DI
Indonesia ada tiga peristiwa pentin-eyang
terjadi tanggal
15Januari pada tahun yang berbeda-beda. Tiga peristiwa ini tidak saling berhubungan dan terjadi dalam tiga nuansa
politis
yangjauh
berbeda pula.Akan
tetapi dapat ditemukan satu kesamaan yang menarik untuk ditelaah lebih dalam. Ketiga peris-tiwa tersebut menyimpan perspektiflain
yang tidak seperti pemahamanorang
pada umumnya. Ketiganya diselubungioleh
upaya konspirasipolitik.
Maka tepat apabila negaraini
disebut
sebagainegeri
yang penuh konspirasi.Pertempuran Laut
Aru
Peristiwa yang pertama terjadi pada tanggal 15 Januari 1962.Pada hariitu,
meletuslah pertempuran diLaut
Aru
antara pasukan Republikmelawan Belanda.
Peristiwa ini
terjadi dalam rangka misi Komando Mandala Pembebasanlrian
Barat.Pertempuran
tidak
seimbangini
menyebabkan tenggelamnya KapalRepublik
Indonesia(KRI)
MacanTutul
dan
menewaskan Komodor Josaphat Soedarso atau yang biasadikenal
sebagai
Yos
Sudarso. PengorbananYos
Sudarso benar-benar menunjukkan bahwa beliau seorangpatriot
bangsayang
rela menjadi tumbaldemi
keselamatan anak buahnya yang beradadi
duakapal
lainnya. Jenazahnya tengge: lanr, terkubur di kedalaman laut yangmenjadi
tempat
pengabdiannya. Peristiwaheroik
ini
kemudiandi-peringati
sebagai
Hari
Dharma Samudera.Sekilas tampaknya peristiwa ke-pahlawanan
ini
menjadi bagian darisejarah
bangsayang wajar
sajaterjadi
dalam suasana peperangan. Seseorangyang rela mati
demi membela bangsa dan negara yang dicintainya. Sangat menarik ketika belum lamaini
terbit
sebuah buku berjudul Konspirasidi
Balik
Teng-gelamnya
Matjan Tutul.
Dalam
tulisannyaini,
Julius Pour berusaha memaparkan adanya dugaankons-pirasi
politik
dalam kematian Yos Sudarso.Ada
hal tak
terduga
bahwaternyata sebelum
keberangkatanYos
Sudarso bersamaKRI
MacanTutul, beliau
menyimpan
beban psikologis.Pertama, Yos Sudarso baru saja kehilangan bayi pertamanya . Ke dua, sebagai orang nomor dua
di
TNI
AL,
Yos Sudarso merasa diragukan kemampuannya olehhesiden
Soe-karno dalam mempersiapkan TNIAL
merebut kembali Irian Barat.Pbrasa-Kamis
Kliwon,
16 Januari
2014
HALAMAN 4
WACANA
BERNAS
JOGJA
Negeri
Berselimutkan Konspirasi
Oleh
:
Hendra Kurniawan
an inilah
yang membuat
Yos Sudarsonekat
ber-eabung dalamoperasi
infiltrasi ke
Irian
Barat dipimpinoleh Kolonel (P) Soedomo. Yos Sudarso bertekad akan menan-capkan Bendera Merah Putih di bumiPapua.
.Sebelum
peristiwa
itu
terja{i,
Presiden Soekarno sempatmenawar-kan jabatan bagi Yos
Sudarso.Perwira kharismatik
ini
bersedia dengan syarat Presiden Soekarnomengizinkannya
memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan. Tentu saja keberanian Yos Sudarsoini
mengancam banyak pihak yang kemudian ingin menyingkirkan Yos Sudarso.Ada
dugaan bahwaope-rasi
yangdiikuti
Yos
Sudarso ini sengaja dibocorkan agar AngkatanLaut
Belanda tahu.
Tujuannya
supaya Belanda terpancing
dan menyerang sehingga dunia interna-sional kemudian mengecam Belandadan
bersimpati pada
perjuanganIndonesia.
Akan tetapi
ada pulayang
menduga bahwa adakepen-tingan pihak
tertentu
untuk
me-nyingkirkan Yos Sudarso, salah satuperwira terbaik TNI
AL
yang bersih dan membenci korupsi.Peristiwa
Malari
Peristiwa tanggal
l5
Januari yang berikutnya terjadi pada tahun 1974. Malapetakal5
Januari yang biasa disebutMalari
ini
menurut pendapat umumdipicu oleh
aksi demonstrasi mahasiswayang
me-nentang masuknya
modal
asingterqtama Jepang.
Akan
tetaPidisinyaiir
ada banyak kepentingaqpolitik di
balik
itu
semua. Dugaanadanya konspirasi
politik
dalamPeristiwa
Malari terbukti
bahwa pasca peristiwaini,
Presiden Soel hartomemiliki
kebijakan-kebijakantertentu
demi
menjaga
stabilitaspolitik
dan ekonomi.Sikap Soeharto tidak lepas dari berbagai analisis
politis
terhadap Peristiwa Malari yang dapat dilihat dari berbagai perspektif.Ada
yangmelihatnya
sebagai upaya' kaumintelektual
terutama
mahasiswa untuk menyingkirkan perananAsis-ten Pribadi (Aspri,
sebelumnya disebut Spri - StafPribadi) Presiden Soeharto, utamanyaAli
Moenopodan
Soedjono Hoemardani. Aspriberisi
tokoh-tokoh
di
balik
layar pentas sejarah Orde Baru.Ali
Moer-topo
memainkan
peran ,ggntingdalam
berbagai kebijakarl6politik pemerintah*an. sementara SoedjonoHoemardani lebih banyak berperan dalam bidang perekonomian.
