• Tidak ada hasil yang ditemukan

brosur forenas 2016 new

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "brosur forenas 2016 new"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

day 3

WISATA ALAM

Menikmati keindahan alam Maluku.

day 2

LOKAKARYA

Pararel I :

Pembaruan Tata Kelola RS Kristen Kini dan yang Akan Datang.

Pararel II :

Strategi Sinergi, Kesinambungan dan Kelestarian untuk Kepeloporan dalam Pembangunan Kesehatan Nasional.

Pararel III :

Strategi Sinergi, Kesinambungan dan Kelestarian untuk Kepeloporan dalam Pembangunan Kesehatan Indonesia Bagian Timur.

BUSINESS MEETING

INTERNAL ORGAN

Rapat internal PELKESI terkait rekomendasi untuk pelaksanaan program di akhir masa kepengurusan.

SOCIAL EVENTS

Kegiatan sosial berupa pengobatan kataraks dan

hemoroid, serta pemeriksaan pap-smear.

day 1

SEMINAR

1. Panggilan dan Kepeloporan Pelayanan Kesehatan Kristen Nasional: Dulu, Kini dan Konteks yang Akan Datang.

oSigit Wijayanta, MSi, PhD (Pakar SDGs) oProf. DR. Kresnayana Yahya, MSc (Pakar Statistika ITS)

2. Panggilan dan Kepeloporan Pelayanan Kesehatan Kristen di Indonesia Bagian Timur: Dulu, Kini dan Konteks yang Akan Datang.

oTheofransus Litaay, LLM, PhD (Staff Kepresidenan RI) oPatricia Norimarna (Presidium GKIA)

PEMBICARA :

PEMBICARA :

Nasional

Nasional

Refleksi

Refleksi

Forum

Forum

Ambon, 2 - 4 Oktober 2016

Ambon, 2 - 4 Oktober 2016

Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI)

Indonesian Christian Association for Health Services (ICAHS)

Informasi Awal

PROSES DAN MATERI FORENAS

PENDAFTARAN DAN BIAYA

Biaya pendaftaran sebesar

Rp. 500.000

/peserta (sudah termasuk seminar kit, konsumsi selama kegiatan, penginapan disiapkan di rumah-rumah jemaat, dan penjemputan dari bandara ke lokasi kegiatan PP).

Bagi peserta yang ingin menginap di hotel atas biaya sendiri, berikut nama-nama hotel terdekat dan room-rate-nya:

a. Hotel Mutiara. Rp. 300.000 (single), Rp. 400.000 (twin). Telp : (0911) 353-873.

b. Hotel Orchid. Rp. 400.000. Telp : (0911) 346-363.

c. Hotel Hero. Rp. 440.000 (single), Rp. 465.000 (twin). Telp : (0911) 355-973.

Untuk pendaftaran, silahkan mengisi formulir pendaftaran yang tersedia dan kirimkan kembali ke Seknas PELKESI, beserta bukti pembayaran, melalui fax di (021) 78-222-83, atau email ke [email protected], atau via whatsapp ke 0818-877-781 atau 0813-2883-7686. Pendaftaran kami tunggu selambat-lambatnya hingga tanggal 19 September 2016. Biaya pendaftaran ditransfer ke:

Bank BRI Cab. Cut Mutiah Jakarta

Acc. No. 0230-0100-0472-305, A/N : Persatuan Pelayanan Kris Kesehatan Ind

(2)

Dirumuskannya posisi PELKESI saat ini (where we are now) apabila diperhadapkan dengan panggilan Visi dan Misi sesuai AD/ART, konteks pembangunan kesehatan di Indonesia dan “industri” pelayanan kesehatan baik secara nasional dan secara khusus di Indonesia Bagian Timur (IBT).

Dirumuskannya pembelajaran positif (best practice) kepeloporan peran PELKESI di tingkat Nasional dan Regional secara khusus di IBT sebagai referensi penyusunan strategi baru ke depan.

Berdasarkan output no 1 dan 2 di atas, diharapkan dapat disusun strategi dan fokus program baru di sisa akhir kepengurusan PELKESI sampai tahun 2018.

