• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID Pengembangan Aplikasi E-Learning BIM (Building Information Modelling) pada PT. Wijaya Karya (WIKA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID Pengembangan Aplikasi E-Learning BIM (Building Information Modelling) pada PT. Wijaya Karya (WIKA)"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID

Pengembangan Aplikasi E-Learning BIM (Building Information

Modelling) pada PT. Wijaya Karya (WIKA)

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh:

Shelvy Intan Soraya 105216032

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER

FAKULTAS SAINS DAN KOMPUTER

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019

(2)

Universitas Pertamina - i

(3)

Universitas Pertamina - ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah S.W.T, karena-NYA penulis telah menyelesaikan seluruh aktifitas kerja praktik dan telah menyusun laporan kerja

praktik yang berjudul “Pengembangan Aplikasi Berbasis Android” serta berhasil

diselesaikan tepat pada waktunya.

Adapun pengajuan laporan ini bertujuan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah kerja praktik sebanyak 2 SKS yang penulis ambil pada semester 7. Melalui laporan ini penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Tetapi, penulis mengerjakan laporan ini dengan semaksimal mungkin untuk mencapai nilai maksimal pada mata kuliah ini.

Penulis sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat dan juga teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Karena berkat dukungan dan dorongan mereka kegiatan kerja praktik dan penyusunan laporan ini dapat diselesaikan dengan lancar. Penulis juga sangat berterimakasih kepada rekan-rekan kerja penulis khususnya pembimbing saat di tempat kerja praktik yaitu Bapak Raju Firman S. yang mendukung kegiatan penulis selama kerja praktik sehingga penulis mendapatkan banyak pengetahuan baru dan mendapatkan berbagai macam implementasi yang pernah dipelajari di tempat kuliah. Tak luput juga penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing penulis, Bapak Erwin Setiawan M,T.I. karena berkat bimbingannya kegiatan kerja praktik dan laporan ini berjalan lancar. Terakhir, penulis sangat bersyukur kepada Allah S.W.T yang telah memberi dorongan terbesar untuk menyelesaikan kemajuan laporan ini.

Akhir kata, semoga laporan ini dapat berguna dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas yang membacanya.

Penyusun, Shelvy Intan Soraya

(4)

Universitas Pertamina - iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR TABEL ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 2

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 3

2.1 Sejarah Perusahaan ... 3

2.2 Struktur Organisasi Perusahaan ... 4

2.3 Visi dan Misi Perusahaan ... 5

2.4 Posisi selama KP ... 5

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK ... 6

3.1 Kegiatan kerja praktik ... 6

3.1.1 Penjelasan Aplikasi dan Capaian yang Tercapai ... 7

3.2 Pengalihan Tugas Kerja Praktik ... 7

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 8

4.1 Hasil Kerja Praktik ... 8

4.2 Hasil Aplikasi ... 8

4.2.1 Tools Untuk Pengembangan Aplikasi ... 11

BAB V Tinjauan Teoritis ... 12

5.1 Metodologi Pengembangan Aplikasi ... 12

5.1.1 Bahasa Pemrograman Java... 13

5.1.2 Laravel ... 13

5.2 Project Management ... 13

5.3 Figma ... 15

5.4 Keterkaitan Pengetahuan Baru dengan Apa Yang Telah Dipelajari ... 16

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 17

6.1 Kesimpulan ... 17

6.2 Saran ... 17

(5)

Universitas Pertamina - iv

(6)

Universitas Pertamina - v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Struktur Organisasi PT WIKA, Tbk... 4

Gambar 2. 2 Struktur Biro BIM ... 4

Gambar 4. 1 Login ... 9

Gambar 4. 2 Register ... 9

Gambar 4. 3 Register Lanjutan ... 9

Gambar 4. 4 Register Lanjutan (1) ... 9

Gambar 4. 5 Menu Saya ... 10

Gambar 4.6 Menu Awal……....……….10

Gambar 4.7 Sub-modul ... 11

Gambar 4.8 Video Page ... 11

(7)

Universitas Pertamina - vi

DAFTAR TABEL

(8)

Universitas Pertamina - 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan perubahan metode pembelajaran bagi para pelajar. Metode pembelajaran e-learning menjadi salah satu metode pembelajaran yang mulai diminati masyarakat. Hal ini ditandai dengan munculnya situs-situs yang melayani proses belajar mengajar dengan berbasiskan komputer dan jaringan sejak era 15 tahun yang lalu (Adawi, 2014).

