• Tidak ada hasil yang ditemukan

Answer Case P&G - Introduction of Advanced Seal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Answer Case P&G - Introduction of Advanced Seal"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

I.

I.

Dasar Teori

Dasar Teori

NPV perlu untuk dievaluasi karena proyek dengan kalkulasi NPV positif belum NPV perlu untuk dievaluasi karena proyek dengan kalkulasi NPV positif belum tentu berhasil karena beberapa kali penghitungan kita kurang akurat. Sama hal-nya tentu berhasil karena beberapa kali penghitungan kita kurang akurat. Sama hal-nya dengan

dengan cashflowcashflow, yang terkadang aktualisasi-nya dapat berbeda dari apa yang sudah, yang terkadang aktualisasi-nya dapat berbeda dari apa yang sudah kita estimasikan. Risiko akan perbedaan tersebut dinamakan

kita estimasikan. Risiko akan perbedaan tersebut dinamakan forecasting riskforecasting risk. Cara. Cara untuk mengantisipasi-nya adalah dengan memerhatikan level kompetisi yang ada di untuk mengantisipasi-nya adalah dengan memerhatikan level kompetisi yang ada di pasar, potensial kompetisi yang belum terjadi sekarang, dan menyadari bahwa angka pasar, potensial kompetisi yang belum terjadi sekarang, dan menyadari bahwa angka NPV positif dapat menimbulkan hasil yang berbeda.

NPV positif dapat menimbulkan hasil yang berbeda.

Analisis

Analisis CashflowCashflow  dan NPV dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkatan  dan NPV dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkatan  forecasting

 forecasting riskrisk dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penting yang dapatdan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan kesuksesan atau kegagalan dari suatu investasi. Analisis

menyebabkan kesuksesan atau kegagalan dari suatu investasi. Analisis cashflowcashflow dandan NPV ini dimulai dengan menghitung NPV

NPV ini dimulai dengan menghitung NPV base-casebase-case dari suatu project baru. NPVdari suatu project baru. NPV base-case

base-case didapat dari menghitung selisih dari biaya yang dikeluarkan dandidapat dari menghitung selisih dari biaya yang dikeluarkan dan present present value

value daridarioperating cashoperating cash flow.flow.

Dalam melakukan analisis variasi NPV, terdapat 3 metode yang dapat dilakukan : Dalam melakukan analisis variasi NPV, terdapat 3 metode yang dapat dilakukan :

• Analisis SkenarioAnalisis Skenario

Dalam menghitung analisis skenario, terdapat tiga kondisi yang harus dianalisis dalam Dalam menghitung analisis skenario, terdapat tiga kondisi yang harus dianalisis dalam proyek baru perusahaan, yaitu kondisi

proyek baru perusahaan, yaitu kondisi best case, base case,best case, base case, dandan worst case.worst case.  Dari 3  Dari 3 kondisi tersebut dapat dilakukan penghitungan

kondisi tersebut dapat dilakukan penghitungan cash flow,cash flow, NPV, dan IRR, yangNPV, dan IRR, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat NPV minimun dari proyek tersebut. Apabila NPV bertujuan untuk mengetahui tingkat NPV minimun dari proyek tersebut. Apabila NPV minimum yang didapat bernilai positif, maka berarti proyek tersebut aman untuk minimum yang didapat bernilai positif, maka berarti proyek tersebut aman untuk dijalankan.

dijalankan.

Kekurangan dari penggunaan análisis skenario adalah, dalam dunia nyata, tidak Kekurangan dari penggunaan análisis skenario adalah, dalam dunia nyata, tidak semua perusahaan memberikan data dari kondisi

semua perusahaan memberikan data dari kondisibest case, base case,best case, base case, dandan worst caseworst case.. Terkadang beberapa perusahaan memberikan data

Terkadang beberapa perusahaan memberikan data best casebest case, dimana kondisi yang, dimana kondisi yang memiliki harga tinggi dan biaya rendah, dan data

memiliki harga tinggi dan biaya rendah, dan data base casebase case saja, tidak ada datasaja, tidak ada dataworstworst case

case  dari suatu proyek. Selain itu, analisis skenario juga hanya memberikan  dari suatu proyek. Selain itu, analisis skenario juga hanya memberikan penjelasan hal-hal apa saja yang dapat terjadi, namun tidak menjelaskan lebih lanjut penjelasan hal-hal apa saja yang dapat terjadi, namun tidak menjelaskan lebih lanjut apakah sebaiknya perusahaan mengambil proyek tersebut atau tidak.

(2)

• Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas merupakan variasi dari analisis skenario yang digunakan dalam menunjukan area mana yang memiliki forecasting risk   paling tinggi. Konsep dari analisis sensitivitas adalah hanya mengubah satu variabel dari seluruh variabel yang ada dan melihat seberapa sensitif perubahan NPV terhadap perubahan penghitungan satu variabel tersebut. Apabila NPV ternyata sangat sensitif terhadap perubahan satu variabel dibandingkan dengan perubahan variabel lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa forecasting risk terhadap variabel tersebut relatif tinggi. Analisis sensitivitas sangat berguna dalam menginformasikan perusahaan area mana yang paling memerlukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas dari suatu proyek. Namun, karena analisis sensitiitas menggunakan konsep dasar yang sama dengan analisis skenario, maka kekurangannya pun sama. Analisis sensitivitas hanya menunjukkan pada bagian mana forecasting error akan menyebabkan kerugian terbesar, namun tidak memberikan penyelesaian masalah dari error yang mungkin terjadi tersebut.

• Analisis Simulasi

Analisis simulasi merupakan penggabungan dari analisa skenario dan analisa sensitivitas, metode ini menganalisa projek dari segala variabel dan dengan banyak nilai estimasi. Namun sama seperti analisa skenario, analisa simulasi tidak memiliki suatu decision framework yang dapat menghasilkan keputusan dari data-datanya.

II.

Profil Perusahaan

Procter & Gamble (P&G) adalah salah satu perusahaan barang konsumen termuka di seluruh dunia. Di tahun 2007, total pemasukkannya mencapai angka $72 milyar dan berasal dari hampir seluruh sudut dunia. Ada berbagai jenis merk yang tergabung dibawah naungan P&G yang berfokus terhadap kecantikan, perawatan, wewangian, dan berbagai jenis barang konsumen lainnya. P&G merupakan kompetitor yang agresif di industri-nya, berhasil memberikan pengembalian terhadap pemegang saham pada kelas sepertiga atas di industri-nya. Keberhasilan ini diraih dengan strategi manajemen untuk meraih konsumen yang lebih banyak, mencapai sudut dunia yang lebih luas dan lebih lengkap dalam memberikan kepuasan.

(3)

North America Oral Care (NAOC) merupakan salah satu anak perusahaan dibawah P&Gyang bergerak di industri perawatan gigi, menjual produk seperti odol, sikat gigi manual, sikat gigi listrik dan sebagai-nya. Strategi yang diadopsi oleh NAOC adalah mengembangkan kehadiran produk odol-nya di industri global terutama dibawah brand Oral B dan berbagai fokus lainnya dibawah 3D White Brand. Produk andalan dari NAOC, dengan penjualan lebih dari $5 milyar tiap tahunnya, adalah brand Crest

Crest Whitestrips, sebuah perawatan lapisan gigi yang diluncurkan pada tahun 2001, memiliki fitur pemutihan gigi konsumen dengan hasil yang menyamai berbagai perawatan dari dokter gigi yang lebih mahal. Di tahun pertama setelah diluncurkan, penjualan Crest Whitestrips mencapai hampir $300 juta namun tidak mendapatkan pertumbuan dalam penjualan ataupun keuntungan di tahun-tahun berikutnya. Berbagai kompetitor telah masuk ke lini produk yang sama namun dengan cepat keluar kembali atau menghadapi penjualan stagnan seperti P&G. Dalam rencana memutarkan keadaan, dikembangkannya sebuah produk baru bernama Advanced Seal, yang didasarkan pada teknologi canggih mampu untuk mencegah lembaran keluar dari posisi saat digunakan.

III.

Kasus Advanced Seal

Advanced Seal diluncurkan sebagai jawaban atas masalah jatuh dari posisi-nya produk Crest Whitestrips. Teknologi yang dimiliki-nya diharapkan mampu untuk meningkatkan kepuasan pengguna, menciptakan word-of-mouth  yang bersebar dan menaikkan penjualan dari brand Crest. Namun ada beberapa pertimbangan dalam meluncurkan Advance Seal, yang pertama adalah terkait biaya pembuatan-nya yang cukup mahal, naik 75% dari sebelumnya yang jika dibandingkan dengan premium sebesar 25% maka akan menciptakan gross margin yang relatif kecil. Lalu yang kedua adalah terkait kanibalisasi dari produk lainnya dalam brand Crest. Diperkirakan 65% -75% dari penjualan produk Advanced Seal berasal dari penjualan produk lama-nya, yang terbagi menjadi basic dan premium. Untuk karena itu dibutuhkan koodinasi antara divisi pemasaran, penjualan, manufaktur, dan riset pasar untuk mengetahui langkah yang tepat. Timbul 3 pilihan yakni proposal untuk meluncurkan produk, proposal untuk menaikkan penjualan dan proposal untuk meminimalisir kanibalisasi.

(4)

IV.

Opsi 1 : Proposal untuk meluncurkan produk (Base Case

Kami akan melakukan penghitungan laporan keuangan pro forma, proyeksi arus kas, dan proyeksi net working capital  dari pembelian mesin Zinser 351 dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2012, sesuai dengan umur Zinser.

Penjelasan penghitungan:

1. Operating Revenue didapat dari menjumlahkan penjualan dari Advanced Seal, Basic dan Premium. Harga jual dimasukkan sesuai dengan tabel pada halaman kasus, sedangkan kuantitas penjualan Advanced Seal adalah 2 juta produk, Premium adalah 45% dari 2 juta dan Basic adalah 85% dari 2 juta. Pengurangan kuantitas Premium dan Basic dikarenakan oleh kanibalisasi.

2. Operating Expenses didapat dari menjumlahkan cost of goods sold   dari Advanced Seal, Basic, dan Premium. Biaya dari setiap produk dimasukkan seperti di tabel dikalikan dengan kuantitas yang sama seperti penjualan.

3. Selling, General & Administrative Expenses adalah $1 juta dan Advertising adalah $4  juta sesuai dengan keterangan pada kasus.

(5)

4. Depresiasi dihitung berdasarkan pengeluaran kapital sebesar $4 juta dengan menggunakan rateakselerasi 5 tahun yang terdapat pada keterangan kasus.

5.  Income Tax adalah 40% dari penghasilan sebelum kena pajak dan bunga. 6. Operating Cash Flow adalah EBIT + Depresiasi - Income Tax

7. Net Working Capital setiap tahunnya didapat dengan menggunakan angka Net Working Capital Ratio sebesar 9, yang dibagikan terhadap penjualan tiap tahunnya lalu dijumlahkan dengan pengeluaran kapital untuk mendapatkanintial outlay.

8. NPV didapat dari menjumlahkan present value dari operating cash flow tiap tahunnya dengan perubahan pada NWC dan pengeluaran kapital

Opsi 2 : Proposal Menaikkan Penjualan

Sama seperti Ziner 351, kami akan melakukan proyeksi laporan keuangan, penghitungan proyeksi arus kas dannet working capital. Adapun proyeksi laporan keuangan apabila perusahaan tetap memakai mesin lama adalah:

Penjelasan penghitungan:

1. Operating Revenue didapat dari menjumlahkan penjualan dari Advanced Seal, Basic dan Premium. Di Pilihan ini, harga jual dari Advanced Seal diturunkan sebesar $1 per produk yang turut menurunkan marjin keuntungan per produk menjadi $9 per produk. Dengan penurunan harga tersebut, kuantitas penjualan

(6)

Advanced Seal diperkirakan naik menjadi 3 juta produk tiap tahunnya. Namun, sebagian dari kenaikan kuantitas penjualan tersebut juga merupakan kanibalisasi dari produk premium, yang kuantitasnya turun sebesar 2.5%. Sedangkan untuk kuantitas produk basic tetap sama

2. Operating Expenses didapat dari menjumlahkancost of goods sold  dari Advanced Seal, Basic, dan Premium. Biaya dari setiap produk dimasukkan seperti di tabel dikalikan dengan kuantitas yang sama seperti penjualan.

