal
ini
sebenamya senada dengan pernikiranBERDIKARI
Soekarno,
hanya
saja terdapat
perbedaandalam
hal penerimaankomunisme
dalam
mencapaitujuan
kemandirian
bangsa Indonesia. Jika Soekamo menerimaPKI
untuk
duduk dalam kabinetnya,Yani
tidak
pernah setujujika
ada orangPKI
duduk
dalam kabinet dan Yani tidak pernah setuju ataupun mendukungNASAKOM
sebagai tujuanakhir (Amelia Yani,
2001:149).Konflik
internalAD ini
dapat dr.ladikan sebagai bahan analisisuntuk
mempermudahmelihat posisi
dari
ketiga petinggiAD
tersebut dalam Peristiwa G30S 1965.Yani
pemah mengusulkan kepada Soekamo untuktidak
memakaiistilah
NASAKOM
tetapiNASASOS
(Nasionalis, Agama, dan Sosialis). Usulini
ditolak
oleh Soekamo dengan mengatakan"Kau ngerli
apa YaniPenggulingan Presiden
Sotkorno.... (Yuliut
D,i
Cgotong
royong telah
ada berurat-akar dalam
jiwa
bangsa Indonesia. Sehinggatidak
harus mengkiblatke
komunisme.NASAKOM
menurutYani justru
menjadi
pengelompokan sepertiNAS
pengelompokan dari PNI, Partindo,IPKI,
dan Murba.A
adalah pengelompokan dariNU,
PSII,Perti, Partai Katolik, dan
Parkindo.
KOM
hanya
diwakili
oleh
satu aspirasi yaitu Partai Komunis.daran
tersebut kemudian justru membawaRevolusi
Indonesiake kiri-kirian
danmewakili
aspirasiKomunis
yang padawaktu
itu
mendapat tempat kuatdi
hati
Soekamo. KedudukanPKI
semakin
kuat
dengan
dukungan
dari
Seokarno
dan
ajaranNASAKOMnya.
Konflik
antaraABRI
dan
PKI
semakin menguatketika
tuntutanPKI
Aidit
pada Januari 1965 dan mendapat dukungan sepenuhnya dariSoekarno agar Indonesia
memiliki
"Angkatan
Bersenjata Kelima"
semakin memperkeruh
suasana.
Pemikiran tentang
pembenfukan"Angkatan
BersenjataKelima"
ini
secara tegas ditentangoleh
AhmadYani
yang
menyatakan
bahwa Angkatan
Kelima
tidaklah
efisiendijadikan
departementersendiri,
dan mengangkatmenteri
khusus serta alat-alat perlengkapannya,karena
sudahada
HANSIP (Amelia
Yani, 2001:179'). Dapat dibanyangkan bagaimana2l
juta
petani dan
buruh bersenjata,bebas
dari
pengawasantentara. Angkatan
ini
sebenamyadipersiapakan
dalam proyek
Ganyang
Malaysia
1963-1966
yang kemudian menjadi sia-sia dan menghabiskan banyak dana, tingkatinflasi
melambung
hingga
600% padatahun
1965(Julie
Southwood&
Patrick Flanagan, 2013:6). Persoalan mengenai"Angkatan
BersenjataKelima"
ini
berbuntut pada
keretakanhubungan
antara Seokarno dengan para pemimpinABRI,
terutama AhmadYani
danA.H.
Nasution.Pada saat
konfrontasi sedang memanas
dan
perekonomian Indonesia merosot tajam,bulan Agustus
1965 Presiden Seokarnojatuh
.SPP,S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
memungkinkanya
untuk
melaksanakanmandatnya
sebagai presiden. Soekarnodinilia
dekat denganPKI
danKomunis oleh Barat,
sehinggamuncul
kekhawatiranjika
pengganti Seokarno adalah orang-orangkiri
khusunyaD.N.
Aidit
karenafaktor
kedekatantadi
akan memunculkan dominasi kaumKomunis
di
Indonesia. Sesuai denganteori
dominojika
Indonesiajatuh
ke
Komunisme makaAsia
Tenggarapun
akan menjadi Komunis.Kekhawatiran
Amerika Serikat
terhadap
Soekarno
dan pertumbuhanKomunis
di
Indonesia dapatdilihat
dalam dokumenCIA
yang berkategori "SpecialReport" 23 Oktober
1964, yangdi
dalamnya mengatakanbahwa
CIA
sudahkhawatir
bahwajika
Soekarno masihhidup
beberpatahun
lagi,
dikhawatirkan
ia
akan menjadi
pemimpin sebuah"rezim Komunis".
