• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 0a Gas Bumi sebagai Energi untuk Memen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "3 0a Gas Bumi sebagai Energi untuk Memen"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

Gas Bumi sebagai Energi untuk

(2)

Rekomendasi

Untuk menjamin pasokan gas di dalam negeri

1) Export gas harus dihentikan, sekurang-kurangnya

kontrak-kontrak export gas yang habis masa berlakunya, tidak

diperpanjang;

2) Harga gas dalam negeri harus sama dengan harga export,

sehingga bagi kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) menjual gas

ke dalam negeri sama menariknya dengan menjual gas ke luar

negeri/export; dan

3) Harus dibangun infrastruktur gas yang lengkap, berupa pipa

transmisi yang menghubungkan sumber-sumber gas (di

(3)

Rekomendasi

Untuk menjamin pasokan gas di dalam negeri

1) Export gas harus dihentikan, sekurang-kurangnya

kontrak-kontrak export gas yang habis masa berlakunya, tidak

diperpanjang;

2) Harga gas dalam negeri harus sama dengan harga export,

sehingga bagi kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) menjual gas

ke dalam negeri sama menariknya dengan menjual gas ke luar

negeri/export; dan

3) Harus dibangun infrastruktur gas yang lengkap, berupa pipa

transmisi yang menghubungkan sumber-sumber gas (di

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

RINGKASAN INDIKATOR MAKRO SEKTOR

ENERGI/MINERAL (2009-2013)

(11)

PENERIMAAN NEGARA (2009 – 2013)

Pertambangan dan Energi

*) Perkiraan Realisasi **) Rencana

2009 2010 2011 2012* 2013**

(12)

PENERIMAAN NEGARA DAN SUBSIDI (2009 – 2013)

Pertambangan dan Energi

2009

2010

2011

2012*

2013**

-

(13)

Pasokan/Pemanfaatan Gas (2010)

(14)
(15)

PROSPEK PROYEK PENGEMBANGAN GAS BUMI

Gas Reserve: 46 TCF.

Total Investment US$ 41 billion

On stream 10 yr after development

Gas Reserve 9,18 TCF.

Total investasi US$ 4,99 billion

On stream pada Q2 2018.

Cadangan gas 8,09 TCF

Investasi train 3, US $ 12 Milyar Train 1 & 2 telah berproduksi Juni

2009 & Train 3 akhir 2018

Gas Reserve 2,8 TCF

Total Investment US$ 1,7 billion (upstream)

On stream 2015

(16)

Sejak ditemukan pada tahun 1988, lapangan belum

dikembangkan

Lapangan Gas Donggi Senoro terdiri dari 2 KKS :

Blok Senoro Toili

Operator : JOB Pertamina–Medco E&P TomoriCadangan : 1,65 TCF

Up side potential : 0,6 TCF (th 2011)

Kontrak PSC JOB berakhir pada tahun 2027

Blok Matindok

Operator : PT Pertamina EPCadangan : 0,76 TCF

Kontrak Pertamina EP berakhir pada tahun 2035

Total cadangan Donggi Senoro : 2,41 – 2,86 TCF

PROYEK DONGGI SENORO

Matindok Gas Field

DONGGI

SENORO

Untuk mencapai keekonomian diperlukan penggabungan pengembangan kedua Blok tersebutGas Deliverability (status akhir Desember 2009)

360 s.d. 424 MMSCFD (15 tahun) : Senoro = 255 s.d. 319 MMSCFD , dan Matindok = 105 MMSCFDNilai investasi upstream yang diperlukan sebesar US$ 1,7 Milyar, nilai investasi di hilir (pabrik pupuk, amoniak

(17)

PERTIMBANGAN PEMANFAATAN GAS UNTUK

DOMESTIK

Pendanaan Proyek

Konsumen domestik perlu dukungan pendanaan dalam negeri.

Perbankan Nasional menyatakan siap mendiskusikan terms and conditions (sesuai

hasil rapat di Kemenneg BUMN tanggal 10 Maret 2010).

Waktu Pemanfaatan Gas (Gas On Stream)

Konsumen Domestik

paling cepat 45 bulan dari HoA

(asumsi HoA 1 Januari 2010

pemanfaatan Gas sekitar akhir Tahun 2013)

Umur proyek

Konsumen domestik memerlukan suplai gas minimum 20 tahun untuk memenuhi

keekonomian proyek, sehingga membutuhkan perpanjangan KKS

(18)

RENCANA PEMANFAATAN

1. Opsi I (seluruhnya untuk domestik)

PUSRI :

91 MMSCFD,

Pabrik amoniak (PAU)

: 70 MMSCFD

PT PLN (Pesero)

: 50 MMSCFD

2. Opsi II (kombinasi ekspor dan domestik)

LNG

: 335 MMSCFD

PUSRI

: 60 MMSCFD

PLN

: 15 MMSCFD

DONGGI

SENORO

a. Apabila gas sepenuhnya digunakan di dalam negeri, maka pengembangan lapangan

gas Donggi Senoro tidak ekonomis;

(19)

Rekomendasi

Untuk menjamin pasokan gas di dalam negeri

1) Export gas harus dihentikan, sekurang-kurangnya

kontrak-kontrak export gas yang habis masa berlakunya, tidak

diperpanjang;

2) Harga gas dalam negeri harus sama dengan harga export,

sehingga bagi kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) menjual gas

ke dalam negeri sama menariknya dengan menjual gas ke luar

negeri/export;

3) Harus dibangun infrastruktur gas yang lengkap, berupa pipa

transmisi yang menghubungkan sumber-sumber gas (di

(20)

Contract to Fujian (from tangguh) is the lowest ever (less than 4 $/mmbtu)

(21)

Harga LNG Export Tangguh

21 Contract (Mton/year) Volume Terms (year) (US$/MMBTU) LNG price

Fujian (Putian, China) (26 September 2002 and

revised in 27 June 2006)

2.6 25

P

0

.

0525

(

JCC

)

1

.

34

cif

Intercept= 1.35 during commisioning and for the f irst 60 months of delivery JCC Floor=US$15/bbl

JCC Cap= 38/bbl (revised from original contract of US$ 25/bbl)

POSCO (Gwangyang, Korea) (1 July 2004)

0.55 20

P

0

.

05

(

JCC

)

2

.

02

cif

Intercept=2.06 up to 2009 and 2.02 afterward

JCC Floor=US$14/bbl JCC Cap= US$26/bbl K- Power (Gwangyang,

Korea)

(13 August 2004)

0.6 20

P

0

.

05

(

JCC

)

2

.

20

cif

JCC Floor=US$14/bbl JCC Cap= US$26/bbl SEMPRA (Ensenada,

Mexico)

(11 October 2004)

3.7 20

(22)
(23)

Penentuan Alokasi dan Harga Gas untuk

DIAGRAM ALIR PENETAPAN HARGA GAS BUMI

PENETAPAN

MESDM Menteri ESDM

DITJ EN MIGAS

Belum memenuhi syarat

Penunjukan penjual

(24)

Perkembangan Harga Gas LNG, Gas Pipa

Ekspor dan Gas Pipa Domestik 2006-2012

23

Perkembangan Harga Gas dan ICP tahun 2006 – 2012

Keterangan:

Sebelum tahun 2009, harga gas rata-rata masih menggunakan harga flat.

(25)

PUPUK

615.3

KKKS

KKKS

721.4

721.4

KKKS

KKKS

KKKS

PGN

752.7

752.7

MMSFD (2011)

Gas Allocation and Price Setting

3.8 $/mmbtu 6.2 $/mmbtu

2.6 – 5.6 $/mmbtu

(26)

Harga Jual BBG Ditentukan oleh Harga Gas Hulu

Harga BBG Gas Pipa saat ini RP. 3.100/LSP ($9.7/mmbtu), sedangkan harga yang yang ‘feasible’ adalah Rp. 4.000/LPS ($12,5/mmbtu)

BAPPENAS, 2012

HCTP Toll Fee Investasi & O/M Margin SPBG Pajak 0 500

(27)

Penerimaan negara dan harga gas dalam negeri

Tidak ada substitusi 25% substitusi & harga gas = harga ekspor 50% substitusi & harga gas = harga ekspor 50% substitusi & harga gas = 75% harga ekspor

(28)

Ilustrasi Sederhana Penerapan Kebijakan

Subsidi Gas dan Potensi ‘Saving’ Pemerintah

Export Gas dan Subsidi BBM

Harga LNG = $18/MMBTUBiaya cryogenic $3/MMBTU,

Harga gas yang diterima kontraktor sebelum

LNG plant = 18 – 3 = $15/MMBTU

Asumsi cost recovery $3/MMBTU

Bagian Kontraktor = 30% ($15-$3) + $3 =

$6,6/MMBTU

Bagian Pemerintah $15 - $6,6 = $8,4/MMBTU

Harga BBM bersubsidi = Rp.4500/ltr = $80/bbl =

$12/MMBTU

Harga impor BBM = $130/bbl

Pemerintah menanggung subsidi $(130-80)/bbl

= 50/bbl atau $8/MMBTU

Gas untuk dalam negeri

Agar gas dapat mensubstitusi BBM bersubsidi,

harga gas $8/MMBTU ( < harga BBM bersubsidi)

Kontraktor tidak dirugikan dan tetap mendapat

$6,6/MMBTU

Pemerintah mendapat $(8-6,6)/MMBTU=

$1,4/MMBTU

Dengan menjual gas di dalam negeri

$8/MMBTU, pemerintah menanggung opportunity loss $(8,4-1,4)/MMBTU = $7/MMBTU

(29)
(30)

Rekomendasi

Untuk menjamin pasokan gas di dalam negeri

1) Export gas harus dihentikan, sekurang-kurangnya

kontrak-kontrak export gas yang habis masa berlakunya, tidak

diperpanjang;

2) Harga gas dalam negeri harus sama dengan harga export,

sehingga bagi kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) menjual gas

ke dalam negeri sama menariknya dengan menjual gas ke luar

negeri/export; dan

3) Harus dibangun infrastruktur gas yang lengkap, berupa pipa

transmisi yang menghubungkan sumber-sumber gas (di

(31)

INFRASTRUKTUR GAS

(32)
(33)

Pasokan dan Permintaan Gas (2011)

Pasokan yang saat ini tersedia (existing+projected production - export)

Permintaan domestik (Contracted+committed+potential domestic demand)

29/01/13 33

(34)

Pasokan dan Permintaan Gas (2020)

29/01/13 34

o

Pasokan yang saat ini tersedia (Existing+projected production - export)

o

Permintaan domestik (Contracted+committed+potential domestic demand)

(35)

PROSPEK PROYEK PENGEMBANGAN GAS BUMI

Gas Reserve: 46 TCF.

Total Investment US$ 41 billion

On stream 10 yr after development

Gas Reserve 9,18 TCF.

Total investasi US$ 4,99 billion

On stream pada Q2 2018.

Cadangan gas 8,09 TCF

Investasi train 3, US $ 12 Milyar Train 1 & 2 telah berproduksi Juni

2009 & Train 3 akhir 2018

Gas Reserve 2,8 TCF

Total Investment US$ 1,7 billion (upstream)

On stream 2015

(36)

Proyeksi Produksi Gas Nasional pada Tahun 2015 –

Total Pasokan 10.000 MMSCFD

(37)

Neraca Gas – Proyeksi 2015

29/01/13 37

Permintaan gas di Jawa akan dipenuhi oleh pasokan LNG dan gas melalui pipa dari Kalimantan dan LNG dari Papua.

(38)

Kebutuhan Infrastruktur Gas

Dibutuhkan US$10,5b (Rp95 T)

29/01/13 38

NO JENIS INFRASTRUKTUR GAS *) SASARAN KAPASITAS INVESTASI BIAYA (Milyar US$)

IPembangunan Pipa Gas Transmisi dan Jaringan Distribusi Gas

a.Pipa transmisi Bontang-Semarang Pipa gas transmisi 1500 km 2,68 b.Pipa transmisi Semarang-Surabaya Pipa gas transmisi 250 km 0,31 c.Pipa transmisi Cirebon-Semarang Pipa gas transmisi 400 km 0,61 d.Pembangunan jaringan distribusi gas kota Pipa gas distribusi 1000 km 0,15

IIPembangunan LNG Plant, LNG Receiving Terminal, dan Fabrikasi Tanker

a.FSRU - Belawan ***) FSRU 1 unit 2-3 MTPA 0,62 b.FSRU - Muara Karang FSRU 1 unit 3-5 MTPA 0,82 c.Penambahan kapasitas LNG Plant (Tangguh) Train LNG Plant 1 unit 5,3 MTPA 1,84 d.Pengadaan dua (2) kapal tanker Kapal tanker 2 unit @ 160 ton 0,32

IIIPembangunan Stasiun Induk dan SPBG CNG

a.Pembangunan Sarana dan Prasarana Gas SPBG Mother Station, Daughter Station, dan Truk CNG

250 Mother Stations, 1500 Daughter

Stations, dan 500 Truk CNG

3,06

TOTAL INVESTASI **) 10,41

*) CNG = Compressed Natural Gas, FSRU = Floating Storage Receiving Unit, LNG RT = LNG Receiving Terminal **) Investasi untuk Skenario I = 30% dari investasi Skenario II/III

(39)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR GAS

BUMI

 Revitalisasi LNG Arun

(Pertamina, selesai Q4 2014);

 Pipa Arun-Belawan (Pertamina, selesai Q2 2014);

 FSRU Lampung (PGN, selesai 2014);

 FSRU Jawa Barat (PT. Nusantara Regas, Sudah beroperasi, akan diresmikan RI-1);

 Pipa Cirebon-Bekasi (Pertagas, selesai Q4 2014);

 Pipa Cirebon-Semarang (PT Rekayasa Industri dengan dukungan Pertamina, selesai Q3 2014);

 Pipa Gresik-Semarang

(Pertagas, selesai Q3 2014);

 FSRU Jawa Tengah (Pertamina, Q4 2014);

 Pipa Kepodang-Tambak Lorok (selesai 2014).

• Indonesia sedang membangun jalur pipa gas yang terintegrasi dari Barat Sumatara sampai Timur Jawa

• Ketahanan pasokan gas untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi

(40)

Proyek Infrastruktur Gas - Selesai 2014

serta Pipa Gas ke Belawan

Pipa Gas Kalimantan –

Jawa (Kepodang – Tambak Lorok)

Pipa Gas Lintas Jawa (Gresik –

Semarang) Kilang Mini LPG

(Musi Banyuasin)

Pada tahun ini, pembangunan infrastruktur pemanfaatan gas untuk rumah tangga dan transportasi yang akan dibangun oleh Pemerintah antara lain:

Jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Ogan Ilir, Blora, Subang, SorongSPBG di Balikpapan, Samarinda, Serpong, Cibubur

(41)

Kerjasama - Membangun Infrastruktur BBM

29/01/13

o

Pemerintah, BUMN, dan swasta

mempunyai peran yang saling

mendukung dalam

membangun/mengelola

infrastruktur BBM

o

Tiga ‘modalities’ institusi

kerjasama dalam

pembangunan infrastruktur

BBM (PPP, PMP, dan JOC)

o

Pemerintah menyiapkan

infrastruktur dan anggaran

untuk cadangan penyangga

energi (publik)

secara bertahap

PPP

JOC

PMP

(42)

Pembiayaan Infrastruktur Bersumber APBN

Tergantung sumber pendanaannya, proyek infrastruktur Migas dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori,

yakni proyek PPP, BUMN, dan Proyek Pemerintah. APBN Rupiah Murni dapat membiayai ketiga kategori tersebut, yakni dalam bentuk investasi (Proyek pemerintah), penyertaan modal (BUMN), garansi (BUMN dan PPP), ataupun memfasiitasi proses transkasi/pengelolaan (PPP).

29/01/13

APBN Domestic Sources (Rupiah Murni)

External

External Loan/ Grant

Blue Book External Loan/ Grant Green Book PPP

Projects PPP PPP Book Transaction and Management

(43)

Fasilitas Pembiayaan Infrastruktur

Project Development Facility (PDF)

Fasilitas yang dapat digunakan untuk membiayai pekerjaan Feasibility Study,

Design, dsb, serta membiayai ‘advisory services’ pada saat melakukan transaksi

dengan pihak investor (swasta), dikelola oleh BAPPENAS

Guarantee Fund (GF)

Fasilitas pemerintah untuk memberikan garansi atas resiko non-komersial, yang

berkaitan dengan resiko politik yang dapat mengganggu keberhasilan proyek,

dikelola oleh PT IIGF (BUMN)

Land Revolving Fund (LRF)/Land Capping

Fasilitas pemerintah yang dapat digunakan untuk membiayai pembebasan tanah

untuk infrastruktur publik, dikelola oleh Kementerian Keuangan

Infrastructure Fund

Fasilitas (long-term fund) yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan,

dikelola oleh PT SMI (BUMN)

(44)

Project Structure - Kilang Terintegrasi

Oil Refining Petrochemial Company’ adalah perusahaan yang khusus dibentuk sebagai ‘Special Purpose

Vehicle’ untuk membangun dan mengoperasikan kilang terintegrasi.

Lenders: Lembaga multilateral/bilateral, dengan co-finance dari PT SMI (long-term infrastruktur fund),

dan lembaga keuangan komersial yang menyediakan ‘project finance’, seperti JBIC, IFC, dsb.

Project Sponsors adalah ‘product offtaker’ yang membeli produk hasil kilang (BBM dan petro-kimia),

Pertamina (membeli BBM), dan perusahaan yang bergerak di bidang petro-kimia, atau dapat juga perusahaan minyak internasional yang menjadi pemasok minyak mentah (crude supplier).

29/01/13

EPC Contractors

Crude Supplier Oil Refining and Petrochemical Company

(45)
(46)

Revitalisasi Terminal LNG Arun

29/01/13 46

LNG Satellite & Hub Terminal

LNG Re-Export and LNG Import (Pemasok FSRU Jabar, jateng)

LNG Receiving & Regasification

pasokan gas ke PIM I/II (110 MMSCFD) AAF (60 MMSCFD)

IPP PDPA (3 TG ex LPG) KKA (15 MMSCFD)

LNG Receiving/Regas & Pipa Gas Arun-Belawan PLN Aceh dan Medan Industri di kawasan Medan (25 MMSCFD) Bagian dari pipa Trans Sumatra

(47)

PROFIL SUPPLY DEMAND ACEH - MEDAN

47

2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

0

DEMAND SUPPLY ACEH

m

(48)

48

SLS A – P. Batu = 225 km Wampu – Belawan = 26 km Total Pipa Baru = 251 km

Merah = SLS – P. Batu (new pipeline)

Hijau = P. Batu – Brandan & P. Brandan – Wampu (existing pipeline) Kuning = Wampu – Belawan (new pipeline)

PEMBANGUNAN PIPA ARUN - MEDAN

No Kegiatan 2012 2013

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Perijinan

2 Pembebasan Lahan

3 FS dan Pre FEED

4 UKL & UPL

5 EPC

6 Commissioning & Gas In

Untuk memenuhi target on stream pada akhir 2013, maka dibutuhkan dukungan Pemerintah dalam proses perijinan dan pembebasan lahan.

(49)

• Existing PGN pipeline

• Existing Pertagas pipeline

• 18 “ x 51.6 km

12” x 51.6 km • ROW tersedia

• Existing PGN pipeline

• 16 “ x 30.3 km

Pertagas bangun pipa baru 18” x 26 km

Membangun pipa baru dari Lhok Sukon – P. Batu 18” x 225 km, menggunakan pipa eksisting dari P. Batu – P. Brandan – Wampu, membangun pipa baru Wampu – Belawan 18” x 26 km.

Basis volume thruput = 160 MMSCFD selama 10 tahun.

WAMPU – BELAWAN

JALUR PIPA ARUN – MEDAN

(50)

LNG Satellite

& Hub Terminal

LPG Trading & Hub

Condensate Stabilizer

Pembangkit Listrik

11 ea PG

LNG

PIM I/II (110 MMSCFD)AAF (60 MMSCFD)

IPP PDPA (3 TG exLPG)

KKA (15 MMSCFD)

LNG Re-Export (trading)

Industri Medan (25MMSCFD)

Pemicu pembangunan Pipa

Trans Sumatera

LNG Receiving &

Regasification

Relokasi Kilang LNG Arun ke: USA, Iraq, etc

Overseas Business

Proyek Pipa Arun - Belawan

DEMAND

LNG Import (pemasok FSRU Jabar , Jateng, KTI)

PROYEK REVITALISASI INDUSTRI ACEH

(51)

STATUS RENCANA PEMBANGUNAN PIPA ARUN - BELAWAN

1. Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan Perusahaan Daerah

Pembangunan Aceh (PDPA) tentang Pembangunan Pipa Transmisi Gas Arun – Lhok Sukon pada

tanggal 2 Februari 2012.

2. Pengajuan Surat Permohonan Izin Pembangunan Pipa Lhok Sukon – Belawan sebagai bagian Pipa

Open Access

kepada Menteri ESDM tanggal 20 Februari 2012.

3. Pembahasan Pemanfaatan Daerah Milik Jalan (DMJ) jalan nasional dengan Dirjen Bina Marga tanggal

15 Maret 2012, pertemuan berikutnya Senen 30 Maret 2012

4. Pertagas telah melakukan survey Jalur Pipa gas 17-19 Maret 2012

5. Pembahasan Skema Bisnis pada tanggal 3 April 2012 sebagai tindak lanjut atas Kesepakatan Bersama

antara Pertagas dan PDPA

6. Belum diperoleh ijin dari Ditjen Migas, BPMigas, dan Kementerian Keuangan untuk dapat

memanfaatkan pipa

dedicated

hulu dari Lhok Sukon ke SLS-A untuk mentransportasikan gas dari Arun

ke Belawan

51

Catatan:

Merujuk Surat Menteri Negara BUMN No.S-141/MBU/2012 tanggal 19 Maret 2012 mengenai Relokasi Proyek Terminal FSRU Belawan dan Proyek Revitalisasi Terminal LNG Arun, maka biaya yang telah dikeluarkan PT PGN (Persero) Tbk. selama tahap proyek pembangunan FSRU akan dimasukkan dalam biaya proyek Revitalisasi Industri Aceh.

(52)

52

RENCANA PEMANFAATAN LAHAN

Jalan Kereta Arun – Kuala Simpang

Jalan Nasional Arun – Belawan

(53)

ANALISA PRO DAN KONTRA

PENGGUNAAN LAHAN SEBAGAI

JALUR PIPA

Berdasarkan analisa pro dan kontra, Pertagas lebih cenderung memilih memanfaatkan

DMJ Jalan Nasional sebagai jalur pipa gas Lhok Sukon – Belawan, karena memiliki acuan

biaya sewa yang jelas.

53

No. Opsi Pro Kontra

1 DMJ Jalan

Nasional • Proses perijinan lebih mudah dengan sistem sewa

• Memiliki acuan biaya sewa yang jelas

(Kepmenkeu 96/2007)

• Lebih cepat untuk dapat memulai kegiatan

konstruksi

• Secara eksplisit telah disetujui oleh Direktur

Bina Pelaksana Jalan Wilayah I

• Perlu menyesuaikan desain dengan rencana

pengembangan dan peningkatan jalan

• Kemungkinan tepi jalan nasional padat

pemukiman

• Gangguan terhadapa aktifitas masyarakat

2 RUMIJA Rel

KAI • Meminimalkan gangguan terhadap aktifitas masyarakat

• Dapat menggunakan fasilitas milik KAI untuk

mendukung kegiatan konstruksi

• Ketidakpastian perolehan ijin

• Sharing investasi dan joint operation

mengakibatkan meningkatnya risiko karena keterlibatan pihak lain dalam mengambil keputusan

• Rel sudah lama tidak aktif sehingga

diperlukan waktu untuk pembebasan kembali oleh pihak KAI

(54)

Trans Nasional Gas Pipeline

(55)

FSRU Medan (Old plan)

Gambar LNG Medan

16

LNG Floating Terminal

Onshore Pipelines approx. +5km

Power Plant

Belawan Port

(56)

FSRU Lampung

Gambar LNG Lampung

17

Labuhan Maringgai Station

Offshore Pipeline 21 KM

SSWJ Pipeline

Lampung

Province

(57)
(58)

Potensi Sumber Daya Energi Fosil (2011)

(59)

Perkembangan Produksi Minyak dan Gas

(BP Migas, 2012)

0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600 1,800

OIL (MBOPD) GAS (MBOEPD)

(60)

Rencana Produksi Minyak dan Gas Sampai 2018

(Ditjen Migas, 2012)

 

: Minyak dan Gas Bumi : Minyak Bumi

: Gas Bumi

(61)

Perbandingan Proporsi Lokasi Pasokan dan Kebutuhan

Gas Indonesia

(62)
(63)
(64)

Pasokan gas untuk domestik pada tahun 2012 sebesar 3,615 miliar British thermal unit

per hari (BBTUD) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,267 miliar

British thermal unit per hari (BBTUD). Dalam 8 tahun terakhir, pasokan gas untuk

domestik meningkat hingga lebih dari 250 persen.

Alokasi gas bumi (per sektor) tahun 2012 mencapai 998 miliar kaki kubik (BCF) dengan

rincian untuk Pupuk sebesar 286 BCF, untuk Listrik 555 BCF dan Industri 157 BCF.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 434 BCF dengan

rincian untuk Pupuk sebesar 247 BCF, Listrik 73 BCF dan Industri 114 BCF.

Selain itu akan ada penambahan kontrak gas baru pada tahun 2013 sebesar 677 BCF

dengan rincian untuk Pupuk 36 BCF, Listrik 227 BCF dan Industri 414 BCF. Peningkatan

Volume kontrak industri di karenakan LNG Tangguh sudah mulai di jual untuk

kebutuhan domestik, yaitu untuk Pupuk dan Listrik namun penjualannya melalui

perusahaan yang mempunyai Receiving LNG.

Tahun 2013 penyaluran gas ke domestik akan mencapai 4,020 miliar British thermal

unit per hari BBTUD, meningkat apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya

sebesar 3,615 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Sedangkan penyaluran gas

untuk ekspor sebesar 3,870 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) yang artinya

volume ekspor gas sudah di bawah volume gas untuk domestik.

Referensi

Dokumen terkait