MODUL EKONOMI
KELAS XII IPS dan BHS
DISUSUN OLEH : RATIH AYUNINGTYAS
TAHUN PELAJARAN 2021/2022 SMA KOLESE SANTO YUSUP MALANG
JL. SIMPANG BOROBUDUR 1 MALANG
NAMA :
KELAS/NO :
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 2
DAFTAR ISI
BAB I
KONSUMSI DAN TABUNGAN SERTA INVESTASI 3
BAB II APBN DAN APBD 9
BAB III PERPAJAKAN 17
BAB IV KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL 29
BABV PERDAGANGAN INTERNASIONAL 33
BAB VI VALUTA ASING DAN NERACA PEMBAYARAN 38
BAB VII KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN BARANG DAN JASA 45
BAB VIII PERMASALAHAN EKONOMI 54
BAB IX PASAR 59
BAB X PERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA HARGA KESEIMBANGAN
63
BAB XI ELASTISITAS 75
BAB XII UANG DAN PERBANKAN 88
BAB XIII MANAJEMAN 94
BAB XIV KOPERASI DAN KOPERASI SEKOLAH 103
BAB XV PENDAPATAN NASIONAL 108
BAB XVI INDEKS HARGA DAN INFLASI 114
BAB XVII BAB XVIII BAB IX BAB XX
KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN PEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KEWIRAUSAHAAN
BURSA EFEK
121
124
128
131
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 3 BAB I
KONSUMSI DAN TABUNGAN SERTA INVESTASI Kompetensi Dasar
3.5. Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal ( Konsumsi dan tabungan serta investasi ) 4.5 Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiscal ( Konsumsi dan tabungan serta
investasi ) A. KONSUMSI ( C )
Pengertian
➢ Konsumsi adalah
Suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda ( barang dan jasa ) dalam rangka memenuhi kebutuhan.
➢ Tujuan kegiatan konsumsi adalah Konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung.
➢ Faktor yang mempengaruhi konsumsi seseorang adalah selera, kebiasaan,sikap hidup,lingkungan,tingkat pendapatan dan alat distribusi.
Fungsi Konsumsi
1. Fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara konsumsi dan semua faktor yang menentukan besarnya konsumsi. Faktor yang mempengaruhi itu salah satunya adalah pendapatan dan tabungan.
2. Konsumsi sebagai fungsi Disposable Income atau sering kita kenal dengan istilah pendapatan yang siap dibelanjakan yang sebelumnya pernah kita pelajari dalam pendapatan nasional yang kita beri simbol Yd dan konsumsi diberi symbol C sedangkan tabungan diberi simbol S dan investasi diberi simbol I
Y = C + S Y = C + I
Apabila pendapatan berubah, maka konsumsi dan tabungan akan mengalami perubahan juga, hal-hal yang harus diketahui dalam perubahan tersebut sebagai berikut :
3.
Average Propensity to consume ( APC ) atau kecenderungan mengkonsumsi rata-rata adalah perbandingan antara tingkat konsumsi (C ) dengan tingkat pendapatan disposible saat konsumsi itu dilakukan ( Yd )Average Propensity to consume ( APC ) =
𝐶𝑌
4. Marginal Propensity to consume atau kecenderungan mengkonsumsi marginal atau sering kita singkat MPC adalah angka perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi dengan besarnya pendapatan nasional
Marginal Propensity to consume ( MPC ) =
∆𝐶∆𝑌
5. Pendapatan Keseimbangan adalah pendapatan yang habis untuk konsumsi dapat kita artikakan S = 0 maka akan terjadi fungsi Y = C
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 4 B. TABUNGAN ( S )
Fungsi tabungan ( S )
1. Average Propensity to save ( APS ) atau kecenderungan menabung rata-rata adalah perbandingan antara jumlah tabungan dengan jumlah pendapatan disposible
Average Propensity to save ( APS ) =
𝑆𝑌
2.Marginal Propensity to Save atau kecenderungan menabung marginal adalah perbandigan antara bertambahnya tabungan dengan bertambahnya pendapatan nasional.
Marginal Propensity to save ( MPS ) =
∆𝑆∆𝑌
Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan secara matematis
Keterangan :
a = kostansta yang menunjukkan tingkat konsumsi b =konstanta yang menunjukkan MPC
c = tingkat konsumsi
Y = tingkat disposable income S = tingkat tabungan
Rumus lain untuk mencari Konsumsi :
𝐶−𝐶1
𝐶2−𝐶1
=
𝑌2−𝑌1𝑌−𝑌1Tabungan 𝑆−𝑆1
𝑆2−𝑆1
=
𝑌2−𝑌1𝑌−𝑌1C. INVESTASI ( I )
1. Pengertian investasi adalah
Pengeluaran penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang atau jasa yang tersedia dalam perekonomian.
2. Factor penentu investasi adalah
• Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh
• Tingkat suku bunga
• Perkiraan keadaan perekonomian
• Perkembangan teknologi
• Keuntungan yang diperoleh pengusaha/perusahaan
• Pendapatan nasional
Fungsi konsumsi C = a + b Y Fungsi tabungan S = -a + ( 1-b ) Y
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 5 CONTOH SOAL
1. Pada saat Arman belum bekerja dia menghabiskan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
sebesar Rp 150.000,00/bulan. setelah dia bekerja dan memperoleh penghasilan sebesar Rp 600.000,00/bulan. Dia dapat menabung sebesar Rp 50.000,00. Tentukan fungsi konsumsi dan
tabungannya
SOAL LATIHAN 1 Kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar
1. Sebelum bekerja, ia mengkonsumsi Rp 20.000,-
setelah bekerja dan mendapat hasil Rp 100.000,-, ia dapat menabung Rp 30.000,- Fungsi konsumsinya adalah
………
………
………
………
………
………
2. Fungsi tabungan suatu negara dinyatakan dengan persamaan S=-100+1/4Y. Pendapatan keseimbangannya adalah
………
………
………
………
………
………
3. Diketahui fungsi konsumsi C = 25 + 0,75Y. berapa pendapatan keseimbangan adalah
………
………
………
………
………
………
4. Diketahui keseimbangan pendapatan diperoleh saat pendapatan = 60. Dan MPC = 0,75.
Berdasarkan data tersebut, diminta a. Berapa konsumsi otonom?
b. Bagaimana fungsi konsumsi?
c. Bagaimana fungsi tabungan?
………
………
………
………
………
………
DIKETAHUI :
Y1 = 0 Y2 = Rp 600.000,00 C1 = Rp 150.000,00 S2 = Rp 50.000,00 Jawab :
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 6 SOAL LATIHAN 2
Kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar
1. Sebelum bekerja jumlah konsumsi Adi sebesar Rp 1.000.000,00 dan setelah bekerja pendapatannya menjadi Rp 5.000.000,00 serta konsumsinya setelah bekerja Rp 4.000.000,00 a. fungsi S
b. tentukan impas dimana Y terkonsumsi seluruhnya atau break even point ( Y = C ) c. gambar kurvanya
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………..