Sementara dalam dokumenCIA
tertanggal26Januari
1965 dikatakan bahwaCIA
semakin mengkahawatirkan usahaSoekamo
untuk
memotong kepentingan
Amerika Serikat
sambilmembuka peluang
bagi
PKI
untuk
mengambil
alih
pemerintahan (Baskara T Wardaya, 2009:l
52).Dalam situasi
ini
kemudianmuncul
isu
kudetaDewan
Jenderal. Dewanini
sendiri sebenarnyatidak
pemah ada, pernyataanini
diperkuatoleh
pernyataandari Ahmad
Yani
atas pertanyaan Soekarno, bahwa dalamAD
betul
ada sebuah Dewanyaitu
"Dewan
AD"
yang bertugasuntuk
mengadakan pencalonan dan penilaianuntuk
perwira-perwiraAD
yang
akan
naik
pangkat
menjadi
Jenderal(Amelia
Yani,
2007:180). Pemusatansekitar 20.000
tentaradi
Jakartayang
sedang bersiap-siapuntuk
unjuk
kekuatan padaHari
Ulang
TahunABRI
menguatakan isutersebut
dan
menimbulkan
kegelisahan.Dalam kondisi yang
penuhketidak
tentuanini
kubu
Soeharto bersama pendukungdari
dalam danluar
negeri
telah
antisipasi terhadap apayang
sesungguhnyaterjadi
:Kudeta yang disusul pembantaian berdarah G30S.
Penggalingan Presiden Soeksrno .... (Yulius
Dwi
Cshyono)peristiwa
ini.
Secara
umum Amerika Serikat
menginginkanpembendungan penyebarluasan komunisme
di
Indonesia. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah menjatuhkan Soekarno karena secara tidak langsung eksistensi Komunisme danPKI
beradadi
tangannya. Tahap kedua
adalah menyingkirkan
perwira
tinggi
AD
yang
loyal
terhadap Soekarno. Tahapke tiga
adalahmenyingkirkan
PKI
dan
orang-orangyang
bersimpati atau
dituduh
PKI
(orang-orang yang
loyal
terhadapSoekarno).
Bukti
keterlibatanAmerika
Serikat dalamperistiwa
G30S adalah data yang diungkapkan dalambuku tulisan dari
wartawanBBC
RolandChallis
yangberjudul
Shadowof a
Revolution.Menurut Challis,
padaawal
1960-an
Dinas Intelijen Amerika
Serikat
(CIA) telah
giat melakukan menginflitrasi eselon atasAD.
Selanjutnya,CIA
menjatuhkanpilihan
pada seorangperwira
oportunis,untuk
kemudian membantu diadalam
menjalankan
suatu kudeta
bertahap
yang
berlanjut
dengan pembunuhanlebih dari
satujuta
orangyang dituduh
sebagai komunis (Baskara T Wardaya, 2009:I49).
Pada awalnya
CIA
mengandalkanA.H.
Nasutionuntuk
dijadikan sebagai modal untuk menjatuhkan Soekarno, namunCIA
dibuat kecewa olehnya karena Nasution ternyata senatiasa taat kepada Soekarno dalam berbagaikebijakan penting.
Akhirnya
sosok
Soehartolah
yang
dapatdijadikan
andalan
dalam
skenario penggulingan Soekarno.
Soeharto adalah sosokyang
dipandanganti
komunis dan
sosokyang
oportunis. Secaratidak
langsungkonflik
intern
dalamAD
membuka peluang bagiAmerika Serikat
untuk turut
memainkan
peran dalam
pengulingan Soekarno.Dengan demikian G30S
ini
sebenarnyatidak
dapat disebut sebagai sebuahkudeta
yang dilakukan oleh
PKL
HaI
ini
diperkuat
dengan pendapatPeter
Dale Scott
(2007:16) yang
menyatakanbahwa
G30S hanya merupakan suatu coup golongan kanan yang mempunyai tiga tahapyaitu
:1.
