STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM MAINTENANCE VISIBILITY BERBASIS WEB PADA PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk
I. LATAR BELAKANG
Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan
untuk poduk Home & Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia. Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencakup brand-brand ternama yang
disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blueband, Royco, Bango, dan lain-lain.
Untuk menunjang kestabilan dan meningkatkan penjualan brand-brand
tersebut, diperlukan sebuah alat atau media promosi yang biasa disebut Point of Sales (POS). Dalam hal ini PT. Unilever Indonesia, Tbk memiliki sebuah
departemen khusus yang tugasnya menangani semua persoalan POS dari masing-masing brand tersebut, yaitu Departemen Visibility.
II. PENDAHULUAN
Departemen visibility di PT. Unilever Indonesia, Tbk adalah anak
departemen dari Departemen Activation & Implementation (AIM). Departemen visibility bertanggung jawab penuh terhadap hasil implementasi POS / Visibility di seluruh channel toko di Indonesia.
PT. Unilever Indonesia, Tbk. Mulai dari tahap development, design building, pembuatan mock-up, sampai dengan installasi di toko.
Setelah POS terpasang di toko, tugas departemen visibility tidak langsung selesai, melainkan harus tetap memonitor & memastikan POS tetap terpasang dengan baik sampai dengan batas contact yang sebelumnya telah disetujui oleh
pihak toko. Disinilah pentingnya sebuah proses maintenance visibility diterapkan. Selama ini proses maintenance visibility masih dilakukan dengan cara pendataan
manual, seperti contohnya setiaada laporan kerusakan visibility dari area, admin visibility langsung melakukan pengecekan data untuk menentukan
supplier/contractor yang mana yang akan memperbaiki kerusakan tersebut.
Pengelolaan data maintenance inilah yang akan menjadi focus saya dalam pembuatan “Strategi Pengembangan Sistem Maintenance Visibility Berbasis Web