• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 PERANCANGAN GEDUNG PARKIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 6 PERANCANGAN GEDUNG PARKIR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

77

BAB 6

PERANCANGAN GEDUNG PARKIR

6.1 Umum

Dalam perancangan gedung parkir, dibuat beberapa skenario sirkulasi kendaraan dan posisi modul parkir. Dari beberapa skenario tersebut akan dipilih skenario dengan sirkulasi dan posisi modul yang optimal.

6.2 Kondisi Lapangan

Lokasi situs perancangan gedung ini terletak pada bagian tenggara dari Sarana Olahraga Ganesha. Berikut ini dijelaskan letak gedung secara umum:

• Batas-batas gedung:

o Utara : Kolam renang

o Timur : Jalan lokal dua arah

o Selatan : Jalan lokal dua arah

o Barat : Terowongan dan selasar pejalan kaki.

• Elevasi dari lokasi gedung berkisar antara 762.5 m dpl. di bagian utara dan barat hingga 775 m dpl. di bagian timur dan selatan.

Peta lokasi gedung parkir dapat dilihat pada Gambar 6.1.

Gambar 6.1 Lokasi Gedung Parkir

Lokasi Gedung

(2)

78

6.3

Berikut ini akan diuraikan beberapa ukuran-ukuran utama dalam merancang layout gedung parkir rencana :

o Jumlah petak parkir gedung ditentukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan parkir mahasiswa. Dari bab sebelumnya, diketahui besarnya kebutuhan parkir adalah 390 mobil. Dengan demikian, gedung ini dirancang untuk mampu menampung 390 kendaraan atau lebih.

o Satuan Ruang Parkir

Berdasarkan Tabel 2.3, diketahui bahwa mahasiswa termasuk pengguna fasilitas parkir golongan I dengan ukuran ruang parkir 2.3 m x 5 m (tabel 2.4). Namun demikian, dengan mempertimbangkan kemudahan maneuver kendaraan digunakan SRP golongan II, yakni 2.5 m x 5 m.

o Konfigurasi parkir

Dalam perencanaan ditetapkan konfigurasi parkir tegak lurus sumbu jalan, untuk mempermudah penempatan kolom.

o Gang parkir

Semua gang parkir direncanakan satu arah dengan lebar minimum 6 m.

o Ramp

Lebar ramp ditentukan berdasarkan pedoman, yakni sebesar 3.5 m. Kemiringan ramp disarankan kurang dari 14%, dengan menggunakan kemiringan peralihan sepanjang 3.5 m pada kedua ujung ramp, dengan kemiringan setengah dari kemiringan ramp.

6.4 Skenario Layout Gedung

Berikut ini akan dijelaskan beberapa skenario yang dibuat dan analisis mengenai keuntungan dan kerugian dari masing-masing skenario.

o Skenario 1:

Dimensi Gedung : 76 m x 47.5 m

GPA : 3120,56 m2 per lantai Jumlah Petak : 104 petak per lantai Efisiensi : 30.00 m2/petak per lantai Jumlah lantai minimum : 4 lantai

Posisi gerbang : dua gerbang dua arah (masuk/keluar) pada lantai dasar Lebar ramp per arah : 3 m

Lebar gang parkir : 6.5 m Lebar jalur sirkulasi : 4.68 m

Ramp : 12%

Tipe bentang : bentang pendek

(3)

79 Analisis:

Pada skenario ini, sirkulasi kendaraan dirancang satu arah dengan aturan belok kanan pada semua jalur sirkulasi maupun gang. Keuntungan aturan ini adalah ruang penglihatan pengemudi lebih luas saat memasuki belokan, sehingga gerakan manuver lebih aman dan leluasa. Kelemahan aturan ini, jarak jelajah pengemudi dalam mencari petak parkir lebih panjang, terutama pada situasi gedung parkir penuh. Jarak jelajah terpendek untuk melewati semua petak pada satu lantai sepanjang 250.8 m. Lebar gang parkir sebesar 6.5 m dirancang untuk sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki. Sistem dua pintu masuk/keluar digunakan untuk memberikan pilihan arah bagi pengendara, namun demikian lebar pintu sebesar 6 m menimbulkan risiko konflik pergerakan masuk-keluar. Layout gedung dapat dilihat pada gambar 6.2.

Gambar 6.2 Skenario Gedung 1

o Skenario 2:

Dimensi Gedung : 79 m x 41.5 m

GPA : 2842.31 m2 per lantai Jumlah Petak : 84 petak per lantai Efisiensi : 33.84 m2/petak per lantai Jumlah lantai minimum : 5 lantai

Posisi gerbang : dua gerbang dua arah (masuk/keluar) pada lantai dasar Lebar ramp per arah : 3.5 m

Lebar gang parkir : 6.5 m Lebar jalur sirkulasi : 3.5 m

Ramp : 12%

(4)

80 Analisis:

Pada skenario 2, aturan yang digunakan sama dengan skenario 1, kecuali penempatan modul/gang parkir. Sistem pencarian petak parkir pada satu lantai lebih baik dari skenario pertama, dengan jarak jelajah terpendek untuk melewati semua petak pada satu lantai sepanjang 160.5 m. Akan tetapi dari segi pemanfaatan ruang, sistem ini lebih boros, terlihat pada penggunaan petak yang lebih kecil dari skenario pertama. Gambar layout gedung parkir untuk skenario 2 dapat dilihat pada Gambar 6.3.

Gambar 6.3 Skenario Gedung 2

o Skenario 3:

Dimensi Gedung : 98.5 m x 37 m (termasuk ramp eksternal) GPA : 2830.5 m2 per lantai

Jumlah Petak : 84 petak per lantai Efisiensi : 33.70 m2/petak per lantai Jumlah lantai minimum : 5 lantai

Posisi gerbang : dua gerbang satu arah pada lantai atas Lebar ramp per arah : 6 m (heliks, naik); 7.5 m (gang parkir, turun) Lebar gang parkir : 7.5 m (sloping floor)

Lebar jalur sirkulasi : 7.5 m (sloping floor dan turning bay)

Ramp : 3%

Tipe bentang : bentang pendek

(5)

81 Analisis:

Pada skenario 3, jenis lantai yang digunakan adalah ramp lantai miring. Posisi petak parkir berada pada kedua sisi masing-masing ramp. Setiap ramp menurun setinggi setengah lantai dengan kemiringan ramp sebesar 3%. Jarak jelajah terpendek untuk melewati semua petak pada satu lantai sepanjang 173 m. Gerakan keluar dari gedung difasilitasi dengan ramp spiral, sehingga tidak terganggu oleh sirkulasi internal. Lokasi gerbang diletakkan pada bagian atas gedung sehingga memudahkan akses menuju jalan lokal yang terletak di bagian timur dan selatan gedung. Lokasi gerbang diletakkan pada bagian atas gedung sehingga memudahkan akses menuju jalan lokal yang terletak di bagian timur dan selatan gedung. Gambar layout gedung parkir untuk skenario 3 dapat dilihat pada Gambar 6.4.

Gambar 6.4 Skenario Gedung 3

o Skenario 4:

Dimensi Gedung : 93 m x 36.75 m GPA : 1890 m2 per lantai Jumlah Petak : 84 petak per lantai Efisiensi : 22.5 m2/petak per lantai Jumlah lantai minimum : 5 lantai

Posisi gerbang : dua gerbang satu arah pada lantai atas Lebar ramp per arah : 6 m

Lebar gang parkir : 6 m Lebar jalur sirkulasi : 6.75 m

Ramp : 10.6%

Tipe bentang : bentang panjang Sirkulasi pejalan kaki : sepanjang sisi modul

(6)