Gestapu, coup oleh sayapkiri
gadungan;,SPP^S, Vol. 28, No. 2, Ohober 2014
3.
Pengkikisan secara terus-menerus terhadap kekuatan Soekarno yag masih tersisa.Suatu kudeta yang secara terbuka dikobarkan dan secara rahasia dibantu
oleh
juru
bicara dan para
pejabatAmerika serkat
(PeterDale
scott,2007:16). Dalam
mendukung
politik
Containmentnya
di
Indonesia Amerika memberikan bantuanmiliter
kepadaAD
terutama dimaksudkan untuk membatasi kiprahPKI
dan membatasi kekuasaan Soekarno sekecilmungkin.
Sekaligus
Amerika Serikat
berharap
bahwa
dengantersingkirnya
PKI
dan
Soekarno, Indonesia
akan
berada
di
bawahdominasi
militer
yang
anti-komunis
dan yang
berorientasi
ke
Barat (Baskara T Wardaya, 2009 :147 -148).Pendapat yang menyokong bahwa G30S bukan merupakan kudeta
yang dilakukan oleh
PKI
adalah pendapat Anderson danMcVey
pada1978 yang
menggunakankajian
CIA
untuk
membongkardua
fakta penting. Pertama,tidak
adabukti
bahwabaik
sebelum atau pun sesudahkudeta
yang
menunjukkan bahwaPKI
melalcukanmakar.
Kedua,PKI
bahkan
tidak
berusaha memobilisasi basis massanyayang
besar untukpergolakan
tanpa
kekerasan(Julie
Southwood
&
Patrick
Flanagan, 2013:8-9).Berikut
ini
merupakanbukti
lain
keterlibatan badanItelijen
Barat dalamperitiwa
G30S : "...lndonesia siap jatuh ke pangkuan Barat sepertibuah
apelbusuk.
Badan-badanIntelijen
Barat, ujarnya
akan mengaturkudeta
komunis
prematur ...(yang
akan) ditakdirkan
gagal
sehinggamemberi
tentaralegitimasi
untuk
menumpaskomunis dan
mejadikanSoekarno tahanan
untuk
kepentingan
tentara"
(Julie
Southwood
&
Patrick Flanagan, 20 13 :9).
Peritiwa
G30S
semakinterlihat
sebagai sebuah sekenario besarpenggulingan
Soekarnomelalui artikel yang
ditulis
oleh
salah
satu mantanpegawai
CIA
bernamaRalph
McGhehee.Melalui
artikelnyaditulis
bahwa "Pada awalnya, tentara Indonesia mengabaikanPKI
karenaPKI
tidak terlibat
percobaan kudeta.Meski
demikian,
para pemimpinPen Presiden Soekarno .... (Yulius
Dwi
Cahkiri
(PKI)
gadungan adalah benar.Dalam peristiwa G30S
terdapat
kejanggalan-kejangalan yang memperkuatbahwa peristiwa
ini
adalah sebuah skenario besar untuk melayani kepentingan Barat dan sekelompok orang dalam negeri yang menginginkan kekuasaan. Kej anggalan-kej angalan ini juga mementahkan sejarah Peristiwa G30Sversi
Orde Baru. Pertama, Jika diperhatikan tak seorang pun Jenderal anti-Soekarno yang menjadi korban dari peristiwaG30S.
Pengecualiansatu
Jenderalyaitu
A.H.
Nasution yang
bersifat problematik. Dalam peristiwa tersebutA.H.
Nasution sempat melarikandiri
tanpa
mengalami
luka
berat, yang kemudian
setelah
peristiwa tersebut ia mendukung gerakan pembasmian Komunis.Kedua,
mengutip
dari
pendapat BaskaraT
Wardaya, (2009:158)terkait
dengan tuduhanPKI
sebagai pelaku utama G30S.Kita
ketahui bahwaPKI
adalah organisasisipil.
Sementara tokoh-tokohkunci
dalam Gerakan30
Septemberyakni Letkol
Untung, Kolonel
Abdul Latif
danBrigjen
Soepardjo adalahjustru
personil
militer,
khususnyadari
AD.
Perlu diingat
AD
sendiri sejak
pemilu
1955
telah makin
sengitberlawanan dengan
PKI.