Menurut laporan bertajuk “Indonesia Digital Education and E-Learning Market

Outlook to 2018 – Rising Trend of Blended to Drive the Future Growth" yang

dipublikasikan oleh liputan 6, mengatakan total pengeluaran untuk pendidikan digital di Indonesia telah berkembang dalam lima tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan di Indonesia telah banyak berkembang dari yang sebelumnya masih berbasis pembelajaran offline, sekarang telah berganti menjadi online. Banyak perusahaan berbasis pendidikan yang telah bekerjasama dengan perusahaan digital untuk menciptakan suatu aplikasi yang sekarang disebut dengan aplikasi e-learning.

E-learning dapat diakses dengan mudah oleh pengguna melalui aplikasi. Karena,

aplikasi dapat diakses kapanpun, dimanapun dan tanpa ada batasan waktu. Pengembangan aplikasi e-learning khususnya di bidang BIM (Building Information Modelling) masih menjadi salah satu hal yang masih jarang diimplementasikan. BIM sendiri adalah suatu cara kerja baru di bidang konstruksi yang dapat mengefektifkan waktu pengerjaan, mengurangi adanya kesalahan pada pembangunan proyek dan lain sebagainya.

BIM merupakan kumpulan dari berbagai macam software untuk memudahkan pekerjaan para pekerja khususnya di bidang konstruksi. Adanya pengembangan aplikasi berbasis android untuk BIM ini, membuat suatu hal baru yang dapat berguna bagi para mahasiswa/i khususnya untuk jurusan teknik sipil, arsitektur, teknik elektro, dan lainnya. Pembelajaran mengenai BIM ini, awalnya hanya ditujukan untuk internal perusahaan PT. WIKA (Wijaya Karya) agar sistem kerja para pekerja dapat diubah menjadi suatu sistem kerja yang baru. Kedepannya aplikasi e-learning ini akan ditujukan untuk masyarakat luas terutama target pemasarannya untuk mahasiswa/i di Indonesia.

Pengembangan aplikasi di Indonesia menjadi keuntungan yang tinggi untuk pengembang atau penerbit aplikasi tersebut. Hal ini terbukti dari data App Annie dari pembicaraannya di acara helatan DECODE Jakarta yang diliput oleh techinasia, Annie Jaede Tan mengatakan ada sebanyak 39 aplikasi yang diunduh per perangkat per bulannya pada orang Indonesia. Hal ini menyatakan bahwa banyaknya jumlah pengguna aplikasi di

(9)

Universitas Pertamina - 2

Indonesia, yang membuktikan bahwa adanya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap aplikasi mobile. Sehingga, pengembangan e-learning berbasis aplikasi merupakan proses bisnis yang terjamin.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan pelaksanaan kerja praktik penulis di PT.WIKA merupakan :

1. Mendapatkan pengalaman di dunia kerja sebagai android developer dan project management.

2. Mengetahui dan mengerti bagaimana proses pengembangan aplikasi.

3. Mendapatkan ilmu implementasi pengembangan aplikasi menggunakan android studio.

4. Mengetahui keterkaitan antara proses pengembangan aplikasi dengan apa yang telah dipelajari.

5. Mempelajari pentingnya tanggung jawab dan deadline pada suatu tempat kerja

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Kerja Praktik (KP) penulis berlangsung pada : Tempat : PT.Wijaya Karya (WIKA) Tbk. Persero.

Departemen Pengembangan Sistem, Biro BIM Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta 13340

(10)

Universitas Pertamina - 3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

Pada tahun 1960-an PT.WIKA dinamai Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karya sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 2/1960 dan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) Keputusan No. 5. Perusahaan ini menggeluti bidang usaha instalasi listrik dan pipa air. Pada tahun 1972 perusahaan ini mengganti nama menjadi PT. WIKA. Pada tahun ini, WIKA berkembang menjadi bidang usaha kontruksi dan sudah menangani berbagai macam proyek. Ada berbagai divisi baru yang diciptakan perusahaan ini pada tahun 1982. Antara lain yaitu Divisi Sipil Konstruksi, Divisi Bangunan, Divisi Fasilitas Perumahan, Divisi Produk Logam dan Beton, Divisi Konstruksi Industri, Divisi Energi, dan Divisi Perdagangan. PT. WIKA menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan sinergis karena adanya pertumbuhan progresif anak perusahaan di sektor industri konstruksi.

