• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan 4 PLN Penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran Konsumen R 1 900

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Paparan 4 PLN Penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran Konsumen R 1 900"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

Bagi Konsumen Rumah Tangga

Daya 900 VA

Penerapan

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

Bagi Konsumen Rumah Tangga

Daya 900 VA

(2)

Pemahaman kebijakan Subsidi Tepat Sasaran

1. Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017, hanyalah bagi konsumen Rumah Tangga 900 VA, sedangkan untuk konsumen 900 VA lainnya seperti Sosial, UMKM Bisnis kecil dan Industri kecil, serta Kantor Pemerintah, masih tetap bersubsidi.

2. Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017 bukanlah mencabut subsidi atau menghilangkan subsidi bagi rumah tangga, melainkan langkah memberikan subsidi

hanya kepada rumah tangga yang berhak, yaitu rumah tangga miskin. Sedangkan bagi rumah tangga mampu, tidak berhak mendapat susbidi listrik.

3. Kriteria rumah tangga miskin, menggunakan data dari Kementerian Sosial atau Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

4. Untuk penerapan kebijakan Subsidi Tepat Sasaran ini, tidak ada kenaikan tarif listrik sepanjang konsumen termasuk di dalam data terpadu yang dikelola oleh TNP2K. Sedangkan untuk konsumen rumah tangga 900 VA yang mampu yang sebelumnya membayar listrik dengan tarif bersubsidi di R1/900 VA menjadi membayar listrik dengan tarif sama dengan tarif tidak bersubsidi setara tarif R1/1300 VA.

5. PLN siap melaksanakan program Pemerintah ini yang telah diputuskan oleh DPR Komisi VII pada 22 September 2016.

1. Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017, hanyalah bagi konsumen Rumah Tangga 900 VA, sedangkan untuk konsumen 900 VA lainnya seperti Sosial, UMKM Bisnis kecil dan Industri kecil, serta Kantor Pemerintah, masih tetap bersubsidi.

2. Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017 bukanlah mencabut subsidi atau menghilangkan subsidi bagi rumah tangga, melainkan langkah memberikan subsidi

hanya kepada rumah tangga yang berhak, yaitu rumah tangga miskin. Sedangkan bagi rumah tangga mampu, tidak berhak mendapat susbidi listrik.

3. Kriteria rumah tangga miskin, menggunakan data dari Kementerian Sosial atau Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

4. Untuk penerapan kebijakan Subsidi Tepat Sasaran ini, tidak ada kenaikan tarif listrik sepanjang konsumen termasuk di dalam data terpadu yang dikelola oleh TNP2K. Sedangkan untuk konsumen rumah tangga 900 VA yang mampu yang sebelumnya membayar listrik dengan tarif bersubsidi di R1/900 VA menjadi membayar listrik dengan tarif sama dengan tarif tidak bersubsidi setara tarif R1/1300 VA.

5. PLN siap melaksanakan program Pemerintah ini yang telah diputuskan oleh DPR Komisi VII pada 22 September 2016.

(3)

Mengapa ada program Subsidi Tepat Sasaran

1. UU No.30/2007 pasal 7 (tentang Energi) dan UU No.30/2009 pasal 4 (tentang Ketenagalistrikan) menyatakan subsidi diberikan hanya bagi masyarakat tidak mampu.

2. Sementara itu, ada konsumen rumah tangga yang tidak berhak (yaitu yang mampu), namun membayar listrik dengan tarif bersubsidi.

3. Ada 46 juta rumah tangga menerima subsidi listrik, yaitu 23 juta rumah tangga daya 450 VA dan 23 juta rumah tangga daya 900 VA. Sedangkan data TNP2K untuk rumah tangga dengan kesehjahteraan 40% terendah (atau miskin) hanya 25,7 juta. Berarti ada rumah tangga yang tak berhak namun membayar listrik dengan tarif bersubsidi.

4. Dari 23 juta konsumen rumah tangga 900 VA, sesuai data TNP2K, hanya 4,05 juta yang berhak, yaitu yang miskin. Artinya ada sekitar 19 juta rumah tangga 900 VA yang sebenarnya tidak berhak membayar listrik secara bersubsidi.

