PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT
BELAJAR TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN
AKUNTANSI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI
VARIABEL PEMODERASI
(Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha)
1
Putu Era Sugiartini,
1Nyoman Trisna Herawati,
2Luh Gde Erni
Sulindawati
Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: { erasugiar
@gmail.com
, [email protected]
,
[email protected] }@undiksha.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan sebagai variabel pemoderasi. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data adalah melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha yang saat ini sedang berada di semester 7 (tujuh) yang berjumlah 241 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling dan dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sample sebanyak 91 orang. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan menggunakan Moderating Regression Analysis dengan bantuan software SPSS versi 24.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, (2) minat belajar berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, (3) kepercayaan diri memperlemah pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi dan (4) kepercayaan diri memperlemah pengaruh antara minat elajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Minat Belajar, Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri.
Abstract
This research aims at knowing the effect of emotional intelligence and learning interest toward the understanding level of accountancy with self-confidence as moderating variable. The kind of this research is qualitative by using primary data. The technique of collecting the data is by using questionnaire. The populations are the students of bachelor program of accountancy department Ganesha University of Education, who are in the seventh (VII) semester in the amount 241 people. The technique of taking the sample uses non probability
sampling by choosing slovin formula so it gets sample as many as 91 people. The analysis data uses the analysis of simple linear regression and uses moderating regression analysis by assistance of SPSS software version 24.
The result of this research shows that (1) emotional intelligence has significant positive effect toward the understanding level of accountancy, (2) learning interest has significant positive effect toward the understanding level of accountancy, (3) self-confidence weakens the effect of emotional intelligence toward the understanding level of accountancy, (4) self-confidence weakens the effect of learning interest toward the understanding level of accountancy.
Key words: emotional intelligence, learning interest, understanding of accountancy, self-confidence.
PENDAHULUAN
Dalam dunia pendidikan ada banyak faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan mampu memahami pelajaran yang diberikan oleh pengajar. Salah satu faktor pendukung untuk menciptakan manusia yang berkualitas yaitu dengan memiliki kecerdasan yang salah satunya adalah kecerdasan emosional.
Goleman (2003), menyatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi serta menunda kepuasan dan mengatur keadaan jiwa. Motivasi diri tersebut berkaitan dengan tingkat rasa percaya diri seseorang sehingga mampu memahami akuntansi. Hasil penelitian Daniel Goleman (1995 dan 1998) dan beberapa riset di Amerika (dalam Rachmi, 2010), memperlihatkan bahwa kecerdasan intelektual hanya memberikan kontribusi 20 persen terhadap kesuksesan hidup seseorang. Sisanya 80 persen bergantung pada kecerdasan emosi, kecerdasan social dan kecerdasan spiritualnya.
Firdaus (2012) di tinjau dari segi minat belajar, pada dasarnya masih banyak mahasiswa yang masih memiliki minat belajar yang rendah. Untuk menumbuhkan minat belajar mahasiswa bukanlah hal yang gampang. Seorang dosen akan berusaha untuk menjadikan mahasiswanya dapat menggunakan bakat
dan waktunya dikampus agar tujuan belajar dapat dicapai dengan maksimal.
Suwardjono (1999) dalam Artana
(2014) mengungkapakan tujuan
pemahaman akuntansi yaitu untuk memahami akuntansi tanpa menimbulkan kekeliruan tentang arti dari akuntansi, menanamkan sikap positif terhadap pengetahuan akuntansi yang cukup luas bagi yang tidak mengambil jurusan akuntansi dan agar dapat memotivasi pengetahuan akuntansi dalam praktik
bisnis atau organisasi yang
keberhasilannya ditentukan oleh informasi keuangannya.
Ariantini (2014) mengatakan
keterkaitan variabel kecerdasan
emosional dengan kepercayaan diri adalah mahasiwa yang memiliki kecerdasan emosi yang baik akan mudah bergaul dengan baik, mengenali dirinya, dan memiliki tanggungjawab dalam kehidupannya. Sehingga, akan membuat mahasiswa memiliki rasa percaya diri. Melalui pelatihan kecerdasan emosi, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri dimana mahasiswa akan mampu atau berani menunjukkan potensi yang dimilikinya, sehingga mereka mampu mencapai tujuan hidup dengan sukses tanpa merugikan orang lain.
