• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya."

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA JASA

HAIR EXTENSION DI BE YOUNG SALON DUKUH KUPANG

SURABAYA

SKIRPSI

Oleh:

SITI NUR KHASANAH NIM. C02212042

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Fakultas Syariah dan Hukum

Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

SURABAYA

(2)

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA JASA

HAIR EXTENSION DI BE YOUNG SALON DUKUH KUPANG

SURABAYA

SKRIPSI

Diajukan kepada

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu

Ilmu Syariah

Oleh

Siti Nur Khasanah NIM. C02212042

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syari’ah dan Hukum

Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Surabaya

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

ABSTRAK

Skripsi yang berjudul analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di be young salon Dukuh Kupang Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana praktik pelaksanaan sewa jasa hair extension di be young salon Dukuh Kupang Surabaya Surabaya?, Bagaimana analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di be young salon Dukuh Kupang Surabaya Surabaya?.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Deskriptif analitis yaitu menggambarkan hal menurut apa adanya yang sesuai dengan kenyataan. Dengan mengumpulkan data tentang sewa jasa hair extension di be young salon Dukuh Kupang Surabaya, yang disertai dengan analisa untuk mengambil kesimpulan.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik sewa jasa hair extension yang ada di be young salon Dukuh Kupang Surabaya hukumnya adalah haram. Karena tidak memenuhi salah satu syarat sahnya Ija>rah, yakni yang berupa objek harus sesuatu yang di halalkan oleh syara’. Dalam praktik ini yang menjadi objek adalah sambung rambut, karena di dalam Islam sudah dijelaskan bahwa menyambung rambut dengan rambut orang lain merupakan termasuk perhiasan perempuan yang terlarang, baik itu rambut asli atau imitasi. Sedangkan yang menjadi pelanggan pengguna jasa hair extesnsion atau sambung rambut di be young salon Dukuh Kupang Surabaya, bukan hanya dari kalangan perempuan non muslim saja, tetapi dari para kalangan muslimah pun juga ada. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan para kalangan muslimah adalah para kaum perempuan muslim yang tidak berhijab.

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM …… ... i

PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING………. ... iii

PENGESAHAN………. ... iv

DAFTAR TRANSLITERASI ... xiv

(9)

7. Sifat Akad Ija>rah ... 32

2. Asal Rambut Yang Digunakan Untuk Hair Extension ... 41

3. Jenis Kualitas Rambut Yang Digunakan Untuk Hair Extension ... 42

C. Praktik Sewa Jasa Hair Extension di Be Young Salon ... 44

D. Upah Sewa Jasa Hair Extension ... 45

E. Faktor Menggunakan Jasa Hair Extension ... 46

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA JASA HAIR EXTENSION DI BE YOUNG SALON ... 48

A. Analisis sewa jasa hair extension di be young salon ... 48

(10)
(11)

BAB I

PEMBAHASAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, dimana satu sama

lain saling membutuhkan. Islam memperbolehkan pengembangan harta

melalui jalan bermuamalah. Kata muamalat berasal dari kata لَماَع secara

arti kata mengandung arti ‚saling berbuat‛ atau berbuat secara timbal

balik dan lebih sederhana lagi adalah hubungan orang dengan orang.1

Selain itu kata muamalat juga menggambarkan suatu aktifitas yang

dilakukan oleh seseorang dengan seseorang atau beberapa orang dalam

memenuhi kebutuhan masing-masing.2

Dalam bermuamalah hukum Islam mengajarkan setiap

pemeluknya untuk selalu berusaha mencari karunia Allah dengan cara

yang baik, jujur dihalalkan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Hal

ini bertujuan agar muamalah tersebut berjalan dengan baik atau sah dan

segala tindakannya jauh dari kerusakan yang tidak dibenarkan.3 Selain itu

dalam hal bermuamalah di anjurkan sesama manusia agar saling

tolong-menolong dalam hal kebaikan, seperti dalam firman Allah SWT surat

al-Ma>idah (5) ayat : 2 yang berbunyi:

(12)

Artinya: ‚dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan

dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah

Amat berat siksa-Nya.‛4 (Q.S Al- Ma>idah : 2)

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT menyuruh umat

manusia untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan

ketaqwaan, dan sebaliknya Allah SWT melarang umat manusia untuk

saling tolong-menolong dalam melakukan perbuatan dosa dan

pelanggaran. Sebagaimana halnya bahwa hakikat manusia adalah

makhluk sosial yang tidak bisa hidup sediri, dan membutuhkan bantuan

orang lain. Salah satu yang termasuk dalam kategori tolong-menolong

dalam bermuamalah adalah al-ija>rah.

Menurut Amir Syarifuddin al-ija>rah secara sederhana dapat

diartikan dengan akad atau transaksi manfaat atau jasa dengan imbalan

tertentu. Bila yang menjadi objek transaksi itu adalah manfaat atau jasa

dari suatu benda disebut al-ija>rah al-‘ain, seperti sewa-menyewa rumah

untuk ditempati, bila yang menjadi objek transaksi manfaat atau jasa dari

tenaga seseorang disebut dengan al-ija>rah ad-dzimah atau

upah-mengupah, seperti upah mengetik skripsi, sekalipun objeknya berbeda

keduanya dalam konteks fiqh disebut Al-ija>rah.5 Al-ija>rah merupakan

(13)

3

muamalah yang telah disyariatkan dalam Islam. Hukum asalnya menurut

jumhur ulama’ adalah mubah atau boleh bila dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan yang ditetapkan oleh syariat berdasarkan ayat Alquran,

Hadis-hadis Nabi, dan ketetapan Ijma’ Ulama’.6

Adapun dasar hukum tentang kebolehan Ijarah adalah surat

al-Thalaq (65) ayat 6 yang berbunyi:

untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya‛.7 (Q.S Al-Thalaq

: 6)

Ajaran Islam yang ada dalam alquran dan hadis telah

terang-terangan memperbolehkan akad sewa menyewa (ija>rah), karena pada

dasarnya setiap umat manusia akan saling membutuhkan antara satu sama

lain. Dalam realitanya, perkembangan praktik sewa-meyewa sudah tidak

asing lagi bagi kebanyakan masyarakat, baik di pedesaan maupun di

perkotaan, salah satu bentuk sewa meyewa yang cukup menarik yang

berhasil penulis temui adalah sewa jasa hair extension (sambung rambut),

dimana antara kedua belah pihak (pemilik jasa dan penyewa jasa) terikat

dalam sewa jasa.

Hair extension (sambung rambut) merupakan suatu cara

memanjangkan rambut secara instan, baik dari rambut asli yang diperoleh

6 Wahbah al-Zuhaili, Al-Fi<qih al-Isla>mi< wa Adillatuhu, jilid V, cet. Ke-8. (Damaskus: Dar Al-Fiqr Al-Mua’ssim, 2005), 3801.

(14)

4

dari rambut orang lain maupun rambut buatan (sintetis). Saat ini banyak

sekali salon-salon yang menyediakan jasa pemasangan hair extension

(sambung rambut), salah satunya adalah Be Young Salon yang terletak di

jalan Kupang Barat No. 10 Surabaya, yang menjadi penyewa jasa

sambung rambutnya (konsumen) bukan hanya dari kalangan non-muslim

saja, tetapi dari kalangan para muslimah pun juga ada.

Di zaman yang semakin moderen ini, bagi kaum wanita rambut

adalah mahkota yang paling berharga, berbagai macam variasi model

mewarnai tren fashion gaya rambut dari masa ke masa. Mulai dari rambut

ikal, pendek, lurus, panjang, dan sebagainya. Namun, sebagian besar

kaum wanita lebih menyukai penampilan dengan rambut panjang. Mereka

menilai bahwa dengan memiliki rambut panjang mereka akan terlihat

lebih cantik dan percaya diri. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan

kaum wanita agar dapat memilik rambut panjang yang indah, sebagian

dari mereka menggunakan shampo penumbuh rambut untuk

memajangkan rambut mereka secara alami. Namun, cara tersebut

memakan waktu yang cukup lama. Terkadang tak jarang wanita yang

ingin mendapatkan rambut panjang dengan cara yang instan, salah

satunya dengan menggunakan hair exstension yang biasanya sering

dikenal dengan sambung rambut. Dengan cara tersebut para kaum wanita

akan mendapatkan rambut panjang dengan cepat tanpa harus menunggu

(15)

5

Dengan adanya fenomena ini, maka penulis tertarik untuk meneliti

lebih lanjut tentang hal ini, oleh karena itu penulis membuat skripsi yang

berjudul analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di be

young salon Dukuh Kupang Surabaya. Didalam skripsi ini yang menjadi

objek peneletian penulis adalah objek akad sewa jasa yang dilakukan oleh

karyawan salon, dalam hal ini adalah hair extension (sambung rambut).

