• Tidak ada hasil yang ditemukan

Polisi Lalu Lintas Ditipu Pengguna Jalan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Polisi Lalu Lintas Ditipu Pengguna Jalan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Menerobos lampu merah

pada suatu ketika ada seorang pemuda sedang berkendara dengan sepeda motornya di jalan raya, saat itu lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, sang pemuda malah tancap gas dan menerobos lampu merah itu..

karena melihat pelanggaran yang terjadi polisi mengerjar dan memberhentikan pemuda tersebut, terjadi percakapan antara pak polisi dan pemuda itu..

Polisi : selamat siang pak?! Pemuda : siang pak, ada apa ya?

Polisi : bapak sudah melanggar rambu lalu lintas, bapak saya tilang.. Pemuda : lho kok, salah saya apa pak?

Polisi : anda telah menerobos lampu merah, kamu tau merah itu artinya apa?

Pemuda : tau pak, Merah itu berani pak, “Maju terus pantang Mundur”

Polisi : ?!?!?!?!

Banyolan Lampu Merah

"Kenapa kamu masih diam saja. Ini kan sundah lampu hijau" Bentak Polisi lalu lintas kepada pengemudi sepeda motor yang masih saja diam sambil melihat ke lampu di atasnya yang sudah berwarna hijau.

"Wah, ini sih salah bapak. Daritadi saya nunggu warna kesukaan saya. Ternyata gak muncul muncul. Makanya saya diam saja" Jawab pengemudi sambil berjalan karena melihat Pak Polisi mengeluarkan surat tilang.

Polisi Lalu Lintas Ditipu Pengguna Jalan

Pagi-pagi di perempatan Ciamis, Polisi menyapa, “Selamat pagi.. bisa tunjukan SIMatau STNK anda?”, sedikit senyum pagi Dengan tenang Roni menjawab, “Aduh saya lupa nggak bawa pak. Hehe” Polisi kemudian membuat surat tilang Roni dengan nada keras, “Tolong jangan tilang saya dong pak,saya mau telepon bapak saya di kantor Ditlantas Polda sebentar ya pak!” Mendengar Roni berkata seperti

(2)

itu… pak polisi langsung kaget! Polisi dengan terbata-bata menjawab, “Bener itu bapak kamu itu kerja di Ditlantas Polda?”

“Iya bener pak… kalo bapak nggak percaya telepon saja pak. Ini nomornya pak!” Kata roni. Si Roni sambil memberikan secarik kertas yang berisi nomer HP bapaknya yang bekerja disana! “Ya sudah pergi sana!” Jawab pak Polisi. “Wah Makasih banyak ya Pak!” Roni pergi melanjutkan perjalanan. Pak Polisi pun penasaran kemudian pak polisi menelpon nomer HP tersebut. “Halo.. Selamat sore.. benar nomor ini di Ditlantas Polda?” Kata polisi. Suara telepon, “iya benar pak.. apa ada yang bisa saya bantu pak?”Dengan santai menjawab. Polisi, “Kalo boleh tau ini di bagian apa ya?” Suara telepon, “Ini di bagian kantin pak.. Bapak mau pesan nasi berapa bungkus?” Polisi nangis sambil guling2 di aspal.

Melanggar Lalu Lintas (bonceng 3,4,5)

Sore itu Alek, Ideoy sama Darsem asyik jalan-jalan dengan

menggunakan motor pinjaman milik kong Ragil. Mereka berbonceng tiga sambil sesekali cekakak-cekikik seperti ABG ndhesit yang gak pernah naik motor.

Motor di kendarai oleh Alek yang terkenal jago ngebut, mungkin karena terbiasa bawa bajaj, jadi si Alek ini bawa motor nya main selonong aja, di anggep nya itu jalanan milik moyang nya. Saat mereka tengah asyik bermanuver di jalan raya sambil celingak-celinguk nyari mangsa janda, tiba-tiba seonggok Polantas memepet motor mereka dan memberhentikannya.

Polantas : “Eittt.., setoop…, setoooop… !!!”

Dengan kalem si Alek pun berhenti dan menepikan motor nya ke bahu jalan.

Alek : “Ade ape pak Pol ?”, tanya Alek sok innocent

Polantas : “Pake nanyak lagi, kalian tahu khan ini di mana, bawa motor seenak nya ?!”

Darsem : “Tahu pak, ini jalan raya !” Polantas : “Siapa bilang ini empang hah !”

Ideoy : “Waduhh.., sstt…, Sem, mending diem aje, biar si Alek yang ngejawab “

(3)

Alek : “Kalo ini empang sih saya udeh mandi sama angonin bebek dong pak ?”

Polantas : “Siapa suruh kamu ngeles…, sudah tahu ini jalan raya, kenapa kalian bawa motor kayak bawa bajaj ?”

Alek : “Maaf, maksud nya apa ya pak, saya kurang paham ?” Polantas : “Yang kalian kendarai ini motor roda dua, dan batas penumpang nya pun harus dua orang, bukan lebih dari dua orang kayak bajaj, melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan !” Darsem : “Maapin kami pak, soal nya kami nggak tahu kalo berbonceng tiga itu melanggar lalu lintas “

Polantas : “Sudah, kali ini saya maklumi kalian, lain kali jangan di ulangi lagi yak ?”

