R a b u , 2 4 A p r i l 2 0 1 3 R a b u , 2 4 A p r i l 2 0 1 3
MAKALAH SIKLUS SULFUR
MAKALAH SIKLUS SULFUR
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.1.1. Latar BelakangLatar Belakang
Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang interaksi antara Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang interaksi antara organisme - organisme dan lingkungannya. Berbagai ekosistem organisme - organisme dan lingkungannya. Berbagai ekosistem dihubungkan satu sama lain oleh proses-proses biologi, kimia, dan fisika. dihubungkan satu sama lain oleh proses-proses biologi, kimia, dan fisika. Masukan dan buangan energi, gas, bahan kimia anorganik dan organik Masukan dan buangan energi, gas, bahan kimia anorganik dan organik dapat melewati
dapat melewati batasan batasan ekosistem ekosistem melalui melalui perantara perantara faktor faktor meteorologimeteorologi seperti angin dan presipitasi, faktor geologi seperti air mengalir dan daya seperti angin dan presipitasi, faktor geologi seperti air mengalir dan daya tarik dan faktor biologi seperti gerakan hewan. Jadi, keseluruhan bumi itu tarik dan faktor biologi seperti gerakan hewan. Jadi, keseluruhan bumi itu sendiri adalah ekosistem, dimana tidak ada bagian yang terisolir dari yang sendiri adalah ekosistem, dimana tidak ada bagian yang terisolir dari yang lain. Ekosistem keseluruhannya biasanya disebut biosfer.
lain. Ekosistem keseluruhannya biasanya disebut biosfer.
Biosfer terdiri dari semua organisme hidup dan lingkungan biosfer Biosfer terdiri dari semua organisme hidup dan lingkungan biosfer membentuk “shell” (kulit), relatif tipis di sekeliling bumi, berjarak hanya membentuk “shell” (kulit), relatif tipis di sekeliling bumi, berjarak hanya beberapa
beberapa mil mil di di atas atas dan dan di di bawah bawah permukaan permukaan air air laut. laut. Kecuali Kecuali energi,energi, biosfir sudah
biosfir sudah bisa mencukupi bisa mencukupi dirinya sendiri, dirinya sendiri, semua persyaratan semua persyaratan hidup yanghidup yang lain seperti air, oksigen,
lain seperti air, oksigen, dan hara dipenuhi oleh pemakaian dan daur ulangdan hara dipenuhi oleh pemakaian dan daur ulang bahan yang
bahan yang telah ada telah ada dalam sistem dalam sistem tersebut.tersebut.
Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
Semua yang ada di bumi ini baik mahluk hidup maupun benda mati Semua yang ada di bumi ini baik mahluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsure-unsur kimia antara lain tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsure-unsur kimia antara lain karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan Fosfor (P). karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan Fosfor (P). Unsur-unsur kimia tersebut atau yang umum disebut materi dimanfaatkan Unsur-unsur kimia tersebut atau yang umum disebut materi dimanfaatkan produsen
produsen untuk untuk membentuk membentuk bahan bahan organik organik dengan dengan bantuan bantuan matahari matahari atauatau energi yang berasal dari reaksi kimia. Bahan organik yang dihasilkan energi yang berasal dari reaksi kimia. Bahan organik yang dihasilkan merupakan sumber energi bagi organisme. Proses makan dan dimakan pada merupakan sumber energi bagi organisme. Proses makan dan dimakan pada rantai makanan mengakibatkan aliran materi dari mata rantai yang satu ke rantai makanan mengakibatkan aliran materi dari mata rantai yang satu ke mata rantai yang lain. Walaupun mahluk hidup dalam satu rantai makanan mata rantai yang lain. Walaupun mahluk hidup dalam satu rantai makanan mati, aliran materi akan tetap berlangsung terus. Karena mahluk yang mati mati, aliran materi akan tetap berlangsung terus. Karena mahluk yang mati tersebut diurai oleh dekomposer yang akhirnya akan masuk lagi ke rantai tersebut diurai oleh dekomposer yang akhirnya akan masuk lagi ke rantai makanan berikutnya. Demikian interaksi ini terjadi secara terus menerus makanan berikutnya. Demikian interaksi ini terjadi secara terus menerus sehingga membentuk suatu aliran energi dan daur materi.
sehingga membentuk suatu aliran energi dan daur materi.
Mahluk hidup, terutama tumbuhan ikut mendapat pengaruh yang Mahluk hidup, terutama tumbuhan ikut mendapat pengaruh yang cukup signifikan dari suplai hara dan energi. Di alam, semua cukup signifikan dari suplai hara dan energi. Di alam, semua elemen-elemen kimiawi dapat masuk dan keluar dari sistem untuk menjadi mata elemen kimiawi dapat masuk dan keluar dari sistem untuk menjadi mata rantai siklus yang lebih luas dan bersifat global. Namun demikian ada suatu rantai siklus yang lebih luas dan bersifat global. Namun demikian ada suatu
P e n g u n j u n g
P e n g u n j u n g
H A L L O
H A L L O
Selamat Datang di Gl
Selamat Datang di Glory Shine.ory Shine.
Anda akan menemukan berbagai
Anda akan menemukan berbagai
informasi ilmu.
informasi ilmu.
Khususnya tentang Kesehatan ^^
Khususnya tentang Kesehatan ^^
W e b L
W e b L
i
i
n
n
k
k
FKM UNDIP FKM UNDIP UNDIP SITE UNDIP SITEF K M U n d i p
F K M U n d i p
Berita Duka Berita Duka 426 Mahasiswa FKM 426 Mahasiswa FKMUndip Siap Dampingi
Undip Siap Dampingi
Ibu Hamil Ibu Hamil JADWAL UAS JADWAL UAS SEMESTER GASAL TH. SEMESTER GASAL TH. 2013/2014 2013/2014
Kunjungan Prof Taro
Kunjungan Prof Taro
Yamauchi di FKM Yamauchi di FKM UNDIP UNDIP Implementasi Kerjasama Implementasi Kerjasama FKM UNDIP dan FKM UNDIP dan Kabupaten Brebes Kabupaten Brebes Melalui Kegiatan Melalui Kegiatan PBL-PBL-22
U n d i p |
U n d i p |
U n i v e r s i t a s
U n i v e r s i t a s
D i p o n e g o r o |
D i p o n e g o r o |
D i p o n e g o r o
D i p o n e g o r o
U n i v e r s i t y . .
U n i v e r s i t y . .
B e c o m e s a n
B e c o m e s a n
E x c e l l e n t
E x c e l l e n t
R e s e a r c h
R e s e a r c h
GLORY SHINE
GLORY SHINE
B l o g r o l l B l o g r o l l L a m a n L a m a n Beranda Beranda1
1
2
2
7
7
4
4
3
3
7
7
kecenderungan sejumlah elemen beredar secara terus menerus dalam kecenderungan sejumlah elemen beredar secara terus menerus dalam ekosistem dan menciptakan suatu siklus internal. Siklus ini dikenal sebagai ekosistem dan menciptakan suatu siklus internal. Siklus ini dikenal sebagai siklus biogeokimia karena prosesnya menyangkut perpindahan komponen siklus biogeokimia karena prosesnya menyangkut perpindahan komponen bukan
bukan jasad jasad (geo), (geo), ke ke komponen komponen jasad jasad (bio) (bio) dan dan kebalikannya. kebalikannya. SiklusSiklus biogeokimia pada
biogeokimia pada akhirnya cakhirnya c enderung mempunyai enderung mempunyai mekanisme umpan-balik mekanisme umpan-balik yang dapat mengatur sendiri (self regulating) yang menjaga siklus itu dalam yang dapat mengatur sendiri (self regulating) yang menjaga siklus itu dalam keseimbangan.
keseimbangan.
Salah satu siklus biogeokimia yakni siklus sulfur. Kita tahu jika Salah satu siklus biogeokimia yakni siklus sulfur. Kita tahu jika sulfur lebih dikenal masyarakat dengan belerang yang terkandung di dalam sulfur lebih dikenal masyarakat dengan belerang yang terkandung di dalam sumber mata air panas. Di sisi lain, siklus sulfur memiliki peran penting sumber mata air panas. Di sisi lain, siklus sulfur memiliki peran penting dalam proses aliran energi dan materi yang terjadi di alam. Selain itu, siklus dalam proses aliran energi dan materi yang terjadi di alam. Selain itu, siklus sulfur juga memiliki banyak pengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan sulfur juga memiliki banyak pengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan ekosistem serta keseimbangan dari proses siklus biogekimia itu sendiri. ekosistem serta keseimbangan dari proses siklus biogekimia itu sendiri.
