Wawan Sobari
(FISIP Universitas Brawijaya)
S C A L I N G U P
( P E N I
N G K ATA N / P E R LUA S A
N ) : S T R AT E G I M E M P E
RC E PAT T R A N S F E R / R E
P L I K A S I I N OVA S I P E L
AYA N A N P U B L I K
Disampaikan dalam Rapat Teknis
Pelaksanaan Replikasi Inovasi
DISCLAI
MER
Bahan Presentasi tentang UPT PK SRAGEN Dikutip dari Presentasi Bupati Sragen
UPTPK
UNIT PELAYANAN TERPADU
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kantor Untuk Orang Miskin
AH
B DI DI K
K
Sebelu
m
- Warga miskin harus melalui banyak Unit
Kerja, dengan ketidaktahuan prosedur dan
keterbatasan informasi.
Setiap Unit Kerja mempunyai data yang
berbeda dan kriteria yg berbeda tentang
kemiskinan.
Tidak Efisien, boros waktu, uang, dan tenaga.
BEASISWA MAHASIS
MAGANG JEPANG
DENGAN KRITERIA
DAN SYARAT SERTA DATA
KEMISKINAN YANG BERBEDA PADA
MASING-MASING PROGRAM / SKPD BERA
S ANAKNYA ANAKNYAMAU KULIAH
MAU SEKOL
N
Melaksanakan amanat
Pasal 34 ayat (1)
UU D 1945 “Fakir Miskin
dan
anak-anak
terlantar
SINGLE DATA
BASE
KEMISKINA N
ONE STOP
SERVICE
SATU KRITERIA, SINGLE DATABASE, PLUS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN DUKUNGAN JARINGAN
INTERNET KE SEMUA SKPD, KECAMATAN DAN DESA/ KELURAHAN
KESEHATA SEKSI SEKSI SOSIAL EKONOMI
KETERPADUA
N
UPTPK
1. KETERPADUAN DATA
Database Tunggal
2. KETERPADUAN PELAYANAN
Meliputi program-program
pelayanankemiskinan berbasis Kesehatan, Pendidikan,
Sosial Ekonomi, dan Data Pelaporan serta
Pengaduan Masyarakat
KETERPADUAN SUMBER DAYA
MANUSIA
Staf UPTPK direkrut dari Unit-unit Teknis
KETERPADUAN SYSTEM
INFORMATION
MANAGEMENT
Manajemen Database Tunggal didukung dengan Aplikasi berbasis
web yang dapat diakses oleh semua Unit Kerja di Kab. Sragen yang
menangani penanggulangan kemiskinan.
3.
4.
5. KETERPADUAN ANGGARAN
Anggaran pelayanan berasal dari semua Unit Kerja
SINGLE
DATABASE
Form Survey diadopsi dari 14 kriteria
kemiskinan BPS
MENJADI RUJUKAN TUNGGAL
SEMUA UNIT KERJA DALAM PENENTUAN SASARAN PROGRAM KEMISKINAN TERSUSUN ATAS DATA
TNP2K
(2011), PPLS BPS (2011) AND
SURVEY
SUB BA
USAH A
KEPAL A
USAH A
G TATA
KASIE Data dan
Pengaduan
KASIE
kesehatan KASIE Pendidikan
KASIE Sosial dan
Ekonomi
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI
Pegawai UPTPK diambil dari DPMP BAPPEDA DAN LITBANG, DINAS
KETERPADUAN SUMBER DAYA MANUSIA
TSP,
KESEHATAN, DINAS PENDIDIKAN, BAGIAN KESRA, DINAS PERINDAG,
KETERPADUAN DATA / SISTIM INFORMASI MANAJEMEN
KETERPADUAN DATA / SISTIM INFORMASI
OPD MATRA
VILLAG
DISTRICSTRAGEN
MATRA CFCD ANGGARAN
KETERPADUAN ANGGARAN
Mitra Kesejahteraan Rakyat
(menerima donasi sukarela dari
PNS Sragen fokus untuk bedah
Rumah Tidak Layak Huni)
Corporates Forum for Community
Development (Forum Pengusaha
untuk penyaluran CSR BUMN
HASIL YANG
DICAPAI
(SEBELUM DAN
SESUDAH
UPTPK/ISUPR)
A. Jaminan Kesehatan Daerah
JAMKES
Sebelum keberadaan UPTPK, Before the existence of UPTPK/ ISUPR, banyak
warga miskin yang tidak terkover dalam Jamkesda . Setelah UPTPK, lebih
banyak warga miskin yang mendapatkan Jamkesda karena data riil yang sudah
didapatkan.
1637 24
5906
b.
Beasiswa
Mahasiswa Miskin di PTN Pulau Jawa
BEASISWA MAHASISWA MISKIN
Sebelum UPTPK, hanya ada beberapa warga miskin yang mendapatkan
beasiswa dari Pemkab Sragen, lainnya adalah warga mampu dan anak
pejabat. Setelah UPTPK, sejak tahun 2012 sd 2016 terdapat 174 mahasiwa
miskin yg mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke level lebih tinggi
(Universitas / Sekolah Tinggi Negeri). Ini disebabkan informasi yang terakses
mudah dan tanpa diskriminasi.
146
67
c. RUSELAWATI (Rumah Sehat Layak dan Aman Sukowati) / Rehab
RTLH
RUSELAW ATI
7000 0
62109 59879
6000
Sebelum UPTPK, terdapat 62.109 RTLH . Karena keterbatasan data dan keberpihakan,
kegiatan rehab RTLH tidak signifikan hasilnya. Setelah UPTPK, data kemiskinan dan
penghuni RTLH terlihat jelas. Oleh karena itu, pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan
2016 terdapat 10.366 RTLH yang diperbaiki oleh Pemkab Sragen. Anggaran tidak hanya
dari APBD, tapi juga APBN, APBD Prop, MATRA, dan CFCD.
57229
d. Sang Duta (Santunan Uang Duka Cita)
SANG
Sebelum UPTPK, saat seorang warga miskin meninggal dunia, ahli warisnya tidak
mendapatkan bantuan apapun untuk upacara pemakaman, padahal masih banyak
rangkaian ritual yang harus dilakukan yang berbiaya tinggi.
Setelah UPTPK, warga
miskin mendapat Sang Duta. Program ini sangat bermakna bagi warga miskin.
2857
1600
1299
PENURUN
sarkan data SUSENAS BPS tahun 2011 mencapai 17.95%. Setelah keberadaan UPTPK
tahun turun menjadi 16.72% , tahun 2013 turun menjadi 15.93% , tahun 2014 turun menjadi 14.87%,2015 turun menjadi
14.86% * Berbagai
faktor
Angka Kemiskinan Kab. Sragen
Dan pencapaian puncaknya adalah...
Elemen-elemen dasar dan
signifikan
dari UPTPK diakomodasi
oleh
Kemensos, Kemenpan RB
dan
BAPPENAS ke dalam RPJMN
2015
2019 dalam bentuk SLRT
(Sistem
Layanan Rujukan Terpadu)
–
PADA TAHUN 2016 BAPPENAS DAN
KEMENSOS MENGIMPLEMENTASIKAN
SLRT DI
SCALING UP
UPT PK
SRAGEN
“PADA TAHUN 2016 BAPPENAS DAN KEMENSOS
POLI
CY
POLICY TRANSFER:
DEFINISI
REPLIK
ASI
Policy transfer, emulation and lesson drawing
all refer to a process in which knowledge
about policies, administrative arrangements,
institutions etc. in one time and/or place is
used in the development of policies,
administrative arrangements and institutions
in another time and/or place
(transfer
kebijakan, emulasi dan lesson-drawing
mengacu pada proses di mana, pengetahuan tentang kebijakan, pengaturan administratif, institusi, dll. dalam
satu waktu dan / atau tempat digunakan
dalam pengembangan kebijakan, administrasi pengaturan dan
institusi di lain
waktu dan / atau tempat) (Dolowitz dan
Marsh, 1996: 344)
TRANSFERABILITY:
PRASYARAT
REPLIK
ASI
(MK
3)
1. relative advantage
(keuntungan/manfaat relatif)
Compatibility (Tingkat
Kecocokan)complexity (Tingkat
Kompleksitas/kerumitan)past policy (kerangka
regulasi)
2.
3.
TRANSFER
SEBAGAI
KONSTR
UKSI
SOSI
AL
“Antara
Motif
PERKEMBANGAN
TERBARU...
Policy transfer in the modern sense is
therefore something different. It assumes the
absence of overt coercion. Theoretically, if
states are distinct and sovereign, we would
not expect –as an initial condition– transfer,
emulation and certainly not coercive
imposition”. (Transfer kebijakan dalam
pengertian modern karenanya berbeda,
mengasumsikan tidak adanya pemaksaan
yang jelas. Secara teoritis, jika negara khas
dan berdaulat, kita tidak akan mengharapkan - sebagai kondisi awal
-transfer, persaingan dan tentu saja tidak
memaksakan pemaksaan) (Magdaléna
Hadjiisky, Leslie A. Pal and Christopher
SCALI
NG
U
P
PENGERTIAN
SCALING UP
The effort to magnify the impact of service innovations successfully
tested in
pilot or experimental projects, so as to benefit more people and to foster
policy
and programme development on a lasting basis (Upaya untuk
memperbesar dampak inovasi layanan
yang berhasil diuji dalam proyek percontohan atau percobaan, sehingga
dapat memberikan manfaat bagi lebih
banyak orang dan untuk
mendorong pengembangan kebijakan dan
program secara langgeng)
ELEMEN
SCALING
U
P
1. The innovation designates
being scaled up
what is
2. the resource organization or team refers to the individuals and
organizations that have been involved in
the development and testing of the innovations and/or seek to facilitate their
wider use (organisasi atau tim inovator
mengacu pada individu dan organisasi
yang telah terlibat dalam
pengembangan dan pengujian inovasi
dan / atau berusaha untuk
memfasilitasi
penggunaannya yang lebih luas.)
3. The user organization refers to the
institutions or organizations
within which
the innovations are expected to be widely adopted and implemented.
(Organisasi pengguna adalahpada lembaga atau organisasi di mana inovasi diharapkan diadopsi
secara
luas dan diimplementasikan)
Sumber:
4. The scaling-up strategy designates
the means by which the innovation is
communicated, transferred or otherwise
promoted (Strategi bagaimana inovasi
dikomunikasik an,
dipromosikan.)
ditransf er
ata u
5. The environment of scaling up
includes both the people and communities : innovation as well as
Lingkungan mencakup orang-orang dan
masyarakat: inovasi serta berbagai
aktor, sektor, dan pengaruh yang
membentuk proses mendorong intervensi yang sukses dalam scaling
up.
Ini termasuk pengaturan kebijakan, sistem politik, budaya birokrasi, sektor kesehatan, konteks sosio-ekonomi dan budaya dan pengaruh tren global.
th e multiple actors,
sectors
that shape the process
successful interventions
and
influences of bringing to scale.
These include the policy setting, the
political system, bureaucratic culture,
health sector, the socioeconomic and
cultural contexts and the influence of global trends.
KEBERHASI
LAN
SCALI
NG
INOVASI YANG AKAN DI-SCALE
UP, SEBAIKNYA...
▪berdasarkan bukti nyata atau didukung oleh orang atau lembaga yang dihormati
agar dapat dipercaya;
▪dapat diamati untuk memastikan bahwa pengguna potensial dapat melihat hasilnya;
▪relevan untuk mengatasi masalah yang dirasakan terus menerus atau tajam;
▪memiliki keuntungan relatif dibandingkan dengan praktik yang ada;
▪mudah ditiru dan dimengerti;
▪kompatibel dengan nilai, norma, dan fasilitas yang ditetapkan pengguna potensial;
SYARAT TIM
SCALING UP
pemimpin yang efektif dan
termotivasi yang kredibilitas dengan organisasi pengguna;
visi pemersatu;
memiliki otoritas dan memiliki
apresiasi terhadap kapasitas dan keterbatasan organisasi pengguna;
pemahaman tentang lingkungan politik, sosial dan budaya di mana terjadi;
kemampuan untuk menghasilkan sumber daya keuangan dan teknis;
keterampilan teknis yang relevan;
kapasitas pelatihan;
keterampilan manajemen.
KARAKTER LEMBAGA
PENGGUNA
▪anggota organisasi pengguna merasakan kebutuhan akan inovasi;
▪organisasi pengguna memiliki kapasitas implementasi yang sesuai;
▪waktu dan keadaannya benar;
▪organisasi pengguna memiliki kepemimpinan yang efektif dan advokasi internal;
STRATEGI SCALING UP
YANG BERHASIL
ITU
..
▪pesan yang jelas tentang keuntungan dari inovasi dibuat terlihat;
▪kontak pribadi dan komunikasi informal;
▪Keterlibatan awal anggota organisasi pengguna;
▪adaptasi inovasi ke konteks lokal;
▪pendekatan partisipatif;
▪bantuan teknis dan pendekatan yang mendukung;
▪waktu yang cukup untuk menerapkan pendekatan baru;
▪saluran difusi yang kuat;
▪dukungan pelatihan untuk memastikan transfer keterampilan;
▪penggunaan sistematis bukti tentang proses dan hasil dari peningkatan skala;
STRATEGI 1: PILIH
TIPE SCALING
U
P
YAN
G
TEP
AT
Spontaneous
Guided: Expansion
Diversification Policy, political, legal initiatives (Kebijakan
Diversifika si
hukum)
Ekspans i,
politik ,
inisiati f
STRATE
GI 2:
TENTU
KAN
CA
RA
DISEMIN
ASI
Personal:
Training, technical assistance, policy dialogues,
advocacy
Impersonal:
Web sites, publications,
policy briefings
Sumber:
STRATEGI 3:
PILIHAN
ORGANISASI
ONAL
Aditif atau multiplikatif
Terpusat atau terdesentralisasi
Adaptif atau tetap
Bertahap atau cepat
Partisipatif atau terdorong oleh
/ ahli Additive or multiplicative
Centralized or decentralized
Adaptive or fixed Gradual or rapid
Participatory or donor/ expert
drive n
STRAT
EGI
4
:
PERHITUNGAN BIAYA/
SUMBERDAYA
▪Menilai biaya
▪Skala ekonomi
▪Memobilisasi dana
Sumber:
STRATEGI 5:
MENENTUKAN
DAN EVALUASI
TEKN
IK
MONITO
RING
Statistik layanan, survei
Studi khusus
Penilaian lokal
Analisa lingkunga n
Sumber:
FAKTOR
1. LINGKUNGAN KEBIJAKAN
DAN POLITIK
Memetakan setting kebijakan
2.
LINGKUNG
AN
BIROKR
ASI
Buday a
Birokras i
Sumber:
3. KARAKTERISTIK
PELAYANAN PUBLIK
Membedakan atau spesifikasi pelayanan publik, misal, bidang kesehatan,
4. MEMPERHITUNGKAN
KONTEKS SOSIO
-EKONOMI DANKONTEKS BUDAYA
Konteks membentuk kebutuhan serta permintaan untuk inovasi layanan, dan menyarankan cara yang tepat untuk mengatur
pemberian layanan.
Kekuatan sosial membentuk permintaan dan pasokan layanan
MENGU
KUR
KEMUNGKI
NAN
SCALI
NG
3LEN
SA
+
Sesuai keinginan
pengguna
Bisa
diimplementsikan
Bisa
dibiayai
BAGAI
MANA
UP?
KERAN
GKA
KEBIJAK
AN
SCALI
NG
Eleme n
Antisipasi kegagalan (success), strategi, lingkungan
Kebijak
an
scaling
up
BAGAIMANA
KERANGKA
SCALING UP?
PENGAMBILAN KEBIJAKAN
(DECISION -MAKING
FRAMEW ORK)
Sumber:
antikorupsi.org
Pemangku Kepentingan Kontribusi
1. Biro Organisasi
2. Dinas
3. Kementerian/Lembaga