• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORDA - Jurnal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FORDA - Jurnal"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL Penelitian Hasil Hutan Vol. 31 No. 1, Maret 2013: 36-48 ISSN: 0216-4329 Terakreditasi

No.: 443/AU2/P2MI-LIPI/08/2012

BIAYA DAN PRODUKTIVITAS PENYARADAN DAN

PEMBUATAN/PEMELIHARAAN KANAL DI HTI RAWA GAMBUT

DI RIAU DAN JAMBI

(Costand Productivity of Skidding and Canal Establishment

At Peat Swamp Forest Plantation in Riau andJ ambi

)

Sona Suhartana, Yuniawati & Dulsalam1)

1)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor 16610.

E-mail: [email protected]

Diterima 17 September 2012, disetujui 12 Februari 2-13

ABSTRACT

Productivity and cost of skidding and canal establishment are important activity on timber harvesting in peat swamp Forest plantation. It could determine timber harvesting efficiency. A study was carried out in June 2011 at concession area of Arara Abadi Company, Riau and July 2011 at Wirakarya Sakti Company, Jambi. This study aimed to find out productivity and cost of skidding and canal establishment at peat swamp forest plantation. Field data i.e. productivity and cost of skidding and canal establishment were collected and processed by tabulation. Study result revealed that 1. The average of skidding productivity for plot I, II, and III each are 12,42;13,77;15,32, m3 /hour (Jambi) and 11,46;13,04; 15,13 m3 /hour (Riau), 2.The average of skidding cost for Plots I, II, and III each are Rp 28.306 /m3 Rp. 25.483 /m3 Rp 22.843/m3 (Jambi) and Rp. 30.592 /m3 Rp 26.834/m3 , Rp 23.158/m3 (Riau), and 3. The average of canal establishment cost for Plots I, II, and III each are Rp 13.623/m, Rp 13.189/m, Rp 13.048/m (Jambi) and Rp 9.670/m, Rp 9.630/m, Rp 9.431/m (Riau).

Keywords: Productivity, cost, skidding, canal establishment, peat swamp forest plantation

ABSTRAK

Produktivitas, biaya sarad, dan pembuatan/pemeliharaan kanal memegang peranan penting dalam kegiatan pemanenan kayu di hutan tanaman rawa gambut, karena hal ini dapat menentukan efisiensi pemanenan kayunya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2011 di PT Arara Abadi, Riau dan bulan Juli 2011 di PT Wirakarya Sakti (WKS), Jambi. Tujuan penelitian untuk mengetahui produktivitas dan biaya sarad dan kanal di hutan tanaman rawa gambut. Data lapangan berupa produktivitas dan biaya penyaradan dan pemeliharaan/pembuatan kanal diolah ke dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan ,bahwa: 1.Produktivitas sarad rata-rata untuk Peta kukur (PU) I, II, dan III

masing-masing 12,42; 13,77; 15,32, m3 /jam(Jambi) dan 11,46; 13,04; 15,13 m3 /jam (Riau),

2. Biaya sarad rata-rata untuk PU I, II, dan III masing-masing Rp 28.306/m3 , Rp25.483/m3

,Rp 22.843/m3 (Jambi) dan Rp 30.592/m3 , Rp 26.834/m3 , Rp 23.158/m3 (Riau), dan 3. Biaya

kanal rata-rata untuk PU I, II, dan III masing-masing Rp 13.623/m, Rp 13.189/m, Rp 13.048/m (Jambi) dan Rp 9.670/m, Rp 9.630/m, Rp 9.431/m (Riau).

Referensi

Dokumen terkait

Produktivitas rata-rata pengeluaran kayu dengan sistem kabel layang P3HH24 yang telah diperbaiki lebih tinggi dari pada produktivitas pengeluaran kayu dengan sistem kabel

Telah disebutkan bahwa penggunaan teknik TSP penyaradan dilaksanakan sesuai arahan peneliti, yaitu dengan pengaturan letak penumpukkan kayu yang akan disarad dan pengaturan sarad

Hutan gambut bekas ter- bakar didefinisikan sebagai hutan gambut yang telah mengalami kebakaran karena gangguan alami ( natural disturbance ) di- sertai pemicu

Hutan alam Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman jenis, baik sebagai penghasil komoditas hasil hutan kayu maupun komoditas hasil hutan bukan kayu, dengan adanya

Kayu putih tersebut tersebar di pegunungan antara Pelitajaya dan Kotania di tepi pantai yang berbatasan dengan hutan rawa/pantai serta

Kera ekor panjang ( Macaca fascicularis ) termasuk satwa yang memiliki daerah adaptasi dengan berbagai habitat termasuk habitat pesisir, hutan rawa, hutan hujan

Metode yang digunakan dalam kajian konversi hutan menjadi tanaman kelapa sawit pada lahan gambut adalah desk study dengan melakukan pengumpulan data sekunder tentang lahan gambut,

Tingginya persentase stek bertunas serta jumlah akar pada stek yang menggunakan media campuran gambut + pasir (1:1 v/v) tidak terlepas dari habitat ramin di alam yaitu daerah hutan