Berdasarakan hal tersebut kami mencoba memaparkan proses dari Berdasarakan hal tersebut kami mencoba memaparkan proses dari siklus sulfur, peran manusia dalam siklus sulfur serta dampak siklus sulfur siklus sulfur, peran manusia dalam siklus sulfur serta dampak siklus sulfur terhadap keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.
terhadap keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.
Rumusan Masalah Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan sulfur ? Apa yang dimaksud dengan sulfur ? Bagaimana proses terjadinya
Bagaimana proses terjadinya siklus sulfur siklus sulfur ??
Bagaimana peran manusia dalam siklus sulfur dan hujan asam ? Bagaimana peran manusia dalam siklus sulfur dan hujan asam ? Bagaimana dampak dari sulfur bagi kehidupan ?
Bagaimana dampak dari sulfur bagi kehidupan ? Aapa fungsi sulfur bagi kehidupan ?
Aapa fungsi sulfur bagi kehidupan ?
Tujuan Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari sulgur Untuk mengetahui pengertian dari sulgur Untuk mengetahui proses siklus sulfur Untuk mengetahui proses siklus sulfur
Untuk mengetahui peran manusia dalam siklus su
Untuk mengetahui peran manusia dalam siklus sulfur lfur dan hujan asam ?dan hujan asam ? Untuk mengetahui dampak dan manfaat dari siklus sulfur
Untuk mengetahui dampak dan manfaat dari siklus sulfur Untuk mengetahui fungsi sulfur bagi kehidupan
Untuk mengetahui fungsi sulfur bagi kehidupan
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1.
2.1. Definisi sulfurDefinisi sulfur
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam bentuk adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam bentuk senyawa asam amino unit kecil dari protein. Protein ini penting senyawa asam amino unit kecil dari protein. Protein ini penting pertumbuhan .
pertumbuhan .
Sulfur terdapat dalam bentuk sulfur anorganik, sulfur direduksi oleh Sulfur terdapat dalam bentuk sulfur anorganik, sulfur direduksi oleh bakteri
bakteri menjadi menjadi sulfida sulfida dan dan kadang-kadang kadang-kadang terdapat terdapat dalam dalam bentuk bentuk sulfur sulfur dioksida atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan dioksida atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk diperairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan mahluk diperairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati. Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO organik yang mati. Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO44).).
U n i v e r s i t y
U n i v e r s i t y
Pembayar
Pembayaran an BiayaBiaya
Pendidikan Dan
Pendidikan Dan
Verifikasi-Registrasi
Verifikasi-Registrasi
Calon Mahasiswa Baru
Calon Mahasiswa Baru
Program Magister Teknik
Program Magister Teknik
Sipil Fakultas Teknik
Sipil Fakultas Teknik
Univers
Universitas itas DiponegoroDiponegoro
Jalur Fast Track Semester
Jalur Fast Track Semester
Genap Tahun Akademik
Genap Tahun Akademik
2014/ 2015
2014/ 2015
Pengumuman
Pengumuman
Pembayar
Pembayaran an BiayaBiaya
Pendidikan Dan
Pendidikan Dan
Verifikasi-Registrasi
Verifikasi-Registrasi
Calon Mahasiswa Baru
Calon Mahasiswa Baru
Program Magister Teknik
Program Magister Teknik
PWK Fakultas Teknik
PWK Fakultas Teknik
Univers
Universitas itas DiponegoroDiponegoro
Jalur Beasiswa Kerjasam
Jalur Beasiswa Kerjasam
Kementerian PU
Kementerian PU
Semester Genap Tahun
Semester Genap Tahun
Akademik 2014/ 2015
Akademik 2014/ 2015
DIES Ke 55: FEB Undip
DIES Ke 55: FEB Undip
Raih
Raih AkreAkreditasiditasi
Internasional ABEST 21
Internasional ABEST 21
Prof Ocky Karna Radjasa
Prof Ocky Karna Radjasa
Wakil Delegasi Wakil Delegasi Indonesia ke Global Indonesia ke Global Education Dialogue di Education Dialogue di Australia Australia
8 Pejabat Baru Undip
8 Pejabat Baru Undip
Resmi Dilantik Resmi Dilantik
S u b s c r i b e T o
S u b s c r i b e T o
B l o g A r c h i v e
B l o g A r c h i v e
► ► 20152015 (14) (14) ▼ ▼ 20132013 (46) (46) ► ► Desember Desember (8) (8) ► ► JuniJuni (3) (3) ▼ ▼ AprilApril (35) (35) PERAN K3 DALAM PERAN K3 DALAM PENCEGAHAN PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBA PENYAKIT AKIBA KERJA KERJA PENYAKIT BERBASI PENYAKIT BERBASI LINGKUNGAN UD LINGKUNGAN UD MAKALAH SIKLUS MAKALAH SIKLUS SULFUR SULFUR LEMBAGA SOSIAL LEMBAGA SOSIAL PROMOSI KESEHAT PROMOSI KESEHAT "PEMBERDAYAA "PEMBERDAYAA MASYARAKAT DI MASYARAKAT DI BIDA... BIDA... PANCASILA SEBAG PANCASILA SEBAG SISTEM FILSAFA SISTEM FILSAFA SUBSTANSI GENETI SUBSTANSI GENETI Pos Pos Komentar KomentarPerpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum
Desulfomaculum dan D dan Desulfibrioesulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfide dalam bentuk hydrogen sulfide (H
sulfide dalam bentuk hydrogen sulfide (H22S) kemudian HS) kemudian H22S digunakanS digunakan bakteri fotoautotrof
bakteri fotoautotrof anaerob anaerob seperti Cseperti C hromatium dan hromatium dan melepaskan sulfur melepaskan sulfur dandan oksigen. Sulfur dioksida menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrop seperti oksigen. Sulfur dioksida menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrop seperti Thiobacillus.
Thiobacillus.
Belerang atau sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan Belerang atau sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4 ). Kemudian mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4 ). Kemudian tumbuhan tersebut dimakan hewan sehingga sulfur berpindah ke hewan. tumbuhan tersebut dimakan hewan sehingga sulfur berpindah ke hewan. Lalu hewan dan tumbuhan mati diuraikan menjadi gas H
Lalu hewan dan tumbuhan mati diuraikan menjadi gas H22S atau menjadiS atau menjadi sulfat lagi. Secara alami, belerang terkandung dalam tanah dalam bentuk sulfat lagi. Secara alami, belerang terkandung dalam tanah dalam bentuk mineral tanah. Ada juga yang gunung berapi dan sisa pembakaran minyak mineral tanah. Ada juga yang gunung berapi dan sisa pembakaran minyak bumi dan
bumi dan batubara.batubara.
Daur tipe sedimen cenderung untuk lebih kurang sempurna dan Daur tipe sedimen cenderung untuk lebih kurang sempurna dan lebih mudah diganggu oleh gangguan setempat sebab sebagian besar bahan lebih mudah diganggu oleh gangguan setempat sebab sebagian besar bahan terdapat dalam tempat dan relatif tidak aktif dan tidak bergerak di dalam terdapat dalam tempat dan relatif tidak aktif dan tidak bergerak di dalam kulit bumi. Akibatnya, beberapa bagian dari bahan yang dapat kulit bumi. Akibatnya, beberapa bagian dari bahan yang dapat dipertukarkan cenderung " hilang" untuk waktu yang lama apabila gerakan dipertukarkan cenderung " hilang" untuk waktu yang lama apabila gerakan menurunnya jauh lebih cepat dari pada gerakan "naik" kembali. Setiap daur menurunnya jauh lebih cepat dari pada gerakan "naik" kembali. Setiap daur melibatkan unsur organisme untuk membantu menguraikan melibatkan unsur organisme untuk membantu menguraikan senyawa-senyawa menjadi unsur-unsur.
senyawa menjadi unsur-unsur.
2.2.
2.2. Pengertian dan Proses Siklus SulfurPengertian dan Proses Siklus Sulfur
Siklus sulfur atau daur belerang adalah perubahan sulfur dari Siklus sulfur atau daur belerang adalah perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur di alam ditemukan dalam berbagai menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur di alam ditemukan dalam berbagai bentuk.
bentuk. Dalam Dalam tanah tanah ditemukan ditemukan dalam dalam bentuk bentuk mineral, mineral, diudara diudara dalamdalam bentuk
bentuk gas gas sulfur sulfur dioksida, dioksida, dan dan dalam dalam tubuh tubuh organisme organisme sebagai sebagai penyusunpenyusun protein.
protein.
