• Tidak ada hasil yang ditemukan

Business Process Reengineering Buku REI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Business Process Reengineering Buku REI"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Prof. RihardusEko Indrajit &Drs. Djokopranoto

(3)

1 KONSEP BUSINESS PROCESSREENGINEERING 4

3 PROSES SEBAGAI FOKUS DALAMREENGINEERING 27 3.1 MengapaBprBerfokusPadaProses . . . 27

4 FAKTOR KUNCI KEBERHASILANREENGINEERING 37 4.1 Faktor-FaktorKuniDalamPengembanganBPR . . . 37

5 PEMETAAN PROSES DALAMREENGINEERING 48 5.1 MengapaDiperlukanPemetaan.. . . 48

5.2 ApaYangDisebutPemetaanProses. . . 48

5.3 VariabelBerdasarkanProses. . . 50

(4)

5.3.2 Desainproses. . . 51

6 ANALISA DAN DESAIN PROSES DENGANSOFTWARE 61 6.1 Pendahuluan . . . 61

8 REENGINEERINGDENGAN KONSEPOUTSOURCING 94 8.1 Pemikirandi BelakangOutsouring . . . 94

8.2.5 Sumberdayasendiridapatdigunakanuntukkebutuhan-kebutuhanlain. . . 97

(5)

8.5 ProsesDanLangkah-LangkahOutsouring . . . 100

9 REENGINEERINGDENGAN KONSEPSUPPLY CHAIN MANAGEMENT 105 9.1 Pengantar . . . 105

10REENGINEERINGDENGAN KONSEPKEMITRAAN BISNIS 115 10.1 KonsepKemitraanBisnis . . . 115

11STUDI KASUS:TACO BELL 122 11.1 SejarahPerusahaan . . . 122

12STUDI KASUS:HALLMARKCARD In. 129 12.1 ProlPerusahaan . . . 129

12.2 LatarBelakangReengineering. . . 130

12.3 TheJourney. . . 131

12.4 ProsesDariAtas KeBawah.. . . 133

(6)

KONSEP BUSINESS PROCESS

REENGINEERING

Thingsrefusetobemismanagedlong

RalphWaldoEmerson

1.1 Pengertian Business Proess Reengineering

Businessproess adalahsejumlah aktivitasyang merubah sejumlahinputsmenjadi sejumlahoutputs(barang

danjasa) untukorang-oranglain atauprosesyang menggunakanorangdanalat. Semuaorangmelakukanhal

ini,dandengansatuataulainaramemerankanperan supplieratauustomer.

Proses bisnis seperti itu dapat dilukiskan seara sederhana seperti gambar segitiga-segitiga di bawah ini.

Tujuan dari model ini adalah untuk menggambarkansupplier, proess input, proses ustomer dan ustomer

denganoutputlain yangterkait. Jugaditunjukkanfeedbakatauumpanbalikdariustomers.

Dalamdekadeterakhirini,memperbaikisearaterusmenerusprosesbisnistersebutsangatlahpenting

apa-bilasuatuperusahaanmasihmenghendakidapatbersaingdipasar. Selamawaktuituperusahaan-perusahaan

dipaksa untuk terusmenerus memperbaiki proses bisnisnyakarena para pelangganterus menerus menuntut

barangdanjasayanglebihbaikdanlebihbaiklagi. Banyakperusahaanyangmelakukanperbaikaninidengan

model perbaikansearabiasa yaituseara terus-menerusataudisebut ontinuousimprovementmodel. Model

inimenobamengukurdanpemahamiprosesyangsekarangdilakukandanmelakukanperbaikansesuaidengan

pemahamandanpengukurantersebut. Prosesataumodelsemaaminibiasadilakukandenganlangkah-langkah

berikut:

1. Prosesdimulaidenganmenatatdanmemperhatikanapayangdilakukansekarang.

2. Lalu mengukurprosestersebutberdasarkanapayangdikehendakiolehparapelanggan.

3. Selanjutnyamelakukanproseskembaliberdasarkankebutuhan dankehendakparapelanggantersebut.

4. Selanjutnya mengukur hasil dengan proses yang baru tersebut yang telah diapai berdasarkan asumsi

kehendakparapelanggantadi.

5. Dan menatatsertamenelitiperbaikanyangtelahdilakukan.

6. Selanjutnya,lingkarantindakaninidiulang-ulanglagisampaidiapaititikkepuasantertentu.

(7)

Modelmemperbaikiprosesbisnissepertitersebutmemangdapatdilakukansearaefektifuntuk

mendapatk-anperbaikanyangbersifatgradualdan bertahap. Namundekadeyang yang lalumemaksa perusahaanuntuk

melakukan perbaikanproes bisnis searaepat. Yang menyebabkanhal iniadalah kemajuanteknologiyang

begituepatdanpersainganglobalyangmakinketat. Fenomenainimengakibatkanmakinbanyakperusahaan

yangbermunulandipasardanterjundalampersainganbebasyangmenghasilkanpersainganyangmakinketat

tersebut. Pada masasekarangini,perubahan-perubahansearaepatdanmendasarseringkalidiperlukan

se-kedarhanyauntuktetapdalamkeadaaanbreakeven. Sebagaiakibatnyaadalahbahwaperusahaan-perusahaan

menari ara yang lebih tepat dan epat untuk melakukan perbaikan proses bisnis. Perusahaan-perusahaan

menari terobosan-terobosan baru yang mendasar, tidak hanya sekedar perubahan-perubahan keil-keilan,

tetapiperubahanbesardanyangperludilakukansekarangjuga.

Salah satupendekatan baruuntukperubahanyangepat dandramatistersebut munul,yaituyang

dina-makanBusinessProessReengineering(BPR).Karenanamainisudahterkenalsebagaidemikian,makasengaja

tidakditerjemahkandalambahasaIndonesia,tetapi biarlahtetapdalambahasaaslinya.

PrinsipBPRadalahbertumpupadapemikiranyangberbedasamasekalidenganmodelyangsudah

dikemu-kakandiatasyaituontinuousproessimprovement. Searaekstrim,dapatdikatakanbahwaBPRmenganggap

dan mengandaikan bahwa proses yang digunakan sekarang sudah tidak relevan lagi, tidak layak lagi, sudah

kadaluwarsa, jadi harusdilupakan danditinggalkansaja. Mulaisama sekalidari permulaan. Sikap semaam

ini memungkinkan para designer proses bisnisuntuk tidakterikat lagi pada proses yang lama, namun dapat

terfokuspadaproses yang samasekalibaru. Pertanyaan-pertanyaanpentingyangperludijawabdalammodel

pendekataniniantaralainadalah :

1. Bagaimanaseharusnyaprosesdilakukan?

2. Apayangdikehenakiparaustomer ataupelanggan?

3. Apayangdikehendakidandirasakanparakaryawan?

4. Bagaimanaperusahaanyangterunggul melakukannya?

5. Apayangmungkindapat dilakukandenganpenemuanteknologibaru?

Modelpendekatansemaaminidapatdigambarkanseperti padadenahberikut:

Denisi mengenaiBPRinimenurut MihaelHammer danJamesChampy (pengarangbukuReengineering

theCorporation,HarperCollinsPublisher,1993)adalah bahwa:

`Business ProessReengineeringisthe fundamental rethinkingandradial redesignof business systemsto

ahievedramatiimprovementsinritial,ontemporarymeasuresofperformane,suhasost,quality,servie

andspeed'

1.2 Continuous Improvement Vs Reengineering

Meskipun di atas telah disinggung seara singkat mengenai perbedaan antara ontinuous improvement dan

reengineering, ada baiknyalebihdiuraikanlagi,tidak hanyaperbedaannya,tetapi juga persamaannya,untuk

mengetahuilebihjelaslagi mengenaiBPRtersebut.

(8)

berbeda,tetapi salingdiperlukandan bersifatsalingmelengkapi. Keduanyadibutuhkan untukdapat menang

dalampersainganperusahaan.

Kedua bentukaraataumodelperubahanini:

1. Menekankanpadakepuasanparapelanggan.

2. Menggunakan ukuran perbaikan kinerja (performane improvement measures) dan teknik pemeahan

masalah (problemsolvingtehnique).

3. Menfokuskanpadaprosesbisnis.

4. Menggunakantimdankerjasamatim(teamwork).

5. Melakukanperubahandalamnilaidankeperayaan(bilamanaberhasil).

6. Mendorongprosespengambilankeputusandaritingkatyangpalingatassampaipadalapisanyangbawah

dalamorganisasiperusahaan.

7. Memerlukankomitmen paramanajerseniordanpengelolaanataumanajemenperubahan(hange

mana-gement)agardapat berhasil.

Namunkeduaaraatau pendekatan tersebut jugamempunyaiperbedaan-perbedaan yang ukup banyak dan

ukupsignikan,antaralaindapatdisebutkansebagaiberikutini:

1.3 Alasan Dan Bilamana Melakukan Reengineering

Untukbeberapatahunlamanyatelahterbuktibahwasuatuperusahaanakanmerasaamandandapat

melang-sungkan dan mengembangkan kehidupannya apabiladapat bersaing dalam salah satu dari 3 bidang sebagai

berikut:

1. Biaya/produktivitas.

2. Mutu/layanan.

(9)

Dalamhallingkungankompetisibiasa-biasasajadanstabil,pekerjaandapatdibagimenjadibeberapatugas

yang rutin dan sederhana untuk sebagian besar pekerja yang tidak/kurang trampil atau tidak/kurang

ber-pendidikan untuk menapai ekonomi skala besar. Di sini timbul lapisan-lapisan pengawasdan pengawasan

untuk menghubungkanpara pekerjatersebut. Denganperkataan lain, hubunganantar pekerjabersifat tidak

langsung. Namundalamperkembangannya,prosespekerjaanmenjadimakinlamamakinkompleks. Sekarang,

denganterus-menerusnyatuntutanuntukkeepatan,esibilitas,mutudantanggapanepatdaripara

pelangg-an,perusahaan-perusahaanterpauuntukmengembangkanprosespekerjaanyangsederhanatersebutmenjadi

pekerjaanyang lebih kompleks sifatnya. Pekerjaan yang kompleks semaam itu hanya dapat diiptakan dan

dikembangkan dengan menghubungkan seara langsung orang-orang atau pekerja yang ada untuk dan agar

masing-masingmengerjakanpekerjaanyangkompleksdanbersifatmultidisiplintersebut. Hubunganinidapat

digambarkansebagaiberikut.

Pekerjaankomplekssemaam itu tidakdapat dilakukandengansekedarmenambah lapisanpengawasdan

pengawasandenganhubunganyangtidaklangsung, karenaakanterlalu lama. Denganperkataanlain, proses

pengambilan keputusan akan terlampau lama. Yang dibutuhkan adalah hubungan yang langsung dan para

pekerjadipandu olehpengertianbersama atasvisi perusahaan dan proses yang dikerjakan. Dari sini munul

hal-halsebagaiberikut:

1. Perkembanganorganisasiyanglebih`datar'(atorganization)danjenjangpengawasanyanglebih`tipis',

dibandingkandenganorganisasilamayangdiwarnaidenganbanyakpenjenjangan(lapisandan

pengawas-an).