Penelitian ini merujuk pada penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Arianti, NK (2014) yang berjudul Pengaruh Kecerdasan Emosional dan
Minat Membaca Terhadap Tingkat
Pemahaman Akuntansi dengan
Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas di Bali). Perbedaan dalam penelitian ini adalah dengan mengganti variabel minat membaca dengan minat belajar. Variabel minat belajar dipilih adalah untuk mengetahui apakah minat belajar memiliki pengaruh yang besar dibandingkan dengan hasil dari penelitian yang dilakukan terdahulu. Penelitiaan ini juga menggunakan kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi.
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut: (1) Apakah kecerdasan emosional
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi? (2) Apakah minat belajar berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi? (3) Apakah kecerdasan emosional berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi? (4) Apakah minat belajar
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi dengan
kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi? Sedangkan tujuan penelitian sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui
apakah kecerdasan emosional
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi. (2) Untuk mengetahui apakah minat belajar
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi. (3) Untuk
mengetahui apakah kecerdasan
emosional berpengaruh terhadap tingkat pemahaan akuntansi dengan kepercaaan diri sebagai variabel pemoderasi. (4) Untuk mengetahui apakah minat belajar
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi dengan
kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi.
Goleman (2000) menjelaskan emosi sebagai suatu perasaan yang disertai pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, serta
serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Kecerdasan emosional berhubungan dengan kemampuan mengontrol implus sehingga dapat bertindak dengan cara-cara yang tidak berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan kata lain, fokus dari kecerdasan emosi adalah pengendalian diri dan empati. Menurut penelitian Rachmi (2010) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap pemahaman akuntansi. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Artana (2014) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara
kecerdasan emosional dengan
pemahaman akuntansi. Dari uaraian tersebut dapat ditarik hipotesis yaitu:
H1 :kecerdasan emosional
berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Menurut Slameto (2010), minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan itu diminati, diperhatikan terus-menerus dengan disertai rasa senang sehingga diperoleh kepuasan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran tidak sesuai dengan minat, maka seseorang tersebut tidak akan belajar sebaik-baiknya. Menurut penelitian Ariyantini (2010) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar masiswa akuntansi. Minat belajar ditandai dengan faktor emosional, faktor dari dalam diri dan faktor dari luar dirinya yang dapat mendorong mahasiswa dalam belajar. Dengan minat belajar yang tinggi maka mahasiswa akan dapat memiliki tingkat pemahaman akuntansi yang tinggi juga. Dengan demikian hipotesisnya adalah:
H2 :minat belajar berpengaruh
terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Stein & Book (2002) dalam Arianti (2014) mengatakan keterkaitan variabel
kepercayaan diri adalah mahasiwa yang memiliki kecerdasan emosi yang baik akan mudah bergaul dengan baik, mengenali dirinya, dan memiliki tanggungjawab dalam kehidupannya sehingga akan membuat mahasiswa memiliki rasa percaya diri. Pelatihan kecerdasan emosi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri dimana mahasiswa akan mampu atau berani menunjukkan potensi yang dimilikinya, sehingga mereka mampu mencapai tujuan hidup dengan sukses tanpa merugikan orang lain. Hasil penelitian Arianti (2014) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri. Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H3 :kecerdasan emosional
berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi
Ariyantini (2010) mengatakan minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya untuk mencapai benda atau tujuan yang diminati itu. Minat belajar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, begitupula sebaliknya jika minat belajar rendah maka akan menghasilkan prestasi yang rendah pula. dengan kepercayaan diri yang tinggi maka seseorang akan yakin terhadap kemampuannya sendiri dan memiliki haapan yang realistis, jika harapan mereka tidak dapat terwujud maka seseorang itu akan tetap berpikir positif.
Minat belajar ditandai dengan faktor emosional, faktor dari dalam diri dan faktor dari luar dirinya yang dapat mendorong mahasiswa dalam belajar. Jika minat belajar yang tinggi diimbangi dengan kepercayaan diri maka akan lebih menambah tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa, karena kepercayaan diri akan mendorong mahasiswa untuk lebih mingatkan belajrnya agar mencapai hasil
yang maksimal. Berdasarkan uraian diatas maka hipotesisnya yaitu:
H4 :minat belajar berpengaruh
signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebaai variabel pemoderasi.