3. Selling, General & Administrative Expenses adalah $1 juta. Untuk advertising expenses akan dinaikkan menjadi $7.5 juta di tahun pertama, dan kembali menjadi $6 juta di tahun-tahun selanjutnya

4. Depresiasi dihitung berdasarkan pengeluaran kapital sebesar $4 juta dengan menggunakan rateakselerasi 5 tahun yang terdapat pada keterangan kasus.

5.  Income Tax adalah 40% dari penghasilan sebelum kena pajak dan bunga. 6. Operating Cash Flow adalah EBIT + Depresiasi - Income Tax

7. Net Working Capital setiap tahunnya didapat dengan menggunakan angka Net Working Capital Ratio sebesar 9, yang dibagikan terhadap penjualan tiap tahunnya lalu dijumlahkan dengan pengeluaran kapital untuk mendapatkanintial outlay.

8. NPV didapat dari menjumlahkan present value dari operating cash flow tiap tahunnya dengan perubahan pada NWC dan pengeluaran kapital

(7)

Opsi 3 : Proposal Meminimalisir Kanibalisasi

Penjelasan penghitungan:

1. Operating Revenue didapat dari menjumlahkan penjualan dari Advanced Seal, Basic dan Premium. Di Pilihan ini, harga jual dari Advanced Seal dinaikkan sebesar $1 per produk yang turut menaikkan marjin keuntungan per produk menjadi $11 per produk. Kenaikkan harga tersebut diperkirakan akan mengurangi kuantitas penjualan produk Advanced Seal menjadi 1 juta produk tiap tahunnya. Namun, dampak positif-nya adalah mengurangi tingkat kanibaliasi produk premium, yang sekarang angka penjualannya mencapai 55% dari 2 juta dengan penjualan produk basic tetap sama.

2. Operating Expenses didapat dari menjumlahkan cost of goods sold   dari Advanced Seal, Basic, dan Premium. Biaya dari setiap produk dimasukkan seperti di tabel dikalikan dengan kuantitas yang sama seperti penjualan.

3. Selling, General & Administrative Expenses adalah $1 juta. Untuk advertising expenses akan diturunkan menjadi $5 juta setiap tahunnya`

4. Depresiasi dihitung berdasarkan pengeluaran kapital sebesar $4 juta dengan menggunakan rateakselerasi 5 tahun yang terdapat pada keterangan kasus. 5.  Income Tax adalah 40% dari penghasilan sebelum kena pajak dan bunga. 6. Operating Cash Flow adalah EBIT + Depresiasi - Income Tax

(8)

7. Net Working Capital setiap tahunnya didapat dengan menggunakan angka Net Working Capital Ratio sebesar 9, yang dibagikan terhadap penjualan tiap tahunnya lalu dijumlahkan dengan pengeluaran kapital untuk mendapatkan intial outlay.

8. NPV didapat dari menjumlahkan present value dari operating cash flow tiap tahunnya dengan perubahan pada NWC dan pengeluaran kapital

V.

Keputusan

Berdasarkan analisa skenario yang telah kami lakukan, kami merekomendasikan tim komersil brand Crest untuk mengambil pilihan kedua, yakni proposal untuk menaikkan pemasukan. Proposal ini menghasilkan net present value  yang paling besar dari ketiga opsi yang dimiliki perusahaan sehingga dapat dikatakan memiliki hubungan cost-benefit  yang paling menguntungkan bagi NAOC

Referensi

Dokumen terkait