2. Diketahui fungsi konsumsi nasional C = 125.000.000 + 0,75 Y tentukan :
a. fungsi S
b. tentukan besarnya tabungan dan konsumsi pada saat pendapatan Rp 800.000.000,00 c. tentukan break even point
d. gambar kurvanya
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 7 3. Diketahui fungsi tabungan S = 0,25 Y – 10 dan investasi 20 jika tabunga sama dengan investasi
pendapatan nasional dalam millar adalah
………
………
………
………
………
4. Diketahui tingkat pendapatan Rp 1.000.000,00 untuk konsumsi Rp 900.000,00 kemudian pendapatan meningkat menjadi Rp 1.200.000,00 untuk konsumsi Rp 1.050.000,00 maka tentukan
a. MPC
b. Fungsi Tabungan c. Break even Pointnya
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
5. Fungsi konsumsi sebuah Negara adalah S = -100 + 0,25 Y. Bila pendapatan nasional (Y) sebesar Rp 1000 triliun tahun 2008 berdasarkan model persamaan diatas tentukan :
a. Fungsi konsumsi b. Besarnya konsumsi c. Besarya tabungan
d. Berapa koefisien MPS nya
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 8 SOAL LATIHAN 3
Kerjakan soal dibawah ini dengan cara memilih jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang ( X ) serta tuliskan pula cara disebelahnya.
1. Diketahui :
Fungsi konsumsi C = 2000 + 0,6 Y Besarnya pendapatan = Rp 500.000,00 Besarnya tabungan adalah…..
a. Rp 302.000,00 d. Rp 178.000,00 b. Rp 198.000,00 e. Rp 118.000,00 c. Rp 188.000,00
2. Jika diketahui fungsi konsumsi C= 100.000 + 0,6 Yd dan pendapatan disposabel Rp 1.800.000,00 maka jumlah konsumsi adalah…
a. Rp 1.280.000,00 d. Rp 980.000,00 b. Rp 1.180.000,00 e. Rp 880.000,00 c. Rp 1.080.000,00
3. Jika fungsi konsumsi dinyatakan dengan persamaan C = 25 + 0,75 Yd jika diketahui jumlah pendapatan disposabel 600 maka jumlah tabungan adalah…
a. 225 d. 150 b. 200 e. 125 c. 175
4. Jika fungsi konsumsi C = 400 Milyar + 0,8 Y Jika besarnya tabungan masyarakat Rp 500 Milyar, maka besarya konsumsi adalah…
a. Rp 800 M d. Rp 4.000 M b. Rp 1.400 M e. Rp 4.500 M c. Rp 2.500 M
5. Pada fungsi konsumsi C = 60 + 0,75 Yd pendapatan disposabel keseimbangan adalah..
a. 60 d. 240
b. 120 e. 300
c. 180
6. Diketahui fungsi konsumsi C= 20 + 0,80 Yd jumlah konsumsi pada saat pendapatan disposabel 250 adalah…
a. 200 d. 260
b. 220 e. 280
c. 240
7. Pada saat Yd 3000 dan konsumsi 2600 nilai APC adalah…
a. 0,70 d. 0,8667 b. 0,80 e. 0,9388 c. 0,833
Nama :
Kls/no : Skor / nilai :
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 9 BAB II
APBN DAN APBD
Kompetensi Dasar
3.6 Menganalisis APBN dan APBD dalam pembangunan ekonomi
4.6 Menyajikan hasil analisis fungsi dan peran APBN dan APBD dalam pembangunan ekonomi A. APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara )
1. PENGERTIAN APBN
MENURUT UU NO 17 TAHUN 2003 tentang keuangan negara pada pasal 1 ayat 7 disebutkan : APBN adalah Rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR. APBN merupakan daftar yang berisi rencana penerimaan dan pengeluaran negara Indonesia dalam jangka waktu 1 tahun yang telah ditetapkan oleh presiden dan DPR. Jangka waktu 1 tahun ( 1 januari -31 Desember )
2. FUNGSI APBN
Fungsi APBN dibagi menjadi 6 yaitu :
➢ Fungsi otorisasi
Anggaran negara digunakan untuk dasar pemerintah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja yang bersangkutan.
➢ Fungsi perencanaan
Anggaran negara digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah untuk merencanakan kegiatan pada tahun bersangkutan.
➢ Fungsi pengawasan
Anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggara pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
➢ Fungsi alokasi
Anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan Sumber daya serta untuk meningkatakan efisiensi dan efektivitas perekonomian
➢ Fungsi distribusi
Kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
➢ Fungsi stabilisasi
Anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
3. TUJUAN APBN
❖ Untuk memberikan arah ke pemerintah dalam melaksanakan fungsi yang diembannya.
❖ Untuk melihat dan mengevaluasi kinerja pemerintah dalam upaya menyejahterakan masyarakat karena anggaran disusun berdasarkan kinerja.
❖ Sebagai data yang akurat bagi rakyat untuk mengevaluasi kerja pemerintah
❖ Sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam menggunakan pendapatan masyarakat yang dipungut melalui pajak.
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 10 4. PERBEDAAN PAJAK DAN RETRIBUSI
➢ Pajak : Iuran yang dibayarkan kepada negara oleh rakyat sifatnya memaksa.
➢ Retribusi : Pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu atau khusus yang diberikan pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.
5. MEKANISME PENYUSUNAN APBN
6. SUMBER PENERIMAAN NEGARA a. Penerimaan perpajakan
a. Pajak dalam negeri
b. Pajak perdagangan internasional b. Penerimaan negara bukan pajak
a. Penerimaan sumber daya alam b. Begian laba BUMN
c. Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah d. Hasil pengelolaan kekayaan negara
e. Penerimaan bukan pajak c. Hibah
7. JENIS PENGELUARAN NEGARA a) Belanja subsidi :
Alokasi anggaran yang di berikan kepada perusahaan /lembaga untuk memproduksi,menjual, mengekspor serta mengimpor barang atau jasa.
b) Belanja Hibah :
Belanja pemerintah pusat dalam bentuk transfer uang atau barang kepada pemerintah negara lain, organisasi internasional, BUMN atau BUMD dan pemerintah daerah sifatnya sukarela, tidak wajib dan tidak mengikat dan tidak perlu dibayar kembali.
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 11 c) Belanja bantuan sosial :
Transfer uang atau barang yang diberikan oleh pemerintah pusat atau daerah kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan resiko sosial.
d) Belanja lain-lain :
Pengeluaran negara untuk pembayaran atas kewajiban pemerintah yang tidak masuk dalam kategori belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja utang,belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial bersifat mendesak dan tidak dapat diprediksi. Contoh : Belanja rehabilitasi dll
e) Transfer ke daerah :
Semua pengeluaran negara yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
B. APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ) 1. PENGERTIAN
Menurut UU No 17 tahun 2003 Adalah : rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh DPRD dengan masa berlaku 1 tahun yaitu dari 1 Januari-31 Desember.
2. FUNGSI APBD
➢ Fungsi otorisasi
Anggaran daerah digunakan untuk dasar pemerintah daerah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja yang bersangkutan.
➢ Fungsi perencanaan
Anggaran daerah digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah untuk merencanakan kegiatan pada tahun bersangkutan.
➢ Fungsi pengawasan
Anggaran daerah menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggara pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
➢ Fungsi alokasi
Anggaran daerah harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan Sumber daya daera serta untuk meningkatakan efisiensi dan efektivitas perekonomian didaerah.
➢ Fungsi distribusi
Kebijakan anggaran daerah harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
➢ Fungsi stabilisasi
Anggaran pemerintah daerah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian didaerah.
