• Tidak ada hasil yang ditemukan

(ABSTRAK) RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI GAS BUANG KARBON MONOKSIDA (CO) PADA KENDARAAN BERMOTOR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "(ABSTRAK) RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI GAS BUANG KARBON MONOKSIDA (CO) PADA KENDARAAN BERMOTOR."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI GAS

BUANG KARBON MONOKSIDA (CO) PADA

KENDARAAN BERMOTOR

skripsi

disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Program

Studi Fisika

Oleh Ervin Kristiana

4250406006

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(2)

viii

ABSTRAK

Kristiana, Ervin. 2011. Rancang Bangun Alat Pendeteksi Gas Karbon Monoksida

(CO) pada Kendaraan Bermotor. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Sunarno, S.Si., M.Si. dan Pembimbing Pendamping Drs. Sukiswo Supeni Edi, M.Si.

Kata kunci: Global Warming, Gas CO, Gas Buang Emisi, Sensor TGS 2201, Mikrokontroler Atmega 16.

Perkembangan kendaraan bermotor di era global mengalami suatu lonjakan yang luar biasa. Penjualan sepeda motor nasional sepanjang tiga kuartal 2008 meningkat 42% menjadi sekitar 4,8 juta unit dibanding tahun 2007 dan terus bertambah dari tahun ke tahun. Kendaraan bermotor menghasilkan polutan lebih dari 60% dibandingkan dengan penghasil polutan yang lain. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor menghasilakn emisi gas buang karbon monoksida (CO) semakin besar sehingga meningkatkan laju pemanasan global (global warming). Unsur terbesar dari gas buang kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida (CO). Untuk mengukur kandungan gas CO dibutuhkan detektor yang mampu mendeteksi gas CO hasil dari pembuangan kendaraan bermotor. Pada penelitian ini dihasilkan suatu detektor gas CO yang portable menggunakan sensor TGS 2201 berbasis mikrokontroler Atmega 16. Sensor akan mendeteksi gas CO melalui pembuangan kendaraan tersebut dan hasilnya akan ditampilkan pada LCD 2X16. Kalibrasi dilakukan terhadap alat stadart

Autocheck Gas Analyzer, untuk mengetahui kelayaka detektor gas

CO. Detektor gas CO ini kemudian diujikan pada produksi A,B, dan C yang telah dipasarkan dari tahun 2006 sampai 2010. Rata – rata besar kandungan gas CO dari ketiga jenis motor tersebut sebesar 1,52% untuk A, B sebesar 1,3%, dan C sebesar 1,43%. Jadi dari ketiga jenis motor tersebut yang memiliki kandungan gas CO paling kecil adalah B.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian telah dilakukan penelitian sebagai alternatif untuk dapat menurunkan emisi gas buang karbon monoksida dengan metode adsorpsi karbon monoksida

dengan pembuatan alat ukur emisi gas buang pada kendaraan bermotor. dengan menggunakan

DATA HASIL PENGUJIAN EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH BERPENGGERAK MOTOR BAKAR CETUS API. (BERBAHAN

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana pengaruh karakteristik yang dimiliki oleh kendaraan terhadap hasil pengujian emisi gas buang kendaraan

Ada penurunan kadar emisi gas buang karbon monoksida (CO) dengan penambahan arang aktif pada kendaraan bermotor, yaitu dengan variasi 50 gram rata - rata selisih

Adanya gas karbon monoksida adalah emisi gas buang yang timbul dari akibat pembakaran yang tidak sempurna dalam mesin. Selain gas karbon monoksida pembakaran

Alat ukur uji emisi gas karbon monoksida yang dibuat dalam penelitian ini merupakan sebuah alat untuk mengetahui kadar gas karbon monoksida menggunakan sensor MQ-7 berbasis

Pembuatan alat penyaring karbon monoksida dari ekstrak daun trembesi untuk membantu mengurangi polusi udara dari emisi kendaraan