5. Pemerintah, pada tahun 2017 ini menambah pagu jumlah rumah tangga yang menerima subsidi, dari semula berjumlah 24,7 juta rumah tangga, menjadi 25,7 juta rumah tangga.

1. UU No.30/2007 pasal 7 (tentang Energi) dan UU No.30/2009 pasal 4 (tentang Ketenagalistrikan) menyatakan subsidi diberikan hanya bagi masyarakat tidak mampu.

2. Sementara itu, ada konsumen rumah tangga yang tidak berhak (yaitu yang mampu), namun membayar listrik dengan tarif bersubsidi.

3. Ada 46 juta rumah tangga menerima subsidi listrik, yaitu 23 juta rumah tangga daya 450 VA dan 23 juta rumah tangga daya 900 VA. Sedangkan data TNP2K untuk rumah tangga dengan kesehjahteraan 40% terendah (atau miskin) hanya 25,7 juta. Berarti ada rumah tangga yang tak berhak namun membayar listrik dengan tarif bersubsidi.

4. Dari 23 juta konsumen rumah tangga 900 VA, sesuai data TNP2K, hanya 4,05 juta yang berhak, yaitu yang miskin. Artinya ada sekitar 19 juta rumah tangga 900 VA yang sebenarnya tidak berhak membayar listrik secara bersubsidi.

(4)

Su

10 Besar Penerima Subsidi Listrik Tahun 2015 (Audit BPK RI)

Besaran Subsidi 5 Tahun TerakhirSubsidi (Rp Triliun)

Trend Subsidi & 10 Besar Penerima Subsidi

Su

Dua terbesar Golongan Tarif penerima subsidi: 1. R1/900 VA: Rp.26,6 T, untuk 22,7 juta Pelanggan 2. R1/450 VA: Rp.22,7 T, untuk 23,1 juta Pelanggan

Total: Rp49,3 T (87%) untuk 45,8 juta konsumen Rumah Tangga

Data Kemensos: rumah tangga dengan 40% kesejahteraannya terendah berjumlah 25,7 juta rumah tangga, dan yang berlistrik dengan daya 900 VA hanya 4,05 Juta

(5)

Komposisi Konsumen PLN Saat Ini

Kelompok

Tarif

Pelanggan*) Persentase

Jumlah

R1/450 VA

23.161.286

36,4%

R1/900 VA

23.086.503

36,3%

R lainnya

12.383.383

19,5%

Bisnis

3.053.363

4,8%

Industri

68.430

0,1%

Lainnya

1.799.431

2,8%

TOTAL

63.552.396

100,0%

Kelompok

Tarif

Pelanggan*) Persentase

Jumlah

R1/450 VA

23.161.286

36,4%

R1/900 VA

23.086.503

36,3%

(6)

Mengenal Karakteristik Konsumen Rumah Tangga Saat Ini

1.460 Rp/kWh

Tarif Listrik yang

dibayar Konsumen dan dibayar Pemerintah

6

89.974 111.324

36.022

74.470

-50.000 100.000 150.000 200.000

R-1/450 R-1/900

Dibayar Pemerintah Dibayar Konsumen

(Rp)

Rp185.794

Rp125.997

(7)

Peta Jumlah Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA

(posisi Nopember 2016)

ACEH

450 VA: 645.517

900 VA : 370.667 SUMUT

1.372.682

1.232.618

SUMBAR

292.872

RIAU & KEPRI

110.238

JUMLAH NASI ONAL:

R1 450VA: 23.161.286

R1 900VA: 23.086.503 Tot al : 46.247.789

(8)

Bagaimana PLN memilah pelanggan

R1/900 VA yang bersubsidi dan

yang tidak bersubsidi ?

Bagaimana PLN memilah pelanggan

R1/900 VA yang bersubsidi dan

yang tidak bersubsidi ?