Ada pgla pengamat yang
meng-analisis peristiwa
Malari
sebagai dirmpakdari rivalitas
antaraAli
Moertopo
dengan Jenderal Soe-mitro yang menjabat sebagai Pang-kopkamtib. Rivalitas keduanya di-sebut-sebutterkait
dengan ambisi mereka untuk menggoyang kekua-saan Presiden Soeharto. Analisisini bisajadi
ada benarnya. Terbukti bahwatidak
lama setelah Malari, Presiden Soeharto memberhentikan Soemitro sebagai Pangkopkamtib, membubarkan Aspri, dan beberaPa tahun kemudianAli
Moertopo dan Soedjono Hoemardani secara per-lahandisingkirkan
dari
lingkaran kekuasaan.Soeharto lengser Konspirasi yang terakhir terjadi pada tanggal 15 Januari 1998.
Ini
merupakan konspirasi tingkat ting-eiyang
melibatkan kepentingan ne-gara-negara Barat. Hari itu Presiden Soeharto terpaksa menandatangaiIzner
of Interrr(LoI)
dengan IMF.Ini
akibat
dari
benturan krisis
ekonomi
yang menghantam Indo-nesia sejak tahun 1997. Indonesia butuh dana segar.Direktur
Pelak-sanaIMF,
Michel Camdessus, me-nyaksikan momen penandatangan-an sambil menyilangkan kedua le-ngannyadi
dada. Camdessuster-lihat
pongah mengawasi Presiden Soeharto yang tengah membungkuk menandatangani perjanjian utang. Peristiwa ini seolah hendak memper-lihatkan Soeharto tunduk pada IMF, salah saiupilar
kapitalisme global.Tekanan
IMF
dan
Amerika
Serikat rnemunculkan dugaan dari parapemikir
Barat bahwa adake-pentingan
untuk
menggulingkan kekuasaan Soeharto. Menurut per-sppktif ini, krisis di Indonesia bukansemata-mata
karena
kegagalan kebijakanekonoiri
Soeharto tetapi juga perananlMF.
Lengsernya Soe-harto dari kursi kepresidenan lebihdisebabkan
oleh
tekanan
pasar keuangan internasionaldan
IMF.Amerika
Serikat sengaja meman-faatkan ambruknya ekonomi Indo-nesia sebagai saranauntuk
meng-gusur Soeharto. Meskipun analisisini
dapatdibilang
masih dangkal, yangjelas
IMF
menjadi pembukabagi lebih
leluasanya modal asingmasuk
ke
Indonesia.
Berbagai peiusahaanasjng
begitu
mudah berbisnisdi
lndonesiadari
bank,restoran, perusahaan multinasional.
dan
berbagaigerai
yan-e r.nenjual produk luar negeri.Upaya konspirasi
untuk
me-nyingkirkan orang bersih
dernimenutupi
aib
koruPsi, mendePak orang yang mengancam kekuasaan.hingga
melengserkan oran-e Yatlg dianggap akan meng-eanggu suatu kepentingan ternyata sudah sejakdulu
niewarnai perjalanan sejarah negeriini.
Tentu tidak
sernua halyang
berbau konspirasi
terbukauntuk konsumsi Publik.
Semnl
berawaldari
adanya kemungkinan lain dan hasil analisis para pen-qalltat.Jika ditarik garis ke masa sekarans. tampaknya
konspirasi masih
dan akan terus terjadidi
negara ini.Sebut saja kasus Century Yan-c
masih rnisteri karena diduga
melibat-kan
para pejabat
negara. Rudi
Rubiandini den-9an masalah korupsidi
SKK
Migas
yangjuga
banyak menyebut para petinggidi
Kemen-terian ESDM. Belum lagi soalAkil
Mochtar yang konspirasinya rnulaiterkuak
dengan ditahannya!.atu
Atut,
sang penguasa Banten.:Terakhir yang
masih
hringatyaitu
dugaan adanya
konspirasi politik dalam kasus Hambalang yangielah
menyeret Anas Urbaningrurnke
tahananKPK.
Muncul berba-eainama
yang
statusnya
abu-abu sepertiBunda Putri
dan Sengman yang diduga dekat dengan lingkaran kekuasaanCikeas.
Untuk
itulah
berkali-kali Anas menolak dipanggi IKPK
dengan alasan adanya akal-akalanpolitik
di
balik
semua.ini. Pasca resmi ditahanKPK,
melalui gaya bahasa sarkasme yang dilontar-kannya, mantan Ketu'a Umum Partai Demokrat ini semakin men gindikasi -kan keterlibatan Puri Cikeas.Semoga semua konspirasi dan kebusukan
pihak-pihak yang
ber-usahamenghalalkan
segala.carauntuk
mencapai tujuannya segerudiakhiri dan
kebenaran terkuak. Sudah saatnyakita
bersinergi me-mikirkan nasib bangsaini
ke depan. Pemilfr sudah di depan mata. Jan-ean sampai selalu muncul upaya qntukmenyingkirkan
orang-orang yangberkemauan
baik,
bersih,
danmemiliki
komitrnen sungguh ba-ei negara dan bangsaini
melaluiflrrcl
campaign atau sejenisnya. Akhir-nyakita
tunggu saja sampai kaPannegeri
ini
lepasdari
selimut kons-pirasi. yang memuakkan.***
l