2. Rentangkendali(spanofontrol)yanglebihlebar,yangdiperlukanuntukmengendalikanorganisasiyang

lebihdatartersebut.

3. Rentangkendaliyanglebardapatdilakukandenganbaikdenganbantuanteknologiinformasiyangmakin

anggih.

Setiap perusahaan harus menentukan sendiri, apakahmereka memerlukan reengineering atau tidak.

Reengi-neering hanya harus dilakukan apabila hal itu dapat membantu perusahaan dalam menapai atau memau

menujuposisiyangstrategis. Olehkarenaitu, sebelummelakukanreengineering,terlebihdahuluperluseara

jelasdiketahuimengenaistrategiperusahaan. Indikatoryangbersifat strategisyang perludikemukakanuntuk

menjawabpertanyaanapakahdiperlukanreengineeringatautidakantaralainadalah:

1. Kenyataandankeyakinanapakahparakompetitorakanmendapatkankeuntungandalambiaya,keepatan,

eksibilitas,mutu ataulayanan.

2. Apabila adavisiatau strategibarumisalnyakebutuhan untukmembangunkemampuan operational

ter-tentu.

3. Pelu menganalisispilihan-pilihan strategibaru, misalnyauntuk memasukipasar baruatau merumuskan

kembalijenisproduk/jasaperusahaan.

4. Prosesintiperusahaanmasihmenggunakanteknologi,araataupendekatanlama.

5. Terjadiperubahan-perubahanbesardi pasar,yangmeliputiantaralain:

(10)

() Timbulnyaperaturan-peraturanpentingbaru.

(d) Lifeyleprodutsmakinpendekumurnya. oTeknologibarumulaiberperan.

Di lain pihak, kemungkinan reengineering tidak diperlukan oleh suatu perusahaan. Posisisuatu perusahaan

dalamsuatuindustritertentudapatmembuatperbedaan ini. Perusahaanbaruyangsudah langsung

menggu-nakanara-ara,pendekatandanteknologimutakhiratauyangbarusajamelakukanperubahanbesar-besaran,

biasanyatidakperlumelakukanreengineering. Bagiperusahaanyang masihmelakukanbisnisnyadengan

mo-del atau ara-ara lama yang sudah kuno dan ketinggalan jaman dari ara-ara yang digunakan oleh para

kompetitornya,sebaiknyasegeramelakukanreengineeringini.

Reengineeringadalah semaamobatdosistinggi,yangtidakselalutepatuntuk mengobatisuatupenyakit.

Persoalan teknis atau operasional semata biasanya tidak memerlukan reengineering. Kebanyakan persoalan

perusahaan bukan persoalan teknis atau operasional, tetapi strategis. Oleh karena itu sebelum melakukan

reengineering,perlu jelasbetul-betulmengenaistrategi perusahaan. Apabilatidak,mungkin waktu,uangdan

tenagadibuangsia-siauntukhal-halyangmungkin tidakataubelumperludilakukan.

1.4 Bagaimana Reengineering Dilakukan

Langkah-langkah besar yang perlu dilakukan untuk melaksanakan reengineering dapat dijelaskan seperti di

bawahini. Langkah-langkahituialah:

1. Memposisikandiriuntukperubahan.

(a) PosisikanperusahaanAndadantentukanmengapaharusberubah

(b) Berubahuntukmenjadiapaatauseperti apa.

() Kembangkanfokusperubahandanmobilisasikansumberdayauntukimplementasi.

(d) Implementasi mulaidarisekarang!

2. Melakukandiagnosamengenaiprosessekarang.

(a) Ketahui prosessekarangitubagaimana danseperti apa dan mengapasekarangitudidesain seperti

itu.

(b) Pengertianiniapabiladikaitkan dengankemauan pelangganakanterbentuklandasanuntuk

pemi-kiranbarusearamendasarmengenaiproses.

3. Mendesain kembaliproses.

(a) Bayangkandankirkanarabaruuntukmengorganisasikandanmelaksanakanprosesataukegiatan

untukmemenuhikebutuhandantujuanpelanggan.

(b) Cari masukandari parapejabat dankelompok kuni sehinggaterbentukvisi yang mendorong

per-baikandalamproses.

4. Transisimenujudesainbaru.

(a) Kembangkanstrategidanperenanaanbisnis(businessplan)untukmerubahmenujupadavisiyang

sudah ditentukan.

(b) Tesprosesbarutersebutdisampinguntukmenunjukkankinerjanyajugauntukmemperlihatkan

bah-waadakonsepbarudansekaligusmenimbulkanantusiasme.

(11)

Meskipun adateknik,langkah-langkahmaupunalatyangditawarkannamuntidakadasesuatuyangpaling

ookuntuk suatuperusahaantertentu. Perusahaansatuberlainansekali pendekatannyadengan perusahaan

yanglain. Demikianpulaadaperusahaanyangmelakukantiap-tiaplangkahdalamjangkawaktuyangberlainan.

Tetapisebagaigambarandanpedomanumumdapatdikatakan,bahwasuatuperusahaanyangsearaserius

ingin melakukanreengineering,memerlukan waktubeberapabulanuntukmenyelesaikanPhaseI.Dibutuhkan

waktu yang ukup lama misalnya untuk memastikan perlunya diadakan perubahan radikal dan meyakinkan

semuapihak. PhaseIImemerlukanwaktusatusampai5bulanuntukmenyelesaikannya. PhaseIIImemerlukan

waktu 2 sampai 4bulan sedangkan Phase IV, yaitu yang terakhir memakan waktu2 sampai 3 tahun untuk

merampungkannya.

1.5 Siapa Saja yang Terlibat Dalam BPR

Supayareengineeringberhasilberbagaikalangan dariberbagai tingkatan perlu diikutsertakan. Yang sangat

kritikaladalahdukunganpimpinanpunakdanpimpinanterasperusahaan. Mandatdaninspirasiuntuk

mela-kukanreengineeringharuslahdatangdariyangpalingatas,karenasekalilagidalamreengineeringsemuaaturan

dapat dibongkar,tidak terkeuali dan tidakada tabu untuk itu. Seseorang atau tim yang diberi mandatini

akanbekerjasearapurnawaktuuntukmemimpinreengineeringtersebut.

Disamping itu, diperlukan bantuanbeberapa hampions yang merupakan pembentuk opini dan penyebar

pengaruhyangdapatmembantumembentukopiniseluruhperusahaanuntukmendukungimplementasi

reengi-neering. Ciri-irioranginiadalahmerekayangsiapmelakukanperubahandansiapmemberikanbantuanserta

mampumendorongoranglainuntukmauberubah. Merekaadalahpemainkunidalamkomunikasidanproses

perubahan.

Timstrategisdanpengarah(strategiandsteeringteam)memegangperanyangpentingpula. Tugasmereka

adalah mengarahkanseara strategis proses reengineering tadi, membantu proses perubahandan komunikasi

dan memeahkanpersoalanorganisasiyang timbulselamaproses reengineering. Tim iniakanmemimpin dan

memilikiperspektifyangluasmengenaiprosesreengineering. Merekaakanbekerjakerasagarfaktor-faktoryang

mendukung berhasilnyareengineeringbetul-betul dikenalidandimanfaatkan. Merekamemonitor, menyetujui

langkah-langkahyangdiambil,danmenarikansumberdayayangdiperlukanolehberbagaitim. Laludiperlukan

juga pemuka reengineering(reengineering zar), yang lebih bergerak di bidang taktis. Orang ini melakukan

koordinasidarisejumlahtim danproyekyangada. Diajugamerupakanontatperson dengankonsultandari

luar. Diamengaturagarmasing-masingproyekatautimmemperolehsumberdayaseukupnya.

Lalu sepanjangproses reengineering,berbagaitim akandiperlukan dandibentuk. Tiap-tiaptim akan

me-merlukanpimpinan,fasilitatordananggotayangtelahkomituntukbekerjakerasuntukmelakukanperubahan

mendasartersebut.

Akhirnyabanyakoranglagidalamorganisasiperusahaanakanterlibatdalammembantu,melakukan

(12)

1.6 Hasil Apa yang Diharapkan Dari BPR

Beberapahasillangsungyang dapatdiharapkandariprosesreengineeringiniantaralainadalah:

1. Perbaikanproses(seringkali50%-100%).

2. Penguranganbiayasearadrastis.

3. Keepatan,mutu danjasasearadramatisdapatditingkatkan.

Beberapaontohkonkritdapatdikemukakandisini,antaralain:

1. FordMotor Company.

(a) Reengineeringdilakukandenganaramemperbaikiprosespenangananinvoiesehinggaproses

terse-but dapatdikerjakanolehkaryawanyang berjumlah75%lebih keildarisemula.

(b) Informasinansialyangdiperolehlebihakurat.

2. IBM CreditCorporation.

(a) Prosespengeluarankredityangsemulamembutuhkanwaktu2minggu,denganreengineeringdapata

diperbaikimenjadihanyamemakanwaktu4jam.

(b) Produktivitasmeningkat100kalilipat.

3. TaoBell.

(a) Adalah Mexian-Amerian restaurant hain, anak perusahaan PepsiCo yang mengalami kesulitan

padatahun1983.

(b) Merekamelakukanreengineeringdenganaramelakukankongurasikembalirestoran-restorannya.

() Peakapaitynyauntuktopunit telahnaikdari$400perjammenjadi$1.500perjam.

(d) Harga dapat dikurangi sehingga sekarang harga rata-ratalebih murah 25% persen dari harga 10

tahunyanglalu.

4. HallmarkCardIn.

(a) Sekitar tahun 1989 melakukan reengineering pada hampirsemua aspek operasinyadengan tujuan

utamamengurangileadtime sejakterdeteksisuatupermintaan pasarsampaitersedianyakartu

di-maksud dalamrak-rakparapengeer.

(b) Merekamelakukanreengineeringbukankarenamenghadapibahayapersainganyangakanmematikan,

tetapiakibatdarisuatupandanganjauhkedepanjustruuntukmenghilangkanbahayatersebut.

() BagiHallmark,engineeringbukansekedarsuatuproyektetapisudah merupakansuatuwayof life.

5. Garuda Indonesia.

(a) Karenamelakukanprogramrestrukturisasi/reengineering,GarudaIndonesiamemperolehlaba

ope-rasiRp486milyarselamaSemester-I/1999.

(b) SelamaSemesterI/1998masihmengalamikerugianRp1,4triliundanSemester-II/1998mengalami

kerugianRp1,1triliun.

() Load fator (tingkat kepenuhan) naik dari 61,6% selama Semester-II/1998 menjadi 68,6% pada

Semester-I/1999.

