• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP Nomor: B. /In.34/R/PP.00.9/5/2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP Nomor: B. /In.34/R/PP.00.9/5/2020"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

KEPUTUSAN REKTOR

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP Nomor: B. /In.34/R/PP.00.9/5/2020

TENTANG

PENGEMBANGAN KURIKULUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP

TAHUN 2020

Menimbang : A bahwa untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan IAIN Curup tahun 2020, perlu disusun kebijakan tentang Pengembangan Kurikulum.

B bahwa untuk memenuhi maksud sebagaimana tersebut pada point A di atas, maka perlu ditetapkan dengan keputusan Rektor Institut Agama Islam Negeri Curup tahun 2020.

Mengingat : 1 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336).

3 Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara RI tahun 2014 nomor 16, Tambahan Lembaran Negara RI nomor 5500). 4 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar

(2)

2

Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia, Nomor 4496) sebagaimana diubah menjadi peraturan Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670). 5 6 7 8 9

3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Audit Mutu Internal dan Mutu Pendidikan Tinggi.

6 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dalam Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016.

Pasal 1) Penerapan kurikulum berbasis KKNI pada semua jenjang pendidikan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) (Peraturan Presiden No. 08 Tahun 2012. Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Program Studi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kualifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Demikian pula sistem penjaminan mutu pendidikannya mesti mampu mengendalikan proses pendidikan dengan baik merujuk pada level kualifikasi KKNI dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014.

Pasal 8) Seluruh program studi diwajibkan untuk menyusun kurikulum, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum yang berbasis pada KKNI di bidang pendidikan tinggi sesuai dengan kebijakan, peraturan, dan pedoman penyusunan kurikulum program studi dalam Peraturan

(3)

3 10

11

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang Pendidikan Tinggi, Pasal 10 Ayat 4 Huruf b (Permendikbud Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013.

Peraturan Direktur Jenderal Nomor 2500 Tahun 2018 Tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Capaian Pembelajaran Program Studi Jendang Sarjana Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Fakultas Agama Islam Pada Perguruan Tinggi.

Pasal 6) Menyusun, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015.

12 4. Peraturan MENPAN & ‘RB No. 15 tahun 2014 tentang Komponen Standar Pelayanan Publik.

13

14

5. Peraturan BAN PT No.5 Tahun 2019 Instrumen Akreditasi program Studi perguruan tinggi

6. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Pembelajaran 2016.

15 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 139 Tahun 2014 tentang Perubahan STAIN Curup menjadi IAIN Curup (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 280). 16 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49

Tahun 2014 tentang Standar Nasional PendidikanTinggi.

17 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

18 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PendidikanTinggi.

(4)

4

19 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Curup.

20 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2019 tentang Statuta IAIN Curup.

Memutuskan

Dokumen Kebijakan Pengembangan Kurikulum Institut Agama Islam Negeri Curup Tahun 2020 sebagai berikut:

BAB I Definisi Pasal 1

1) Kebijakan adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan pemikiran, sikap, dan pandangan dari institusi tentang sesuatu hal.

2) Rektor adalah Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup; yang memiliki tugas memimpin dan mengelola penyelenggaraan pendidikan tinggi yang meliputi program, pendidikan akademik, vokasi dan atau profesi, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi keagamaan Islam sesuai berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Agama dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

3) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan mata kuliah serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

4) Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.

5) Kurikulum Pendidikan Tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang

(5)

5

digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi (Pasal 35 ayat 1).

6) Pengembangan kurikulum adalah seperangkat kegiatan berupa perencanaan dan pengembangan yang dirumuskan bersama stakeholder yang antara lain mencakup penugasan dan pemahaman pengetahuan, keterampilan intelektual, praktikal, managerial, kepemimpinan, dan etika.

7) Kurikum Inti merupakan penciri dari kompetensi utama dari suatu Program Studi.

8) Kurikulum Institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian kurikulum IAIN.

9) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang disingkat dengan KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalan rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

10) Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.

11) Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

12) Program Studi adalah kesatuan kegiatan Pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.

13) Program Studi Asal adalah Program Studi tempat seorang mahasiswa terdaftar pada saat diterima di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.

14) Mata kuliah atau modul adalah bungkus dari bahan kajian/materi ajar yang dibangun berdasarkan beberapa pertimbangan saat kurikulum disusun. Mata kuliah dapat dibentuk berdasarkan pertimbangan

(6)

6

kemandirian materi sebagai cabang /ranting/bahan kajian bidang keilmuan tertentu atau unit keahlian tertentu (parsial), atau pertimbangan pembelajaran terintergrasi dari sekelompok bahan kajian atau sejumlah keahlian (sistem blok) dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan yang dirumuskan dalam kurikulum.

BAB II Tujuan dan Fungsi Pasal 2

1) Penyusunan kebijakan Pengembangan Kurikulum IAIN Curup bertujuan:

a. Memudahkan tim pengembang kurikulum di tingkat institut dan prodi di lingkungan IAIN Curup;

b. Memberikan dasar dan acuan pengembang kurikulum di tingkat institut dan prodi di lingkungan IAIN Curup.

c. Memberikan arah dan petunjuk pengembangan kurikulum di tingkat institut dan prodi di lingkungan IAIN Curup.

2) Dokumen kebijakan Pengembangan Kurikulum IAIN Curup berfungsi sebagai:

a. Panduan kepada seluruh pemangku kepentingan tentang pengembangan kurikulum program studi yang berlaku di dalam lingkungan IAIN Curup,

b. Landasan dan arah dalam penetapan kurikulum program studi, serta dalam pelaksanaan, evaluasi, peningkatan dan pengembangan kurikulum program studi;

c. Bukti otentik bahwa IAIN Curup telah memiliki dan melaksanakan kurikulum sebagaimana diwajibkan menurut Perundang-undangan.

BAB III Ruang Lingkup Pasal 3

Kebijakan pengembangan kurikulum program studi mencakup: a. Peninjauan kurikulum,

(7)

7 c. Pelaksanaan,dan

d. Evaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI

BAB IV Pihak-Pihak yang Terkena Kebijakan Pasal 4

Pihak yang terkena kebijakan Pengembangan Kurikulum sebagai berikut: 1) Rektor

2) Wakil Rektor I (Bidang Akademik) sebagai penanggung jawab 3) Dekan Fakultas di lingkungan IAIN Curup

4) Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama di lingkungan IAIN Curup

5) Ketua Program Studi lingkungan IAIN Curup 6) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)

7) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

BAB V Tugas Pihak-Pihak yang Terkena Kebijakan Pasal 5

Pihak-pihak yang terkena kebijakan dan tugasnya:

1) Rektor sebagai penanggungjawab utama kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAIN Curup.

2) Wakil Rektor I membantu Rektor memastikan peninjauan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum berjalan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

3) Dekan Fakultas memastikan dan menjamin terlaksananya kegiatan peninjauan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum berjalan sesuai skedul yang telah ditetapkan.

4) Wakil Dekan I memastikan dan menjamin pelaksanaan kegiatan peninjauan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum berjalan sesuai skedul yang telah ditetapkan.

(8)

8

peninjauan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum berjalan sesuai skedul yang telah ditetapkan.

6) LPM memastikan pelaksanaan kegiatan peninjauan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum sesuai standar mutu.

7) LPPM memastikan bahwa hasil penelitian dipastikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum.

BAB VI Isi Kebijakan Pasal 6

1) Kurikulum program studi disusun dengan berpedoman kepada ketentuan dan peraturan akademik yang terkait serta dengan memperhatikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan paradigma keilmuan IAIN Curup.

2) Setiap Program Studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang Pendidikan Tinggi.

3) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) memberikan parameter ukur berupa jenjang kualifikasi dari jenjang 1 terendah sampai jenjang 9 tertinggi. Setiap jenjang KKNI bersepadan dengan level Capaian Pembelajaran (CP) Program Studi pada jenjang tertentu, yang mana kesepadanannnya untuk pendidikan tinggi adalah level 6 untuk jenjang sarjana (S1) dan level 8 untuk jenjang magister (S2).

4) Kurkulum IAIN Curup disusun dengan mengacu pada prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, efektivitas, mengacu pada KKNI.

5) Dokumen kurikulum program studi minimal mencakup komponen berikut ini:

a. Profil Lulusan, sebagai postur yang diharapkan pada saat mahasiswa lulus sesuai jenjang KKNI;

b. Capaian Pembelajaran (CP), sesuai deskriptor jenjang KKNI dan SNPT serta mencerminkan visi misi IAIN Curup;

c. Bahan Kajian, sebagai materi yang harus diajarkan untuk mencapai CP;

(9)

9

d. Mata Kuliah, sebagai konsekuensi adanya bahan kajian yang dipelajari mahasiswa dan harus diajarkan oleh dosen;

e. Besaran SKS Mata Kuliah, sebagai beban total setiap mata kuliah; f. Struktur Kurikulum, sesuai dengan urutan keterkaitan bahan kajian

pada capaian pembelajaran. g. Proses Pembelajaran h. Penilaian

i. Rencana Pembelajaran Semester

j. Metode Pembelajaran, merupakan strategi dalam menyampaikan bahan kajian selama proses pembelajaran;

k. Dosen/Laboran/Teknisi yang tepat dan kompeten pada bidangnya sesuai dengan profil yang dituju;dan

l. Sarana Pembelajaran yang membangun lingkungan dan suasana belajar yang memberdayakan.

6) Langkah-langkah penyusunan profil lulusan adalah sebagai berikut: a. Profil Program Studi disusun oleh kelompok program studi sejenis

dengan melibatkan stakeholders untuk menjamin mutu dari profil lulusan;

b. Penentuan profil wajib merujuk pada jenjang kualifikasi lulusan sesuai dengan KKNI dan mempertimbangkan aspek sikap dan tata nilai,

c. kemampuan, pengetahuan, tanggung jawab, dan hak yang akan diemban oleh seorang lulusan;

d. Untuk membangun kekhasan program studi, dianjurkan untuk mengidentifikasi keunggulan atau kearifan lokal.

7) Setiap Program Studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI Bidang Pendidikan Tinggi sesuai dengan jenjang.

8) Proses penyusunan CP melalui tahapan sebagai berikut:

a. Penetapan profil lulusan yaitu menetapkan peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu

(10)

10

antara 1-3 tahun setelah menyelesaikan program studi. Profil dapat ditetapkan berdasarkan hasil kajian terhadap tracer study, kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha maupun industri, serta kebutuhan dalam pengembangan ipteks. Sebaiknya profil program studi disusun oleh kelompok prodi sejenis, sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dijadikan rujukan secara nasional.

b. Dalam penjabaran kemampuan, keterlibatan dari pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjamin mutu kemampuan lulusan. Perumusan kemampuan lulusan mencakup empat unsur yakni yang meliputi unsur sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.

c. Penentuan sejumlah kemampuan (CP) wajib merujuk kepada jenjang kualifikasi KKNI terutama yang berkaitan dengan unsur kemampuan kerja dan penguasaan pengetahuan, sedangkan yang mencakup sikap dan keterampilan umum dapat mengacu pada rumusan yang telah ditetapkan dalam standar isi pembelajaran IAIN Curup.

d. Untuk membangun kekhasan program studi, dianjurkan untuk mengidentifikasi keunggulan atau kearifan lokal/daerah.

e. Dalam menyusun ‘’keterampilan khusus’’, program studi wajib melakukan analisis terhadap:

(1) Masukan dari alumni yang bekerja 1-3 tahun setelah lulus,

(2) Usulan kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, badan hokum penyelenggara, perguruan tinggi penyelenggara, asosiasi

profesi/keahlian, kolegium/konsosrsium keilmuan);

(3) Rumusan CP lulusan program studi sejenis yang memiliki reputasi baik di dalam dan di luar negeri; dan Perkembangan IPTEKS.

