• Tidak ada hasil yang ditemukan

Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.7 No.2 (2018)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.7 No.2 (2018)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH OVERALL CONVENIENCE ONLINE SHOPPING SHOPEE TERHADAP BEHAVIORAL INTETION DI SURABAYA

ShellaDwi Cahyanti

Manajemen / Fakultas Bisnis dan Ekonomika [email protected]

Abstract

The purpose of this research is to know the perception and behavior of online shoppers purchasing after shopping using application at Shopee and to know the overall relationship of Shopee's convenience to behavior intention in Surabaya. The sample used is people who have done online shopping in Shopee. The method used in this research is second order.

This research uses the help of SPPS 18 for windows and AMOS 20 program. From the research conducted, it is found that overall convenience affect the behavioral intention on Shopee online website in Surabaya.

Keywords: service convenience, behavioral intention, online shopping

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan perilaku pembelian online shoppers setelah berbelanja menggunakan aplikasi pada Shopee dan untuk mengetahui hubungan overall convenience Shopee terhadap behavior intention di Surabaya. Sampel yang digunakan adalah orang yang pernah melakukan pembelanjaan online dalam Shopee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah second order.

Penelitian ini menggunakan bantuan program SPPS 18 for windows dan AMOS 20. Dari penelitian yang dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa secara overall convenience mempengaruhi behavioral intention pada website online shopping Shopee di Surabaya. Kata Kunci : kenyaman layanan, perilaku pembelian, pembelanjaan secara virtual

PENDAHULUAN

Adanya jaringan internet akan berdampak dalam dunia bisnis yang mulai diminati di kalangan masyarakat. Indonesia telah menjadi pasar terbesar e-commerce di Asia Tenggara. Pada 2014, Euromonitor mencatat, penjualan online Indonesia mencapai US$ 1,1 miliar, lebih

urpose of this researchh iis s to know the percepti hasing after shoppingng usisngng application at Shop f Shopee's conveniencec to behah vior intention in Su

ve done online shopoppipingn inn ShShopopee. The method us

search ussesestthehe hhelelpp ofofSPPSPPSS 188ffororwwinindodows and A ducted,, itit iss fofounundd ththatat ooveverarallll ccononveveninienencee afffect

webssittee ininSSurababaya.

vice convenience,, bbehavavioral linintention, online shop

dari penelitian ini adalah h untutuk k mengetahui pers rs setelah berbelanja mmenenggggununakakanan aplikasi pada S rall coconvnvenenieiencn e eShopee terhaadad p beehahavivioror iintntenentio

lah orang yang pernah meleakukan pembelanjaaaan o n dalam ppene elitian ini addalah second ordrderer.

ian ini mengggunu akakanan bantuanann pprorogram SPPS 18 f n yang dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa

(2)

tinggi dari Thailand dan Singapura. Namun, jka dibandingkan dengan total perdagangan retail, penjualan commerce di Indonesia hanya menyumbangkan 0,07 persen. Artinya, pasar e-commerce Indonesia berpeluang untuk tumbuh semakin besar. Apalagi dengan jumlah penduduk dan tingkat produk domestik bruto (PDB) terbesar di ASEAN (https://www.dbsinsights.com).

Hal tersebut mengakibatkan munculnya berbagai bisnis online shopping. Online shopping sebagai bentuk kegiatan yang meliputi jual-beli barang atau jasa melaui sistem online. Online shopping banyak diminati masyarakat karena memiliki berbagai kemudahan. Salah satunya tanpa banyak menghabiskan waktu dan tenaga, masyarakat dapat mencari, melihat dan menemukan berbagai produk yang diinginkan, serta dapat melakukan pembayaran dengan mudah melalui sistem pembayaran yang telah ditentukan oleh penjual atau kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Kenyamanan dan keamanan pada online shopping harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat karena hal ini akan berpengaruh untuk terjadinya transaksi. Kenyamanan tersebut dapat berupa mere-design sistem operasi online shopping dan memperluas jenis barang yang akan ditawarkan. Selain itu, kenyamanan berbelanja dalam online shopping dapat dilakukan melaui perubahan strategi guna meningkatkan kecepatan dan kemudahan konsumen dapat menjangkau penjual, mengidentifikasi, memilih, dan mendapatkan produk, dan merombak sistem transaksi yang dilakukan (Seiders et al., 2000). Selain itu, kenyamanan lainnya adalah dengan adanya banyaknya pemberian diskon pada moment tertentu.