Namundapat dikatakan pulabahwahanyasedikit(kurang lebih 20%) reengineeringinidapat berhasiluntuk

perusahaan yang masih baru dan lemah. Reengineering mempunyai kesempatan yang besar untuk berhasil

apabiladilihat sebagaiupaya untuk mengembangkan dan meniptakan dayasaing baru dan bukan terutama

untukmenekanbiayadanmenurunkanjumlahtenagakerja. Apabilayangterakhirinimenjaditujuandanfaktor

utamapenyebabreengineering,akansulitmendapatkandukungandariparakaryawansedangkandukunganini

sangatpentingdansangatdiperlukan.

Untukreengineering,memangadaostyangharusdibayardaniniharusdisadarisejakawal. Tiapindividu

danbagianharusbersediauntukberkorbandengansatuataulainara. Biayabesarperludikeluarkanpulauntuk

konsultan, pelatihan kembali, penelitian dan analisis dan pelaksaanan proses yang baru. Perusahaan harus

(13)

1.7 Beberapa Kebijakan Samping Dari BPR

Dalamusahareengineering,dimanaperusahaandituntutuntukberkirkembali (rethinking)seara mendasar

dantidakterikat padaprosesyangsedangberjalan,beberapapertanyaanpokok yangseringharusditanyakan

dandikajimengenaisalahsatuhalyaitumakeorbuy deisionadalahhal-halmisalnyasebagaiberikut:

1. Perusahaan dapat bersaing dengan baik kalau menghasilkan produt atau servie yang unggul, yang

merupakankebutuhandantuntutankonsumen

2. Perusahaandapatmenghasilkanprodutatauserviedenganbaikkalauperusahaandapatmemfokuskan

diri sesuaidenganprodukutamaatauorebusiness nya

3. Core business iniadalah bisnis yang diiptakan dandikembangkandari kemampuan utama perusahaan

tersebut yaituoreompetenenya.

4. Atau dapat juga dibalik, bahwaore ompetene akanmenentukan pemilihan dan pengembanganore

business nya.

5. Oleh karena itu, ore ompetenenya berada di ore business dan biasanya bukan berada di non ore

business (sidebusinessatausupportingativities)

6. Nonorebusiness,karenabiasanyabukanoreompetenenya,umumnyatidakataukurangdapat

dilak-sanakandenganukupesiendanefektif

7. Pekerjaannon ore business ini kemungkinan besar dapat dilaksanakan denganesiensi dan efektivitas

yang optimalapabiladikerjakanolehperusahaanyangorebusinessnyadan demikianpula ore

ompe-tenenyamemangberadadisitu.

8. Oleh karena itu, mungkin lebihbaik kalaupekerjaannon orebusiness tadi, diserahkansaja pada

per-usahaan denganoreompetene yang sesuai. Dengandemikian,disampingperusahaan dapat berfokus

padaorebusiness sendiri,akanmemperolehjasapenunjang yanglebihefektifdanesien.

9. Disinilah timbul ide yang kemudianberkembangmenjadi model yang banyak dilakukan oleh

perusaha-an dalamrangkareengineering,yaituoutsouring, yaitumenyerahkan pekerjaanyang dahuludilakukan

sendiri kepadaperusahaanlain.

Olehkarenaitu,seringdikatakanbahwaoutsouringadalahsalahsatubyprodutdaribusinessproess

reengi-neering. Dalamkaitan ini,perusahaanperlu mengkajidengansungguh-sungguh,apakahbeberapapekerjaaan

nonorebusinessnyadapatdioutsourekanatautidak.

Agaroutsouringdapatberjalandenganbaikdanhasilnyadiperolehsearamaksimal,hubunganantaradua

perusahaan(serviebuyerdanservieprovideratausupplier)harusdikembangkanmenjadihubungan

kemitra-an. Makaberkembanglahapa yang disebut dengan buyer-supplier partnershipyang selanjutnyaberkembang

menjadialiansistrategis(strategialliane).

Salah satu obyek reengineering ialah pengelolaan logistik. Dalam reengineering, sering kali pengelolaan

logistiktidakhanyadifokuskanpadaarusbarangsearaintern,tetapiarusbarangsejaksumberbahanmentah

sampai barang jadi dibeli dan digunakan olehpelanggan, jadi sejak dari supplier, manufaturer, distributor,

retailer dan ustomers. Pengelolaan logistik yang menyangkut antar perusahaan inilah yang disebut supply

hain management. Dalam reengineering, sering kali ditemukan bahwa outsouring, strategi alliane dan

supplyhainmanagementmerupakanstrategiyangditempuh.

1.8 Kompetisi Global Sebagai Penggerak Utama

Sepertitelahdisinggungdi atas,adabeberapahalyangmerupakanpenggerakdilakukannyaperubahandalam

waktuepat,yaitu:

1. Kompetisiglobal.

(a) Kompetisiglobal, suatu gejalaglobalisasi yang penting, berkembangdalam pasar bebas, danlebih

dipau lagi dengan persetujuan-persetujuan resmi antar negara seperti WTO, APEC, AFTA dan

sebagainya.

(b) Halinimakin tidakterbendunglagi denganruntuhnyaekonomimodelsosialisyangdianut

negara-negarakomunisbaikdiEropamaupundiCina,yangberubah,diakuimaupuntidakdiakui,menjadi

(14)

(a) Kemajuan teknologi menyebabkan banyak jenis barang dan jasa yang dapat ditawarkan kepada

konsumendenganhargayangmakinterjangkau.

(b) Haliniselanjutnyasangatberpengaruhpadatuntutankonsumensebagaiberikutini.

3. Tuntutankonsumen.

(a) Karenamakinbanyaknyabarangdanjasayangdapatdipilih,yangmakinlamamakinbaikmutunya,

makatuntutankonsumenpunmakinbanyakdanmakintinggi.

(b) Ini mengharuskan banyak perusahaan untuk berlomba-lomba bersaing untuk memperebutkan dan

mempertahankanpangsapasar.

() Denganperkataanlain, inimemaulebih epat danketatlagi persaingandanpersainganinitidak

hanyabersifatlokal,tetapi regionaldanbahkanglobal.

(d) Makakembalilagi,halinimemaukompetisiglobalyangtelah disinggungdiatas.

Persaingan global tersebut, seara legal telah diperkokoh dengan persetujuan-persetujuan regional maupun

internasionalyangtelah berkembangantaralainsebagaiberikut:

1. PeraturanWorldTradeOrganization(WTO).

(a) WTO adalah organisasi dunia yang mengatur sistem perdagangan multilateral. Fungsinya tidak

hanyamengatur perdaganganantaranegaraanggota,tetapijugamemberikanpedomanbagaimana

negaraanggotamengaturperdagangandalamnegerinya.

(b) WTO resmi didirikan pada tanggal 1 Januari 1995 sebagai hasil dari Putaran Uruguay meskipun

prinsip pendiriannyasudahdisetujui oleh76 negarasejaktanggal 15April1994 di pertemuan

Ma-rakas. WTO adalah pengganti dan sekaligus penerus dari sistem GATT (General Agreement on

TarisandTrades). IndonesiatermasuknegarayangmenandatanganipembentukanWTOtersebut

sehinggaterikatpadaperaturannya.

() PrinsipdariperaturanWTO,adalahadanyajaminanatasperdaganganbebas,sehinggasegalabentuk

tindakanyang menghalangiataupengurangi persainganbebas dianggaptidaksesuaidengan

sema-ngat WTO.Halanganinimisalnyapengenaantarifbea masukyangtinggi,subsiditerang-terangan

atautersembunyidansebagainya.

2. PersetujuanAFTA (AseanFreeTradeArea).

(a) AFTA adalahpersetujuanyang dibentuk olehASEAN (Assoiation ofSouth East Asian Nations).

ASEANsendirididirikanpadatahun1967olehnegara-negaraIndonesia,Malaysia,Singapura,

Tha-ilanddanFilipina. Tujuannyaadalahuntukmeningkatkankerjasamadibidangpolitikdanekonomi

danmeningkatkanstabilitaskawasan.

(b) AFTAsendiri barudibentukpadatahun1993denganintipersetujuanuntuk menghapuskansemua

hambatan tarif dari barang buatan pabrik (manufatured goods) di antara negara anggota pada

kurunwaktu10tahunyangakandatang(jadisesuaijadwalakanselesaitahun2003).

() Pengertiantersebutkonkritnyaadalahbahwasearabertahapsemuaanggotabesepakatuntuk

me-nurunkan tarif bea masuk menjadi 0% pada tahun 2003. Jadi semua manufatured goods bebas

masuk keluarantar negaraanggota tanpa dikenakan bea masuk ataupun pungutan impor dalam

segalabentuk.

3. PersetujuanAPEC(Asia-PaiEonomiCooperation).

(a) Forum APEC didirikan pada tahun 1989 untuk meningkatkanintegrasi ekonomi di daerah Pasik

danuntukmemeliharapertumbuhanekonomi.

(b) VisiAPECadalahkerjasamauntukmeningkatkankemakmuranregionalberdasarkankonsepsaling

menguntungkandalamsegiekonomi,kerjasanadankomitmenpadaperdaganganterbukadanbebas.

() Dewasa ini APEC berusaha untuk meningkatkan transparansi, keterbukaan dan kepastian dalam

hubunganekonominegara-negaraanggotaberdasarkanruleoflaw.

(d) APECjugaberusahauntukmenghilangkanhalanganperdagangandaninvestasisepertiproduktivitas

tenaga kerja yang rendah, halangan mobilitas para pelaku bisnis, halangan mobilitas modal dan

usaha,praktek-praktekmenghambatdalamperaturantelekomunikasidansebagainya.

(e) AnggotaAPECsetujuuntuksearabertahapmenghilangkanhambatanberupatarifbeamasukyang

(15)

Disamping itu, pada tahun 1993, telah dibuat semaam visi APEC yang dinamakan ` A Vision for APEC :

TowardsanAsiaPai EonomiCommunity'yangisinyaantaralainmenantumkanbahwa`thefoundation

forthereationofatrueAsiaPai EonomiCommunity'adalahantaralain:

1. Set agoal offree trade inthe AsiaPai.

2. The goal i.e `free trade in the Asia Pai' should be pursued to the greatest extent possible through

multilateral liberalization.

3. Make everyeorttoahieve the suessful onlusion of anambitious UruguayRound.

4. Should pursueanative programof regionaltradeliberalization.

5. Should `rathetup' the proessof global tradeliberalization.

(16)

TEKNIK REENGINEERING

`Theonlywaywe'regoing todeliveron the fullpromise ofreengineering istostarttoreengineering

managementby reengineeringourselves'

JamesChampy

2.1 Mengapa Perlu Teknik

Teknik-tekniktertentuperludikembangkanuntukmelakukanreengineeringini,dengantujuanuntuk

memper-epatwaktupelaksanaan,danmeningkatkanmutureengineering. Menurutpengalaman,dalammelaksanakan

reengineering,pertama-tamadiperlukansuatukelompokfasilitatordariluardandenganpendekatanfasilitator

tersebut,terapaihal-halsebagaiberikut:

1. Fasilitatoryangtidakmemihak.

(a) Adanyafasilitatoryangtidakmemihakmemperepatkonsensusdi antarasemuapihakyangterkait

(projetstakeholders).

(b) Fasilitatormenyampaikanprosesdan teknikyang diperlukansearaobyektif, karenatidak

mempu-nyaikepentinganlainselainberhasilnyaproyekreengineeringterkait.

() Fasilitatortidakperlumenguasaisearamendalamoperasiteknisperusahaan,tetapiperlumemiliki

pengetahuandanpengalamanmendalamdalamteoriorganisasi,manajemendanteknologiinformasi.

2. Akuntabilitashasil.

(a) Hasilatautargetnyataperludidenisikanseara jelasagardapatdiukurkeberhasilandan

kemaju-annya.

(b) Semuayangterkaitperlumemahamimengenaihasilatautargetyangakandiapaiini. Reengineering

menjaditidakjelasapabilahasilatautargetinitidakjelasatausamasekalitidakdidenisikan.

3. Partisipasiyangdenitif.

(a) Masing-masingpartisipan perlu ikut ambilbagian searaaktif sesuaidenganpembagiantugas dan

tanggungjawabyangsudah diberikansebelumnya.

(b) Partisipan yang dimaksuddi sini bukan seluruh karyawanyang akhirnya semuanyaikut serta

da-lamproses reengineering,tetapimerekayangaktifmemimpinsebagaitimproyeksepertihampion,

fasilitator,direkturproyek,paraahli bidangtertentu,penasihatdansebagainya.

4. Strukturproses.

(a) Struktur prosesadalahmetodologiuntukmelaksanakanproyekreengineering. Metodologiini

mem-perepatprosesdanmemberikanmutulebih tinggidalamhasilreengineering.

(b) Strukturprosesinimeliputitindakan-tindakansebagaiberikut:

i. Membuatkerangkaproyek.

ii. Menentukanvisi, tujuandannilai.

iii. Mendesain kembaliprosesbisnis.

(17)

v. Merenanakanimplementasi.

vi. Mendapatkanpersetujuanimplementasi.

vii. Mengimplementasikandesainprosesbaru.

viii. Melakukantransisipadakeadaanbaru.

5. Strukturforum.

(a) Struktur ini adalah forum-forum yang digunakan untuk melaksanakan reengineering, yang pada

dasarnyaada 3 jenisforum atau sesi, yaitu wawanaragrup, workshop dan pertemuan-pertemuan

lain.

(b) Sesi, forum atau pertemuan inimasing-masing mempunyai tujuan berbeda, yaitu mempersiapkan

keperluan,menetapkanaturan-aturan,menentukantanggungjawabpeserta/partisipandan

sebagai-nya.

6. Strukturlatihan. A

(a) dalah tanggung jawabfasilitator proyekuntukmembuat desaindan menyelenggarakanpertemuan

yangmendukungsemuaaspekdariperubahan-perubahan.

(b) Perubahan-perubahanyangdimaksudadalahyangmenyangkutperubahanteknis,kulturdantingkah

laku.

2.2 Langkah-Langkah Proses Reengineering.

Sebelumnyatelah dijelaskan beda antara business proess reengineering (BPR) dan ontinuous improvement

proess(CIP)yangdalambentuklaindapatdigambarkansebagaiberikutini.

ContinuousImprovement Business

Proess

ProessReengineering

*Inrementalgradual hange *Radial hange

*Low investment *High investment

*People/praties fous *People/tehnology fous

*Improvementonexisting *Srap andrebuilt

*Workunit driven *Champion driven

Meskipun BPRdilakukanolehbeberapaperusahaanuntukmenggantiCIP yangdirasa terlalulambatdan

kurangepat,namuntidakberartibahwaCIPtidakdigunakansamasekalisesudahmenggunakanBPR.Sesudah

(18)

Langkah-langkahprosesreengineering, menurut Andrews danStalikdapat dilakukansebagaiberikutini,

sesuaidenganstrukturprosesdiatas:

1. Membuatkerangkaproyek.

2. Meniptakanvisi,nilai dantujuan.

3. Membuatdesainbarumengenaioperasibisnis.

4. Pembuktiankonsep.

5. Merenanakanimplementasi.

6. Memperolehpersetujuanimplementasi.

7. Implementasi perubahandesain.

8. Transisiketahapontinuousimprovement.

Langkah1: Membuatkerangka proyek. Setiapproyekreengineeringmemerlukanpertama-tamasuatu

pernyataantujuan(statementofpurpose)yangberisitujuanyangdapatdiukurdanberisijugaakupannya.Di

sinitermasukbatasanbiayajugaagartetapdapatdikendalikandan jangansampaiproyekberhentidi tengah

jalan. Dalamkerangkaproyekini,yangharusdiantumkanantaralainialah:

1. Batasanluas,batasanorganisasi.

2. Potensikeuntungan.

3. Keadaanpolitik,lingkungandanbudayayangterkait.

4. Penyebabuntukdaridirenanakanreengineering.

5. Risikoyangmungkin dihadapi.

6. Faktor-faktorpenentukeberhasilanreengineering.

7. Limitasi,asumsidanhambatanyangdihadapi.

Sebagaitambahan,sebelummelangkahlebih lanjut,perludipastikanjugamengenai:

1. Kesiapanorganisasi.

2. Komitmenpenuh.

3. Kesiapantim yangakanmenangani.

4. Metodologidan teknikyangakandigunakan.

Disampingitu, proyekreengineeringhanyadapatditeruskan apabilakondisi-kondisiberikutinidisadari

sepe-nuhnya:

1. Reengineeringadalahperubahanseararadikal.

2. Tim proyekdapatdiperluasdanmungkinmenyangkutyang terkena perubahan.

3. Komitmenpenuhpimpinanpunakdipastikandiperoleh.

4. Sumber(anggaran,waktu,SDM)yangdiperlukandipastikantelahdisediakan.

Tahapiniperlumenghasilkanpernyataankerangka(frameworkstatement),yanghampirsamadenganstatement

ofpurpose,yaitusuatupernyataanyangmemuat:

1. Sejarahbisnisdalamkonteksreengineering.

2. Permasalahandanpenyebabnyadalamkontekslingkungan.

3. Tujuan/obyektifbisnisyang memaureengineering.

(19)

6. Limitasi,asumsidanhambatanyangmenghadang.

7. Rekomendasiuntukkeikutsertaandananggotatim.

Disampingitu, beberapaaktivitas kuni yang perlu dilakukandalam langkah iniantaralain ialah: ˆ

Meng-himpuntimanalisis.

1. Membuatkonsepkerangkaproyek.

2. Membuatanalisissituasisekarang.

3. Membuatframeworkstatement.

4. Merekomendasikanterusatautidakterus.

5. Membuatkontrakdenganexeutivesponsor.

Langkahpertamayangperludilaksanakantersebutinisearasingkatdapatdijelaskansebagaiberikutini:

Langkah 2 : Meniptakan visi, nilai dan tujuan. Setelah proyek reengineering diputuskan, maka

tibalahwaktunyauntukmeniptakanvisiyangakandatang,yaitusuatugambaranbagaimanareengineeringitu

terwujud. Visiadalahgambaranatauinspirasikedepansepertiapaperubahandesainprosesyangdirenanakan.

Tanpavisi,orangakankehilanganarahkemanareengineeringakanditujukandanenderungakangagal. Nilai

dantujuanadalahpendukungdaripeniptaanvisidimaksud. SemuainiakandiantumkandalamVision,Value

andGoalsStatementyangsearasingkatmenantumkanbagaimanabisnisakanberjalansesudahreengineering

selesai. Meskipunvisiadalahsesuatuyangdiita-itakan,tetapiharuslahtetaprealistikdan dapatdijangkau.

Pada tahap initerjadi pertemuan perdana (kiko meeting), suatupertemuan yang sangatpenting, yang

membiarakanhal-halpentingyangbersifatpermulaansebagaiberikut:

1. Memperkenalkandanmenjelaskanproyekreengineering.

2. Mengusahaanpengertiandandukungan.

3. Memperlihatkankomitmenpimpinanpunakatasproyekdimaksud.

4. Menjelaskanpembentukantim-timyangdiperlukan.

5. Mendidik mereka yang terkait tentang arti, keperluan, tujuan yang diarah, proses yang akan diambil,

lingkupproyekdansebagainya.

6. Menjawabsetiappertanyaanyangdiajukan,mengatasikeberatanataukeragu-raguan.

7. Meniptakanlingkunganyangsiapmelakukanpengambilankeputusanyangmendukung.

Pertemuanperdanadiikuidenganbeberapapertemuanlainyangakanmenghasilkanvisi,nilaidantujuanyang

telahdisebutkandiatas. Dalamlangkahkeduaini,perludilakukanbeberapaaktivitaskuni,sebagaiberikut:

(20)

3. Melaksanakankikomeeting.

4. Melaksanakanpertemuanyang membiarakanvisi, nilaidantujuan.

5. Meniptakanvisi,nilai dantujuan.

6. Menganalisisdanmensahkanvision,valuedangoalstersebut.

Langkahkeduainidapatdisingkatsebagaibaganberikutini.

Langkah 3 : Membuat desain baru mengenai operasi bisnis Ini adalahlangkahreengineeringyang

palingpenting,yaitutatkalaprosesyangberlakusekarangdisorotsearamenyeluruhdantajamuntukdirubah

sama sekalimenjadi seperti apa yangseharusnya,apa yang diita-itakan. Ingatbahwareengineeringadalah

perubahansearatotaldanradikalkhususnyamengenaiproses.

Ada7prinsipyangmenyangkutperubahandesainini,yangperludiperhatikanyaitu:

1. Buatorganisasiprosessekitarhasilyangdituju.

2. Usahakankontaklangsungdenganpelanggan.

3. Gunakankemajuanteknologisearaoptimal.

4. Kendalikanmelaluikebijakan,praktekdanumpanbalik.

5. Usahakanproseskerjayangindependen dansimultan.

6. Serahkanpengambilankeputusanpadapekerjalapangan.

7. Buatsaluranumpanbalikyangefektif.

Hasildarilangkahiniialahsuatuetakbiru(blueprint)reengineeringyangmenyangkut:

1. Komponensik/teknik,yaitu:

(a) Modelproses.

(b) Modelinformasi.

() Modelorganisasi.

(d) Modelteknologi.

2. Komponeninfrastruktur,yaitu:

(a) Strategimanajemen.

(b) Sistem pengukuran.

() Programpenghargaan.

3. Komponennilai,yaitu:

(a) Budayaperusahaan.

(21)

Beberapaaktivitasyangterkait yangperludilakukanantaralainialah:

1. Merenanakanpertemuanpembahasan blueprint.

2. Mengadakanpertemuanpembahasanblueprint.

3. Mendokumentasikanblueprint.

4. Menganalisisdanmensahkanblueprint.

Sepertisebelumnya,searasingkatlangkahinidapatdigambarkansebagaiberikut:

Langkah 4 : Pembuktian konsep. Apa yang dimaksuddenganjudul di atas? Yang dimaksuddengan

`pembuktiankonsep'ialahmempertajamkeuntunganyangdiharapkansekaligusjugamengujiapakahperubahan

desainprosesberjalansepertidiharapkan.

Beberapapertanyaanpengujiyangdapatdiajukanialahmisalnya:

1. Apakahlangkahreengineeringdapatmemenuhitargetproduksiyangditetapkan?

2. Apakahadamasalah tersembunyiyang harusdipeahkan?

3. Apakahprosesdengandesainbarumengurangibiayasearasignikan?

4. Apakahprosesdengandesainbarutersebut mendatangkantambahanpendapatansearasignikan?

5. Apakahprosesyangbarudapatmengatasisemuasituasitransaksitermasukkesalahanprosessearaefektif

danesien?

Langkah ini dapat dilakukan dengan misalnyamelakukan pilot test sebelum melakukan implementasi seara

penuh. Beberapakeuntungandapat diperolehdarimelakukanpilottestini,misalnya:

1. Diperolehbuktiaktualmengenaikeuntungan,bukanestimasibelaka.

2. Diperoleh pengalaman yang memberi pelajaran bagaimanamengusahakanperubahan yang teratur dan

menghindarikesalahanselamaimplementasi.

3. Testingdalampelatihan,penggunaanmaterial,mengaturstrukturpekerjaandansebagainya.

4. Penajamanproses,kebijakandanpraktekbisnisberdasarkanpenggunaannyata.

5. Pengalamandalamperubahanbudaya,sehinggadapatdilakukanantisipasiresistensiyangmungkintimbul

apabiladilakukanimplementasi searapenuh.

6. Penilaiandanevaluasiyang lebihdetailyangbelumsepenuhnyaterakupdalamblueprint.

Sekali lagi, langkah iniingin menjawab pertanyaan apakah sampai langkah ini proses reengineering berjalan

sesuaidenganjaluratauarahharapan? Apabilajawabannya`ya',makaprosesdapatditeruskandenganlangkah

berikutnya. Apabilajawabannya`tidak'makaperludilakukandesainulangkembali,demikianseterusnya.

(22)

2. Memilih buktidaripendekatankonsep.

3. Mengembangkankebutuhandanrenanakebutuhankonsep.

Searasingkat langkahkeempatinidapatdigambarkanpadabaganberikutini.

Langkah5 : Merenanakanimplementasi. Meskipun pembuatanBlueprintdikatakanyangterpenting,

namunpembuatannyarelatifmudahdanjauhlebihmudahdibandingkandenganimplementasi. Tanpastrategi

yangtepatdanteliti,implementasitidakmungkinberhasildilaksanakan. Tidakadaseorangpundalam

perusa-haanyang maudiusik-usikdan dirubaharakerjanyaseara total,maudirubahseararadikal,mau dibebani

tugas ekstrayang tidak enak keuali yakin betul bahwa kelangsungan hidup perusahaantergantungdari hal

tersebut. Tujuandarilangkahkelimainiialah:

1. Mengembangkanstrategiimplementasi perubahan.

2. Mengusahakanterganggunyaoperasi searaminimal.

3. Membuatrenanayangrealistiktermasukpenyediaandana.

4. Membuatperenanaanterinimengenaiperubahantugas, hasilyang ingin diapai,peran,

pertanggung-jawaban,jadwalwaktudanbiaya.

Hasilnyatayangdiapaiadalah: RenanaImplementasi,yangmeliputibeberapaprogram,yaitu:

1. PemeliharaanTimProyek.

(a) Keanggotaantimdanexeutivesponsorship.

(b) Manajementim,pertanggung-jawaban,operasidankomunikasi.

() Carapengambilankeputusandanprosespemeahanmasalah.

(d) Koordinasiproyekdanproyekeksternal.

(e) Monitorimplementasidanlaporankemajuan.

2. ProgramKomunikasi.

(a) Tujuan: informasi,menjual,mendukung.

(b) Targetaudiene: pelanggan,pegawai,manajer,pimpinan.

() Isi komunikasi.

(d) Pilihanaradanmedia.

(e) Material,kitdanperalatanyangdigunakan.

(f) Brieng,pertemuan dansebagainya.

3. ProgramManajemenPerubahanBudaya.

(a) Manajemenyangdiharapkan.

(b) Kebijakan,praktekbisnisdanmetodakerja.

(23)

(e) Kinerjayang diharapkan.

(f) Sistem pengukurankinerja.

(g) Renanapenghargaandaninsentif.

(h) Dukunganmanajemenselamatransisi.

4. ProgramEdukasidanPelatihan.

(a) Manualataureferensiuntukkebijakan,praktek,tataarabisnis.

(b) Kebutuhanketrampilandanpengetahuan.

() Targetaudiene: pelanggan,karyawan,manajer,pimpinan.

(d) Pilihanmediadanformat,misalnyalatihan,pelajarankelas, onthejobtrainingdansebagainya.

(e) Pengkokohansesudahpelatihan(posttrainingreinforement).

5. ProgramPengembanganTeknologi.

(a) Perangkatlunak,perangkatkeras,dankeperluankomunikasi.

(b) Kemampuanperusahaanyangada.

() Penawaranyangtersediadipasar.

(d) Standard,protokoldanplatform.

(e) Desainlogis.

(f) Pembeliandariluarataudikembangkansendiri.

(g) Penggunaankonsultanatautidak.

6. ProgramPengujianKonsep.

(a) Beberapaatausemuadariprogram-programyangtelah disebutkandiatasperludiujiatautidak.

(b) Dalamhalinidapatmenggunakankonsultanatautidak.

Beberapaaktivitaskuniyangdiperlukandalamlangkahiniialahantaralain:

1. Merenanakanpertemuanuntukperenanaanimplementasi.

2. Melakukanpertemuanuntukperenanaanimplementasi.

3. MendokumentasikanRenanaImplementasi.

4. MenganalisisdanmensahkanRenanaImplementasi.

(24)

Langkah 6 : Memperolehpersetujuan implementasi Persetujuan yang dimaksuddi sini ialah

perse-tujuanmendapatkandanadan sumberlainyangdiperlukanuntukmenjalankanblueprintyang sudahdibuat.

Kalauinitidakdilaksanakandenganbaik, dapatberlarut-larutsampailamadan akanmembuat semuaorang

frustrasi. Hasilyangdiharapkandarilangkahinitentusajapermintaandanadanpersetujuanataspermintaan

tersebut. Permintaandanainitermasukjugapermintaan:

1. SDM untukimplementasi.

2. Material danperlengkapanyangdiperlukan.

3. Anggaranuntukimplementasitermasukuntukmempekerjakankonsultan,pelatihandan sebagainya.

Tidakjaranguntukmemperjuangkandanaini,diperlukanpenjelasandalambentukpresentasisekalilagi

menge-naiproyekreengineering.Presentasiinimenjelaskansekalilagisearasingkattetapilengkapmengenaipersiapan

danperkembanganyangtelah diapaiantaralainsekitar:

1. Latarbelakang.

2. Visi,nilaidantujuan.

3. Blueprint.

4. Keuntunganyangdiharapkan.

5. Renanaimplementasi.

6. Danayangdibutuhkan.

Presentasiharusdilakukansearalugas,tidakmengada-ada,tidakmenyembunyikanrisikoyangdihadapi,tidak

membesar- besarkan keberhasilan,jangan lupa berikanfakta dan angka(fats and gures). Pemberi

presen-tasi harusmampumemberikanpenjelasanyang meyakinkanmengenaipertanyaan-pertanyaanmendasaryang

mungkin munul,seperti:

1. Mengapaperusahaansampaimerenanakanstrategi reengineering?

2. Apayangdiobadilakukan?

3. Mengapaperubahanseararadikaldiperlukan?

4. Bagaimanaperusahaandapatsampaikesana?

5. Mengapatidakdilakukansajaperbaikanepatpadaprosesyangsudahadasaja? ˆApasajaresikonya?

6. Apakeuntunganbagiperusahaandanbagipimpinan ?

7. Apayangakanterjadiapabilatidakdilakukantindakanreengineering?

8. Kapantanda-tandakeberhasilandiharapkantampakdandalambentukapa?

9. Apasearaspesikyangdiharapkanuntukdisetujui?

Perludiantisipasibeberapakemungkinanyangdihasilkandarilangkah6ini,seperti:

1. Disetujui sepenuhnyadandimintasegeramelakukanimplementasi sepenuhnya.

2. Disetujui untukdilaksanakandengandanayangdiperlukan,tetapi janganterlalu epat.

3. Disetujui untukdilaksanakandengandanayangdiperlukan,namunjangansekarang,tetapinantisaja.

4. Disetujui untukdilaksanakan,tetapidisana siniakupannyaperludirubah

Beberapaaktivitaskuniyangdiperlukandalamlangkahiniialahantaralain:

1. Mengembangkanstrategipersetujuan.

2. Memintakanpersetujuan.

(25)

Langkah 7 : Implementasiperubahan desain. Apabila timsudah sampaipadatahapini,makaperlu

dirayakankarenaberhasilmenipkandan`menjual'ideperubahanprosesyangradikal,totaldanfundamental.

Tujuanutamadalamlangkahiniialahmerubah suasanasemulamenjadisuasanadansemangatreengineering.

Perubahan dalam langkah ini harus sudah tampak nyatadan dapat diukur. Perubahan ini harus mengarah

padatujuanreengineering. Olehkarenaitu,hasilyangdiharapkanialahperbaikankinerjayang dapatdiukur,

baiksearakualitatifmaupunsearakuantitatif,yangmeliputi:

1. Frekuensidanvolumedaritransaksipenjualan.

2. Jumlah pertanyaan,responsdantuntutanpelanggan.

3. Jumlah kesalahan,ketidakookan,perubahandanperbaikan.

4. Waktuyangdiperlukanuntukproses.

5. Jumlah karyawanyangdigunakanuntukmemproduksihasilproses.

6. Kepuasanpelangganataskinerjalayanandanproduk yangdibeli.

Tindaklanjutialahhal yang pentingdalamlangkahimplementasiini. Membuat orangmaumelakukan

peru-bahanmemerlukantekadkerasdankemampuan untukmenghilangkanhalanganyangdihadapi. Beberapatip

dan teknikyang dapat dilakukandalam langkah tindak lanjutini, ialahmelakukan pembiaraan, wawanara

dandiskusidenganparakaryawan,khususnyayanglangsungterlibat mengenaihal-halsepertimisalnya:

1. Ungkapkankebutuhanmerekaagarpekerjaandapat dilaksanakan.

2. Pastikanmerekamenghadirirapatataupertemuansetiapkalimerekadiundang.

3. Periksauntukmeyakinkanbahwalangkah-langkahtelah diambilsesuaidenganjanji.

4. Ungkapkanpermasalahanyangada.

5. Hilangkanhambatanyangmenghalangipelaksanaankerja.

6. Berikansumbertenagaataudanayangdiperlukanuntukmenyelesaikanpekerjaan.

7. Pastikanbahwamutuyangdijanjikanbetul-betuldipenuhi.

Dalamhubunganini,kegiatankuniyangperludilakukanialahantaralain:

1. Mengadakanpertemuansearaperiodikdankonsisten.

2. Merayakankeberhasilan.

3. Melaksanakanreeksikritis.

(26)

Langkah 8 : Transisi ke tahap Continuous Improvement. Manakala langkah sudah menapai

im-plementasi penuh program reengineering, maka tidak diperlukan lagi usaha khusus dari tim, karena proses

akan berjalan dengan sendirinyaseara wajar dan alami. Langkah ini ialah semaam penutupan tugas tim

reengineeringmenujupadaproses biasayangakanterusmelakukanperbaikanmelalui pendekatanontinuous

improvementproess. Thebigbangisomplete,orangmengatakan.

Hasilyangdiperolehdalamtahapataulangkahiniialahkinerjayangdihasilkandariperbaikansearaterus

menerus. Aktivitas kuni yang dilakukan ialahmelakukanperbaikan terusmenerus, melakukanreeksikritis

danmelakukanpengukurankinerja. Aktivitasinitermasuk :

1. Mengukurkinerjasearalangsungdanterus-menerus.

2. Melakukananalisisdanumpanbalikdarihasilpengukurantersebut.

3. Melakukankoreksiatauperbaikandanpengetesan.

4. Memberikanpenghargaankeberhasilan.

5. Mentransformasikanprosesbelajarkepadabagian-bagianlain.

Batasantarareengineeringdanontinuousimprovementkadang-kadangtidakjelasdantidakdapatdiramalkan.

Setelahreengineeringselesai,prosesontinuousimprovementberjalanterus. Apakahreengineeringakan

diper-lukanlagi? Jawabannyamungkinyamungkintidak. Diperlukanlagiapabilamisalnyaperusahaanmenghadapi

anamankelangsunganhidup lagi,melakukanmergerdenganperusahaanlain dansebagainya.

Langkahterakhirinisearasingkatdapat digambarkansepertibaganberikutini.

2.3 Risalah Singkat Langkah Reengineering

Searasingkat,langkah-langkah,pertemuandanworkshopyangdiperlukanuntukmemperlanarprosestersebut

dapatditabelkansebagaiberikutini:

(27)

LANGKAH HASIL PARTISIPAN

1. Membuat Kerangka

Proyek

Konsepkerangkaproyek ˆ Keputusanuntukterus

ˆ Merubahorganisasi

ˆ Konseppernyataankerangka

ˆ Timanalis

ˆ Manajerbisniskuni

Buatpernyataankerangka Validasipernyataankerangka Tim analis

Mengusulkanprosesproyek Renanaproyek Manajerbisniskuni

Kontrakdengansponsor Persetujuanuntukterus ˆ Eksekutifsponsor

ˆ Direkturproyek

2. Meniptakan Visi,Nilai, dan Tujuan

Persiapanpertemuanperdana ˆ Renanakikomeeting

ˆ Rinianrenanahasil

ˆ Agendateknik

ˆ Renanaworkshop

Tim intiproyek

Pertemuanperdana Renanapesertaworkshop ˆ Timlengkapproyek

ˆ Sponsoreksekutif

ˆ Terkaitlain

Pertemuansoalvisi Datauntukperyataankerangka

dasar

3. Membuat DesainBaru mengenai OperasiBisnis

Perenanaansesietakbiru ˆ Rinianrenanahasil

ˆ Agendateknik

ˆ Renanaworkshop

Tim intiproyek

Sesietakbiru Datauntuketakbiru Sub-tim proyekterkait

Persetujuanetakbiru ˆ Finalisasietakbiru

ˆ Renanalangkahlanjut

Sesiperenanaanimplementasi Datauntukrenana

implementasi

Tim lengkap

Hasilkanrenanaimplementasi Renananalimplementasi Tim lengkapproyek

6. Peroleh Persetujuan Implementasi

Laporankemajuan Tim lengkapproyek

Rayakankeberhasilan ˆ Renanaperbaikan

ˆ Pemeahanmasalah

ˆ Renanapelaksanaanpesta

Pihaklainterkait

Lakukankritikreeksi ˆ Perbaikanetakbiru

ˆ Perubahanoperasibisnis

ˆ Timlengkapproyek

ˆ Grup/timbisnis

8. Transisi

(28)

2.4 Katakteristik Reengineering yang Berhasil

Tidak ada formula magisyang menjamin suatu keberhasilan reengineering. Yang ada hanya petunjuk

beru-pa prinsip-prinsip, teknik, pengalaman, kuni keberhasilandan hal-hal sejenis itu. Salah satudari petunjuk

yang diberikan berdasarkan pengalaman ialah beberapa karakteristik proses yang dapat dikenali dari suatu

reengineeringyangberhasil. Karakteristikyangdimaksudialah:

1. Pelangganpalingdiutamakan.

(a) Tidakperduliapakahpelangganinternalataueksternal,tanpapelangganAnda bukanapa-apa.

(b) Olehkarenaitu,dengarkeinginanmerekabaik-baik. Apayangmenjadikepentinganmereka,adalah

kepentinganAndajuga.

() Reengineeringmulaidariluar(tuntuandankebutuhanpelanggan)danbawakedalamperusahaan.

2. Ciptakandanpertahankanhanyayangmemberikannilaitambah.

(a) Proses atau bagian yang perlu dipertahankandan diiptakan ialahyang memberikan nilai tambah

(addedvalue).

(b) Sedangkanyanghanyamenimbulkanbiayatambah(ostentre)perludihilangkan.

3. Pimpin dariatasdankerjakanperiniandaribawah.

(a) Reengineeringialahstrategi bisnisyang sangatpenting,olehkarenaitu harusdipimpin daripaling

atasdanjangandiserahkanpadalapisanbawah.

(b) Sedangkanperinianblueprintdapat diserahkanpadaprofesionalatautenagaahliyanglebih

meng-erti.

4. Desaindarikeseluruhandanimplementasimengenaiyangkeil-keil.

(a) Desain dalambentuk blueprintharusmengenaikeseluruhansehingga prosestidakkehilangan arah

dantujuan.

(b) Sedangkanimplementasi mengenaihalyangkeil-keildan dilaksanakansesuaidenganjadwalyang

telah ditentukan.

5. Disiplin dantetappadaitu.

(a) Adatersediabeberapaaradanteknikuntukmelakukanreengineeringini. Sekalidipilih suatuara

atautekniktertentu,harustetapmenggunakannyasearakonsistensampaiselesai.

(b) Disiplin diperlukan untuk sepanjang proses, menyangkut ara dan teknik, pendidikan, pelatihan,

informasi dansebagainya.

() Tentusajadapatdilakukanimprovisasitertentu,namunharustetappadaalurkonsepdasarsemula.

6. JanganbiarkankonsultanlakukanuntukAndaataukepadaAnda.

(a) Konsultanyangbaikialahyangmemberikanpetunjukarah,memberikanpedoman,memberitahukan

rambu-rambu,memberitahukankegunaanteknologiinformasipadaperusahaanAndadalamrangka

reengineering,sedangkankeputusanakhirharuspadaAndasendiri.

(b) Janganbiarkankonsultanmengambilkeputusanuntuk perusahaanAnda atauAnda bertindak

me-nyerahkansegala-galanyapadamereka.

Disampingkarakteristik,adajugabeberapapetunjukarah(beaon)yangdapatmembantu,yaitu:

ˆ Strategibisnis.

ˆ Prosesbisnisdanalurkerja.

ˆ Strukturkerjadanorganisasi.

ˆ Teknologiinformasi.

ˆ Sistem penghargaan.

(29)

PROSES SEBAGAI FOKUS DALAM

REENGINEERING

`Mostof businesspeopleare notproess oriented'

Mihael Hammer

3.1 Mengapa Bpr Berfokus Pada Proses

Sepertitelah dijelaskanpadaawalpembahasan tentangBPR,BPRadalahsuatu:

1. fundamental rethinkingdan

2. radialredesign,darisuatu

3. business proess,untukmenapaisuatu

4. dramati improvements

dalam hal-halkritis yang menyangkut kinerja perusahaanseperti biaya, mutu, layanan, keepatan dan

seba-gainya. Perlusekalilagi diperhatikan,bahwayangmenjadi obyekpemikiran kembaliseara fundamental dan

penyusunan kembali seara radikalialah proses. Jadi proses merupakan obyekutama dan terpenting dalam

prosesreengineering. Untukitu marilahmenelaahlebih lanjutmengenaiprosesitu sendiri. Apayangdisebut

sebagaiproses itu?

`Proessisalogialseriesofindependentativitieswhihusetheresoures(people,materials,energy,

equipmentset)oftheorganizationtoreate,orresultin,anobservableormeasurableoutome,suh

asaprodutor servie.'

(Hikman)

`Proessisthelogial organisationof people,materials, energy,equipmentandproeduresintowork

ativities designedtoprodueaspeiedend result'

(DavenportandShort)

Karakteristikdarisuatuproses ialahbahwasuatuprosesitubiasanyaselalu:

1. Mempunyaipelanggan.

(a) Pelangganyangdimaksuddisiniialahyangmenggunakanataumemanfaatkanprosestersebut.

(b) Pelanggan tidak hanya yang membeli barang atau jasa perusahaan (pelanggan luar) tetapi juga

merekayangmemanfaatkanjasasuatubagiantertentudariperusahaan(pelanggandalam).

2. Melintasibatasorganisasi.

(a) Perusahaanbiasanyadikotak-kotakkandalambagian bagianatauorganisasiorganisasitertentu,

se-suaidenganfungsiataupembagiantugastertentu.

(b) Suatu proses biasanyatidakterjadi hanyadalamsatu organisasi,tetapi hampirselalu lintas batas

(30)

Searagarisbesaradatigatipeprosesyangterdapatdalamsuatuperusahaan,yaitu:

1. Manageproess.

(a) Manageproessadalah prosesmanajemendalammengelolaperusahaanpadaumumnya.

(b) Termasukdalamprosestipeiniadalahmisalnyaprosespengambilankeputusan,prosesperenanaan

strategis,prosespemilihanbentukorganisasidansebagainya.

() Prosesiniterjadidi semuatingkatpimpinan tinggi,dariyangpalingatassampaimanajer.

(d) Disini termasuk strategiplanning, penentuanvisi dan misi,penentuan ukuran kinerjadan sejenis

itu.

2. Operateproess.

(a) Jenisprosesiniialahprosesutamadalammenghasilkanbarangataujasayangdiproduksikan.

(b) Misalnya proses pembuatan barang, proses pengaturan arus barang di pabrik, proses pengaturan

peralatandi pabrik,prosespemilihanteknologipembuatanbarangdansebagainya.

() Jadijugamerupakanorderow,daripenerimaanpesananpelanggansampaimentransfernyamenjadi

barangjadi danmengirimkankepelanggan/pemesan.

(d) Demikian jugasebaliknya,ada prosesmengalirnyauangdaripihakrekanankepabrik pembuat

ba-rang, merupakanjugaoperateproess.

3. Supportproess.

(a) Proses jenisiniialahproses yang membantuprosesutamatetapi bukanmerupakanbagiantak

ter-pisahkandariprosesutama.

(b) Contohprosesiniialahprosespembelianbarang,prosespengendalianpersediaan,prosesrekrutmen,

proses penyimpanan bahan baku dan bahan jadi, proses angkutan barang, proses pendanaan dan

sebagainya.

Denganmengenalapayangdisebutdenganprosesdanbeberapajenisproses,makamenjadilebihjelas,mengapa

dalam reengineering, perlu berfokus pada proses. Karena proseslah yang menentukan kinerja perusahaan,

menentukandayasaing perusahaan,menentukanmutubarangdan layananpadapelanggan. Pelangganselalu

memilih barangatau jasayanglebih baik, lebihmurah,layananyanglebih epatdan akuratdan sebagainya.

Untuk memenuhi kehendak para pelanggan tersebut, melalui perubahan dan perbaikan proses, perusahaan

menobamenjawabkehendakpelanggantersebut.

Beberapa hal di bawah ini menunjukkan seara lebih terini, mengapa dalam BPR perlu berfokus pada

proses,yaitukarenadenganini,dapat membantuperusahaandalamberbagaihalsebagaiberikut:

1. Agarperusahaandapatberfokuspadapelanggan.

2. Agarperusahaandapatmelakukanprediksidanpengendalianatasperubahan.

3. Agarperusahaanmampuberkompetisidenganaramemperbaikipenggunaanberbagaisumber.

4. Memberikan arauntuk melakukanperubahanseara besar-besaran padaberbagaiaktivitasyang

kom-pleksdalamarayangepat.

5. Membantuperusahaanuntukmengelolahubunganintern.

6. Memberikanpandangansistematis mengenaikegiatanperusahaan.

7. Menegah terjadinyakesalahan.

8. Menyediakanperusahaandenganukuranbiayayangdihamburkan.

9. Membantuperusahaanuntukmengetahuibagaimanainputmenjadioutput.

10. Mengembangkansistempengukurankinerjayanglengkapuntukberbagaisegibisnis.

11. Memberikanpengertianbagaimanaperusahaandapatmenjadibaikdanbagaimanamenujukearahtujuan

(31)

3.2 Bagaimana Bentuk Perubahan Proses Tersebut

Perubahandalamarti perbaikanprosesdapatdilakukandalamberbagaibentukyangsearagarisbesardapat

berupa:

1. Menghilangkanproses(proesselimination)

(a) Menghilangkanprosesberartiyangtadinyaadamenjaditidakadakarenadianggaptidakperluatau

perludigantidenganprosesyangsama sekalibaru.

(b) Ini memerlukan keberanian danketerbukaankiran karena umumnyaorangenderung sulit untuk

merubah apalagimeniadakansesuatuyang telahlamadilakukan.

() Oleh karena itu, sering kali dalam proses BPR diperlukan konsultan yang dapat melihat seara

obyektifdantidakterikat searaemosional denganhal-halyanglalu.

2. Menyederhanakanproses(proesssimpliation).

(a) Menyederhanakanlebih mudahdaripadamenghilangkan,namuninipun memerlukankeberanian

un-tukmerubah.

(b) Dalam hal ini, jasa konsultan sering kali sangatbermanfaat karena dapat membandingkan proses

yangdilakukanolehperusahaansatudenganyanglaindandapatmelihatdenganmudahmanayang

sederhanatetapiefektif danesiendanmanayangsulit.

() Disamping menggunakan konsultan, perusahaan sendiri dapat melakukan penyederhanaandengan

melakukanbenhmarking,yaitumengamatidanmeniruprosesyangdilakukanolehperusahaan

ung-gulandibidangyangsama.

3. Menyatukanproses(proessintegration).

(a) Menyatukan proses ialah menggabungkan beberapa proses menjadi satu proses. Pada hakekatnya

hampirsamadenganmenyederhanakan,namunlebih spesiksifatnya.

(b) Halinipundapat dilakukandenganarabenhmarkingataumenggunakanjasakonsultan.

4. Melakukanotomatisasi(proessautomation).

(a) Prosesotomatisasi sudahlamadigunakandalamindustriatauperusahaanyangpadadasarnya

me-ningkatkankeepatan,ketelitiandanesiensi. Halinidigunakandenganmenggunakanjasakomputer

atau teknologiinformasi. Teknologiinformasi adalahpengembangandariteknologikomputeryang

dipadukandenganteknologitelekomunikasi.

(b) Penggunaansisteminformasi dalamperusahaandibedakandalam3golonganbesaryaitu:

Exeutive Information System (EIS)

Adalah sistemyang mengatur tersedianyainformasi yangdiperlukanoleh paraeksekutif untuk proses

pe-ngambilan keputusan. Sistem inijuga membantu para eksekutif untuk mengenal permasalahan dan peluang

yangdihadapiperusahaansebelummengambilkeputusan.

Management Information System (MIS) Adalah sistem yang mengatur tersedianya informasi yang

dibutuhkan olehparamanajeryangmenyediakanlaporanberkaladanyang diranangsebelumnyayang

mem-berikaninformasiberdasarkandatabase yangtersedia.

Tehnial Information System (TIS) Adalah sistemyang mengatur tersedianyainformasi yang

dibu-tuhkanolehtingkatpelaksanateknis. TIFinilebihmemberikaninformasiyangdiperlukanuntukmelaksanakan

pekerjaanteknissehari-hari.

Bentuk-bentukyanglebihkonkritdarireengineeringyangseringdijumpaidalamberbagaiperusahaanialah

antaralainsebagaiberikutini:

1. Beberapapekerjaandigabungkanmenjadisatu.

2. Parapekerjaikutdalampengambilankeputusan.

3. Langkah-langkahdalamprosesdibuatberurutansearaalamiah.

(32)

6. Pengawasandanpengendaliandikurangi.

7. Rekonsiliasiditekansedikitmungkin.

8. Satumanajeruntukhaltertentumerupakansatutitikhubung.

9. Sentralisasiataudesentralisasiharussesuaikebutuhan.

3.3 Produk Akhir Dari Reengineering

ProdukakhirdarisuatuBPRtentusajapeningkatandayasaingperusahaanyangpadagilirannyaakan

mening-katkankeuntungan. Namunituadalahhasilakhirnya. Disampingitu,darisegiprosesitusendiri,adabeberapa

halberubahsearadrastisyang dapatdiamatidenganjelas,seperti yangakandipaparkandi bawahini.

1. Perubahanunitkerja.

(a) Darifuntionaldepartmentkeproessteams.

(b) Funtionaldepartmentialah kesadaran unit kerjaberdasarkanfungsi yang enderung membangun

`kerajaansendiri'dankurangmenghargaikerjasamadenganfungsilain.

() Proessteams adalahkesadaranunit kerjayanglebihmementingkankelanaranproses keseluruhan

(yangnotabenelintasbagian)dankurangmenonjolkanfungsibagian sendiri.

2. Perubahandalamtugas.

(a) Darisimpletaskskemulti-dimensionalwork.

(b) Tugasspesialisyangtadinyadikembangkan,menjaditugasgeneralissehinggapelaksanamerasalebih

penting,lebihpuasdanlebihmerasadihargai. Setiappelaksanatidakhanyamengetahui`memasang

sekrup'sajatetapi lebihmengetahuiprosessearakeseluruhan.

() Salingtukarpekerjamenjadilebihmungkindilaksanakansehinggaesiensilebihdapatditingkatkan.

Tentusajainimemerlukantipepekerjayanglebihterdidikdanterlatih.

3. Perubahandalamperan karyawan.

(a) Dariontrolledkeempowered.

(b) Pendekatan lama ialah bahwa pekerja direkrut dan dipekerjakan dan harus mengikuti peraturan

yangsudah ditentukan. DalampendekatanbarusesudahBPR,pekerjatidakdiharuskanmengikuti

peraturan,tetapimerekadipauuntukmembuatperaturanmerekasendiri. Dengandemikian,mereka

sendiri terdorongakanmengontroldiri sendiridanteman-temannyadalammelaksanakantugas.

() Konsekuensidariempowermentiniialahdalamararekruitmen,yaitutidakhanyapendidikandan

ketrampilanyang menjadi persyaratan, tetapi juga sikap dan karakter seseorang, seperti motivasi,

disiplin dansebagainya.

4. Perubahandalampersiapantugas.

(a) Daritrainingkeeduation.

(b) Training adalah arapelatihan tradisional yang dilakukan perusahaan untuk melatih pekerja agar

mampumelakukansesuatu,menggunakansesuatu ataumemeahkansituasitertentu. Training

me-ningkatkankeakapandanketrampilandan menekankanhowto dothejobs.

() Eduation adalah pendidikan yang lebih menekankan bagaimana orangdapat memutuskan sendiri

bagaimana agar pekerjaan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pendidikan meningkatkan

pe-ngertian dan pemahamandan mengajarkan why it happens. Mengenai how to solve the problem

akanmunuldengansendirinya,karenatelahmengetahuiwhyithappens.

5. Pergeserandalamukurankinerjadankompensasi.

(a) Dariativitykeresult.

(b) Dalampendekatanlama,ukurankinerjadanpemberiankompensasibiasanyadiukursearalangsung,

dariaktivitasyangdilakukanparapekerja. Carainisamasekalitidakdihubungkandenganhasilyang

(33)

() DalampendekatansesudahBPR,strukturkompensasidanukurankinerjadihubungkandenganhasil

yangdiperoleh. IBMCreditmisalnya,kinerjadankompensasikaryawantidakdiukurdaribanyaknya

kertasdan permohonankredit yang diproses,tetapi dari keuntunganyang diperoleh, dari kontrak

yangdibuatdandarihasilustomersatisfationsurvey.

6. Perubahandalamkriteriakemajuan.

(a) Dariperformanekeability.

(b) Bonus diberikan padamerekayang dapat melaksanakan tugas dengansangat baik. Promosipada

tugasbaru(advanement)bukandiberikanpadamerekayangdapatmelaksanakantugasdenganbaik

sekali,tetapi diberikanpadamerekayang mempunyaikemampuanuntukmelaksanakantugasbaru

tersebut.

() Jadidibedakandengantajamantaraperformanedanability. Advanementbukanlahsuatureward,

tetapisuatuhange.

7. Perubahandalamnilai.

(a) Dariprotetivekeprodutive.

(b) DalamBPRparakaryawanperludiyakinkanbahwamerekabekerjauntukparapelanggandanbukan

untukatasanmereka. Halinitidakukuphanyamerupakanretorikadansloganbelakatetapiharus

dikaitkansearalangsungdannyatadalamsistemreward.

() Untuk menguatkan hal ini, misalnyaXerox Corporation menetapkan bahwasebagian besar bonus

bagipara manajernyatergantungdari hasil ustomersatisfation reports. Dengan demikian fokus

kegiatanparamanajerialahmemaksimalkankepuasanpelanggan.

(d) Inilahyangdimaksuddenganperubahandalamnilaiyangmenyangkut pulaperubahanbudaya.

8. Perubahantugasmanajer.

(a) Darisupervisorskeoahes.

(b) Dalamproessteams,keperluannyabukanseorangbos,tetapiseorangpelatihyangmembantumereka

untukmemeahkanpersoalan,memberikannasehatdimanadiperlukandansebagainya.

() Bosberkonotasimemberikanperintahdanmengawasi.Bostradisionalmendesaindanmembagikerja.

Tim melakukanitudi antaramerekasendiri. ManajerdalamsuasanasesudahBPRlebihbertindah

sebagaifasilitatordanmengusahakanagarparapekerjadalammelaksanakanpekerjaandenganlebih

mandiri.

9. Perubahandalamstrukturorganisasi.

(a) Darihierarhialkeat.

(b) Sebagai konsekuensi dari pergeseran fungsi ke proses, maka organisasi akan lebih datar, lapisan

manajer lebih sedikit, rentang kendali akan lebih lebar. Jadi organisasi berubah dari organisasi

fungsikeorganisasiproses. Dalamorganisasiserupaini,tidakhanyadiutamakanproses,tetapijuga

dalampengambilankeputusanakanlebihepat.

10. Perubahandalamtugaseksekutif.

(a) Darisorekeeperskeleaders.

(b) Hasil dari BPR ialah bahwa para eksekutif akan lebih dekat tidak hanya pada pelanggan, tetapi

juga padapekerjayang langsungmelaksanakantugaslapangan. Suksestidaknyaperusahaanlebih

ditentukanolehpekerjalapanganini,danbukanolehparamanajer.

() Olehkarenaituadapergeserandalamtugasparaeksekutif,daritadinyapengawasmenjadipemberi

inspirasimengenaiperubahanbudayadannilai,tidakhanyadengandorongandanseruantetapijuga

denganteladannyata. Paraeksekutifharuslebihbertindaksebagaileaderdaripadasebagaimanajer.

Dengandemikian,melakukanreengineeringdalamprosesdiperusahaanpadaakhirnyamerubahhampirsemua

jenisprosesdanaktivitasmaupunnilaidanbudayadalamperusahaanitu,yaituyangmenyangkutpeople,jobs,

(34)

3.3.1 Business Proess.

Butirpunakdarisistemdiamonialahbusinessproess,yangmenentukanbutirkeduayaitujobsandstrutures.

Cara sesuatu pekerjaan dilakukan akan menentukan bagaimana orang yang akan melakukan pekerjaan itu

dikelompokkandan diorganisir. Proses yang terpenarmembutuhkan organisasiperusahaantradisional yaitu

spesialisasi seara sempit dengan organisasi berdasarkan fungsi. Proses yang terintegrasi memerlukan jenis

pekerjaanyangmultidimensionaldan palingookdiorganisirdenganproessteams.

3.3.2 Jobs and Strutures.

Demikian pula, orang yang perlu melaksanakan tugas multidimensional dan diorganisir dalam tim ini perlu

direkrut,dinilaidandibayardenganarayangtepat. Dengankatalain,tugasdan struktursangatditentukan

olehdesainproses,yangpadagilirannyamenentukanpulasistemmanajemendansistempemberiankompensasi.

3.3.3 Management and Measurement System.

Bagaimanaorangdiberikompensasi,bagaimanamerekadiukurhasilkinerjanyaadalahpenentuutamamengenai

nilai dankeperayaan merekapadaperusahaan. Maknadari nilaidan keperayaandisini ialahseberapajauh

kepeduliandankomitmenmerekapadapekerjaandanperusahaandimanamerekabekerja.

3.3.4 Value and Beliefs.

Padaakhirnyakomitmen dankepedulianparakaryawanakanmenunjangdanmenentukanprosesperusahaan.

Misalnyamerekaakanmaudanrelabekerjadenganepatdanakuratapabilamerekaperayabahwakeepatan

dankeakuratanmerupakanhalyangpentingdalamprosesyang merekalakukan.

3.4 Bagaimana Membuat Program BPR yang Sukses

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangatpenting, karena semua orang yang menoba menerapkan

BPRmenginginkanagarusahanyamenapaihasil. Dibawahinidiberikanbeberapaprinsipbagaimanamembuat

program BPRitu menapai sukses. Tentu sajaprinsip-prinsip inibukan sesuatu yang mutlak, tetapi hal-hal

yangsungguh-sungguhperludiperhatikan,berdasarkanpengalaman,sebelummelakukanBPR.

AdabeberapahalyangperludiperhatikanbagaimanamengusahakansuatuprogramBPRyangsukses,yaitu

:

1. Kepemimpinan.

Dalamhalinidiperlukansuatukepemimpinandankomitmenyangkuatbahkan. Banyakyangmengatakan

(35)

2. Permulaan.

Permulaanharus dimulaidengan melakukan analisismengenaiproses yang sekarangdilakukan. Dalam

proses ini akan ditemukan permasalahan yang ada, dibandingkan dengan proses yang dilakukan oleh

perusahaanlaindalamindustriyangsamaterutamaperusahaanunggulan.

3. Konsultan.

Karenaakandilakukan perubahanyang sangatbesar danmendasar,pengalamandan nasehatdarisatu

atau beberapa konsultan biasanya sangat berguna. Pengalaman menunjukkan bahwa konsultan perlu

bekerjabersamadenganpetugasperusahaanmelakukanlangkah-langkahpelaksanaanBPR.

4. Denisi.

YangperludilakukanadalahjugamembentuksatugruppengarahyangmenentukanparameterBPRyang

khususuntukperusahaanbersangkutan. DalamorganisasiyangkeilbiasanyaCEOlangsungikutdalam

timini,namundalamorganisasiyanglebihbesar,CEOukupmendukungsepenuhnyatimini. Parameter

iniharussedapatmungkinsearakuantitatifdandirumuskandalamsuatudirektori.

5. Institusi.

ProgramBPRharusdilakukanseararesmidandiketahuiolehsemuaorang. Timpengarahharus

mem-bentukbeberapagruppekerjayangterdiridarikelompokdarienamsampaidelapanorang. Padamereka

mulaiditanamkansuatubudayapenapaian(ahievementulture)dimanakinerjadiukurberdasarkan

su-atuparametertertentudanparameterinimakinlamamakintinggi. PendekkataBPRperludilembagakan

melalui kelompoktadi,melaluipenetapanparameterkinerjadanprosedurformal.

6. Teknologi.

Salah satu persyaratan pelaksanaan BPR ialah menilaian kembali mengenai teknologiyang digunakan.

BPRtidakakanberhasiltanpapenggunaanteknologiyangsesuai. Penggantianteknologibarubiasanya

memang memerlukan investasi dan biaya,tetapi seharusnyadalamjangkapanjang akanmenekanbiaya

dan meningkatkan layanan. Teknologitidak hanyayang digunakan dalam proses produksitetapi juga

biasanyapenggunaankomputerdanalattelekomunikasi.

7. InternalkeEksternal.

Biasanyaperubahanprosesdilakukanyangadadi dalamdahulubarukemudianprosesyangmenyangkut

keluar. Prosesdidalamtermasukperubahannilai,sikap,budaya. Prosesinternaldapatdilakukandengan

berbagaiaratermasukseminardansebagainya. Barusesudahkesadaraninterniniterbentuk,perubahan

sikapdanbudayaditularkankeluarsepertikemitrakerjadanpara pelanggan.

8. Pelatihan.

Perubahantidakhanyadimulaidenganmerubahsikapdannilaitetapiperlujugapelatihanyangmemadai.

Untuk ituanggaranpelatihan perlu ditingkatkanmungkin menapai50%. Yangperludiutamakanialah

merekayang duduk palingdepandalamproses produksi. Merekaperlu memahami teknologidan proses

baru,perluketrampilanantarpersonal.

9. Motivasi.

BPRjugatergantungdarimotivasiparastafdanpekerja. Salahsatuaramotivasiyanggampangditerima

ialahprogrampemberianimbalanyangsesuai.Sisteminsentifjugadapatdikembangkannamunbiasanya

iniperlupengelolaanyangukup sulitkarenamemangharuskonsistendanadil.

10. Reaksi.

Perludiantisipasibahwasebagianstafdanmanajerakanmenentangatau bereaksinegatifterhadap

per-ubahanini. Bahkantidakjarangmerekakeluardariorganisasi.Beberapaperusahaanmengalamisampai

40%darikaryawannyameninggalkankarenatidaksetujuBPR,termasukjugaparamanajersenior. Yang

jelas memang harus ada ketegasan, apakah setuju dan mendukung BPR sepenuhnya, atau kalautidak

lebihbaikkeluardariperusahaan.

11. Risiko.

Risiko terhadap pelaksanaan perlu diperhitungkan dan diantisipasi tetapi jangan menyebabkan gentar

atau malahmundur. Risikoinitermasuk kehilangan keuntungan,para pekerjakeluar,sikapskeptisdan

menentangdarikaryawandansebagainya. SekalidiputuskanmelakukanBPR,risikodiatasharusdihadapi

danditanggung.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam skala ini tidak ada jawaban yang salah, semua jawaban yang Anda pilih adalah benar, asalkan Anda menjawabnya dengan jujur. • Semua nomor

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sambiloto terhadap perlemakan hati tikus Sprague Dawley yang diberikan perlakuan

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian tersebut dengan tujuan yaitu: (1) untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran Bahasa

Optimasi gambar akan dilakukan dengan menerapkan teknik-teknik yang menjadikan sebuah gambar search engine friendly, diantaranya penggunaan tipe file, dimensi gambar,

Sejalan dengan yang teori dramaturgi yang digagas oleh Goffman, personal branding merupakan bagian dari apa yang pengguna instagram tampilkan pada wilayah

Beberapa parameter populasi dalam dinamika populasi sangat penting untuk diketahui pada perikanan yang sedang dieksploitasi di suatu perairan.Tujuan dari penelitian ini adalah

Pengendalian internal yang kuat akan memperkecil lingkup pengujian substantif yang dilakukan auditor, dan bukti audit yang diperlukan akan semakin sedikit sehubungan dengan

pasti harta (menurut Zeithaml:1988).nilai pengorbanan mengacu pada kenaikan biaya dalam jangka pendek maupun panjang.Pengorbanan yang dirasakan, adalah nilai yang didapat