Perusahaan ini mendirikan anak perusahaan pertamanya pada tahun 1997 yaitu PT. WIKA Beton. Sedangkan, pada tahun 2000 ada dua anak perusahaan tambahan yang masing-masing adalah perluasan dari divisi realty dan divisi Industri dan Komersial. Dua anak perusahaan tersebut merupakan PT. WIKA Realty dan PT. WIKA Intrade. WIKA melepas 28,64 persen saham kepada public sebagai bentuk komitmen untuk melakukan penawaran umum. PT. WIKA Gedung berdiri pada tahun 2008 sebagai bentuk ekspansi aksi divisi yang menyebabkan melepaskan diri menjadi satu divisi sendiri. Pada tahun tersebut pun PT. WIKA mengakuisisi saham PT. Catur Insani Pertiwi yang bergerak pada bidang usaha listrik-mekanik. Pada akhirnya PT. Catur Insani Pertiwi pun diganti Namanya menjadi PT. Wijaya Karya Insan Pertiwi. WIKA membuat visi terbaru di tahun 2010 karena adanya transformasi bisnis dengan tantangan yang besar.

Didirikannya perusahaan patungan PT Prima Terminal Petikemas bersama dengan PT Pelindo I (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero), pengakuisisian saham PT Sarana Karya (Persero), mendirikan usaha patungan baru, PT WIKA Kobe dan PT WIKA Krakatau merupakan beberapa pencapaian yang perusahaan ini geluti pada tahun 2013.

(11)

Universitas Pertamina - 4

2.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Penulis berada dibawah Direktorat Quality, Health, Safety and Environment yaitu di Departemen Pengembangan Sistem dan tepatnya di Biro BIM selama melaksanakan KP. Berikut adalah struktur organisasi PT.WIKA (Persero) Tbk :

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT.WIKA (Persero) Tbk (source : http://www.wika.co.id)

Di dalam Biro BIM sendiri terbagi menjadi tiga level yang dibawahi oleh BIM Manager yaitu Bapak Romi Ramadhan. Level tersebut dapat dijabarkan menjadi modeler, analyst, dan survey. Berikut adalah beberapa departemen yang dibawahi oleh setiap level di Biro BIM :

(12)

Universitas Pertamina - 5

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Biro BIM

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi PT. WIKA di tahun 2030 adalah sebagai berikut :

Menjadi pemimpin dalam bidang investasi yang berkelanjutan dan EPC untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Misi PT.WIKA di tahun 2030 adalah sebagai berikut :

- Memberikan layanan yang terintergrasi & produk dan layanan EPC yang berkelanjutan berdasarkan prinsip kualitas, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan yang sangat baik.

- Menjamin peningkatan yang berkelanjutan melalui portofolio investasi yang cermat.

- Menyediakan pengembangan wilayah yang terintegrasi untuk kehidupan masyrakat yang lebih baik.

- Menyediakan kolaborasi layanan melebihi ekspektasi stakeholder.

- Menetapkan jejak kaki di seluruh dunia melalui teknologi yang inovatif dan canggih.

- Menerapkan budaya belajar dan berinovasi untuk meningkatkan kompetensi global.

- Meningkatkan nilai lokal dari praktik kepemimpinan untuk membangun kesejahteraan yang holistik.

2.4 Posisi selama KP

Posisi penulis selama menjalankan program KP adalah sebagai android developer yang membuat aplikasi e-learning BIM. Tetapi, karena adanya keterbatasan deadline waktu dan sumber daya manusia hal ini menyebabkan perpindahan posisi penulis saat di tempat KP. Pengalihan posisi menyebabkan penulis menjadi penanggung jawab penuh atas proses pengembangan aplikasi tersebut. Penulis ditugaskan untuk bertemu dengan berbagai macam vendor, membuat prototype sebagai alur konsep aplikasi, dan pembuatan bisnis proses aplikasi.

(13)

Universitas Pertamina - 6

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK

3.1 Kegiatan kerja praktik

Kegiatan yang penulis kerjakan selama melaksanakan Kerja Praktik (KP) di PT. WIKA adalah sebagai android developer dan penanggung jawab pembuatan aplikasi (project manager). Pada awal mula penulis memulai KP, penulis diberi arahan untuk membuat timeline program kerja selama melakukan KP di perusahaan tersebut yang direpresentasikan dalam bentuk ganttchart.