Meningkatnya persekutuan, solidaritas dan kebersamaan antar unit PELKESI, dan dengan jemaat/gereja tuan rumah, sehingga FORENAS inimemberi manfaat konkret kepada peserta dan tuan rumah.

TEMA DAN SUB-TEMA

OUTPUT YANG DIHARAPKAN

1. 2. 3. 4.

TEMPAT & WAKTU KEGIATAN

Tema: “Lihat Aku hendak membuat sesuatu yang baru” (Yesaya 43: 19a)

PELKESI ditantang agar menjadi PELKESI baru. Untuk itu Forenas adalah forum bagi segenap anggota dan organ untuk melakukan reposisi, redefinisi dan transformasi serta pembaharuan segala hal agar tetap eksis dalam pelayanan bahkan kembali menjadi “trend setter” pelopor dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Sub-tema: “Mengukuhkan karya pelayanan kristen untuk kesehatan di Indonesia yang

sinergis, berkesinambungan dan professional”

Sub tema adalah pernyataan strategik yang ditetapkan dalam Munas PELKESI yang lalu, yang kembali mengingatkan perlunya membangun sinergi dan profesionalisasi terus menerus, apabila PELKESI ingin bertumbuh dan menjadi berkat. Komitmen sinergi perlu dioperasionalisasikan dalam langkah strategik yang konkrit dalam memperkuat linkage pelayanan dalam sistem JKN antara PPK 1, PPK 2 dan PPK 3 PELKESI, juga antara Unit Pelayanan RS, Unit Pelayanan Pendidikan dan Unit Pelayanan Extramurral/PHC yang dilandasi spiritualitas pelayanan yang kuat. Komitmen profesional perlu diterjemahkan secara konkret baik dalam tata kelola/governing maupun dalam pelayanan. Kita tidak bisa amatiran lagi, suka tidak suka kita berada di arena pertandingan industri kesehatan. Kalau tidak profesional pasti mati. Ini pula yang harus menjadi bahan refleksi bagi para pemilik dan gereja agar juga menyerahkan lembaga milik Tuhan ini pada anak-anak Gereja yang profesional dan berkompeten.

Hari/Tanggal : Minggu - Selasa, 2-4 Oktober 2015

Tempat

: Baileo Oikumene

Jl. Pattimura

Ambon, Maluku

Waktu

: dimulai pada pukul 08.00 WIT (2/10)

selesai pada pukul 18.00 WIT (4/10)

LATAR BELAKANG

Dalam pembukaan Anggaran Dasar PELKESI pada alinea pertama menyatakan bahwa sesungguhnya Kasih Allah di dalam Kristus tersedia bagi semua manusia. Pelayanan Kristen untuk kesehatan adalah merupakan upaya mengembalikan manusia ke dalam kedudukan dan fungsinya, sehingga mencapai martabatnya yang penuh menurut peta dan gambar Allah (Kejadian 1 : 26). Dengan kata lain PELKESI diberi mandat untuk mengembalikan keutuhan ciptaan Tuhan, di bumi Indonesia. Dalam realitanya, kondisi shalom yang menjadi visi PELKESI masih jauh dari kenyataan. Selama 24 tahun dari 1990 ke 2014, Indonesia hanya berhasil menurunkan persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional sebesar 3,85% (dari 15,10% ke 11,25%), jauh dari target 7,55% di tahun 2015. Selama 24 tahun angka kematian ibu baru dapat ditekan dari 390 (tahun 1991) menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup. Prevalensi HIV dan AIDS masih cukup tinggi yaitu 0,46% pada tahun 2014, sementara degradasi lingkungan makin parah karena jumlah emisi CO2 meningkat dari 247.522Gg CO2e (tahun 2000) menjadi 356.823Gg CO2e (tahun 2008), sementara keanekaragaman hayati makin menurun, dan risiko bencana makin meningkat. Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterapkan di awal pemerintah Jokowi merupakan angin segar bagi akses universal pelayanan kesehatan di Indonesia. Pada akhir tahun 2015 tercatat 156,7 juta rakyat Indonesia ikut JKN. Ini berarti problem aksesabilitas dan affordabilitas pelayanan kesehatan mulai tertangani, walau dari sisi ketersediaan (availabilities) dan kualitas pelayanan masih jauh dari harapan. JKN juga memberi dampak positif bagi RS Madya Pratama non pemerintah yang secara umum kinerja operasional dan finansialnya tertopang dari sistem ini. Walau demikian efisiensi pelayanan JKN masih menjadi tantangan, tiap tahun JKN defisit, tahun ini sampai tujuh trilyun rupiah, sementara itu RS sudah terlanjur menggantungkan hidupnya pada BPJS. Apabila terjadi kebangkrutan atau turbulensi politik sebagaimana pernah terjadi di USA, ini merupakan bencana bagi RS-RS yang tergantung pada BPJS termasuk RS anggota PELKESI.