Menurut Jun et al., (2004); Parasuraman et al., (2005); Wolfinbarger and Gilly, (2003); Yang and Peterson, (2004); Yang et al., (2005) dalam Jiang et al., (2013) online shopping convenience adalah sebuah kenyamanan layanan dalam fitur yang unik untuk belanja secara virtual seperti kemudahan, pencarian informasi, kemudahan berinteraksi dan keamanan dalam berbelanja.

Kemudahan inilah yang membuat masyarakat Indonesia semakin konsumtif untuk membeli sejumlah barang atau jasa, dapat dikatakan bahwa online shooping telah menjadi gaya hidup baru. Perilaku konsumtif adalah gaya hidup mewah yang tidak mempertimbangkan efek-efek dari perilaku tersebut. Lubis (Sumartono, 2002) mengatakan

k kegiatan yang meliputi i jujuala-beli barang atau jasa yak diminati masyarakat karena memiliki berbaga menghabiskan waaktktuu dadan tetenanagag , masyarakat d erbagai produk yang diinginkan, serta dapat mel i sistemm ppemembabayayarran nyayangngteltelahahddititenentutukkana ooleleh pen enjuaal.

an dan keamanaan n paadda onliline shoppingg hharus r

rene a hal ini akan berpengaruh untuk terjadinya tran merere-e-dedesisigngn sistem operasi onlilinene shoppingg ddanan m

an. Selain itu, kenyaamamanaan beerbrbelelana ja dalam ononlin ahan strategi guna menini gkatkatkakan kecepatan dan k enjual, mengiddenentitifikasi, mem milih,h dan mendadapat si yang dilakukan (Seideersr et al., 2000))..SeSelalainin itu, a banyaknynyaa peembm erian diskon pada momomemennttertent un et al., (2004); PPararasa uraman et al., (2005); Wol erson (2004); Yang et al (2005) dalam Jiang et

(3)

perilaku konsumtif adalah perilaku yang tidak lagi berdasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudah tidak rasional lagi. Seiders & Voss (2007:145) Sercice Convenience adalah konsep pelayanan yang memberikan kenyamanan kepada konsumen dengan memberikan kemudahan biaya waktu dan usaha konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

Menurut Jiang et al.,(2013) online shopping convenience memiliki dimensi yang baru untuk menghadapi persaingan yang ada yaitu:

a. Access Convenience terkait dengan waktu yang digunakan, ketersediaan produk, dan kemudahan mengakses pencarian.

b. Search Convenience terkait dengan kemudahan penggunaan website, kecepatan dalam pencarian barang yang dibutuhkan, design dari website, klasifikasi produk, dan alternatif pilihan untuk mencari produk yang diinginkan.

c. Evaluation Convenience terkait dengan informasi secara detail terkait dengan produk yang diinginkan, pemakaian teks/gambar untuk informasi produk, dan ketersediaan infromasi dalam mengidentifikasi produk yang berbeda.

d. Transaction Convenience terkait dengan cara pembayaran, metode pembayaran, dan kelancaran transaksi pembayaran.

e. Possession/Post-Purchase Convenience terkait kondisi produk yang diterima dalam kondisi baik, kesesuaian harga produk dengan nilai produk sebenarnya, dan kemudahan prosedur retur produk dalam.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah pengaruh overall service convenience online shopping Shopee terhadap behavioral intention di Suarabaya?

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan perilaku pembelian online shoppers setelah berbelanja menggunakan aplikasi pada Shopee dan untuk mengetahui hubungan overall convenience Shopee terhadap behavior intention di Surabaya.

Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu bagi manajemen, bagi peneliti, dan bagi pembaca. Bagi manajemen dapat memberikan masukan

dapi persaingan yang adaa yyaiatu:

Convenience terkait dengan waktu yang digunak ahan mengakses pepencncararian.n

Conveniencece terkait dengan kemudahan pengguna ian baaraangg yyanangg didibubututuhkhkanan, , dedesisigngn ddarii websi tif pililihhana untuk mencncarari iprodduku yyanang diinginkan.

tion Conveniencee tterkaiait dengngan informasi secara d

diiiingn inkan, pemakaian teks/gambar untuk informa asi dalam mengidentifikasi produduk kyang berbeda.

ctioonn CoConvnvenenieience terkterkaiit t dengnganan ccara pembayara aran transaksi pembayaran.

sion/Post-Purchahasese Conveveninence teterkait konddisi i p i baik, kesesuaian harargga produk dengan nila ahan prossededurur rreteur produk dalam.

(4)

dan evaluasi kebijakan yang ada terkait dengan service convenience. Bagi peneliti dapat memperoleh wawasan penelitian terkait dengan pengaruh service convenience pada online shopping yang menggunakan aplikasi. Bagi pembaca dapat meberikan sumbangan wawasan bagi rekan mahasiswa dan penelitian berikutnya serta pembaca pada umumnya.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausal yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari overall convenience terhadap behavioral intention pelanggan online shopping Shopee di Surabaya. Teknik penelitian yang digunakan adalah structural equation model untuk mengukur pengaruh variabel overall convenience yang dipengaruhi oleh access convenience, search convenience, evaluation convenience, transaction convenience, dan possession/post-purchase convenience mempengaruhi behavioral intention.

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang didapat langsung dari responden melalui pembagian kuesioner. Sumber data yang digunakan adalah instrumen penelitian berupa kuesioner yang diserahkan dan diisi sendiri oleh pelanggan yang dijadikan responden untuk memperoleh data-data mengenai tanggapan responden berdasarkan pernyataan yang ada. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sample. Teknik non-probability sample yaitu teknik pengambilan sampel dimana probabilitas setiap sampel dari populasi yang dipilih untuk digunakan tidak sama dan hasil dari studi tidak dapat digeneralisasikan untuk keseluruhan populasi (Sekaran, 2003). Jenis non-probability sampling yang digunakan adalah convenience sampling, yaitu teknik pengambilan anggota sampel yang dipilih, diambil berdasarkan kemudahan menemui responden yang diperlukan dengan menggunakan siapapun yang ditemui peneliti yang sesuai dengan karakteristik sampel yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menjadi sampel penelitian.

Menurut Hair et al (2010) menyatakan bahwa ukuran minimum sampel yang baik untuk penelitian dengan variabel construct sebanyak 7 atau lebih rendah menggunakan 150 responden sehingga dalam penelitian ini akan digunakan minimal 150 responden, yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada responden yang berdomisili di Surabaya.

ian ini menggunakan jenenisis penelitian kausal yang overall conveniencee terhadap p behavioral intention rabaya. Teknik pepenenelilitianan yyaangg digunakan adalah kur pengaruuh h vvarariaiabebell ovovereralall l coconvnveenience yan searchh ccononveveninienencee,, evevalaluauatitionon ccononveveninenncec , tra st-purchase convenienncecemempmpengagarruhi bebehahaviviooral ng digunakan padada pennelitiian n ini adalah data prim

re

responden melalui pembagian kuesioner. Sumber elitian berupa kuesioner yay ng ddisiseerahkan dan diisi onden untuk memperrololehehddata--dadatata mengenai tangg ng ada. Teknik pengambibilalan n sampel menggunak robability sampllee yyaitu teeknknik pennggambilan samampe opulasi yang dipilih untuuk k digunakan tidak sama da kan untuk kkekeseeluluruhan populasi (Sekaran, 2003). Je n adalah convenienccee sampling, yaitu teknik penga bil berdasarkan kemudahan menemui responden

(5)

Langkah-langkah pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Menentukan variabel elemen-elemen yang akan diukur.

2. Membuat kuesioner mengenai pengaruh overall convenience online shopping Shopee terhadap behavioral intention.

3. Membagikan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria responden yang telah ditetapkan.

4. Mengumpulkan jawaban kuesioner sebanyak kuesioner yang benar-benar layak diteliti. 5. Melakukan pengolahan dan menganalisis data lebih lanjut untuk penelitian lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji validitas dilakukan dengan sampel 30 responden yang didapat dari penyebaran kuesioner secara online terhadap masing-masing item pernyataan variabel access convenience, search convenience, evaluation convenience, transaction convenience, possession/post-purchase convenience, dan behavioral intention. Jika hasil korelasi pearson masing-masing pernyataan dengan skor total menghasilkan nilai signifikansi < 0,05, maka item pernyataan dalam kuesioner valid. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software SPSS 18.0 for windows.