Tabel 3.1 Timeline Program Kerja Keterangan :

: Pencapaian target program kerja

: deadline pengerjaan program kerja

Pada tabel 3.1, penulis diberi tugas untuk membuat aplikasi android mengenai e-learning BIM (Building Information Management). Definisi BIM menurut Abanda, Vidalakis, Oti, and Tah (2015) adalah suatu teknologi digital yang berfungsi untuk memudahkan proses kontruksi, memudahkan koordinasi dan mengefisiensikan pembuatan informasi proyek. Aplikasi ini bertujuan untuk menjadikan kemampuan capaian target dapat diakui pada suatu instansi. Capaian target dari aplikasi ini sendiri adalah mahasiswa dan juga internal perusahaan. Dari tabel 3.1 dapat dijelaskan bahwa banyak capaian target dari program kerja penulis tidak tercapai, hal ini dikarenakan deadline waktu yang diminta oleh user sangat singkat yaitu bulan september dan pada akhirnya ditengah pengerjaan project aplikasi ini, user mengambil keputusan secara sepihak dengan merekrut vendor untuk mengerjakan aplikasi tersebut.

(14)

Universitas Pertamina - 7

3.1.1 Penjelasan Aplikasi dan Capaian yang Tercapai

Aplikasi e-learning ini berisi tentang modul-modul pembelajaran tentang BIM dengan output berupa video dan PDF. Tiap modul memiliki beberapa sub-modul yang berbeda-beda jumlahnya. Aplikasi ini pada awalnya tidak berbayar, tetapi untuk komersialnya aplikasi ini akan berbayar dengan memberikan sebuah keuntungan berupa sertifikasi yang bekerjasama dengan berbagai macam perusahaan yang ternama dan terakui.

Capaian target penulis telah mengerjakan 50% aplikasi (dari batas maksimal 100%). Target yang tercapai meliputi pembuatan keseluruhan tampilan yang diinginkan user (yaitu login, register, menu awal, fitur notifikasi, fitur favorit, fitur menu saya, halaman kategori dan halaman video), menyambungkan database lokal dengan login dan register, memasukan dummies video dari youtube, dan pembuatan website admin (on progress). Pembuatan aplikasi ini memiliki batasan, untuk beta version aplikasi ini akan dirilis pada bulan September 2019.

Keterbatasan waktu yang ditentukan dan keterbatasan SDM pembuatan aplikasi

e-learning ini menyebabkan perusahaan menyewa vendor untuk mengembangkan

perangkat lunak ini. Target penulis menjadi tidak tercapai dikarenakan pengalihan tugas yang terjadi ketika proses pengerjaan aplikasi e-learning ini.

3.2 Pengalihan Tugas Kerja Praktik

Tugas penulis semenjak perusahaan telah menyewa vendor untuk pembuatan aplikasi adalah memastikan aplikasi selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan. Dengan cara bertemu dengan beberapa vendor untuk menjelaskan konsep aplikasi, meminta spesifikasi, RAB (Rancangan Anggaran dan Biaya) dan prototype dari vendor. Penulis juga membuat contoh prototype dengan menggunakan figma untuk memudahkan penjelasan alur dari aplikasi kepada setiap vendor. Selain itu, penulis juga membuat berbagai jenis presentasi untuk menjelaskan kepada user (pihak PT.WIKA) terkait hasil pertemuan penulis dengan vendor.

(15)

Universitas Pertamina - 8

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK

4.1 Hasil Kerja Praktik

Dari hasil kerja praktik, penulis mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan website admin menggunakan framework laravel. Penulis juga mendapatkan pelajaran baru untuk membuat aplikasi dapat terhubung dengan database lokal dan membuat aplikasi dengan menggunakan php native. Penulis juga mendapatkan pengalaman sebagai penanggung jawab aplikasi secara keseluruhan. Hal ini menjadi tambahan pengetahuan untuk penulis terutama pada proses pengembangan aplikasi mulai dari requirement gathering dan anaysis and design system.

Penulis juga membuat proses bisnis untuk aplikasi e-learning tersebut. Hal ini termasuk :

1. Biaya berlangganan untuk pengguna

Penulis membuat dan melakukan pencarian dengan google dan melakukan survey dengan metode observasi ke beberapa mahasiswa di beberapa universitas untuk mendapatkan biaya yang cocok bagi kalangan mahasiswa.

