MENILIK AGAMA KHONGHUCU DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Perbandingan Agama Dosen Pengampu : H. Noor Said, M.A, M.Ag
Disusun Oleh :
Moh. Abdul Hafid ( 1310110165 )
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH/PAI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Agama konfusius atau khong hu cu atau konfusianisme adalah agama yang tertua di cina, tetapi bukan merupakan satu-satunya agama disana. Sebagai sering dinyatakan dalam suatu pepatah cina, yang menyatakan bahwa cina mempunyai tiga agama tetapi yang tiga itupun sebenarnya hanya satu. Tiga agama yang dimaksud adalah Konfusianisme, Taoisme dan Buddhisme. Pepatah tersebut berarti bahwa di Cina ketiga agama tersebut telah saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain, sehingga sulit dan sukar membicarakan salah satunya tanpa mengaitkannya dengan yang lain. Sekalipun demikian, tulisan berikut hanya akan menguraikan secara singkat tentang agama konfusius saja, terutama karena agama tersebut telah meninggalkan kesan yang sangat mendalam kehidupan dan kebudayaan bangsa cina, disamping merupaka salah satu agama yang diakui keberadaannya di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah dari agama konghucu itu sendiri? Berikut ini penulis akan membahasnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar beakang diatas maka muncul rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sekilas sejarah pendiri agama Khonghucu? 2. Bagaimana asal usul sejarah agama Khonghucu C. Tujuan
Tujuan dari pembahasan penelitian agama Khonghucu ini adalah sebagai berikut :
D. Kerangka Teori
1. Sekilas pendiri agama khonghucu
Agama khonghucu merupakan agama yang berasal dari tiongkok. WNA keturunan tionghua ( china ) cukup banyak di Indonesia dan sebagian besar mereka menganut agama khonghucu. Sebagai bekal untuk mengenal agama khonghucu, maka berikut ini akan dipaparkan masalah yang berhubungan dengan siapa pendiri agama khonghucu. Agama kungfutzu, atau biasa disebut di Indonesia dengan agama khonghucu, penamaan nama agama tersebut dinisbahkan kepada yaitu kung Fu Tze.
Kung Fu Tze ( khonghucu ) lahir di kota Tsou, di negeri Lu. Leluhurnya adalah K’ung Fangshu ( yang merupakan generasi ke-9 dari raja muda negeri Sung dan generasi ke-4 sebelum konghucu ). Ia lahir sekitar tahun 551 sebelum masehi. Sejak kecil khonghucu menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya, pada setiap ia bermain dengan teman-teman sebayanya ia selalu suka memimpin dan malah diceritakan pada usia lantaran ia ingin bekerja. Dan ketika berusia 19 tahun ia menikah dengsn seorang wanita dari keluarga kian-kwan dari negeri Song. Dari pernikahannya ia mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Li atau Pik-Gi. Ketika berusia 20 tahun ia bekerja pada kepala keluarga bangsawan besar Kwi-sun, ia diberi tugas sebagai kepala dinas pertanian, meskipun pekerjaan yang diberikan kurang sesuai dengan keahliannya, namun tetap ia tekuni. Ketika ia berusia 26 tahun ia sudah yatim-piatu. Ayahnya bernama Siok-Liang Hut dan ibunya bernama Tien-cai.
menjadi teladan bagi semua orang, ia jujur, hidup sederhana, suka memberikan nasehat pada orang lain, dan selalu berada dijalan suci, tapi juga berhasil menegakkan program pemerintah, sehingga dala waktu yang begitu singkat ia dapat menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Ia dapat membangun kesadaran moral yang tinggi, sehingga tidak ada lagi penipuan, korupsi, dan sebagainya. Dengan demikian wajarlah daerah Tiongto yang dipimpinnya menjadi daerah teladan. Atas keberhasilannya itu ia diangkat menjadi guberner di daerah tiongto pada tahun 500 SM.
Dari apa yang ia lakukan, khonghucu tidak hanya sebagai tokoh spiritual yang selalu mempunyai fikiran brilian, tapi juga sebagai negarawan yang dapat mewujudkan negeri yang adil dan makmur.
Dalam perjalanan selanjutnya ia pernah menjadi menteri dalam pemerintahan dan pernah pula menjadi wazir besar ketik ia berusia 56 tahun. Namun pada akhirnya ada kebijakan Raja , ia tidak setuju, akhirnya ia melepaskan jabatan dan mengembara dari negeri ke negeri lainnya untuk menyampaikan ajaran bersama murid-muridnya dan pada tahun 479 SM khonghucu wafat.
Dalam referensi yang lain, menurut cerita konfusius adalah nama latin dari K’ung Tzu atau kong hu Tzu atau k’ung. Ia dilahirkan di negara Lu, yang sekarang adalah propinsi Shantung. Pada tahun 551 SM dari sebuah keluarga yang sederhana, jujur, setia berbakti kepada thian. Konon kelahirannya diiringi oleh peristiwa ajaib dan pada tubuhnya juga tampak tanda-tanda yang luar biasa. Semua keberhasilannya adalah berkat usaha dan kerja kerasnya sendiri. Kariernya dimulai sebagai pengawas lumbung padi di daerah asalnya, dan akhhirnya diserahi tanggung jawab urusan pekerjaan umum.
menjadi kepala hakim di kota Chung-Tu dan segera pula diangkat menjadi menteri pekerjaan dan pengadilan. Jabatan-jabatan tersebut telah memberikan kesempatan kepadanya untuk praktek mengajar dan menyelenggarakan suatu system administrasi yang teratur. Ia berhasil membuat negara menjadi tentram dan kerusakan akhlak menjadi hilang. Keadilan yang diterapkannya secara tegas menyebabkan musush-musuh atau lawan-lawannya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjatuhkannya. Pata tahun 497 SM, konfusius terpaksa meningglkan negerinya dan pergi mengembara. Selama 14 tahun, bersama-sama dengan sekelompok kecil muridnya yang setia, ia pergi dari suatu tempat ke tempat lain. Ketika diizinkan kembali ke negerinya, ia sudah berusia 68 tahun. Sisa hidupnya dihabiskannya untuk mengajarkan pahamnya dan meneliti warisan-warisan lama. Ia menghasilkan sebuah karya yang disebut Ch’un-tz’in, sejarah musim semi dan musim gugur. Konfusius meninggal dunia pada tahun 470 SM.
Gambaran mengenai kepribadian konfusius dan cara hidupnya terdapat dalam laporan-laporan para muridnya yang dihimpun dalam Lun Yun ( Analektika kehidupan konfusius ) yang antara lain menyebutkan bahwa konfusius adalah orang yang mudah bergaul dan tampak gembira, halus, teliti, hormat, sopan dan sebagainya. 1
2. Asal Usul agama Konfusius
Cina adalah sebuah Negara yang mempunyai sejarah cukup panjang yang konon dimulai sekitar tahun 2700 SM. Pada waktu itu tradisi dan lembaga-lembaga di Cina sudah dibakukan, sudah membudaya dan tersusun secara rapi. Sekalipun demikian, tidak diketahui secara pasti bagaimana semua itu terjadi. Beberapa sumber kuno, seperti sje-tsing. Buku tentang pujian, dan shu Ching, buku tentang sejarah, memberi kesan bahwa bangsa cina purba adalah monoteis, yakni percaya kepada satu
Tuhan. Nama- nama yang mereka berikan kepada Tuhan itu adalah Shang-ti yang berarShang-ti Penguasa TerShang-tinggi dan Tien, yang berarShang-ti sorga.
Akan tetapi, bersama perjalanan waktu, agama di cina selanjutnya mengalami kemerosotan. Di samping tetap percaya terhadap Shang-ti, bangsa Cina kuno kemudian percaya pula terhadap roh halus dan roh-roh nenek moyang, yang semuanya mereka puja dalam upacara-upacara korban. Kira-kira pada abad VI SM, kehidupan agama dan moral masyarakat Cina sudah sedemikian merosot. Kebudayaan dan peradaban yang sebelumnya telah dibangun dengan susah payah oleh dinasti-dinasti sebelumnya, kini tinggal hanya merupakan bayangan saja. Dalam situasi seperti itulah lahir konfusius, atau koeng foe-tza, yang ajaran-ajarannya kemudian sangat berpengaruh besar dalam kehidupan bangsa cina. Selama hampir dua puluh lima abad konfusius dianggap sebagai guru pertama oleh orang-orang cina. Hal ini tidak berarti bahwa sebelum konfusius tidak ada guru di Cina, melainkan merupakan pangakuan dari bangsa cina bahwa konfusius berada pada tingkat paling atas dari semua guru tersebut.
Lebih lanjut Bleeker menulis, bahwa berkat pekerjaan konfusius dan para pengikutnya yang sejiwa, maka di permulaan tarikh masehi paham konfusianisme dijadikan etika dan kultur negara. Di susunlah buku-buku klasik cina dan yang terpenting diantranya adalah (1) Yut-sjing, buku-buku tentang perubahan-perubahan yang menurut intinya merupakan buku nujum. Buku ini berisi penjelasan tentang apa yang disebut dengan beksagram, yaitu pigura-pigura dari enam tanda, yang seluruhnya berjumlah 64. Unsure-unsur dasarnya adalah garis lurus dan garis patah. Tanda-tanda ini secara berturut-turut melambangkan Yang, unsur dunia yang bersifat terang, kering, panas, lelaki aktif, dan Yin, unsure dunia gelap, basah, dingin, wanita dan pasif. Inilah kedua tenaga yang mendorong jalan tao, susunan dunia; (2) Sjoe-tsieng, buku sejarah atau piagam yang berisi cerita turun-temurun mengenai raja Tsjou (3) Sje-tsing, buku nyanyian dan pujian (4) Tsjoen-tsjioe buku tentang musim, kronik negara Lu, negara asal konfusius dan (5) Li-tsji, buku tentang li yaitu peraturan-peraturan hidup dan ritus. Selain kelima buku tersebut masih terdapat pula naskah-naskah lain.
E. Metode penelitian 1. Pendekatan
Pendekatan Historis
Sejarah agama, secara ekstrem dapat dikatakan agama dan keberagamaan adalah produk sejarah. Al-qur’an sebagian besar berisi sejarah dan ilmu-ilmu keislaman. Peradaban islam berkembang sedemikian rupa dan ilimu-ilmu keislaman. Peradaban islam berkembang sedemikian rupa dalam konteks sejarah. Karena itu tepat apabila dikatakan bahwa sejarah bagaikan mata air yang tidak akan pernah kering untuk diambil manfaatnya. Sejarah islam merupakan bagian dari ilmu-ilmu keislaman yang amat penting diajarkan dilembaga-lembaga pendidikan islam.2
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode histori, penelitian terfokus pada penelitian agama dengan menggunakan penelitian sejarah, yaitu;
1. Penelitian sejarah tentang lahirnya agama konghucu.
2. Penelitian naskah, penelitian ini menekankan pada substansi naskah atau buku untuk dianalisis, baik analisis sekedar eksplorasi. Penelitian arsip,yaitu penelitian tentang sejarah,individu, kelompok, organisai, masyarakat, maupun bangsa dengan melihat arsip resmi.
2. Metode Penggalian Data a. Metode Interview
Metode ini sering disebut metode wawancara. Wawancara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatka informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para responden.3 Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga dapat digunakan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang mendalam.
b. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data berupa dokumen-dokumen atau barang-barang tertulis. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.4
F. Hasil penelitian ( data )
1. Sekilas sejarah kehidupan pendiri agama konghucu
3 Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta, 1999. Hlm. 39.
Berdasarkan observasi yang kami lakukan berkali-kali, bapak narasumber menerangkan bahwa adanya keajaiban yang mengiri kelahiran nabi Khongchu. Jaman Chun Chui, tatkala Ciu Ling Ong memerintah 20 tahun. Waktu itu di Negeri Lo, seorang perwira yang tinggi besar, kuat serta gagah perkasa, bernama Khong Siok-Liang Hut. Lebihh daripada itu beliau adalah seorang yang sederhana, jujur, Satya. Beliau satya kepada Thian, berbakti kepada leluhur dan tenggang rasa kepada sesamanya. Ketika itu beliau sudah berputri Sembilan orang dan berputra seorang.5
Istri beliau, ibu gan tirn-cai, sering mengikuti suaminya naik ke gunung Ni Khiu, melakukan puja dan do’a kepada thian, tuhan yang maha esa agar dapatlah beroleh seorang putra yang baik serta mulia. Suatu malam ibu Gan Tien Cai beroleh penglihatan: datanglah malaikat bintang utara serta berkata kepadanya: terimalah karunia thian, seorang putera agung dan suci.
Kiranya benarlah, sejak itu ibu gan tien cai telah mulai mengandung . beberapa waktu kemudian ibu gang an tien cai beroleh pandangan lain sang killien, dari mulutnya menyemburkan keluar sebuah kitab dari batu kumala yang bertulis” putra sari air suciakan menggantikan dinasti ciu yang sudah lemah dan akan menjadi raja tanpa mahkota.
Setelah genap bulannya ibu tien cai mengandung orang telah Nampak tanda-tanda yang menakjubkan:
Dua ekor naga yang mengitari atap rumah, Lima malaikat tua turun ke serambi, rumah atau lima sari bintang, Diangkasa terdengar suara musik yang merdu, Langit jernih, bumi damai tentram, Angin sepoi-sepoi matahari bersinar hangat.6
2. Sejarah berdirinya
5 Data bersumber dari hasil wawancara dengan dwi yanto, semarang, 12 mei 2016 jam 11.00 wib
Nabi konghucu bersemedia di gua beberapa waktu kemudian ia menemukan pemikiran untuk merubah keadaan yang ada disana. Lalu ia menjabat dikenegaraan, jabatan itu digunakan sebagai sarana penyebaran pemikirannya. Lambat laun ia memiliki banyak pengikut dan memiliki murid yang setia.
G. Analisis Data
1. Sekilas sejarah kehidupan pendiri agama konghucu
Berdasarkan observasi yang kami lakukan berkali-kali, bapak narasumber menerangkan bahwa anatara teori dan penjelasan beliau saling berkaitan. Yaitu adanya keajaiban yang mengiri kelahiran nabi Khongchu.
Diantara keajaiban tersebut adalah
Dua ekor naga yang mengitari atap rumah, Lima malaik tua turun ke serambi, rumah atau lima sari bintang, Diangkasa terdengar suara musik yang merdu, Langit jernih, bumi damai tentram, Angin sepoi-sepoi matahari bersinar hangat.
2. Sejarah berdirinya
Dari analisa penulis, teori dan hasil dokumentasi itu cocok atau sesuai mengenai sejarah berdirinya. Secara singkat sejarahnya yaitu Nabi konghucu bersemedia di gua beberapa waktu kemudian ia menemukan pemikiran untuk merubah keadaan yang ada disana. Lalu ia menjabat dikenegaraan, jabatan itu digunakan sebagai sarana penyebaran pemikirannya. Lambat laun ia memiliki banyak pengikut dan memiliki murid yang setia.
H. Kesimpulan
leluhur dan tenggang rasa kepada sesamanya. Ketika itu beliau sudah berputri Sembilan orang dan berputra seorang.
Istri beliau, ibu gan tirn-cai, sering mengikuti suaminya naik ke gunung Ni Khiu, melakukan puja dan do’a kepada thian, tuhan yang maha esa agar dapatlah beroleh seorang putra yang baik serta mulia. Suatu malam ibu Gan Tien Cai beroleh penglihatan: datanglah malaikat bintang utara serta berkata kepadanya: terimalah karunia thian, seorang putera agung dan suci.
Kiranya benarlah, sejak itu ibu gan tien cai telah mulai mengandung . beberapa waktu kemudian ibu gang an tien cai beroleh pandangan lain sang killien, dari mulutnya menyemburkan keluar sebuah kitab dari batu kumala yang bertulis” putra sari air suciakan menggantikan dinasti ciu yang sudah lemah dan akan menjadi raja tanpa mahkota. Setelah genap bulannya ibu tien cai mengandung orang telah Nampak tanda-tanda yang menakjubkan:
-Dua ekor naga yang mengitari atap rumah, Lima malaikat tua turun ke serambi, rumah atau lima sari bintang, Diangkasa terdengar suara musik yang merdu, Langit jernih, bumi damai tentram, Angin sepoi-sepoi matahari bersinar hangat.
Mengenai sejarah berdirinya Nabi konghucu bersemedia di gua beberapa waktu kemudian ia menemukan pemikiran untuk merubah keadaan yang ada disana. Lalu ia menjabat dikenegaraan, jabatan itu digunakan sebagai sarana penyebaran pemikirannya. Lambat laun ia memiliki banyak pengikut dan memiliki murid yang setia.
Jirhanuddin, Perbandingan agama (Pengantar Studi Memahami Agama-Agama), Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2010.
Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta, 1999..
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2000.
Dokumentasi berupa foto dari kitab TATA AGAMA DAN TATA LAKSANA UPACA AGAMA KHONG HU CU terbitan MATAKIN, foto diambil di semarang, 12 mei 2016 jam 11.00 wib