Isti’adzah dan Basmalah
Seeking for refuge and the name of Allah
Isti’adzah
Seeking for refuge
Al-Isti’adzah ( ةذاعتسِلأا) • Artinya “memohon perlindungan”
means “asking for a refuge or protection”.
• Mulai membaca Qur’an dengan
mengucapkan isti’adzah, memohon
perlindungan Allah dari godaan syaithan
We should start reciting Qur’an by isti’adzah, in particular asking Allah to protect us from the temptation of satan.
ِمي ِج َّرلا ِناَطْيّشلا َنِم ِللهاِب ْذِعَتْساَف َنآ ْرُقْلا َتْأ َرَق اَذِإَف
Surah An Nahl: 98
Maka ketika kamu membaca Qur’an, maka memohon perlindunganlah kepada Allah dari
syaithan yang terkutuk
So, when you read Qur’an, seek refuge to Allah from the (temptation of) accursed Satan
Kalimat Isti’adzah
The sentence of istiadzah
• Ada tiga kalimat istiadzah yang dikenal:
There are three known sentences of istiadzah:
1.
ميجرلا ناطيشلا نم للهاب ذوعأ
2.
ميجرلا ناطيشلا نم ِميِظَعلا للهاب ذوعأ
Cara membaca isti’adzah
The ways to read isti’adzah
1. Jika membaca Qu’ran dalam hati atau sendirian, bacalah secara dalam hati.
Misalnya, saat membaca Qur’an sendirian di rumah, atau dalam hati/pelan di ruang umum (misalnya masjid atau mushalla)
If we recite Qur’an silently or alone, read isti’adzah silently. For example, reading a part of Qur’an alone in house, or silently in a public room, e.g. Mosque or mushalla.
2. Jika membaca Qur’an dalam shalat, baca isti’adzah dalam hati
If we recite Qur’an during a prayer, read isti’adzah also silently.
3. Jika membaca Qu’ran dengan keras dan ada orang di sekeliling yang
mendengarkan, bacalah isti’adzah dengan keras. Orang yang mendengar bacaan tidak perlu membaca isti’adzah.
If recite Qur’an aloud in which there are peoples around to hear, read isti’adzah loudly. People hearing the recitation does not need to read istiazdah.
4. Jika membaca Qur’an secara bergiliran, misalnya dalam kelas atau pengajaran Al Qur’an yang orang lain juga ikut membaca, pembaca pertama membaca istiadzah
dengan keras sedangkan yang lain cukup dalam hati.
If we recite Qur’an in turns, for example in class or
teaching Qur’an while others also recite Qur’an, the first recite reads isti’adzah loudly and the rests do it silently.
5. Jika terhenti membaca Qur’an karena
batuk, bersin atau membaca terjemahan, dapat melanjutkan bacaan tanpa
mengulang isti’adzah
If we are interrupted while reciting Qur’an because of
coughing, sneezing or referring to the meaning of Qur’an, we can continue recitation without repeating isti’adzah.
6. Jika terhenti membaca Qur’an karena mengobrol dengan orang lain, atau
melakukan sesuatu yang tidak terkait dengan membaca Qur’an, harus
mengulang isti’adzah sebelum memulai kembali bacaan.
If we are interrupted while reciting Qur’an because of
talking to others in normal conversation, eating, or doing something unrelated to Qur’an, we should repeat
Basmalah
In the name of Allah
ميحرلا ن ٰمحرلا الله مسب
“In the name of Allah, The Beneficent, The Merciful”
• Tidak wajib membacanya saat memulai membaca Qur’an, namun penting dibaca ketika memulai surah baru, kecuali At
Taubah.
• There is no obligation to read basmalah while starting the recitation. However, it is necessary to read basmalah when beginning every surah, except surah At Taubah.
Cara Membaca Basmalah (1)
The ways to read basmalah (1)
• Ketika memulai bacaan di awal surah, kita membaca istiazah dahulu, kemudian
basmalah, lalu membaca surah. Ulama
menyepakati beberapa cara membacanya.
When we begin a recitation in the beginning of surah, we will read isti’adzah fistly, then basmalah, and continue with the surah. Ulama agreed some ways to doing this.
1. عيمجنا عطق (Memotong semuanya)
Baca istiazdah, berhenti. Baca basmalah, berhenti. Lalu, mulai membaca surah
means cutting all three off from each other. In this way, we read isti’adzah first and stop (waqaf). Then, we read
2. عيمجنا مصو (menyambung semuanya)
Bacaan istiadzah dilanjutkan basmalah dan surah tanpa jeda, dalam satu tarikan nafas.
Means joining all three with each other. In this way, we continue isti’adzah with basmalah and the surah without any stop or interruption (waqaf) in one breath
3. ةروسناب تهمسبنا مصو (menyambung basmalah dan surah)
Baca istiadzah dahulu, berhenti. Kemudian gabung basmalah dengan awal surah tanpa jeda.
Means joining basmalah and surah. In this way, we read
isti’adzah first and stop (waqaf). Then, we join the
4. تهمسبناب ةذاعتسلاا مصو (menyambung isti’adzah dengan basmalah)
Baca istiazdah dan disambung langsung dengan basamalah tanpa jeda, berhenti. Lalu baca awal surah.
Means joining isti’adzah with basmalah. In this way, we read isti’adzah and continue with basmalah without
interruption (waqaf), and stop. then read the beginning of surah.
Cara Membaca Basmalah (2)
The ways to read basmalah (2)
• Ada saatnya kita membaca basmalah di
antara dua surah. Misalnya, di akhir surah Al Ikhlas dan ingin melanjutkan ke surah Al
Falaq. Ada beberapa cara membacanya.
There are some occasions when we read basmalah
between two surahs. For example, we find the end of surah Al Ikhlas and want to continue to surah Al Falaq. There are some ways to read it.
1. ِّ مكنا عطق (memotong semuanya)
Berhenti di akhir surah. Baca basmalah, berhenti. Lalu mulai surah selanjutnya.
Meaning separating all of them. In this way, we stop
(waqaf) at the end of prior surah. Then, we read basmalah and stop (waqaf). Then, we begin the next surah.
2. ِّ مكنا مصو (menyambung semuanya)
Melanjutkan akhir surah (dengan harakat yang sesuai) dengan basmalah, lalu surah berikutnya tanpa jeda dalam satu tarikan nafas.
Meaning joining all of them. In this way, we continue the end of prior surah (with the appropriate vowels) with
basmalah and the next surah without any or interruption in
3. ةروسنا ل وأب تهمسبنا مصو (menyambung basmalah dengan awal surah)
Berhenti di akhir surah. Lalu, membaca basmalah tanpa jeda dan lanjut ke surah berikutnya.
Means joining basmalah and surah. In this way, we stop at the end of prior surah. Then, we read basmalah without interruption and continue with the next surah.
Cara Membaca Basmalah (3)
The ways to read basmalah (3)
• Di awal surah Al Fatihah terdapat basmalah. Ulama berbeda pendekatan dalam
membacanya, terutama dalam shalat.
At the beginning of surah Al Fatihah, there is basmalah. Islamic scholars have different approaches to read the
basmalah in this part, in particular while reading it during
1. Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah. Pendapat ulama Qur’an dari Madinah,
Basrah, Syam, Imam madzhab Hanafi dan Maliki.
– Mazhab Maliki : membacanya dengan keras (jahr) atau dalam pelan (sirr) makruh.
– Mazhab Hanafi : membacanya dengan pelan (sirr) ketika shalat sunnah
1. Basmalah is not a part of Al Fatihah. This opinion was issued by Qur’an scholars from Madinah, Basra, Syam, Imam Madzhab
Hanafi and Maliki.
– Mazhab Maliki : reading basmalah during prayer either loudly (jahr) or silently (sirr) is makruh (not recommended).
– Madzhab Hanafi : reading basmalah silently (sirr) during prayer is sunnah (recommended)
2. Basmalah adalah bagian dari Al Fatihah.
– Mazhab Hambali: membacanya dalam shalat dengan pelan (sirr) sunnah
Basmalah is a part of Al Fatihah.
– Madzhab Hambali (followers of Imam Ahmad) reading basmalah silently (sirr) during prayer is sunnah
3. Basmalah adalah bagian dari Al Fatihah
dan harus dibaca keras (jahr) ketika shalat. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab
Syafii.
Basmalah is a part of Al Fatihah and should be read loudly (jahr) during prayer. This opinion was issued by madzhab Syafi’i (followers of Imam Syafi’i)