BAB III INTI PENELITIAN
3.1. Obyek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah Media Relation pada perusahaan PT. Media Televisi Indonesia (Metro TV). Media relation memberikan pengaruh terhadap segala aktivitas internal maupun eksternal dari perusahaan itu sendiri. Bila dikaitkan dengan hubungannya kepada publikasi suatu kegiatan yang berlangsung di sebuah stasiun televisi, maka media relations itu sendiri memiliki pengaruh yang sangat relevan terhadap proses berlangsungnya kegiatan publikasi tersebut, terlebih kepada cara mempublikasi ataupun melakukan tindak promosi suatu program yang ditampilkan dari sebuah stasiun tv yang mana media relation adalah sebagai getting awareness terhadap suatu program tersebut agar sampai kepada audience, sehingga audience itu sendiri dapat merasa senang dan puas sehingga dapat memberikan loyalitasnya kepada program yang ditampilkan dari sebuah stasiun tv tersebut.
Pada penelitian ini, saya mengangkat sebuah program di Metro TV yang mana media relations memberikan perannya dalam keberhasilan program ini yaitu program Provocative Proactive.
3 3.1.1 Strukt S tur Organis Struktur Or sasi rganisasi PT Sumber: C Gambar 3 T. Media Te Company Pr 3.1 elevisi Indon rofile Metro nesia (Metr TV ro TV)
3 m p u d s t 3.1.2. Sejar MET mengudara perusahaan d usahanya d dibreidel ole Pada surat kabar teknologi, S St rah Perusah TRO TV ada pada tanggg dari MEDIA i bidang pe eh pemerinta a tahun 1989 dengan opla urya Paloh m truktur Org Sumber: C haan alah televisi b gal 25 Nove A GROUP y ers sejak m ah pada tgl. 2 9, Ia mengam ah terbesar s memutuskan Gambar 3 ganisasi Dep Company Pr berita 24 jam ember 2000 yang dimiliki mendirikan 29 Juni 1987 mbil alih Me setelah Kom n untuk mem 3.2 partemen Pr rofile Metro m pertama di 0 Metro TV i oleh Surya surat kabar 7 karena din edia Indones mpas di Indon mbangun seb romosi TV i Indonesia y merupakan a Paloh. Sury r harian PR ilai terlalu b sia, yang kin nesia. Oleh buah televisi yang mulai n salah satu ya Paloh me RIORITAS, berani. ni tercatat se karena kem i berita meng anak erintis yang ebagai majuan gikuti
perkembangan teknologi dari media cetak ke media elektronik. Metro TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh pelosok Indonesia,selain bermuatan berita,
Metro TV juga menayangkan beragam program informasi mengenai kemajuan teknologi, kesehatan, pengetahuan umum, seni dan budaya, dan lainnya lagi guna mencerdaskan bangsa. Metro TV terdiri dari 70 % berita ( news ), yang ditayangkan dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah dengan 30 % program non berita (non news) yang edukatif.
Metro TV mulai mengudara pada tanggal 25 November 2000 dengan 12 jam tayang. Dan sejak 1 April 2001 Metro TV sudah mulai mengudara selama 24 jam. Metro TV dapat ditangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar di Indonesia, yang dipancarkan dari 52 transmisi.
3.1.3. Visi dan Misi Perusahaan Visi :
• Untuk menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik dalam beriklan untuk mencapai loyalitas dari pemirsa maupun pemasang iklan.
Misi:
• Untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan Bangsa dan Negara melalui suasana yang demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan menjunjung tinggi moral dan etika.
• Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan memberikan pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan memberikan hiburan yang berkualitas
• Dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan membangun dan menambah asset perusahaan, untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para karyawannya dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham
3.1.4. Logo & Arti Metro TV
Gambar 3.3
Logo Metro TV
Logo Metro TV dirancang tampil dalam citraan tipografis sekaligus citraan gambar. Oleh karena itu komposisi visualnya merupakan gabungan antara tekstual (diwakili huruf – huruf : M-E-T-R-T-V) dengan visual (diwakili simbol bidang elips emas kepala burung elang). Elips emas dengan kepala burung elang pada tempat diposisi huruf ”O”, dengan pertimbangan kesamaan struktur huruf ”O” dengan elips emas, dan menjadi pemisah bentuk – bentuk teks M-E-T-R dengan T-V. Hal itu mengingat, dirancang agar pelihat akan menangkap dan membaca sekaligus melafalkan METR –TV sebagai METROTV.