9) Bagi program studi yang akan diusulkan atau program studi yang belum menyatakan “kemampuan lulusannya’’ secara faktual dan tepat, penyusunan CP merupakan proses awal dari penyusunan kurikulum

(11)

11 program studi.

10) Bagi program studi yang sudah ada atau sudah beroperasi, penyusunan CP merupakan bagian dari evaluasi dan pengembangan kurikulum, yaitu CP yang telah dimiliki atau diharapkan dimiliki oleh lulusan perlu dievaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku dan terhadap perkembangan kebutuhan dari pengguna serta pengembangan keahlian dan keilmuan.

11) Penyesuaian kurikulum terhadap ketentuan atau peraturan dapat dilakukan dengan mengkaji aspek berikut:

a. Kelengkapan parameter deskripsi CP: yakni terdiri dari sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan;

b. Sikap atau keterampilan umum: apakah diperlukan tambahan kemampuan di luar yang telah ditetapkan SN DIKTI, yang dapat memberi ciri bagi lulusannya;

c. Keterampilan khusus: apakah telah mengacu pada hasil kesepakatan program studi sejenis, dan telah memiliki kesetaraan dengan deskripsi kemampuan kerja yang tercantum dalam KKNI sesuai dengan jenjang kualifikasinya.

d. Pengetahuan: apakah telah mengacu pada hasil kesepakatan program studi sejenis, dan telah memiliki kesetaraan dengan rumusan tingkat keluasan dan kedalaman materi/bahan kajian yang telah tercantum dalam Standar Isi Pembelajaran IAIN Curup.

12) Indikator pengkajian CP yang dihasilkan meliputi: a. Kelengkapan unsur deskripsi;

b. Kesesuaian dengan jenjang kualifikasi: gradasi keterampilan khusus dan gradasi penguasaan pengetahuan;

c. Kejelasan batas bidang keilmuan/keahlian program studi;

d. Tingkat penguasaan, kedalaman, dan keluasan bahan kajian yang harus dikuasai;

e. Referensi program studi sejenis sebagai pembanding;

(12)

12 kepentingan.

13) Seluruh program studi harus menetapkan bahan kajian untuk dapat memenuhi ketercapaian dari capaian pembelajaran tersebut.

14) Pada pendekatan struktur kurikulum model parallel menyajikan mata kuliah setiap semester sesuai dengan tujuan kompetensinya. Struktur kurikulum parallel dapat dilaksanakan dengan model blok dan model semesteran.

15) Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen bersifat interaktif yang terfokus kepada mahasiswa (student active learning/SAL);

16) Setiap program studi wajib mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu dan kepentingan masyarakat;

17) Peninjauan kembali kurikulum dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta dengan memperhatikan masa studi terprogram dan kepentingan masyarakat. 18) Seluruh program studi di IAIN Curup wajib melaksanakan pemutakhiran

kurikulum secara berkala setiap lima (5) tahun sekali untuk menjamin mutu, relevansi, pencapaian kompetensi dan daya saing lulusan.

(13)

13 Peraturan yang Dirujuk

1. UU No.12 Tahun 2012 tentang PerguruanTinggi

2. PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, 3. PP No. 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan

4. PP. No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

5. PP No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan.

6. Perpres No. 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

7. Kepmendiknas No. 232/U/2000, Kepmendiknas No. 045/U/2002, Pasal 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

8. Permendikbud No. 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.

9. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

10. Panduan Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Tahun 2014. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 11. Materi TOT Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2014. Direktorat

Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

12. Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2014. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

13. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Pembelajaran 2016.

14. Panduan Pengembangan Kurikulum PTKI Mengacu pada KKNI dan SN-DIKTI, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik 2018.

Ditetapkan di: Curup Pada Tanggal: 12 April 2020 Rektor

Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. NIP. 19711211 199903 1 00

Referensi

Dokumen terkait