Penyebabnya antaralain
adalah
tingginya perolehan suaraPKI,
sementara dalampemilu
tersebut perolehan pattarIPKI
(Ikatan
Pendukung Kemerdekaan Indonesia),yakni
partaipolitik
yang dipeloporiAD,
amatkecil.
Pertanyaanya sedemikian hebatkahPKI
sehingga meskipun merupakan organisasi
sipil
ra
telah
berhasilmempengaruhi
atau "membina" para perwira
AD
sehingga mereka tunduk dan mau melawan kesaatuannya sendiri ?Ketiga,
Sebenamya Soeharto telah mengetahui rencana penculikanpara
Jenderal beberapahari
sebelum30
September 1965. KomandanKolonel
Abdul latief
salah
seorangtokoh
kunci
G30S
melapor
ke PangkostradMayor
Jenderal Soehartodi
rumahnyadi
Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat bahwadini hari
I
Oktober
1965 akan dilancarkan operasi gerakan untuk mengagalkan rencana Kudeta Dewan Jenderal. Dalam hal,SPP^S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014 Panglima
Tertinggi
?
Sementaraia
tahu bahwa operasimiliter
tersebut adalah operasi besar dan serius, dan direncanakan akan berlangsung di Ibukota Negara (BaskaraT
Wardaya , 2009:158- 159).Keempat, Soeharto telah mengetahui akan adanya gerakan dan jelas
bahwa gerakan tersebut
ditujukan
kepadaAD
khususnya kepada enamperwira tinggi
AD.
Soehartosendiri
adalahbagian
dari
AD
sendiri, pertanyaanya mengapaia
tinggal diam ketika
AD
sebagai bagian dari kesatuannyamenjadi
sasaran gerakan tersebut?. Hal lain
yang
dapat dipertanyakanmengapa Scohato sebagai
Pangkostradtidak
menjadi sasaran dari gerakan tersebut ? Menurut BaskaraT
Wardaya (2009:159),ada dua kemungkinan jawaban :
1.
Parapelaku
G30Sbodoh
sehingga mereka mengabaikan Soeharto dan pasukannya;2.
Telah ada sikap saling pengerlian antara para pelaku G30S dengan Seoharto, ataubahkan
Soeharlo merupakanbagian
dari
G30S itu
sendiri.Kelima,
satu-satunyalink
yang
menghubungkan gerakan G30S denganPKI
adalah KetuaBiro
KhususPKI, yakni
Sjam Kamaruzzamanalias
Sjamsul Qamar
NiLrbaidah.la
yang
berlugasmembina
sejumlah anggotaTNI
AD
agar
mendukungPKi.
Jika
benar
dugaanbahwa
ia sebenarnya adalahdoble
agent yang bertugas memata-matai gerakPKI
demi
kepetningan kalanganmiliter ?
Bagaimanamungkin Sjam
dapatdijadikan
sebagaibukti
bahwaPKI
merupakan dalangdari
G30S. Hal yang patutuntuk
dipertanyakan kemudian mengapa Sjam sebagai tokoh kunci G30S tidak dihukum mati seperti yang lain. Sementara untuk masa-masa berikutnya banyak masyarkat denganposisi
dan kewenangan jauhPenggulingan Presiden
Soekarno....
(YuliusDwi
Cahyono)KRITIK
ATAS
FILM
PENGKHIANATAN
G3OS/PKI
(SARANA
PROPAGANDA
ORDE
BARU)
Pasca persitiwa G30S 1965 Soeharto
tampil
sebagai pengusa OrdeBaru
dan menenggelamkan ingatan akankontribusi
dan peran Soekarnodalam
membentuk
bangsa Indonesia
yang
memiliki
karakter
dankemandirian. Selama
Orde
Baru
berkuasa segala
upaya
dalammeligitimasikan
kekuasaanyaterus dilakukan dan
diterapkan.
Salah satunya dengan melakukan sebuah produksi dan reproduksi ingatan akanperistiwa G30S. Tujuan
dari
produksi
dan
reproduksi ingatan ini
sebenarnya adalahuntuk
menakut-nakuti masyarukat sehingga mudahdi
kontrol.
