• Tidak ada hasil yang ditemukan

Undangan Walimatul Khitan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Undangan Walimatul Khitan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Dari sahabat Abi Malik Ra.

dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Khitan itu sunnah bagi orang

laki-laki dan suatu kebaikan bagi orang perempuan “

( HR. Ahmad & Baihaqi ) Kepada Yth.

Bapak /Saudara :... ... di

-___________________________

Kel. Bpk. Anam

Borocilik - Gedangan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan memohon Rahmat dan Ridho Allah SWT.

Kami bermaksud menyelenggarakan acara Walimatul Khitan anak kami yang

Insya Allah dilaksanakan pada :

Hari : Senin Legi Tanggal : 12 Mei 2014 Jam : 19.00 ( Ba’dha Isya’ ) Tempat : Kediaman Bpk. Anam

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan

bagi kami, apabila Bapak / Saudara berkenan

hadir untuk memberikan do’a restu.

Atas kehadiran dan do’a restunya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap khitan perempuan yaitu untuk menjalankan syariat Islam dan sunnah Rasul yang sudah menjadi tradisi

Maka Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah pada hari pertama, karena satu kebaikan itu dibalas dengan 10 kali lipat, lalu puasalah pada hari pertengahan bulan, dan pada hari

bagi kami, apabila Bapak / Saudara berkenan hadir untuk memberikan do’a restu. Atas kehadiran dan do’a restunya kami ucapkan

Sedangkan mereka yang berpendapat bahwa khitan wajib bagi laki-laki, dan hanya merupakan kehormatan (mustahab) bagi wanita, berdalil dengan dalil-dalil kelompok pertama, dan

Kedua, menegaskan tata cara berkhitan bagi perempuan yang sesuai dengan ketentuan syariah dan melarang tindakan berlebihan dalam praktik khitan yang menimbulkan bahaya bagi

Berkata,”aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,’demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, kalau bukan sekelompok laki-laki dari kalangan orang-orang beriman yang merasa sedih

Hasil penelitian dari konstruksi khitan perempuan bagi masyarakat Madura di Surabaya ini meliputi: (1) khitan perempuan sebagai wujud identitas bagi masyarakat Madura, (2) praktik

Selanjutnya, dalam diktum ketiga fatwa MUI terdapat substansi tentang khitan bagi perempuan yang terdiri dari 4 bagian, yaitu: a status hukum khitan perempuan adalah makrumah, dan