(9)

Proses Pemilahan Pelanggan R1/900 VA Bersubsidi

PLN Menerima DT TNP2K sebanyak 4.152.714 Rumah

Tangga Daya 900 VA. Januari 2016

PLN Melakukan Pemilahan DT TNP2K Sesuai Dengan Wilayah

Unit Kerja PLN Januari 2016

PLN melakukan Survey Langsung Pemadanan Data ke Alamat yang Terdaftar Di DT TNP2K

Januari Maret 2016

Proses pemilahan pelanggan bersubsidi dilakukan dengan survei langsung

Januari sd Maret 2016 ke alamat rumah tangga yang ada di Data Terpadu TNP2K dengan tahapan sebagai berikut:

• DT adalah Data Terpadu Program

Penanganan Fakir Miskin yang dikelola oleh Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk oleh SK Mensos yang anggotanya terdiri dari Kemensos, TNP2K, Kemenko PMK.

• DT mempunyai struktur by

Name, by Address, NIK, Per Provinsi, Kabupaten, Camat dan Desa/Kelurahan

• DT adalah Data Terpadu Program

Penanganan Fakir Miskin yang dikelola oleh Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk oleh SK Mensos yang anggotanya terdiri dari Kemensos, TNP2K, Kemenko PMK.

• DT mempunyai struktur by

Name, by Address, NIK, Per Provinsi, Kabupaten, Camat dan Desa/Kelurahan

• Data Terpadu dipilah dan

didistribusikan

berdasarkan wilayah kerja unit PLN, Per Provinsi, Per Kabupaten, Per

Camat, Per

Desa/Kelurahan .

• Pemisahan data

Menggunakan aplikasi.

• Data Terpadu dipilah dan

didistribusikan

berdasarkan wilayah kerja unit PLN, Per Provinsi, Per Kabupaten, Per

Camat, Per

Desa/Kelurahan .

• Pemisahan data

Menggunakan aplikasi.

• PLN survey ke Alamat

sesuai DT.

• Mencocokan NIK pada

DT dengan KK/KTP Rumah Tangga tersebut.

• Mencatat ID Pelanggan

PLN Rumah tangga tersebut.

• PLN survey ke Alamat

sesuai DT.

• Mencocokan NIK pada

DT dengan KK/KTP Rumah Tangga tersebut.

• Mencatat ID Pelanggan

(10)

Pelaksanaan Survei Pencocokan

Data Terpadu TNP2K dengan Data

ID Pelanggan PLN

Pelaksanaan Survei Pencocokan

Data Terpadu TNP2K dengan Data

ID Pelanggan PLN

(11)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

(12)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

12

(13)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

Kunjungan ke alamat rumah tangga miskin sesuai data TNP2K

(14)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

14

(15)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

(16)

Survei PencocokanDatakeAlamatyangTerdaftardiDT TNP2K

16

(17)

DATA DI BDT

DENGAN HASIL

SURVEY KE

LOKASI SESUAI

ContohHasilPemadananData

(18)

ContohHasilPemadananData

Pencocokan data rumah tangga sesuai data TNP2K dengan data nomor induk pelanggan PLN

(19)

Hasil Pencocokan

Data Terpadu TNP2K dan Kemensos Daya 900 VA

Tarif tidak sesuai, daya tidak sesuai

217.806 Di luar R-1/450 VA & R-1/900 VA

513.759 R-1/450 VA

534.030

Belum berlistrik 101.147 Listrik non PLN

113.190 BDT TNP2K

4.152.714 rumah tangga

Batam & Tarakan 13.331 Holding

4.139.383

Tidak ditemukan

196.521 Teridentifikasi3.942.862

Sesuai kriteria

2.895.073 Di luar R-1/900 VA1.047.789

Menyalur 182.763

Swadaya 12.043

Tarif tidak sesuai, daya tidak sesuai

217.806 Di luar R-1/450 VA & R-1/900 VA

513.759 R-1/450 VA

534.030

Belum berlistrik 101.147 Listrik non PLN

113.190 BDT TNP2K

4.152.714 rumah tangga

Batam & Tarakan 13.331 Holding

4.139.383

Tidak ditemukan

196.521 Teridentifikasi3.942.862

Sesuai kriteria

2.895.073 Di luar R-1/900 VA1.047.789

Menyalur 182.763

(20)

Penerima Subsidi Rumah Tangga daya 900 VA

dari Hasil Pencocokan Data Terpadu yang Sesuai Kriteria per Wilayah/Distribusi PLN Per 30 Desember 2016

No Wilayah/Distribusi

Jumlah Konsumen Rumah Tangga *)

Konsumen Rumah Tangga berhasil di data

Penerima Subsidi R1/900 VA RTM

(N0n Subsidi)

1 ACEH 372.034 102.827 59.788 312.246 83,93%

2 SUMATERA UTARA 1.236.062 156.226 117.136 1.118.926 90,52%

3 SUMATERA BARAT 702.568 168.974 140.881 561.687 79,95%

4 S2JB 1.340.090 341.606 256.640 1.083.450 80,85%

5 BANGKA BELITUNG 202.831 32.303 26.408 176.423 86,98%

6 LAMPUNG 1.176.727 352.097 272.634 904.093 76,83%

7 RIAU DAN KEPRI 705.854 182.379 133.355 572.499 81,11%

8 KALIMANTAN BARAT 368.063 56.648 42.653 325.410 88,41%

9 KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH 637.656 60.992 52.122 585.534 91,83%

10 KALIMANTAN TIMUR 388.565 55.109 40.867 347.698 89,48%

11 SULUTTENGGO 445.207 81.211 64.457 380.750 85,52%

12 SULSELRABAR 1.191.625 347.967 287.514 904.111 75,87%

13 MALUKU DAN MALUKU UTARA 167.862 35.063 25.346 142.516 84,90%

14 PAPUA DAN PAPUA BARAT 112.082 31.070 12.831 99.251 88,55%

15 NUSA TENGGARA TIMUR 187.667 76.981 57.222 130.445 69,51%

16 NUSA TENGGARA BARAT 497.894 160.931 130.061 367.833 73,88%

17 JAWA TIMUR 3.856.580 477.765 385.115 3.471.465 90,01%

18 JAWA TENGAH DAN DIY 3.394.432 556.510 485.298 2.909.134 85,70%

19 JAWA BARAT 4.249.084 435.404 330.657 3.918.427 92,22%

20 JAKARTA RAYA 874.584 120.872 57.958 816.626 93,37%

21 BALI 333.248 46.418 37.814 295.434 88,65%

22 BANTEN 683.042 63.509 36.397 646.645 94,67%

23 TOTAL 23.123.757 3.942.862 3.053.154 20.070.603 86,80%

Catatan :

Bagi Konsumen Rumah Tangga yang ada di Data Terpadu atau yang telah didata namun belum sesuai kriteria /tidak ditemukan saat survey , dapat bermohon melalui Mekanisme Pengaduan.

Wilayah/Distribusi KonsumenJumlah

Rumah Tangga *)

Konsumen Rumah Tangga berhasil di data

Penerima Subsidi R1/900 VA RTM

(N0n Subsidi)

1 ACEH 372.034 102.827 59.788 312.246 83,93%

2 SUMATERA UTARA 1.236.062 156.226 117.136 1.118.926 90,52%

3 SUMATERA BARAT 702.568 168.974 140.881 561.687 79,95%

4 S2JB 1.340.090 341.606 256.640 1.083.450 80,85%

5 BANGKA BELITUNG 202.831 32.303 26.408 176.423 86,98%

6 LAMPUNG 1.176.727 352.097 272.634 904.093 76,83%

7 RIAU DAN KEPRI 705.854 182.379 133.355 572.499 81,11%

8 KALIMANTAN BARAT 368.063 56.648 42.653 325.410 88,41%

9 KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH 637.656 60.992 52.122 585.534 91,83%

10 KALIMANTAN TIMUR 388.565 55.109 40.867 347.698 89,48%

11 SULUTTENGGO 445.207 81.211 64.457 380.750 85,52%

12 SULSELRABAR 1.191.625 347.967 287.514 904.111 75,87%

13 MALUKU DAN MALUKU UTARA 167.862 35.063 25.346 142.516 84,90%

14 PAPUA DAN PAPUA BARAT 112.082 31.070 12.831 99.251 88,55%

15 NUSA TENGGARA TIMUR 187.667 76.981 57.222 130.445 69,51%

16 NUSA TENGGARA BARAT 497.894 160.931 130.061 367.833 73,88%

17 JAWA TIMUR 3.856.580 477.765 385.115 3.471.465 90,01%

18 JAWA TENGAH DAN DIY 3.394.432 556.510 485.298 2.909.134 85,70%

19 JAWA BARAT 4.249.084 435.404 330.657 3.918.427 92,22%

20 JAKARTA RAYA 874.584 120.872 57.958 816.626 93,37%

21 BALI 333.248 46.418 37.814 295.434 88,65%

22 BANTEN 683.042 63.509 36.397 646.645 94,67%

23 TOTAL 23.123.757 3.942.862 3.053.154 20.070.603 86,80%

(21)

Bagaimana kalau ada pelanggan

R1/900 VA tidak bersubsidi protes

dengan kenaikan rekening?

Bagaimana kalau ada pelanggan

R1/900 VA tidak bersubsidi protes

(22)

Rumah tangga yang ingin mengadu melapor ke Kantor Desa/Kelurahan.

Pelapor mengisi Formulir Pengaduan.

Formulir pengaduan oleh Kantor Desa/Kelurahan akan dibawa ke Kantor

Kecamatan.

Kecamatan menginput data pengaduan ke Aplikasi Pengaduan Kepesertaan

Subsidi Listrik yang berbasis web dan dapat diakses melalui internet dari

seluruh Indonesia dengan alamat

subsidi.djk.esdm.go.id

.

Data pengaduan akan ditindaklanjuti oleh Posko Pengaduan Pusat.

Selanjutnya, akan ada umpan balik pada website Aplikasi Pengaduan

berupa jawaban atas pengaduan rumah tangga yang dapat dibaca oleh

kantor Kecamatan.

Mekanisme Pengaduan Penerapan

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

Rumah tangga yang ingin mengadu melapor ke Kantor Desa/Kelurahan.

Pelapor mengisi Formulir Pengaduan.

Formulir pengaduan oleh Kantor Desa/Kelurahan akan dibawa ke Kantor

Kecamatan.

Kecamatan menginput data pengaduan ke Aplikasi Pengaduan Kepesertaan

Subsidi Listrik yang berbasis web dan dapat diakses melalui internet dari

seluruh Indonesia dengan alamat

subsidi.djk.esdm.go.id

.

Data pengaduan akan ditindaklanjuti oleh Posko Pengaduan Pusat.

(23)

Mekanisme Pengaduan Penerapan

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

KOTA/ KABUPATEN DESA/

KELURAHAN

1 2

Penugasan kepada PLN untuk pemadanan data 6

Pelaporan hasil pemadanan data ke DJK Penyampaian laporan

yang telah diverifikasi

4

5

7

Penyampaian hasil penetapan RTS bersubsidi ke PLN

8

Penugasan kepada PLN untuk pemadanan data 6

Pelaporan hasil pemadanan data ke DJK Penyampaian laporan yang telah diverifikasi

4

5

7

Penyampaian hasil penetapan RTS bersubsidi ke PLN

8

Penugasan kepada PLN untuk pemadanan data 6

Pelaporan hasil pemadanan data ke DJK Penyampaian laporan yang telah diverifikasi

4

5

7

Penyampaian hasil penetapan RTS bersubsidi ke PLN

8

• Rumah Tangga Miskin dan Tidak Mampu yang belum menerima subsidi tarif tenaga listrik dapat menyampaikan pengaduan melalui Desa/Kelurahan

• Sebagai bentuk antisipasi pengaduan dibentuk Posko Pengaduan yang melibatkan jajaran aparatur Pemerintah Daerah hingga tingkat Kelurahan dan Desa untuk ---> Menampung pengaduan

• Dibentuk Tim Ad-hoc lintas instansi untuk penanganan pengaduan masyarakat, yang beranggotakan perwakilan dari Kementerian ESDM, Kemendagri, Kementerian Sosial, TNP2K dan PT PLN (Persero)---> Menindaklanjuti pengaduan