Dalam
produksi
dan
reproduksi ingatan
ini
terdapat
unsur kesengajaanuntuk
mengarahkandan
memproduksi
opini publik
dan ingatan akan apa yang terjadi pada tahun 1965 menurut versi Orde Baru. Produksi ingatan akanperistiwa
1965ini
sudahdimulai
pada dua pekan pertamabulan Oktober
1965.Hampir
semua koran disensor dan hanyakoran-koran
tertentu yang boleh
terbit,
khusunya
harian
Angkatan Bersenjata danBerita
Yudha yang dikelola olehAD.
Melalui
surat kabar tersebut diceritakan segala halterkait
dengan kekejamanPKI di
Lubang Buaya. Produksi dan reproduksi ingatanlainnya
yangdilakukan
adalah dengan pembubuhankode
"ET"
(Eks Tapol)
padaKTP
milik
orang-orang yang melawan kebijakan penguasa.Dari
sekian upaya
produksi dan
reproduksi
ingatan
1965
yang palingefektif
menurut penulis adalahfilm
yang berjudul "PengkhianatanG3)S/PKI'karya Arifin
C. Noer tahun 1980-an hingga 1990-an.Film
ini
selaludiputar
setiaptanggal30
September malamhari
dan diwajibkanuntuk
ditonton
bahkanoleh
siswa
mulai dari tingkat SD.
Pada masa pemerintahanHabibie
1998kewajiban
tayangfilm
tersebut dihentikan pada september 1998.Melalui Film
ini
ditunjukkan kekejaman yang terjadi padadini
hariSPPS, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
para
Jenderal,dan
Soehartoyang
menumpasPKI.
Ingatan
ini
akan tertanamkuat
dalam
diri
anak.
Hal
ini
penulis
alami
sendiri,
ketikapenulis duduk
di
bangku SD kelas
empat
(1992)
setiap tanggal
30 September malamoleh guru
di
sekolahdiwajibkan untuk melihat
film
tersebut.
Guru
juga
memberi tugas
untuk
meringkas
peristiwa
yang
ditayangkan dalamfilm
tersebut.Pada
hari
berikutnya gurujuga
mengulaskembali
film
tersebut di kelas, sehingga ingatan akanperistiwa
G30Sversi
OrdeBaru
semakin kuat.Terbukti
selama22
tahun penulis masih ingatbetul
akan beberapa adegandi film
tersebut terutama adegan penyiksaan para Jenderal olehPKI,
tanpa harus membacabuku terkait peristiwa
tersebut. Ingatanini
mungkin
terkesan
sederhanatetapi terbukti
efektif untuk
menutupi kesalahandan
kebohongan Soeharto selama
memimpin Orde
Baru. Disampingitu
membuat pemikiran generasi muda kalaitu
menjadi buntuuntuk
mampu
mengkritisi
sosok
Soeharto.Dalam
hal
ini
tidak
kalah pentingnya adalah mampu menyembunyikan atas peristiwa pembantaian massal 1965-1966 yang dilakukan Orde Baru.Melalui
reproduksi ingatanini
generasi
muda
dan
masyarakat
pada
waktu
itu
tidak
pernah mendengar adanya pembantaian masal tersebut, mereka hanya disajikanhal-hal yang
menumbuhkan kebancian terhadapPKI
dan
Komunisme,serta
menumbuhkan kekaguman
terhadap Soeharto
sebagai
sosok penumpasgerakan tersebut.
Bertolak
dari
kenyataan tersebut
dapatdisimpulkan
bahwa pendidikanpunmenjadi
saranauntuk
meligitimasi kekuasaan Soeharto.Film
tersebut menjadi sarana propaganda yang begitu ampuh untuk melangengkan kebenaranversi
Orde
Baru
akanperistiwa
G30S.Dari
data survei
yang
dilakukan Tempo pada
tahun
2000, terhadap
1000 respondendari tiga kota
besardi
Indonesia,diperoleh
data90
persen respondenmenjawab
bahwa
mereka
belajar
sejarah
1965
dari
film
Penggulingan Presiden
Soekarno....
(YaliusDwi
Cahyono)Sehingga dampaknya sejarah
yang
subjektiflah
yang
diterima
dan dianggapbenar
oleh
masyarakatluas. Bahkan hingga
saatini
masih terjadi.Melalui
film
yang subjektif
ini
sebenamya dapatkita
kdtisi
dan dapatkita
temukan kejanggalan-kejanggalanuntuk
menguak kebenaranakan
peristiwa
G30S.
