LAPORAN WORKSHOP
Rapat Evaluasi Pengawas Pusat Uji Coba Skala Penuh CBT-OSCE
UKDGI
KOMPONEN 2 PROYEK HPEQ
Direktorat Akademik
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Nasional
1. Pendahuluan
Komponen 2 HPEQ Project mempunyai fokus kegiatan pada upaya peningkatan sistem ujian,
yang salah satunya berupa pengembangan ujian bermetoda Computer-Based Testing (CBT)
dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Metode ini memerlukan kesiapan
yang baik, menyangkut SDM, dukungan perangkat keras maupun lunak, serta prasarana
tempat ujian, baik ditatanan lokal sebagai tempat pelaksanaan ujian maupun di tingkat
pusat sebagai penyelenggara ujian.
Sebagai langkah persiapan pelaksanaan Computer-Based Testing (CBT) dan Objective
Structured Clinical Examination (OSCE) pada tanggal 24-27 Oktober 2011 telah dilaksanakan
Uji Coba Skala Penuh CBT-OSCE Uji Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI) di 13
CBT/OSCE Center seluruh Indonesia.
Untuk mengevaluasi penyelenggaraan uji coba tersebut dipandang perlu untuk
menyelenggarakan workshop evaluasi, bukan hanya di tatanan CBT/OSCE Center tetapi juga
di tatanan penyelenggara tingkat pusat, khususnya kinerja pengawas pusat.
2. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilaksanakannya workshop kali ini adalah:
1. Evaluasi dari aspek penyelenggaraan Uji Coba Skala Penuh CBT OSCE.
2. Evaluasi kinerja Pengawas Pusat.
3. Indikator Keluaran
Indikator keluaran utama program ini adalah :
1. Adanya hasil evaluasi penyelenggaraan Uji Coba Skala Penuh CBT OSCE dari sudut
pandang Pengawas Pusat.
2. Adanya hasil evaluasi kinerja Pengawas Pusat.
4. Metode Pelaksanaan Kegiatan
Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2011 di Hotel Imperium Bandung.
Workshop dilakukan melalui diskusi panel antara semua pengawas pusat dan Core team.
Diskusi dilakukan dengan mendengarkan laporan dari setiap pengawas pusat yang terjun di
setiap CBT-OSCE Center. Setiap pengawas memaparkan hasil pantauan mereka dalam
pelaksanaan ujian PBT serta try out CBT-OSCE di masing-masing institusi.
Workshop ini dihadiri oleh seluruh peserta rapat yang terdiri dari 12 pengawas pusat dan 7
anggota core team Kedokteran Gigi. Ada 1 pengawas pusat yang tidak hadir yaitu drg
Neviyanti dari USU dan 4 anggota Core team Kedokteran Gigi yang tidak hadir yaitu prof
Melanie, prof Haslinda, drg Utmi, dan drg Gilang. Antusiasme peserta workshop cukup baik,
karena participation rate yang mencapai 79%.
Pada implementasinya, acara berjalan sesuai jadwal. Acara dimulai dengan pembukaan oleh
pimpinan sidang yaitu Prof Boedi O Roeslan selaku Ketua KDGI. Berikut adalah rundown
acara workshop pada kondisi riil :
5. Hasil Kegiatan
Workshop dimulai dengan pembukaan oleh prof Boedi Roeslan dean dilanjutkan dengan pemaparan hasil evaluasi pelaksanaan PBT, CBT dan OSCE di setiap institusi.
