• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS VARIABILITAS LAJU JANTUNG UNTUK DETEKSI RESPONS OTONOMIK INDIVIDU TERHADAP MUSIK DAN LANTUNAN QURAN TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS VARIABILITAS LAJU JANTUNG UNTUK DETEKSI RESPONS OTONOMIK INDIVIDU TERHADAP MUSIK DAN LANTUNAN QURAN TESIS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS

VARIABILITAS LAJU JANTUNG UNTUK DETEKSI

RESPONS OTONOMIK INDIVIDU TERHADAP

MUSIK DAN LANTUNAN QURAN

TESIS

Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari

Institut Teknologi Bandung

Oleh

MUHAMMAD

REZAL

NIM. 23206044

(Program Studi Magister Teknik Elektro)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2009

(2)

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS VARIABILITAS LAJU JANTUNG UNTUK DETEKSI RESPONS OTONOMIK INDIVIDU

TERHADAP MUSIK DAN LANTUNAN QURAN

Oleh

Muhammad Rezal

NIM : 23206044

(Program Studi Magister Teknik Elektro)

Institut Teknologi Bandung Menyetujui

Tim Pembimbing

Tanggal ………..

Pembimbing I, Pembimbing II,

_________________________ ______________________

(3)

Untuk Mamaku tersayang, Bapak dan Dedek serta

Untuk para syuhada di bumi Palestina, sungguh apa yang kuberikan bagi dakwah ini belumlah seberapa dengan pengorbanan kalian.

(4)

i

ABSTRAK

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS VARIABILITAS LAJU JANTUNG UNTUK DETEKSI RESPONS OTONOMIK INDIVIDU

TERHADAP MUSIK DAN LANTUNAN QURAN

Oleh

Muhammad Rezal

NIM : 23206044

(Program Studi Magister Teknik Elektro)

Musik berkaitan erat dengan status psikologi manusia. Kenyataan bahwa musik dapat terkait emosi atau mood tertentu adalah fakta yang umum diketahui dan tidak dapat dibantah. Selain itu, Al-Quran sebagai kitab suci pedoman para pemeluk Islam memiliki keistimewaan tersendiri. Membaca dan mendengarkan lantunan Quran yang tepat dan indah dapat memberikan suatu ketenangan hati dan efek autosugesti. Pada umumnya penelitian-penelitian sebelumnya tentang hubungan musik dan tubuh dilakukan menggunakan pendekatan psikologi, namun tidak banyak didapatkan pendekatan neurofisiologi untuk mengeksplorasi hal tersebut. Analisis variabilitas laju jantung merupakan salah satu metode yang telah tersedia untuk memperoleh gambaran modulasi otonomik seseorang. Ketersediaan perangkat lunak aplikasi metode tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penelitian pengaruh musik terhadap fungsi otonom seseorang meskipun hingga kini jumlahnya masih sangat terbatas dan cenderung bersifat komersial, bahkan tidak ditemukan di Indonesia.

Untuk memperoleh perangkat lunak yang diinginkan tersebut, pada awalnya diambil sebuah perangkat lunak acuan yang tersedia. Perangkat lunak acuan tersebut lalu dipelajari dan dilakukan pengembangan untuk kepentingan eksperimen. Pengembangan dibagi dalam dua tahap utama, yakni perancangan tampilan antarmuka dan modul-modul program yang keduanya saling berkaitan. Modul dibagi atas lima buah, yakni modul masukan, proses, keluaran domain frekuensi, keluaran domain waktu dan navigasi. Salah satu fitur baru yang dirilis adalah grafik plot respons otonomik. Algoritma pemrograman yang digunakan untuk mengolah data awal interval RR secara runtut adalah interpolasi spline kubik, detrending dengan smoothness priors, dan periodogram. Pengujian dilakukan secara bertahap, yakni pengujian modul-modul program lalu perbandingan performa dengan program acuan. Diperoleh hasil bahwa perangkat lunak baru yang diberi nama AnalisatorHRV v 1.0 lebih baik daripada perangkat lunak acuan.