METODE
Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Dari variabel tersebut dapat ditentukan indikator, instrument penelitian dan sampel yang digunakan, kemudian peneliti mengumpulkan data dengan instrument yang berupa penyebaran kuisioner. Setelah data terkumpul baru akan diuji dengan uji validitas dan uji realibilitas terlebih dahulu. Teknik analisis kuantitaif ini menggunakan teknik analisis Uji
Regresi Linier Sederhana dan
menggunakan Moderating Regression
Analysis dilakukan SPSS versi 24, yang
kemudian hasilnya akan diinterpretasikan dan terakhir adalah pengambilan kesimpulan dan saran.
Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha yang saat ini sedang berada di semester 7 (tujuh) yang berjumlah 241 orang dengan sampel berjumlah 90 orang.Teknik pengambilan sampel (sampling) yang digunakan adalah
NonProbability Sampling yang dimana
kriteria dalam pemilihan sampel yaitu mahasiswa semester 7 yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan telah menempuh mata kuliah Pengantar Akuntasi 1, Pengantar Akuntansi 2, Akuntansi Keuangan 1, Akuntansi Keuangan 2, Akuntansi Lanjutan 1, Akuntansi Lanjutan 2, Auditing 1, Auditing 2, Akuntansi Biaya, Akuntansi Sektor Publik, Sistem Informasi Akuntansi dan Akuntansi Pemerintahan.
Variabel independennya adalah kecerdasan emosional dan minat belajar. Kecerdasan emosional dalam penelitian ini adalah kemampuan yang sesuai dengan suara hati sebagai prinsip untuk memberikan rasa aman, member motivasi untuk diri sendiri, meningkatkan ketahanan dalam menghadapi kegagalan, serta mampu mengendalikan emosi yang dipengaruhi oleh lima (5) indikator, yaitu (1) kesadaran diri;(2) pengenalan diri; (3) motivasi; (4) empati dan (5) keterampilan sosial. Sedangkan Minat merupakan kecendrungan atau pemusatan perhatian dan mengenang beberapa aktivitas yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauan. Sedangkan belajar merupakan tahap atau proses pada seluruh tingkah laku yang relatif sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi minat belajar merupakan suatu penerimaan akan suatu hubungan atau kecendrungan antara diri sendiri dengan diluar diri sendiri atau keinginan yang besar terhadap sesuatu yang ingin dicapai. Minat belajar memiliki tiga (4) indikator di dalamnya yaitu (1) focus dalam mengikuti proses belajar; (2) merasa butuh dalam pelajaran; (3) memiliki keinginan yang kuat atau gairah yang tinggi dalam belajar; dan (4) aktif, kreatif dan produktif dalam pembelajaran.
Variabel dependennya yaitu tingkat
pemahaman akuntansi Akuntansi
merupakan proses pencatatan yang bersifat dan prosedural dan bukan sebagai perangkat pengetahuan yang melibatkan penalaran dalam menciptakan prinsip, prosedur, teknis dan metode terntentu. Sedangkan pemahaman akuntansi adalah tingkat kemampuan seseorang untuk dapat mengenal dan mengerti tentang akuntansi, dimana lulusan akuntansi disebut dengan akuntan.Para profesi akuntan di Indonesia tergabung dalam organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Ada beberapa bidang akuntan di Indonesia yaitu Akuntan Pemerintah, Akuntan Publik, Akuntan
Pendidik dan Akuntan Intern. Dalam menunjang profesi akuntan tersebut lulusan harus mampu menguasai ilmu akuntansi seperti Pengantar Akuntasi 1, Pengantar Akuntansi 2, Akuntansi Keuangan 1, Akuntansi Keuangan 2, Akuntansi Lanjutan 1, Akuntansi Lanjutan 2, Auditing 1, Auditing 2, Akuntansi Biaya, Akuntansi Sektor Publik, Sistem Informasi Akuntansi dan Akuntansi Pemerintahan. Variabel pemoderasi dalam penelitian ini yaitu kepercayaan diri yaitu Kepercayaan diri yaitu keyakinan seseorang dalam segala aspek atas kelebihan yang dimilikinya sehingga mampu untuk mencapai tujuan dalam hidupnya, dengan kepercayaan diri yang tinggi maka seseorang akan lebih berempati kepada orang lain. Kepercayaan diri memiliki empat (4) komponen yaitu percaya akan kemampuan yang dimiliki, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki rasa positif pada diri sendiri dan berani mengungkapkan pendapat.
Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis regresi linear sederhana
dan regresi moderasi. Sebelum
melakukan uji regresi linear sederhana, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas) dan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji
multikolinearitas dan uji
heterokedastisitas). Pengujian dalam
penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 24.
HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL
Berikut adalah hasil uji menggunakan bantuan SPSS (Statistical
Packagefor Social Science) versi 24:
Berdasarkan hasil Output SPSS dapat dilihat bahwa nilai Tolerance dari masing-masing variabel lebih dari 0,10 dan nilai VIF dari masing-masing variabel bebas lebih kecil dari 10. Jadi, dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas
Tabel 2. Hasil Analisis R diantara Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 0,750 0,563 0,557 1,968
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 2 hasil analisis korelasi antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman
akutansi didapat nilai Rhitung sebesar 0,750.
Hubungan positif, artinya peningkatan kecerdasan emosional akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi. Nilai Rtabel dengan N = 81 adalah 0,2186. Nilai
Rhitung lebih dari nilai Rtabel (0,750 >
0,2186). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan (korelasi) yang positif
dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi. Nilai R square sebesar 0,563 artinya bahwa 56,3% tingkat pemahaman akutansi (Y) dipengaruhi oleh kecerdasan
emosional (X1), sedangkan 43,7%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam persamaan regresi tersebut
Tabel 3. Hasil Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient T Sig. B Std. Erorr Beta 1 (Constan) 25,344 2,512 10,091 0,000 KE 0,649 0,064 750 10,081 0,000
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 3 hasil perhitungan konstanta sebesar 25,344 dan koefisien regresi (KE) sebesar 0,649, sehingga bentuk persamaan regresi antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi adalah Ŷ=
25,344 + 0,649KE Persamaan regresi
tersebut menjelaskan ramalan yang menyatakan bahwa peningkatan satu satuan (unit) kecerdasan emosional akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi sebesar 0,649 unit pada konstanta 25,344
Tabel 4. Hasil Ketepatan Model Persamaan Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana
Model SquaresSum of Df Mean square F Sig.
1 Regression 393,786 1 393,786 101,634 0,000
Residual 306,090 79 3,875
Total 699,877 80
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 4 hasil analisis regresi linier sederhana dapat dilihat bahwa nilai signifikasi pada tebel diatas adalah 0,000 kurang dari 0,05. Jadi
dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi Ŷ= 25,344 + 0,649KE dapat digunakan.Yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara
kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi.
Tabel 5. Hasil Analisis R diantara Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Model R R Square Adjusted RSquare Std. Error of the Estimate
1 0,539 0,291 0,282 2,507
Sumber : Data Primer Diolah, 2017
Berdasarkan pada Tabel 5 hasil analisis korelasi antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi
didapat nilai Rhitung sebesar 0,539.
Hubungan positif, artinya peningkatan kecerdasan emosional akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi. Nilai Rtabel dengan N = 81 adalah 0,2186. Nilai
Rhitung lebih dari nilai Rtabel (0,539 >
0,2186). Jadi, dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan (korelasi) yang positif dn signifikan antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi. Nilai R
square sebesar 0,291 artinya bahwa
29,1% tingkat pemahaman akutansi (Y)
dipengaruhi oleh minat belajar (X2),
sedangkan 70,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam persamaan regresi tersebut
Tabel 6. Hasil Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient t Sig. B Std. Erorr Beta 1 (Constan) 29,650 3,688 8,041 0,000 MB 0,517 0,091 0,539 5,689 0,000
Sumber : Data Primer Diolah, 2017
Berdasarkan pada Tabel 6 hasil perhitungan konstanta sebesar 29,650 dan koefisien regresi (MB) sebesar 0,517, sehingga bentuk persamaan regresi antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi adalah Ŷ= 29,50 +
0,517KMB Persamaan regresi tersebut
menjelaskan ramalan yang menyatakan bahwa peningkatan satu satuan (unit) minat belajar akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi sebesar 0,517 unit pada konstanta 29,650.
Tabel 7. Hasil Ketepatan Model Persamaan Analisis Persamaa Regresi Linier Sederhana
Model Sum of
Squares Df Mean square F Sig.
