• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETIDAKSEIMBANGAN KALIUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KETIDAKSEIMBANGAN KALIUM"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KETIDAKSEIMBANGAN

KALIUM

(2)

DEFINISI

Kalium merupakan kation utama (99%) di dalam cairan ekstra seluler berperan penting di dalam terapi gangguan keseimbangan air dan elektrolit.

Ketidakseimbangan kalium :

Hiperkalemia

Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalium darah lebih dari 5 mEq/L

Hipokalemia

(3)

ETIOLOGI

Hiperkalemia

Keluarnya kalium dari intrasel ke ekstrasel

Berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal

Hipokalemia

Asupan kalium kurang

(4)

PATOFISIOLOGI

Hiperkalemia

Hiperkalemia dapat juga dapat terjadi akibat sejumlah besar kalium secara tiba-tiba dilepaskan dari cadangannya di dalam sel. Hal ini bisa terjadi bila:

Sejumlah besar jaringan otot hancur (seperti yang terjadi pada

cedera tergilas) terjadi luka bakar hebat

Overdosis kokain. Banyaknya kalium yang masuk ke dalam

aliran darah bisa melampaui kemampuan ginjal untuk

(5)

Lanjutan….

Hipokalemia

Homeostasis kalium tubuh dipengaruhi oleh distribusi kalium antara ECF dan ICF, juga keseimbangan antara asupan dan

pengeluaran. Keseimbangan asam basa dan pengaruh hormon mempengaruhi distribusi kalium antara ECF dan ICF. Asidosis cenderung untuk memindahkan kalium keluar dari sel,

sedangkan alkalosis cenderung memindahkan dari ECF ke ICF. Tingkat pemindahan ini akan meingkat jika terjadi gangguan metabolisme asam-basa, dan lebih berat pada alkalosis

dibandingkan dengan asidosis. Beberapa hormon juga

(6)

TANDA & GEJALA

Hiperkalemia

• Neuromaskuler: kelemahan otot, Parestesia (wajah, lidah, kaki, dan tangan)

• Saluran cerna: Mual, diare, kolik usus

• Ginjal: Oliguria & Anuria

Hipokalemia

• CNS dan neuromuscular: lelah, tidak enak badan, reflek tendon dalam menghilang.

• Pernapasan: otot-otot pernapasan lemah, napas dangkal (lanjut)

• Saluran cerna: menurunnya motilitas usus besar, anoreksia, mual-muntah.

• Kardiovaskuler: hipotensi postural, disritmia, perubahan pada EKG.

(7)

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Hiperkalemia

EKG 

Foto dada

Skan pencitraan miokardia

Tes stres latihan

Elektrolit

obat 

GDA/nadi oksimetri

Hipokalemia

Kalium serum

serum

Glukosa serum

plasma

Osmolalitas urine

(8)

PENATALAKSANAAN MEDIS

Hiperkalemia

Atasi penyebab utamanya,  Apabila kadar kalium kurang 2,5 mmol/L atau < 3 mmol/L pada pasien dengan resiko aritmia, berikan kalium klorida IV (Intra vena) sebagai infus dengan kecepatan tidak melebihi 20 mmol/jam pada konsentrasi yang tidak melebihi 40 mmol/jam, karena kalium yang pekat dapat merusak perifer, apabila kadar kalium

diantara 2,5 dan 3,5 mmol/L, berikan terapi penggantian oral dengan dosis 80-120 mmol/hari yang terbagi dalam beberapa dosis.

Hipokalemia

Pemberian kalium sebanyak 40-80 mEq/L

Diet yang mengandung cukup kalium pada orang dewasa rata-rata 50-100 mEq/hariPemberian kalium dapat melalui oral maupun bolus intravena dalam botol infus.

Pada situasi kritis, larutan yang lebih pekat (seperti 20 mEq/L) dapat diberikan

melalui jalur sentral, dianjurkan bahwa pemberian kalium tidak lebih dari 20-40

(9)
(10)

PENGKAJIAN

Identitas ( Nama, Alamat, Tempat tanggal

lahir, Nomor Rekam medic)

Riwayat penyakit

Pemeriksaan Fisik (

Aktivitas

,

Sirkulasi

,

Integritas ego

,

Makanan/cairan

,

Neurosensori

,

Nyeri/ketidaknyamanan

,

(11)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Penurunan curah jantung b.d gangguan

konduksi elektrikal, penurunan kontraktilitas

miokardia.

2.Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari

(12)

INTERVENSI

No Dx

Tujuan / KriteriaHasil NOC

Intervensi NIC 1 NOC

 Cardiac Pump effectiveness

 Circulation Status

 Vital Sign Status

KriteriaHasil

 Tanda vital dalam rentang normal (Tekanan darah, Nadi, Respirasi)

 Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan

 Tidak ada edema paru, perifer dan tidak ada asites

 Tidak ada penurunan kesadaran  

NIC

Cardiac Care

 Evaluasi adanya nyeri dada (intensitas, lokasi, durasi)

 Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac output

 Monitor status kardiovaskuler  Monitor adanya dyspnue, fatigue  Takipnue, dan ortopnue

VITAL SIGN MONITORING

 Monitor TD, nadi, suhu dan RR

 Catat adanya fluktuasi tekanan darah  Monitor Vital Sign pasien berbarig,

(13)

Lanjutan…

No

Dx Tujuan / KriteriaHasilNOC IntervensiNIC 2 NOC

 Nutrition status

 Nutritional Status : food and fluid intake

 Natrutional status : nutrient intake

Kriteria Hasil

• Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan

• Berat badan idela sesuai dengan tinggi badan

• Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi

• Tidak ada tanda malnutrisi

• Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dan menelan

• Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti

NIC

Nutrition Management

 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk

menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien

 Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)

 Berikan informmasi tentam kebutuhan nutrisi

Nutrition Monitoring

 BB pasien dalam batas normal

 Monitor adanya penurunan berat badan

 Monitor turgor kulit

Monitor pucat, kemerahan dan kekeringan

jaringan konjungtiva

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Guyton & hall. 2004.Kalium DalamCairan Ekstraselular. EGC: Jakarta.

Amin H. Nurarif&Hardhi K. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan

Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC. Penerbit Mediaction: Jogjakarta.

Bruner & suddarth. 2002. Buku ajaran keperawatan medik-Bedah Edisi 8 vol 1. EGC Buku Kedokteran: Jakarta.

(15)

Referensi

Dokumen terkait