2. Merencanakan pemasaran aplikasi menggunakan ASO (App Store Optimization) Dari hasil pencarian penulis, penulis memutuskan untuk menggunakan ASO untuk memasarkan aplikasi e-learning BIM saat pengembangan telah selesai. Karena ASO sudah cukup

3. Membuat mekanisme alur untuk mendapatkan sertifikat bagi pengguna 4. Ketentuan-ketentuan lainnya untuk pengguna aplikasi

4.2 Hasil Aplikasi

Aplikasi e-learning ini dimulai dari login dan register. Login dan register yang dibuat oleh penulis sudah tersambung oleh database lokal. Berikut adalah tampilan dari login dan register :

(16)

Universitas Pertamina - 9

Gambar 4.1 Login Gambar 4.2 Register

Alur dari aplikasi ini adalah ketika user melakukan register maka akan dialihkan kehalaman register lanjutan yang berisi data user yang lebih lengkap dan jelas. Pada halaman register lanjutan ini terdapat checkbox yang berguna khusus untuk pegawai PT.WIKA yang mendaftar. Jika checkbox tersebut dicentang maka akan muncul

dropdown list departemen-departemen yang tersedia di PT.WIKA. Berikut adalah

tampilan register lanjutan.

Gambar 4.3 Register Lanjutan Gambar 4.4 Register Lanjutan (1)

Setelah user berhasil melakukan registrasi maka aplikasi akan menampilkan halaman login kembali dan meminta user untuk melakukan login. Jika user berhasil melakukan login maka user akan diarahkan ke halaman menu saya. Berikut halaman menu saya :

(17)

Universitas Pertamina - 10

Gambar 4.5 Menu Saya Gambar 4.6 Menu Awal

Pada tampilan menu saya ini ada berbagai macam button yang berbeda fungsinya. Yaitu personal information yang berguna untuk mengganti data pribadi user, sertifikasi yang berguna untuk menampilkan sejumlah sertifikat yang telah diperoleh oleh user, top-up yang berfungsi untuk menambahkan nyawa setiap user melakukan test sertifikasi, kode referensi yang berguna untuk mengajak teman/kerabat user untuk mengunggah aplikasi ini dengan kode khusus yang diberikan sehingga kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan berupa diskon, penambahan nyawa dan lain-lain.

Pada menu awal akan ditampilkan kolom search, modul-modul yang tersedia, history video maupun PDF dan beberapa artikel-artikel baru yang dapat di-input oleh admin melalui website. Jika user memilih kategori modul maka tampilan akan dialihkan ke halaman sub-modul dan jika salah satu sub-modul dipilih maka akan dialihkan ke halaman video. Pada tiap page akan selalu ditampilkan empat button yang terdiri dari menu awal, favorit, notifikasi dan menu saya yang terletak pada bagian bawah layar.

(18)

Universitas Pertamina - 11

Gambar 4.7 Sub-modul Gambar 4.8 Video page

4.2.1 Tools Untuk Pengembangan Aplikasi

Aplikasi yang penulis kembangkan menggunakan android studio dan menggunakan

php native. Database (DB) yang digunakan DB lokal (phpmyadmin) dan pembuatan

(19)

Universitas Pertamina - 12

BAB V Tinjauan Teoritis

5.1 Metodologi Pengembangan Aplikasi

Metode pengembangan sistem yang digunakan penulis untuk mengembangkan aplikasi e-learning BIM ini adalah metode agile. Metode agile merupakan suatu metode pengembangan perangkat lunak yang memiliki prinsip-prinsip yang sama dan pengembangan dilakukan dalam waktu yang singkat sehingga pengembang harus melakukan pengadaptasian secara cepat dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi. Metode ini lebih mementingkan interaksi antar team, software yang digunakan, kolaborasi antara pengembang dan client dan sikap tanggap terhadap seluruh bentuk perubahan pada aplikasi. Hal-hal yang dikesampingkan pada metode ini meliputi proses dan alat yang digunakan, dokumentasi, negosiasi kontrak dan mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan. Sehingga, dalam metode ini keinginan dan kebutuhan client menjadi prioritas utama dari seorang pengembang.

