STUDI KASUS
Instruksi untuk peserta :
Saudara mendapat surat tugas sebagai tim pemeriksa terhadap kasus ini. Atas dasar itu diminta saudara untuk mempelajarinya dan selanjutnya tuangkan hasil pemeriksaan saudara kedalam bentuk LHP
KASUS PENGADUAN SI FULAN
Lampiran : 3 (tiga) berkas
Perihal : Pengaduan mohon keadilan
Dalam Perkara No X/Pdt.G/2012/PN.KPG Kepada Yth.
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Fransisca Fulan Monica
Umur : 35 Tahun
Tempat/Tgl Lahir : Kupang, 1 Januari 1977 Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Swasta
Agama : Kristen Protestan
Alamat : Jl Sudirman No 28, Kupang
HP : 0812-0777-xxxx
Dengan ini saya mengadukan ketua majelis hakim pada PN Kupang yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara nomor No X/Pdt.G/2012/PN.KPG yang telah diputus oleh pengadilan negeri Kupang pada tanggal 5 September 2012 oleh majelis hakim dalam perkara tersebut yang diketuai bapak Frans X SH.,MH.
Tawaran hakim tersebut saya jawab bisa, selanjutnya kami menentukan waktu dan tempat untuk bertemu. Disepakati pertemuan disuatu restoran sekalian makan malam. Pertemuan berlangsung santai dan kami terlibat dalam pembicaraan yang semakin akrab. Saya mengetahui ternyata kehidupan rumah tangga bapak hakim tidak harmonis dan kebetulan saya juga baru saja bercerai dengan suami saya sehingga oleh adanya kesamaan nasib kehidupan rumah tangga tersebut hubungan saya dengan bapak hakim semakin akrab dan setelah itu kami sering bersama-sama dalam berbagai kesempatan diluar sidang, bahkan sempat sempat berlibur bersama di Bali. Pada kesempatan pertemuan selama liburan di Bali tersebut bapak hakim menjanjikan kepada saya bahwa perkara saya yang ditanganinya akan dimenangkan. Oleh adanya kabar yang menggembirakan tersebut maka segala biaya bapak hakim selama berlibur termasuk penginapan dan tiket pulang pergi Bali – kupang saya yang menanggungnya.
Bahwa alangkah terkejutnya saya ketika putusan diucapkan di Pengadilan Negeri Kupang (dan pada saat pembacaan putusannya saya menghadiri) majelis hakim memutuskan dalam perkara tersebut menolak gugatan saya dan saya dikalahkan.
Setelah pembacaan putusan, saya berupaya menguhubungi bapak hakim tersebut namun ditolak, hubungan melalui HP maupun di kantor. Bahwa akhirnya saya mendapat informasi dari pihak yang dapat saya percaya, ternyata sebelum perkara diputus pihak lawan telah menghubungi bapak hakim tersebut dan saya mendengar isu pihak lawan telah memberi sejumlah uang untuk memenangkan perkaranya.
Bahwa tentang isu-isu tersebut saya mengakui tidak mempunyai bukti, namun terlepas dari persoalan hukumnya kenapa perkara saya dikalahkan, saya mengadukan tentang perilaku bapak hakim tersebut yang telah membuka diri memberi nomor HP untuk bisa berkomunikasi dan mengajak berlibur atau bertemu serta menjanjikan memenangkan perkara dan ternyata saya hanya dipermainkan belaka.
Bahwa atas kejadian tersebut dan demi kewibawaan lembaga peradilan, saya mohon agar perilaku bapak hakim tersebut diperiksa dan jika melanggar etika profesinya sebagai hakim, mohon agar dikenakan sanksi yang setimpal.
Hormat kami
Fransisca Fulan Monica Tembusan : kepada yth.