Karena dalam Ija>rah telah disebutkan salah satu syarat sahnya sewa

menyewa adalah sesuatu diperbolehkan oleh agama. Sedangkan dalam

praktik sewa jasa hair extension (sambung rambut) ini, yang menjadi

objek akad sewa adalah pada sesuatu yang dilarang agama.

Oleh karena itu peneliti akan mengkaji dan meneliti lebih jauh

lagi, bagaimana analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di

Be Young Salon tersebut.

B. Identifikasi dan Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis

mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:

1. Praktik sewa jasa hair extension

2. Rukun dan syarat Ija>rah

3. Dasar hukum Ija>rah

4. Analisis hukum islam terhadap sewa jasa hair extension di Be Young

(16)

6

Agar pokok permasalahan di atas lebih terarah, maka yang perlu

dikaji dan menetapkan batasan-batasan pada:

1. Praktik pelaksanaan sewa jasa hair extension di Be Young Salon

Dukuh Kupang Surabaya

2. Analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di Be Young

Salon Dukuh Kupang Surabaya

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana praktik pelaksanaan sewa jasa hair extension di Be Young

Salon Dukuh Kupang Surabaya?

2. Bagaimana analisis hukum Islam terhadap sewa jasa hair extension di

Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya?

D. Kajian Pustaka

Kajian pustaka adalah deskripsi ringkas tentang kajian/penelitian

yang sudah pernah dilakukan diseputar masalah yang akan diteliti

sehingga terlihat jelas bahwa kajian yang akan dilakukan ini tidak

merupakan pengulangan atau duplikasi dari kajian/penelitian yang telah

ada.8

Dalam rancangan skripsi ini, penulis membahas tentang ‚Tinjauan

Hukum Islam Terhadap Sewa Jasa Hair Extension di Be Young Salon

Dukuh Kupang Surabaya‛. Yang mana dalam penelitian sebelumnya

memang telah ada yang membahas masalah sewa, tetapi ada perbedaan

(17)

7

mendasar yakni pada maksud penelitian dan tempat penelitian serta objek

yang dibahas.

Pertama, penelitian Heriyanto yang berjudul ‚Jual Beli Rambut

Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Salon Dianseno Beauty

Treatment Jalan Ambarasri No. 332 Sleman Yogyakarta‛.9 Hasil dari

penelitian ini adalah bahwa transaksi jual beli rambut di Salon Dianseno

Beauty treatment ini dilihat dari segi objek menjadi batal atau tidak sah,

karena ada salah satu dari rukun dan syarat yang tidak terpenuhi yaitu

objek yang digunakan sebagai bahan untuk membuat suatu yang dilarang

oleh Islam. Sedangkan jual beli pemanfaatan rambut berupa wig (rambut

palsu) dan hair extension adalah haram dikarenakan tujuan dari pembeli

adalah hanya untuk kecantikan saja, tidak ada unsur lain seperti sakit atau

setelah operasi yang mengharuskan untuk menggunakan wig dan hair

extension.

Kedua, penelitian Dwi Prastyo yang berjudul ‚Tinjauan Hukum

Islam Terhadap Transaksi Sewa-Menyewa Jasa Iklan Antara Advertiser

dan Publisher Via www.kumpulblogger.com‛.10 Hasil dari peneltian ini

adalah sewa yang terjadi dalam jasa iklan via situs

www.kumpulblogger.com antara pihak pengelola situs atau admin dengan

member tersebut tidak memenuhi syarat dan rukun sewa yang terdapat

9

Heriyanto. ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa Jasa Hair Extension di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya‛ (Skripsi Jurusan Muamalat Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga, 2010), ii.

10 Dwi Prastyo, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Transaksi Sewa-Menyewa Jasa Iklan Antara

Advertiser dan Publisher Via www.kumpulblogger.com‛ (Skripsi Prodi Muamalah Jurusan

(18)

8

pada hukum Islam tentang Ija>rah sehingga sewa yang digunakan termasuk

akad sewa yang lemah, karena yang terjadi dalam sewa ini jelas tidak

memiliki kekebalan hukum yang mengikat kedua belah pihak. Jadi jelas

akan banyak sekali kecurangan-kecurangan dan penipuan baik dari pihak

pertama maupun kedua. Oleh karena itu sewa yang ada dalam jasa iklan

via situs www.kumpulblogger.com tidak sesuai dengan syari’at Islam,

sehingga posisi sewa menjadi batal dalam hukum Islam.

Ketiga, penelitian Moh. Ibnu Sabilil Huda yang berjudul

‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Sewa Lapak Pedagang Kaki

Lima Di Jalan Dukuh Menanggal Gayungan Surabaya‛ .11 Hasil dalam

penelitian ini adalah dalam tinjauan hukum Islam akad yang dilakukan

dapat dikatakan batal, karena dalam melaksanakan akad antara penyewa

dan yang menyewa ketika melaksanakan Ija>b dan Qabu>l tidak

menyebutkan jangka waktu dalam akad sewa tersebut, padahal

menyebutkan dan menentukan jangka waktu akad sewa merupakan salah

satu syarat sahnya Ija>rah.

Keempat, penelitian Muflihatul Karimah yang berjudul ‚Tinjauan

Hukum Islam Terhadap Praktik Sewa menyewa Pohon Untuk Makanan

Ternak Di Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun Kabupaten

(19)

9

Lamongan‛.12 Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam pelaksanaan

sewa menyewa pohon untuk makanan ternak di Desa Mayong terdapat

beberapa permasalahan, yaitu: adanya ketidakjelasan dari obyek yang

disewa, adanya ketidakjelasan dari akad yang digunakan, adanaya

ketidakjelasan antara {{sigat akad dengan praktiknya.

Pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan sewa menyewa

pohon untuk makanan ternak di Desa Mayong, objek sewa belum

memenuhi syarat sah sewa menyewa, karena adanya ketidakjelasan pada

manfaat obyek yang disewa. Bentuk akad yang digunakan dalam sewa

meyewa adalah tidak melanggar syari’at islam. Karena dalam suatu akad

yang diutamakan adalah tujuan dari akad itu sendiri bukan kata-kata yang

digunakan dalam akadnya. Pelaksanaan sigat akad dengan praktiknya

dalam sewa menyewa adalah sah dan diperbolehkan. Karena dalam

praktiknya adanya kerelaan atau keridhaan dari masing-masing pihak.

Pada penelitian terdahulu terdapat persamaan dan perbedaan yang

mendasari penelitian ini, persamaanya adalah sama-sama mengenai sewa

menyewa (Ija>rah). Sedangkan perbedaannya dalam penelitian tersebut di

atas adalah transaksi dari objek yang berbeda yaitu sewa jasa hair

extension di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya.

12

(20)

10

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini

mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui tentang proses praktik sewa jasa hair extension

di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya

2. Untuk mengetahui tentang analisis hukum islam terhadap sewa jasa

hair extension di Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya

F. Kegunaan Penelitian

Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap dapat bermanfaat dan

berguna bagi peneliti dan pembaca lainnya:

Kegunaan secara teoritis, dengan adanya penelitian ini diharapkan

dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan

khususnya ilmu Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah).

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi

dan manfaat bagi:

1. Peneliti

Penelitian ini digunakan untuk mencari dan membuktikan

teori-teori yang sudah ada dan diimplikasikan pada kenyataan yang

ada di lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi

pengembangan ilmu pengetahuan peneliti dan semua pihak yang

(21)

11

2. Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada

akademisi, yaitu berupa sumbangan dalam pengembangan ilmu

pengetahuan, khususnya dibidang Hukum Ekonomi Syari’ah

3. Masyarakat

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman

yang lebih mendalam kepada masyarakat dalam melakukan berbagai

macam kegiatan ekonomi yang sesuai dengan syari’at Islam.

G. Definisi Operasional

Definisi Operasional memuat beberapa penjelasan tentang

pengertian yang bersifat operasional, yaitu memuat masing-masing

variabel yang digunakan dalam penelitian yang kemudian didefinisikan

secara jelas dan mengandung spesifikasi mengenai variabel yang

digunakan dalam penelitian ini.

Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya

adalah sebagai berikut:

Analisis hukum Islam : penyelidikan terhadap suatu peristiwa

berlandaskan Al Quran, Sunnah Nabi serta

Ijtihad para Ulama’ yang berkaitan dengan

Ija>rah.

Sewa Jasa : menyewakan jasa kepada orang yang

(22)

12

Hair Extension : suatu metode pemanjangan rambut dengan

cara menyambungkan rambut buatan atau

rambut asli yang diperoleh dari rambut

orang lain di Be Young Salon Surabaya.

H. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field

research). Oleh karena itu, data yang dikumpulkan merupakan data yang

diperoleh dari lapangan sebagai obyek penelitian kualitatif. Agar

penulisan skripsi ini dapat tersusun dengan benar, maka penulis

memandang perlu untuk mengemukakan metode penulisan skripsi ini

yaitu sebagai berikut:

1. Data yang dikumpulkan

Dengan melihat persoalan di atas, maka data yang akan digali

meliputi:

a. Data yang berkaitan dengan proses sewa jasa hair extension.

b. Data yang bersumber dari hukum Islam yang berkaitan dengan

sewa menyewa.

2. Sumber Data

Berdasarkan data yang akan dihimpun di atas, maka yang

menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah:

(23)

13

Sumber data primer disini adalah sumber data yang

diperoleh secara langsung dari subyek penelitian. Dalam penelitian

ini sumber data primer adalah:

1) Penyewa jasa (konsumen) muslimah

2) Pemilik salon

3) Karyawan salon

b. Sumber data sekunder

Data ini bersumber dari buku-buku, catatan-catatan

dokumen tentang apa saja yang berhubungan dengan masalah

kegiatan sewa jasa hair extension.13 Adapun buku-buku yang ada

kaitannya dengan masalah tersebut diantaranya:

1) Ahmad Wardi Muslich, Fiqh Muamalat

2) Ibnu Mas’ud dan Zainal Abidin,Fiqih Madzhab Syafi’i

3) Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah

4) Rachmat Syafe’i, Fiqih Muamalah

5) Yusuf Qardhawi, Halal dan Haram

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling

strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

mendapatkan data.14 Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data,

maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar

(24)

14

data yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah:

a. Observasi

Observasi atau pengamatan yakni suatu penggalian data

dengan cara mengamati gejala yang diteliti.15 Dalam hal ini

penulis mengamati praktik sambung rambut yang ada di Be Young

Salon.

b. Wawancara

Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian

yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih

bertatap muka mendengarkan secara langsung

informasi-informasi atau keterangan.16 Apabila wawancara bertujuan untuk

mendapatkan keterangan atau untuk keperluan informasi maka

individu yang menjadi sasaran wawancara adalah informan. Pada

wawancara ini yang penting adalah memilih orang-orang yang

tepat dan memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang ingin kita

ketahui.17 Dalam hal ini penulis akan terjun ke lapangan yakni di

Be Young Salon Dukuh Kupang Surabaya.

Wawancara dilakukan langsung dengan pemilik salon,

karyawan salon, dan khususnya penyewa jasa (konsumen)

muslimah di Be Yong Salon tersebut.

15 Rianto Adi, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: Granit, 2004), 70.

16 Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, cetakan Kesepuluh (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), 83.

(25)

15

c. Studi Dokumen

Studi dokumen ini adalah salah satu cara pengumpulan

data yang digunakan dalam suatu penelitian sosial. Dalam

penelitian ini berupa dokumentasi gambar.

4. Teknik Pengolahan Data

Maka dilakukan analisis data dengan tahapan-tahapan sebagai

berikut:

a. Editing adalah kegiatan pengeditan dan kebenaran dan ketetapan

data tersebut.18

b. Organizing adalah suatu proses yang sistematis dalam

pengumpulan, pencatatan, dan penyajian fakta untuk tujuan

penelitian.19

c. Coding adalah kegiatan mengklasifikasi dan memeriksa data yang

relevan dengan tema penelitian agar lebih fungsional.20

5. Metode Analisa Data

Setelah penulis mengumpulkan data yang dihimpun, kemudian

menganalisanya dengan menggunakan metode deskriptif analitis.

Deskriptif analitis yaitu menggambarkan atau menguraiakan sesuatu

hal menurut apa adanya yang sesuai dengan kenyataannya.21 Dengan

mengumpulkan data tentang sewa jasa hair extension di Be Young

18 Ibid., 97.

19 Sony Sumarsono, Metode Riset Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004), 89). 20 Ibid., 99.

(26)

16

Salon Kupang Barat Surabaya yang disertai analisa untuk mengambil

kesimpulan. Penulis menggunakan teknik ini karena ingin

memaparkan, menjelaskan, dan menguraikan data yang terkumpul

kemudian disusun dan dianalisa untuk diambil kesimpulan.

Pola pikir yang dipakai adalah deduktif yaitu merupakan

metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu,

dan selanjutnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Yakni

mengemukakan fakta-fakta atau kenyataan dari hasil penelitian Be

Young Salon Dukuh Kupang Surabaya.

I. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam memahami hasil penelitian ini, maka

penulis menganggap perlu untuk mensistematikan pembahasan dalam

penelitian ini sebagai berikut:

Bab pertama adalah pendahuluan yang meliputi, latar belakang

masalah, identifikasi masalah dan batasan masalah, rumusan masalah,

kajian pustaka, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, definisi

operasional, serta metode penelitian yang meliputi: data yang

dikumpulkan, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengelolaan

data, teknik analisis data, dan sistematika pembahasan.

Bab dua memaparkan bahasan yaitu: landasan teori penelitian

yang membahas tentang Ija>rah, yaitu pengertian, landasan hukum, syarat

dan rukun, macam-macam Ija>rah dan hukumnya, serta Ija>rah yang

(27)

17

Bab ketiga menjelaskan gambaran umum tentang Be Young

Salon, yang meliputi latar belakang berdirinya be young salon, cabang be

young salon, jenis pelayanan jasa be young salon, member card be young

salon, karyawan be young salon, definisi hair extension, asal rambut yang

digunakan untuk hair extension, jenis kualitas rambut, praktik sewa jasa,

upah sewa jasa, serta factor menggunakan jasa hair extension.

Bab keempat mengemukakan kajian analisis hukum Islam

terhadap sewa jasa Hair Extension di Be Young Salon Dukuh Kupang

Surabaya.

Bab kelima dalam bab ini akan diakhiri dengan penutup yang

berisi kesimpulan serta saran yang membangun untuk para pembaca dan

(28)

BAB II

KONSEP IJARAH DALAM HUKUM ISLAM

A. Ijarah

1. Definisi Ijarah

Terdapat dua macam definisi tentang Ija>rah. Idris Ahmad dalam

bukunya yang berjudul fiqh syafi’i, berpendapat bahwa Ija>rah berarti upah

mengupah.1 Hal ini terlihat ketika beliau menerangkan rukun dan syarat

upah mengupah, yaitu mu’jir dan musta’jir (yang memberikan upah dan

yang menerima upah), sedangkan Kamaluddin A. Marzuki sebagai

penerjemah fiqh sunah karya Sayyid Sabiq menjelaskan makna Ija>rah

dengan sewa menyewa.2

Dari dua buku tersebut terdapat perbedaan terjemah kata Ija>rah dari

bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Antara sewa dan upah terdapat perbedaan

makna operasional, sewa biasanya digunakan untuk benda, seperti ‚seorang

mahasiswa menyewa kamar untuk tempat tinggal selama kuliah‛, sedangkan

upah digunakan untuk tenaga, seperti ‚para pekerja bangunan dibayar

gajinya (upahnya) satu kali dalam seminggu‛. Dalam bahasa Arab upah dan

sewa disebut Ija>rah. Secara etimologi al-ija>rah berasal dari kata al-ajru yang

berarti al-‘iwadh / penggantian, dari sebab itulah ats-tsawabu dalam konteks

1

Idris Ahmad. Fiqh al-Syafi’iyah. (Jakarta: Karya Indah, 1986), 139. 2

(29)

19

pahala dinamai juga al-ajru / upah.3 Selain itu secara etimologi ija>rah juga

dapat diartikan dengan menjual manfaat,4 yaitu akad atas suatu

kemanfaatan yang kemudian mendapat imbalan.

Adapun istilah dalam ija>rah adalah sebagai berikut:

a) Orang yang mengupah dinamakan musta’jir

b) Orang yang mengupahkan disebut mu’jir

c) Upah itu dinamakan ujrah5

Upah (ujrah) tidak bisa dipisahkan dari sewa menyewa (ija>rah),

karena upah (ujrah) merupakan bagian dari sewa menyewa (ija>rah). Ija>rah

berlaku umum atas setiap akad yang berwujud pemberian imbalan atas

sesuatu manfaat yang diambil.

Adapun secara terminology, ada beberapa definisi al-ija>rah yang

dikemukakan para ulama fiqih, antara lain:

a) Menurut ulama Hanafiyah :

‚Akad atas suatu kemanfaatn dengan pengganti‛6

b) Menurut Malikiyah :

3 Sayyid Sabiq. Fiqh Sunnah. (Beirut, Dar Kitab al-Arabi, 97), jilid III, 177. 4 Rachmat Syafe’i. Fiqih Muamalah, (Bandung: Pustaka Setia, 2001), 121.

(30)

20

‚Ija>rah …. adalah suatu akad yang memberikan hak milik atas manfaat

suatu barang yang mubah untuk masa tertentu dengan imbalan yang

bukan berasal dari manfaat‛7.

c) Menurut Syafi’iyah :

‚Definisi akad ija>rah adalah suatu akad atas manfaat yang

dimaksud dan tertentu yang bisa diberikan dan dibolehkan

dengan imbalan tertentu‛8

d) Menurut Hanabilah :

‚Ija>rah adalah suatu akad atas manfaat yang bisa sah dengan

lafal ija>rah dan kara’ dan semacamnya‛9

e) Menuru Sayyid Sabiq, al-Ija>rah adalah satuan jenis akad atau transaksi

untuk mengambil suatu manfaat dengan jalan memberi penggantian.10

7

Ali Fikri. Al-Muamalat Al-Maddiyah wa al-Adabiyah, Musthafa Al-Baby Al-Habby. (Mesir: 1358H), cet. 1, 85.

8

Ahmad Wardi Muslich. Fiqih Muamalat. (Jakarta: Amzah,2013),317.

9

Ibid, 317.

(31)

21

f) Menurut ulama’ Syafi’iyah al-Ija>rah adalah suatu jenis akad atau

aturan transaksi terhadap suatu manfaat yang dituju tertentu bersifat

mubah dan boleh dimanfaatkan, dengan memberikan manfaat

tertentu.11

g) Menurut Syarifuddin, al-Ija>rah secara bahasa dapat diartikan dengan

akad atau transaksi manfaat atau jasa dengan imbalan tertentu. Bila

yang menjadi objek transaksi adalah manfaat dari suatu benda disebut

Ija>rah al’ain, seperti menyewa kos-kosan untuk tempat tinggal. Dan

bila yang menjadi objek transaksi manfaat dari jasa tenaga seseorang

disebut Ija>rah ad-dzimah atau upah mengupah, seperti upah potong

rambut. Meskipun berbeda dalam hal objek keduanya tetap dalam

konteks fiqih yang disebut dengan Ija>rah.12

h) Menurut Syaikh Syihab Al-Din dan Syaikh Umairah bahwa yang

dimaksud dengan ija>rah ialah:

‚Akad atas manfaat yang diketahui dan disengaja untuk memberi dan

membolehkan dengan imbalan yang diketahui ketika itu‛13

i) Menurut Muhammad Al-Syarbini al Khatib bahwa yang dimaksud

dengan ija>rah adalah:

11

Asy-Sarbaini al-Khotib, Mughni al-mukhtaz (Beirut, Dar al-Fikr, 1978), jilid II, 223.

12

Amir Syarifuddin. Garis-garis Besar Fiqih. (Jakarata: Kencan, 2003), cet. II, 216.

(32)

22

‚Pemilikan Manfaat dengan adanya imbalan dan syarat-syarat‛.

j) Menurut Hasbi Ash- Shiddiqie bahwa ija>rah ialah:

‚Akad yang objeknya ialah penukaran manfaat untuk masa tertentu, yaitu pemilikan manfaat dengan imbalan, sama dengan menjual

manfaat.‛14

Ija>rah dalam bentuk sewa-menyewa maupun dalam bentuk upah

mengupah merupakan muamalah yang telah disyariatkan dalam Islam.

Hukum asalnya menurut jumhur ulama’ adalah mubah atau boleh bila

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh syara’

berdasarkan ayat al-Quran, hadist, dan ketetapan ijma’ Ulama’.

2. Landasan Hukum Ija>rah

Hampir semua ulama’ fiqih sepakat bahwa ija>rah disyariatkan

dalam Islam. Adapun golongan yang tidak menyepakati diantaranya

seperti, Abu Bakar al-Asham, Ismail bin Aliyah mereka berpendapat

14

(33)

23

bahwa Ija>rah adalah jual-beli kemanfaatan, yang tidak dapat dipegang.

Sesuatu yang tidak ada, tidak dapat dikategorikan jual beli.15

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa Ija>rah disyariatkan

berdasarkan al-Quran, As-Sunnah, dan Ijma’.

a. Al-Quran

1) Surat At-Thalaq (65) ayat 6

 bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh

menyusukan (anak itu) untuknya.16

2) Surah al-Qashash (28) ayat 26

Syafe’I Rahmat. Fiqih Muamalah . (Bandung: CV Pustaka Setia, 2004), 123.

16

(34)

‚dan Tsabit bin Adh-Dhahhak Radhiyah Anhu bahwa

Rasulullah saw melarang muzaroah dan menceritakan sewa menyewa.‛

2) Hadist Abu Dawud dan al-Nasa’i :

‚dari sa’id bin Musayyib, dari Said, berkata: dahulu kami menyewa tanah dengan bayaran tanaman yang tumbuh lalu Rasulullah melarang praktik tersebut dengan memerintahkan kami agar membayarnya.‛

3) riwayat Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri Rasul

SAW bersabda:

Berikanlah upah atau jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringat-keringat mereka. (HR

Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath-Tabrani, dan at- Tirmizi).‛

17

(35)

25

4) riwayat Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri Rasul

SAW bersabda:

‚Siapa yang menyewa seseorang maka hendaklah ia

beritahu upahnya. (HR Abd ar- Razzaq dan al-Baihaqi).‛

5) riwayat ‘Abdullah ibn ‘Abbas dikatakan:

‚Rasulullah saw. Berbekam, lalu beliau membayar upahnya kepada orang yang membekamnya. (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad ibn Hanbal).‛

c. Ijma’

Umat Islam pada masa sahabat telah berijma’ bahwa Ija>rah

dibolehkan sebab bermanfaat bagi manusia.18 Selain bermanfaat

bagi sesama manusia sebagian masyarakat sangat membutuhkan

akad ini, karena termasuk salah satu akad tolong-menolong.

Tentang disyariatkan sewa menyewa, semua kalangan sepakat dan

hampir semua ulama’ mengamininya.19

Dari definisi-definisi tersebut di atas dapat dikemukakan

bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mendasar diantara

pendapat para ulama’ fiqih dalam mendefinisikan Ija>rah atau sewa

menyewa. Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa

18

Syafe’I Rahmat. Fiqih Muamalah . (Bandung: CV Pustaka Setia, 2004), 124.

19

(36)

26

Ija>rah atau sewa menyewa adalah akad atas manfaat dengan suatu

imbalan tertentu. Dengan demikian, objek sewa menyewa adalah

atas manfaat sutau barang atau jasa. Contoh seseorang menyewa

suatu rumah untuk dijadikan tempat tinggalnya selama satu tahun

dengan imbalan uang sebesar Rp. 3.000.000,00.

Ija>rah dalam bentuk sewa-menyewa maupun dalam bentuk

upah mengupah merupakan muamalah yang telah disyariatkan

dalam Islam. Hukum asalnya menurut jumhur ulama’ adalah

mubah atau boleh bila dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang

ditetapkan oleh syara’ berdasarkan ayat al-Quran, hadist, dan

ketetapan ijma’ Ulama’.

3. Rukun Ija>rah

Rukun adalah unsur-unsur yang membentuk sesuatu, sehingga

sesuatu itu terwujud karena adanya unsur-unsur tersebut yang

membentuknya. Misalnya rumah, terbentuk karena adanya

unsur-unsur yang membentuknya, yaitu pondasi, tiang, lantai, dinding, atap,

dan seterusnya. Dalam konsep Islam, unsur-unsur yang membentuk

sesuatu itu disebut rukun.20

20

(37)

27

Menurut Ulama’ Hanafiyah rukun al-Ija>rah hanya satu, yaitu

ijab (ungkapan menyewakan dan qabul (persetujuan terhadap

sewa-menyewa) dari dua belah pihak yang bertransaksi.21 Ulama’

Hanafiyah menyatakan bahwa orang yang berakad sewa/imbalan dan

manfaat, termasuk syarat-syarat Ija>rah, bukan rukunnya. Akan tetapi,

menurut jumhur ulama’ rukun Ija>rah ada empat, yaitu:

a. Dua orang yang berakad (aqid) yakni antara mu‛jir (orang yang

menyewakan) dan musta’jir (orang yang menyewa).

b. Sighat yaitu ijab dan Kabul

c. Uang sewa atau imbalan (ujrah)

d. Manfaat, manfaat dari suatu barang yang disewa atau jasa dan

tenaga dan tenaga orang yang bekerja.22

4. Syarat Ija>rah

Syarat-syarat akad ija>rah adalah sebagai berikut:

a. Untuk kedua orang yang berakad (al-muta’aqidain) menurut

ulama Syafi’I dan Hanabilah , disyaratkan telah baliq dan berakal.

Dan menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa

kedua orang yang berakad tidak harus mencapai usia baliq, dan

21

Ahmad Wardi Muslich. Fiqih Muamalah. (Jakarta: Amzah, 2013), 320.

22

(38)

28

apabila anak mumayyiz tersebut melakukan ijar>ah maka harus

disetujui oleh walinya. 23

b. Mu’jir dan musta’jir yaitu orang yang melakukan akad sewa-

menyewa atau upah- mengupah. Mu’jir adalah orang yang

memberikan upah dan yang menyewakan, musta’jir adalah orang

yang menerima upah untuk melakukan sesuatu dan yang menyewa

sesuatu, disayaratkan kepada keduanya adalah baliqh, berakal,

cakap melakukan tasharruf (mengendalikan harta), dan saling

meridhai tanpa adanya paksaan Allah Swt. Berfirman dalam Qs.

Artinya: hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu Sesungguhnya

Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.24

c. Manfaat yang menjadi obyek al-ija>rah harus diketahui secara

sempurna sehingga tidak muncul perselisihan di kemudian hari.

23 Ad-Dardir, Asyrh al Kabir , Jilid IV , (Beirut: Dar al Fikr, tt), 2.

24

(39)

29

Apabila manfaat yang akan menjadi obyek al-ija>rah tidak jelas,

maka akadnya tidak sah.

d. Obyek akad ija>rah boleh diserahkan dan dipergunakan secara

langsung dan tidak bercacat.

e. Obyek al-ija>rah itu sesuatu yang dihalalkan oleh syara’. Artinya

manfaat yang menjadi obyek akad harus manfaat yang dibolehkan

oleh agama.

f. Yang disewakan itu bukan suatu kewajiban bagi penyewa.

5. Macam-macam Ija<rah

Ija>rah ada dua macam, yakni:

a. Ija>rah atas manfaat, yang disebut juga dengan sewa-menyewa.

Dalam ija>rah bagian pertama ini, objek akadnya adalah manfaat

dari suatu benda.25

Akad sewa menyewa dibolehkan atas manfaat yang

mubah, seperti rumah untuk tempat tinggal, toko dan kios untuk

tempat berdagang, mobil untuk direntalkan, atau pakaian dan

lain sebagainya. Adapun manfaat yang diharamkan maka tidak

boleh disewakan, karena barangnya diharamkan. Dengan

demikian, tidak bleh mengambil manfaat yang diharamkan ini.

25

(40)

30

Manurut Hanafiyah dan malikiyah, ketetapan hukum

akad ija>arah berlaku sedikit atau setahap demi setahap, sesuai

dengan timbulnya objek akad yaitu mnfaat, hal itu karena

manfaat dari suatu benda yang disewakan tidak bias terpenihi

sekaligus, akan tetapi sedikit demi sedukit. Akan tetapi,

menurut Syafiiyah dan Hanabilah ketetapan hukum akad Ija>rah

itu berlaku secara kontan sehingga masa sewa dianggap

seolah-olah benda yang tampak.26

b. Ija>rah atas pekerjaan (jasa), disebut juga dengan upah

mengupah. Dalam Ija>rah bagian kedua ini, objek akadnya adalah

amal atau pekerjaan seseorang.

Ija>rah atas pekerjaan atau upah mengupah adalah salah

satu akad Ija>rah untuk melakukan suatu perbuatan tertentu,

misalnya membangun rumah, menjahit pakaian. Orang yang

melakukan pekerjaan tersebut musta’jir atau tenaga kerja.

Musta’jir atau tenaga kerja ada dua macam:27

a) Musta’jir atau tenaga kerja khusus, yaitu orang yang bekerja

untuk satu orang selama waktu tertentu. Ia tidak boleh

bekerja untuk selain orang yang menyewanya.

26

Wahbah al-juhaili. al-fiqih al-Islami wa adilatuhu. (Jakarta: Gema Insani, 2011), jilid V. cet. 10, 412.

27

(41)

31

b) Musta’jir atau tenaga kerja umum, yaitu orang yang bekerja

untuk orang banyak, seperti tukang jahit. Ia boleh bekerja

untuk orang banyak dan orang yang menyewanya tidak

boleh melarang untuk orang lain.

6. Berakhirnya Akad Ija<rah

Para ulama fiqih menyatakan bahwa akad al-ija>rah akan berakhir

apabila:28

a. Obyek hilang atau musnah seperti rumah terbakar atau baju yang

diajhitkan hilang.

b. Tenggang waktu yang disepakati dalam akad ija>rah telah berakhir.

c. Menurut ulama Hanafiyah, wafatnya salah seoarang yang berakad,

karena akad ija>rah menurut mereka tidak boleh diwariskan.

Sedangkan menurut Jumhur ulama, akad ija>rah tidak batal dengan

wafatnya salah seorang yang berakad, karena manfaat, menurut

mereka boleh diwariskan dan al-ija>rah sama dengan jual beli, yaitu

mengikat kedua belah pihak yang berakad.

Menurut ulama Hanafiyah, apabila ada halangan dari salah

satu pihak, seperti rumah yang disewakan disita negara karena terkait

utang banyak maka akadnya batal, salah satu uzur yang

(42)

32

membatalakan akad menurut ulama Hanfiyah adalah salah satu pihak

tersebut muflis. Dan berpindah tempatnya penyewa seperti seseorang

digaji untuk menggali sumur di suatu desa, sebelum sumur itu selesai

penduduk desa pindah ke desa lain. Akan tetapi menurut jumhur

ulama uzur yang boleh membatalkan akad ija>rah itu hanya apabila

obyeknya mengandung cacat atau manfaat yang dituju dalam akad itu

hilang seperti kebakaran dan dilanda banjir.

7. Sifat Akad Ija<rah

Para ulama fiqh berbeda pendapat tentang sifat akad al-ija>rah,

apakah bersifat mengikat kedua belah pihak atau tidak. Ulama Hanafiyah

berpendirian bahwa akad al-ija>rah itu bersifat mengikat, tetapi boleh

dibatalkan secara sepihak apabila terdapat uzur dari salah stu pihak yang

berakad, seperti salah salah satu pihak wafat atau kehilangan kecakapan

bertindak hukum.29 Akan tetapi jumhur ulama mengatakan bahwa akad

al-ija>rah itu bersifat mengikat, kecuali ada cacat atau barang itu tidak boleh

dimanfaatkan. Akibat perbedaan pendapat ini terlihat dalam kasus apabila

seorang meninggal dunia, maka akad al-ija>rah batal, karena manfaat tidak

boleh diwariskan. Akan tetapi, jumhur ulama mengatakan bahwa manfaat

itu boleh diwariskan karena termasuk harta (maal). oleh sebab itu,

29

(43)

33

kematian salah satu pihak yang berakad tidak membatalkan akad

al-ija>rah.30

8. Ija>rah Yang Dilarang

Perjanjian sewa-menyewa barang yang kemanfaatannya tidak

dibolehkan oleh ketentuan hukum agama adalah tidak sah dan wajib

untuk ditinggalkan. Karena salah satu syarat Ija>rah menyebutkan

bawa yang menjadi obyek akad Ija>rah adalah sesuatu yang dihalakan

oleh syara’. Misalnya, perjanjian sewa-menyewa rumah yang

digunakan untuk kegiatan prostitusi atau perjudian, dan menyewa

orang untuk membunuh atau menganiyaya orang lain. Oleh sebab itu,

para ulama fiqh sepakat menyatakan bahwa obyek sewa-menyewa

dalam contoh di atas termasuk maksiat. Sedangkan dalam kaidah fiqh

menyatakan:31

Artinya: Sewa menyewa dalam masalah maksiat tidak boleh.

Obyek akad Ija>rah juga harus terpenuhi secara hakiki maupun

syar’i. dengan demikian tidak sah menyewakan sesuatu yang sulit

diserahkan secara hakiki, seperti menyewakan kuda yang binal untuk

30 Ibnu Qudamah, al Mughni dan Ibnu Rushd, Bidayah al Mujtahid wa Nihayah al Maqthasid, Jilid II (Beirut: Dar al Fikr,tt), 227.

31

(44)

34

dikendarai. Atau tidak bisa terpenuhi secara syar’i, seperti menyewa

tenaga wanita yang sedang haid untuk membersihkan masjid, atau

(45)

BAB III

GAMBARAN UMUM TENTANG BE YOUNG SALON

A. Gambaran Singkat Tentang Be Young Salon

1. Latar Belakang Berdirinya Be Young Salon

Be Young Salon merupakan sebuah usaha perseorangan yang

bergerak di bidang jasa tata rawat wajah dan rambut, awal berdirinya

pada tahun 2005 di jalan raya Petemon No. 53 Kota Surabaya. Namun

dengan seiring berjalannya waktu, akhirnya Be Young Salon mengubah

konsep menjadi salon yang bergerak pada bidang jasa kecantikan, baik itu

berupa kecantikan rambut, kecantikan wajah, dan kecantikan badan.

Usaha ini diperuntukkan bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak

sampai orang dewasa, khususnya para kaum wanita.

Pemilik salon tersebut bernama David Djayoesman, berasal dari

Kota Bojonegoro.1 Karena pemilik salon berdomisili di Kota Bojonegoro,

maka tanggung jawab salon yang ada di Surabaya diserahkan kepada

anaknya, yaitu Vico. Vico adalah mahasiswa semester tiga Universitas

Wijaya Kusuma.2 Meskipun tanggung jawabnya diserahkan kepada

1Wawancara pemilik salon Pak David Djayoesman (Lewat Telfon), pada tanggal 17 Oktober 2016. 2

(46)

36

anaknya, tetapi pak David Djayoesman tetap memantau kegiatan dan

perkembangan salon, dengan mengunjungi salon setiap tiga bulan sekali.

2. Cabang Be Young Salon

Adanya kebutuhan untuk mengikuti trend dan gaya rambut yang

terus berubah, ditambah akan kebutuhan kecantikan diri, terutama bagi

kaum wanita. Banyak sekali persaingan bisnis salon yang

berlomba-lomba untuk memanjakan para pelanggan. Meskipun banyak sekali

persaingan bisnis salon yang ada, akan tetapi Be Young Salon ini tetap

mendapatkan respon yang cukup positif dari para pelanggannya, buktinya

dapat dilihat dari perkembangan Be Young Salon yang begitu pesat,

karena dalam kurun waktu sepuluh tahun salon tersebut mampu

membuka tujuh cabang dalam tiga kota.3

Adapun cabang-cabang Be Young Salon yang ada di tiga kota

tersebut, yakni sebagai berikut:

a) Jalan Raya Petemon Kali No. 53 Surabaya

b) Jalan Raya Banyu Urip No. 46 Surabaya

c) Jalan Raya Dukuh Kupang Barat No. 10 Surabaya

d) Jalan Raya Kampung Malang Tengah No. 1 / 29 Surabaya

e) Jalan Raya Menganti Karangan No. 34 Wiyung Surabaya

(47)

37

f) Jalan Raya Jendral A. Yani No. 2 Karang Nongko – Sukodono,

Sidoarjo

g) Jalan Raya Desa Pekuwon Kecamatan Sumberejo Kabupaten

Bojonegoro.4

Kantor pusat Be Young Salon berada di alamat Jalan Raya

Petemon Kali No. 53 Surabaya. Semua cabang salon mempunyai jadwal

buka yang sama, kecuali yang ada di pusat dan di Bojonegoro. Jadwalnya

adalah sebagai bertikut:

Alamat Be Young Salon Jam Buka Salon

1. Jalan Raya Raya Petemon Kali No.

53 Surabaya, buka mulai Jalan Raya

2. Raya Banyu Urip No. 46 Surabaya

3. Jalan Raya Raya Dukuh Kupang

Barat No. 10 Surabaya

4. Jalan Raya Kampung Malang Tengah

No. 1 / 29 Surabaya

5. Jalan Raya Menganti Karangan No.

34 Wiyung Surabaya

(48)

38

Karang Nongko – Sukodono,

Sidoarjo.

7. Jalan Raya Desa Pekuwon

Kecamatan Sumberejo Kabupaten

Bojonegoro

Pukul 08.00 – 17.00 WIB

3. Jenis Pelayanan Jasa di Be Young Salon

Be Young Salon didirikan untuk memberikan pelayanan yang

berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Jasa yang ditawarkan

oleh Be Young Salon sangat bervariatif, mulai dari perawatan rambut,

perawatan muka, spa, pijat reflexi, sampai perawatan pra nikah.5 Harga

pelayanan berkisar dari Rp 25.000,00 sampai Rp 200.000,00. Jenis jasa

pelayanannya diantaranya adalah perawatan rambut, perawatan muka,

perawatan tubuh, perawatan pra nikah, dan pijat reflexi.

Pelayanan jasa lengkap hanya tersedia di salon pusat, yaitu jalan

raya Petemon Kali. Sedangkan cabang yang lain hanya menyediakan

perawatan rambut dan perawatan muka.

5

(49)

39

4. Member Card Be Young Salon

Sehubungan dengan maraknya bisnis salon yang ada, setiap salon

harus memiliki inovasi baru, agar para pelanggan yang dimiliki tetap

menggunakan jasa yang dimiliki salon masing-masing.

Untuk memikat banyak pelanggan, be young salon menemukan

sebuah inovasi baru, yaitu memberikan member card kepada para semua

pelanggan secara gratis. Dengan adanya member card setiap transaksi

para semua pelanggan berhak mendapatkan potongan harga sebesar Rp

20.000,00 untuk semua jenis jasa yang tersedia di salon tersebut.

5. Karyawan Be Young Salon

Semua cabang Be Young Salon karyawannya didominasi oleh

laki-laki, tetapi di setiap cabang salon diwajibkan minimal ada 1 karyawan

perempuan, tugas utamanya adalah melayani jasa facial. Jumlah

karyawan yang berada di pusat dan cabang pun berbeda, yakni di pusat

jumlah karyawan antara 7-8 orang, sedangkan di cabang minimal 3 orang.

Di setiap cabang selain ada karyawan, ada juga seorang Hair

Stylist yang bertugas sebagai penanggung jawab segala kegiatan yang

ada di salon. Jika ada barang (produk) salon yang hilang semua karyawan

(50)

40

menggantinya dengan barang baru, dengan cara memotong gaji sesuai

dengan nominal harga barang yang hilang tersebut, tetapi tidak berlaku

pemotongan gaji untuk Hair Stylist.6

Be Young Salon memiliki jam kerja 11 jam perhari, kecuali

cabang salon yang ada di Bojonegoro yakni hanya 9 jam. Setiap minggu

karyawan salon bisa mengambil libur satu kali antara hari senin –Jum’at,

dan tidak diperbolehkan mengambil libur pada hari sabtu dan minggu.

Dan jika ada tanggal merah pada hari-hari tertentu para karyawan juga

tidak boleh mengambil libur, karena biasanya pada saat liburan

pengunjung salon mulai bertambah. Terkecuali tanggal merah pada saat

hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, para karyawan di perkenankan untuk

mengambil libur antara 3 - 5 hari.7

B. Hair Extension (Sambung Rambut)

1. Definisi Hair Extension

Rambut adalah mahkota yang paling berharga bagi kaum wanita,

sebagian besar kaum wanita lebih menyukai penampilan rambut panjang.

Mereka menilai bahwa dengan memiliki rambut panjang mereka akan

terlihat lebih cantik dan percaya diri.

6Wawancara karyawan (anak pemilik salon) bernama Vico, pada tanggal 22 Oktober 2016. 7

(51)

41

Berbagai cara dilakukan kaum wanita agar dapat memiliki rambut

panjang yang indah, sebagian mereka menggunakan shampoo penumbuh

rambut untuk memanjangkan rambut secara alami. Namun, cara tersebut

memakan waktu yang cukup lama. terkadang tak jarang wanita yang

ingin mendapatkan rambut panjang dengan cara yang instan, salah

satunya dengan cara menggunakan hair extension yang biasanya sering

dikenal dengan sambung rambut. Hair extension (sambung rambut)

merupakan suatu cara memanjangkan rambut secara instan baik

menggunakan rambut asli yang diperoleh dari rambut orang lain maupun

rambut buatan (sintetis). Dengan cara tersebut para kaum wanita akan

mendapatkan rambut panjang dengan cepat tanpa harus menunggu

pertumbuhan rambut secara alami.

2. Asal Rambut yang digunakan untuk Hair Extension

Hair Extension (sambung rambut) sudah tidak asing lagi bagi kaum

wanita, karena dengan cara tersebut seorang wanita bisa mendapatkan

rambut yang panjang secara instan. Praktik jasa sambung rambut sudah

banyak dilakukan di salon-salon moderen, salah satunya adalah Be Young

Salon.

Praktik hair extension (sambung rambut) dapat menggunakan

(52)

42

diperoleh dari sisa potongan rambut manusia yang memiliki rambut

panjang, sedangkan rambut sintetis adalah rambut yang dibuat oleh

manusia sendiri. Rambut yang digunakan sebagai hair extension di Be

Young Salon adalah rambut asli, karena hasilnya lebih bagus

dibandingkan dengan rambut sintetis.8

Rambut asli yang digunakan untuk hair extension diperoleh dari

supplier. Rambut yang dijual oleh supplier, biasanya di didapatkan dari

rambut-rambut orang desa khususnya yang memiliki rambut panjang.

Ditangan supplier rambut yang berasal dari desa akan diproses dan di

styling. Jika rambut tersebut pernah diwarnai, maka prosesnya akan

memakan waktu yang lumayan lama, karena rambut tersebut harus

melalui proses bleaching untuk mendapatkan warna asli rambut. Dalam

proses ini juga rambut yang di peroleh dari perorangan akan di pisahkan

dan di bendel satu-persatu. Satu bendel minimal berisi 20 ikat rambut,

dan maksimal berisi 30 ikat, dengan panjang rata-rata antara 30 cm – 50

cm.9

3. Jenis Kualitas Rambut yang digunakan untuk Hair Extension

Jenis kualitas rambut dapat dilihat dari kealamian rambut tersebut,

jika rambut sudah pernah ada pewarnaan maka kualitasnyapun turun, dan

8Wawancara karyawan (anak pemilik salon) bernama Vico, pada tanggal 22 Oktober 2016. 9

(53)

43

begitu sebaliknya jika warna rambut masih asli (hitam) maka kualitasnya

pun akan lebih bagus. Secara tidak langsung juga maka kualitas rambut

yang digunakan sebagai hair extension juga bisa mempengaruhi harga

jualnya. Be young salon sendiri memiliki 3 jenis kualitas rambut yang

digunakan untuk hair extension, yakni sebagai berikut:

a. Kualitas Biasa

Kualitas biasa satu bendelnya yang berisi 20 ikat dengan panjang

rata-rata 30-50 cm, dibandrol dengan harga mulai Rp 150.000,00 – Rp

175.000,00.

b. Kualitas Sedang

Kualitas sedang ini satu bendelnya berisi 25 ikat dengan panjang

rata-rata 30-50 cm, dibandrol dengan harga Rp 200.000,00 – Rp

250.000,00.

c. Kualitas Super

Kualitas super merupakan kualitas rambut yang paling bagus, satu

bendelnya berisi 30 ikat dengan panjang rata-rata antara 30-50 cm,

dibandrol dengan harga Rp 300.000,00.10

Harga yang tertera diatas adalah harga rambut yang memiliki warna

hitam, jika ada pelanggan yang menginginkan rambut yang berwarna,

10

(54)

44

maka ditambah biaya sebesar Rp 50.000,00. Warna rambut yang paling

banyak diminati oleh pelanggan adalah warna gold dan brown.11

C. Praktik Sewa Jasa Hair Extension di Be Young Salon

Proses sambung rambut yang dilakukan di salon ini biasanya

memakan waktu sekitar 2-3 jam, tergantung kondisi rambut pelanggan dan

jumlah rambut yang akan di pasangkan. Tidak setiap hari para karyawan be

young salon melayani jasa sambung rambut, biasanya dalam kurun waktu

seminggu hanya ada 2-3 orang saja yang menggunakan jasa tersebut.12

Setiap ada pelanggan yang masuk salon, akan diberikan brosur pilihan

pelayanan jasa, setelah itu pelanggan akan memilih jasa apa yang akan di

gunakan. Karyawan salon akan menjelaskan sedikit tentang produk yang

akan di gunakan pelanggan berserta harganya.13

Para pelanggan yang ingin menggunakan jasa hair extension, akan di

layani oleh karyawan yang ada di salon tersebut. karyawan salon akan

menjelaskan harga, jenis, serta kulaitas hair extension yang ada di Be Young

Salon. Pelanggan diperbolehkan memilih jenis rambut yang akan digunakan,

mulai dari pilihan kualitas dan warna yang di inginkan. Dan setelah

pelanggan memilih rambut yang diinginkan, kemudian karyawan salon

11

Wawancara karyawan (anak pemilik salon) bernama Vico, pada tanggal 22 Oktober 2016.

12Wawancara karyawan (anak pemilik salon) bernama Vico, pada tanggal 22 Oktober 2016. 13

(55)

45

menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk memasangkan rambut

tersebut, Setelah karyawan salon sudah selesai menyiapkan semua peralatan

yang dibutuhkan, kemudian karyawan tersebut akan mempersilahkan

pelanggan untuk duduk dikursi yang telah disediakan.14

Satu pelanggan hanya akan di layani oleh satu karyawan selama

pemasangan rambut tersebut. Untuk memasangkan rambut pasangan ke

rambut asli, dengan menggunakan lem perekat khusus untuk rambut, dan

kemudian ditambah dengan ring, yang bertujuan untuk menekan rambut asli

dengan rambut pasangan agar lebih kuat.15

Dan setelah proses penyambungan rambut selesai, untuk

mengeringkan lem agar lebih merekat membutuhkan waktu kurang lebih 15

menit. Tahap selanjutnya adalah rambut pelanggan tersebut akan dikeramas

oleh karyawan, kemudian di keringkan menggunakan hairdryer, dan terakhir

adalah pencatokan rambut tersebut agar terlihat rapi.16

D. Upah Sewa Jasa Hair Extension

Setelah proses pemasangan rambut selesai, maka pelanggan harus

membayar upah yang harus diberikan kepada karyawan. Pembayaran

upahnya pun sangat bervariatif, dan tergantung berapa helai yang

(56)

46

dipasangkan oleh karyawan ke rambut pelanggan, harga pemasangan

perhelainya sebesar Rp 25.000,00, dan pembayarannya diserahkan ke kasir.

Dalam sewa jasa hair extension upah pemasangan rambut dengan harga

rambut itu berbeda.17

Dengan wajah berbinar-binar para pelanggan selalu merasa puas

dengan pelayanan yang diberikan oleh Be Young Salon, karena hasilnya

sangat bagus sesuai dengan keinginan para pelanggan.18

E. Faktor Menggunakan Jasa Hair Extension

Ada banyak factor yang mendorong para kaum wanita

berbondong-bondong menggunakan jasa hair extension, diantaranya adalah karena merasa

tidak percaya diri dengan tampilan rambut pendek, rambutnya tipis dan

kurang lebat, rambut rusak terlalu sering menggunakan catok dan

penggunaan bahan kimia lainnya, dan ada juga tuntutan pekerjaan yang

mengharuskan berambut panjang, bahkan ada juga yang hanya untuk bergaya

mengikuti tren yang ada.19

Fakta yang paling menarik lagi adalah konsumen yang menjadi

penyewa jasa hair extension (sambung rambut) bukan hanya dari kalangan

17

Wawancara karyawan (anak pemilik salon) bernama Vico, pada tanggal 22 Oktober 2016.

18Pengamatan peneliti.

(57)

47

non-muslim saja, tetapi dari kalangan para muslimah pun juga ada.20 Dalam

hal ini, kalangan para muslimah yang dimaksud adalah para kaum wanita

muslim yang tidak berhijab.21

20

Wawancara pengguna jasa hair extension dan pengamatan peneliti.

(58)

BAB IV

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA JASA HAIR EXTENSION DI

BE YOUNG SALON

A. Analisis Sewa Jasa Hair Extension di Be Young Salon

Semua wanita selalu ingin tampil cantik dan menarik, karena wanita

selalu identik dengan kecantikan. Banyak para kaum wanita yang

beranggapan bahwa rambut adalah mahkota yang paling berharga, oleh

karena itu untuk menunjang penampilannya agar semakin terlihat cantik,

sebagian para kaum wanita banyak yang menginginkan untuk memiliki

rambut panjang yang indah. Oleh karena itu, untuk memiliki rambut yang

panjang secara instan, banyak para kaum wanita lebih memilih menggunakan

jasa hair extension (sambung rambut). Karena , dengan cara tersebut para

kaum wanita akan mendapatkan rambut panjang yang indah tanpa menunggu

waktu yang lama, jika di bandingkan dengan memanjangkan rambut secara

alami.

Sudah banyak salon yang menyediakan jasa sambung rambut atau

yang lebih dikenal dengan istilah hair extension , salah satunya adalah be

(59)

49

bidang jasa kecantikan, baik itu kecantikan rambut, kecantikan wajah, dan

kecantikan badan.

Dalam penyewaan jasa hair extension, seorang pelanggan mendatangi

salon tersebut dan setelah itu akan dilayani oleh salah satu karyawan salon.

Setelah semua proses penyambungan rambut selesai, maka pelanggan harus

memberikan upah kepada karyawan yang telah memasangkan jasa sambung

rambut tersebut, jumlah upahnya sesuai dengan berapa ikat rambut yang

karyawan pasangkan pada rambut pelanggan. Biaya pemasangan perhelainya

adalah Rp 25.000,00, jadi pelanggan harus membayar upah pemasangan

rambut dan harga sambung rambut.

Setiap pelanggan yang menggunakan jasa be young salon, mereka

tidak pernah komplain, dan selalu merasa puas dengan hasilnya. Karena

kinerja karyawan be yong salon sangat bagus, dan karyawannya juga sangat

ramah dengan para pelanggannya. Oleh karena itu, tidak heran lagi jika be

yong salon sampai saat ini sudah memiliki 7 cabang salon.

Kegiatan praktik sewa jasa hair extension (sambung rambut) yang

dilakukan oleh be young salon, prosesnya sama dengan yang dilakukan oleh

salon-salon lainnya. Hanya saja yang membedakannya adalah kualitas produk

yang digunakan oleh masing-masing salon tersebut, karena setiap salon

(60)

50

B. Analisis Hukum Islam Terhadap Sewa Jasa Hair Extension di Be Young

Salon

Sebagai hamba Allah, manusia harus diberi tuntunan langsung agar

hidupnya tidak menyimpang dan selalu diingatkan bahwa manusia diciptakan

untuk beribadah kepada-Nya. Sebagai khalifah manusia ditugasi untuk

memakmurkan kehidupan ini.

Dalam rangka itulah manusia diberikan kebebasan untuk berusaha di

muka bumi ini serta berusaha mendapatkan kemakmuran kehidupan di dunia

ini. Untuk kemakmuran kehidupan di dunia ini, manusia harus kreatif,

inovatif, kerja keras, dan berjuang.

Banyak sekali usaha-usaha manusia yang berhubungan dengan barang

dan jasa. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi, serta tuntutan

masyarakat yang semakin meningkat, melahirkan model-model transaksi

baru yang membutuhkan penyelesaian dari sisi Hukum Islam.

Ija>rah merupakan muamalah yang telah disyariatkan dalam Islam,

hukumnya adalah mubah atau boleh, jika dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat berdasarkan ayat Alquran,

hadist, serta ijma’ para ulama’.

Adapun dasar hukum tentang kebolehan Ija>rah adalah surat At-Thalaq

(61)

bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu)

untuknya.1

Makna dari ayat di atas adalah jika istri yang ditalak tiga sedang

hamil, maka ia wajib diberi nafkah secukupnya sampai melahirkan. Apabila

ia sudah melahirkan , maka habislah masa idahnya. Namun demikian, karena

ia menyusukan anak-anak dari suami yang menceraikannya, maka ia wajib

diberi nafkah oleh sang suami. Apabila diantara kedua belah pihak tidak

terdapat kata sepakat, maka pihak ayah boleh saja memilih perempuan lain

yang dapat menerima dan memahami kemapuannya untuk menyusukan

anak-anaknya. Sekalipun demikian, anak itu tidak mau menyusun kepada

1M Quraish Shihab, Tafsir al Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al Quran, (Jakarta: Lentera hati,

(62)

52

perempuan lain, tetapi hanya kepada ibunya, maka sang ayah wajib memberi

nafkah yang sama besarnya seperti yang diberikan kepada orang lain.2

Sewa menyewa adalah akad atas manfaat dengan suatu imbalan

tertentu. Dengan demikian, objek sewa menyewa adalah atas manfaat suatu

barang atau jasa. Namun dalam hal ini, pembahasan praktik sewa jasa hair

extension lebih mengarah pada Ija>rah atas pekerjaan (jasa) atau disebut juga

dengan upah mengupah, objek akadnya adalah amal atau pekerjaan

seseorang.

Dalam pembahasan Ija>rah atas pekerjaan (jasa) tersebut juga memiliki

musta’jir atau tenaga kerja, dan didalam praktik sewa jasa hair extension

yang disebut sebagai musta’jir atau tenaga kerjanya adalah karyawan salon.

Karyawan salon ini disebut juga sebagai tenaga kerja umum, karena seorang

karyawan bekerja untuk orang banyak bukan hanya untuk satu orang.

Rukun adalah unsur-unsur yang membentuk sesuatu, sehingga sesuatu

itu terwujud karena adanya unsur-unsur tersebut yang membentuknya. Dalam

konsep Islam, unsur-unsur yang membentuk sesuatu itu disebut rukun.

Rukun yang pertama, dua orang yang berakad, yakni: antara mu’jir

(orang yang menyewakan) dan musta’jir (orang yang menyewa). Jika dilihat

dalam praktik sewa jasa hair extension, yakni yang sebagai mu’jir adalah

(63)

53

karyawan salon, sedangkan yang sebagai musta’jir adalah penyewa jasa

(customer).

Rukun yang kedua, sighat yaitu ijab dan qabul, yakni ijab adalah

ungkapan menyewakan, sedangkan qabul adalah persetujuan terhadap sewa

menyewa. Dalam parktik sewa jasa hair extension, karyawan salon

menawarkan jasa pemasangan rambut, kemudian penyewa jasa (customer)

menerima tawaran tersebut.

Rukun yang ketiga, uang sewa atau imbalan (ujrah), yakni dimana

orang yang memiliki jasa akan mendapatkan imbalan dari orang yang

menyewa jasa. Dalam praktik sewa hair extension karyawan salon akan

menerima upah pemasangan rambut dari penyewa jasa (customer).

Rukun yang keempat, manfaat, yakni manfaat dari suatu barang yang

disewa atau jasa dan tenaga orang yang bekerja. Dalam praktik sewa hair

extension adalah jasa pemasangan rambut dari karyawan salon.

Berdasarkan pada rukun sewa yang telah dijelaskan, jika diterapkan

pada praktik sewa jasa Hair Extension di be young salon akad yang

digunakan adalah akad Ija>rah, sudah dibenarkan dalam syari’at Islam.

Sebagai sebuah transaksi umum, Ija>rah baru dianggap sah apabila

telah memenuhi rukun dan syaratnya, sebagaimana yang berlaku secara

umum dalam transaksi lainnya. Adapun syarat-syarat akad Ija>rah adalah

Referensi

Dokumen terkait