Logo Metro TV dalam kehadirannya secara visual tidak saja dimaksudkan sebagai simbol informasi atau komunikasi Metro TV secara institusi, tetapi berfungsi sebagai sarana pembangun image yang cepat dan tepat dari masyarakat terhadap institusi Metro TV.
Melalui tampilan logo, masyarakat luas mendapatkan gerbang masuk, mengenal, memahami serta meyakini visi, misi serta karakter Metro TV sebagai institusi. Logo Metro TV dalam rancang rupa bentuknya berlandaskan pada hal – hal sebagai berikut :
• Simpel, tidak rumit
• Memberi kesan global dan modern • Menarik dilihat dan mudah diingat • Dinamis dan lugas
• Berwibawa namun familiar
• Memenuhi syarat – syarat teknis dan estetis untuk aplikasi print, elektronik dan filmis.
• Memenuhi syarat teknis dan estetis untuk metamoforsis dan animatif. Selain menampilkan unsur simbol tks / huruf, Metro TV menampilkan juga simbol gambar yaitu : Bidang Elips dan Kepala Burung Elang.
1. Bidang Elips Emas
Sebagai latar dasar teraan kepala burung elang, merupakan proses metamoforsis atas beberapa bentuk, yaitu :
a. Bola Dunia
Sebagai simbol cakupan yang global dari sifat informasi, komunikasi dan seluruh kiprah operasional institusi Metro TV.
b. Telur Emas
Sebagai simbol bold yang tampil penuh kewajaran. Telur juga merupakan simbol kesempurnaan dan merupakan image suatu bentuk (institusi) yang secara struktur kokoh, akurat dan artistik sedangkan tampilan emas adalah sebagai simbol puncak prestasi dan puncak kualitas.
c. Elips
Sebagai simbol citraan lingkar (ring) benda planet, tampil miring kekanan sebagai kesan bergerak, dinamis. Lingkar (ring) planet sendiri sebagai simbol dunia cakrawala angkasa, satelit sesuatu yang erat berkait dengan citraan dunia elektronik dan penyiaran.
d. Elang
Simbol kewibawaan, kemandirian, keluasan penjelajahan dan wawasan. Simbol kejelian, awas, tajam, tangkas namun penuh keanggunan gerak hidupnya anggun
Selain secara teresterial, siaran Metro TV dapat tangkap melalui televisi kabel di seluruh Indonesia, melalui Satelit Palapa 2 ke seluruh negara-negara ASEAN, termasuk di Hongkong, Cina Selatan, India, Taiwan, Macao, Papua New Guinea, dan sebagian Australia serta Jepang.
Metro TV melakukan kerjasama dengan beberapa televisi asing yaitu kerjasama dalam pertukaran berita, kerjasama pengembangan tenaga kerja dan banyak lagi. Stasiun televisi tersebut adalah CCTV, Channel 7 Australia, dan Voice of America (VOA). Selain bekerjasama dengan stasiun televisi Internasional, Metro TV juga memiliki Internasional kontributor yang tersebar di Jepang, China, USA, dan Inggris. Dengan kerjasama internasional ini Metro TV berusaha untuk memberikan sumber berita mengenai keadaan dalam negeri yang dapat dipercaya dan komprehensif kepada dunia luar dan juga hal ini mendukung Metro TV untuk menjadi media yang secara cepat, tepat dan cerdas dalam mendapatkan beritanya.
Metro TV juga memiliki 19 buah mobile satellite untuk dapat menayangkan secara live kejadian-kejadian yang berlangsung setempat. Peralatan tersebut berupa :
• 12 buah mobil SNG ( Satelite News Gathering ) • 7 buah mobil ENG ( Electronic News Gathering )
3.1.5. Target Audience
Tabel 3.1
Target audience Metro TV:
Stasiun TV lain Metro TV
Me-too product : 90% Entertainment 10% News
Sign on – sign off
15-25% in house production target audience : all segment
Berita/informasi : 70 % news 30% non news
24 hours
75-85% in house production
target audience = segmented M/F, AB, 20+
Sumber: Company Profile Metro TV Keterangan:
M/F : Male / Female ; Pria / Wanita 20+ : Umur di atas 20 tahun
Segment : Segmentasi dari pemirsa yang bisa dipilah-pilah berdasarkan berbagai kategori seperti jenis kelamin, umur, domisili, expenditure.