Adapun tahapan yang termasuk di dalam metode agile ini meliputi :

- Perencanaan : Pada tahapan ini client dan pengembang merencanakan

kebutuhan client dan perancangan rencana kerja pengembang.

- Implementasi : Pada tahapan ini pengembang mengerjakan aplikasi

atau yang biasa kita kenal dengan koding.

- Testing : Setelah tahapan implementasi selesai dikerjakan maka,

aplikasi akan di tes oleh bagian kontrol kualitas sehingga tidak ada bug dan terjaganya kualitas perangkat lunak.

- Dokumentasi : Proses ini digunakan untuk tahapan maintenance dan

dilakukan setelah tahapan testing.

- Deployment : Proses ini dilakukan oleh penjamin kualitas perangkat

lunak sehingga aplikasi yang dikembangkan tetap terjaga kualitasnya.

- Maintenance : Setiap aplikasi yang dibuat tidak pernah menghasilkan

hasil yang 100% sempurna sehingga tahapan

maintenance ini sangat dibutuhkan agar dapat

(20)

Universitas Pertamina - 13

5.1.1 Bahasa Pemrograman Java

Menurut definisi dari Sun, bahasa pemrograman Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer stand alone ataupun pada lingkungan jaringan. Java memiliki sifat pemrograman yang case sensitive, sehingga pengguna harus berhati-hati dalam proses penggunaan huruf pada koding. Source code dapat dikerjakan pada satu baris tersendiri tanpa memerhatikan bentuk tertentu dengan menggunakan tanda titik koma (;) sebagai pemisah. Pemrograman Java biasanya diimplementasikan pada pengembangan aplikasi android.

5.1.2 Laravel

Laravel merupakan suatu framework berbasis PHP. Laravel sendiri dibangun dengan konsep MVC (Model, View, Controller). Lisensi MIT merilis Laravel dengan kumpulan kode sumber dari github.

Sehingga dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan Laravel merupakan suatu framework yang dapat membantu pengembang untuk membuat website dengan bahasa pemrograman PHP.

5.2 Project Management

Pengertian manajemen proyek menurut Ervianto (2005:21) adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan koordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirnya proyek untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa seorang manajemen proyek bertanggung jawab dari awal pengerjaan proyek sampai proyek tersebut selesai diimplementasikan. Manajemen proyek memiliki empat karakteristik yaitu:

- Waktu, pada setiap proyek dibutuhkan timeline untuk mengukur awal sampai akhir pengerjaan proyek.

- Sumber Daya, pada suatu proyek ada keterbatasan sumber daya modal maupun tenaga kerja.

(21)

Universitas Pertamina - 14

contohnya gantt chart.

- Tim, dalam suatu proyek dibutuhkan sebuah tim dari beberapa bidang yang berbeda.

Untuk menganalisa kesulitan yang terjadi pada saat penerapan proyek diperlukan suatu model yang digunakan oleh para manajemen proyek yaitu project management triangle.

Gambar 5.1 Project Management Triangle (source : http//: www.ilmumanajemenindustri.com )

Pada gambar 5.1 dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai proyek yang berkualitas ada tiga faktor yang selalu berkaitan yaitu scope, waktu dan biaya proyek tersebut. Waktu adalah salah satu faktor terpenting dalam proyek, waktu pengerjaan suatu proyek bergantung terhadap jumlah orang dan pengalaman setiap pekerjanya. Proses penanganan waktu dalam manajemen proyek menurut buku “Project Management Body of Knowledge (PMBOK) terdiri dari :

1. Plan Schedule Management (Manajemen Perencanaan Jadwal) 2. Define Activities (Pendefinisian Kegiatan)

3. Sequence Activities (Urutan Kegiatan)

4. Estimate Activity Resources (Estimasi Sumber daya Kegiatan)

5. Estimate Activity Durations (Estimasi Durasi atau Jangka Waktu Kegiatan) 6. Develop Schedule (Pengembangan Jadwal)

(22)

Universitas Pertamina - 15

Dalam pengerjaan suatu proyek dibutuhkan pemasukan dan adanya pengeluaran biaya. Beberapa proses yang termasuk kedalam penanganan biaya suatu proyek diantaranya seperti :

1. Cost Estimating, seberapa besar estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek.

2. Cost Budgeting, penganggaran biaya yang berisi mengenai estimasi seluruh biaya-biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek dari awal sampai akhir.

3. Cost Control, bagaimana cara mengontrol biaya berdasarkan faktor-faktor yang mengakibatkan fluktuasi biaya.

Scope bergantung terhadap biaya dan waktu karena dengan adanya perubahan terhadap scope maka akan berdampak juga terhadap biaya maupun waktu pengerjaan proyek tersebut. Ada enam tahapan dalam setiap proyek yaitu :

1. Project Definition, mendefinisikan tujuan maupun faktor – faktor yang menyebabkan kualitas terhadap suatu proyek.

2. Project Initiation, merencanakan sumber daya yang akan digunakan sebelum memulai suatu proyek

3. Project Planning, men-detail-kan keseluruhan rencana proses pengerjaan proyek. Pada tahapan ini juga akan terlihat gambaran mengenai project management triangle.

4. Project Execution, mengeksekusi proyek dengan tujuan mencapai keberhasilan suatu proyek tersebut.

5. Project Monitoring & Control, memantau dan mengendalikan proyek agar konsisten dengan tujuan utama pengerjaan proyek.

6. Project Closure, pemberhentian sumber daya karena telah selesainya suatu proyek.

5.3 Figma

Merupakan salah satu tools yang digunakan oleh desainer dalam mendesain UX (User Experience). UX tools ini biasa digunakan untuk pembuatan,

perancangan program web ataupun aplikasi serta untuk analisis program yang sedang dikembangkan.

(23)

Universitas Pertamina - 16

5.4 Keterkaitan Pengetahuan Baru dengan Apa Yang Telah Dipelajari

Penulis mendapatkan pengetahuan baru saat melaksanakan KP yaitu dengan mengimplementasikan pengembangan aplikasi berbasis android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Berdasarkan apa yang telah dipelajari oleh penulis, proses untuk mencapai implementasi suatu aplikasi dapat dilakukan dengan metode agile. Menurut Kent Beck dan 16 rekannya, Agile Software

Development adalah cara membangun software dengan melakukannya dan

membantu orang lain membangunnya sekaligus. Dengan mengikuti metode ini, penulis mengetahui dan sadar bahwa setiap pengembangan aplikasi selalu ada proses perancangan, analisis dan desain, implementasi, testing dan pemeliharaan. Dari proses yang penulis kerjakan pada proses perancangan sampai ke tahap implementasi, penulis sadar bahwa client selalu ingin meminta dan menambahkan berbagai macam fitur, desain atau lainnya selama proses pengembangan aplikasi Sehingga, tahap perancangan sangat penting untuk dijelaskan se-detail mungkin sehingga mengurangi kesalahan terhadap proses pengembangan aplikasi.

Begitu pula disaat posisi penulis sebagai project management, proses contract

review sangatlah penting di-detail-kan. Karena client akan dapat berubah-ubah

seiring berjalannya waktu. Semakin banyak tambahan ide baru sehingga berdampak terhadap perubahan pengembangan aplikasi.

(24)

Universitas Pertamina - 17

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Hasil pelaksanaan KP yang dilaksanakan penulis di PT WIKA Tbk, penulis telah mengembangkan e-learning BIM sampai pada tahap menampilkan video yang berbasis aplikasi. Aplikasi ini berfungsi untuk membantu dan sebagai bahan belajar mengenai BIM untuk internal WIKA maupun masyarakat umum khususnya mahasiswa. Penulis juga belajar bagaimana bertanggung jawab pada sebuah proyek pengembangan aplikasi mulai dari bertemu dengan vendor aplikasi, pembuatan milestone aplikasi, mengadakan meeting mingguan team untuk laporan progress, sampai dengan pembuatan contoh prototype aplikasi yang digunakan untuk presentasi kepada setiap vendor.

Dari apa yang telah penulis pelajari bahwa contact review adalah salah satu hal yang terpenting dalam proses pengembangan aplikasi. Hal ini terbukti saat penulis melakukan KP ini pada posisi project manager, penulis merasakan pemikiran client yang berubah-ubah menyebabkan dampak terhadap proses pengembangan aplikasi. Sehingga, pada saat contract review, harus di-detail-kan agar menghindari kesalahpahaman antara vendor dan client.