3. TUJUAN APBD
Sebagai pedoman pengeluaran dan penerimaan pemerintah daerah agar terjadi keseimbangan yang dinamis dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 12 4. SUMBER PENERIMAAN DAERAH
5. SUMBER PENGELUARAN DAERAH
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 13
6. MEKANISME APBD
Latihan Soal 1 Kerjakan soal dibawah dengan benar dan tepat
1. Rencana keuangan tahunan pemerintahan Negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Ini merupakan pengertian dari …
A. Anggaraan Pendapatan Dan Belanja Negara B. Anggaran Pendapatan Dan Pengeluaran Negara C. Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Negara D. Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Negara E. Anggaran Dan Belanja Negara
2. APBN berlaku untuk jangka waktu 1 tahun yaitu…
A. 1 januari sampai dengan 1 januari tahun berikutnya B. 2 januari sampai dengan 2 januari tahun berikutnya C. 1 januari sampai dengan 31 desember tahun yang sama D. 31 desember sampai dengan 31 desember tahun berikutnya
E. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri dengan Persetujuan DPR
3. Anggaran Negara yang menjadikan dasar pemerintah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. Ini merupakan fungsi dari APBN yaitu..
A. Fungsi alokasi D. Fungsi perencanaan B. Fungsi pengawasan E. Fungsi pengawasan C. Fungsi otorisasi
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 14 4. Anggaran Negara yang menjadikan pedoman bagi Pemerintah dalam merencanakan kegiatan pada
tahun yang bersangkutan adalah…
A. Fungsi alokasi D. Fungsi perencanaan B. Fungsi pengawasan E. Fungsi pengawasan C. Fungsi otorisasi
5. Anggaran Negara yang dijadikan pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah Negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan atau tidak. Ini merupakan fungsi APBN yaitu…
A. Fungsi alokasi D. Fungsi perencanaan B. Fungsi pengawasan E. Fungsi pengawasan C. Fungsi otorisasi
6. Anggaran Negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. Ini merupakan fungsi APBN yaitu…
A. Fungsi alokasi D. Fungsi perencanaan B. Fungsi pengawasan E. Fungsi pengawasan C. Fungsi otorisas
7. Anggaran pemerintah yang menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Ini merupakan fungsi APBN yaitu..
A. Fungsi alokasi D. Fungsi otorisasi B. Fungsi perncanaan E. Fungsi Pengawasan C. Fungsi Stabilisasi
8. Perhatikan Pernyataan berikut ini :
1.Untuk memberikan arah bagi pemerintah dalam melaksanakan fungsi yang diembannya
2.Untuk melihat dan mengevaluasi kinerja pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat karena anggaran disusun berdasarkan kinerja
3.Sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam menggunakan pendapatan masyarakat yang dipungut melalui pajak
4.Sebagai data yang akurat bagi rakyat untuk mengevaluasi pemerintah Dari penjabaran diatas merupakan …
A. Pedoman APBN D. Syarat APBN dibuat B. Tujuan APBN E. Evaluasi APBN C. Fungsi APBN
9. Dibawah ini merupakan sumber pendapatan Negara kecuali …
A. Eksploitasi sumber daya alam D. pungutan lain yang diatur UU
B. Pajak E. hibah
C. Retribusi
10. Dibawah ini yang termasuk penerimaan perpajakan
1. Pajak pertambahan nilai 4. Pajak Bumi dan Bangunan 2. Bea Masuk 5. Pungutan Ekspor
3. Hibah 6. Cukai
Yang termasuk penerimaan perpajakan dalam negeri adalah..
A. 1,2 dan 3 D. 1,4 dan 6 B. 2, 3 dan 4 E. 4 ,5 dan 6 C. 3, 4 dan 5
11. Dibawah ini merupakan penerimaan Negara
1. Retribusi 4. cukai
2. Penerimaan sumber daya alam 5. Hasil pengelolaan kekayaan negara
3. Hibah 6. Bea masuk
Yang termasuk penerimaan Negara yang bukan pajak adalah…
A. 2,3 dan 5 D. 2, 5 dan 6 B. 1,3 dan 4 E. 4, 5 dan 6 C. 3,4 dan 5
12. Kompensasi baik dalam bentuk uang atau maupun barang yang diberikan kepada pemerintah. Ini merupakan pengertian dari..
A. Belanja barang D. belanja subsidi B. Belanja bunga E. belanja hibah C. Belanja pegawai
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 15 13. Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang atau jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan serta pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat diluar kriteria belanja bantuan sosial serta belanja perjalanan. Ini merupakan pengertian dari….
A. Belanja barang D. belanja subsidi B. Belanja bunga E. belanja hibah C. Belanja pegawai
14. Berdasarkan peraturan menteri keuangan Nomer 101/PMK.02/2011 transfer ke daerah adalah semua pengeluaran Negara yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dibawah ini yang tidak termasuk rincian transfer ke daerah adalah…
A. Dana bagi hasil D. Dana otonomi Khusus B. Dana alokasi khusus E. Dana pembiayaan C. Dana alokasi umum
15. Pembelian selimut, tenda, bahan makanan dan peralatan dapur oleh pemerintah pusat untuk diberikan kepada pengungsi korban gunung meletus diklasifikasikan sebagai….
A. Belanja barang D. Belanja bunga
B. Belanja pegawai E. Belanja bantuan sosial C. Belanja modal
16. Pembayaran Bunga utang luar Negerri oleh Pemerintah pusat diklasifikasikan sebagai…
A. Belanja barang D. Belanja Bunga B. Belanja Pegawai E. Belanja Subsidi C. Belanja Modal
17. Pengambilan keputusan atau persetujuan oleh DPR mengenai rancangan APBN dilakukan selambat-lambatnya…
A. 1 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan B. 2 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan C. 3 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan D. 4 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan E. 5 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan
18. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari sejumlah sumber. Dibawah ini yang merupakan sumber dari Pendapatan Asli Daerah adalah…
A. Sisa lebih perhitungan anggaran daerah B. Penerimaan pinjaman daerah
C. Dana cadangan daerah
D. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan
E. keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing 19. Tahap awal proses penyusunan APBN adalah..
A. Menteri atau pimpinan lembaga sebagai pengguna anggaran menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/lembaga
B. Pemerintah pusat dan DPR membahas kerangka ekonomi makro dan pokok –pokok kebijakan fiskal
C. Pemerintah pusat dan DPR membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran
D. DPR menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro pemerintah E. Pemerintah menyampaikan pokok –pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro
kepada DPR
20. Dibawah ini yang tidak digolongkan sebagai belanja tidak langsung adalah…
A. Belanja pegawai D. Belanja bantuan sosial B. Belanja subsidi E. Belanja bunga
C. Belanja hibah
21. Tindakan yang dilakukan pemerintah jika RAPBN yang diajukan ditolak oleh DPR adalah…
A. Menggunakan APBN tahun lalu B. Menyusun kembali RAPBN baru
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 16 C. Tetap menggunakan RAPBN tersebut
D. Memperbaiki yang tidak dapat persetujuan E. Menunggu sampai DPR menyetujui
22. Menurut UU NO 17 tahun 2003 pemegang kekuasaan atas pengelolaan keuangan Negara adalah..
A. Presiden D. Gubenur/ Bupati/ Walikota
B. Wakil presiden E. Pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran C. Menteri keuangan
23. Menurut UU No 17 tahun 2003 setelah APBN ditetapkan secara rinci dengan UU pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan…
A. Keputusan Presiden D. Peraturan Menteri B. Peraturan Presiden E. Peraturan Daerah C. Peraturan Pemerintah
24. Menurut UU No 33 tahun 2004 APBD terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja dan anggaran pembiayaan. Dibawah ini yang tidak termasuk dalam kategori anggaran pendapatan daerah adalah..
A. Pajak Daerah D. pendapatan bunga B. Retribusi daerah E. pembayaran pokok utang C. Laba BUMD
25. Pembiayaan daerah sebagai komponen penerimaan daerah bersumber dari…
A. Pembentukan dana cadangan
B. Penyertaan modal pemerintah daerah C. Pembayaran pokok utang
D. Pemberian pinjaman
E. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan 26. Dibawah ini yang merupakan dana perimbangan adalah…
A. Pajak daerah B. Retribusi daerah
C. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan D. Lain –lain PAD yang sah
E. Lain-lain pendapatan
27. Dana darurat merupakan sumber penerimaan daerah yang digolongkan sebagai…
A. PAD D. dana alokasi umum B. Pembiayaan daerah E. lain –lain pendapatan C. Dana perimbangan
28. Belanja daerah diklasifikasikan menurut organisasi, fungsi, program, kegiatan serta jenis belanja.
Belanja yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya program kegiatan disebut…
A. Belanja barang dan jasa D. belanja tidak langsung B. Belanja modal E. belanja langsung
C. Belanja bunga
29. Dibawah ini yang digolongkan sebagai belanja langsung adalah..
A. Belanja pegawai D. belanja bantuan sosial B. Belanja subsidi E. belanja bunga
C. Belanja hibah
30. Salah satu sumber penerimaan pemerintah pusat adalah….
A. Pajak tontonan D. Subsidi daerah otonom B. Cukai E. Pajak kendaraan Bermotor C. Cukai reklame
Essai
31. Gambarkan Mekanisme penyusunan APBN secara lengkap
32. Jelaskan apa yang dimaksud dengan anggaran dikatakan suplus serta berikan contohnya ?
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 17 BAB III
PERPAJAKAN
Kompetensi Dasar
3.7 Menganalisis perpajakan dalam pembangunan ekonomi
4.7 Menyajikan hasil analisis fungsi dan peran pajak dalam pembangunan ekonomi A. Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat
dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum/ membiayai rumah tangga negara.
B. Fungsi Pajak
1. Sumber pendapatan negara (budgetair), pajak yang berasal dari masyarakat digunakan sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan/ pengeluaran- pengeluarannya.
2. Pengatur kegiatan ekonomi (regulerend), pajak sebagai alat untuk mengatur atau
melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi untuk mencapai kondisi/keadaan yang diinginkan.
3. Memperbaiki stabilitas ekonomi (stabilized), pemerintah dapat mengatur kegiatan perekonomian sehingga tercipta kondisi yang stabil.
4. Sarana pemerataan pendapatan (redistribution), melalui pajak, pemerintah menarik dana dari masyarakat sesuai dengan kemampuan mereka, yang selanjutnya dana ini disalurkan kembali untuk membangun sarana umum.
C. Pengelompokan Pajak
1. Menurut golongannya
a. Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain, contoh: Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
b. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain, contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea cukai.
2. Menurut sifatnya
a. Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan Wajib Pajak, contoh: PPh.
b. Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak, contoh: PPN, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
3. Menurut lembaga pemungutnya
a. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, contoh: PPH, PPN
b. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah, terdiri atas:
1. Pajak Propinsi: Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bahan Bakar kendaraan Bermotor
2. Pajak Kabupaten/Kota: Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 18 D. Sistem pemungutan Pajak
1. Official Assessment System, adalah sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak, dengan ciri-ciri:
a. Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada pemerintah.
b. Wajib Pajak bersifat pasif.
c. Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh pemerintah.
2. Self Assessment System, adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang, ciri-ciri:
a. Wewenang menentukan besarnya pajak terutang ada pada Wajib Pajak sendiri.
b. Wajib Pajak aktif menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak terutang.
c. Pemerintah tidak ikut campur dan hanya mengawasi.
3. With Holding System, adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga untuk menentukan besarnya pajak yang terutang.
E. Jenis-jenis Pajak
1. Pajak Negara
a. Pajak Penghasilan (PPh)
b. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
c. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) d. Bea Meterai
e. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
f. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
2. Pajak Daerah, dibagi menjadi 2 bagian:
Pajak Provinsi terdiri dari:
a. Pajak Kendaraan Bermotor
b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor d. Pajak Air Permukaan
e. Pajak Rokok
Pajak Kabupaten/Kota terdiri dari:
a. Pajak Hotel b. Pajak Restoran c. Pajak Hiburan d. Pajak Reklame
e. Pajak Penerangan Jalan
f. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan g. Pajak Parkir
h. Pajak Air Tanah
i. Pajak Sarang Burung Walet
j. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan k. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) F. Perhitungan Pajak
1. Pajak Penghasilan (PPh)/ Income Tax, dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak.
a. Subjek Pajak 1. Orang Pribadi
2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 19 3. Badan, terdiri dari PT, CV, perseroan lainnya, BUMN/BUMD, firma, kongsi, koperasi,
dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasai sosial politik, organisasi lain, lembaga, kontrak investasi kolektif dan bentuk badan lain 4. Badan Usaha Tetap
Tidak termasuk subjek pajak, adalah:
1. Kantor perwakilan negara asing
2. Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing 3. Organisasi internasional
4. Pejabat perwakilan organisasi internasional
b. Objek Pajak
1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan atau imbalan dalam bentuk lain.
2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan 3. Laba usaha
4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta
5. Penerimaan lain seperti bunga, dividen, royalti, sewa, premi, dan lain-lain Tidak termasuk objek pajak, adalah:
1. Bantuan atau sumbangan, harta hibahan yang diterima keluarga sedarah 2. Warisan
3. Setoran tunai yang diterima sebagai pengganti saham 4. Pembayaran dari perusahaan asuransi
5. Beasiswa
c. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Penghasilan Kena Pajak (WP orang pribadi) = Penghasilan netto – Penghasilan Tidak Kena Pajak Penghasilan Kena Pajak (WP badan) = Penghasilan netto
Berikut adalah ketetapan Penghasilan Tidak Kena Pajak terbaru untuk Wajib Pajak orang pribadi:
1. Untuk Diri Wajib Pajak orang pribadi Rp. 54.000.000,00 2. Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp. 4.500.000,00
3. Tambahan untuk penghasilan istri yang digabung dengan penghasilan suami Rp. 54.000.000,00
4. Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya (maksimal 3 orang untuk tiap keluarga) Rp. 4.500.000,00
Adapun syarat nomor 3 hanya berlaku jika:
- Penghasilan istri tidak semata-mata diterima atau diperoleh dari satu pemberi kerja yang telah dipotong pajak berdasarkan ketentuan yang berlaku
- Penghasilan istri tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suami atau anggota keluarga lain
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 20 Penerapan PTKP Tahun 2020 masih mengacu pada PTKP tahun untuk satu tahun :
PTKP Untuk Laki-laki Tidak Kawin dan Wanita (Kawin/tidak kawin)
STATUS TK/0 TK/1 TK/2 TK/3
Wajib Pajak (Laki- laki tidak kawin &
Wanita)
54.000.000 58.500.000 63.000.000 67.500.000 Penjelasan :
⚫ Status Wanita meskipun sudah kawin tetap mempunyai PTKP tidak kawin kecuali dapat membuktikan bahwa suami tidak bekerja (dari Instansi terkait/kelurahan)
⚫ TK/0 = Tidak Kawin tidak ada tanggungan ( 54.000.000 )
⚫ TK/1 = Tidak Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan (54.000.000 + 4.500.000)
⚫ TK/2 = Tidak Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 )
⚫ TK/3 = Tidak Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 )
PTKP Untuk Laki-Laki Kawin Isteri Tidak Bekerja/Tidak Usaha
STATUS K/0 K/1 K/2 K/3
Istri Tdk Kerja/ Tdk
Usaha 58.500.000 63.000.000 67.500.000 72.000.000 Penjelasan Isteri Tidak Bekerja:
⚫ K/0 = Kawin tidak ada tanggungan (54.000.000 + 4.500.000)
⚫ K/1 = Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
⚫ K/2 = Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan 54.000.000 + 4.500.000) + 4.500.000 + 4.500.000
⚫ K/3 = Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan (24.300.000 + 2.025.000 + 2.025.000 + 2.025.000 + 2.025.000)
PTKP Untuk Laki-Laki Kawin Isteri Bekerja/Usaha
STATUS K/I/0 K/I/1 K/I/2 K/I/3
Istri Kerja/Usaha 112.500.000 117.000.000 121.500.00 126.000.000 Penjelasan Isteri Bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja atau usaha :
⚫ PTKP untuk isteri yang bekerja pada satu pemberi kerja tidak digabung dengan suami, yang digabung dengan PTKP suami hanya yang bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja dan/atau isteri yang usaha (penghasilan digabung dengan penghasilan suami)
⚫ K/I/0 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha tidak ada tanggungan (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000)
⚫ K/I/1 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 1 (satu) tanggungan (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 )
⚫ K/I/2 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 2 (dua) tanggungan (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 )
⚫ K/I/3 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 3 (tiga) (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 )
⚫
d. Tarif Pajak WP orang pribadi
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif Pajak
Sampai dengan Rp. 50.000.000,00 5%
Rp. 50.000.000,00 sampai dengan Rp. 250.000.000,00 15%
Rp. 250.000.000,00 sampai dengan Rp. 500.000.000,00 25%
Di atas Rp. 500.000.000,00 30%
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 21 Contoh soal:
Tendou bekerja di sebuah perusahaan elektronik Zect dengan gaji perbulan sebesar Rp.