Expenditure : Besarnya pengeluaran rata-rata per bulan oleh tiap individu untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak termasuk tabungan.
3.1.6. Biro- Biro Metro TV
Untuk mempermudah koordinasi berbagai informasi antara kantor pusat dengan daerah, saat ini Metro TV ada 6 kantor cabang biro yang terletak dikota – kota besar, antara lain di daerah : • Biro Yogyakarta • Biro Medan • Biro Makasar • Biro Surabaya • Biro Bandung • Biro Pekan Baru
3.1.7. Kategori Pembagian Program
Tabel 3.2
Kategori / Pembagian Program Metro TV
NO KATEGORI ACARA JENIS PROGRAM
1 Entertainment Variety Show ·Welcome To BCA
2 Entertainment Music ·Zona Memori
3 Entertainment Talkshow ·Democrazy
·Oprah Winfrey Show
·Rachel Ray 4 Entertainment Reality Show ·Nanny 911
·Super Nanny
5 Fillers News ·Surya 16 Eksklusif
Reports ·B-News
6 Fillers Others ·Advertorial
·Lensa Bisnis ·Uang Anda
7 Information Documentary ·Inside ·Metro Files ·I Witness ·News Maker ·Archipelago ·Zero to Hero ·Journalist on duty · Inovator
8 Information Informercial ·Signature properties
·Puri Mnasion ·Garden House Bukit Golf Mediterania ·Ancol Mnasion
·Residence 8 @Senopati
9 Information Infotainment ·Showbiz
10 Information Skill/Hobbies ·E Life Style ·Otoblitz
·Techno & Mobile
11 Information Talkshow ·Mario Teguh Golden
ways ·Kick Andy ·Mata Najwa ·Just Alvin ·MDGS Insight ·The Interview ·Talk Indonesia ·Provocative Proactive ·Face 2 Face
12 Information TV Magazine ·Dunia Kita
·Auto Zone 13 Information Travel/Lifestyle/Leisure ·Menu & Venue
14 News Feature ·Secret Operation
·Metro Highlights ·Genta Demokrasi ·Metro Realitas ·Metro 10
15 News Metro Hard News ·Metro Hari Ini
·Metro This Week ·Top Nine News ·Metro Siang ·Discover Indonesia ·Metro Sore ·Metro Pagi ·Metro Malam ·Megapolitan ·Indonesia Now
·Indonesia This Morning ·Metro Xin Wen
·Market Review ·Bisnis Hari ini ·Headline News ·Jakarta-jakarta
16 News Special News ·Breaking News
17 News Talkshow ·Todays Dialogue
·Suara Anda
·Economic Challenges ·Save Our Nation ·8-11 Show ·Editorial Media Indonesia ·Public Corner
18 Realigious Dialog ·Tafsir Al Misbah
19 Sport Journal/ Highlights ·12 Pas
·Metro Sport ·Sport Club ·Spirit Football
Sumber: Company Profile Metro TV
3.2. Prosedur yang Berlaku
Metro TV adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran. Di Metro TV terdapat departemen PR yang merupakan wadah kegiatan komunikasi dua arah anatara Metro TV dengan publik dalam mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan kerjasama dan pemenuhan kerjasama antara keduanya.
Dibawah departemen PR terdapat departemen Promotion yang dibagi menjadi dua yaitu bagian Promo on air dan Promo off air. Job-desk di dalam promo off air terbagi menjadi Media relations dan off air (Partnership dan event)
3.2.1. Tugas Media Relations
Tugas Media Relations itu sendiri adalah melaksanakan kegiatan promosi perusahaan melalui pemasangan iklan di media cetak dan media elektronik sehingga dapat dibangun kesadaran (awareness) tentang program/ acara Metro TV yang kuat di masyarakat/ pemirsa. Diantaranya adalah :
1. Kerjasama Barter Promosi yaitu, Menjalin kerjasama dengan media cetak dan media elektronik lokal dan nasional sesuai kebutuhan perusahaan
2. MoU/Perjanjian kerjasama yaitu: Promosi menyiapkan data yang diperlukan untuk penyusunan MoU (dibuat oleh Legal Dept)
3. Planning & Schedulling (Reguler, Tematik/Episodik & Tahunan) yaitu, Membuat perencanaan iklan yang bersifat reguler/ rutin. Rencana ini dibuat sesuai dengan jadwal program yang akan dibuatkan versi iklannya oleh Media Relations.
( Election Channel, HUT Metro TV, dll). Rencana ini adalah merupakan rencana awal, karena dibuat setelah periode Perjanjian Kerjasama tahun sebelumnya selesai.
4. Media Order
Menjalankan administrasi pemasangan iklan Metro TV ke media-media partners. Pemesanan materi iklan ( Work Order untuk Grafis cetak dan Scripwriter untuk VO Radio). Pelaksanaan QC internal atas materi iklan dari klien/Media Patners.
5. Report & Filling
Membuat laporan kerja mingguan
3.2.2. Tugas Off Air (Event)
Tugas Off Air (event) itu sendiri adalah Mengkoordinasikan, mengadakan kerjasama dengan pihak luar meliputi event & branding (melalui kerjasama barter ) sesuai kebutuhan perusahaan untuk mencapai sasaran program promosi perusahaan, yaitu : 1. Off Air Activity (Event & Branding)
Kegiatan yang berkaitan dengan internal program atau kerjasama dari media partner/pihak luar
a. Pelaksana Event & Branding
b. Membuat Laporan kerja Off air Mingguan & Bulanan
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan event dilapangan sesuai konsep & rancangan anggaran yang telah disetujui atasan
3.2.3. Tugas Off Air Partnership
Tugas Off Air (Partnership) itu sendiri adalah melaksanakan kegiatan promosi dalam bentuk kerjasama / partnership untuk pemasangan iklan, mencari media partners untuk pencapaian tujuan promosi perusahaan sehingga dapat lebih memperkenalkan suatu program / image perusahaan dengan baik yaitu diantaranya :
1). Kerjasama kemitraan (Partnership)
Kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar melalui kerjasama barter dengan memberikan benefit untuk kepentingan perusahaan masing-masing. Membuat rencana kerjasama dan membantu dalam memberi masukan pada pembuatan konsep perjanjian kerjasama baru maupun perpanjangan perjanjian kerjasama dengan mitra kerja yang telah disetujui atasan. Diantaranya :
a. Mengumpulkan data mengenai mitra kerja yang akan diajak kerjasama branding b. Memberi masukan (advice) mengenai mitra kerjasama melalui data analisa yang
obyektif kepada atasan.
c. Membina hubungan dengan mitra-kerja, sehingga dapat terjalin hubungan yang baik antara perusahaan dengan mitra-kerja (patners)
d. Kerjasama barter event
e. Bernegosiasi atas penawaran/proposal kerjasama yang masuk f. Membuat Laporan Kerja Mingguan dan bulanan
2). Branding & Event
Mengkoordinir pelaksanaan branding & event promosi dalam bentuk kerjasama barter mulai dari persiapan anggaran (budget), monitor pelaksanaan sampai dengan menerima laporan pelaksanaan event tersebut dari Tim Event
3.3. Metode Pengumpulan Data 3.3.1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami frnomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan sebagainya, secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2006 : 6)
Beberapa pertimbangan yang menjadi alasan pemakaian metode kualitatif, menurut Moleong, adalah metode kualitatif lebih mudah disesuaikan apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Metode ini juga menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan informan, serta lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak pengaruh dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (moleong, 2006 : 9-10)
3.3.2. Sifat penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena sosial dengan menyajikan gambaran yang lengkap mengenai setting sosial dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam penelitian. Kebanyakan penelitian sosial yang digunakan untuk membuat kebijakan bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif berfokus pada pertanyaan-pertanyaan “how” dan “who”, seperti bagaimana suatu hal bisa terjadi atau siapa yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, peneliti tidak akan memandang bahwa sesuatu itu memang sudah demikian adanya (Moleong, 2006:6)
Dalam penelitian deskriptif data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan untuk menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Adapun tujuan dari penelitian deskriptif antara lain :
• Memberikan gambaran yang detil dan akurat
• Menempatkan data baru yang kontradiktif dengan data lama • Menciptakan seperangkat kategori atau pengklasifikasian • Mengklarifikasi langkah-langkah atau tahap-tahap
• Menggambarkan mekanisme sebuah proses atau hubungan • Melaporkan latar belakang atau konteks sebuah situasi
(Moleong, 2006 : 6)
Peneliti menggunakan metode ini, karena peneliti menganggap cara tersebut dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh dan terperinci atas kegiatan media relations yang dilaksanakan di PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) yang peneliti lakukan.
3.3.3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa menegetahui tehnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, dirumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, dijalan dan lain sebagainya. Menurut Sugiyono (2009: 402) gambar dibawah ini terlihat bahwa secara umum terdapat empat macam teknik pengumpulan data :
Gambar 3.5 Teknik Pengumpulan Data
- Sumber : Sugiyono (2009: 409) Macam teknik pengumpulan data Observasi Wawancara Dokumentasi Trianggulasi/ gabungan
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dikumpulkan penulis, berasal dari dua sumber data yaitu :
1. Data Primer
a. Wawancara mendalam (Indepth Interview) Burhan (2007:108), menyatakan :
“Wawancara mendalam adalah, proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara”.
Dimana peneliti menggunakan wawancara terstruktur atau wawancara mendalam dengan menyiapkan terlebih dahulu bahan wawancara dan melaksanakan wawancara terhadap para responden secara tertulis sehingga para responden dapat melihat pertanyaannya secara sekasama dan baru mengisi jawabannya (Sugiyono 2009 :73)
Peneliti melakukan wawancara dengan Departemen Public Relation and Promotion Metro TV, yaitu Head Promotion, Manager Public Relation, dan Produser Provocative proactive.
b. Pengamatan (Observasi)
Selain melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber di atas, penulis juga akan melakukan observasi. Seperti yang dikemukakan oleh Marshall (dalam Sugiyono, 2009:64) melalui observasi peneliti tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut.
2. Data sekunder
Menurut (Ruslan, 2006: 35), data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara, umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang disusun dalam bentuk arsip atau dokumen yang diperoleh antara lain:
a. Studi kepustakaan dengan membaca dan mempelajari buku- buku teks bacaan makalah- makalah, maupun bacaan lainnya serta diktat yang diberikan makalah- makalah kuliah yang menjadi referensi dalam penulisan skripsi, adapun dari contoh- contoh skripsi mahasiswa- mahasiswi lainnya.
b. Internet seperti google.
Analisis dokumen yang dilakukan penulis berasal dari banyak sumber mengenai Metro TV beserta kegiatan dari Departemen Promosi dan PR serta program Provocative Proactive yang berkaitan dengan judul yang peneliti angkat. yaitu Peran Media Relations Terhadap Keberhasilan Program Provocative Proactive di PT. Media Televisi (Metro TV)
3.3.4. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Tempat Penelitian
Metro TV adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertelevisian dan perusahaan ini beralamat di jalan Pilar Mas Raya Kav A-D Kedoya, Kebon Jeruk. 2. Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penulisan penelitian skripsi untuk memperoleh data yang dibutuhkan adalah mulai tanggal 21 Maret sampai 14 April 2011 mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.
3.4. Permasalahan yang ada
Sesuai dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu Peran Media Relations Terhadap Keberhasilan Program Provocative Proactive di PT. Media Televisi Indonesia (Metro TV), maka penulis menemukan permasalahan yang ada dalam penelitian ini, antara lain :
1. Bagaimana program provocative proactive dikenal luas oleh masyarakat Indonesia? 2. Bagaimana strategi pemilihan media terhadap program provocative proactive?
3. Bagaimana program provocative proactive bisa ditulis dan dikenal oleh pers atau wartawan (eksternal PR)?
3.6. Alternatif Pemecahan Masalah
Dalam mencari alternatif pemecahan masalah penelitian ini yaitu Peran Media Relations Terhadap Keberhasilan Program Provocative Proactive di PT. Media Televisi Indonesia (Metro TV) dan untuk mengetahui secara lebih jelasnya maka penulis melakukan penelitian ini melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi langsung di departemen Promosi, Public Relations serta produser program provocative proactive di PT. Media Televisi Indonesia (Metro tv). Melalui wawancara penulis mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara dilakukan dengan Head of Promotion Departement sebagai key informan dan Manager Public Relations Metro TV sebagai informan satu serta serta produser program provocative proactive sebagai informan ke dua.
Penulis juga melakukan pengamatan langsung di Metro TV. Walaupun penulis tidak terlibat secara langsung dalam Peran Media Relations Terhadap Keberhasilan Program Provocative Proactive di Metro TV. Tetapi peneliti sering kali mendapat petunjuk melakukan observasi untuk memperkaya data agar dapat memecahkan dalam permasalahn yang ada sehingga dapat mengetahui apakah program provocative proactive dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, dapat menjelaskan strategi pemilihan media terhadap program provocative proactive serta mengetahui program provocative proactive bisa ditulis dan dikenal oleh pers atau wartawan (eksternal PR)