Meskipun
film
tersebut
dibuat
dengan tujuan melangengkanOrde Baru dan bersifat subjektif, tetapi
tidak
semua adegan dalamfilm
tersebut diputar balikan. Sebagai contohnya : pertama,adegan penjemputan para Jenderal dan penembakan Jenderal Achmad
Yani
di
rumahnya. Mengingat semua adegan
penangkapan
dan penjemputan tersebut samaperis
dengan kesaksiandari
para saksi dan pelaku sejarah salah satunyaputri
Jenderal AhcmadYani
yang bernamaAmelia
Yani.
Kedua,
adegan
penangkapanpolisi
patroli
bernama Sukitman yang kemudiandi
bawaoleh
pasukanpenculik ke
tempat di manapara Jendral dikatakan disiksa dan kemudian dimasukkan ke dalam sumur bernama Lubang Buaya.Terkait
dengan aksi penjemputan para Jenderal oleh pasukan yang dikatakan sebagai pasukan Cakrabirawa. Setiap menjemput para Jenderal selalu menggunakan kata-kata "Bapak diminta menghadap Presiden" darikata-kata tersebut
dapat
ditarik
maknanya
bahwa
kata
diminta menghadap presiden menjadi perintah yangtidak mungkin
akanditolak
oleh perwiratinggi
manapun mengingat Presiden adalah panglimatinggi
angkatan perang. Kata-kata tesebut diharapkan menjadi senjata yang kuatuntuk
mengurangi terjadinya perlawanan
terbukti
Achmad
Yani
meskipun
sempat marah karenasikap yang
tidak
sopandari
pasukanpenjemput
namun masih
memiliki itikad untuk
mematuhi
perintah penjemputan,walaupun
kemudian
ditembak oleh
pasukan
penculik. Namun secaratidak
sadar bahwakalimat
yang dicuapkan oleh pasukanpenculik khusunya pada kata-kata
"diminta
menghadap
presiden" bermaksuduntuk
menandakanbahwa
pasukan tersebut bergerak atasperintah presiden. Pernyataan
ini jika
dilihat
ulangmemiliki
makna ataudimaksudkan
untuk
mengesankanbahwa Presiden
Soekarno
turut bertangung jawab atas gerakan tersebut.SPPS, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014
penculik
berpangkatAngen Polisi Tingkat
II.
Sebelumditangkap
iasedang berpartroli di Wisma Angkasa sekitar pukul 03:00 pagi. Ketika
itu
ia
mendengar serentetan tembakan senjataia
bergegasuntuk
melakukan pengecekan,seketika
itu
juga
Sukitman ditangkap
dan
ditahan
oleh sekelompok pasukan penculik. Oleh penculik Sukitmandiikat
dan ditutup matanya, kemudiania
diturunkan disebuah kebon karet(loksi di
sekitarLubang Buaya) dan dibawa
masuk kedalam sebuah tenda.Ia
melihat beberapa perwiratinggi
yang penuh luka dibawa masuk ke dalam tenda.Di
lokasi
Sukitman melihatjuga
beberapaperwira
tinggi
dibawa keluarmelewati
dirinya
dan
mendengarteriakan
ganyang
kabir
(kapitalisbirokrat)
mengiringi jenasah
para perwira
tinggi
yang
kemudiandimasukan (kepalanya
lebih
dahulu)
ke
dalam sumur yang
disebut Lubang Buaya dandiikuti
serentetan tembakan.Dari
adeganini
yang menjadi ganjalan adalah mengapa Sukitman setelah peristiwa pengurburan para Jenderal dilepaskanbegitu
saja pagi harinya oleh para kelompokpenculik
? Dalam sebuah aksi pembunuhan terencanatingkat
tinggi
para pelakutidak
akanmungkin
meninggalkanjejak
ataupun seorang saksiuntuk
menjaga keselamatandari
kelompoktersebut.
Jika
diinterpertasikan sangat
mungkin bahwa
keberadaan Sukitmandi
lokasi
penyekapandan
penguburan para Jendral tersebut adalah sebuah situasiyang dikondisikan untuk
memberikan saksialibi
yang menuntungkan kelompok tertentu.Hal
ini
terkait
denganbegitu
cepatnya penemuanlokasi
sumur tempat para Jenderal dikuburkan. Pencarian lokasi tersebut dikepalai oleh komandanRPKAD
SarwoEdiwibowo
dengan bantuan atau petunjuk dari Sukitman untuk menemukan sumur tersebut. Suatu hal yang tidak masukakal
jika
para pelaku penculikan
dan
pembunuhan
para
Jenderalmembiarkan
begitu
saja
ada
seseorangyang
nantinya
berpotensimengetahui
lokasi
penguburan
para
Jenderal
yang
nantinya
dapat dijadikanbukti di
dalam pengadilan.Penggulingan Presiden Soekarno .... (Yulius
Dwi
Cahyono)relatif
singkatuntuk
segera memancing kemarahan masyarakat terhadapPKI,
guna
mendukung
hadirnya tenaga
baru dari
rakyat
untukmenyingkirkan
PKI.
Mengingat
bukti
kekejaman
telah
ditemukan. Tentunyahal
ini juga
akan mempercepat proses penyingkiran golongankiri
dan pembubaran PKI.PENUTUP
Peristiwa G30S
menjadi
bagian
dari sisi
gelap
sejarah bangsa Indonesia.Di
mana
Indonesiatidak
hanya kehilangan
enam PerwiraTinggi
Angkatan Darat yang sangat potensial, tetapi bangsaini
kemudianjuga
kehilangan jutaan nyawa yang belum tetntu bersalah akibat dituduhsebagai
anggota
atau
simpatisan
PKI.
Peristiwa
ini
sebanarnya merupakanbagian
dari
rangkaianpolitik
luar
negeri
Amerika
Serikatuntuk
menjatuhkan Soekamo
melalui
skenario
G30S
dengan memanfaatkankonflik
internal
dalam Angkatan Darat.Amerika
Serikatdalam
hal
ini
mencari
bantuandari perwira
oportunis
yaitu
Soehartountuk
menyingkirkanPKI
melalui
sebuah kudeta prematur (kudeta yangsengaja
digagalkan).
Langkah pertama
yang
diambil
adalahmenyingkirkan
Soekarno sebagai sosokyang
dipandangoleh
Amerika Serikat sebagai pelindung eksistensiPKI.
Kedua menyingkirkan PerwiraTinggi
AD
yang
loyal
kepada Soekarno. Keempat adalah pembubaranPKI
dan penyingkiran golongankiri
dan pendukung Soekarno.Pada masa Orde Baru Soeharto melakukan produksi dan reproduksi Ingatan akan kekejaman
PKI
melalui berbagai mediabaik
media massa,pendidikan, dan
film. Dari
sekian media propaganda yang diproyekkanoleh Orde Baru yang paling efektif
memberi pengaruh adalah
f,rlmberjudul
"PengkhianatanG30S/PKI".
Melalui
film
ini
opini
publik
dibentuk sesuai dengan kehendak
Orde
Baru
untuk
melegitimasi kekuasaan Orde Baru.DAFTAR PUSTAKA
Amelia
A.
Yani.
2007.Achmad
Yani
Tumbal Revolusi.Yogyakarta
:Galang Press
SPP^S, Vol. 28, No. 2, Oktober 2014 Pembantaian Massal 65 hingga G305. Yogyakarta: Galang Press.
Crouch,
Harold.
1986.Militer
danPolitik
Di
Indonesia.
Jakarta: Sinar Harapan.Kurniawan,
dkk.
2013.
Pengakuan
Algojo
1965 Investigasi
Tempo Perihal Pembantian 1965. Jakarta: Tempo Punlishing.Peter
Kasenda.
2013.
Soeharto Bagaimana
Ia
Bisa
Melangengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun ?. Jakarta: Kompas.Scott, Peter
Dale.
2007.
Peran
CIA
dalam
PenggulinganSo ekarno.Yogyakarta: Media Pressindo.
Southwood,
Julie
&
Patrick
Flanagan.
2013. Teror
Orde
BaruPenyelewengan
Hukum
&
Propaganda 1965-1981.
Jakarta: Komunitas Bambu.