Pemantauan Wilayah Setempat
Pemantauan Wilayah Setempat
Program Imunisasi
Program Imunisasi
ILMA YETTI FATMI
ILMA YETTI FATMI
LIANA INDRAINI
LIANA INDRAINI
NAFI RUHMITA
NAFI RUHMITA
OCTIANY PUJI LESTARI
OCTIANY PUJI LESTARI
SOFIYATUS SAIDA
Gambaran/penjelasan tentang PWS Program Imunisasi
Gambaran/penjelasan tentang PWS Program Imunisasi
Kegiatan utama PWS program imunisasi
Kegiatan utama PWS program imunisasi
Input/data yang dibutuhkan dan sumber datanya
Input/data yang dibutuhkan dan sumber datanya
Mekanisme pencatatan atau mendapatkan datanya
Mekanisme pencatatan atau mendapatkan datanya
Indikator strategis yang dilaporkan baik secara rutin maupun non rutin
Indikator strategis yang dilaporkan baik secara rutin maupun non rutin
Bentuk pelaporan yang digunakan
Gambaran/penjelasan tentang PWS Program Imunisasi
Gambaran/penjelasan tentang PWS Program Imunisasi
Kegiatan utama PWS program imunisasi
Kegiatan utama PWS program imunisasi
Input/data yang dibutuhkan dan sumber datanya
Input/data yang dibutuhkan dan sumber datanya
Mekanisme pencatatan atau mendapatkan datanya
Mekanisme pencatatan atau mendapatkan datanya
Indikator strategis yang dilaporkan baik secara rutin maupun non rutin
Indikator strategis yang dilaporkan baik secara rutin maupun non rutin
Bentuk pelaporan yang digunakan
a.
a. P
Pen
enge
gert
rtia
ian
n PW
PWS
S Pr
Prog
ogra
ram
m im
imun
unis
isas
asii
m
m
e
e
r
r
u
u
p
p
a
a
k
k
a
a
n
n
a
a
l
l
a
a
t
t
p
p
e
e
m
m
a
a
n
n
t
t
a
a
u
u
a
a
n
n
h
h
a
a
s
s
i
i
l
l
i
i
m
m
u
u
n
n
i
i
s
s
a
a
s
s
i
i
b
b
e
e
r
r
u
u
p
p
a
a
g
g
r
r
a
a
f
f
i
i
k
k
a
a
t
t
a
a
u
u
g
g
a
a
m
m
b
b
a
a
r
r
p
p
e
e
n
n
c
c
a
a
p
p
a
a
i
i
a
a
n
n
h
h
a
a
s
s
i
i
l
l
i
i
m
m
u
u
n
n
i
i
s
s
a
a
s
s
i
i
d
d
a
a
n
n
k
k
e
e
c
c
e
e
n
n
d
d
e
e
r
r
u
u
n
n
g
g
a
a
n
n
n
n
y
y
a
a
d
d
i
i
m
m
a
a
s
s
i
i
n
n
g
g
-
-
m
m
a
a
s
s
i
i
n
n
g
g
w
w
i
i
l
l
a
a
y
y
a
a
h
h
(
(
D
D
e
e
s
s
a
a
,
,
P
P
o
o
s
s
y
y
a
a
n
n
d
d
u
u
,
,
a
a
t
t
a
a
u
u
l
l
a
a
i
i
n
n
n
n
y
y
a
a
)
)
.
.
D
D
e
e
n
n
g
g
a
a
n
n
P
P
W
W
S
S
d
d
a
a
p
p
a
a
t
t
m
m
e
e
n
n
e
e
n
n
t
t
u
u
k
k
a
a
n
n
ti
ti
n
n
d
d
a
a
k
k
l
l
a
a
n
n
j
j
u
u
t
t
y
y
a
a
n
n
g
g
h
h
a
a
r
r
u
u
s
s
d
d
i
i
l
l
a
a
k
k
u
u
k
k
a
a
n
n
,
,
s
s
e
e
h
h
i
i
n
n
g
g
g
g
a
a
h
h
a
a
s
s
il
il
i
i
m
m
u
u
n
n
is
is
a
a
s
s
i
i
d
d
a
a
p
p
a
a
t
t
d
d
i
i
p
p
e
e
r
r
b
b
a
a
i
i
k
k
i
i
d
d
a
a
n
n
a
a
k
k
h
h
i
i
r
r
n
n
y
y
a
a
sec
Memanfaatkan cakupan dari data yang ada
Menggunakan indikator sederhana, seperti:• Jangkauan aksesibilitas seperti cakupan DPT1,HB < 0-7 hr, TT-1,
• Kualitas program (tingkat perlindungan), seperti Cakupan DPT3, Polio4, Campak, TT2+ Ibu
Hamil
• Efektifitas/manajemen program, seperti angka Drop Out DPT 1 —Campak.
Dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan setempat.
Dimanfaatkan untuk umpan balik.