Siklus sulfur didahului oleh pembentukan sulfur dari kerak bumi dan Siklus sulfur didahului oleh pembentukan sulfur dari kerak bumi dan atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dalam tanah dalam bentuk atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dalam tanah dalam bentuk mineral tanah. Dimana kerak bumi umumnya mengandung sekitar 0,06% mineral tanah. Dimana kerak bumi umumnya mengandung sekitar 0,06% belerang.
belerang. Sulfida-sulfida Sulfida-sulfida logam logam terdapat terdapat dalam dalam bebatuan bebatuan plutonik, plutonik, yaituyaitu batuan
batuan yang yang membeku membeku di di dalam dalam kerak kerak bumi bumi dan dan tidak tidak mencapai mencapai keke permukaan
permukaan bumi. bumi. Bebatuan Bebatuan plutonik plutonik ini ini apabila apabila hancur hancur dan dan mengalamimengalami pelapukan
pelapukan akan akan membebaskan membebaskan sulfida sulfida ini ini melalui melalui reaksi reaksi oksidasi oksidasi dandan menghasilkan sulfat (SO
menghasilkan sulfat (SO44-2-2) yang kemudian mengalami presipitasi) yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dalam bentuk garam-garam sulfat yang larut atau tidak (pengendapan) dalam bentuk garam-garam sulfat yang larut atau tidak
Di atmosfer, terdapat hampir 0,05 ppm belerang dalam bentuk gas Di atmosfer, terdapat hampir 0,05 ppm belerang dalam bentuk gas belerang
belerang dioksida dioksida (SO(SO22) yang merupakan hasil emisi pembakaran bahan) yang merupakan hasil emisi pembakaran bahan bakar
bakar berbelerang berbelerang seperti seperti minyak minyak bumi bumi dan dan batubara batubara yang yang banyak banyak dihasilkan oleh asap kendaraan dan pabrik atau gas belerang dari gunung dihasilkan oleh asap kendaraan dan pabrik atau gas belerang dari gunung berapi
berapi semisal semisal gunung gunung arjuno arjuno di di Jawa Jawa Timur. Timur. Gas Gas SOSO22 tersebut kemudian tersebut kemudian terkena uap air hujan sehingga gas tersebut berubah menjadi sulfat yang terkena uap air hujan sehingga gas tersebut berubah menjadi sulfat yang atuh di tanah, sungai dan lautan. Dimana tanah yang mengandung banyak atuh di tanah, sungai dan lautan. Dimana tanah yang mengandung banyak belerang
belerang adalah adalah tanah-tanah tanah-tanah berpasir berpasir dan dan tanah-tanah tanah-tanah yang yang tinggitinggi kandungan oksida Fe dan Al seperti mineral Pirit (FeS) dan rendah kandungan oksida Fe dan Al seperti mineral Pirit (FeS) dan rendah kandungan bahan organik. Sedangkan produksi sulfat melalui dekomposisi kandungan bahan organik. Sedangkan produksi sulfat melalui dekomposisi bahan
bahan organik organik berupa berupa protein protein dan dan senyawa senyawa organik organik lainnya lainnya yang yang akanakan menghasilkan senyawa-senyawa sederhana berupa H
menghasilkan senyawa-senyawa sederhana berupa H22SS dan sulfida (Sdan sulfida (S22)) yang jika teroksidasi akan menjadi sulfat (SO
yang jika teroksidasi akan menjadi sulfat (SO44-2-2).). Tumbuhan kemudian menyerap sulfat (SO
Tumbuhan kemudian menyerap sulfat (SO44-2-2) ) yang yang mengendapmengendap pada
pada tanah, sungai, tanah, sungai, dan dan lautan. lautan. Di dalam Di dalam tubuh tumbuhan, tubuh tumbuhan, sulfur digunakansulfur digunakan sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan sulfur sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan sulfur dengan jalan memakan tumbuhan yang juga dimanfaatkan sebagai energi dengan jalan memakan tumbuhan yang juga dimanfaatkan sebagai energi cadangan berupa protein. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik cadangan berupa protein. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik
ETIKA KESEHATAN
ETIKA KESEHATAN
ESAI AGAMA ISLAM
ESAI AGAMA ISLAM
HUKUM EUTHANAS HUKUM EUTHANAS DALAM ISLAM DALAM ISLAM HUKUM HUKUM TRANSPLANTASI TRANSPLANTASI ORGAN ORGAN LAPORAN PRAKTIK LAPORAN PRAKTIK FERMENTASI FERMENTASI PRINSIP - PRINSIP E PRINSIP - PRINSIP E KESEHATAN KESEHATAN MASYARAKAT MASYARAKAT LAPORAN PRAKTIK LAPORAN PRAKTIK KUMAN KUMAN MATERI RESPONSI MATERI RESPONSI PERBEDAAN PERBEDAAN MA MASYSYAARARAKAKAT DT D RURA RURAL ) L ) DADAN KN KOO URB... URB... ANALISA KASUS ANALISA KASUS KE KECELACELAKAKAAN AN KEKE K3 ) K3 ) MENGENAL ARTI K MENGENAL ARTI K LABEL KEMASA LABEL KEMASA PLAS PLAS MATERI ORGAN MATERI ORGAN REPRODUKSI REPRODUKSI MANUSIA MANUSIA CERPEN CERPEN LAPORAN PRAKTU LAPORAN PRAKTU KIMIA REAKSI N KIMIA REAKSI N LOGAM ALKALI... LOGAM ALKALI... LAPORAN PRAKTIK LAPORAN PRAKTIK
KIMIA TITIK BEK
KIMIA TITIK BEK
LARUTAN LARUTAN LAPORAN PRAKTIK LAPORAN PRAKTIK CACING CACING MATERI ANATOMI MATERI ANATOMI FISIOLOGI FISIOLOGI IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI GEOPOLITIK GEOPOLITIK INDONESIA DI ER INDONESIA DI ER GLOBALISA... GLOBALISA... BIOTIN BIOTIN NIA
NIASINSIN
ISTILAH - ISTILAH ISTILAH - ISTILAH DALAM K3 DALAM K3 MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJTAN 5 MATERI LANJTAN 5 MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN MATERI LANJUTAN HABITAT, NICHE HABITAT, NICHE ECOLOGY, INDIVI ECOLOGY, INDIVI POPULASI POPULASI
(dekomposer) akan menguraikannya menjadi gas berbau busuk yakni H (dekomposer) akan menguraikannya menjadi gas berbau busuk yakni H22SS dan sulfida (S
dan sulfida (S22).).
Siklus sulfur di mulai dari dalam tanah, yaitu ketika ion-ion sulfat Siklus sulfur di mulai dari dalam tanah, yaitu ketika ion-ion sulfat diserap oleh akar dan di metabolisme menjadi penyusun protein dalam diserap oleh akar dan di metabolisme menjadi penyusun protein dalam tubuh tumbuhan, ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan, protein tubuh tumbuhan, ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan, protein tersebut akan berpindah ke tubuh manusia. Dari dalam tubuh manusia tersebut akan berpindah ke tubuh manusia. Dari dalam tubuh manusia senyawa sulfur mengalami metabolisme yang sisa-sisa hasil metabolisme senyawa sulfur mengalami metabolisme yang sisa-sisa hasil metabolisme tersebut diuraikan oleh bakteri dalam lambung berupa gas dan dikeluarkan tersebut diuraikan oleh bakteri dalam lambung berupa gas dan dikeluarkan melalui kentut. Semakin besar kandungan sulfur dalam kentut maka kentut melalui kentut. Semakin besar kandungan sulfur dalam kentut maka kentut akan semakin bau.
akan semakin bau.
Hidrogen sulfida (H
Hidrogen sulfida (H22S) berasal dari penguraian hewan danS) berasal dari penguraian hewan dan tumbuhan yang mati oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. tumbuhan yang mati oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Hidrogen sulfida hasil penguraian sebagian tetap berada dalam tanah dan Hidrogen sulfida hasil penguraian sebagian tetap berada dalam tanah dan sebagian lagi dilepaskan di udara dalam bentuk gas hidrogen sulfida. Gas sebagian lagi dilepaskan di udara dalam bentuk gas hidrogen sulfida. Gas hidrogen sulfida di udara kemudian bersenyawa dengan oksigen hidrogen sulfida di udara kemudian bersenyawa dengan oksigen membentuk sulfur dioksida. Sedangkan hidrogen sulfida yang tertinggal di membentuk sulfur dioksida. Sedangkan hidrogen sulfida yang tertinggal di dalam tanah dengan bantuan bakteri akan diubah menjadi ion sulfat dan dalam tanah dengan bantuan bakteri akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oksida. Ion sulfat akan diserap kembali oleh tanaman senyawa sulfur oksida. Ion sulfat akan diserap kembali oleh tanaman sedangkan sulfur dioksida akan bereaksi dengan oksigen dan air sedangkan sulfur dioksida akan bereaksi dengan oksigen dan air membentuk asam sulfat (H
membentuk asam sulfat (H22SOSO44) yang kemudian jatuh ke bumi dalam) yang kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk
bentuk hujan hujan asam. asam. Hujan Hujan asam asam juga juga dapat dapat disebabkan disebabkan oelh oelh polusi polusi udaraudara seperti asap-asap pabrik, pembakaran kendaraan bermotor, dll. Hujan asam seperti asap-asap pabrik, pembakaran kendaraan bermotor, dll. Hujan asam dapat menjadi
dapat menjadi penyebab korosi batu-batupenyebab korosi batu-batuan dan logam. an dan logam. HH22SOSO44 yang jatuh yang jatuh kedalam tanah oleh bakteri dipecah lagi menjadi ion sulfat yang kembali kedalam tanah oleh bakteri dipecah lagi menjadi ion sulfat yang kembali diserap oleh tumbuhan, tumbuhan di makan oleh hewan dan manusia, diserap oleh tumbuhan, tumbuhan di makan oleh hewan dan manusia, makhluk hidup mati diuraikan oleh bakteri menghasilkan sulfur kembali. makhluk hidup mati diuraikan oleh bakteri menghasilkan sulfur kembali. Begitu seterusnya. Siklus sulfur atau daur belerang tidak akan pernah Begitu seterusnya. Siklus sulfur atau daur belerang tidak akan pernah terhenti selama salah satu komponen penting seperti tumbuhan masih ada di terhenti selama salah satu komponen penting seperti tumbuhan masih ada di permukaan bumi
permukaan bumi ini.ini.
Dalam daur sulfur atau daur belerang, untuk merubah sulfur menjadi Dalam daur sulfur atau daur belerang, untuk merubah sulfur menjadi senyawa belerang lainnya setidaknya ada dua jenis proses yang terjadi. senyawa belerang lainnya setidaknya ada dua jenis proses yang terjadi. Yaitu melalui reaksi antara sulfur, oksigen, dan air serta oleh aktivitas Yaitu melalui reaksi antara sulfur, oksigen, dan air serta oleh aktivitas mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang berperan dalam siklus mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang berperan dalam siklus sulfur antara lain adalah bakteri
sulfur antara lain adalah bakteri Desulfomaculum Desulfomaculum dan bakteridan bakteri Desulfibrio Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H
(H22S). Kemudian HS). Kemudian H22S digunakan oleh bakteri fotoautotrof anaerobS digunakan oleh bakteri fotoautotrof anaerob ((Chromatium)Chromatium) dan melepaskan sulfur serta oksigen. Kemudian sulfur dan melepaskan sulfur serta oksigen. Kemudian sulfur dioksidasi yang terbentuk diubah menjadi sulfat oleh bakteri kemolititrof dioksidasi yang terbentuk diubah menjadi sulfat oleh bakteri kemolititrof ((ThiobacillusThiobacillus).).
Dalam daur belerang mikroorganisme yang bertanggung jawab pada Dalam daur belerang mikroorganisme yang bertanggung jawab pada setiap proses transformasi adalah sebagai berikut.
setiap proses transformasi adalah sebagai berikut. H
H22SS S S SO SO44 bakteri sulfur tak berwarna, hijau, dan ungu. bakteri sulfur tak berwarna, hijau, dan ungu.
SO
SO44 H H22SS bakteri desulfovibrio dalam reaksi reduksi sulfat anaerobik. bakteri desulfovibrio dalam reaksi reduksi sulfat anaerobik.
H
H22SS SO SO44 bakeri thiobacilli dalam proses reaksi oksidasi sulfide bakeri thiobacilli dalam proses reaksi oksidasi sulfide aerobik.
aerobik. Sulfur organik
Sulfur organik SO SO44 + + HH22SS mikroorganisme heterotrofik aerobik dan mikroorganisme heterotrofik aerobik dan anaerobik.
anaerobik.
Proses rantai makanan disebut-sebut sebagai proses perpindahan Proses rantai makanan disebut-sebut sebagai proses perpindahan sulfat, yang selanjutnya ketika semua mahluk hidup mati dan nanti akan sulfat, yang selanjutnya ketika semua mahluk hidup mati dan nanti akan diuraikan oleh komponen organiknya yakni bakteri. Beberapa bakteri yang diuraikan oleh komponen organiknya yakni bakteri. Beberapa bakteri yang terlibat dalam proses daur belerang (sulfur) adalah
terlibat dalam proses daur belerang (sulfur) adalah Desulfibrio Desulfibrio dandan Desulfomaculum
Desulfomaculum yang nantinya akan berperan mereduksi sulfat menjadiyang nantinya akan berperan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk (H
sulfida dalam bentuk (H22S) atau hidrogen sulfida. Sulfida sendiri nantinyaS) atau hidrogen sulfida. Sulfida sendiri nantinya akan dimanfaatkan oleh bakteri Fotoautotrof anaerob seperti halnya akan dimanfaatkan oleh bakteri Fotoautotrof anaerob seperti halnya Chromatium dan melepaskan sulfur serta oksigen. Bakteri kemolitotrof Chromatium dan melepaskan sulfur serta oksigen. Bakteri kemolitotrof seperti halnya
seperti halnya ThiobacillusThiobacillus yang akhirnya akan mengoksidasi menjadi yang akhirnya akan mengoksidasi menjadi bentuk sulfat. bentuk sulfat.
B l o g g e r
B l o g g e r
t e m p l a t e s
t e m p l a t e s
Diberdayakan oleh Diberdayakan olehBlogger Blogger ..Beranda Beranda LAPORAN LAPORAN PRAKTUKUM KIMIA PRAKTUKUM KIMIA REAKSI NYALA REAKSI NYALA
LOGAM ALKALI DAN
LOGAM ALKALI DAN
ALKALI TANAH
ALKALI TANAH
REAKSI NYALA REAKSI NYALA LOGAM ALKALI DAN LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH A. ALKALI TANAH A. Tujuan Mengamati Tujuan Mengamati reaksi nyala logam alkali reaksi nyala logam alkali dan alkali tanah. B. dan alkali tanah. B. Dasar T... Dasar T... MAKALAH SIKLUS MAKALAH SIKLUS SULFUR SULFUR BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1.
1.1. Latar Latar BelakangBelakang Ekologi biasanya Ekologi biasanya didefinisikan sebagai didefinisikan sebagai ilmu tentang interaksi ilmu tentang interaksi antara organisme... antara organisme... LEMBAGA SOSIAL
LEMBAGA SOSIAL
Pertanyaan
Pertanyaan 1. 1. KonsepKonsep dan perkembangan dan perkembangan lembaga sosial 2. lembaga sosial 2. Unsur dan fungsi Unsur dan fungsi lembaga
lembaga 3. 3. PengertianPengertian dan proses terja... dan proses terja... LAPORAN
LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
PRAKTIKUM KIMIA
TITIK BEKU LARUTAN
TITIK BEKU LARUTAN
Membandingkan Titik Membandingkan Titik Beku Larutan Elektrolit Beku Larutan Elektrolit dan Non
dan Non Elektrolit A.Elektrolit A. Tujuan Membandingkan Tujuan Membandingkan titik beku larutan titik beku larutan elektrolit elektrolit dan dan n...n... LAPORAN LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM FERMENTASI FERMENTASI FERMENTASI 1. FERMENTASI 1. Tujuan Mengamati hasil Tujuan Mengamati hasil proses fermentasi proses fermentasi
glukosa
glukosa 2. 2. Dasar Dasar Teori Fermentasi atau Teori Fermentasi atau respirasi anaerob m... respirasi anaerob m... LAPORAN LAPORAN PRAKTIKUM CACING PRAKTIKUM CACING BAB I Pendahuluan A. BAB I Pendahuluan A. Tujuan Praktikum A.1. Tujuan Praktikum A.1. Meng amati morfologi, Meng amati morfologi, struktur, hospes, struktur, hospes, distribusi g distribusi geografiseografis,, pato
patologi logi dan dan gejal...gejal... ANALISA KASUS ANALISA KASUS KECELAKAAN KERJA ( KECELAKAAN KERJA ( K3 ) K3 )
Kesetrum, Dua Pekerja Kesetrum, Dua Pekerja Bangunan Tewas Bangunan Tewas Purwokerto, CyberNews. Purwokerto, CyberNews. Dua orang pekerja Dua orang pekerja bang
bangunan unan tewastewas kesetrum saat sedang kesetrum saat sedang beke
clip_image006 clip_image006
Pada aliran energi lebih ditekankan pada perputaran energi yang Pada aliran energi lebih ditekankan pada perputaran energi yang terjadi diantara komponen ekosistem. Siklus energi ini diawali dari energi terjadi diantara komponen ekosistem. Siklus energi ini diawali dari energi matahari yang ditangkap oleh produsen, kemudian terus berputar tiada henti matahari yang ditangkap oleh produsen, kemudian terus berputar tiada henti pada
pada konsumen konsumen dan dan semua semua komponen komponen ekosistem ekosistem yang. yang. hal hal ini ini karenakarena menurut hukum termodinamika bahwa energi dapat berubah bentuk, tidak menurut hukum termodinamika bahwa energi dapat berubah bentuk, tidak dapat dimusnahkan serta diciptakan. Perubahan bentuk energi ini dikenal dapat dimusnahkan serta diciptakan. Perubahan bentuk energi ini dikenal dengan istilah transformasi energi. Aliran energi di alam atau ekosistem dengan istilah transformasi energi. Aliran energi di alam atau ekosistem tunduk kepada hukum-hukum termodinamika tersebut.
tunduk kepada hukum-hukum termodinamika tersebut.
Dengan proses fotosintesis energi cahaya matahari ditangkap oleh Dengan proses fotosintesis energi cahaya matahari ditangkap oleh tumbuhan, dan diubah menjadi energi kimia atau makanan yang disimpan di tumbuhan, dan diubah menjadi energi kimia atau makanan yang disimpan di dalam tubuh tumbuhan. Proses aliran energi berlangsung dengan adanya dalam tubuh tumbuhan. Proses aliran energi berlangsung dengan adanya proses
proses rantai rantai makanan. makanan. Tumbuhan Tumbuhan dimakan dimakan oleh oleh herbivora, herbivora, dengandengan demikian energi makanan dari tumbuhan mengalir masuk ke tubuh demikian energi makanan dari tumbuhan mengalir masuk ke tubuh herbivora. Herbivora dimakan oleh karnivora, sehingga energi makanan dari herbivora. Herbivora dimakan oleh karnivora, sehingga energi makanan dari herbivora masuk ke tubuh karnivora.
herbivora masuk ke tubuh karnivora.
Sulfur berperan dalam penyimpanan dan pembebasan energi Sulfur berperan dalam penyimpanan dan pembebasan energi karena sulfur merupakan komponen penting asam-asam amino esensial karena sulfur merupakan komponen penting asam-asam amino esensial penyusun
penyusun protein protein tanaman tanaman maupun maupun hewan, hewan, seperti seperti methionin, methionin, sistein, sistein, dandan sistin, juga dalam pembentukan polipeptida. Meskipun sulfur tidak berperan sistin, juga dalam pembentukan polipeptida. Meskipun sulfur tidak berperan langsung dalam pembentukan energi (ATP) seperti phospor, namun sulfur langsung dalam pembentukan energi (ATP) seperti phospor, namun sulfur berperan
berperan dalam dalam sintesis sintesis protein. protein. Dimana Dimana protein protein nantinya nantinya akan akan dirombak dirombak menjadi karbonhidrat jika zat makanan penghasil energi utama tidak menjadi karbonhidrat jika zat makanan penghasil energi utama tidak mencukupi. Itu sebabnya mengapa protein berperan sebagai penghasil mencukupi. Itu sebabnya mengapa protein berperan sebagai penghasil energi. Ketika hewan dan tumbuhan mati, dekomposer seperti bakteri akan energi. Ketika hewan dan tumbuhan mati, dekomposer seperti bakteri akan menguraikan tubuh makhluk hidup tersebut menjadi gas H
menguraikan tubuh makhluk hidup tersebut menjadi gas H22S.S.
Beberapa bakteri anaerob melakukan kemosintesis. Dimana Beberapa bakteri anaerob melakukan kemosintesis. Dimana kemosintesis merupakan proses pembentukan senyawa bahan organik dari kemosintesis merupakan proses pembentukan senyawa bahan organik dari zat-zat anorganik dengan menggunakan energi yang berasal dari zat-zat anorganik dengan menggunakan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. Pada kemosintesis elektron donor berasal dari bahan reaksi kimia. Pada kemosintesis elektron donor berasal dari bahan anorganik sedehana, misalnya hidrogen, nitrgen, besi dan sulfur. Selama anorganik sedehana, misalnya hidrogen, nitrgen, besi dan sulfur. Selama kemosintesis, elektron dilepaskan dari bahan anorganik sehingga menjadi kemosintesis, elektron dilepaskan dari bahan anorganik sehingga menjadi molekul yang tereduksi. Substansi terduksi ini akan menimbulkan energi molekul yang tereduksi. Substansi terduksi ini akan menimbulkan energi kimia, dan digunakan untuk produksi ATP serta NADPH. Selanjutnya, ATP kimia, dan digunakan untuk produksi ATP serta NADPH. Selanjutnya, ATP dan NADPH menyediakan energi untuk sintesis karbohidrat.
dan NADPH menyediakan energi untuk sintesis karbohidrat.
Proses biologi terjadi ketika pembentukan sulfat melibatkan Proses biologi terjadi ketika pembentukan sulfat melibatkan berbagai
berbagai jenis jenis mikroorganisme yang mikroorganisme yang berperan berperan sebagai sebagai dekomposer. dekomposer. BerikutBerikut adalah bakteri yang berperan dalam pembentukan sulfat.
adalah bakteri yang berperan dalam pembentukan sulfat.
1.
1. HH22S → S → SOS → S → SO44-2-2; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau dan; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau dan ungu.
ungu.
2.
2. SOSO44-2-2 → → HH22S (reduksi sulfat anaerobik); bakteriS (reduksi sulfat anaerobik); bakteri Desulfovibrio Desulfovibrio dan dan Desulfomaculum
Desulfomaculum..
3.
3. HH22S → SOS → SO44-2-2 (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof : (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof : bakteri
bakteri ThiobacilliThiobacilli..
4.
4. Senyawa Organik → SOSenyawa Organik → SO44-2-2 + + HH22S, masing-masing mikroorganismeS, masing-masing mikroorganisme heterotrof aerobik dan anaerobik
heterotrof aerobik dan anaerobik
Proses kimia terjadi ketika sulfat mengendap di dalam permukaan Proses kimia terjadi ketika sulfat mengendap di dalam permukaan tanah hasil dari pengoksidasian mineral sulfida (batuan plutonik), berikut tanah hasil dari pengoksidasian mineral sulfida (batuan plutonik), berikut adalah contoh persamaan reaksi pembentukan sulfat melalui oksidasi adalah contoh persamaan reaksi pembentukan sulfat melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya mineral besi sulfida.
mineral sulfida, misalnya mineral besi sulfida.
ISTILAH - ISTILAH
ISTILAH - ISTILAH
DALAM K3
DALAM K3
Istilah – Istilah dalam Istilah – Istilah dalam Dasar Keselamatan Kerja Dasar Keselamatan Kerja Secara teoritis Secara teoritis istilah-istilah bahaya yang istilah bahaya yang sering ditemui dalam sering ditemui dalam lingkungan
lingkungan kerja me..kerja me.... IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI GEOPOLITIK GEOPOLITIK INDONESIA DI ERA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI GLOBALISASI IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI GEOPOLITIK GEOPOLITIK INDONESIA DI ERA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Disusun GLOBALISASI Disusun oleh :
oleh : NAMA NAMA ... MATERI ANATOMI MATERI ANATOMI FISIOLOGI FISIOLOGI ANATOMI BERASAL ANATOMI BERASAL DARI BAHASA LATIN : DARI BAHASA LATIN :
* * ANA ANA :: BAGIAN, BAGIAN, MEMISAHKAN MEMISAHKAN * TOMI (TOMIE) : IRIS/ * TOMI (TOMIE) : IRIS/ POTONG POTONG Ø ..Ø ....
P r o f i l
P r o f i l
IDA MAHF IR O H IDA MAHF IR O H L IH AT PROF IL LE NGKA PKU L IH AT PROF IL LE NGKA PKUclip_image008 clip_image008
2 FeS
2 FeS22 + + 7 O7 O22 + + 2 H2 H22O → 2 FeO → 2 Fe2+2+ + 4 SO + 4 SO442−2− + + 4 H4 H++
Proses kimia juga terjadi ketika gas SO
Proses kimia juga terjadi ketika gas SO22terbentuk melaluiterbentuk melalui pembakaran hasil
pembakaran hasil emisi pembakaran emisi pembakaran gas belerang gas belerang atau aktivitas atau aktivitas gununggunung berapi. Persamaan
berapi. Persamaan reaksinya:reaksinya: S (s) + O
S (s) + O22 (g) → SO (g) → SO22 (g) (g)
Proses kimia juga terjadi ketika gas H
Proses kimia juga terjadi ketika gas H22S terbentuk melalui aktivitasS terbentuk melalui aktivitas biologis
biologis ketika ketika bakteri bakteri mengurai mengurai bahan bahan organik organik dalam dalam keadaan keadaan tanpatanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan
berapi dan gas alam. gas alam. Persamaan reaksinya:Persamaan reaksinya: 1S
1S-2-2(s) + 2H(s) + 2H++ (g) → H (g) → H22S (g)S (g)
Proses kimia dan biologi juga terjadi ketika sulfida (S
Proses kimia dan biologi juga terjadi ketika sulfida (S22), belerang), belerang dioksida (SO
dioksida (SO22) dan (H) dan (H22S) berubah menjadi SOS) berubah menjadi SO44 atau sebaliknya denganatau sebaliknya dengan bantuan
bantuan dari dari dekomposer. dekomposer. Dimana Dimana didalam didalam proses-proses proses-proses tersebut tersebut jugajuga terdapat reaksi-reaksi kimia.
terdapat reaksi-reaksi kimia.
1. 1. HH22S → S → SOS → S → SO44-2-2 2. 2. SOSO44-2-2 → → HH22SS 3. 3. HH22S → SOS → SO44-2-2 4.
4. Senyawa Organik → SOSenyawa Organik → SO44-2-2 + H + H22SS
Siklus sulfur-iodin merupakan sederet proses termokimia yang Siklus sulfur-iodin merupakan sederet proses termokimia yang digunakan untuk mendapatkan hidrogen. Ia terdiri dari tiga reaksi kimia digunakan untuk mendapatkan hidrogen. Ia terdiri dari tiga reaksi kimia yang keseluruhan reaktannya adalah air dan keseluruhan produknya adalah yang keseluruhan reaktannya adalah air dan keseluruhan produknya adalah hidrogen dan oksigen.
hidrogen dan oksigen. 2 H
2 H22SOSO44 → 2 SO → 2 SO22 + + 2 H2 H22O + O + OO22 II22 + + SOSO22 + + 2 H2 H22O → 2 HI + HO → 2 HI + H22SOSO44 2 HI → I
2 HI → I22 + + HH22
Senyawa sulfur dan iodin didaur dan digunakan ulang. Proses ini Senyawa sulfur dan iodin didaur dan digunakan ulang. Proses ini bersifat endotermik
bersifat endotermik dan haruslah dan haruslah terjadi pada terjadi pada suhu yang suhu yang tinggi. Siklus tinggi. Siklus sulfur sulfur iodin sekarang ini sedang diteliti sebagai metode yang praktis untuk iodin sekarang ini sedang diteliti sebagai metode yang praktis untuk mendapatkan hidrogen. Namun karena penggunaan asam korosif yang pekat mendapatkan hidrogen. Namun karena penggunaan asam korosif yang pekat pada
pada suhu suhu yang yang tinggi, tinggi, ia ia dapat dapat menimbulkan menimbulkan risiko risiko bahaya bahaya keselamatankeselamatan yang besar apabila proses ini dibangun dalam skala besar.
yang besar apabila proses ini dibangun dalam skala besar. Dalam siklus Biogeokimia ini ada 3 hal pokok yaitu : Dalam siklus Biogeokimia ini ada 3 hal pokok yaitu :
Terjadi daur aliran zat kimia dari Bio ke Geo atau dari Mahkluk hidup ke Terjadi daur aliran zat kimia dari Bio ke Geo atau dari Mahkluk hidup ke Bumi ( penguraian , zat sisa ekskresi.fotosintesis , respirasi dll yang Bumi ( penguraian , zat sisa ekskresi.fotosintesis , respirasi dll yang ditujukan kebumi dari mahkluk hidup)
ditujukan kebumi dari mahkluk hidup)
Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Bio yang tidak lain adalah Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Bio yang tidak lain adalah pemanfaatan
pemanfaatan zat zat kimia kimia entah entah dalam dalam bentuk bentuk organik organik maupun maupun anorganik,anorganik, biasanya
biasanya oleh oleh tumbuhan tumbuhan lewat lewat akarnya, akarnya, ataupun ataupun segala segala yang yang ada ada di di bumibumi yang dimanfaatkan untuk survivalnya entah itu respirasi,fotosintesis) yang dimanfaatkan untuk survivalnya entah itu respirasi,fotosintesis) Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Geo maksudnya senyawa kimia di Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Geo maksudnya senyawa kimia di udara bisa pindah ke darat misalnya lewat hujan - darat ke udara - darat ke udara bisa pindah ke darat misalnya lewat hujan - darat ke udara - darat ke air - air ke darat dll karena pelapukan, erosi, pengendapan . Yang tentu air - air ke darat dll karena pelapukan, erosi, pengendapan . Yang tentu semua itu pasti untuk suatu keseimbangan.
semua itu pasti untuk suatu keseimbangan.
Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida
clip_image004 clip_image004
atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati.
organik yang mati.
2.3.
2.3. Peran Manusia dan Hujan AsamPeran Manusia dan Hujan Asam
Manusia juga berperan dalam siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik Manusia juga berperan dalam siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik yang merupakan aktifitas manusia membawa sulfur ke atmosfer. Ketika yang merupakan aktifitas manusia membawa sulfur ke atmosfer. Ketika hujan terjadi, turunlah hujan asam yang membawa H
hujan terjadi, turunlah hujan asam yang membawa H22SOSO44 kembali ke kembali ke tanah. Hal ini dapat menyebabkan perusakan batuan juga tanaman.
tanah. Hal ini dapat menyebabkan perusakan batuan juga tanaman.
Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah
bawah 5,6. 5,6. Hujan Hujan asam asam disebabkan disebabkan oleh oleh belerang belerang (sulfur) (sulfur) yang yang merupakanmerupakan pengotor
pengotor dalam dalam bahan bahan bakar bakar fosil fosil serta serta nitrogen nitrogen di di udara udara yang yang bereaksibereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke
berdifusi ke atmosfer dan atmosfer dan bereaksi dengan bereaksi dengan air untuk air untuk membentuk asam membentuk asam sulfatsulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadarkeasaman tanah dan air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadarkeasaman tanah dan air permukaan yang
permukaan yang terbukti berbahaya terbukti berbahaya bagi kehidupan bagi kehidupan ikan dan ikan dan tanaman.tanaman. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari tanaman. Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit
pembangkit tenaga tenaga listrik, listrik, kendaraan kendaraan bermotor bermotor dan dan pabrik pabrik pengolahanpengolahan pertanian
pertanian (terutama (terutama amonia). amonia). Gas-gas Gas-gas yang yang dihasilkan dihasilkan oleh oleh proses proses ini ini dapatdapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.
menjadi asam dan terdeposit ke tanah.
Hujan asam dapat terbentuk dari proses reaksi gas yang Hujan asam dapat terbentuk dari proses reaksi gas yang mengandung sulfat. Sulfat dioksida (SO
mengandung sulfat. Sulfat dioksida (SO22) yang bereaksi dengan Oksigen) yang bereaksi dengan Oksigen (O
(O22) dengan bantuan dari sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari.) dengan bantuan dari sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari.
2.4. Dampak Sulfur atau Belerang 2.4. Dampak Sulfur atau Belerang
Udara yang tercemar
Udara yang tercemar Sulfur Oksida (SOSulfur Oksida (SOx)x) menyebabkan manusiamenyebabkan manusia akan mengalami gangguan pada sistem pernafasannya. Hal ini karena gas akan mengalami gangguan pada sistem pernafasannya. Hal ini karena gas SO
SOxx yang mudah menjadi asam tersebut menyerang selaput lendir padayang mudah menjadi asam tersebut menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan, dan saluran nafas yang lain sampai ke paru-paru. hidung, tenggorokan, dan saluran nafas yang lain sampai ke paru-paru. Serangan gas SO
Serangan gas SOxx tersebut menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yangtersebut menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yang terkena.
terkena.
Pengaruh utama polutan SO
Pengaruh utama polutan SOxx terhadap manusia adalah iritasi sistem terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan.
pernafasan. Beberapa Beberapa penelitian penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa iritasi iritasi tenggorokantenggorokan terjadi pada konsentrasi SO
terjadi pada konsentrasi SO22 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa
beberapa individu individu yang yang sensitive sensitive iritasi iritasi terjadai terjadai pada pada konsentrasi konsentrasi 1-2 1-2 ppm.ppm. SO
SO22 dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan dan
pernafasan dan kardiovaskular.kardiovaskular. Sulfur dioksida (SO
Sulfur dioksida (SO22) bersifat iritan kuat pada kulit dan lendir, pada) bersifat iritan kuat pada kulit dan lendir, pada konsentrasi 6-12 ppm mudah diserap oleh selaput lendir saluran pernafasan konsentrasi 6-12 ppm mudah diserap oleh selaput lendir saluran pernafasan bagian
bagian atas, atas, dan dan pada pada kadar kadar rendah rendah dapat dapat menimbulkan menimbulkan spesme spesme tergorestergores otot-otot polos pada bronchioli, speme ini dapat menjadi hebat pada otot-otot polos pada bronchioli, speme ini dapat menjadi hebat pada keadaan dingin dan pada konsentrasi yang lebih besar terjadi produksi keadaan dingin dan pada konsentrasi yang lebih besar terjadi produksi lendir di saluran pernafasan bagian atas, dan apabila kadarnya bertambah lendir di saluran pernafasan bagian atas, dan apabila kadarnya bertambah besar
besar maka maka akan akan terjadi terjadi reaksi reaksi peradangan peradangan yang yang hebat hebat pada pada selaput selaput lendir lendir disertai dengan paralycis cilia, dan apabila pemaparan ini terjadi berulang disertai dengan paralycis cilia, dan apabila pemaparan ini terjadi berulang
kali, maka iritasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan terjadi hyper kali, maka iritasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan terjadi hyper plasia dan
plasia dan meta plasia meta plasia sel-sel epitel sel-sel epitel dan dicurigai dan dicurigai dapat menjadi dapat menjadi kanker.kanker. Sulfur dioxide (SO2) memiliki cakupan-cakupan yang sangat Sulfur dioxide (SO2) memiliki cakupan-cakupan yang sangat mengganggu. Bila kita menghirup SO2 hanya menembus sejauh hidung dan mengganggu. Bila kita menghirup SO2 hanya menembus sejauh hidung dan tenggorokan maka sejumlah kecil konsentrasi SO2 akan mencapai tenggorokan maka sejumlah kecil konsentrasi SO2 akan mencapai paru- paru. Akan
paru. Akan tetapi jika tetapi jika menghirup secara menghirup secara berat dalam berat dalam artian ada artian ada di lokasi di lokasi gasgas belerang
belerang dalam dalam waktu waktu yang yang lama, lama, maka maka bernapaslah bernapaslah hanya hanya melalui melalui mulutmulut atau konsentrasi dari SO2 akan menjadi tinggi. Efek dari gas belerang atau konsentrasi dari SO2 akan menjadi tinggi. Efek dari gas belerang terhadap manusia sangatlah bervariasi. Dimana dengan konsentrasi rendah terhadap manusia sangatlah bervariasi. Dimana dengan konsentrasi rendah pada 1ppm
pada 1ppm yang telah yang telah dihirup manusia dihirup manusia akan mengalami akan mengalami pengurangan fungsipengurangan fungsi paru-paru.
paru-paru. Meskipun pada Meskipun pada penelitian terhadap penelitian terhadap 7 7 sukarelawan sukarelawan hanya 1 hanya 1 orangorang yang mengalami efek tidak baik pada 1 ppm. Jika selama 10 hingga 30 yang mengalami efek tidak baik pada 1 ppm. Jika selama 10 hingga 30 menit kedapatan konsentrasi mencapai 5 ppm akan mengakibatkan sesak menit kedapatan konsentrasi mencapai 5 ppm akan mengakibatkan sesak napas pada cabang tenggorokan kita. Bila kedapatan selama 20 menit napas pada cabang tenggorokan kita. Bila kedapatan selama 20 menit mencapai konsentrasi 8 ppm akan memerahkan tenggorokan, gangguan mencapai konsentrasi 8 ppm akan memerahkan tenggorokan, gangguan pada
pada hidung, hidung, dan dan iritasi iritasi pada pada tenggorokan. tenggorokan. Sekitar Sekitar 20 20 ppm ppm merupakan merupakan titik titik kritis dari iritasi konsentrasi SO2, meskipun ada beberapa laporan bahwa kritis dari iritasi konsentrasi SO2, meskipun ada beberapa laporan bahwa ada orang-orang yang bekerja pada konsentrasi melampaui 20 ppm. ada orang-orang yang bekerja pada konsentrasi melampaui 20 ppm. Konsentrasi sebesar 500 ppm sangat tidak dianjurkan untuk dihirup oleh Konsentrasi sebesar 500 ppm sangat tidak dianjurkan untuk dihirup oleh manusia.
manusia.
Pada beberapa kasus dimana terdapat konsentrasi SO2 yang sangat Pada beberapa kasus dimana terdapat konsentrasi SO2 yang sangat tinggi pada ruangan tertutup, dapat mengakibatkan gangguan saluran udara, tinggi pada ruangan tertutup, dapat mengakibatkan gangguan saluran udara, hypoxemia (kekurangan oksigen pada darah), dan kematian dalam hitungan hypoxemia (kekurangan oksigen pada darah), dan kematian dalam hitungan menit. Efek dari pulmonary edema(gangguan pada paru-paru) meliputi menit. Efek dari pulmonary edema(gangguan pada paru-paru) meliputi batuk
batuk dan dan napas napas pendek pendek yang yang dialami dialami selama selama berjam-jam berjam-jam atau atau berhari-hariberhari-hari setelah kedapatan menghirup konsentrasi SO2. Gejala-gejala ini setelah kedapatan menghirup konsentrasi SO2. Gejala-gejala ini menyakitkan hati dan menguras tenaga. Hasil dari kedapatan menghirup menyakitkan hati dan menguras tenaga. Hasil dari kedapatan menghirup konsentrasi dalam waktu yang sering, akan melukai paru-paru secara konsentrasi dalam waktu yang sering, akan melukai paru-paru secara permanen.
permanen. Selain Selain itu, itu, Belerang Belerang dioksida dioksida adalah adalah zat zat berbahaya berbahaya di di atmosfer,atmosfer, sebagai pencemar udara.
sebagai pencemar udara.
2.5. Fungsi Sulfur 2.5. Fungsi Sulfur
Dalam kehidupan, sulfur atau belerang berperan dalam: Dalam kehidupan, sulfur atau belerang berperan dalam:
Menstabilkan struktur protein. Ikatan sulfida sangat penting artinya Menstabilkan struktur protein. Ikatan sulfida sangat penting artinya untuk membentuk protein stabil.
untuk membentuk protein stabil.
Berperan dalam mengaktifkan enzim, karena berbagai enzim Berperan dalam mengaktifkan enzim, karena berbagai enzim membutuhkangugus sulfurhidril (-SH) yang bebas, untuk melakukan membutuhkangugus sulfurhidril (-SH) yang bebas, untuk melakukan aktivasinya. Dengandemikian sulfur berperan dalam proses oksidasi-reduksi aktivasinya. Dengandemikian sulfur berperan dalam proses oksidasi-reduksi atau pernafasan jaringan.
atau pernafasan jaringan.
Berperan dalam metabolisme energi dengan cara membentuk senyawa Berperan dalam metabolisme energi dengan cara membentuk senyawa denganko-enzim A.
denganko-enzim A.
Sulfur berfungsi sebagai peredam racun. Gugus sulfur yang aktif Sulfur berfungsi sebagai peredam racun. Gugus sulfur yang aktif bersenyawadengan
bersenyawadengan racun racun itu itu sehingga sehingga menjadi menjadi senyawa senyawa yang yang tidak tidak berbahaya, kemudian
berbahaya, kemudian dikeluarkan melalui dikeluarkan melalui urin.urin.
Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau
enambah kandungan protein dan vitamin hasil panen. enambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
Meningakatkan jumlah anakan yang di hasilkan (pada tanaman padi). Meningakatkan jumlah anakan yang di hasilkan (pada tanaman padi). Berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
Berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
Memperbaiki warna,aroma, dan kelenturan daun tembakau (khusus pada te Memperbaiki warna,aroma, dan kelenturan daun tembakau (khusus pada te mbakau omprongan).
mbakau omprongan).
Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar
penyimpangan, memperbesar umbi & umbi & bawang merahbawang merah
Sulfur sangat berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan Sulfur sangat berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. Sulfur juga membentuk ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. Sulfur juga membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang dan senyawa minyak yang menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang dan cabe. Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil akar cabe. Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil akar didalam tanah, sulfur berperan untuk menurunkan PH tanah alkali.
BAB III
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan KesimpulanSalah satu siklus kimia yang penting adalah siklus sulfur. Adanya Salah satu siklus kimia yang penting adalah siklus sulfur. Adanya siklus sulfur membuat ketersediaan sulfur di bumi tetap terjaga. Siklus siklus sulfur membuat ketersediaan sulfur di bumi tetap terjaga. Siklus sulfur terjadi dalam suatu rantai makanan, yang dimulai dari tumbuhan. Di sulfur terjadi dalam suatu rantai makanan, yang dimulai dari tumbuhan. Di dalam tubuh tumbuhan belerang dari dalam tanah digunakan sebagai dalam tubuh tumbuhan belerang dari dalam tanah digunakan sebagai penyusun
penyusun protein. protein. Hewan Hewan dan dan manusia manusia mendapatkan mendapatkan belerang belerang dengan dengan jalanjalan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik akan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik akan menguraikannya
menguraikannya lagi lagi menjadi menjadi gas gas atau menjadi atau menjadi dan , dan , yang mengandunyang mengandungg unsur sulfur.
unsur sulfur.
Keseimbangan siklus ini perlu dijaga. Jika aktivitas manusia tidak Keseimbangan siklus ini perlu dijaga. Jika aktivitas manusia tidak memperhatikan lingkungan, keseimbangan unsur dalam siklus akan memperhatikan lingkungan, keseimbangan unsur dalam siklus akan terganggu sehingga proporsi komponen yang seharusnya menjadi bergeser. terganggu sehingga proporsi komponen yang seharusnya menjadi bergeser. Akibat ketidakseimbangan tersebut, terjadi berbagai masalah yang Akibat ketidakseimbangan tersebut, terjadi berbagai masalah yang dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap manusia, tetapi juga terhadap dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap manusia, tetapi juga terhadap lingkungan hidup, seperti terjadinya hujan asamyang disebabkan oleh lingkungan hidup, seperti terjadinya hujan asamyang disebabkan oleh belerang
belerang (sulfur) (sulfur) yang yang merupakan merupakan pengotor pengotor dalam dalam bahan bahan bakar bakar fosilfosil sertanitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur sertanitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Penggunaan bahan bakar fosil yang terlalu dioksida dan nitrogen oksida. Penggunaan bahan bakar fosil yang terlalu banyak
banyak melepaskan melepaskan sulfur sulfur yang yang berlebih berlebih ke ke atmosfir atmosfir yang yang kemudian kemudian akanakan bereaksi
bereaksi dengan dengan gas-gas gas-gas di di atmosfir atmosfir dan dan uap uap air, air, kemudian kemudian turun turun sebagaisebagai hujan asam yang bersifat merusak. Oleh karena itu pemahaman mengenai hujan asam yang bersifat merusak. Oleh karena itu pemahaman mengenai keseimbangan siklus biogeokimia diperlukan untuk membuat suatu keseimbangan siklus biogeokimia diperlukan untuk membuat suatu rancangan manajemen lingkungan yang baik, termasuk lingkungan industri. rancangan manajemen lingkungan yang baik, termasuk lingkungan industri.
Saran Saran
Ada beberapa saran yang perlu kami sampaikan kepada pihak – pihak Ada beberapa saran yang perlu kami sampaikan kepada pihak – pihak terkait :
terkait :
5.2.1.
5.2.1. Pemerintah perlu memberikan sanksi – sanksi yang tegas terkaitPemerintah perlu memberikan sanksi – sanksi yang tegas terkait dengan sistem cerobong udara / asap limbah pabrik yang tidak dengan sistem cerobong udara / asap limbah pabrik yang tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku. sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Karena hal tersebut terkait dengan dampak hujan asam yang kini Karena hal tersebut terkait dengan dampak hujan asam yang kini marak terjadi.
marak terjadi. 5.2.2.
5.2.2. Para cendikiawan seyogyanya perlu melakukan penelitian lebihPara cendikiawan seyogyanya perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran manusia dalam siklus sulfur serta dampak lanjut mengenai peran manusia dalam siklus sulfur serta dampak dari penggunaan sulfur terhadap kesehatan makhluk hidup. dari penggunaan sulfur terhadap kesehatan makhluk hidup. 5.2.3.
5.2.3. Para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat perluPara mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat perlu melakukan penelitian, tindakan promotif serta preventif terkait melakukan penelitian, tindakan promotif serta preventif terkait dengan dampak hujan asam terhadap kesehatan di masyarakat. dengan dampak hujan asam terhadap kesehatan di masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011.Anonim. 2011. Belerang Belerang . . http://id.wikipedia.org/wiki/Beleranghttp://id.wikipedia.org/wiki/Belerang diakses diakses pada tanggal
pada tanggal 13 April 13 April 2013 pukul 2013 pukul 16.0016.00
Anonim. 2011.
Anonim. 2011. Hiu Berkeliaran Hiu Berkeliaran di Banjir di Banjir Queensland AustraliaQueensland Australia .. http://alfredoelectroboy.wordpress.com
http://alfredoelectroboy.wordpress.com , diakses pada , diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 16.00
tanggal 13 April 2013 pukul 16.00
Astrini, Nur. 2010.
Astrini, Nur. 2010.Siklus Sulfur Siklus Sulfur ..
http://nurastini.blogspot.com/2010/02/siklus-sulfur.html
http://nurastini.blogspot.com/2010/02/siklus-sulfur.html
diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 17.00 diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 17.00
Basukriadi, Adi. 2011.
Basukriadi, Adi. 2011. Populasi, Ekosistem, Biosfir Populasi, Ekosistem, Biosfir ..
http://staff.ui.ac.id/internal/131472297/material/EKOSISTEM.p
http://staff.ui.ac.id/internal/131472297/material/EKOSISTEM.p
df
df , diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 16.00 , diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 16.00
Buchari, dkk. 2001.
Buchari, dkk. 2001. Kimia Lingkungan Kimia Lingkungan . Direktorat Jenderal Pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Jakarta.
Tinggi, Jakarta.
Fardiaz. 1992.
Fardiaz. 1992. Polusi Air Polusi Air dan Udaradan Udara . Gramedia: Jakarta. Gramedia: Jakarta
Jumin, H.B. 2002.
Jumin, H.B. 2002. Agroekologi Suatu Agroekologi Suatu Pendekatan FisiologisPendekatan Fisiologis . PT. Raja. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Grafindo Persada : Jakarta.
Kristanto, Philip. 2004.
Kristanto, Philip. 2004. Ekologi Industri Ekologi Industri . Penerbit ANDI: Yogyakarta.. Penerbit ANDI: Yogyakarta.
Prsetyo, Eko.2010.
Prsetyo, Eko.2010. Unsur Hara Makro Yang Dibutuhkan Tanaman Unsur Hara Makro Yang Dibutuhkan Tanaman
http://www.ekopras.com/2010/07/06/6-unsur-hara-makro-yang-dibutuhkan-tanaman/
yang-dibutuhkan-tanaman/ , diakses pada tanggal 13 April , diakses pada tanggal 13 April 2013 pukul 17.00
2013 pukul 17.00 Riastuti, Dwi. 2005.
Riastuti, Dwi. 2005. Daur Biogeokimia. Daur Biogeokimia.
http://www.freewebs.com/ciget/daur%20biogeokimia.html
http://www.freewebs.com/ciget/daur%20biogeokimia.html, diakses pada, diakses pada tanggal 14 April 2013 pukul 14.00
tanggal 14 April 2013 pukul 14.00
Soemirat.2002.
Soemirat.2002. Epidemiologi Lingkungan Epidemiologi Lingkungan. Gramedia:Jakarta. Gramedia:Jakarta
Syamsuri, Istamar, dkk.
Syamsuri, Istamar, dkk. Biologi Untuk Biologi Untuk SMA Kelas SMA Kelas X Semester X Semester 22. 2007.. 2007. Malang: Erlangga.
Malang: Erlangga.
Wardhana.2001.
Wardhana.2001. Dampak Pencemaran Dampak Pencemaran Lingkungan.Lingkungan.
http://05mei1995.blogspot.com/2012/05/siklusdaur-sulfur- biogeokimia.html
biogeokimia.html, diakses pada tanggal 15 April 2013 pukul, diakses pada tanggal 15 April 2013 pukul 11.00
11.00
D IPOSK AN OL E H ID A MAH F IR OH D I
P Poossttiinng g LLeebbiih h BBaarru u PPoossttiinng g LLaammaa 0 komentar: 0 komentar: Poskan Komentar Poskan Komentar
Masukkan komentar Anda...
Masukkan komentar Anda...
Beri komentar sebagai:
Beri komentar sebagai: Google AccouGoogle Accou
Publikasikan
Publikasikan PratinjauPratinjau
Beranda
Beranda
Langganan:
Langganan: Poskan Komentar (Atom)Poskan Komentar (Atom)
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes . Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul . Converted To Blogger Template by Anshul .