Hasil pengujian validitas untuk masing-masing pernyataan pada variabel access convenience yaitu sebagai berikut :

Tabel 1

Hasil Uji Validitas Pernyataan Varabel Access Convenience

No Pernyataan Pearson Sig Ket

1. Saya dapat berbelanja kapanpun dalam aplikasi belanja online Shopee.

0,756** .000 Valid

2. Saya dapat memesan apapun dalam aplikasi belanja online Shopee.

0,746** .000 Valid

3. Aplikasi belanja online Shopee mudah diakses.

0,872** .000 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows.

Tabel 2

ulkan jawaban kuesionerr ssebebanyak kuesioner yang n pengolahan dan menganalisis data lebih lanjut un PEMBAHASAN

tas dilakukan dengan sampel 30 responden yan ra onlilinene ttererhahadadapp mamasisng-mng-masasining gititememppere nynyataan nience, evaluation ccononvenienencee,, transaction co venienncece,, ddanan behhaavioraral inteenntion.. JiJikaka hhassilil kore

n

ngag n skor total menghasilkan nilai signifikansi < ner valid. Pengujian dilakukan ddeengan menggunak

gujian validitas untuk k maasising-masing pernyat aitu sebagai berikikutut :

Tabel 1

Hasil UjUji i VaV liditas Pernyataan Varabel AcA cess aan PePeararsos n Sig apat berbelanja kapaanpnpun dalam

i belanja online Shopee.

(6)

Hasil Uji Validitas Variabel Search Convenience

No Pernyataan Pearson Sig Ket

1. Saya mudah mengerti dalam

menggunakan aplikasi belanja online Shopee.

0,672** .000 Valid

2. Dalam aplikasi belanja online Shopee saya dapat menemukan produk yang saya inginkan dengan cepat.

0,618** .000 Valid

3. Klasifikasi produk dalam aplikasi belanja online Shopee mudah dimengerti.

0,749** .000 Valid

4. Design website (tata letak, background aplikasi, tombol dan bar navigasi pencarian produk, pemilihan ukuran font dan jenis font) pada aplikasi belanja online Shopee menarik perhatian saya.

0,757** .000 Valid

5. Aplikasi belanja online Shopee memiliki banyak alternatif pilihan untuk mencari produk yang saya inginkan.

0,697** .000 Valid

Tabel 3

Hasil Uji Validitas Evaluation Convenience

No Pernyataan Pearson Sig Ket

1. Aplikasi belanja online Shopee menyediakan informasi secara detail mengenai produk yang saya inginkan.

0,797** .000 Valid

2. Aplikasi belanja online Shopee menggunakan teks/grafik (gambar) untuk informasi produk yang saya inginkan.

0,775** .000 Valid

3. Aplikasi belanja online Shopee memberikan informasi yang saya butuhkan dalam mengidentifikasi produk yang berbeda.

0,704** .000 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0

p p

online Shopee mmudah erti.

,

website (tata letak,k, bab ckgrouund i, tombol dan bar navigasi

an produk, pemilihan ukuran n jenis fofontnt))papadadaaplaplikikasasi i bebelalanjnjaa Shopee menarik perhatian saya.

0,757**

si bbelelananjaja online Shopopee ki banyak alternattifi ppililihihanan untnukk

i produk yang sayaya ingini kan.

0,69697*7***

Taabebel 3

Hasil Uji Valididitas EvEvalaluau tion Conveni

Pe

Pernrnyayatataanan PePeararsosonn S asi bbelelannjaja ono line Shopeeee

ediakan informasasi i ssecara ddete ail enai produk yang saya kan.

0,7997*7** .0

asi belananjaja ono line ShShopee gunakan teks//graafifik k (gambaaar)rr

informasi produk yang saya kan

0,

0,77775*5*** .0 da

(7)

Tabel 4

Hasil Uji Validitas Transaction Convenience

No Peryataan Pearson Sig Ket

1. Aplikasi belanja online Shopee memiliki cara pembayaran dengan sistem yang mudah.

0,679** .000 Valid

2. Saya dapat memilih cara pembayaran dalam aplikasi belanja online Shopee.

0,842** .000 Valid

3. Saya melakukan pembayaran dalam aplikasi belanja online Shopee tanpa mengalami hambatan.

0,727** .000 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows

Tabel 5

Hasil Uji Validitas Possession/Post-purchase Convenience

No Pernyataan Pearson Sig Ket

1. Produk yang saya pesan melalui aplikasi belanja online Shopee tanpa mengalami kerusakan.

0,796** .000 Valid

2. Harga produk yang saya beli dalam aplikasi belanja online Shopee sesuai dengan nilai produk sebenarnya.

0,824** .000 Valid

3. Aplikasi belanja online Shopee memberikan kemudahan dalam prosedur pengembalian produk yang tidak sesuai dengan rincian produk.

0,750** .000 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows apat memilih cara pembayyaraan

aplikasi belanja onnlilinne .

0,842** .000

melakukan pembayaran dalam i belanja online Shopee ttana pa

ami hambatanan..

0,

0727** .000

olah dataa SPSPSSSS118.8.00 fofor wiwindndowowss Taabebel 5

Hasil Uji Valididitas PoPosssesssision//Post-purchase C

Pernyayattaan PePeararsos n k

k yang saya pesan melalui aplikasi a ononlilinene Shopee tanpa mmenengag lami akan.n.

0, 0,79796*6***

produk yang saya bbelelii dadalam m apaplilikasi a ononlilinen Shopee sesuaaii dedengngana nilai k sebebenenaarnynya.a.

0, 0,828244**

asi belelananjaj online Shopee membeb rikan dahan dalam prosedurr pengembalian k yang titidad k sesuai dengan rincian k.

0,75750**

(8)

Tabel 6

Hasil Uji Validitas Variabel Behavioral Intention

No Peryataan Pearson Sig Ket

1. Saya pasti akan melakukan pembelian ulang dengan aplikasi belanja online Shopee.

0,858** .000 Valid

2. Saya berniat untuk melakukan pembelian melalui aplikasi belanja online Shopee.

0,910** .000 Valid

3. Kemungkinan saya akan

berbelanja menggunakan aplikasi belanja online Shopee dalam waktu dekat.

0,876** .000 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang. Dalam menilai reliabilitas item menggunakan standar cronbach’s alpha. Jika nilai cronbach’s alpha > 0,6 maka akan dinyatakan reliabel (Hair et al., 2010:124). Uji reliabilitas ini juga menggunakan sampel 30 responden yang diambil secara online dan di analisis menggunakan software SPSS 18.0 for windows.

Tabel 7 Hasil Uji Realibilitas

No Variabel Nilai Cronbach’s

Alpha

Keterangan

1. Access Convenience 0,686 Reliabel

2. Serach Convenience 0,735 Reliabel

3. Evaluation Convenience 0,629 Reliabel

4. Transaction Convenience 0,607 Reliabel

5. Possession/Post-purchase Convenience

0,699 Reliabel

6. Behavioral Intention 0,852 Reliabel

Sumber : Hasil olah data SPSS 18.0 for windows ¾ Measurement Model CFA

Model pengukuran ini diperoleh dari pengolahan data menggunakan software AMOS 22. Apabila terdapat indikator yang mempunyai standard loading <0,5 maka indikator tersebut akan dihilangkan dari model pengukuran. Dari hasil pengukuran yang di calculate estimates

p

ngkinan saya aakakan n anja menggunakan aaplplikkaasi i a online Shopee dalam

dekat.

0,876** .

olah dataSPSS 18.0 for wiwindows

litas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat an tetap konsisten aappabila dillakakukan penguku m menggunakan ssttanddar cronbach’s alalphphaa.. JiJikak n ny

nyataakan reliabel (Hair ete aal.l,, 2010:1:1242 ).). UUjiji rreleliaiabb ponden yang diambil secarra onlilinene ddananddi ananalalisisisi m

ws.

Ta

Tabel 7 Hasisil lUji Reealaibilitas Va

V riabbelel NilaaiiCrononbac Al Alppha AccessssCConnvev nience 0,0686 Serach Conveeninienencec 0,735 Evaluation Conveniience 0,629 Transaction Convenience 0 607

(9)

pada program AMOS 22 tampak beberapa indikator yang dibawah 0,5 seperti AC1, SE2, dan SE5. Pada hasil uji kecocokan model pengukuran diperoleh data sebagai berikut.

Gambar 7

Model Pengukuran Hasil Calculate Estimates AMOS Tabel 21

Hasil Uji Kecocokan Model Pengukuran

No Uji Kecocokan Kriteria Kecocokan Hasil Keterangan

1. CMIN/DF CMIN/DF ≤ 3 2,090 Good Fit

2. RMSEA RMSEA ≤ 0,08 0,074 Good Fit

3. GFI GFI ≥ 0,9 0,893 Marginal Fit

4. IFI IFI ≥0,9 0,874 Marginal Fit

5. CFI CFI ≥ 0,9 0,870 Marginal Fit

6. TLI/NNFI TLI ≥ 0,9 0,834 Marginal Fit

Sumber : Hasil Pengolahan AMOS, diolah

Tabel 22 menunjukkan hampir semua indikator dari variabel yang telah diteliti memiliki nilai standar loading >0,5 kecuali indikator AC1, SE1, SE2, dan SE5. Standar loading digunakan untuk uji validitas tahap kedua dengan nilai ≥ 0,5 yang menunjukkan indikator dari variabel telah memenuhi uji validitas sehingga dikarenakan nilai variabel SE1, SE2, dan SE5 di bawah ≤ 0,5 maka merujuk pada Hair et al., (2010) faktor loading mencapai ± 0,40 masih bisa diterima dengan sample size 200. Sedangkan dibawah 0,3 dianggap tidak memenuhi uji

Ga

G mbarr77

Model Pengukuran HHasill CaCalculate Estimates Taabebel l 212

Hasil Uji Keecocococokakann Model Pengukur i KeKecocococokakann Kriteria Kecocokan HaHassil CMININ/D/DF CMINN/D/ F ≤ 3 2,2,09090 RMSESEAA RMSESEA ≤ 0,08 0,0,070 4 GFII GFGFI I ≥≥ 0,9 0,0893

IFI IFI ≥00,9,9, 0,874

CFI CFI ≥ 0,009 0,870

(10)

validitas dan tidak akan digunakan dalam analisis selanjutnya. Siginifikansi pada model structural dilihat dari besar kecilnya nilai critical ratio dari nilai estimate. Jika nilai critical ratio > 1,96 maka hubungan tersebut secara statistik dapat dikatakan signifikan.

Tabel 22

Nilai Estimate dan Signifikansi Hubungan Indikator dan Konstruk Konstruk Penelitian Indikator Nilai Std. Loading C.R P-value Access Convenience AC2 0,624 6,063 *** AC3 0,696 *** Search Convenience SE1 0,475 *** SE2 0,477 4,900 *** SE3 0,661 5,640 *** SE4 0,683 5,813 *** SE5 0,465 4,697 *** Evaluation Convenience EC1 0,559 5,750 *** EC2 0,723 6,946 *** EC3 0,631 *** Transaction Convenience TC1 0,573 5,225 *** TC2 0,514 4,878 *** TC3 0,662 *** Possession/Post-Purchace Convenience PPC1 0,637 5,785 *** PPC2 0,747 6,194 *** PPC3 0,551 ***

Sumber : Hasil Pengolahan AMOS 22

¾ Second Order Overall Convenience Model

Berikut adalah gambar model pengukuran yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan softwareAMOS 22. Dari hasil model pengukuran yang di calculate pada program AMOS 22 yang ada pada gambar di bawah ini tampak memiliki RMSEA 0,70, p-value=0,000 dan tidak ada indikator yang memiliki standard loading <0,5 .

Indikator NiNlai Std. Lo Loading C.R e AC2 0,624 6,063 AC3 0,6696 e SE1 0,,447575 SEE22 0,0,447777 4,900 SE SE33 0,0,666161 5,640 S SE44 0,683 5,5,818 3 SE SE55 0,44665 4,,6697 e EC EC11 0,55595 55,750 EC EC22 0,723 6,6,949466 EC EC33 0,631 e TC TC11 0,57733 5,522225 TC T 22 0,51144 4,,87878 TC TC33 0,0,666622 st-e PP PPC1C 0,0636377 5,578785 PP PPC2C2 0,747 6,6,19194 PP P C33 0,0,555511 Pengolahahan nAMOS 22

Order OveralllCCononveveninence MMMododele

(11)

Tabel 25

Hasil Uji Kecocokan Model Pengukuran

No Uji Kecocokan Kriteria Kecocokan Hasil Keterangan

1. CMIN/DF CMIN/DF ≤ 3 2,131 Good Fit

2. RMSEA RMSEA ≤ 0,08 0,075 Good Fit

3. GFI GFI ≥ 0,9 0,886 Marginal Fit

4. IFI IFI ≥0,9 0,861 Marginal Fit

5. CFI CFI ≥ 0,9 0,858 Marginal Fit

6. TLI/NNFI TLI ≥ 0,9 0,827 Marginal Fit

Sumber : Hasil Pengolahan AMOS, diolah.

Gambar 8

Model Pengukuran Hasil Calculate Estimates AMOS Second order overall convenience

A. Structural Equation Modeling (SEM)

Berikut adalah gambar model pengukuran yang diperoleh dari penglohan data

menggunakan software AMOS 22. Dari hasil model pengukuran yang di calculate pada

program AMOS 22 yang ada pada gambar di bawah ini tampak RMSEA 0,76, p-value=0,000

dan tidak ada indikator yang memiliki standard loading <0,5. TLI/NNFI TLI≥ 0,9 0,827 Pengolahan AMOS, diololahah.

Gambar 8

(12)

Gambar 9

Model Pengukuran Hasil Calculate Estimates Amos

Tabel 26

Hasil Uji Kecocokan Model Pengukuran

No Uji Kecocokan Kriteria Kecocokan Hasil Keterangan

1. CMIN/DF CMIN/DF ≤ 3 1,964 Good Fit

2. RMSEA RMSEA ≤ 0,08 0,069 Good Fit

3. GFI GFI ≥ 0,9 0,870 Marginal Fit

4. IFI IFI ≥0,9 0,866 Marginal Fit

5. CFI CFI ≥ 0,9 0,862 Marginal Fit

6. TLI/NNFI TLI ≥ 0,9 0,839 Marginal Fit

Sumber : Hasil Pengolahan AMOS, diolah.

Evaluasi terhadap parameter yang menunjukkan hubungan kausal atau pengaruh antar satu variabel laten terhadap laten lainnya. Uji hipotesis dilakukan dengan melihat nilai CR untuk setiap koefisien. Nilai CR signifikan apabila ≥ 2,00 dan P < 0,005 yang berarti hipotesis dapat diterima. Apabila, nilai CR <2,00 dan P > 0,05 maka tidak signifikan dan hipotesis ditolak. Uji hipotesis juga dapat dilakukan dengan melihat CR, angka yang dibawah 2,00 berarti tidak signifikan dan hipotesis ditolak.

Gambmbarr99

Model Pengukuran Hasil CaC lclcuulatate e EsEstitimamatete

Taabebel l 262

Hasil UjiiKeKecocococokakan n MModel Pengukur i KeKecocococ kakann Kriteria Keccocokan HaHasisl CMMININ/D/DFF CMINN/DF ≤ 33 1,969 4 RMMSESEAA RMSEEA ≤ 0,08 0,00069 GFFII GFGFI ≥ 0,9 00,870 IFI IFI ≥0,9,9 0,866 CFI CFI ≥ ≥0,0099 0,862 TLI/NNFI TLTLII ≥≥ 00,99 0,839 P l h AMOS di l h

(13)

Besarnya pengaruh antar variabel dilakukan dengan melihat nilai estimate pada setiap jalur. Semakin besar nilai menunjukkan bahwa pengaruh semakin besar antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

TABEL 27

Evaluasi Terhadap Koefisien Model Structural Kaitannya Dengan Hipotesis Penelitian Estimate C.R P-value Keterangan

OCÅBI 1,625 5,168 0,000 Signifikan

Sumber : Hasil Pengolahan AMOS, diolah

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dilanjutkan dengan pengujian secara statistik melalui bantuan program AMOS 22 yang menunjukkan bahwa hipotesis telah diterima. Hipotesis tersebut adalah adanya pengaruh positif signifikan overall convenience terhadap behavioral intention. Hasil dari uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hasilnya sebesar 5,168 sehingga telah memenuhi syarat CR > 1,96 dan terbukti dengan nilai P sebesar 0,000 < 0,005.

Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel overall convenience yang dipengaruhi oleh access convenience, search convenience, evaluation convenience, transaction convenience, dan possession/post-purchase convenience mempengaruhi behavioral intention. Jadi dengan adanya kenyamanan yang diberikan oleh Shopee berpengaruh pada perilaku pembelian penggunanya.

Berdasarkan hasil penelitian, variabel overall convenience berperngaruh signifikan positif terhadap behavioral intention. Oleh sebab itu, keseluruhan layanan yang telah disediakan pihak manajamen Shopee sangat penting bagi para penggunan untuk berbelanja online secara berkala. Dalam menjaga hubungan baik antara pihak manajemen untuk pembelian yang berulang maka, pihak manajemen Shopee dapat meningkatkan sistem server yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun, kemudahan navigasi untuk mencari produk yang diinginkan pengguna, ketersediaan informasi produk secara detail, dan adanya sistem penyaringan seller sebelum menjual produk dalam Shopee guna menjaga trust pengguna. Sedangkan penelitian selanjutnya di masa mendatang yaitu dengan menambahkan variabel

Pengolahan AMOS, diolahah

AN DAN SARAN

an hasil penelitian tersebubut maka dilanjutkan deng an proggrar m m AMAMOSOS 2222 yayangng mmenenununjujukkkkaan bahw ebut adalah adanya ppenengaruh h posisititf signifikan o tention. Hasil dararii uji hihipoteesiss yang telah dilaku

sehingga telah memenuhi syarat CR > 1,96 dan ter

elitian juga menunjukan bbahwaa vvarariabel ovvereralall l co convenience, search ccononveveninence, evaluation dan possession/pposost-t purchahases convevenience mempen adanya kenyamanan yangng diberikan oleh Shopee

ggunanyya.a.

an hasil penelitiann, vavarriabel ovovveraall convenience be vioral intention Oleh sebab itu keseluruhan lay

(14)

overall satisfaction yang dipengaruhi oleh variabel acces convenience, search convenience, evaluation convenience, transaction convenience, dan possession/post-purchase convenience berdasarkan Mpinganjira (2015).

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi dimana karyawan merasa tidak sakit, karena pada lingkungan kerja sudah dilakukan perancangan desain yang ergonomis, sehingga faktor kebersihan, suhu dan

Dengan melakukan perencanaan pajak yang baik dan tepat, Wajib Pajak dapat menghasilkan laba usaha yang sesuai dengan kepentingan pihak-pihak tertentu dalam perusahaan dan

Sehingga, akuntan yang memiliki respon atas Adversity Quotient berupa camper memiliki kompetensi yang berada distandar seorang akuntan, dimana kompetensi itu tidak

Dari hasil p engolahan data dan observasi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa saat ini taman kota atau taman terbuka hijau di Surabaya kurang memfasilitasi orang

Perkembangan ini secara signifikan telah mempengaruhi perilaku pemustaka dan mendorong perpustakaan untuk melakukan transformasi dari perannya yang tradisional dan pasif

Sehingga kemungkinan penyebab kurangnya kontrol glukosa darah adalah kurangnya kepatuhan terhadap penggunaan terapi yang sebagaimana dalam penelitian ini, peneliti

Alami tingkat kepuasannya akan meningkat., Atribut yang tergolong one-dimensional yaitu ada 4 atribut, Pada kategori ini jika atribut tersebut dipenuhi maka pelanggan merasa

Diagram pareto akan berkaitan erat dengan cause-and-effect diagram dalam menggambarkan rule 80/20, yaitu 20% faktor penyebab kecacatan menyebabkan 80% kejadian cacat yang