1 Regression 203,383 1 203,383 32,361 0,000
Residual 496,493 79 6,285
Total 699,877 80
Sumber : Data Primer Diolah, 2017
Berdasarkan pada Tabel 7 hasil analisis regresi linier sederhana dapat dilihat bahwa nilai signifikasi pada tebel diatas adalah 0,000 kurang dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa model
persamaan regresi Ŷ= 29,50 + 0,517KMB dapat digunakan.Yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi.
Tabel 8. Hasil Analisis R Square diantara Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel Moderasi
Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 0,769 0,591 0,575 1,928
Sumber : Data Primer Diolah, 2017
Berdasakan pada Tabel 8 hasil analisis korelasi antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi dengan kepercayaan diri sebagai
variabel moderasi didapat nilai Rhitung
sebesar 0,769. Hubungan positif, artinya peningkatan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi. Nilai Rtabel dengan N = 81 adalah 0,2186. Nilai
Rhitung lebih dari nilai Rtabel (0,769 >
0,2186). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan (korelasi) yang positif dn signifikan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi. Nilai R square sebesar 0,591 artinya bahwa 59,1% tingkat pemahaman akutansi (Y) dipengaruhi oleh variansi interaksi kecerdasan emosional, sedangkan 40,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam persamaan regresi tersebut.
Tabel 9. Hasil Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient T Sig. B Std. Erorr Beta 1 (Constan) -20.397 33.504 -0.609 0.544 KE 1.971 0.866 2.280 2.277 0.026 KD 1.100 0.836 1.117 1.315 0.192 KE*KD -.032 0.022 -2.253 -1.484 0.142
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 9 hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,142 > 0,05 yang menunjukkan bahwa bahwa kecerdasan emosional tidak dimoderasi oleh kepercayaan diri dalam
pengaruhnya terhadap tingkat
pemahaman akuntansi, sehingga bentuk persamaan regresi antara kecerdasan
emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi dengan kepercayaan diri sebagai
variabel moderasi adalah Ŷ=0
Berdasarkan persamaan regresi diperoleh arah koefisien yaitu kecerdasan emosional
berpengaruh terhadap tingkat
pemahaman akuntansi namun tidak dimoderasi oleh kepercayaan diri.
Tabel 10. Moderate Regression Analysis pada Interaksi antara Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai
Variabel Moderasi
Model SquaresSum of Df Mean square F Sig.
1 Regression 413.688 3 137.896 37.101 0,000
Residual 286.189 77 3.717
Total 699,877 80
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 10 hasil
Moderate Regression Analysis dapat
dilihat bahwa nilai signifikasi pada tebel
diatas adalah 0,000 kurang dari 0,05. Jadi dapat disimpilkan bahwa model persamaan regresi Ŷ=0 dapat digunakan.
Tabel 11. Hasil Analisis R Square diantara Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel Moderasi
Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 0.579 0.335 0.309 2.458
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 11 hasil analisis korelasi antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akutansi dengan kepercayaan diri sebagai
variabel moderasi didapat nilai Rhitung
sebesar 0,579. Hubungan positif, artinya peningkatan minat belajar dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi akan diikuti dengan meningkatnya pemahaman akutansi. Nilai Rtabel dengan N = 81 adalah 0,2186. Nilai
Rhitung lebih dari nilai Rtabel (0,579 >
0,2186). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan (korelasi) yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi. Nilai R square sebesar 0,335 artinya bahwa 33,5% tingkat pemahaman akutansi (Y) dipengaruhi oleh variansi interaksi minat belajar dan, sedangkan 66,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam persamaan regresi tersebut.
Tabel 12. Hasil Analisis Persamaan Moderate Regression Analysis (MRA)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient t Sig. B Std. Erorr Beta 1 (Constan) 6.510 43.420 0.150 0.881 MB 1.319 1.062 1.374 1.242 0.218 KD 0.452 1.107 0.459 0.408 0.684 MB*KD -0.017 0.027 -1.242 -0.631 0.530
Sumber : Data Primer Diolah (2017) Berdasarkan pada Tabel 12 hasil perhitungan nilai signifikan yaitu 0,530 > 0,05 yang menunjukkan bahwa minat belajar tidak dimoderasi oleh kepercayaan diri dalam pengaruhnya terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Sehingga bentuk persamaan regresi antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi
dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi adalah Ŷ=0. Berdasarkan persamaan regresi diperoleh arah koefisien negatif yang menunjukkan bahwa interaksi minat belajar dan kepercayaan diri tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akutansi.
Tabel 13. Moderate Regression Analysis pada Interaksi antara Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel
Moderasi
Model Sum of
Squares Df Mean square F Sig.
1 Regression 234.638 3 78.213 12.945 0,000
Residual 465.238 77 6.042
Total 699,877 80
Berdasarkan pada Tabel 13 hasil
Moderate Regression Analysis dapat
dilihat bahwa nilai signifikasi pada tebel diatas adalah 0,000 kurang dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi Ŷ=0.
PEMBAHASAN
Berdasarkan pada hasil analisis statistik ditemukan bahwa variabel
kecerdasan emosional (X1) memiliki
tingkat signifikansi sebesar 0,563 > 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,649 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Kecerdasan emosional juga memiliki rhitung
lebih besar daripada rtabel yaitu sebesar
10,081 > 0,2186. Hal ini sesuai dengan H1
yang menyatakan bahwa variabel kecerdasan emosional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hariyoga dan Suprianto (2011) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dan hasil penelitian dari Ariantini (2014) yang mengemukakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Kecerdasan emosional sangatlah penting dalam peningkatan pemahaman akuntansi bagi mahasiswa. Dalam
kecerdasan emosional terdapat
komponen-komponen seperti kesadaran diri, penengendalian diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial yang sangat mendukung seorang mahasiswa dalam proses belajarnya setiap hari sehingga mampu meningkatkan pemahaman akuntansi mereka dan dapat dipergunakan saat sudah terjun ke dunia kerja.
Berdasarkan hasil analisis statistic ditemukan bahwa variabel minat belajar (X2) memiliki tingkat signifikansi sebesar
0,291 > 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 5,689 maka H0 ditolak dan H2
diterima. Minat belajar memiliki rhitung lebih
besar dari rtabel yaitu sebesar 0,539 >
0,2186. Hal ini sesuai dengan H2 yang
menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang posotif dan signifikan antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan oleh Fadila dan Listiadi (2016) yang mengemukakan bahwa minat belajar berpengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dan hasil penelitian dari Ariayantini (2010) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara minat belaajr terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar sangat penting dalam keerhasilan
mahasiswa untuk meningkatkan
pemahamannya terhadap akuntansi. Dengan adanya minat belajar yang tinggi maka seorang mahasiswa akan lebih mudah dalam pencapain tujuan pembelajaran. Dalam minat belajar terdapat 2 faktor yang dapat mendukung mahasiswa, yaitu faktor dari dalam diri mahasiswa itu sendiri dan faktor dari lingkungan mahasiswa tersebut.
Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan bahwa pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap tingkat
pemahaman akuntansi dengan
kepercayaan diri sebagai variabel moderasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,591 > 0,05 dan memiliki koefisien negatifsebesar -0,032. Selain itu rhitung leih besar dari pada rtabel yaitu sebesar
0,769 > 0,2186. Hal ini tidak sesuai
dengan H3 yang menyatakan bahwa
variabel kecerdasan emosional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi. Hal ini dikarenakan nilai signifikan lebih besar daripada nilai yang telah ditentukan yaitu seesar 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri memperlemah hubungan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil
penelitian ini menolak hasil penelitian yang dilakukan oleh Ariantini (2014) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi.
Hal ini menunjukkan bahwa jika kecerdasan emosional tidak dapat didukung oleh kepercayaan diri yang tinggi. Karena kecerdasan emosional lebih fokus terhadap pengendalian diri, empati, motivasi, pengenalan diri, kesadaran diri dan keterampilan sosial, sedangkan kepercayaan diri lebih fokus pada kemampuannya dalam menunjukkan kelebihan dalam dirinya. Jadi antara
kecerdasan emsoional dengan
kepercayaan diri tidak saling mendukung dalam peningkatan pemahaman akuntansi seseorang.
Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan bahwa pengaruh variabel minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,335 <0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar -0,017. Selain itu rhitung leih besar dari pada rtabel
yaitu sebesar 0,579> 0,2186. Hal ini tidak
sesuai dengan H4 yang menyatakan
bahwa variabel minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat
pemahaman akuntansi dengan
kepercayaan diri sebagai variabel moderasi.Hal ini dikarenakan nilai signifikan leih besar daripada nilai yang telah ditentukan yaitu seesar 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri memperlemah pengaruh minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu, dimana penelitian terseut dilakukan oleh Fadila dan Listiadi (2016) yang menyatakan bahwa kepercayaan diri memperlemah pengaruh antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Minat belajar cenderung
menghasilkan prestasi yang tinggi, begitupula dengan sebaliknya.Minat belajar ditandai dengan faktor emosional, faktor dari dalam diri dan faktor dari luar dirinya. Sedangkan dengan kepercayaan diri yang tinggi maka mahasiswa akan yakin terhadap kemampuannya sendiri serta memilki harapan yang realistis. Jadi antara minat belajar yang tinggi tidak diperkuat oleh kepercayaan diri dalam peningkatan pemahaman akuntansi, namun sebaliknya kepercayaan diri memperlemah minat belajar itu sendiri.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan analisis data penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel Moderasi, maka peneliti dapat menarik kesimpulan yaitu, sebagai berikut:
1. Kecerdasan Emosional memiliki pengaruh terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan
emosional terhadap tingkat
pemahaman akutansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hariyoga dan Suprianto (2010) yang menyatakan Kecerdasan Emosional berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi.
2. Minat Belajar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akutansi. Hasil Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadila dan Listiadi (2016) yang mengemukakan bahwa Minat Belajar berpengaruh positif yang signifikan terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi.
3. Kepercayaan Diri memperlemah
Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arianti (2014) yang mengemukakan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang positif dan
signifikan antara Kecerdasan
Emosional terhadap Tingkat
Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel Moderasi.
4. Kepercayaan Diri memperlemah pengaruh antara Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu, dimana penelitian tersebut dilakukan oleh Fadila dan Listiadi (2016) yang menyatakan bahwa kepercayaan diri memperlemah pengaruh antara minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
.
Saran
Adapun saran dalam penelitian ini yaitu, sebagai berikut:
1. Sampel dalam penelitian ini masih terbatas hanya satu tempat pada Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan jumlahnya masih terbatas, untuk penelitian selanjutnya agar menambah jumlah sampel dan memperluas tempat penelitian.
2. Pentingnya untuk membukia suatu kepercayaan terhadap mahasiswa dalam rangka memberikan motivasi mengenai pentingnya pembelajaran mata kuliah, melalui proses belajar mengajar yang efektif.
3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini hanya menggunakan penyebaran kuesioner, diharapkan
penelitian selanjutnya agar
menggunakan teknik wawancara agara informasi yang dikumpulkan lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Ariantini, Nova, Edy Sujana, dan Trisna
Herawati. 2014. Pengaruh
Kecerdasan Emosional dan Minat Membaca terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri sebagai Variabel Moderasi. E-Journal S1 Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha,
Vol. 2. No. 1
Ariyanti, Ita. 2010. Pengaruh Minat dan
Motivasi Belajar Terhadap Prestasi
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Semarang Angkatan 2008/2009. Skripsi.Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Artana, M.D. 2014. Pengaruh Kecerdasan
Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kevcerdasan Spiritual Dan Prilaku Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Kasus Pada
Mahasiswa S1 Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Dan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Udayana Denpasar). Skripsi. Jurusan
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha. Fadila, Dona Okta dan Listiadi, Agung.
2016. Pengaruh Hasil Belajar Akuntansi, Matematika Ekonomi dan Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Kepercayaan Diri Sebagai Variabel
Moderasi. Jurnal Pendidikan
Akuntansi Universitas Negeri Surabaya. Vol.04. No.3
Firdaus, Yulian Agung. 2012. Pengaruh
Minat Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar
Mahasiswa Program Studi
2008 UNY. Skripsi Jurusan
Pendidikan Akuntansi. UNY. Yogyakarta.
Goleman, Daniel. 2000. Working With
Emotional Intelegence. Jakarta. PT
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
_______________2004. Emotional
Intelligence, Kecerdasan Emosional: Mengapa EQ Lebih Penting Daripada IQ. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Rachmi, Filia. 2010. pengaruh kecerdasan
emosional, Kecerdasan Spiritual, Dan Prilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang Dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta). Skripsi. Fakultas
Ekonomi, Universitas Diponegoro: Semarang.
Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-Faktor
yang Mempengaruhinya. Jakarta: