• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 58/PUU-VI/2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 58/PUU-VI/2008"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 58/PUU-VI/2008

PERIHAL

PENGUJIAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK

INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG

BADAN USAHA MILIK NEGARA

TERHADAP

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

ACARA

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN

(I)

J A K A R T A

SENIN, 22 DESEMBER 2008

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 58/PUU-VI/2008

PERIHAL

Pengujian Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

PEMOHON

- Muhammad Yusuf Hasibuan - Reiza Aribowo

ACARA

Pemeriksaan Pendahuluan (I)

Senin, 22 Desember 2008, Pukul 14.00 – 14.36 WIB Ruang Sidang Panel Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat

SUSUNAN PERSIDANGAN

1) H.M. Akil Mochtar, S.H., M.H. (Ketua) 2) Dr. H.M. Arsyad Sanusi, S.H., M.Hum. (Anggota) 3) Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum (Anggota)

(3)

Pihak yang Hadir: Pemohon :

- Muhammad Yusuf Hasibuan

(4)

1. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Persidangan dalam Perkara Nomor 58/PUU-VI/2008 saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Saudara Pemohon sebagaimana persidangan di Mahkamah Konstitusi untuk pertama kali saya persilakan kepada Saudara untuk memperkenalkan diri siapa-siapa saja yang hadir pada siang hari ini. Saya persilakan.

2. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Terima kasih Yang Mulia.

Assalmu’alaikum wr. wb.

Nama Saya Muhammad Yusuf Hasibuan saya Pemohon pertama.

3. PEMOHON : REIZA ARIBOWO Assalmu’alaikum wr. wb.

Terima kasih Majelis Hakim Yang Mulia, nama saya Reiza Aribowo statusnya saya mahasiswa saya Pemohon bersama-sama dengan Muhammad Yusuf Hasibuan.

Terima kasih.

4. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Baik, jadi Saudara berdua ini pemohon asli ya? Tidak memberi kuasa kepada orang lain atau advokat untuk melakukan uji materil di persidangan Mahkamah Konstitusi. Karena perkara ini adalah Perkara Nomor 58 Saudara menguji Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

Baik, sebelumnya saya persilakan kepada Saudara untuk menjelaskan sidang pada hari ini adalah sidang pendahuluan ya? Saya persilakan kepada Saudara berdua untuk menyampaikan secara singkat pokok-pokok permohonan, karena permohonan ini sudah dimasukkan dan sudah diregister sejak tanggal 17 Desember yang lalu dan tentunya tidak perlu dibacakan panjang lebar, tebal tetapi pokoknya, intinya apa yang ingin Saudara uji dalam Undang-Undang Nomor 19 tersebut.

Saya persilakan.

SIDANG DIBUKA PUKUL 14.00 WIB

(5)

5. PEMOHON : REIZA ARIBOWO

Ya, terima kasih Yang Mulia.

Saya akan menjabarkan secara singkat yang pertama, tentang Mahkamah Konstitusi bahwa Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 juga Pasal 10 ayat (1) Undang Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa ”Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945, memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilu. Oleh karenanya Pemohon Mahkamah Konstitusi berwenang untuk mengadili permohonan yang diajukan oleh Pemohon berkaitan dengan uji materil Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kedudukan hukum dan kepentingan Pemohon.

a. bahwa berdasarkan Pasal 51 ayat (1) serta penjelasannya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara RI) Tahun 2003 Nomor 98, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316 selanjutnya disebut Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Yang dapat mengajukan permohonan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945 adalah mereka yang menganggap hak dan atau kewajiban kewenangannya dirugikan oleh berlakunya suatu undang undang yaitu : a. perorangan WNI, b. kesatuan hukum masyarakat adat sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip kenegaraan kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang-undang dan hukum publik atau privat atau di lembaga negara.

Bahwa Pemohon adalah WNI yang mempunyai kepentingan terkait dengan permohonan pengujian undang undang dan sangat berkepentingan terhadap barang dan atau jasa yang dihasilkan BUMN untuk memenuhi kepentingan hidup Pemohon dalam rangka pengembangan diri guna meningkatkan taraf hidup Pemohon. Selain itu barang dan atau jasa yang dihasilkan (…)

6. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Jadi Saudara Pemohon ya? Singkat-singkat saja, tidak usah dibacakan semuanya.

7. PEMOHON : REIZA ARIBOWO

(6)

8. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Jadi Saudara tadi sudah bicara soal legal standing, Saudara ini adalah perseorangan warga negara Indonesia yang mempunyai kedudukan hukum. Nah, apa yang Saudara rangkaikan dalam kedudukan hukum Saudara ini berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 19 itu, ya Saudara warga negara perseorangan warga negara Indonesia, kan ada 4 syarat a, b, c, d itu menurut Undang Undang Dasar 1945 ya? Nah, Saudara lembaga negara bukan, badan hukum public atau privat bukan? Jadi Saudara huruf a. kemudian dalam legal standing itu apa kerugian konstitusional Saudara itu? begitu lho, jadi pokoknya apa itu, apa yang menjadi pokoknya, kemudian batu uji Saudara itu Undang-Undang Dasar pasal berapa? kemudian petitum Saudara ini apa yang Saudara minta. Kalau uraiannya panjang lebar ini (…)

9. PEMOHON : REIZA ARIBOWO

Baik Pak.

10. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Itu mungkin perlu waktu satu jam bacanya ini. Saya persilakan.

11. PEMOHON : REIZA ARIBOWO

Jadi kami sebagai masyarakat yang tergerak dasar kepedulian untuk memberikan perlindungan penegakan hukum yang adil serta HAM. Karena BUMN yang kami rasakan dalam penyediaan barang atau jasa BUMN selama Pemohon beraktifitas, khususnya untuk bidang-bidang seperti listrik yang dipasok rumah milik orang tua Pemohon yaitu dari PT PLN, membayar uang kuliah dan keperluan lainnya lebih banyak di bank pemilik pemerintah dari Bank BUMN, membeli BBM (premium, solar dan minyak tanah) yang diproduksi oleh Pertamina dan lain sebaginya. Juga di bidang transportasi seperti khususnya PPD dan PTKI. Dalam hal ini di dalam hal Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Pemohon berkeyakinan ketentuan Pasal 1 angka 11 dan 12 serta Bab VIII tentang strukturisasi dan privatisasi terdiri dari Pasal 72 ayat (1), (2), (3) sampai Pasal 85 serta Pasal 86 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN itu bertentangan dengan Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara “ dan juga Pasal 33 ayat (3) Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

(7)

Saya kira berdasarkan uraian tersebut apabila Mahkamah Konstitusi sebagai penafsir Konstitusi dan sebagai pelindung hak konstitusional sependapat dengan permohonan Pemohon, maka Pemohon mohon agar Mahkamah Konstitusi memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :

1. mengabulkan permohonan Pemohon

2. menyatakan bahwa muatan materi muatan Pasal 1 angka 11 dan 12 serta bagian Bab VIII strukturisasi dan privatisasi terdiri dari Pasal 72 sampai Pasal 86 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

3. menyatakan muatan materi Pasal 1 angka 11 dan 12 serta ketentuan Bab VIII tentang strukturisasi dan privatisasi yang terdiri dari Pasal 72 sampai Pasal 86 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

4. memerintahkan putusan ini dalam berita negara RI sebagaimana mestinya.

Hormat kami Pemohon. Terima kasih majelis hakim

12. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Ya, Saudara Pemohon ya? Ini kewajiban dari panel ini dari Mahkamah Konstitusi ini untuk memberikan masukan atau nasihat-nasihat kepada Saudara selaku Pemohon agar apa yang menjadi permohonan Saudara itu bisa secara fokus ya? yang pertama, Saudara di sini mengajukan permohonan ini, ini sebagai warga negara perseorangan. Kedudukan hukumnya Saudara sudah jelaskan di sini,

nah, cuma yang menjadi soal adalah kerugian yang patut diperkirakan atau yang akan muncul dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 itu khususnya Pasal 1 angka 11 dan angka 12 itu dan Pasal 72 sampai dengan Pasal 86 yang berkenaan dengan privatisasi ya? Saudara harus bisa memberi uraian apa kerugian konstitusional Saudara dengan berlakunya pasal itu ya? Bahwa kemudian Saudara misalnya memberi uraian di sini Saudara membayar listrik kepada PLN, kemudian Saudara membayar listrik rumah orang tua Saudara, membayar uang kuliah, naik kereta api, naik PPD dan sebagainya yang itu dikelola oleh perusahaan-perusahaan BUMN. Kan kira-kira seperti itu. Nah, kalau itu Saudara tidak naik kan berarti tidak ada paksaan atau kalau Saudara tidak mau berlangganan PLN itu tidak ada paksaan. Nah, apakah kerugian konstitusional Saudara khususnya berkenaan dengan khususnya Pasal 1 angka 11 dan angka 12 itu dan Pasal 72 itu? kemudian batu ujinya dengan Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Dasar itu saudara menyebutkan misalnya Pasal 33 tentang Perekonomian kita ayat (2) dan ayat (3). Nah, yang berkenaan dengan cabang-cabang produksi yang

(8)

dikuasai oleh negara dan segala macam, dan segala macam itu, dimana materi muatan Pasal 1 angka 11 dan angka 12 itu dan serta Pasal 72 sampai dengan Pasal 86 itu yang Saudara anggap bertentangan, apakah normanya? Apakah seluruh pasal yang berkenaan dengan privatisasi itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar. Itu yang harus Saudara bisa uraikan. Kalau yang Saudara uraikan soal rumusan, sejarah, tentang BUMN dan segala macam, segala macam itu, itu tidak perlu panjang-panjang soal itu begitu lho?

Jadi itu hanya berkaitan nanti apakah sejarah-sejarah itu dalam pembentukan BUMN, hubungannya dengan pasal-pasal atau undang-undang yang berkenaan dengan BUMN itu ada relevansinya tidak? Tetapi yang paling penting itu bagaimana Saudara bisa mengungkapkan apa ada kerugian konstitusional Saudara akibat berlakunya Undang-Undang Nomor 19 itu khususnya Pasal 1angka 11 dan angka 12 itu dan Pasal 72 sampai dengan Pasal 86 itu, Saudara harus uraikan itu? Kemudian di dalam petitum permohonan Saudara ini Saudara tidak menyebutkan pasal berapa Undang-Undang Dasarnya, di sini Saudara hanya menyatakan “bertentangan dengan Undang undang dasar, apa seluruhnya? Apa hanya pasalnya saja misalnya kan begitu. Jadi Saudara harus menyebutkan itu pasal berapa di dalam permohonan yang terakhir itu lho, petitum ya namanya ya? Mengabulkan permohonan Pemohon 1, 2 menyatakan bahwa materi muatan Pasal 1.

Nah, berarti Saudara memulai dari Pasal 1 dan seterusnya, dan seterusnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar, apa seluruhnya bertentangan dengan seluruh pasal-pasal yang ada di dalam Undang Undang Dasar? Atau hanya bertentangan dengan Pasal 33 itu saja ayat ( 2) dan ayat (3) Saudara harus tulis di sini ya? Kemudian yang menjadi persoalan berikutnya adalah apakah privatisasi itu merugikan kepentingan sebagai warga negara Indonesia yang hak konstitusionalnya dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Karena privatisasinya itu terhadap perusahaan-perusahaan yang ada syarat-syaratnya kan begitu? Saudara juga sudah mengungkapkan disini apa syarat-syarat untuk privatisasi? karena Pasal 72 itu berkenaan dengan perusahaan BUMN yang diprivatisasi, harus dinilai dulu, harus dihitung oleh akuntan, akses stabilitasnya dan segala macam layak atau tidak, mendapat persetujuan DPR dan segala macam begitu lho? Apakah itu yang Saudara anggap merugikan kepentingan Saudara atau dalam dalil Saudara mengatakan Saudara tidak dapat menjadi pemegang saham di sana, karena hanya milik masyarakat kelas atas begitu kira-kira.

Memang yang namanya perseroan bentuknya itu bisa macam-macam. ada Perjan ada macam-macamlah, ya memang yang namanya perseroan bentuknya itu bisa macam ada Perja ya ada macam-macamlah itu. Memang oriented profit-nya ada dan dia menjual, kalau dia go public dia menjual bursa di bursa saham. Siapa saja boleh beli yang punya duit. Ini banyak ketentuan-ketentuannya. Nah, kalau itu yang menjadi Saudara, Saudara harus uraikan kembali di dalam ini.

(9)

Kalau misalnya tidak bisa ya mungkin agak sulit atau Saudara ingin menggunakan jasa hukum oleh para advokat yang profesional.

Saya persilakan Pak, mungkin ada Pak Arsyad

13. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Saudara Pemohon, barangkali coba Saudara tinjau halaman 24 ya? Coba dibaca itu dari uraian tersebut diatas coba baca.

Silakan.

14. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

“Dari uraian di atas jelas terlihat bahwa bahwasanya ditetapkan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN cenderung melanggar materi muatan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, jadi yang mana ini.”

15. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Jadi yang mana ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang mana ini?

16. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Ya Majelis, jadi maksudnya begini memang bahasanya agak salah ya? Di sini kami mengatakan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 sebenarnya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 itu kan memberikan gambaran tentang materi muatan apa saja yang harus dibuat dalam undang undang. Cuma ini memang kami cetak kesalahan bertentangan maksudnya tidak selaras (...)

17. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Oleh karena itulah Panel Mahkamah Konstitusi Saudara perbaiki ya itu? Kedua, apa yang dikemukakan oleh Ketua Majelis tadi pasal berapa ini, kita bingung ini, yang mana ini ya? Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 ini yang mana yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang mana?

18. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

(10)

19. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Itu undang-undang, itu yang Saudara minta dihapuskan

20. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Ya.

21. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Ya, minta ditiadakan kan begitu?

22. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Ya.

23. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Tetapi dia mengacu bertentangan dengan apa Undang-Undang Dasar 1945 yang mana bertentangan?

24. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Kalau mengenai secara umumnya itu Pasal 33 ayat (2) dan pasal 33 ayat (3) Pak.

25. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Dimana dicantumkan itu di petitum Saudara, ada tidak?

26. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Tidak ada Pak.

27. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum. Nah, perbaiki juga itu ya?

Cukup.

28. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum

Coba Saudara lihat misalnya Pasal 77 huruf d, ini kan tidak boleh diprivatisasi adalah d, umpamanya d itu, coba lihat di halaman 21? Sudah dilihat?

(11)

29. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Sudah.

30. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum

Itu persero yang berhak di bidang usaha sumber daya alam yang secara tegas berdasarkan ketentuan perundang-undangan dilarang untuk diprivatisasi. Mana yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ini? Ini kan yang sumber daya alam, mungkin kalau itu pelaksanaannya seperti privatisasi air, nah itu barangkali yang saudara keberatan itu. Tetapi bukan pasal ini, pasal ini bagus sekali “tidak boleh memprivatisasi, ini persero yang tidak dapat diprivatisasi ialah a, b, c, d itu persero di bidang usaha sumber daya alam misalnya mengelola air mineral begitu lho? Ini kan sumber daya alam yang dikelola, itu tidak boleh diprivatisasi.

Nah, adapun kemudian perusahaan daerah air minum itu yang kemudian gabung dengan lion yang kemudian mengerjakan lalu sahamnya sudah sebagian besar sekian puluh persen di atas 90% dikuasai oleh perusahaan asing itu lain pelaksanaannya tapi pasal ini sendiri benar lho ini sesuai betul dengan Pasal 95 itu karena ini sumber daya alam itu yang menyangkut hajat hidup orang banyak misalnya seperti air itu, itu kan kalau diprivatisasi berbahaya sekali melanggar itu, ini yang dianggap bertentangan ini benar kalau pelaksanaannya salah itu lain itu contohnya ya, seperti yang kata Pak Ketua tadi buatlah permohonan yang isinya pasal ini tidak sesuai dengan UUD 1945 karena begini seperti yang Saudara katakan merugikan Saudara dan lain-lain, tapi harus jelas. Yang ini bertentangan dengan ini yang ini bertentangan karena apa? Seperti yang tadi saya contohkan itu bagaimana bisa bertentangan lha wong itu tidak bisa dijual kalau itu bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu kan dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat kan begitu lho aturannya ini justru aturannya baik kok Saudara meminta supaya dilenyapkan, yang lainlah yang menurut Saudara tidak cocok dengan UUD 1945 khususnya Pasal 23 itu yang demokrasi ekonomi yang tidak cocok itu yang Saudara ini yang justru cocok yang Saudara minta supaya di anu ya kan? Terima kasih Pak Ketua

31. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Saudara catat dulu apa yang diminta oleh Majelis ini kan Saudara menguji begitu banyak pasal. Pasal-pasal itu jangan Saudara borong seperti pedagang sayur pokoknya ini bertentangan deh pokoknya ini bertentangan tidak bisa begitu misalnya Pasal 78 tadi Pasal 77 privatisasi dilaksanakan dengan cara penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal. Nah itu Saudara baca Undang-Undang tentang Pasar

(12)

Modal, peraturan tentang pasar modal, penjualan saham langsung tentang investor dan seterusnya-dan seterusnya. Kalau Saudara menyebutkan Pasal 78 ini bertentangan dengan pasal sekian UUD Saudara buat ini, jadi jangan digabung-gabung-gabung pokoknya ini pokoknyalah begitu tidak bisa begitu. Kalau begitu bisa remuk semua undang-undang kita.

Jadi Saudara bisa jelaskan asal materi ayat jadi di dalam pasal ini ada ayatnya di dalam ayat ini ada materi muatannya Saudara ini mencontoh permohonan ini yang berkaitan dengan mungkin Saudara lihat contoh yang mana?

32. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Undang-Undang Migas Pak

33. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Ya itu terlalu susah Saudara berpikir tentang itu. Jadi memang rumit begitu coba lihat Peraturan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan pengujian undang-undang, sederhana Saudara bikin Saudara uraikan kewenangan Mahkamah pasti Saudara sudah sebutkan pasal

legal standing atau kedudukan hukum Saudara singkat saja. Kemudian pasal yang akan Saudara minta uji itu apa pasal ini Saudara konstruksikan bahwa ini bertentangan dengan pasal sekian Undang-Undang Dasar tidak usah Saudara cerita sejarah ini dan segala macam begitu lho. Majelis juga tahu ini TAP MPR dan segala macam sejarah undang-undang dan macam-macam sudah tahulah tapi itu tidak ada kaitannya dengan apa kaitannya dengan pasal yang Saudara minta itu mau diuji itu. Jadi Saudara harus sebut dengan jelas kalau Saudara mau menguraikan tujuh pasal, Saudara harus bisa konstruksikan tujuh pasal itu bertentangan dengan UUD tidak bisa diropol jadi satu begitu ya? Karena berbeda-beda itu ada akibatnya.

Nah, kemudian tidak bisa Saudara bilang bertentangan dengan UUD seluruhnya mulai dari pembukaan sampai pasal terakhir bertentangan semua tidak mungkin, nah untuk itu

34. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum

Coba Saudara lihat kembali lagi Pasal 77 ini kalau dibaca secara cermat ini Pasal 77 kalau ini dianggap bertentangan coba lihat contohnya lagi huruf a persero yang di bidang usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan hanya boleh dikelola oleh BUMN, berarti kan tidak boleh diprivatisasi itu apa Anda mau kalau yang dilarang oleh undang-undang itu dikelola selain BUMN? Kok bisa dihapuskan ini berarti selain BUMN boleh mengelola?

(13)

pertahanan dan keamanan seperti Pindad itu pabrik senjata di Bandung.

Nah kalau itu dihapuskan berarti itu boleh diprivatisasi. Nanti kalau senjata dia produksi orang lain bisa celaka itu. Nah itu contohnya itu hati-hati lho meminta pengujian dan apa perlunya untuk Saudara. Nah persero sektor tertentu yang khusus tertentu diberikan khusus untuk tertentu yang berkaitan dengan masyarakat, Perusahaan Jawatan Kereta Api. Nah kalau ini dikasih sama swasta, swasta melakukan sendiri kegiatannya menurut dia punya kemauan bisa celaka nanti kita bisa-bisa harga tiket naik dan lain-lain. Itulah contoh yang Saudara lihat sepertinya itu bahan bakar yang harganya di dalam negeri sudah mahal andaikata itu Pemerintah itu sudah memberikan subsidi sebagai tanggung jawabnya di dalam rangka mensejahterakan rakyatnya paling tidak membantu kesulitannya itu bisa melonjak harganya dulu, sekarang turun lagi kan pemerintah turunkan lagi itulah contoh-contoh yang Anda harus realistis jangan pukul rata seperti Pak Ketua Panel tadi bayangkan kalau senjata pabrik senjata boleh kalau ini dihapuskan sehingga itu bisa diusahakan oleh swasta kan bisa celaka kita.

Terima kasih Pak Ketua.

35. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Saudara Pemohon ini permohonannya serius atau main-main ini?

36. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Serius Pak.

37. HAKIM KONSTITUSI : Dr. H.M. ARSYAD SANUSI, S.H., M.Hum.

Serius kalau bisa serius coba carilah kuasa hukum yang notabene yang bisa mengantar Saudara apa-apa saja yang bisa diuji materikan itu undang-undang coba Saudara perhatikan betul itu ya?

38. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Apa Saudara setuju semua BUMN itu diliberalisasi?

39. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Tidak Pak karena kita tidak setujulah makanya semua pasal (...)

40. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

(14)

41. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Maksudnya kami itu menghapus ketentuan privatisasi dan restrukturisasi karena menurut pendapat kami dan hasil kajian kami berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa perseroan terbatas tidak ada di situ mencantumkan materi muatan tentang restrukturisasi tetapi perseroan terbatas berhak melakukan restrukturisasi (...)

42. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Restrukturisasi itu untuk perusahaan BUMN, oleh sebab itu tunduk kepada Undang-Undang tentang BUMN. Kalau Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas masa bodo itu swasta punya.

43. PEMOHON : MUHAMMAD YUSUF HASIBUAN

Ya Pak maksudnya di sini juga kita lihat pergerakan dari Undang-Undang BUMN itu kalau dahulu kalau kita perhatikan dari zamannya Pak presiden Soekarno itu semua perusahaan negara namanya sama perusahaan negara namun setelah Soekarno tumbang maka Presiden Soeharto dengan undang-undangnya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1969 memecah Perjan, Persero dan Perum. Nah lahir Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 ini, jadi ini hanya dibagi 2 Persero dan Perum.

Nah, yang di sini konsistensi dari undang-undang itu juga kami rasa tidak ada karena misalnya seperti dahulu hampir semua BUMN dikatakan menguasai hajat hidup orang banyak dan tidak bisa dikuasakan oleh swasta. Tapi karena dengan Undang-Undang BUMN yang sekarang ada sebagian undang-undang yang dulu dianggap itu menguasai hajat hidup orang banyak sekarang tidak Pak. Cuma memang kekurangan kami kami belum menjelaskan pasal-pasal ini apa saja yang bertentangan Pak.

44. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum

Jadi yang Saudara harus maklumi di sini yang kita uji bukan undang-undang terhadap undang-undang tetapi undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Jadi kalau undang-undang yang dulu membagi tiga macam perusahaan itu Perjan, Perum dan Persero itu tidak lagi sekarang berdasarkan asas lex posterior derogat legi priori itu yang terbarulah yang dipakai di sini tidak menguji undang-undang terhadap undang-undang yang di sini undang-undang yang terakhir itu yang Saudara uji terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Nah, tadi seperti pasal-pasal tertentu itu yang sesungguhnya sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 lantas Saudara uji juga tentu dihapuskan artinya bisa privatisasi itu untuk sektor-sektor yang sangat menguasai hajat hidup orang banyak. Jadi pilah-pilahlah pasal-pasal atau ayat-ayat mana

(15)

yang menurut Saudara tidak sejalan dan dengan Undang-Undang Dasar 1945 supaya itu kelihatan secara nyata karena kalau tidak nyata yang mana yang bertentangan itu nanti orang bisa menuduh Saudara, barangkali ini orang sesungguhnya ekonomi liberal menghendak supaya ini dihapus seluruhnya supaya bisa diprivatisasi seperti Pasal 77 kalau itu dihapus menyatakan tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 itu kan berarti pabrik senjatapun boleh dikelola oleh swasta, apa kira-kira Republik ini jadi apa? Sama dengan PKI dulu mempersenjatai angkatan kelima, guru tani dan nelayan dipersenjatai itu maunya dulu PKI itu ya. Nah, itu tapi kan tidak boleh karena hanya empat angkatan diakui itu yang disebut ABRI yang termasuk Kepolisian pada waktu itu, supaya pilah-pilahlah baik-baik nanti Saudara dianggap orang. Ini malah mau menghancurkan seluruh aturan privatisasi umpamanya. Jadi ada yang tidak cocok itu lain dengan yang cocok kan tidak seluruh pasal ini tidak cocok dengan Undang-Undang Dasar 1945, seperti contohnya Pasal 77 tadi itu perlu sekali dipertahankan kok Saudara minta itu dianggap itu bertentangan.

Terima kasih Pak

45. KETUA : H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.

Ya, jadi Saudara catat masukan-masukan dari Majelis tadi Saudara perbaiki sesuai dengan saran dan kita berikan waktu 14 hari selambat-lambatnya perbaikan harus Saudara lakukan dan daftarkan kembali di Panitera sebagai pada saat Saudara mendaftar pertama kali ya? Dengan segala perbaikan atau kalau Saudara mengkaji ulang Saudara cabut juga boleh permohonan ini karena disinikan tidak dibayar beracaranya ya. Tidak dipungut biaya apapun, jadi itu Saudara bisa berpikir ulang ya.

Baik, dengan demikian persidangan ini kami nyatakan selesai sampai Saudara perbaiki permohonannya ya, cukup?

Dengan demikian sidang saya nyatakan ditutup.

SIDANG DITUTUP PUKUL 14.36 WIB KETUK PALU 3X

Referensi

Dokumen terkait

Kekuatan: 1) Pengusaha memiliki pengalaman yang cukup lama; 2) Produk tempe memiliki tampilan yang lebih putih dan bersih; 3) Produk cukup diminati semua kalangan penggemar tempe

Perilaku moralis Indonesia yang membiarkan lautnya dieksplorasi serta fakta bahwa laut Indonesia memiliki potensi sedemikian besar dinilai telah membuat Amerika Serikat

Berdasarkan penulisan Laporan Kerja Praktik ini dapat diketahui bahwa dengan adanya dalam melaksanakan pelaksanaan pembiayaan usaha mikro di Koperasi Syariah Dana

Curah hujan rata-rata pada bulan Agustus merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan bulan-bulan lain yaitu 4.6 mm, hal tersebut berdampak pada produksi enam

Secara umum pertumbuhan pendapatan Kabupaten Garut tahun anggaran 2013-2017 mengalami pertumbuhan yang baik.Meskipun tingkat pertumbuhan pendapatan mengalami

Sifat hoaks yang menipu juga digambarkan al-Qur’an dengan menggunakan term رورغ yang bermakna ‘segala sesuatu yang tidak diketahui akibatnya’, atau tipuan yang

Dengan berpijak pada paradigma “belajar sepanjang masa”, maka istilah yang tepat untuk menyebutkan individu yang menuntut ilmu adalah peserta didik dan bukan anak didik. 52

Dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN Sumbersari 3 Malang kurikulumnya menyesuaikan dari pemerintah, akan tetapi untuk siswa berkebutuhan khusus yang memang benar-benar