• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUZZY RULE-BASED SISTEM TEMUKEMBALI CITRA BUNGA ADI SUCIPTO AJI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FUZZY RULE-BASED SISTEM TEMUKEMBALI CITRA BUNGA ADI SUCIPTO AJI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

FUZZY RULE-BASED

SISTEM TEMUKEMBALI CITRA BUNGA

ADI SUCIPTO AJI

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2007

(2)

PERNYATAAN MENGENAI TESIS

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa tesis saya yang berjudul :

Fuzzy Rule-Based Sistem Temukembali Citra Bunga ini adalah benar-benar

asli karya saya dengan arahan komisi pembimbing dan bukan hasil jiplakan atau tiruan tulisan siapapun serta belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun.

Bogor, Mei 2007 Adi Sucipto Aji G 651040064

(3)

RINGKASAN

ADI SUCIPTO AJI. Fuzzy Rule-Based Sistem Temukembali Citra Bunga. Dibawah bimbingan MARIMIN dan YENI HERDIYENI.

Sistem temukembali citra merupakan bidang yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu yaitu antara lain temukembali informasi (information retrieval), pemrosesan citra (digital image processing) dan basisdata. Penelitian dalam bidang sistem temukembali citra ini dipicu oleh semakin pesatnya perkembangan internet dan website, semakin murahnya peralatan akuisisi citra (imaging device), aplikasi perpustakaan dijital (digital libraries), pengarsipan citra (image archieve) dan video-on-demand. Perkembangan terkini hasil penelitian dalam sistem temukembali citra dimanfaatkan tidak hanya terbatas dalam bidang computer vision dan basisdata saja, tetapi dimanfaatkan juga untuk aplikasi dibidang lain seperti permodelan biologi, peramalan cuaca, citra medis, citra satelit dan lain-lain dalam bentuk interactive image undestanding.

Metode pencarian dan pengklasifikasian citra dalam sistem temukembali citra yang berbasis ciri (image features) dilakukan dengan memanfaatkan kemiripan ciri citra yaitu warna, tekstur dan bentuk. Terdapat tiga masalah utama yang masih terus dikaji dan diteliti sampai saat ini yaitu perbedaan persepsi pengguna terhadap citra yang sama, keinginan subyektif pengguna sistem dan penggunaan bobot pada masing-masing ciri citra sehingga sistem tidak bisa merefleksikan pola-pikir manusia.

Penelitian ini mengembangkan suatu metode baru yaitu merancang dan menganalisis sistem pengetahuan berbasis fuzzy untuk pengukuran kemiripan dalam sistem temukembali citra. Implementasi logika fuzzy dalam rancangan basis pengetahuan sistem direpresentasikan dengan fungsi implikasi fuzzy. Pendekatan perancangan sistem yang digunakan adalah pendekatan perancangan sistem pakar berbasis pengetahuan. Penggunaan pendekatan perancangan sistem ini yang menjadi sumber pengetahuan dalam sistem temukembali citra adalah informasi tentang warna dan bentuk citra. Pengetahuan yang telah diakuisisi oleh sistem kemudian direpresentasikan dalam bentuk kaidah fuzzy IF…THEN dan digunakan untuk membangun basis pengetahuan (basis kaidah fuzzy) sistem temukembali citra. Basis kaidah fuzzy ini berfungsi sebagai alat untuk merepresentasikan pola pikir manusia dalam menterjemahkan keinginan subyektif pengguna sistem temukembali citra.

Proses utama yang terdapat dalam rancangan sistem temukembali citra adalah pengindeksan dan temukembali. Proses pengindeksan adalah proses melakukan segmentasi berdasarkan ciri citra yaitu ciri warna dengan metode histogram dan ciri bentuk dengan metode momen invarian. Proses temukembali adalah proses pengimplementasian logika fuzzy yang terdiri dari tahapan fuzzyfikasi nilai crisp ciri citra, melakukan inferensi pada setiap kaidah fuzzy, defuzzyfikasi nilai fuzzy agregat serta visualisasi nominasi citra yang relevan. Basis kaidah fuzzy untuk pengukuran kemiripan citra antara citra query dengan basisdata menggunakan tiga peubah linguistik yaitu sama, mirip dan beda. Peubah linguistik ini digunakan untuk klasifikasi masukan ciri warna dan bentuk serta klasifikasi citra keluaran.

(4)

Penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu ekstraksi ciri, pembuatan basis kaidah fuzzy dan pengukuran kinerja sistem. Tahap ekstraksi ciri merupakan proses segmentasi citra berdasarkan warna dan bentuk atau pengindeksan citra. Metode yang digunakan untuk segmentasi warna adalah histogram dengan bin warna yang sudah didefinisikan (warna referensi) dan metode untuk segmentasi bentuk adalah momen invarian. Tahap pembuatan basis kaidah fuzzy adalah tahapan untuk mengimplementasikan basis kaidah fuzzy dalam sistem temukembali citra untuk pengukuran kemiripan. Tahapan ini meliputi strategi pembuatan basis kaidah fuzzy, seleksi basis kaidah fuzzy terbaik dan penentuan parameter fuzzyfikasi yang optimum. Validasi dan verifikasi yaitu tahapan penilaian kinerja sistem dengan menggunakan nilai presisi dan recall.

Perancangan basis kaidah fuzzy dilakukan dengan cara menghitung jumlah kemungkinan kombinasi keluaran dari masing-masing peubah linguistik masukan dengan metode pengklasifikasian citra secara menurun. Kombinasi keluaran yang dihasilkan adalah 6 kombinasi untuk ciri sama, 4 kombinasi untuk ciri mirip dan 6 kombinasi untuk ciri beda sehingga membentuk 144 basis kaidah fuzzy. Setiap basis kaidah fuzzy terdiri dari sembilan kaidah fuzzy (R) dan setiap kaidah fuzzy terdiri dari tiga peubah linguistik ciri warna (W) dan bentuk (B) serta keluaran (C). Struktur yang digunakan adalah sebagai berikut :

Basis Kaidah Fuzzy ke-i :

Rj : IF warna IS Wj AND bentuk IS Bj THEN citra IS Cj

Model Mamdani yang digunakan untuk sistem inferensi fuzzy dalam sistem temukembali citra ini menggunakan tiga metode implikasi yaitu Mamdani, Aljabar dan Einstein. Dalam sistem inferensi fuzzy model Mamdani ini terdapat dua parameter yang berpengaruh terhadap kinerja sistem temukembali citra yaitu parameter untuk fuzzyfikasi. Hasil percobaan nilai parameter yang optimum untuk proses fuzzyfikasi pada fungsi cauchy adalah pemulus kurva α = 2 dan lebar partisi Np = 20. Nilai parameter untuk proses defuzzyfikasi pada fungsi

segitiga yaitu pusat kurva (γ) masing-masing peubah linguistik adalah γsama = 0 ; γmirip =0,5dan γbeda = 1.

Terdapat dua tahapan untuk mendapatkan basis kaidah fuzzy yang terbaik. Pertama adalah tahapan seleksi kombinasi yaitu percobaan dengan penilaian secara persepsi terhadap citra keluaran yang dihasilkan oleh masing-masing kombinasi. Tahapan seleksi kombinasi ini menghasilkan 24 basis kaidah fuzzy. Kedua adalah tahapan percobaan pada 24 basis kaidah fuzzy untuk mendapatkan basis kaidah fuzzy yang mempunyai kinerja terbaik. Tahapan percobaan ini menghasilkan basis kaidah fuzzy terbaik untuk masing-masing metode implikasi dan terbaik untuk ketiga metode implikasi.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kinerja sistem temukembali citra dipengaruhi oleh metode implikasi yang digunakan, dan kinerja basis kaidah fuzzy terbaik adalah yang mempunyai informasi warna lebih dominan dibandingkan dengan bentuk dalam penentuan kemiripan citra. Percobaan dengan tiga metode implikasi yaitu Mamdani, Aljabar dan Einstein menghasilkan nilai presisi berturut–turut adalah 86,44 %, 87,89 % dan 87,56 %, dimana metode Mamdani menghasilkan citra yang lebih baik dibandingkan dengan metode lainnya secara persepsi. Basis kaidah fuzzy yang mempunyai kinerja terbaik untuk ketiga metode implikasi adalah : jika citra basisdata warnanya sama atau

(5)

beda dan bentuknya sama atau mirip atau beda dengan citra query maka diklasifikasikan menjadi sama atau beda dengan citra query tergantung klasifikasi warna ; jika citra basisdata warnanya mirip dan bentuknya sama atau mirip dengan citra query maka diklasifikasikan menjadi mirip dengan citra query ; jika citra basisdata warnanya mirip dan bentuknya beda maka diklasifikasikan menjadi beda dengan citra query.

Sistem temukembali citra yang mengimplementasikan basis kaidah fuzzy dapat dikembangkan untuk aplikasi dalam bidang pertanian modern yang berbasis informasi teknologi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan aplikasi dalam bidang pertanian adalah pembuatan basisdata training untuk masing-masing komoditi pertanian serta pencahayaan dan sudut pandang kamera untuk mengakuisisi citra sebagai masukan sistem. Pengembangan sistem temukembali citra untuk aplikasi bidang pertanian antara lain adalah identifikasi jenis bunga, buah, kayu, sortasi hasil panen, klasifikasi lahan pertanian dan perpustakaan dijital.

(6)

ABSTRAK

ADI SUCIPTO AJI. Fuzzy Rule-Based Sistem Temukembali Citra Bunga. Dibawah bimbingan MARIMIN dan YENI HERDIYENI.

Masalah utama dalam sistem temukembali citra adalah ambiguitas persepsi manusia terhadap suatu citra dan metode pembobotan ciri yang tidak fleksibel untuk pengukuran kemiripan. Penelitian ini mengembangkan metode baru untuk pengukuran kemiripan citra dari ciri (image features) warna dan bentuk dengan menggunakan basis kaidah fuzzy. Basis kaidah fuzzy ini berfungsi sebagai alat untuk merepresentasikan pola pikir manusia dalam menterjemahkan keinginan subyektif pengguna sistem temukembali citra. Proses utama yang terdapat dalam sistem temukembali citra adalah pengindeksan dan temukembali. Proses pengindeksan adalah proses melakukan segmentasi berdasarkan ciri citra yaitu ciri warna dengan metode histogram dan ciri bentuk dengan metode momen invarian. Proses temukembali adalah proses pengimplementasian logika fuzzy yang terdiri dari tahapan fuzzyfikasi nilai crisp ciri citra, melakukan inferensi pada setiap kaidah fuzzy, defuzzyfikasi nilai fuzzy agregat serta visualisasi nominasi citra yang relevan. Basis kaidah fuzzy untuk pengukuran kemiripan citra antara citra query dengan basisdata menggunakan tiga peubah linguistik yaitu sama, mirip dan beda. Peubah linguistik ini digunakan untuk klasifikasi masukan ciri warna dan bentuk serta klasifikasi citra keluaran. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kinerja sistem temukembali citra dipengaruhi oleh metode implikasi yang digunakan, dan kinerja basis kaidah fuzzy terbaik adalah yang mempunyai informasi warna lebih dominan dibandingkan dengan bentuk dalam penentuan kemiripan citra. Percobaan dengan tiga metode implikasi yaitu Mamdani, Aljabar dan Einstein memberikan nilai presisi berturut–turut adalah 86,44 %, 87,89 % dan 87,56 %, dimana metode Mamdani menghasilkan citra yang lebih baik dibandingkan dengan metode lainnya secara persepsi. Basis kaidah fuzzy yang mempunyai kinerja terbaik untuk ketiga metode implikasi adalah : jika citra basisdata warnanya sama atau beda dan bentuknya sama atau mirip atau beda dengan citra query maka diklasifikasikan menjadi sama atau beda dengan citra query tergantung klasifikasi warna ; jika citra basisdata warnanya mirip dan bentuknya sama atau mirip dengan citra query maka diklasifikasikan menjadi mirip dengan citra query ; jika citra basisdata warnanya mirip dan bentuknya beda maka diklasifikasikan menjadi beda dengan citra query.

Keywords: Sistem Temukembali Citra, Logika Fuzzy, Basis Kaidah Fuzzy,

(7)

ABSTRACT

ADI SUCIPTO AJI. Fuzzy Rule-Based Image Retrieval Systems. Under the direction of MARIMIN and YENI HERDIYENI.

The common problems on image retrieval systems are vagueness and ambiguity of human perception of image similarity and rigidness on weighted features. This research develop a new method for measuring image similarity base on color and shape features by embedding the fuzzy logic called fuzzy rule-based method. Fuzzy rule-based as human thinking representation tends to capture systems user subjectivity. Two major processes in image retrieval systems are indexing and retrieval. Indexing process are image features segmentation process by color using histogram and shape using invariant moment. Retrieval process are fuzzy logic implementation with following steps : image features fuzzyfication, inferences among fuzzy rule-based, defuzzyfication and visualisation of relevant image nomination. Fuzzy rule-based for measuring image similarity comprise three linguistic variables sama, mirip and beda on each image features. The experiment result shows that implication method influences the systems performance. Highest precision values on Mamdani, Algebra and Einstein methods respectively are 86.44 %, 87.89 % and 87.56 %, which is by perception criteria Mamdani’s method producing better image than the others. Highest performance of fuzzy rule-based on 3rd implication method are : if color is sama or beda and shape is sama or mirip or beda then image is sama or beda depend on color classification ; if color is mirip and shape is sama or mirip then image is mirip ; if color is mirip and shape is beda then image is beda.

Keywords: Image Retrieval Sytems, Fuzzy Logic, Fuzzy Rule-Based, Human

(8)

© Hak cipta milik Institut Pertanian Bogor, tahun 2007

Hak cipta dilindungi

Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun, baik cetak, fotokopi, mikrofilm, dan sebagainya

(9)

FUZZY RULE-BASED

SISTEM TEMUKEMBALI CITRA BUNGA

ADI SUCIPTO AJI

Tesis

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains

pada Departemen Ilmu Komputer

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2007

(10)

Judul Tesis : Fuzzy Rule-Based Sistem Temukembali Citra Bunga Nama : Adi Sucipto Aji

NIM : G651040064 Program Studi : Ilmu Komputer

Disetujui Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Marimin, MSc. Yeni Herdiyeni, SSi. MKom. Ketua Anggota

Diketahui

Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Sugi Guritman Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS.

Referensi

Dokumen terkait