KOTA/ KABUPATEN DESA/

KELURAHAN

1 2

Penugasan kepada PLN untuk pemadanan data 6

Pelaporan hasil pemadanan data ke DJK Penyampaian laporan

yang telah diverifikasi

4

5

7

Penyampaian hasil penetapan RTS bersubsidi ke PLN

8

Penugasan kepada PLN untuk pemadanan data 6

Pelaporan hasil pemadanan data ke DJK Penyampaian laporan yang telah diverifikasi

4

5

7

Penyampaian hasil penetapan RTS bersubsidi ke PLN

(24)

Contoh Formulir Pengaduan Kepesertaan Subsidi Listrik

Tepat Sasaran

1 Nama Pelapor*

2 Nomor KPS / KKS

3 Nomor T elepon/HP

4 Dusun / Lingkungan*

5 Alamat *

No RT RW Kode Pos

6 Desa/Kelurahan"

7 Kecamatan

KETERANGAN PELAPOR

FORMULIR PENGADUAN KEPESERTAAN SUBSIDI LISTRIK UNTUK RUMAH TANGGA

PERNYATAAN

Dengan ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa: 1.      Informasi yang saya berikan adalah benar dan dapat digunakan untuk keperluan pemerintah.

2.      Jika dikemudian hari informasi tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya maka formulir ini dinyatakan tidak sah.

( ……….) Tandatangan & Nama Jelas

7 Kecamatan

8 Kabupaten/Kota

9 Provinsi

10 Status Kepemilikan Listrik * 1 Pelanggan PLN No Pelanggan / ID Pelanggan

2 Bukan Pelanggan PLN

A Listrik Non PLN B T idak Memiliki Listrik

11 Jenis Pengaduan: * 1 Permohonan sambungan listrik baru dengan tarif bersubsidi (Pasang Baru)

2 Permohonan menjadi pelanggan tarif listrik bersubsidi (Pelanggan)

3 Permohonan tidak menjadi pelanggan tarif listrik bersubsidi (Pelanggan).

12 Kepemilikan: * A Mobil Jumlah Unit

B Sepeda Motor Jumlah Unit

C Kapal Motor Jumlah Unit

13 Pemanfaatan listrik di rumah* A. Usaha Produktif Ya T idak

B. Penerangan Ya T idak

Catatan: * Wajib diisi

FORMULIR INI DAPAT DI DOWNLOAD DI WWW.SUBSIDI.DJK.ESDM.GO.ID SECARA GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA

(25)

Mekanisme Pengaduan Penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran

(Permen ESDM No. 29 Tahun 2016)

Mekanisme

(26)
(27)
(28)

Dampak Penerapan Subsidi Listrik

Tepat Sasaran R-1/900 VA

Rp.T

19 Juta Konsumen Tetap Disubsidi 19 Juta Konsumen Tetap Disubsidi

4,05 Juta Konsumen yang disubsidi

19 Juta Konsumen Tidak disubsidi secara bertahap

(29)

Rata-Rata Pemakaian kWh

Konsumen Rumah Tangga Subsidi Daya 900 VA

WILAYAH/DISTRIBUSI Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16

ACEH 96 92 102 100 102 104 106 103 102 107 103

SUMATERA UTARA 101 96 102 103 104 105 106 103 102 104 104

SUMATERA BARAT 102 98 107 105 108 110 115 108 107 111 108

S2JB 104 97 104 103 108 108 113 109 107 110 107

BANGKA BELITUNG 89 82 90 87 92 98 100 104 108 115 117

LAMPUNG 90 82 88 88 93 96 96 94 92 94 92

RIAU DAN KEPRI 139 131 142 140 143 145 147 144 140 144 138

KALIMANTAN BARAT 93 89 95 94 95 97 101 98 95 98 96

KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH 118 110 116 117 122 122 125 123 119 124 121

KALIMANTAN TIMUR 175 165 178 173 178 176 177 176 169 174 170

SULUTTENGGO 89 84 90 89 92 94 93 93 90 94 93

SULSELRABAR 89 85 94 88 91 93 94 91 93 93 91

MALUKU DAN MALUKU UTARA 86 85 92 82 85 89 87 87 85 87 89

PAPUA DAN PAPUA BARAT 107 103 109 107 108 111 108 107 107 111 106

NUSA TENGGARA TIMUR 47 45 50 50 51 52 53 54 53 55 54

NUSA TENGGARA BARAT 63 59 64 63 66 67 67 66 66 69 68

JAWA TIMUR 110 101 109 107 112 112 114 111 110 115 111

JAWA TENGAH DAN DIY 105 96 104 102 106 106 111 105 104 108 104

JAWA BARAT 134 124 133 129 134 133 136 133 130 135 131

JAKARTA RAYA 199 186 196 196 200 201 195 198 195 196 192

BALI 105 99 107 104 107 104 105 104 106 111 107

BANTEN 148 137 145 145 148 148 149 148 148 153 153

RATA - RATA 107 99 107 105 109 110 112 109 108 111 108

WILAYAH/DISTRIBUSI Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16

ACEH 96 92 102 100 102 104 106 103 102 107 103

SUMATERA UTARA 101 96 102 103 104 105 106 103 102 104 104

SUMATERA BARAT 102 98 107 105 108 110 115 108 107 111 108

S2JB 104 97 104 103 108 108 113 109 107 110 107

BANGKA BELITUNG 89 82 90 87 92 98 100 104 108 115 117

LAMPUNG 90 82 88 88 93 96 96 94 92 94 92

RIAU DAN KEPRI 139 131 142 140 143 145 147 144 140 144 138

KALIMANTAN BARAT 93 89 95 94 95 97 101 98 95 98 96

KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH 118 110 116 117 122 122 125 123 119 124 121

KALIMANTAN TIMUR 175 165 178 173 178 176 177 176 169 174 170

SULUTTENGGO 89 84 90 89 92 94 93 93 90 94 93

SULSELRABAR 89 85 94 88 91 93 94 91 93 93 91

MALUKU DAN MALUKU UTARA 86 85 92 82 85 89 87 87 85 87 89

PAPUA DAN PAPUA BARAT 107 103 109 107 108 111 108 107 107 111 106

NUSA TENGGARA TIMUR 47 45 50 50 51 52 53 54 53 55 54

NUSA TENGGARA BARAT 63 59 64 63 66 67 67 66 66 69 68

JAWA TIMUR 110 101 109 107 112 112 114 111 110 115 111

JAWA TENGAH DAN DIY 105 96 104 102 106 106 111 105 104 108 104

JAWA BARAT 134 124 133 129 134 133 136 133 130 135 131

JAKARTA RAYA 199 186 196 196 200 201 195 198 195 196 192

BALI 105 99 107 104 107 104 105 104 106 111 107

BANTEN 148 137 145 145 148 148 149 148 148 153 153

(30)

Sosialisasi Kebijakan

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

• Dalam rangka penerapan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, PLN bersama

Kementrian ESDM, Kemendagri, dan TNP2K tengah melakukan sosialisasi langsung kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sosialisasi kepada Pemerintah Daerah yang dimulai pada Desember 2016 ini dilakukan antara lain di Jakarta, Semarang, Makassar, Medan, Balikpapan, dan Palembang.

• Sumber berita :

– http://www.tnp2k.go.id/id/artikel/tnp2k-fasilitasi-sosialisasi-subsidi-listrik-tepat-Dalam rangka penerapan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, PLN bersama Kementrian ESDM, Kemendagri, dan TNP2K tengah melakukan sosialisasi langsung kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sosialisasi kepada Pemerintah Daerah yang dimulai pada Desember 2016 ini dilakukan antara lain di Jakarta, Semarang, Makassar, Medan, Balikpapan, dan Palembang.

Sumber berita :

(31)

http://www.tnp2k.go.id/id/artikel/tnp2k-fasilitasi-sosialisasi-subsidi-listrik-tepat-Sumber :

(32)

32

Sumber :

(33)

Sumber :

Referensi

Dokumen terkait

95% Rumah Tangga dari Data Terpadu Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin untuk Pengguna Listrik PLN Daya 900 VA Hasil Pencocokkan Data Pelanggan PLN dengan.. Data

satunya adalah kebijakan subsidi listrik tepat sasaran yang ditujukan bagi masyarakat miskin pelanggan daya 450 VA atau 900 VA yang terdapat dalam data