Perangkat lunak baru tersebut lalu digunakan untuk menganalisis data interval RR yang diperoleh dari eksperimen. Eksperimen dilakukan terhadap 12 mahasiswa

(5)

ii

pascasarjana elektro ITB yang telah dipilih dan dibagi dalam dua grup sama banyak, lalu diberikan stimulus yang terbagi atas empat tahap. Grup A menerima lagu, sedangkan grup B menerima instrumental. Setiap tahap terdiri atas dua kali lima menit dengan masing-masing satu macam stimulus dan terdapat jeda di antara tahap. Stimulus musik dibagi atas dua tipe, yakni tipe lembut, yang bernuansa ketenangan, dan tipe keras, yang bernuansa kegaduhan, sedangkan lantunan Quran tidak dikategorikan. Perekaman data menggunakan perangkat keras Biopac untuk menghasilkan data interval RR dalam bentuk teks. Data tersebut selanjutnya diolah dengan dukungan perangkat lunak yang telah dibuat. Komponen keluaran yang digunakan adalah nilai daya LF (low frequency) dan HF (high frequency), serta nilai LF/HF. LF mewakili modulasi simpatik dan HF mewakili parasimpatik, serta LF/HF mewakili keseimbangan simpatovagal. Analisis dilakukan dengan dua metode, yakni berdasarkan stimulus dan berdasarkan subyek eksperimen. Berdasarkan stimulus, diperoleh hasil secara statistik tes t Student berupa jika sampel (n=12) diberikan musik bertipe lembut setelah kondisi senyap yang mendahuluinya, terjadi efek simpatomimetik (selisih rerata daya LF1 = 15,23), musik bertipe keras setelah kondisi senyap yang

mendahuluinya, terjadi efek simpatolitik (selisih rerata daya LF2 = -23,27), musik

bertipe keras setelah musik bertipe lembut yang mendahuluinya, terjadi efek simpatolitik (selisih rerata daya LF3 = -0,83) dan efek parasimpatolitik (selisih

rerata daya HF3 = -10,08), lantunan Quran setelah kondisi senyap yang

mendahuluinya, terjadi efek simpatolitik (selisih rerata daya LF4 = -34) dan efek

parasimpatolitik (selisih rerata daya HF4 = -27,15), dan semua stimulus eksternal

auditorik terjadi efek parasimpatolitik (selisih rerata daya HF1 = -12,52 dan HF2 =

-15,73). Berdasarkan subyek eksperimen, diperoleh hasil berupa perubahan simpatik yang berbeda-beda antara individu tersebut, namun secara umum terjadi efek parasimpatolitik terhadap stimulus auditorik, serta perubahan simpatik terhadap parasimpatik karena stimulus auditorik tersebut dapat diprediksi menggunakan regresi linier. Hal yang menarik adalah lantunan Quran dapat memberikan respons otonomik yang lebih besar daripada stimulus musik.

Dapat disimpulkan, bahwa perangkat lunak AnalisatorHRV v 1.0 sangat membantu untuk penelitian selanjutnya tentang respons otonomik tubuh terhadap berbagai stimulus auditorik lainnnya.

Kata Kunci: variabilitas laju jantung, musik, lantunan Quran, perangkat lunak, respons otonomik, simpatik, parasimpatik.

(6)

iii

ABSTRACT

THE DEVELOPMENT OF HEART RATE VARIABILITY ANALYSIS SOFTWARE FOR DETECTION OF INDIVIDUAL AUTONOMICAL

RESPONSE ON MUSIC AND QURAN RECITATION

By

Muhammad Rezal NIM : 23206044

Music is closely related to the psychological status of human. The fact that certain mood or emotional state concerned with music is well known and undoubtable. Besides, Al-Quran as the holy book for Islamic faith holder has its peculiarity. Reading and listening to Quran in such a proper and fine way could give calmness and autosuggestion effect. Most of the previous works to elaborate the association of music and body were done by using psychological approach, but least of them by using neurophysiologic method. Heart Rate Variability (HRV) analysis is one of the available methods to obtain the image of individual autonomic modulation. The availability of the software based on HRV analysis may give a contribution to the research on the effect of music on bodily autonomic function, though still limited number and commercially yet, none in Indonesia.

Firstly, a reference software is chosen to cope with those problems in the way to create a new one. Then, it is learned and further developed for the need of experimentation. The development divided into two correlated parts, the interface design and the program modules making. The modules consist of five units, which are input, process, frequency domain output, time domain output and navigation output module. One of new feature released is the autonomic response graphic plot. The programming algorithms used to process interval RR initial data chronologically are cubic spline interpolation, detrending with smoothness priors method, and periodogram. The software tests were done by two stages, first, the test of the modules, and second, the comparison test of performance. The overall result is that the new software named AnalisatorHRV v 1.0 is better than the previous one.

The new software used then to analyze the interval RR data taken from the experimentation. Twelve chosen postgraduate ITB students divided into two equal groups in quantity, group A received song and group B received instrumental music. All of them are given external auditory stimulus in four stages. Each of stages composed of two times five minutes with one type of stimulus in those five minutes and there were rest time between stages. The stimulus of music divided into two types, which are called soft type, means restful and calm; and hard type, means noisy and rumble; whereas the Quran recitation could not be categorized. The data recording used hardware Biopac to produce interval RR data in text mode. The data furthermore are processed by the support of new software. Output

(7)

iv

components used in this thesis are LF (low frequency) and HF (high frequency) absolute power results, as well as LF/HF ratio. LF represents sympathetic, HF represents parasympathetic, and LF/HF represents sympathovagal balance. Those results are analyzed with two methods, either based on stimulus and subject of experiment. Based on stimulus, by statistical Student t-test (n=12), some findings are stated. If someone is given soft type music just after silent condition then sympathomimetic effect arise (mean difference of LF1 = 15.23); on the

contrary, if it is given hard type music just after silent condition then sympatholitic effect arise (LF2 = -23.27). Meanwhile, if it is given hard type just

after soft type music then sympatholitic (LF3 = -0.83) and parasympatholitic (HF3

= -10.08) effects happened. Next, the Quran recitation just after silent condition give sympatholitic (LF4 = -34) and parasympatholitic (HF4 = -27.15) effects to

people. Parasympatholitic effects are found on all of those external auditory stimuli (HF1 = -12.52 and HF2 = -15.73). Based on subject of experiment, there

were founded that different sympathetic changes resulted among subjects, but generally parasympatholitic effects because of those auditory stimuli are noticed; also the sympathetic changes to parasympathetic could be predicted using linear regression function. The most interesting finding is the Quran recitation could give autonomic response higher than musical stimuli.

Concluded, the AnalisatorHRV v 1.0 software is very helpful to further autonomic response researches on other auditory stimuli.

Keywords: heart rate variability, music, Quran recitation, software, autonomic response, sympathetic, parasympathetic.

(8)

v

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS

Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya.

Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.

(9)

vi

UCAPAN TERIMA KASIH

Ditujukan kepada:

1. Allah SWT atas segala pertolongan, bimbingan, keajaiban dan keridhoan yang selama ini penulis dapatkan baik yang disadari maupun tidak. Sungguh tanpa kasih dan cinta-Nya, penulis tidak akan pernah sanggup menjalani hari-hari yang begitu berat dalam studi ini. Juga kepada Muhammad Rasulullah tercinta yang telah mewariskan sunnah dan tauladan yang terbaik hingga akhir zaman.

2. Mama, sosok yang paling penulis junjung tinggi setelah Allah dan Rasul-Nya, atas segala kasih sayang yang tiada henti, pengorbanan hati dan semangat perjuangan hidup yang sangat luar biasa yang telah dicontohkan kepada penulis. Demikian pula, kepada Bapak penulis, yang telah mewariskan pengalaman berorganisasi yang handal dan dunia pendidikan; serta adik lelaki satu-satunya, seorang dokter gigi lulusan UI, yang tak pernah putus memberi dukungan moral dan tawa yang amat menghibur.

3. dr. Meizi Fachrial Ahmad, yang pernah membimbing penulis dalam kerangka tarbiyah dakwah Islamiyah selama mengeyam pendidikan kedokteran, atas segala taujih-nya yang terasa hingga kini dalam keseharian perilaku dan semangat hidup penulis.

4. Ibu Profesor Dr. Ir. Tati L.R. Mengko, selaku pembimbing pertama, atas semua arahan, dorongan motivasi, koreksi, saran, kebaikan dan kemudahan yang penulis dapatkan selama penelitian ini.

5. dr. Jofizal Jannis, Sp.S(K), selaku pembimbing kedua, atas semua dorongan motivasi, semangat karir, koreksi yang cermat pada naskah-naskah yang penulis ajukan selama bimbingan, buku-buku yang dipinjamkan, dan kesempatan untuk publikasi.

6. Bapak Profesor Dr. Ir. Soegijardjo Soegijoko, baik selaku penguji maupun sosok yang telah memberikan pondasi awal semangat untuk mengambil studi di tempat ini, dukungan finansial saat masa kuliah awal dan nasihatnya yang berkesan.

(10)

vii

7. Rekan-rekan seangkatan, yang setia hadir di “Markaz”, yakni Sandhy dengan obrolan santainya, Arga dengan keikhlasan untuk menolong, Firdaus atas hal-hal non akademis, Tedy atas informasi tempat kost yang penulis tempati sejak awal kuliah hingga kini, Ori dengan keahlian komputernya; serta dukungan yang lainnya, yakni Tinon, Ghotzadi, Detri, dan Ervin.

8. Rekan-rekan lain, seperti dr. Desi N, yang kini meneruskan studi S3 di sini atas semua bantuan dan diskusi selama ini; Agung dan Astri, asisten dosen yang telah dengan sukarela memberikan masukan dan dukungan ilmiah, Edhoari dengan keahlian jaringan dan mikroelektronikanya cukup membantu dalam diskusi; serta rekan-rekan lain seperti Panji, Amar, Andre, Moly yang berkenan sebagai subyek eksperimen.

9. Personel administrasi, seperti Pak Yus, Bu Dini dan Pak Ojang yang telah membantu dalam seluk-beluk administasi studi dan tesis ini.

10. Pihak-pihak lain yang terkait yang penulis tak sempat menuliskannya satu-persatu. Semoga semua amal kebaikan yang telah diberikan dibalas oleh Allah dengan pahala berlipat ganda dan ampunan atas segala kesalahan.

(11)

viii

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... iii

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS ... v

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG ... xvi

Bab I Pendahuluan ... 1

I.1 Latar Belakang ... 1

I.2 Rumusan Masalah dan Hipotesis ... 6

I.3 Tujuan dan Manfaat ... 6

I.4 Batasan Masalah ... 7

I.5 Diagram Blok Sistem Penelitian ... 8

I.6 Metodologi Penelitian ... 10

I.7 Sistematika Penulisan Laporan Tesis ... 12

Bab II Dasar Teori ... 13

II.1 Aspek Medis ... 13

II.1.1 Anatomi dan Fisiologi Jaras Pendengaran ... 13

II.1.2 Integrasi Sentral ... 15

II.1.3 Sistem Otonom dan Kontrol Ritmik Jantung ... 16

II.1.3.1 Sistem Otonom ... 16

II.1.3.2 Kontrol Ritmik Jantung ... 19

II.1.4 Elektrokardiografi ... 21

II.1.4.1 Sandapan EKG ... 22

II.1.4.2 Kompleks dan Interval EKG ... 23

II.2 Aspek Teknis ... 24

II.2.1 Standar Analisis Variabilitas Laju Jantung ... 24

(12)

ix

II.2.2.1 Interpolasi Spline Kubik ... 28

II.2.3 Analisis Spektral ... 30

II.2.3.1 Periodogram Welch ... 31

II.2.3.2 Metode AutoRegresi (AR) ... 32

II.2.3.3 Detrending ... 33

II.3 Stimulus Mental Auditorik ... 33

II.3.1 Musik dan Mood ... 33

II.3.2 Lantunan Quran ... 35

Bab III Perancangan Sistem ... 37

III.1 Performa Program Acuan ... 37

III.2. Perancangan Perangkat Lunak Baru ... 40

III.2.1 Perancangan Tampilan Antarmuka (GUI) Program AnalisatorHRV ... 40

III.2.2 Perancangan Kode-kode Program ... 46

III.2.2.1 Modul Masukan ... 48

III.2.2.2 Modul Proses ... 50

III.2.2.3 Modul Keluaran Domain Frekuensi ... 53

III.2.2.4 Modul Keluaran Domain Waktu ... 54

III.2.2.5 Modul Navigasi ... 54

III.3 Spesifikasi Perangkat Penelitian ... 55

III.4 Protokol Eksperimen ... 56

Bab IV Pengujian dan Analisis Sistem ... 65

IV.1 Laporan Eksperimen Laboratorium ... 66

IV.2 Pengujian Modul-modul Program ... 69

IV.2.1 Data Interval RR ujicoba ... 69

IV.2.2 Pengujian Modul Masukan ... 69

IV.2.3 Pengujian Modul Proses ... 70

IV.2.4 Pengujian Modul Keluaran ... 71

IV.2.5 Pengujian Modul Navigasi ... 74

IV.3 Perbandingan Performa Program Baru dengan Program Acuan 75 IV.3.1 Perbandingan Modul Masukan ... 75

(13)

x

IV.4 Analisis Hasil atau Keluaran Program Baru ... 81

IV.4.1 Analisis Hasil Berdasarkan Stimulus Yang Diberikan ... 82

IV.4.1.1 Dampak Stimulus Musik Lembut Dari Kondisi Senyap ... 83

IV.4.1.2 Dampak Stimulus Musik Keras Dari Kondisi Senyap ... 86

IV.4.1.3 Dampak Stimulus Musik Keras Dari Musik Lembut ... 88

IV.4.1.4 Dampak Stimulus Lantunan Quran ... 91

IV.4.2 Analisis Hasil Berdasarkan Subyek Eksperimen ... 93

IV.4.2.1 Subyek A02 ... 96

IV.4.2.2 Subyek A05 ... 97

IV.4.2.3 Subyek B01 ... 97

IV.4.2.4 Subyek B03 ... 98

IV.4.2.5 Subyek A03 ... 99

IV.4.2.6 Subyek A04 ... 100

Bab V Kesimpulan dan Saran ... 103

V.1 Kesimpulan ... 103

V.2 Saran ... 104

(14)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Dokumentasi Foto Eksperimen ... 109

Lampiran B Cuplikan Laporan Total Subyek A04 Tahap 3 ... 110

Lampiran C Hasil Uji Statistik ... 111

C.1. Subyek dengan stimulus musik lembut ... 111

C.2. Stimulus dengan musik bertipe keras ... 114

C.3. Stimulus musik keras dari lembut ... 117

C.4. Stimulus lantunan Quran ... 119

Lampiran D Grafik Regresi Linier Respons Otonomik Berdasarkan Subyek Eksperimen ... 122

Lampiran E Grafik Plot Daya LF dan HF Per Tahap Eksperimen (sesuai gambar IV.14) ... 125

(15)

xii

DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI

Gambar I.1 Sketsa integrasi fungsi otonomik tubuh ... 2

Gambar I.2 Sinyal EKG normal dan interval RR ... 3

Gambar I.3 Diagram blok sistem penelitian ... 8

Gambar II.1 Anatomi makro telinga luar, tengah dan dalam ... 13

Gambar II.2 Jaras pendengaran aferen ... 14

Gambar II.3 Sistem limbik dan interkoneksi antara komponen yang menyusunnya ... 15

Gambar II.4 Bagan sistem saraf otonom tubuh ... 17

Gambar II.5 Penghantaran neurotransmiter pada ganglion otonom (kiri: parasimpatik, kanan: simpatik) ... 18

Gambar II.6 Skema sistem persarafan jantung ... 20

Gambar II.7 Perbedaan fase inpirasi dan ekspirasi pada gambaran EKG 21 Gambar II.8 Sandapan EKG menurut Einthoven ... 22

Gambar II.9 Penamaan kompleks dan interval gambaran EKG ... 23

Gambar II.10 Pencocokan kurva dengan metode (a) regresi dan (b) interpolasi ... 27

Gambar III.1 Tampilan utama program acuan HRV analysis ... 38

Gambar III.2 Tampilan laporan program acuan HRV analysis ... 39

Gambar III.3 Rancangan Grafik Antarmuka (GUI) program AnalisatorHRV v 1.0 ... 40

Gambar III.4 Tampilan panel Navigasi program AnalisatorHRV v 1.0 .... 41

Gambar III.5 Tampilan panel Masukan program AnalisatorHRV v 1.0 ... 42

Gambar III.6 Tampilan panel Proses program AnalisatorHRV v 1.0 ... 43

Gambar III.7 Tampilan panel Keluaran program AnalisatorHRV v 1.0 ... 44

Gambar III.8 Tampilan panel Statistik program AnalisatorHRV v 1.0 ... 45

Gambar III.9 Tampilan utama program AnalisatorHRV v 1.0 ... 46

Gambar III.10 Alur umum program AnalisatorHRV v 1.0 ... 47

Gambar III.11 Pseudocode modul masukan program AnalisatorHRV... 49

(16)

xiii

Gambar III.13 Pseudocode modul proses program AnalisatorHRV... 51

Gambar III.14 Alur program modul proses perangkat lunak baru ... 54

Gambar III.15 Pseudocode modul keluaran domain frekuensi program AnalisatorHRV... 56

Gambar III.16 Pseudocode modul keluaran domain waktu program AnalisatorHRV ... 56

Gambar III.17 Alur program modul keluaran domain frekuensi perangkat lunak baru ... 57

Gambar III.18 Pseudocode modul navigasi program AnalisatorHRV ... 58

Gambar III.19 Cuplikan menu find peak dalam software Biopac Lesson ... 62

Gambar IV.1 Diagram blok pengujian modul program AnalisatorHRV v 1.0 ... 62

Gambar IV.2 Diagram blok pengujian performa kedua program ... 62

Gambar IV.3 Hasil ujicoba modul masukan program AnalisatorHRV ... 67

Gambar IV.4 Hasil ujicoba modul keluaran berupa periodogram Welch . 68 Gambar IV.5 Hasil ujicoba modul keluaran berupa periodogram AR ... 69

Gambar IV.6 Hasil ujicoba modul keluaran berupa respons otonom ... 69

Gambar IV.7 Hasil ujicoba modul keluaran berupa statistik ... 70

Gambar IV.8 Hasil ujicoba modul navigasi berupa laporan data total ... 71

Gambar IV.9 Perbandingan hasil modul masukan program ... 73

Gambar IV.10 Perbandingan modul keluaran berupa periodogram Welch . 74 Gambar IV.11 Tampilan keluaran respons otonomik pada sampel ujicoba program baru ... 75

Gambar IV.12 Perbandingan modul keluaran berupa periodogram AR ... 76

Gambar IV.13 Perbandingan modul keluaran berupa statistik domain waktu ... 77

Gambar IV.14 Diagram blok analisis hasil ... 79

Gambar IV.15 Matriks sebaran karakteristik subyek eksperimen ... 92

Gambar IV.16 Grafik keluaran respons otonomik subyek A02 ... 93

Gambar IV.17 Grafik keluaran respons otonomik subyek A05 ... 94

Gambar IV.18 Grafik keluaran respons otonomik subyek B01 ... 95

(17)

xiv

Gambar IV.20 Grafik keluaran respons otonomik subyek A03 ... 96 Gambar IV.21 Grafik keluaran respons otonomik subyek A04 ... 97

(18)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Kompleks dan Interval EKG normal ... 23

Tabel II.2 Pengukuran VLJ dalam domain waktu... 25

Tabel II.3 Pengukuran VLJ dalam domain frekuensi ... 26

Tabel III.1 Nilai baku pada modul proses program AnalisatorHRV ... 51

Tabel III.2 Spesifikasi perangkat keras BIOPAC MP 35 ... 56

Tabel III.3 Spesifikasi komputer yang digunakan oleh peneliti ... 56

Tabel III.4 Musik yang digunakan dalam eksperimen ... 60

Tabel IV.1 Sebaran karakteristik subyek penelitian ... 63

Tabel IV.2 Sebaran hasil isian kuisioner tahap 1 ... 64

Tabel IV.3 Sebaran hasil isian kuisioner tahap2 ... 65

Tabel IV.4 Perbandingan spesifikasi perangkat lunak baru dan acuan .. 78

Tabel IV.5 Keluaran analisis program AnalisatorHRV untuk eksperimen tahap 1 ... 80

Tabel IV.6 Nilai delta (∆) keluaran program untuk eksperimen tahap 1 81 Tabel IV.7 Keluaran analisis program AnalisatorHRV untuk eksperimen tahap 2 ... 83

Tabel IV.8 Nilai delta (∆) keluaran program untuk eksperimen tahap 2 84 Tabel IV.9 Keluaran analisis program AnalisatorHRV untuk eksperimen tahap 3 ... 86

Tabel IV.10 Nilai delta (∆) keluaran program untuk eksperimen tahap 3 87 Tabel IV.11 Keluaran analisis program AnalisatorHRV untuk eksperimen tahap 4 ... 89

Tabel IV.12 Nilai delta (∆) keluaran program untuk eksperimen tahap 4 90 Tabel IV.13 Sebaran data kekerapan mendengar musik, kekerapan mendengar Al-Quran dan preferensi subyek untuk analisis metode individual ... 99

Tabel IV.14 Hasil persamaan regresi linier dengan analisis metode individual ... 99

(19)

xvi

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

SINGKATAN

Nama

Pemakaian pertama

kali pada halaman

ACh

Acetylcholin = Asetilkolin

18

AV

Atrioventrikular

19

cAMP

cyclic Adenosine Mono Phospate

21

EKG

Elektrokardiografi

21

EPSP

End Post Sinaps Potensial

19

FFT

Fast Fourier Transform

26

GUI

Graphical User Interface

9

HF

High Frequency

3

HRV

Heart Rate Variability

4

IMT

Indeks Massa Tubuh = BMI

92

LF

Low Frequency

9

n.

nervus (serabut saraf)

1

NE

Norepinefrin

19

norm

di-normalisasi

26

pNN50

probability of NN50

25

PSD

Power Spectral Density

3

RMSSD

square Root of the Mean of the Sum of

the Squares of Differences

25

SA

Sinoatrial

1

SDANN

Standard Deviation of the Averages of NN intervals

25

SDNN

Standard Deviation of NN intervals

25

SDSD

Standard Deviation of Differences

25

SPL

Sistem Persamaan Linier

29

(20)

xvii

SSP

Sistem Saraf Pusat

19

TINN

Triangular Interpolation of NN histogram intervals

25

ULF

Ultra Low Frequency

4

VLF

Very Low Frequency

3

VLJ

Variabilitas Laju Jantung = HRV

1

LAMBANG

S(x)

fungsi spline

29

f

s

frekuensi sampling

32

µ

rerata

82

selisih

81

Ho

hipotesis nol

81

Gambar

Gambar IV.20  Grafik keluaran respons otonomik subyek A03 ..................  96  Gambar IV.21  Grafik keluaran respons otonomik subyek A04 .................

Referensi

Dokumen terkait