6.2 Saran

Pengembangan aplikasi android masih perlu banyak pengembangan lanjutan. Tahapan pengembangan juga masih terbatas karena terbatasnya pengetahuan penulis. Sehingga, penulis menyarankan perlu adanya penambahan fitur dan pengembangan aplikasi dengan teknologi yang lebih terbaru dan tersedia untuk dua platform yaitu android dan IOS. Selain itu, menurut penulis perlu adanya pengembangan pada platform lainnya yaitu website. Hal ini juga dapat meningkatkan penjualan e-learning di dunia digital.

(25)

Universitas Pertamina - 18

DAFTAR PUSTAKA

Adawi R. 2014. Pembelajaran Berbasis E-Learning. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan.

Setiawan, A. (2016, Juli 22). Sejarah Singkat E-Learning dan E-Learning di Institusi Pendidikan di Indonesia. Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda.

Hidayat, M.W. (2018, Januari 15). E-learning Makin Menarik Perhatian di 2018.

Liputan 6. Diakses dari

https://www.liputan6.com/tekno/read/3226423/e-learning-makin-

menarik-perhatian-di-2018?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_

referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

Abanda, F. H., Vidalakis, C., Oti, A. H., & Tah, J. H. M. (2015). A critical analysis of Building Information Modelling systems used in construction projects.

Advances in Engineering Software, 90,

183-201.https://doi.org/10.1016/j.advengsoft.2015.08.009

Satrianti, P.A. (2017, April 8). Bagaimana Pertumbuhan Perekonomian Berbasis Aplikasi di Indonesia. Diakses dari : https://id.techinasia.com/pertumbuhan-app -economy-di-indonesia?ref=related&pos=2

Alexandra, J. (2017, Mei 8). Agile Development Method. Diakses dari : https://sis.binus.ac.id/2017/05/08/agile-development-methods/

Wiguna, R. 2017. Penerapan Metode Agile Dalam Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan SMAN 1 Temon. (Skripsi S1, Universitas Negeri Sunan kalijaga Yogyakarta, 2017). Diakses dari http://digilib.uin-suka.ac.id/26707/2/ 12650010_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Warno. (2012). Pembelajaran Pemrograman Bahasa Java dan Arti Keyword. Jurnal Komputer, Volume 8 Nomor 1, 40.

Aminudin. (2015). Cara Efektif Belajar Framework Laravel. Yogyakarta : Lokomedia. Kho, B. (2018, 4 Maret). Pengertian Manajemen Proyek (Project management) dan

Karakteristiknya. Diakses dari https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-

manajemen-proyek-project-management-karakteristik-manajemen-proyek/

Kho, B. (2017, 13 Juli). Segitiga Manajemen Proyek dan Tahapan Manajemen Proyek. Diakses dari https://ilmumanajemenindustri.com/segitiga-manajemen-proyek -dan-tahapan-manajemen-proyek/

(26)

Universitas Pertamina - 19

Lampiran

(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)

Gambar

Tabel 3. 1 Timeline Program Kerja.........................................................................6
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT.WIKA (Persero) Tbk  (source :  http://www.wika.co.id )
Tabel 3.1 Timeline Program Kerja  Keterangan :
Gambar 4.3 Register Lanjutan  Gambar 4.4 Register Lanjutan (1)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Analisis fisisorpsi nitrogen memberi informasi bahwa penambahan waktu aging menyebabkan diameter pori yang lebih besar dan luas permukaan spesifik yang lebih kecil

Pada penelitian ini yang akan dilakukan adalah membandingkan 5 buah metode algoritma data mining untuk menentukan metode mana yang paling optimal dalam menentukan

Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang

Justifikasi ini sekaligus membukti diterimanya hipotesis 2 dalam kajian penelitian ini yang menyatakan : ” Kualitas hidup dari segi materi, Kualitas hidup dari segi

Kemungkinan yang terjadi pada Bidang Tata Bangunan Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, bahwa ada pemborong yang mengerjakan proyek dilaksanakan tidak sesuai bestek..

Potensi tumbuhan obat yang tumbuh di hutan akan semakin bervariasi sesuai dengan ketinggian yang berbeda tumbuhan tersebut tumbuh, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Informasi pribadi mengenai pihak ketiga, baik para pelanggan, karyawan, pemasok atau orang lain, harus ditangani atas dasar kebutuhan untuk mengetahui dan sesuai

Adapun syarat bagi calon orang tua angkat yang harus dipenuhi ialah: sehat jasmani dan rohani, berumur paling rendah 30 tahun (tiga puluh) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh