• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I - MAKALAH strategi pembelajaran akuntansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I - MAKALAH strategi pembelajaran akuntansi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STRATEGI PEMBELAJARAN AKUNTANSI

Disusun Oleh :

Agung Pambudi

A210130018

Dwi Handayani

A210130022

Vika Oktaviani

A210130026

Dosen Pembimbing :

Drs. Djumali., M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek yang penting dalam hidup. Pendidikan diantaranya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan serta membangun karakter masing-masing anak. Pembentukan karakter seorang anak itu sebenarnya telah dimulai sejak dia diperkenalkan ke dalam suatu keluarga. Maka dari itu anak-anak wajib mengenyam pendidikan sejak dini.

Dalam rangka menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sekarang ini, pembangunan di bidang pendidikan merupakan sarana yang sangat penting untuk peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Salah satu permasalahan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu proses pembelajaran seperti metode mengajar guru yang tidak tepat, kurikulum, manajemen sekolah yang tidak efektif dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar yaitu pemilihan metode pembelajaran. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan metode mengajar guru yang kurang tepat dan penampilan guru yang kurang simpatik. Realita lapangan menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, Baik dalam mata pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya.

(3)

2. Rumusan Masalah / Permasalahan a) Apa pengertian dari motivasi ? b) Jelaskan fungsi dan tujuan motivasi ?

c) Bagaimana strategi yang dilakukan untuk menumbuhkan motivasi belajar ?

3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : a) Untuk mengetahui pengertian motivasi

b) Untuk mengetahui apa saja fungsi dan tujuan motivasi

c) Menjelaskan strategi untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa

4. Manfaat Penulisan

Berdasarkan tujuan penulisan adapun manfaat penulisan,maka manfaatnya sebagai berikut:

a) Memberikan pengertian tentang motivasi

b) Memberikan penjelasan fungsi – fungsi motivasi c) Mengetahui tujuan dari motivasi

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebihbaik untuk dirinya sendiri.

Pengertian motivasi menurut para ahli :

a) Definisi Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik, 1992:173).

b) Dalam Sardiman (2006:73) motivasi adalah perubahan energi dalam diri

seseorangyang ditandai dengan munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

c) Menurut Mulyasa (2003:112) motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.

d) Dimyati dan Mudjiono (2002:80) mengutip pendapat Koeswara mengatakan bahwa siswa belajar karena didorong kekuatan mental, kekuatan mental itu berupa keinginan dan perhatian, kemauan, cita-cita di dalam diri seorang terkadang adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar.

e) Martinis (2007: 219) juga berpendapat bahwa motivasi belajar merupakan daya penggerak psikis dari dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan belajar dan menambah ketrampilan, pengalaman.

f) Agus Suprijono (2009: 163) menjelaskan motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah dan bertahan lama.

g) Hamzah (2008: 3) menjelaskan istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam iri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Motif tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan dorongan atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu.

Berdasarkan pengertian mengenai motivasi di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu, dan juga sebagai pemberi arah dalam tingkah lakunya, salah satunya dorongan seseorang untuk belajar.

(5)

1. Kebutuhan 2. Dorongan 3. Tujuan

Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan. Sebagai ilustrasi, siswa merasa bahwa hasil belajarnya rendah, padahal ia memiliki buku pelajaran lengkap. Ia merasa memiliki cukup waktu, tetapi ia kurang baik mengatur waktu belajar.

Waktu belajar yang digunakannya tidak memadai untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Ia membutuhkan hasil belajar yang baik. Oleh karena itu siswa mengubah cara-cara belajarnya. Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Jenis motivasi ada dua yaitu :

(1) Motivasi intrinsik

Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut “ motivasi murni” atau motivasi yang sebenarnya, yang timbul dari dalam diri siswa, misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, mengembangkan sikap untuk berhasil, dan sebagainya.

(2) Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagi akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ada ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik di perlukan disekolah sebab pembelajaran disekolah tidak semua menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan siswa kalau keadaan seperti ini, dan guru harus berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.

B. Fungsi dan Tujuan Motivasi

o Fungsi motivasi

Motivasi memiliki fungsi bagi seseorang, karena motivasi dapat menjadikan seseorang mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Motivasi juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Guru bertanggung jawab melaksanakan sistem pembelajaran agar berhasil dengan baik. Keberhasilan ini bergantung pada upaya guru membangkitkan motivasi belajar siswa. Secara garis besar Oemar Hamalik (1992) menjelaskan, ada tiga fungsi motivasi yaitu:

1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2. Menentukan arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang hendak di capai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.

(6)

Berdasarkan fungsi motivasi diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi adalah memberikan arah dalam meraih apa yang diinginkan, menentukan sikap atau tingkah laku yang akan dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan juga sebagai mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas. Di samping itu, ada juga fungsi-fungsi lain. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

o Tujuan motivasi

Tujuan dari motivasi ialah sarana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Bagi seorang guru , tujuan dari motivasi adalah dapat menggerakan atau memacu para siswa agar dapat timbul keinginan dan kemauan untuk meningkatkan prestasi belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah.

C. Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar

Strategi adalah suatu rangkaian tindakan untuk mencapai sasaran yang diharapkan. Untuk menuju ke pola pembelajaran yang dapat memotivasi siswa, perlu adanya perubahan sasaran yang harus dikembangakan.

Banyak cara yang dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi, karena Motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan sikap. untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, orang tua, dan guru perlu mengetahui penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dan factor-faktor yang mempengaruhinya.

Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Metode mengajar guru. Metode dan cara-cara mengajar guru yang monoton dan tidak menyenangkan akan mempengaruhi motivasi belajar siswa

2) Tujuan kurikulum dan pengajaran yang tidak jelas

3) Tidak adanya relevansi kurikulum dengan kebutuhan dan minat siswa 4) Latar belakang ekonomi dan social budaya siswa

5) Sebagian besar siswa yang berekonomi lemah tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Contohnya siswa yang berasal dari pesisir pantai misalnya lebih memilih langsung bekerja melaut dari pada bersekolah,

6) Kemajuan teknologi dan informasi. Siswa hanya memanfaatkan produk teknologi dan informasi untuk memuaskan kebutuhan kesenangan saja.

7) Merasa kurang mampu terhadap mata pelajaran tertentu, seperti matematika, dan bahasa inggris

(7)

Sardiman (2007: 92-95) menjelaskan ada beberapa contoh dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberapa bentuk dan cara motivasi tersebut meliputi :

Memberi angka biasanya akan lebih membuat peserta didik menjadi semangat belajar, karena angka merupakan simbol dari perolehan nilainya. Pemberian hadiah akan membuat peserta didik berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah tersebut, sehingga hadiah dapat menjadi motivasi bagi peserta didik. Saingan ataupun kompetisi akan menjadikan peserta didik berlomba-lomba untuk menjadi yangterbaik. Ego-involvement merupakan salah satu bentuk motivasi yang sangat penting, karena menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan. Cara lain untuk menumbuhkan motivasi yaitu dengan cara memberi ulangan, karena dapat memotivasi siswa untuk belajar. Hasil yang baik, apabila diketahui oleh siswa, maka itu dapat lebih mendorong siswa untuk lebih giat belajar lagi. Pujian merupakan motivasi yang baik, diberikan kepada siswa oleh guru ketika siswa tersebut melakukan hal positif. Hukuman dapat menjadi motivasi bagi siswa, apabila penyampaiaannya diberikan secara bijak serta tepat, agar siswa dapat memahami apa maksud siswa itu diberi hukuman. Minat peserta didik terhadap proses belajar dapat ditunjukkan dengan cara partisipasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran.

Dari berbagai upaya meningkatkan motivasi diatas bahwa motivasi dapat di tingkatkan melalui beberapa upaya antara lain memberikan penghargaan, memberikan hadiah dan juga adanya persaingan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun cara lain untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu diantaranya :

1. Hal-Hal yang Dilakukan Oleh Guru

Sebagai komponen yang secara langsung berhubungan dengan permasalah rendahnya motivasi belajar siswa, maka guru harus mengetahui beberapa hal yang bisa dilakukannya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, diantaranya adalah :

 Memilih cara dan metode mengajar yang tepat termasuk memperhatikan penampilannya

 Menginformasilkan dengan jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

 Menghubungkan kegiatan belajar dengan minat siswa

 Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran misalnya melalui kerja kelompok

(8)

 Melakukan improvisasi-improvisasi yang bertujuan untuk menciptakan rasa senang anak terhadap belajar. Misalnya kegiatan belajar diseling dengan bernyanyi bersama atau sekedar bertepuk tangan yang meriah

 Menanamkan nilai atau pandangan hidup yang positif tentang belajar misalnya dalam agama islam belajar dipandang sebagi sebuah kegiatan jihad yang akan mendapatkan nilai amal disisi Allah.

 Menceritakan keberhasilan para tokoh-tokoh dunia yang dimulai dengan mimpi-mimpi mereka dan ceritakan juga cara-cara mereka meraih mimpi-mimpi-mimpi-mimpi itu. Ajak siswa untuk bermimpi meraih sukses dalam bidang apa saja seperti mimpinya para tokoh dunia tersebut.

 Memberikan respon positif kepada siswa ketika mereka berhasil melakukan sebuah tahapan kegiatan belajar. Respon positif ini bisa berupa pujian, hadiah, atau pernyataan-pernyataan positif laiinya.

2. Hal-Hal Yang Dilakukan oleh Orang Tua

 Mengontrol perkembangan belajar anak. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mengontrol kegiatan anak.

 Mengungkap harapan-harapan yang realistis terhadap anak

 Menanamkan pemahaman agama yang baik khususnya yang terkait dengan motivasi

 Melatih anak untuk memecahkan masalahnya sendiri, orang tua melakukan pembimbingan seperlunya

 Tanyakanlah keinginan dan cita-cita mereka. Berikan dukungan terhadap keingginan dan cita-cita mereka. Arahkan mereka untuk meraih cita-cita itu dengan benar.

 Menggunakan hasil evaluasi yang diberikan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar selanjutnya.

3. Hal-Hal Yang Dikerjakan oleh Ortu dan Guru Secara Bersama

Ketika permasalahan rendahnya motivasi sudah menjadi permasalahan yang serius yang tidak bisa diantispasi oleh guru sendiri atau oleh orang tua sendiri, maka kerja sama antara guru dan orang tua harus segera dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di ataranya :

1. Mengidentifikasi masalah yang terjadi pada siswa, cari factor penyebab yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa, identifikasi masalahnya.

2. Mencari solusi-solusi untuk memecahkan masalah yang terjadi pada anak. Cari masalah yang bisa diatasi oleh guru, atau masalah yang bisa diatasi oleh orang tua 3. Memberikan perlakuan yang tepat terhadap anak, mereka sedang mengalami

permasalahan, maka orang tua dan guru harus mempunyai komitemen yang tinggi untuk tidak menambah beban mereka dengan menyalahkan, mencemooh anak-anak.

(9)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Fungsi dari motivasi ialah memiliki fungsi bagi seseorang, karena motivasi dapat menjadikan seseorang mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Motivasi juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Selain itu, tujuan dari sebuah motivasi adalah Tujuan dari motivasi ialah sarana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Bagi seorang guru , tujuan dari motivasi adalah dapat menggerakan atau memacu para siswa agar dapat timbul keinginan dan kemauan untuk meningkatkan prestasi belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah.Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa baik faktor yang ada dalam diri siswa seperti minat, kemauan maupun faktor yang ada di luar siswa seperti guru, orang tua, lingkungan sosial budaya dan ekonomi. Oleh sebab itu diperlukan strategi untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. Yaitu dengan cara memberi angka, hadiah, saingan atau kompetisi,

egoinvolvement, memberi ulangan, mengetahui hasil, pujian, hukuman,hasrat untuk belajar,

minat, Tujuan yang diakui. Untuk menumbuhkan motivasi seorang siswa tidaklah mudah. Disinilah peran guru serta orang tua sangatlah penting untuk memotivasi siswa. Perlu ada kerjasama antara guru dan orang tua, seperti memberikan informasi timbal balik tentang siswa.

B. Saran

Strategi untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, tidak hanya membutuhkan peran orang tua dan guru saja yang penting. Tetapi yang paling utama adalah peran dari diri

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Sardiman A.M., Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011)

Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka cipta, 2006)

Sardiman A.M., Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 73

Referensi

Dokumen terkait

 Apakah ada perbedaan yang signifikan antara koordinat hasil pengukuran GPS CORS - RTK NTRIP dengan pengukuran terestris menggunakan Total Station untuk pekerjaan pengukuran

Hasil penelitian yang telah dianalisa dengan melihat hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dihitung dengan menggunakan uji Independent Two Sample T-Test

1) Di pandang dari alasan politik Negara Republik Indonesia yang merdeka wajar mempunyai KUHP sendiri dengan mempunyai KUHP ciptaan sendiri menjadi suatu simbol kebanggaan dari

menganggap bahwa anak­anak mereka yang tidak mau berbicara dalam lingkungan tertentu seperti di sekolah atau di lingkungan bermain tertentu adalah hanya karena merasa malu,

dan terdapat 23 subjek (37,7%) yang memiliki kecerdasan seksual yang tergolong baik serta juga memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang tergolong sangat

Pemilihan rumah sakit terutama didasarkan pada ; ketersediaan kasus sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai; ketersediaan pembimbing klinik yang sesuai dengan standar

Persyaratan untuk diterima melalui jalur Selnas Bakat Minat berbasis portofolio, jalur Selnas PMB PTKKN berbasis ujian tulis, maupun jalur seleksi nasional berdasarkan

Pada database table member_tbl digunakan untuk menyimpan data- data guest yang telah melakukan registrasi, dimana data ini sangat berguna untuk melakukan kontak dua