1. Drg Ira Widjiastuti (FKG UNAIR ) mengawas di UNMAS - Pelaksanaan CBT
Penjemputan pengawas pusat berjalan lancara namun jarak antara hotel dan tempat ujian cukup jauh
Pelaksanaan ujian CBT berlangsung dalam 2 putaran (24 peserta dengan 15 komputer)
Didalam flashdisk berisi file UNBRAH
Membuka flashdisk lebih awal dari jadwal dan kesulitan dalam mengupload soal sehingga harus menunggu pengiriman sistem
Ada kandidat yang tidak bisa mengoperasikan komputer (tercatat ada kandidat “senior” sebanyak 5 orang)
Didalam flashdisk tidak ada dummy soal sehingga harus menunggu kiriman soal
Ada 1 soal yang jawabannya malah berisi soal juga
Sinyal di komputer peserta terkadang hilang 2. Drg. Jeti Erawati (KDGI Jakarta) mengawas di UNHAS
- Pelaksanaan PBT
Ujian berjalan lancar
Lama ujian 180menit sementara yang tertulis di soal 120menit padahal seharusnya 150menit
Ada soal yang sama dan ada soal dengan pilihan yang salah ketik - Pelaksanaan CBT
Seluruh peserta ujian sebanyak 30 kandidat hadir semua
Upload soal tidak berhasil dan baru bisa setelah mendapat kiriman file terbaru via email
Rundown kegiatan belum dipasang sebelum ujian berlangsung
Ruang ujian CBT tidak steril karena ada mahasiswa yang bukan peserta ujian masuk kedalam ruangan (kemungkinan karena komputer masih sharing resource
Rabu, 9 November 2011
Waktu
Acara
Pelaksana/ Fasilitator
10.00-10.30
Pembukaan
Boedi O Roeslan/ Ketua
KDGI
10.30-11.00
Laporan Penyelenggaraan PBT, CBT, OSCE Mei Syafriadi/ Core Team
12.40-13.30
I S H O M A
13.30-16.00
Laporan & Usulan Perbaikan dari Pengawas
Pusat
dengan FK dan juga karena tidak ada petunjuk mengenai sedang diadakannya ujian di ruang komputer tersebut)
- Pelaksanaan OSCE
Hotel tempat pengawas pusat menginap jauh dari tempat ujian
Penjemputan dari hotel ke lokasi ujian terlambat
Ruang OSCE adalah ruangan tutorial dan tertutup sehingga pengawas pusat dan lokal sulit memantau penguji
Alat komunikasi tenaga penunjang berbunyi pada saat ujian berlangsung (tidak sesuai protap)
Beberapa penguji lupa mengisi GPS
Penguji membawa kertas khusus untuk membuat catatan penilaian dan mengisi lembar checklist setelah ujian selesai
Konsumsi untuk makan malam tidak jelas
Pengawas pusat belum mendapat honor
Pasien Standar diintervensi oleh kandidat
3. Drg. Endah Wahyuningsih (FKG UHT) mengawas ujian di UNEJ - Pelaksanaan PBT
Jumlah soal tidak sesuai dengan jumlah peserta PBT (jumlah soal 19 sementara jumlah peserta 28, namun hal ini telah diklarifikasi dengan KDGI bahwasanya laporan terakhir yang diterima oleh KDGI adalah 19). Keputusan yang diambil adalah memfotokopi soal sebanyak 10 (sementara kebutuhan hanya 9)
Amplop baru untuk lembar jawaban yang sudah diisi ada namun amplop lembar soal yang telah digunakan tidak ada
Sealnya sulit dibuka dan mudah sobek - Pelaksanaan CBT
Upload CBT tidak ada masalah namun ketika membuka soal mendapat kesulitan
Pengawas pusat tidak mengetahui jadwal atau rundown pelaksanaan ujian
Guidence untuk upload soal membingungkan - Pelaksanaan OSCE
Kesalahan soal masih ditemukan
Perlu recek soal dengan ceklist
Adanya kritis soal dari penguji lokal
Penguji lokal menggunakan alat komunikasi pada saat ujian berlangsung
Tidak ada segel untuk amplop ceklist
Tidak adanya petunjuk untuk lembar jawaban diluar ceklist tidak ada - Masukan
Adanya OSCE dan CBT sangat penting untuk kesetaraan lulusan PTN dan PTS
Penguji yang berasal dari institusi yang sama dikhawatirkan menjadi tidak objektif
Perlu pemberitahuan kepada IPDG bahwa penguji tidak harus dari klinik atau departemen yang sama
4. Drg. Tecky Indriani (FKG UNEJ) mengawas ujian di UNAIR - Pelaksanaan PBT
Jika ada kode soal naskah, apakah berarti soal tidak sama? - Pelaksanaan CBT
Antar komputer terjadi selisih waktu hingga 5 menit dalam pelaksanaan CBT, apakah mungkin karena log in komputer yang tidak bersamaan sehingga menyebabkan awal mulai dan berakhir ujian berbeda?
- Pelaksanaan OSCE
Berjalan relatif lancar
Dari 40 kandidat yang terdaftar namun hanya 30 kandidat yang hadir
Ruang pengawas dan admin terlalu jauh
Adanya kritisi dari penguji terhadap soal-soal OSCE
Setiap satu putaran, Standar Pasien di OSCE Center UNAIR diganti
Penguji diganti setiap putaran dikarenakan jumlah kandidat yang terdaftar mencapai 30 orang
- Masukan :
Usulan supaya perlu penambahan pembekalan pengawas pusat mengenai tugas dan kewenangannya
Apakah memungkinkan jika pengawas pusat mendapat 1 set soal dan ceklist OSCE
5. Drg. Juni Handajani (FKG UGM) mengawas ujian di UMY - Pelaksanaan PBT
Kode nomor UMY tidak ada di lembar jawaban
Informasi mengenai lama ujian berbeda antara pengawas pusat dan panitia lokal
Karena tidak ada album peserta maka pengawas pusat mengambil keputusan bahwa nomor yang digunakan adalah nomor yang ada di meja
Tidak adanya soal cadangan padahal menurut workshop terakhir di Padang akan ada cadangan soal
- Pelaksanaan CBT
Dikarenakan masih menggunakan IP Address yang lama sehingga ketika akan memulai ujian dengan sistem baru, ujian jadi tidak bisa dimulai. Hal ini menunjukkan tidak adanya koordinasi antara IT Pusat dan IT Lokal.
Flashdisk tertukar (tertulis UNEJ)
Tidak adanya komputer cadangan di UMY (menurut tata tertib, diharuskan adanya komputer cadangan sebesar 10% dari jumlah peserta ujian)
Ruang ujian CBT tidak steril karena mahasiswa FK dapat masuk ke ruang ujian ketika ujian sedang belangsung
Pengawas pusat beranggapan ada 100 soal sehingga waktu ujian diset 120mnt, padahal menurut info dari panitia lokal, soal hanya 20 sehingga harusnya waktu ujian hanya 30mnt. Jadi ada miskomunikasi antara panitia pusat dan pengawas pusat
- Pelaksanaan OSCE
Koordinasi yang baik antara pengawas pusat dan koordinator OSCE
CCTV lengkap
Petugas timer tidak siap
Suara station masih terdengar di station lain - Masukan
Usulan agar packaging berkas ujian PBT diperbaiki
Panitia lokal sebaiknya memberitahu kandidat untuk hadir 30mnt sebeum ujian, karena masih ada peserta yang datang tepat waktu, padahal sebelum ujian ada acara pembacaan tata tertib
Jika memungkinkan, sebaiknya ujian CBT dan PBT satu gedung dan jangan terlalu berjauhan lokasinya. Di UMY, lokasi ujian CBT dan PBT berjarak 15mnt
Ada baiknya jika briefing mengenai ujian OSCE antara panitia lokal dan penguji diperpanjang
Dalam pelaksanaan ujian OSCE, Pengawas pusat sebaiknya memiliki ceklist alat dan bahan yang ada disetiap station
Perlu protap tata alur administrasi
6. Drg Agus Subiwahjudi (FKG UNAIR) mengawas ujian di UHT - Pelaksanaan CBT
Tidak ada kendala berarti
Amplop flashdisk dibuka dibuka didepan koordinator exam untuk dicoba
Flashdisk tertukar - Masukan
Lembar soal PBT terlalu baik kualitasnya sehingga sayang untuk dimusnahkan
Mohon diupayakan karton tebal didalam amplop lembar jawaban ujian PBT
Isi file dalam flashdisk harusnya hanya berisi hal-hal yang berkaitan dengan ujian (tidak boleh ada file lain)
Perlu antisipasi atau Protap pada kasus dimana ada kandidat yang datang terlambat. Jika pelaksanaan hanya satu putaran, bagaimana nasib kandidat tersebut.Jika ada 2 putaran, mungkin peserta bisa disisipkan namun jika putaran kedua terisi oleh jumlah kandidat yang pas juga bagaimana nasib kandidat yang terlambat tersebut.
Form isian pengawas mohon disederhanakan
Apa yang bisa dikerjakan oleh penguji pada station yang tidak ada kandidatnya
Ada saran dari drg Agus supaya ceklist Lulus/Tidak lulus/Borderline dijadikan 1 tabel dengan tabel ceklist penilaian (dibawah ceklist yang sudah ada)
7. Drg Endang Syamsudin (FKG UNPAD) mengawas ujian di UNBRAH - Pelaksanaan PBT
Jumlah nomor peserta di album peserta berbeda dengan jumlah kolom yang ada di lembar jawaban
- Pelaksaaan CBT
Dari peserta yang terdaftar, ada 3 kandidat yang tidak dapat hadir - Pelaksanaan OSCE
Suara antar station masih terdengar
Akomodasi penginapan pengawas pusat jauh dari tempat ujian - Masukan
Perlu protap jika ada soal station yang kurang jumlahnya atau soal & bahan yang tidak sesuai mengingat soal baru dibuka pada saat ujian akan berlangsung 8. Drg Imam Sudjarwo (FKG) mengawas ujian di UPDMB
- Pelaksanaan PBT
Tidak ada masalah
Peserta mengalami kesulitan dalam pengisian nomor ujian karena jumlah nomor peserta dan jumlah kolom di lembar jawaban berbeda
Jumlah naskah soal yang diterima dengan jumlah peserta tidak sama (jumlah naskah soal kurang satu). Hal ini setelah ditelusuri adalah kesalahan dalam
packaging
- Pelaksanaan CBT
Video tutorial terbalik pada saat ditayangkan
Karena pelaksanaan ujian dilakukan 2 sesi maka pengawas pusat mengganti login (sesi 1 dan sesi 2)
Karena sulit mendapatkan Standar Pasien maka dipilih mahasiswa tingkat awal 9. Drg Dhona Afriza (FKG UNBRAH) mengawas ujian di UI
- Pelaksanaan CBT
Tidak dijemput oleh institusi
Flashdisk tertukar dengan UPDMB
Soal diantar oleh kurir dari KDGI
Internet sempat down - Pelaksanaan OSCE
Pengawas tidak bisa melihat kesiapan ruang OSCE (karena ruang OSCE masih digunakan sebagai ruang tutorial)
Masih ditemukan penguji OSCE yang berbicara dengan kandidat
Kritisi soal dari para penguji
Penguji sempat keluar untuk ke toilet
Setting ruangan perlu diperjelas
Banyak penguji lokal yang tidak mengerti mengenai tatib penguji lokal - Masukan
Perlu amplop kosong untuk tempat soal dan lembar jawaban yang telah diisi
Perlu adanya briefing pengawas pusat dengan penguji
Usulan supaya bel/timer direkam dan ditambahkan suara petunjuk setelah bel berbunyi
Jika memungkinkan, pengawas bisa mempunyai soal OSCE
Perlu koordinasi dair pengambilan dan penyerahan berkas soal dan lembar jawaban ke KDGI
10. Drg. Edwyn Saleh (FKG UMY) mengawas di UNPAD - Pelaksanaan PBT
Berjalan lancar
Survei kesiapan juga lancar
Pengawas pusat memberikan pembekalan kepada kandidat
Pelaksanaan ujian dibantu oleh 2 panitia lokal
Tidak adanya amplop lembar jawaban, amplop soal tersendiri serta segel KDGI - Pelaksanaan CBT
Berjalan lancar
Dari 46 kandidat, ada beberapa kandidat yang merupakan lulusan lama sehingga kesulitan dalam mengikuti CBT
Kandidat belum sempat menyimpan hasil ujian nya namun waktu ujian sudah habis
- Pelaksanaan OSCE
Terjadi kesalahan penulisan nama dan nomor kandidat oleh penguji
Flashdisk tertukar dengan UGM
11. Drg J Suryo Hadiprojo (FKG UPDMB) mengawas di USU - Pelaksanaan PBT
Pengawas Pusat tidak memiliki jadwal yang sama dengan panitia lokal
Karena miskomunikasi, maka panitia lokal tidak mengadakan pembekalan jadi pengawas pusat justru yang diminta memberikan pembekalan kepada kandidat
Naskah soal kurang karena jumlah peserta ujian bertambah (dari 51 menjadi 57) sementara yang tercatat oleh KDGI menurut laporan terakhir adalah 51
- Pelaksanaan CBT
Ada jeda waktu ketika perpindahan soal dari flashdisk
Waktu pengambilan dan penyerahan soal terlalu singkat sementara panitia UKDGI cukup sibuk
- Masukan
Perlu adanya informasi atau kisi-kisi untuk dimiliki pengawas pusat meliputi jumlah soal, jenis file yang akan digunakan, lama pengerjaan, ada dummy soal/tidak
Sebaiknya petunjuk Tata Tertib dalam bentuk powerpoint bukan dalam bentuk video
Untuk menambah keamanan soalnya, sebaiknya menggunakan external hardisk dibanding flashdisk
Apakah memungkinkan jika IT pusat mendampingi pengawas pusat di lokasi ujian
12. Drg Anton Rahardjo (FKGUI) mengawas di UGM - Pelaksanaan PBT
Berjalan lancar
Tidak adanya kantong/amplop khusus untuk soal dan lembar jawaban yang telah diisi
- Pelaksanaan CBT
Berjalan lancar
UGM masih menggunakan sistem lama/software lama sehingga menyebabkan tertundanya ujian selama 1 jam untuk menginstal software baru
Ada komputer yang mengalami hang sehingga kandidat pindah ke komputer cadangan dan mendapat kompensasi penambahan waktu
Flashdisk tertukar - Pelaksanaan OSCE
OSCE berjalan lancar
Ruangan OSCE steril lengkap dengan CCTV
Koneksi ke pusat masih ada kendala
Semua hasil CCTV direcord kedalam CD
Pelaksanaan OSCE dilakukan dalam 2 putaran - Masukan
Usulan supaya kode soal berurut dan kandidat menulis kode soal
Sebaiknya nametag untuk penguji, pengawas, dan tenaga pendukung lainnya menggunakan warna dan dibedakan untuk memudahkan pengenalan identitas Setelah pemaparan dari setiap pengawas pusat, ada pemaparan hasil evaluasi dari core team exam yaitu prof Mei mengenai pemaparan cek list. Berikut hasil pemaparan prof Mei :
- Di UI penguji lokal tidak tertib dalam mengisi form OSCE peserta dengan baik, misal nama peserta tidak terisi di station 5 dan ada juga ceklist yang tidak diisi
- Setiap jeda antar kandidat OSCE, lembar jawaban harus diambil supaya penguji tidak merubah hasil lembar penilaian.
- Ada beberapa institusi yang tidak mengisi Global Performance Skill sehingga nilai akhir kurang jumlahnya
- Penguji OSCE di UMY ragu-ragu dalam menentukan Lulus/Tidak Lulus/Borderline - Pengawas pusat diminta mendampingi penguji lokal
- Menurut literatur, lebih baik menggunakan GPS untuk menentukan nilai akhir jadi bukan hanya nilai rata-rata
- Masukan monev : Dimohon kepada para pengawas pusat diharapkan meneruskan hasil dari diskusi kepada institusi masing-masing mengingat waktu pelaksanaan UKDGI berikutnya akan diadakan bulan Januari 2012 sehingga segala persiapan diharapkan segera dilaksanakan (waktu tinggal + 2 bulan lagi)
- Ada masukan dari peserta mengenai call center HPEQ yang sulit untuk dihubungi
- Ada undangan workshop peserta yang tidak sampai ke peserta sehingga mempengaruhi kehadiran peserta seminar mengingat waktu pelaksanaan yang singkat (perlu update database peserta seminar)
Kesepakatan
- Setting time ujian CBT dibuat agar selesai bersamaan
- pengawas pusat memiliki kewenangan penuh untuk menunda/membatalkan pelaksanaan ujian CBT jika dirasa ujian CBT tidak bisa dilakukan
- Jam di komputer client harus mengikuti server
- Tugas pengawas pusat tidak sampai mengutak-atik IT karena hal tersebut kewenangan IT lokal dengan supervisi dari pengawas pusat.
- Untuk IPDG yang belum tryout OSCE harus sudah melaksanakan pelatihan penguji sebelum Januari 2012 (Sebelum pelaksanaan UKDGI Januari 2012)
- Jika ada masalah, koordinator OSCE menghubungi pengawas pusat jika tidak tertangani baru ke koordinator wilayah.
6. Rencana Tindak Lanjut
- Akan dibentuk Call Center atau IT Center
- Semua protap pengawas pusat, panitia lokal dan tenaga pendukung lainnya akan diperjelas dan terperinci
- Semua hasil evaluasi dan masukan dari pengawas pusat akan dibawa ke Panitia Pusat untuk dibahas dan ditindaklanjuti
Lampiran