Teratur dan tepat waktu (setiap bulan).Pengumpulan dan pengolahan data
Untuk membuat PWS perlu tersedia data-data cakupan imunisasi dari tiap desa. Data
ini sudah dikumpulkan dan diolah dalam buku rekapitulasi Puskesmas, serta
dikelompokkan ke dalam format pengolahan data PWS
berdasarkan wilayah operasional (desa/kelurahan).
Untuk mengetahui perkembangan cakupan
imunisasi tiap desa, pengolahan data sebaiknya
dilakukan untuk semua pelayanan imunisasi.
Membuat grafik PWS
Yang perlu diperhatikan dalam membuat grafik PWS :
Judul Grafik, Waktu dan Tempat,
Kolom Vertikal : Target bulanan dan target satu tahun sesuai dengan antigen.
Baris Horizontal berisi informasi sebagai berikut:
• % kumulatif cakupan tiap desa adalah cakupan Januari s/d
bulan pada waktu PWS dibuat
• % bulan ini adalah cakupan waktu dibuat PWS • % bulan lalu adalah cakupan satu bulan lalu
• Trend meningkat : bila cakupan bulan ini lebih tinggi dari
bulan lalu
• Trend sama : bila cakupan bulan ini sama dengan bulan lalu • Trend menurun: bila cakupan bulan ini lebih rendah dari bulan
lalu
• Ranking desa : diurut dari desa dengan cakupan yang paling
a. Imunisasi Rutin
Kegiatan imunisasi rutin adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dan terus menerus harus dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan
kelompok
sasaran:
•Imunisasi rutin
pada bayi.
•Imunisasi rutin
pada wanita usia
subur.
•
Imunisasi rutin
pada anak
sekolah
Berdasarkan tempat pelayanan :
•
Pelayanan
imunisasi
di
dalam
gedung
(komponen statis) dilaksanakan diPuskesmas,
Puskesmas pembantu, rumah sakit, rumah
bersalin dan polindes.
•
Pelayanan imunisasi di luar gedung dilaksanakan
di posyandu, kunjungan rumah dan sekolah
•
Pelayanan
imunisasi
rutin
dapat
juga
diselenggarakan oleh swasta seperti:
- Rumah sakit swasta
- Dokter praktik
Bidan praktik
b. Imunisasi Tambahan
Adalah kegiatan imunisasi yang tidak rutin dilaksanakan, hanya dilakukan atas dasar ditemukannya masalah dari hasil pemantauan, atau evaluasi.
1. Backlog Fighting Backlog fighting adalah upaya aktif melengkapi imunisasi dasar pada anak yang berumur 1 - 3 tahun pada desa non UCI setiap 2 (dua) tahun sekali.
2. Crash Program Kegiatan ini ditujukan untuk wilayah yang memerlukan intervensi secara cepat karena masalah khusus seperti :
- Angka kematian bayi tinggi, angka PD3I tinggi. - Infrastruktur (tenaga, sarana, dana) kurang.
- Untuk memberikan kekebalan pada kelompok sasaran yang belum mendapatkan pada saat imunisasi rutin.
3. Imunisasi Dalam Penanganan KLB (Outbreak Respons) Pedoman pelaksanaan imunisasi dalam penanganan KLB di sesuaikan dengan situasi epidemiologis penyakit.
4. Kegiatan-kegiatan imunisasi massal untuk antigen tertentu dalam wilayah yang luas dan waktu yang tertentu, dalam rangka pemutusan mata rantai
a. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) b. Sub PIN
c. Imunisasi Khusus
Dilaksanakan untuk melindungi seseorang dan masyarakat terhadap penyakit
tertentu pada situasi tertentu.
Situasi berupa persiapan keberangkatan mrlnrcalon jemaah haji/umroh,
persiapam perjalanan menuju atau dari negera endemis penyakit tertentu dan
kondisi kejadian luar biasa/wabah penyakit tertentu
Imunisasi
khusus
tersebut
diantaranya
Imunisasi
terhadap
meningitis
meningokokus, yellow fever (demam kuning, rabies, dan poliomyelitis)
d. Imunisasi Pilihan
Imunisasi pilihan dapat berupa Imunisasi terhadap penyakit:
- pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh pneumokokus - diare yang disebabkan oleh rotavirus
- influenza
- cacar air (varisela) - gondongan (mumps) - campak jerman (rubella) - demam tifoid
- hepatitis A
- kanker leher rahim yang disebabkan oleh Human Papillomavirus - Japanese Enchephalitis
a. Cakupan Imunisasi rutin.
Dalam melaporkan cakupan imunisasi, harus dipisahkan pemberian imunisasi terhadap kelompok di luar umur sasaran.
b. Stok dan pemakaian vaksin Penerimaan
Pemakaian dan stok vaksin setiap bulan harus dilaporkan bersama-sama dengan laporan cakupan imunisasi.
c. Sarana peralatan cold chain di puskesmas dan unit pelayanan lainnya diidentifikasi baik jumlah maupun kondisinya dilaporkan ke kabupaten/kota minimal sekali setahun.
d. UCI desa dilaporkan dalam periode satu tahun mulai bulan Januari sampai dengan Desember.
e. Cakupan imunisiasi dan pemakaian vaksin serta logistik kegiatan BIAS. f. Laporan kasus KIPI atau diduga KIPI dengan mempergunakan format KIPI.
1. Posyandu/Pustu/Puskesmas: Buku kohort bayi/ibu, buku KIA, buku register WUS, format pelaporan vaksin, ADS, dan lain-lain.
2. Unit Pelayanan Swasta/RS: Kartu/buku imunisasi, buku register WUS/kohort ibu, format pelaporan vaksin, dan lain-lain.
Pencatatan dan pelaporan meliputi
-
cakupan Imunisasi,
-
stok dan pemakaianVaksin,
-
ADS,
-
Safety Box,
-
monitoring suhu,
-
kondisi peralatan Cold Chain, dan
Pencatatan & Pelaporan Imunisasi
• Pencatatan pelayanan Imunisasi rutin dilakukan di buku kesehatan ibu dan anak,
buku kohor ibu/bayi/balita, buku rapor kesehatanku, atau buku rekam medis.
• Pencatatan pelayanan Imunisasi rutin yang dilakukan di fasilitas pelayanan
kesehatan swasta wajib dilaporkan setiap bulan ke Puskesmas wilayahnya dengan menggunakan format yang berlaku.
• Pencatatan pelayanan Imunisasi tambahan dan khusus dicatat dan dilaporkan
dengan format khusus secara berjenjang kepada Menteri melalui dinas kesehatan Pemerintah Daerah provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota.
Pencatatan Imunisasi
Tingkat Desa Sasaran Imunisasi,
Pencatatan Hasil Imunisasi bayi dan baduta, Td untuk WUS, AnakUsia Sekolah Dasar, Pencatatan dan pelaporan untukfasilitas kesehatan swasta,
Tingkat Puskesmas Hasil Cakupan Imunisasi, PencatatanVaksin, Pencatatan SuhuVaccine Refrigerator, Pencatatan Logistik Imunisasi
Tingkat Kabupaten/Kota Hasil cakupan Imunisasi, Pencatatan vaksin, Pencatatan logistik Imunisasi, Pencatatan logistik Imunisasi
Tingkat Provinsi
Hasil Cakupan Imunisasi, PencatatanVaksin, Pencatatan Barang Imunisasi,
Pelaporan Imunisasi
Hasil pencatatan Imunisasi yang dilakukan oleh setiap unit yang melakukan
kegiatan Imunisasi, mulai dari puskesmas pembantu, puskesmas, rumah sakit
umum, Kantor Kesehatan Pelabuhan, balai Imunisasi swasta, rumah sakit
swasta, klinik swasta disampaikan kepada pengelola program Imunisasi
kabupaten/kota dan provinsi sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sebaliknya,
umpan balik laporan dikirimkan secara berjenjang dari tingkat atas ke tingkat
lebih bawah.
Sistematika Pencatan Pelaporan Imunisasi lanjutan
Anak Usia Sekolah
Data Quality Self Assessment (DQS)
•
Data Quality Self Assessment (DQS) terdiri dari suatu perangkat alat bantu
yang mudah dilaksanakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dan
dirancang untuk pengelola Imunisasi pada tingkat nasional, provinsi, atau
kabupaten/kota untuk mengevaluasi aspek-aspek yang berbeda dari sistim
pemantauan Imunisasi di provinsi, kabupaten/kota dan tingkat puskesmas,
dalam rangka untuk menentukan keakuratan laporan Imunisasi, dan
Hal-hal yang dilaporkan adalah :
Cakupan imunisasi.
Dalam melaporkan cakupan imunisasi harus dipisahkan pemberian imunisasi terhadapkelompok di luar umur sasaran. Pemisahan ini sebenarnya sudah dilakukan mulai saat pencatatan, supaya tidak mengacaukan persen cakupan.
Stok dan pemakaian vaksin.
Penerimaan, pemakaian dan stok vaksin setiap bulan harus dilaporkan bersama-samadengan laporan cakupan imunisasi.
Sarana peralatan cold chain di Puskesmas dan unit pelayanan lainnya diidentifikasibaik jumlah maupun kondisinya dilaporkan oleh puskesmas, kabupaten/kota, dan provinsi secara berjenjang minimal sekali setahun (tercantum dalam formulir 17, formulir 18, dan formulir 19 terlampir).
Setiap penyelenggara pelayanan Imunisasi harus melakukan pencatatan dan
pelaporan secara rutin dan berkala serta berjenjang kepada Menteri melalui dinas
kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Cakupan Imunisasi Stok dan pemakaian vaksin Monitoring Suhu Kondisi Peralatan Cold Chain KIPI
Alur Pelaporan
Tingkat Puskesmas
•
Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas, Kemenkes RI, 2016
•
Kemenkes, Permenkes RI, No. 12 Tahun 2017. Tentang Penyelenggaraan
Imunisasi. (Jakarta: Kemenker RI. 2017)
•