25.000.000,00 Tendou sudah menikah, istrinya tidak bekerja dan memiliki 2 orang anak.
Hitung pajak terutangnya!
Penghasilan netto = 12 x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 300.000.000,00 Penghasilan Tidak Kena Pajak:
Untuk WP pribadi = Rp. 54.000.000,00 Tambahan WP kawin = Rp. 4.500.000,00 Tambahan 2 anak (2 x 4.5000.000) = Rp. 9.000.000,00 +
PTKP total = Rp. 67.500.000,00_
Penghasilan Kena Pajak = Rp. 232.500.000,00 5% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00 15% x Rp.182.000.000,00 = Rp. 27.300.000,00 Pajak Penghasilan terutang = Rp. 29.800.000,00 e. Tarif Pajak WP badan
Berdasarkan UU No. 36 tahun 2008 pemerintah menetapkan tarif tunggal yaitu sebesar 25%
dari Penghasilan Kena Pajak dengan tersedianya fasilitas pengurangan tarif, dengan syarat:
- Wajib Pajak Badan dalam negeri dengan peredaran bruto badan tersebut tidak lebih dari Rp. 50 milyar.
- Pengurangan tarif sebesar 50% dibatasi hanya atas PKP dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp. 4,8 milyar
- PKP bagian peredaran bruto di atas Rp. 4,8 milyar sampai Rp. 50 milyar tarif normal tetap berlaku.
Contoh soal:
Peredaran bruto PT SmartBrain pada tahun ini mencapai Rp. 30 milyar, dengan penghasilan kena pajak sebesar Rp 3 milyar. Hitung pajak terutangnya!
Jumlah PKP kena fasilitas = 𝟒,𝟖 𝒎𝒊𝒍𝒚𝒂𝒓
𝟑𝟎 𝒎𝒊𝒍𝒚𝒂𝒓 x 3 milyar = Rp. 480.000.000,00 Jumlah PKP tidak kena fasilitas = 3 milyar – 480 juta = Rp. 2.520.000.000,00 PKP1 = Rp. 480.000.000,00 x 50% x 25% = Rp. 60.000.000,00 PKP2 = Rp. 2.520.000.000,00 x 25% = Rp. 630.000.000,00 +
Pajak terutang = Rp. 690.000.000,00
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)/ Value Added Tax
a. Barang Kena Pajak, adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak; dan barang tidak berwujud.
Pengecualian BKP:
- Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, seperti minyak mentah, gas bumi, panas bumi, dan lain-lain - Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak
- Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak (termasuk pajak daerah)
- Uang, emas batangan dan surat-surat berharga (saham dan obligasi)
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 22 b. Jasa Kena Pajak, adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau
perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang, fasilitas, kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa menghasilkan barang karena pesanan dengan bahan dan atas petunjuk pemesan.
Pengecualian JKP:
- Jasa pelayanan kesehatan medis seperti dokter, ahli kesehatan, kebidanan, paramedis, rumah sakit, psikolog dan pengobatan alternatif.
- Jasa bidang pelayanan sosial seperti panti asuhan/jompo, pemadam kebakaran, pertolongan pada kecelakaan, rehabilitasi, rumah duka, pemakaman, olahraga non komersil.
- Jasa pengiriman surat dengan perangko
- Jasa keuangan seperti penghimpun dana, peminjaman dana, pembiayaan, penjaminan.
- Jasa asuransi
- Jasa keagamaan seperti rumah ibadah, dakwah - Jasa pendidikan
- Jasa kesenian dan hiburan, dan lain-lain…...
c. Objek PPN, PPN dikenakan atas:
- Penyerahan BKP dan JKP di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha - Impor BKP
- Pemanfaatan JKP dan BKP tidak berwujud dari laur daerah pabean ke dalam daerah pabean
- Ekspor BKP berwujud dan BKP tidak berwujud oleh pengusaha
d. Tarif PPN
Tarif PPN yang masih berlaku hingga saat ini adalah 10% (sepuluh persen) dari Pendapatan Kena Pajak, sedangkan untuk ekspor BKP (berwujud maupun tak berwujud) dan JKP dikenakan tarif sebesar 0% (nol persen).
Pemerintah memiliki wewenang mengubah tarif PPN paling rendah 5% dan paling tinggi 15% dengan tetap memakai prinsip tarif tunggal.
Pajak Bumi dan Bangunan a. Objek Pajak
1. Bumi dan atau bangunan
2. Pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya dan digunakan sebagai pedoman, dengan klasifikasi antara lain:
- Bumi/tanah: letak, peruntukan, pemanfaatan, kondisi lingkungan.
- Bangunan: bahan yang digunakan, rekayasa, letak, kondisi lingkungan.
Pengecualian objek pajak:
1. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk mencari keuntungan
2. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau sejenisnya 3. Hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional 4. Digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat asing 5. Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 23 b. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual-
beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual-beli, NJOP
ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau nilai jual objek pajak pengganti.
c. Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP), ditetapkan untuk masing-masing Kabupaten/Kota dengan besar setinggi-tingginya Rp. 12.000.000,00 untuk setiap Wajib Pajak. Apabila WP mempunyai beberapa Objek Pajak, yang diberi NJOPTKP hanya salah satu objek pajak dengan nilai terbesar
d. Subjek Pajak, adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi, dan atau memperoleh manfaat atas bumi, dan atau memiliki, menguasai, dan atau
memperoleh manfaat atas bangunan.
e. Tarif Pajak
Dasar pengenaan tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah:
1. Luas tanah dan bangunan
2. Besarnya NJOP (luas objek x harga jual per meter persegi) 3. Besarnya NJKP yang ditetapkan sebagai berikut:
- Sebesar 40% untuk perkebunan, kehutanan, objek lain dengan NJOP lebih dari satu miliar rupiah
- Sebesar 20% untuk pertambangan dan objek lain dengan NJOP kurang dari satu miliar rupiah
4. Tarif sebesar 0,5% (lima per sepuluh persen) dari NJOP yang ditetapkan setiap tiga tahun oleh kepala kantor wilayah DirJen Pajak dengan mempertimbangkan pendapat Gubernur/Walikota/ Bupati setempat.
5. Atau dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut:
Pajak Bumi dan Bangunan
= tarif pajak x NJKP
= 0,5% x [persentase NJKP x (NJOP – NJOPTKP) Contoh soal:
Sakurai mempunyai sebidang tanah dan bangunan yang NJOP-nya Rp. 100.000.000,00 dan NJOPTKP untuk daerah tersebut Rp. 12.000.000,00, maka besarnya pajak terutang:
PBB = 0,5% x (20% x (100.000.000 – 12.000.000) = Rp. 88.000,00
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 24 LATIHAN SOAL 1
Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat dan benar
1. Pak Aryo bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp. 15.800.000,00 per bulan. Ia memiliki istri yang tidak bekerja dan empat orang anak. Hitung:
a. PTKP pak Aryo
b. Penghasilan kena pajak pak Aryo c. Pajak Penghasilan terutang pak Aryo
2. Tuan Sukiat mempunyai penghasilan Rp. 560.000.000,00 per tahun, ia memiliki istri yang tidak bekerja dan 5 orang anak. Hitung:
a. PTKP tuan Sukiat
b. Penghasilan kena pajak tuan Sukiat c. Pajak Penghasilan terutang tuan Sukiat
3. Tuan Unyu mempunyai penghasilan kena pajak sebesar Rp. 800.000.000,00 per tahun, ia memiliki istri dan seorang anak. Hitung Pajak Penghasilannya!
4. CV Bima memiliki penghasilan kena pajak sebesar Rp. 5 milyar dengan peredaran bruto mencapai Rp. 45 milyar. Hitung pajak terutangnya!
5. Apabila harga sepeda motor dari Jepang sebesar Rp. 12.000.000,00; maka hitunglah berapa harga jual sepeda motor di Indonesia ditambah PPN!
6. Pak Ari menempati rumah di atas sebidang tanah seluas 290 m2 dengan nilai jual Rp. 1.800.000,00 per m2. Sementara itu luas bangunan 200 m2 dengan nilai jual Rp. 2.000.000,00 per m2. Dengan NJOP-TKP sebesar Rp. 12.000.000,00 tentukan besar PBB
terutang pak Ari per tahun!
7. Pak John bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta dengan gaji sebesar Rp 11.500.000,00 per bulan. Hitunglah PTKP, PKP dan Pajak Penghasilan Pak John ketika:
a. Berusia 25 tahun, baru lulus kuliah dan masih belum menikah
b. Berusia 28 tahun, baru saja menikah dan istrinya bekerja di perusahaan lain (sudah dikenakan PPh)
c. Berusia 32 tahun, istrinya sudah tidak bekerja, dan memiliki 2 orang anak
d. Di usia 35 tahun gajinya dinaikkan menjadi Rp. 15.000.000,00 per bulan, istrinya tidak bekerja, dan memiliki 4 orang anak
e. Di usia 40 tahun membuka perusahaan sendiri bersama dengan istrinya (penghasilan digabung) dengan penghasilan mencapai Rp. 25.000.000,00 per bulan
f. Di usia 50 tahun, penghasilannya bersama istri sudah mencapai Rp. 50.000.000,00 per bulan dan anaknya yang belum bekerja tinggal yang paling bungsu, masih kelas X SMA 8. Pak Antok membeli dua buah televisi dari Korea dengan harga masing-masing sebagai berikut,
Televisi Samsung 35“seharga Rp. 25.000.000,00 dan televisi LG 24” seharga Rp. 15.000.000,00; maka hitunglah berapa harga yang harus dibayar Pak Antok ditambah
dengan PPN!
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 25 JAWABAN
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 26
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 27 LATIHAN SOAL 2
Baca soal dengan cermat serta kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar di lembar yang telah disediakan.
1. Pak Andi bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp 10.000.000,00/ bulan. Ia memiliki istri yang tidak bekerja dan memiliki 3 orang anak.
Tentukan :
a. PTKP Pak Andi b. PKP Pak Andi
c. PPh terutang pertahun dan perbulan Pak Andi
d. Gaji bersih yang diterima Pak Andi setelah dikurangi pajak penghasilan
2. Pak Rudi bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji per bulan Rp 8.000.000,00/bulan Hitunglah PTKP, PKP dan Pajak penghasilan per tahun Pak Rudi ketika :
a. Berusia 25 tahun baru saja menikah istrinya bekerja di tempat lain dan sudah dikenakan PPh di kantornya
b. Berusia 35 tahun gajinya dinaikkan menjadi Rp 10.000.000,00 / bulan, istrinya tidak bekerja karena keluar dari pekerjaannya dan memiliki 1 orang anak.
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 28 c. Berusia 40 tahun membuka perusahaan sendiri bersama dengan istrinya (penghasilan digabung ) dengan penghasilan mencapai Rp 12.000.000,00/bulan dan memiliki 1 orang anak.
3. Tn Koko mempunyai penghasilan kena pajak sebesar Rp 300.000.000,- per tahun, ia memiliki istri dan 1 orang anak. Hitunglah pajak penghasilannya pertahun ?
Nama :
Kls/no : Skor / nilai :
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 29 BAB IV
KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL Kompetensi Dasar
3.8 Mendeskripsikan kerjasama ekonomi internasional 4..8 Menyajikan bentuk dan manfaat
1. Pengertian :
Kerja sama adalah kegiatan atau usaha yg dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan Kerja Sama Ekonomi Internasional adalah hubungan antara suatu Negara dan Negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan- kesepakatan tertentu dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
2. Faktor Pendorong Kerja Sama Ekonomi Internasional
➢ Terbatasnya kemampuan suatu Negara untuk memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat
➢ Perbedaan keadaan geografis, sosial ekonomi, dan Ilmu pengetahuan masing-masing Negara
➢ Perbedaan faktor produksi yang dimiliki oleh masing-masing Negara 3. Manfaat Kerja sama Ekonomi Internasional
➢ Mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dalam neegri
➢ Meningkatkan produktivitas
➢ Memperluas lapangan pekerjaan
➢ Mempercepat pertumbuhan ekonomi
➢ Memperkuat persahabaatan
4. Bentuk Kerja sama Ekonomi Internasional
❖ Kerja sama menurut bidangnya 1. Kerja sama bidang keuangan
Negara yang berkembang sangat memerlukan modal untuk pembangunan. Kebutuhan modal dapat ditutup dengan meminjam dari Negara maju contoh kerja sama contoh kerja sama dibidang keuangan adalah IMF ( Internastional Monetary Fund ), Bank Dunia ( World Bank )
2. Kerja sama bidang perburuhan
Untuk melindungi hak atau kewajiban pekerja setiap Negara dibentuklah organisasi perburuhan yaitu ILO ( International Labour Organization)
3. Kerja sama bidang produksi
Untuk menjaga stabilitas harga, mutu barang, pembatasan jumlah produksi atau kuota, perlindungan hukum, pemasaran dan persaingan di bentuklah kerja sama oleh Negara
tertentu Misalnya di bentuknya organisasi penghasil minyak dunia yang disebut OPEC ( Organization Petrolium Exporting Countries )
4. Kerja sama bidang perdagangan dan tarif
Kerja sama dalam bidang ini mengatur tentang pengenaan pajak ekspor, tarif, bea masuk
dan lain-lain. Bentuk kerja sama dalam bidang seperti World Trade Organization ( WTO )
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 30
❖ Kerja sama menurut negaranya Dikelompokkan menjadi :
1. Kerja sama ekonomi bilateral : kerja sama yang dilakukan oleh 2 negara.
2. Kerja sama ekonomi Multilateral : kerja sama yang dilakukan oleh 3 negara atau lebih.
❖ Kerja sama menurut letak geografisnya 1. Kerja sama Ekonomi Regional
Merupakan kerja sama yang dilakukan oleh Negara yang tergabung dalam satu kawasan tertentu misalnya ASEAN, OPEC
2. Kerja sama Ekonomi Antarregional
Kerja sama Ekonomi yang dilakukan oleh kelompok Negara dikawasan yang lain.
Misalnya kerja sama Negara-negara ASEAN dengan masyarakat Ekonomi Eropa ( MEE)
3. Kerja sama Ekonomi Internasional
Kerja sama yang melibatkan Negara-negara di dunia tanpa dibatasi oleh region-region tertentu Misalnya Bank Dunia, United Nation Develompent Bank ( UNDP ), International Labaour Organization ( ILO ) dan lain sebagainya
5. Lembaga Kerja sama Ekonomi Internasional
❖ ASEAN ( Association of South East Asian Nations )
ASEAN merupakan kerja sama regional Negara-negara asia tenggara, jumlah anggota ASEAN ada 10 negara yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia,Thailand,Singapura,Brunei Darusalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja
❖ Masyarakat Ekonomi Eropa ( MEE / European Union )
MEE merupakan kerja sama regional di benua Eropa dibentuk pada bulan Maret 1957 yang beranggotakan 9 negara eropa yaitu Belgia, Perancis, Irlandia,Luxemburg, Inggris, Denmark, Jerman Barat, Italia dan Belanda. Tujuan dibentuknya Uni Eropa adalah untuk menghilangkan hambatan perdagangan secara bertahap di Negara-negara eropa dan terciptanya perdagangan bebas di eropa sehingga pada tanggal 1 Juni 1999 diluncurkannya mata uang tunggal eropa yaitu Euro dan berlaku di semua Negara Uni eropa.
❖ UNCTAD ( United Nations Conference on Trade and Develompent )
Merupakan salah satu badan PBB yang kegiatannya bergerak di bidang perdagangan dan pembangunan. Keanggotan Negara –Negara UNCTAD dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Negara Utara mencakup Negara –negara Industri dan Negara selatan mencakup penghasil bahan mentah.
❖ EFTA ( European Free Trade Association )
Merupakan asosiasi perdagangan bebas di Negara eropa, anggota EFTA adalah Austria, Islandia, Norwegia, Portugal, Swiss.
❖ IDB (Islamic Develompent Bank )
Merupakan lembaga keuangan internasional yang bertujuan untuk membantu dan menggalakkan pembangunan ekonomi dan sosial di Negara anggota dan masyarakat islam.
❖ APEC ( Asia Pasific Ekonomic Cooperation )
Merupakan wadah kerja sama ekonomi regional Negara-negara kawasan asia pasifik.
Anggota APEC adalah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Chili, Jepang, Hongkong, Korea Sselatan, Taiwan, Tiongkok, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Papua Nugini, Selandia Baru, Australia.
❖ IDA ( Internastional Develompent Association )
Organisasi PBB yang bertujuan memberikan kredit kepada Negara-negara berkembang.
❖ NAFTA ( North American Free Trade Area )
Organisasi ekonomi regional di kawasan Amerika Utara yang beranggotakan Amerika Serikat,Meksiko, Kanada. Tujuannya membuat persetujuan dan perjanjian dalam perdagangan internasional yang meliputi bidang perbankan dan sektor keamanan dan
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 31 memberikan hak bebas perdagangan serta kepemilikan bank dan lembaga keuangan lainnya kepada ketiga anggotanya.
❖ OPEC ( Organization Petrolium Exporting Countries )
Organisasi ini berdiri atas prakarsa Irak, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan Venezuela adapun tujuan OPEC adalah memberikan perlindungan harga minyak di pasar dunia, menghindarkan persaingan diantara anggota OPEC, menyediakan kebutuhan minyak dunia, dan menghimpun Negara penghasil dan pengekspor minyak. Anggota OPEC sekarang ada 12 negara.
Saat ini OPEC beranggotakan dua belas negara sebagai berikut:
No Negara Regional Tahun
Bergabung
1 Arab Saudi Timur Tengah (Asia Barat) 1960
2 Iran Timur Tengah (Asia Barat) 1960
3 Irak Timur Tengah (Asia Barat) 1960
4 Kuwait Timur Tengah (Asia Barat) 1960
5 Venezuela Amerika Selatan 1960
6 Qatar Timur Tengah (Asia Barat) 1961
7 Libya Afrika 1962
8 Uni Emirat Arab Timur Tengah (Asia Barat) 1967
9 Aljazair Afrika 1969
10 Nigeria Afrika 1971
11 Ekuador Amerika Selatan 1973
12 Angola Afrika 2007
Sedangkan negara-negara yang pernah menjadi anggota OPEC namun saat ini sudah keluar dari OPEC adalah sebagai berikut:
No Negara Regional Tahun
Bergabung Alasan Keluar
1 Gabon Afrika 1975 - 1994 Biaya kontribusi OPEC
2 Indonesia Asia Tenggara 1962 – 2009 Menjadi net importir minyak bumi
❖ ADB ( Asia Develompent Bank )
Merupakan lembaga yang memberikan pinjaman dana dan memberikan bantuan teknik kepada Negara – Negara yang sedang membangun. Anggota Pembangunan Asia adalah Negara –negara di kawasan Asia, termasuk kawasan Pasifik.
❖ IMF ( Internastional Monetary Fund )
Organisasi Negara –negara yang bergerak dibidang keuangan moneter.
Tujuannya IMF adalah untuk menata alat pembayaran (uang) yang nilai standarnya rusak akibat perang dunia ke-II. Namun, seiring peradaban manusia yang semakin maju dan semakin kompleks permasalahan perekonomian dunia, tujuan utama organisasi IMF pun bertambah.
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 32 Tujuan utama berdirinya IMF terdiri dari:
➢ Membantu memperlancar kerja sama melalui perundingan-perundingan dalam bidang keuangan.
➢ Membantu memperlancar perdagangan internasional.
➢ Membantu memecahkan permasalahan perekonomian negara anggota sehingga dapat memperluas kesempatan kerja.
➢ Membantu negara anggota untuk memperbaiki dan mengatasi kesulitan pembayaran luar negeri melalui pemberian pinjaman.
➢ Mengusahakan tercapainya stabilitas nilai mata uang (valuta) dan mewujudkan sistem pembayaran internasional sehingga dapat mengurangi hambatan perdagangan antarnegara.
➢ Membantu mengatasi ketidakseimbangan struktur neraca pembayaran negara-negara anggota.
Jumlah Anggota IMF adalah sekitar 189 negara
❖ IFC ( International Finance Corporation )
Merupakan bagian dari Bank Dunia bertugas memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin pemerintah serta menyalurkan investasi ke luar negeri.
❖ PBB ( United Nations )
Organisasi yang terkait dengan kerja sama Internasional.
❖ AFTA ( Asian Free Trade Area )
Organisasi bebas di kawasan ASEAN ini sepakat menurunkan tarif dan menghapus nontarif dalam perdagangan.
6. Dampak Kerja sama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Indonesia
➢ Memperkuat posisi perdagangan suatu Negara
➢ Membantu meningkatkan daya saing ekonomi
➢ Menjalin hubungan dagang, adil dan transparan
➢ Perseketaan diselesaikan dengan mekanisme yang jelas
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 33 BAB V
PERDAGANGAN INTERNASIONAL Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis konsep dan kebijakan perdaganga internasional 4.9 Menyajikan dampak kebijakan perdagangan internasional
PENGERTIAN
Perdagangan Internasional adalah kegiatan transaksi dagang antara satu negara dengan negara lain baik mengenai barang maupun jasa dan dilakukan melewati batas daerah suatu negara.
Faktor pendorongnya adalah perbedaan dan keterbatasan kualitas Sumber daya manusia , perbedaan sumber daya alam yang dimiliki, keuntungan jika menggunakan produk dari negara lain, perbedaan iklim, perbedaan biaya produksi, serta persaingan antar pengusaha dan antarnegara.
MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL 1. Suatu negara dapat melakukan spesialisasi produksi
2. Setiap negara berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksinya 3. Negara memperoleh devisa dari hasil ekspor produk
4. Masyarakat suatu negara dapat menggunakan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negaranya
5. Negara dapat memperluas pasar atas hasil produksinya Teori perdagangan internasional
1. Teori keunggulan mutlak
Negara yang melakukan perdagangan internasional yang dapat memproduksi suatu barang dengan sangat murah karena spesialisasi dan menjualnya ke negara lain dengan harga yang mahal maka teori ini dikenal dengan teori keunggulan mutlak. Menurut Adam smith penggagas teori keunggulan mutlak perdagangan internasional terjadi kalau masing-masing memiliki keunggulan mutlak.
Contoh : dari teori ini adalah Indonesia unggul di bidang pertanian sedangkan Jepang unggul di bidang teknologi.
2. Teori keunggulan komparatif
Menurut David Ricardo, perdagangan internasional bukan hanya terjadi jika setiap negara memiliki keunggulan mutlak.keunggulan komparatif dapat menguntungkan jika setiap negara melakukan spesialisasi dalam berproduksi dengan syarat memiliki keunggulan yang paling besar atau memiliki kekurangan yang paling kecil.
Contoh : dari teori ini adalah Jepang unggul dibidang teknologi yaitu pembuatan kendaraan bermotor dan SDA misal gas alam tetapi dalam pembuatannya membutuhkan biaya produksi yang besar, agar dia dapat melakukan Perdagangan Internasional dengan Negara lain maka dia dapat mengimpor salah satu dari keunggulan tersebut dari Negara lain agar biaya produksinya menjadi lebih murah yaitu gas alam. Maka pada Teori ini kita mengenal biaya oportunitas atau biaya peluang yang dikelas X sudah pernah kita bahas sebelumnya.
Apa yang dimaksud dengan biaya peluang ?
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 34 Kebijakan mengatasi keburukan perdagangan internasional
1. Kebijakan impor : terdiri atas kuota,tarif ,subsidi dan larangan impor
2. Kebijakan ekspor : terdiri atas peberian premi,deskriminasi harga,dan dumping Kebijakan perdagangan internasional :
• Tarif : mengenai bea masuk komoditas ekspor-impor
• Kuata : pembatasan jumlah barang yang diimpor
• Larangan ekspor : melarang ekspor barang tertentu
• Subsidi : perlindungan pemerintah terhadap produsen dalam negeri
• Premi : pemberlakuan tambahan dana kepada produsen yang berhasil mencapai target
• Deskriminasi harga : penetapan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda
• Dumping : menjual barang di luar negeri lebih murah dengan tujuan menguasai pasar.
CONTOH SOAL
1. Produk Indonesia dan Australia dengan penggunaan biaya tertentu adalah sebagai berikut : Negara Kain batik Kain sutera Dasar tukar dalam negeri
Indonesia 20 m 5 m 4 B : 1 S
Australia 10 m 20 m 1 B : 2 S
output 30 m 25 m
Indonesia :
Biaya oportunitas untuk Indonesia jika membuat kain batik 5Sutera/20 Batik = ¼ Kain suter Biaya oportunitas untuk Indonesia jika membuat kain Sutera 20 Batik/5 Sutera = 4 Kain batik Australia :
Biaya opurtunitas untuk Australia jika membuat kain sutera 10 batik /20 Sutera = ½ kain batik Biaya opurtunitas untuk Australia jika membuat kain Batik 20 sutera/10 batik = 2 kain sutera Kesimpulan : Indonesia memiliki spesialisasi membuat kain batik dan Australia memiliki spesialisasi kain sutera.
Penjelasan : Karena kita membandingkan antara Indonesia jika membuat kain batik hanya mengorbankan ¼ kain Sutera sedangkan Australia jika membuat kain batik mereka akan mengorbankan 2 kain suteranya, ini berlaku pula untuk kain sutera jika Indonesia membuat kain sutera mereka akan mengorbankan 4 kain batik sedangkan jika Australia yang membuat kain sutera mereka hanya mengorbankan ½ kain batik
LATIHAN SOAL 1
1. Produk RRC dan Indonesia dengan penggunaan modal tertentu adalah sebagai berikut : Negara Kain batik Kain sutera Dasar tukar dalam negeri
RRC 10 m 15 m
Indonesia 8 m 12 m
output
Biaya oportunitas untuk RRC jika membuat kain batik
………
………
………
Biaya oportunitas untuk Indonesia jika membuat kain sutra
………
………
………
Modul Ekonomi / XII IPS dan BHS / Ratih A/SMAK Kolese Santo Yusup Malang/2021-2022 Page 35 2. Produk Indonesia dan Australia dengan penggunaan biaya tertentu adalah sebagai berikut :
Negara Kain batik Kain wol Dasar tukar dalam negeri Indonesia 20 m 10 m
Australia 10 m 15 m output
Hitung biaya oportunitas untuk Indonesia buat kain batik dan kain wol
………
………
………
………
………
Hitung biaya oportunitas untuk Australia buat kain batik dan kain wol
………
………
………
………
Indonesia memiliki spesialisasi untuk membuat……….Australia memiliki spesialisasi membuat………
4. Tabel hasil produksi per tahun
Negara Produksi pertanian Produksi elektronik Dasar tukar dalam negeri Indonesia 30.000 ton 10.000 unit
Jepang 10.000 ton 15.000 unit Output
Dari tabel diatas negara yang mendapatkan keuntungan mutlak adalah
………
………
Berikan alasan
………
………
………
5. Perhatikan tabel pertukaran barang antarnegara berikut ini :
Negara Kain /meter Televisi /unit Dasar tukar dalam negeri Indonesia 60 m 20 unit
Korea 10 m 15 unit
Output
Hitung biaya oportunitas untuk Indonesia buat kain batik dan televisi
………
………
………
………
………
Hitung biaya oportunitas untuk Korea buat kain batik dan televisi
………
………
………
………
Indonesia memiliki spesialisasi untuk membuat……….Korea memiliki spesialisasi membuat………