Pada satu sisi tantangan pelayanan kesehatan yang makin kompleks, kapasitas PELKESI dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia makin berkurang. PELKESI yang dulu sebagai “trend setter” pelopor baik dalam konsep kesehatan holistik, pelayanan kesehatan primer, pelayanan keluarga berencana, sistem kesehatan nasional dan daerah dan berbagai kepeloporan lainnya, sekarang ini menurun drastis, dan menjadi “follower”. Ini terjadi karena Unit-unit Kesehatan anggota PELKESI banyak disibukkan dengan berbagai problem internal pengembangan organisasi, sementara lembaga pelayanan kesehatan swasta lain lebih progresif dalam merespons kebutuhan masyarakat yang berkembang sesuai konteks. Dari sisi kuantitas, kita jauh tertinggal dengan perkembangan RS-RS nirlaba baik yang berbasis keagamaan maupun non keagamaan. Lebih ketinggalan lagi kalau dibandingkan dengan rumah sakit dan korporasi perumahsakitan pencari laba baik di tingkat nasional maupun regional Asia. Sementara unit-unit pelayanan kesehatan lain sudah mampu membangun sinergi rujukan yang konsisten antara pemberi layanan kesehatan tingkat satu, dua dan tiga sehingga bisa mendapatkan benefit optimal dari sistem JKN serta dapat memberikan added value bagi kelompok menengah ke atas yang membutuhkan pelayanan lebih di luar sistem jaminan nasional. Unit-unit Kesehatan anggota PELKESI mengalami degradasi dalam kuantitas seperti jumlah klinik, tidak punya linkage referral yang dijamin SJN serta menghadapi problem manajemen operasional lainnya khususnya ketenagaan di berbagai unit pelayanan kesehatan PELKESI di tempat terpencil yang telah lama melayani tempat tersebut. Dari sisi kualitas, dari 73 RS anggota PELKESI, saat ini baru 20% saja yang terakreditasi versi 2012 KARS.

Referensi

Dokumen terkait

Strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan pala di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam adalah : Membangun hubungan kerjasama dengan pihak pemerintah dan swasta,

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai variabel literasi pencatatan laporan keuangan, literasi pengelolaan hutang dan literasi penyusunan anggaran dalam memprediksi

Hasil uji t persamaan 1 bahwa variabel pengawasan terhadap kepuasan kerja diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,934>0,05, menunjukkan bahwa variabel pengawasan

Perubahan komposisi jenis makanan ikan nila menggambarkan adanya kebutuhan protein yang tinggi dalam menyokong keberlangsungan reproduksinya, hal ini erat dengan

Dari pendapat di atas, disimpulkan bahwa bimbingan teman sebaya adalah proses pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh siswa kelas XI TKJ Taruna Bhakti yang

Beberapa prinsip dalam disiplin anggaran yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran daerah antara lain bahwa (1) Pendapatan yang direncanakan merupakan

Berdasarkan analisis pada hasil focus group discussion dan analisis instrumen ditemukan ada beberapa pandangan terkait dengan upaya pencegahan kekerasan dalam rumah

Orang tua mempunyai kewajiban untuk mengawasi anaknya. Orang tua yang bijaksana perlu pengawasan kegiatan belajar anaknya di rumah sehingga dapat diketahui apakah