Alek : “Baik pak, terima kasih…, kami berjanji tidak akan mengulangi nya lagi “

Polantas : “Bagus, terus kenapa kalian mesti berbonceng tiga, kalo kalian bepergian di jalan raya lebih dari dua orang, alangkah baik nya jika menggunakan angkutan saja ?”

Darsem : “Ooo, begitu ya pak, biasa nya kami malah berempat

kadang berlima pak kalo naik motor, kami tidak tahu kalo berbonceng tiga itu melanggar lalu lintas “

Polantas : “Walaah.., ayo ikut ke kantor semuanya…!!!

Lapor, Pak,,,! Ada Kecelakaan Lalu-Lintas,,,!

Onyod (Ngos-ngosan habis lari-lari): "Lapooor, Pak Pulisi,,,!" Pulisi: "Ada apa Sudara lari-lari sampai ngos-ngosan begitu,,,?" Onyod: "Ada kecelakaan, Pak,,,!"

Pulisi: "Ah yang bener, jangan main-main Sudara,,,! Dimana kejadiannya,,,?" Onyod: "Justru belum begitu jelas, Pak,,,!"

Pulisi: "Ebuseeeh,,,! Bagaimana Sudara ini,,,? Lapor ada kecelakaan, tapi kok nggak tau tepatnya dimana,,,?"

Onyod: "Sueeeer, bener ada kecelakaan, Pak,,,! Saya liatnya di TV-Ono,,,! Buru-buru liat, Pak, ntar keburu iklan lagi, tambah nggak jelas dimana-dimananya,,,!"

Semua sudah lengkap

pada suatu ketika ada seorang polisi yang hendak memberhentikan bapak-bapak yang berumur 50tahunan yang sudah mengganggu arus lalu lintas dijalan, berikut percakapannya :

(4)

Polisi : selamat siaang pak?!

Bapak : siang..bapak pasti mau nilang saya, nih surat2 saya lengkap, tutup pentil lengkap, kaca spion lengkap. saya pakai helm..terus salah saya apa??

Polisi : surat2 bapak memang sudah lengkap, tutup pentil lengkap, helm juga ada, tapi masalahnya MOTORNYA GAK ADAAA!!!, bapak mengganggu lalu lintas karna berjalan di tengah jalan raya..!!!

Menghabiskan pena

Waktu malem mingguan si Udin yang baru saja beli motor kebut-kebutan di jalan Sudirman sama teman-temannya, sialnya pada waktu itu jalan Sudirman sedang di razia, sialnya lagi si Udin sendiri yang keciduk Polisi, teman-teman yang lainya pada kabur semua.

Polisi : “Maaf, di jalan ini batas kecepatan hanya 60km/jam kok saudara melewati sampe 120km/jam???”

Udin : “Yahhh…. saya sekedar ngabisin bensin aja pak!!!!

Polisi : “Oh begitu, kalo begitu saudara saya tilang, karena ngebut melewati batas kecepatan.”

Udin : “Loh pak kok tilangnya mahal amatttttt??????”

Polisi : “Yahhhh, saya hanya mengabiskan tinta pena saja!!!!”

Selasa, 13 Oktober 2009

Istilah-istilah lalu lintas di jalan yang digunakan penyiar radio?

Pernah denger gak istilah yg digunakan penyiar radio utk kondisi lalu lintas? Siapa yg masih inget, saya masih inget sedikit nih:

1. RAMLAN = RAMe LANcar

2. PAMER PAHA = PAdat MERayap tanPA HArapan 3. PAMER SUSU = PAdat MERayap SUSUl-susulan 4. RABA PAHA = RAda BAnyak tanPA HArapan 5. RABA SUSU = RAda BAnyak SUSUl-susulan

6. BARANG NGACENG = BAnyak yang menyebeRANG jaNGAn keNCENG-kenceng

7. SUSAN = SUasana SANtai

Nah kalo diberitain gini bunyinya:

(5)

Please download full document at

www.DOCFOC.com

Referensi

Dokumen terkait

Bappenas adalah badan perencanaan pembangunan Pemerintah yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam mengoordinasikan implementasi KOMPAK, sekaligus lembaga kunci yang membantu

Sampai dengan Triwulan I TA 2016 realisasi fisik dari indikator kinerja kegiatan ini sebesar 15%, dengan realisasi pelaksanaan kegiatan meliputi : Persiapan pelaksanaan

Pada praktikum ini tekanan darah diukur dengan metode tidak langsung secara auskultasi dan pengukuran dilakukan pada lengan bagian atas. Tekanan darah dari praktikan

Berdasarkan data analisis hasil observasi dan wawancara ke-9 subjek, terdapat beberapa kesalahan siswa dalam membuat pemodelan matematika diantaranya yaitu 3 dari

1) Sistem pengisian KRS terkomputerisasi di PSMA Universitas Gunadarma secara keseluruhan sudah memperoleh kualifikasi interpretasi Baik dengan nilai interpretasi

Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita DM berisiko mengalami masalah pada saat lahir berupa gangguan maturitas paru, berat lahir besar untuk masa kehamilan (BMK) atau makrosomia,

Namun pada indikator-indikator lain, selalu ada jawaban negatif dari responden yang berarti beberapa pustakawan memang merasa belum puas dengan kondisi motivasi yang sudah

Penelitian ini menemukan pertama, fakta yang memperkuat hasil penelitian sebelumnya, persepsi pegawai tentang pelaksanaan Tupoksi berada pada kategori baik bersifat subjektif