• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adat Kebiasaan adalah Hakim (dapat dibenarkan hukumnya)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Adat Kebiasaan adalah Hakim (dapat dibenarkan hukumnya)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Tabel perbandingan antara ’Urf dengan ’Adah

Referensi

Dokumen terkait

Akibat hukum dari perbuatan pengangkatan anak pada masyarakat Bali adalah anak yang sudah diangkat tidak mendapat hak waris dari orang tua kandungnya

(2) Dalam kedudukannya sebagai subjek hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), masyarakat adat di Kabupaten Malinau memiliki kewenangan untuk melakukan

Menurut masyarakat desa Sraten yang dimaksud Pernikahan Colong adalah perbuatan menculik yang dilakukan anggota laki-laki terhadadp calon mempelai wanita atau

Tradisi piduduk sendiri akan menjadi al-„urf fasid dikarenakan terdapat bebrapa ritual atau prosesi yang diyakini oleh masyarakat tersebut yang berada di Kelurahan Sidomulyo

(2) Dalam kedudukannya sebagai subjek hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang memiliki kewenangan untuk melakukan

Yang dimaksud perbuatan biasa adalah perbuatan masyarakat dalam masalah kehidupan mereka yang terkait dengan kepentingan orang lain, seperti

Beberapa aspek tersebut diantaranya berkaitan dengan kuatnya budaya patriarki, kebiasaan masyarakat setempat menikahkan anak di usia dini, keterbatasan ekonomi, kegiatan pesta yang

Ulama Wahbah al-Zuhayli berpendapat bahwa ‘urf mengandung makna: apa yang menjadi kebiasaan manusia dan mereka ikuti dari setiap perbuatan yang umum diantara mereka, atau lafaz yang