82 Pada skenario 4, digunakan lantai normal dengan dua ramp semi-spiral dua arah di kedua sisi gedung. Sistem pencarian pada satu lantai maupun antar lantai terfasilitasi dengan baik, dengan jarak jelajah terpendek untuk melewati semua petak pada satu lantai sepanjang 156 m. Sistem bentang panjang meningkatkan kemudahan manuver kendaraan saat akan memarkir. Lokasi gerbang diletakkan pada bagian atas gedung sehingga memudahkan akses menuju jalan lokal yang terletak di bagian timur dan selatan gedung. Posisi jalur pejalan kaki terletak di sisi modul sehingga mengurangi resiko konflik dengan pergerakan kendaraan di gang parkir. Gambar layout dapat dilihat pada Gambar 6.5.

Gambar 6.5 Skenario Gedung 4

o Skenario 5:

Dimensi Gedung : 98.55 m x 42 m GPA : 3578.44 m2 per lantai Jumlah Petak : 100 petak per lantai Efisiensi : 35.78 m2/petak per lantai Jumlah lantai minimum : 4 lantai

Posisi gerbang : dua gerbang satu arah pada lantai atas Lebar ramp per arah : 4 m

Lebar gang parkir : 6 m Lebar jalur sirkulasi : 5 m

Ramp : 13.6%

Tipe bentang : bentang pendek Sirkulasi pejalan kaki : sepanjang sisi modul

(7)

83 Analisis:

Pada skenario 5, sistem pencarian petak parkir mengikuti arah gang parkir, dengan arah berlawanan pada dua gang yang berdampingan. Sistem ini meningkatkan kemudahan pencarian petak dan gerakan naik/turun kendaraan. Jarak jelajah terpendek untuk melewati semua petak pada satu lantai sepanjang 233 m. Lokasi gerbang diletakkan pada bagian atas gedung sehingga memudahkan akses menuju jalan lokal yang terletak di bagian timur dan selatan gedung. Sirkulasi pejalan kaki keluar gedung diarahkan menuju terowongan di bagian barat gedung. Sirkulasi pejalan kaki dari petak parkir menuju jalan keluar dirancang di antara dua modul yang saling berdampingan sehingga risiko konflik antara kendaraan dengan pejalan kaki dapat diperkecil. Layout gedung parkir untuk skenario 3 dapat dilihat pada Gambar 6.6.

Gambar 6.6 Skenario Gedung 5

Ikhtisar dari kelima layout tersebut dapat dilihat pada Tabel 6.1 dan 6.2

Tabel 6.1 Ikhtisar Aspek Fungsional Layout Rencana

Keterangan Layout 1 Layout 2 Layout 3 Layout 4 Layout 5

Dimensi 76 m x 47.5 m 79 m x 41.5 m 98.5 m x 37 m 97.25 m x 33.75 m 98.55 m x 42 m

Luas lahan 3610 m2 3278.5 m2 3644.5 m2 3282.19 m2 4139.1 m2

GPA per lantai 3120,56 m2 2842.31 m2 2830.5 m2 2505.94 m2 3578.44 m2

Petak per lantai 104 petak 84 petak 84 petak 84 petak 100 petak

Efisiensi parkir 30.00 m2/petak 33.84 m2/petak 33.70 m2/petak 29.83 m2/petak 35.78 m2/petak Efisiensi lahan 34.71 m2/petak 38.99 m2/petak 43.39 m2/petak 39.07 m2/petak 41.39 m2/petak Jumlah lantai

minimum

(8)

84

Keterangan Layout 1 Layout 2 Layout 3 Layout 4 Layout 5

Posisi gerbang dua gerbang

dua arah (masuk/keluar) pada lantai dasar dua gerbang dua arah (masuk/keluar) pada lantai dasar dua gerbang satu arah pada lantai atas dua gerbang satu arah pada lantai atas dua gerbang satu arah pada lantai atas

Lebar gang parkir 6.5 m 6.5 m 7.5 m 6 m 6 m

Lebar jalur sirkulasi 4.68 m 3.5 m 7.5 m 6.75 m 5 m

Lebar ramp 3 m 3.5 m 6 m 6 m 4 m

Kemiringan ramp 12% 12% 3% 10.6% 13.6%

Bentang Pendek Pendek Pendek Panjang Pendek

Sirkulasi pejalan kaki Sisi gang Sisi gang Sisi modul Sisi modul Sisi modul

Jarak jelajah minimum per lantai

250.8 m 160.5 m 173 m 156 m 233 m

Untuk menentukan layout yang akan dipilih sebagai rencana, dibuat pembobotan terhadap desain fungsional dari masing-masing layout. Layout dengan bobot nilai tertinggi selanjutnya direkomendasikan sebagai layout gedung parkir rencana. Pembobotan layout dapat dilihat pada Tabel 6.3.

Tabel 6.3 Pembobotan Layout

Layout 1 Layout 2 Layout 3 Layout 4 Layout 5

Luas lahan 3 5 2 4 1

Efisiensi lahan parkir 4 2 3 5 1

Efisiensi lahan total 5 4 1 3 2

Lt. min 2 1 1 1 2 Lebar ramp 1 2 4 4 3 Lebar gang 2 2 3 1 1 Lebar sirkulasi 2 1 5 4 3 Kemiringan ramp 2 2 4 3 1 Tipe bentang 1 1 1 2 1

Kemudahan pejalan kaki 1 1 2 2 2

jumlah 23 21 26 29 17

Peringkat 3 4 2 1 5

Dari penilaian, layout dengan nilai bobot tertinggi adalah layout 4 dengan jumlah nilai pembobotan paling besar di antara kelima scenario layout yang dibuat.

Berikut ini adalah rincian skenario 4 yang dipilih sebagai layout gedung rencana:

o Jumlah petak: 420 petak pada 5 lantai untuk memenuhi syarat kebutuhan minimum.

o Lebar jalur pejalan kaki : 0.5 m diantara modul parkir dengan kolom; 1.5 m sepanjang sisi modul tanpa kolom

(9)

85

o Dimensi petak: 2.5 m x 5 m

o dimensi ramp: radius luar 12 m, radius dalam 6 m, lebar 6 m, slope 10.6%

o lebar gerbang: 6.75 m untuk masing-masing arah (masuk dan keluar).

Peta lokasi, ilustrasi akses kendaraan dan pejalan kaki dari dan menuju gedung dapat dilihat pada Gambar 6.7 s.d. Gambar 6.9.

Gambar 6.7 Akses Kendaraan dan Pejalan Kaki

Up

(10)

86

Gambar 6.8 Posisi Gedung Parkir Skenario Gedung 4

Gambar 6.9 Akses Masuk-Keluar Kendaraan di Gedung Parkir

Ja la n B ab ak an U p Up Taman

Jalan Taman Sari

Lapangan Sepak Bola

Jalan Tamansar i

Up

Up

Gambar

Gambar 6.1 Lokasi Gedung Parkir
Gambar 6.2 Skenario Gedung 1
Gambar 6.3 Skenario Gedung 2
Gambar 6.4 Skenario Gedung 3
+6

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur, Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan

Jika, pada periode selanjutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan tersebut dapat dihubungkan secara objektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan

Dari perhitungan tersebut di peroleh bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan, dengan kata lain bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas

Dalam penelitian ini, dilakukan optimasi komposisi campuran etanol (digunakan etanol 96%) dan air sebagai cairan penyari pada proses ekstraksi daun sirih merah untuk

Olahraga renang dapat direkomendasikan sebagai olahraga yang aman bagi lanjut usia, seperti pada jenis olahraga aerobik lainnya seperti berjalan, bersepeda, atau senam

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian Chlorhexidine 0,2% sebagai oral hygiene, adalah menurunkan

Peristiwa kebakaran di pabrik kembang api dan petasan PT Panca Cahaya Buana Sukses, terungkap ada banyak anak di bawah umur dipekerjakan disana.. bekerja disana