• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Pribadi & Kebutuhan Akan Pendidikan Khusus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perbedaan Pribadi & Kebutuhan Akan Pendidikan Khusus"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 5

Psikologi Pendidikan: Membantu Siswa Tumbuh dan

Berkembang, Edisi Ke-6

Jeanne Ellis Ormrod

Perbedaan Pribadi &

Kebutuhan Akan

(2)

Perbedaan-perbedaan Individual

Variabilitas dalam kemampuan dan

karakteristik di antara para siswa pada usia

tertentu

Siswa-siswa dengan kebutuhan khusus:

Anak-anak cukup berbeda dari teman-teman

sebayanya untuk memperoleh bahan-bahan

dan latihan yang secara khusus disesuaikan

(3)

Menjaga Perbedaan-perbedaan

Individual dalam Perspektif

Nama-nama membantu siswa para guru menyeleksi

strategi-strategi instruksional yang tepat.

Kesulitan memberikan nama adalah:

Nama-nama dapat disalahgunakan atau

disalahpahami.

Nama-nama tidak mendefinisikan seseorang.

Perbedaan-perbedaan berasal dari sumber-sumber

yang berbeda.

Sebagian besar perbedaan diakibatkan oleh keturunan

dan lingkungan

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(4)

Persoalan mengenai Intelegensi

Apakah artinya menjadi intelegen?

Apakah intelegensi itu hanya salah satu kemampuan

atau banyak?

Apakah intelegensi itu dapat diukur?

Bagaimana intelegensi itu bisa diukur dengan tepat

jika kita tidak dapat mendefinisikannya dengan tepat?

(5)

Intelegensi

Kemampuan memodifikasi dan

menyesuaikan perilaku-perilaku untuk

menyelesaikan setiap tugas dengan sukses

Melibatkan banyak proses mental yang

berbeda

Pada dasarnya bisa berbeda/bervariasi

bergantung pada budaya seseorang

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(6)

Intelegensi…

Dapat disesuaikan

Dapat dihubungkan dengan kemampuan

belajar

Melibatkan penggunaan pengetahuan

sebelumnya untuk menganalisis dan

memahami situasi-situasi baru

Melibatkan banyak proses mental yang

berbeda

(7)

Keterbatasan-keterbatasan Tes

Intelegensi

Jenis-jenis tes intelegensi yang berbeda dapat menghasilkan

skor-skor yang berbeda.

Performa para siswa dipengaruhi oleh banyak faktor

temporal/sementara, seperti kesehatan umum, suasana hati,

keletihan, dan lain-lain.

Item-item tes umumnya merefleksikan keterampilan-keterampilan

yang dihargai dalam arus utama budaya Barat.

Ketidaklaziman dengan isi atau jenis-jenis tugas dalam item-item

tes tertentu bisa mengakibatkan performa yang jelek.

Para siswa dengan kecakapan berbahasa Inggris yang terbatas

akan mengalami kerugian.

Beberapa siswa mungkin tidak termotivasi untuk menunjukkan

kemampuan terbaik mereka dan oleh sebab itu bisa mendapat

skor yang menganggap remeh kemampuan-kemampuan

mereka.

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(8)

Teori-teori mengenai Intelegensi

Spearman’s g (1927)

Teori yang menegaskan bahwa intelegensi adalah

entitas tunggal, faktor umum yang memengaruhi

kemampuan seseorang untuk mempelajari

keserbaragaman konteks yang luas

Teoretisi Pengolahan-Informasi

Yakin bahwa g merefleksikan kecepatan dan efisiensi

dengannya orang dapat mengolah informasi,

tugas-tugas belajar, dan masalah-masalah

(9)

Teori-teori tentang Intelegensi

Multiple Intelligences dari Gardner

Seorang individu memiliki

sekurang-kurangnya 8 intelegensi yang berbeda yang

secara relatif independen.

Masing-masing intelegensi dapat dikontrol

oleh bagian-bagian yang berbeda dari otak..

Intelegensi-intelegensi yang berbeda dapat

menunjukkan dirinya secara berbeda dalam

beragam budaya.

Penerimaan terhadap gagasan Gardner agak

kontroversial.

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(10)

Multiple Intelligences dari Gardner

Linguistik/bahasa

Logika-Matematika

Spasial

Musikal

Tubuh-kinestetik

Interpersonal

Intrapersonal

Naturalistik

(11)

Teori Triarchic dari Sternberg

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(12)

Distribusi Intelegensi

Distribusi intelegensi adalah gagasan yang menyatakan bahwa

perilaku intelegen bergantung pada sistem dukungan fisik dan

sosial orang.

Orang dapat “mendistribusikan” intelegensi mereka dengan tiga

cara:

Mereka dapat menggunakan benda-benda, seperti

teknologi.

Mereka dapat menggambarkan dan berpikir tentang

situasi-situasi dengan cara simbolis, seperti pemakaian diagram

dan grafik.

Mereka dapat bekerja dengan orang lain untuk

mengeksplorasi gagasan-gagasan dan memecahkan

masalah-masalah.

(13)

Mengukur Intelegensi

Tes Intelegensi

Pengukuran general dari fungsi kognitif terkini,

seringkali menggunakan cara yang dapat

diprediksikan

Menyediakan Skor IQ

Perbandingan performa seseorang dengan

performa orang lain dalam kelompok usia yang

sama

Skor 100 mengindikasikan performa rata-rata

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(14)
(15)

IQ dan Prestasi

Performa dalam tes intelegensi berkorelasi

dengan prestasi sekolah.

Poin-poin penting untuk diingat:

Intelegensi tidak perlu/harus menyebabkan

prestasi.

Relasi antara skor IQ dan prestasi tidak

sempurna; selalu ada kekecualian dari aturan

itu.

Skor IQ hanya merefleksikan performa siswa

pada satu tes tertentu saja di waktu tertentu

pula.

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(16)

Hakikat, Pemeliharaan, & Perbedaan

Kelompok dalam Intelegensi

Intelegensi memiliki komponen yang dapat diturun-temurunkan.

Anak kembar identik memiliki skor IQ yang lebih mirip daripada anak

kembar fraternal.

Anak-anak angkat memiliki skor IQ yang lebih mirip dengan orang

tua biologis mereka daripada orang tua angkat mereka.

Intelegensi memiliki komponen lingkungan.

Contoh, kualitas nutrisi pada masa kanak-kanak memiliki pengaruh

yang kuat terhadap skor IQ.

Perpindahan dari lingkungan yang miskin ke lingkungan yang

membangkitkan semangat dapat menambah hingga 15 poin dalam

tes intelegensi.

Perbedaan-perbedaan dalam skor antara etnisitas dan gender

(17)

Gaya Kognitif dan Disposisi

Perbedaan-perbedaan individual mengenai cara

bagaimana siswa mendekati tugas-tugas di kelas

dan berpikir tentang topik-topik di kelas

Seringkali merujuk pada gaya-gaya pembelajaran

Beberapa disposisi produktif yang diidentifikasi oleh

para peneliti:

Pencarian stimulasi

Kebutuhan akan kognisi

Berpikir kritis

Keterbukaan pikiran

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(18)

Mendidik Siswa Berkebutuhan Khusus

di Kelas Pendidikan Umum

Lebih dari dua per tiga siswa-siswa Amerika

berkebutuhan khusus mengikuti kelas

pendidikan umum untuk setengah atau

sepanjang hari.

Legislasi federal mengamanatkan inclusion

bagi kemungkinan yang lebih besar.

Public Law 94-142: Individuals with

Disabilities Education Act (IDEA)

IDEA memberi hak-hak pendidikan bagi

orang-orang yang mengalami

(19)

IDEA

Menjamin hal-hal berikut:

Pendidikan yang bebas dan tepat

Penilaian yang jujur dan nondiskriminatif

Pendidikan dalam lingkungan yang sedikit

terbatas

Program pendidikan pribadi

Sesuai aturan/prinsip

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(20)

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

Siswa-siswa yang kesulitan belajar:

Terdiri dari kategori tunggal yang paling besar dari

siswa-siswa dengan kebutuhan khusus

Memiliki IQ rata-rata atau di bawah rata-rata tetapi

memiliki kekurangan-kekurangan spesifik

Mungkin mengalami kesulitan mempertahankan

perhatian

Memiliki keterampilan membaca yang jelek/rendah

Memiliki strategi-strategi belajar/mengingat yang tidak

efektif

Mengalami kesulitan dengan tugas-tugas yang

melibatkan penalaran abstrak

(21)

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

Strategi-strategi menyesuaikan instruksi bagi

siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar mencakup:

Meminimalisasi stimulus-stimulus yang kemungkinan

besar mengganggu

Menggunakan beragam metode presentasi

Menganalisis kesalahan-kesalahan siswa untuk

isyarat-isyarat tentang mengolah kesulitan-kesulitan

Mengajarkan strategi-strategi belajar dan mengingat

Menyediakan alat-alat bantu studi

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(22)

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder

(ADHD)

Anak-anak dengan ADHD memiliki

karakteristik-karakteristik berikut:

Kurangnya perhatian, perilaku hiperaktif, dan

perilaku impusif

Kesulitan-kesulitan pengolahan kognitif

Prestasi sekolah yang jelek

Imaginasi dan kreativitas yang eksepsional

Kesulitan menafsir dan bernalar tentang

(23)

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

Strategi-strategi menyesuaikan instruksi bagi siswa

dengan ADHD mencakup:

Memberikan mata pelajaran dan tugas yang

paling menantang di pagi hari

Mengajarkan strategi-strategi

mempertahankan perhatian

Menyediakan sarana-sarana untuk

menyalurkan energi yang berlebihan

Membantu mereka membentuk kebiasaan

sehari-hari

Mengajarkan dan mendorong

perilaku-perilaku yang sesuai di kelas

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(24)

Ganguan bicara dan komunikasi ditandai

oleh gangguan dalam bahasa lisan dan/atau

pemahaman yang mengganggu performa di

kelas.

Siswa-siswa yang mengalami gangguan

bicara dan komunikasi memiliki ciri-ciri

berikut:

Kesulitan berbicara, secara khusus di depan

publik

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

(25)

Siswa-siswa dengan Kesulitan

Kognitif atau Akademis

Strategi-strategi untuk menyesuaikan instruksi bagi

siswa-siswa yang mengalami gangguan bicara dan

komunikasi mencakup:

Mendorong komunikasi lisan yang biasa

Meminta klarifikasi ketika pesannya tidak jelas

Menyediakan lingkungan yang mendukung untuk

berbicara di depan umum

Mendengarkan dengan sabar sehingga memungkinkan

siswa memiliki waktu yang memadai untuk

mengekpresikan diri mereka sendiri

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(26)

Siswa dengan Masalah Sosial atau

Perilaku

Perilaku-perilaku yang secara konsisten dan

signifikan mengganggu belajar dan performa

akademis

Kesulitan berinteraksi dengan cara-cara yang sulit

diterima secara sosial

Kesulitan menjaga hubungan interpersonal yang

memuaskan

Rasa harga diri yang rendah

(27)

Siswa dengan Masalah Sosial atau

Perilaku

Strategi-strategi untuk menyesuaikan instruksi bagi

siswa-siswa yang mengalami masalah sosial perilaku

mencakup:

Mewaspadai masalah-masalah yang terjadi di rumah

(misalnya, perlakuan kejam/siksaan)

Membuat peristiwa-peristiwa/topik-topik di kelas

relevan

Menunjukkan perhatian personal kepada siswa

Mewaspadai tanda-tanda mau bunuh diri

MENGAJARKAN keterampilan-keterampilan personal

Menunjukkan dengan jelas harapan-harapan yang

diinginkan

Mengidentifikasi masalah sedini mungkin

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(28)

Gangguan Spektrum Autisme

Autisme adalah cacat yang ditandai oleh gangguan

interaksi sosial dan komunikasi, perilaku berulang,

perhatian yang terbatas, dan kebutuhan yang kuat

akan lingkungan yang dapat diprediksi.

Siswa-siswa yang mengalami autisme seringkali

memiliki:

Keterampilan berpikir visual-spasial yang kuat

Gangguan kognisi sosial

Ekolalia/kelatahan

(29)

benda-Keterbelakangan Mental

Kecacatan yang ditandai oleh kecerdasan

umum yang jauh di bawah rata-rata dan

kekurangan dalam perilaku adaptif

Berbeda dari Ketidakmampuan Belajar—di

bawah-IQ rata-rata (70 atau di bawah)

Memerlukan adaptasi yang disesuaikan

Seringkali diberikan

keterampilan-keterampilan kejuruan

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(30)

Siswa-siswa dengan Tantangan

Fisik/Penginderaan

Mencakup penyakit atau gangguan fisik seperti tuli,

buta, dan lain-lain.

Kemampuan belajar biasanya normal

Serinkali diberikan kesempatan lebih sedikit untuk

berinteraksi dengan teman-teman sebaya

Mungkin dengan rasa rendah diri, ketidaknyamanan,

malu, dan lain-lain.

(31)

Siswa-siswa dengan Tantangan

Fisik/Penginderaan

Menyesuaikan instruksi bagi siswa-siswa

dengan tantangan fisik/penginderaan:

Merasa peka

Mempelajari kondisi fisik siswa

Mendidik siswa tentang kondisi itu

Merujuk ke teks untuk

rekomendasi-rekomendasi yang spesifik untuk

masing-masing bentuk kekurangan

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(32)

Keberbakatan

Tampaknya tidak ada kesepakatan universal

mengenai apakah yang dimaksudkan dengan

anak berbakat itu.

Kreativitas dan berpikir imaginatif merupakan

tanda-tandanya.

Beberapa anak “berbakat” unggul dalam

banyak bidang, beberapa unggul dalam

bidang-bidang khusus.

(33)

Keberbakatan

Karakteristik-karakteristik umum dari anak

yang berbakat mencakup:

Belajar dengan sedikit usaha

Bermotivasi tinggi

Studi longitudinal Terman menemukan

bahwa anak-anak berbakat itu “lengkap”,

stabil secara emosional, memiliki kesehatan

yang baik, angka-angkat pelanggaran yang

lebih sedikit, dan lain-lain.

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(34)

Keberbakatan: Masalah-masalah

Siswa dapat merasa tidak sabar dengan

rekan-rekan sebaya yang tidak secerdas

mereka.

Siswa-siswa berbakat menyampaikan

kebosanan dan rasa frustrasi yang sering di

sekolah.

Masalah-masalah penyesuaian terlihat

sangat jelas pada siswa-siswa yang

(35)

Keberbakatan

Menyesuaikan instruksi bagi siswa-siswa yang

berbakat mencakup:

Menyediakan tes-tes dan tugas-tugas individual

Membentuk kelompok studi siswa dengan minat dan

kemampuan yang hampir sama

Mengajarkan keterampilan-keterampilan kognitif yang

kompleks dalam konteks bidang-bidang mata

pelajaran yang spesifik

Menyediakan kesempatan untuk studi

mandiri/independen

Mendorong para siswa menetapkan cita-cita yang

tinggi

Mencari sumber-sumber di luar

Jeanne Ellis Ormrod

Educational Psychology: Developing Learners, sixth edition

Copyright © 2008 by Pearson Education, Inc. Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.

(36)

Perbedaan-perbedaan Individual:

Gambaran Besar

Strategi-strategi umum mengakomodasi kemampuan dan

ketidakmampuan yang berbeda dari siswa dalam kelas umum

mencakup:

Memperoleh informasi sebanyak mungkin menyangkut

masing-masing siswa

Mengindividualisasikan intruksi bagi siswa-siswa yang tidak cacat

dan demikian juga bagi siswa-siswa yang mengalami kecacatan

Bersikap fleksibel dalam pendekatan untuk instruksi

Memegang harapan yang sama bagi siswa penyandang cacat

sebagaimana bagis siswa-siswa lainnya

Mengidentifikasi dan mengajarkan keterampilan-keterampilan

prasyarat yang penting

Berkonsultasi dan berkolaborasi dengan spesialis

Melibatkan siswa dalam merencanakan dan membuat keputusan

Referensi

Dokumen terkait

All rights reserved Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey Published simultaneously in Canada No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval