• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS,PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROTECTED PORT BERBASIS PRIVATE VLAN UNTUK DMZ AREA PADA PT.AJB BUMIPUTERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS,PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROTECTED PORT BERBASIS PRIVATE VLAN UNTUK DMZ AREA PADA PT.AJB BUMIPUTERA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS,PERANCANGAN DAN

IMPLEMENTASI PROTECTED PORT BERBASIS

PRIVATE VLAN UNTUK DMZ AREA PADA

PT.AJB BUMIPUTERA

Juliano Ivan Maruli

Yosafat Samuel Bangun

Michael Andreas Lacandu

Rudi Tjiptadi, Dipl.Ing.

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merancang protected port yang berbasis pada private VLAN untuk DMZ area dan diimplementasikan pada PT.AJB Bumiputera.Analisis jaringan diutamakan pada server farm area yang kemudian dilakukan perancangan protected port dengan berbasis private VLAN untuk DMZ area dan diimplementasikan pada server farm area.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode network development life cycle (NDLC).Hasil yang dicapai adalah menjaga server farm dari serangan distribution attack yang dilakukan oleh hacker yang bertujuan untuk mencuri data perusahaan dan mengganggu aktifitas perusahaan.Simpulan yang diperoleh adalah PT.AJB Bumiputera memiliki metode keamanan jaringan yang baru dan efesien.

Kata Kunci : Protected Port, Private VLAN, DMZ area, server, server farm area, distribution

(2)

The purpose of this research is to analyze and design the protected port based on private VLAN to the DMZ area and implement it at PT. AJB Bumiputera, Analyzed network then prioritized it on server farm area and design the protected port based on private VLAN to DMZ area which later would be implemented. The method which got implemented in this research is Network development life cycle (NDLC). The result of this achievement is keeping server of distribution attack which will be hacker do for the purpose of stealing some information and interfering activities of the company. The conclusion is PT. AJB Bumiputera will get new network security which has been optimized and conventional.

Keywords: Protected port, private VLAN, DMZ area, server, server farm area, distribution

attack.

PENDAHULUAN

Jaringan komputer telah menjadi hal penting bagi hampir semua organisasi dan perusahaan yang ada.Internet telah merambat dan berkembang dengan cepat menjadi pusat informasi dan komunikasi yang dapat diandalkan. Internet mempermudah karyawan di setiap perusahaan yang menggunakannya untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan.

Banyak perusahaan kini telah menggunakan fasilitas internet untuk mendukung kinerja karyawan dalam melakukan perkerjaan dan pertukaran data dan informasi.Perusahaan menyimpan data-data penting didalam server file yang menjadi basis data untuk mempermudah penyimpanan dan pengaksesan data. Perusahaan memanfaatkan server web untuk menyediakan informasi bagi user luar agar mendapatkan informasi tentang perusahaan dari berbagai lokasi yang berbeda-beda.

Fasilitas internet dan jaringan komputer tentunya menyisakan celah berbahaya yang dapat dimanfaatkan oleh attacker (hacker), yaitu security. External attacker yaitu hacker yang berasal dari luar jaringan perusahaan umum nya menyerang bagian server perusahaan yang memberikan akses kepada user luar.

AJB Bumiputera adalah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa di Indonesia yang sedang melakukan network security development untuk server farm dengan berfokus kepada

(3)

pencegahan distribution attack. Perusahaan ini sudah memiliki security internal berupa instalasi

antivirus, antiworm, dan lainnya.

Masalah dapat terjadi dan bersifat serius ketika salah satu server terkena serangan

distribution attack, Apabila salah satu server terkena serangan distribution attack maka dapat

menyerang server yang lain karena keberadaaannya dalam satu subnet sehingga tidak melalui

router dan tidak melalui proxy untuk dilakukan filtering.

METODE PENELITIAN

Metode Network Development Life Cycle (NDLC)

Metode Network Development Life Cycle (NDLC) dilakukan dengan beberapa proses yaitu : Analysis, Design, Simulation Prototyping, Implementation, Monitoring, dan Management.

HASIL DAN BAHASAN

Setelah mengetahui fungsi dan kepentingan dari masing – masing server, langkah berikutnya adalah melakukan perancangan. Public Server dan Backup Public Server harus diisolasi, karena tidak berhubungan dengan server lainnya dalam komunikasi. Public Server melayani user dari luar (eksternal) dalam proses kerja nya. Oleh karena itu Public Server diisolasi,menjadi isolated port dalam Private VLAN, berada paling kanan dalam gambar di bawah ini.

Namun karena Public Server harus berkomunikasi dengan Backup Public Server sebagai satu cluster (satu kesatuan), maka status mereka bukanlah lagi sebagai isolated port, namun

community port, agar bisa berkomunikasi hanya dalam community (sesama community yaitu public server ke backup public server dan sebaliknya) dan ke uplink (promiscious port ke

(4)

Gambar 4.2. Perancangan Private VLAN dalam server farm

Server pertama dan kedua dari kiri, juga harus diisolasi, sebagai isolated port, agar tidak bisa

berhubungan ke server lain,merupakan internal server dan service server. Kedua server ini

independent dan tidak memerlukan komunikasi di dalam area VLAN, hanya keluar VLAN

nya.

Internal Server berfungsi melayani VLAN client dari VLAN 10, 20, dan 30 dalam

memberikan layanan file sharing, finance centralizing, dan lainnya. Tidak ada kebutuhan untuk konektivitas ke server sebelahnya. Oleh karena itu, server internal di definisikan dan di set sebagai isolated port, yaitu port yang hanya bisa berkomunikasi keluar dari subnet nya, yaitu ke default gateway (router) saja.

Begitu pula dengan Service Server, jalur komunikasi nya sama dengan server sebelumnya yaitu Internal Server, di mana server ini berkomunikasi hanya dengan user di VLAN lain, yaitu VLAN 10, 20, dan 30. Tidak ada keperluan komunikasi dengan server lainnya di dalam

server farm. Server ini berfungsi untuk memberikan service automatic IP configuration

(DHCP), DNS, dan lainnya. Oleh karena itu didefinisikan juga sebagai isolated port yang hanya bisa menuju ke router (default gateway) nya saja.

Berikut merupakan tabel kesimpulan rancangan implementasi private VLAN Tabel 4.1. Rancangan Private VLAN

VLAN Server P-VLAN Type P-VLAN Num 40 Public Server Community VLAN 42

40 Backup Public Server Community VLAN 42 40 Internal Server Isolated VLAN 41 40 Service Server Isolated VLAN 41

Isolated Vlan merupakan sub VLAN (private VLAN) yang hanya bisa di bentuk satu buah

di dalam setiap primary VLAN. Dalam kasus ini, primary VLAN (VLAN 40) dibuat dua sub VLAN yaitu PVLAN 41 dan PVLAN 42.

(5)

PVLAN 41 merupakan PVLAN isolated, di mana anggota PVLAN ini hanya dapat menghubungi/berkomunikasi dengan primary VLAN nya,tetapi tidak dapat berkomunikasi ke sesama PVLAN (ke sesama PVLAN 41). Jadi ketika internal server dan service server di

assign PVLAN yang sama yaitu PVLAN 41, walaupun keduanya memiliki PVLAN yang

sama, namun tetap tidak bisa berhubungan / berkomunikasi karena tipe keanggotaannya yaitu

isolated VLAN.

PVLAN 42 merupakan PVLAN community, di mana anggota PVLAN ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan isolated PVLAN, namun diberikan akses untuk berkomunikasi ke sesama PVLAN community nya, dalam hal ini sesama PVLAN 42. Server yang di assign PVLAN 42, keduanya dapat saling berhubungan dan keduanya bisa menghubungi primary VLAN 40.

Berikut tabel detail perancangan settings PVLAN port pada switch :

Tabel 4.2. Rancangan port pada switch untuk kepentingan konfigurasi PVLAN

Port Device VLAN / PVLAN

Number VLAN / PVLAN Type Port Type

Fa 0/2 Router 40 Primary VLAN Promiscious Fa 0/3 Internal Server 41 Isolated PVLAN Host

Fa 0/4 Service Server 41 Isolated PVLAN Host

Fa 0/5 Public Server 42 Community PVLAN Host

Fa 0/6 Backup Public Server 42 Community PVLAN Host

Konfigurasi dilakukan pada satu switch saja, tanpa dilakukan perubahan pada topology

physical hanya perubahan topology logical berikut adalah tampilan dari topology logical

(6)

Gambar 4.3 Topolgi Logika Private VLAN yang baru 1. Verifikasi

Langkah pertama adalah memastikan konfigurasi Private VLAN berjalan dengan baik,bahwa Private VLAN nomor 40 telah berhasil menjadi primary VLAN dan Private VLAN 41 dan 42 telah berhasil menjadi secondary PVLAN dengan masing – masing detail PVLAN 41 menjadi PVLAN bertipe isolated dan PVLAN 42 menjadi PVLAN bertipe community, seperti gambar di bawah :

Gambar 4.12 Verifikasi konfigurasi PVLAN Primary dan Secondary Creation dan Association Berikutnya,setelah mengecek Private VLAN creation adalah melakukan pengecekan VTP, apakah sudah berhasil menjadi VTP mode transparent. Pengecekan dilakukan dengan cara mengetikkan command “show VTP status” pada privileged mode seperti gambar di bawah :

Gambar 4.13 Verifikasi konfigurasi VTP

Kemudian, melihat konfigurasi per-interface apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan.Port f0/3 adalah anggota PVLAN 40 yang merupakan PVLAN primary dan memilki secondary PVLAN 41 - 42, seperti pada gambar di bawah

(7)

Gambar 4.14 Verifikasi konfigurasi port f0/2

interface f0/3 dan f0/4 memilki tipe keanggotaan secondary PVLAN 41 yang merupakan

PVLAN isolated dan memiliki primary VLAN terasosiasi yaitu PVLAN primary nomor 40, berikut konfigurasi untuk verifikasi keanggotaan pada port f0/3 dan f0/4 :

Gambar 4.15 Verifikasi konfigurasi port f0/3 dan f0/4

Interface f0/5 dan f0/6 memilki tipe keanggotaan secondary PVLAN 42 yang merupakan

PVLAN community dan memiliki primary VLAN terasosiasi yaitu PVLAN primary nomor 40, berikut konfigurasi untuk verifikasi keanggotaan pada port f0/5 dan f0/6 :

(8)

Gambar 4.16 Verifikasi konfigurasi port f0/5 dan f0/6 2. Testing

Testing dilakukan dari beberapa aspek, pertama adalah memastikan promiscious port dapat diakses dari mana pun.Kemudian memastikan isolated port hanya dapat mengakses

promiscious port, terakhir community bisa mengakses sesama anggotanya dan ke promiscious. Berikut detail hasil percobaan pada tabel :

Tabel 4.3Tabel Hasil Percobaan / Test ICMP

Port Source Type Port Source Port Dest Type Port Dest Traffic Success/ Fail

f0/2 Promiscious f0/3 Isolated ICMP Success

f0/2 Promiscious f0/4 Isolated ICMP Success

f0/2 Promiscious f0/5 Community ICMP Success

f0/2 Promiscious f0/6 Community ICMP Success

f0/3 Isolated f0/2 Promiscious ICMP Success

f0/3 Isolated f0/4 Isolated ICMP Fail

f0/3 Isolated f0/5 Community ICMP Fail

f0/3 Isolated f0/6 Community ICMP Fail

f0/4 Isolated f0/2 Promiscious ICMP Success

f0/4 Isolated f0/3 Isolated ICMP Fail

f0/4 Isolated f0/5 Community ICMP Fail

f0/4 Isolated f0/6 Community ICMP Fail

f0/5 Community f0/2 Promiscious ICMP Success

f0/5 Community f0/3 Isolated ICMP Fail

f0/5 Community f0/4 Isolated ICMP Fail

f0/5 Community f0/6 Community ICMP Success

(9)

f0/6 Community f0/3 Isolated ICMP Fail

f0/6 Community f0/4 Isolated ICMP Fail

f0/6 Community f0/5 Community ICMP Success

Setiap port yang terdapat dalam Private VLAN yaitu port yang mengarah ke router dan

Port yang mengarah ke server (4 buah server),dilakukan pengetesan dan hasil yang keluar sesuai

dengan perancangan awal,yaitu :

• Interface f0/2, adalah port yang mengarah ke router, bertipe promiscious port, hasil

testing sesuai dengan instruksi yaitu dapat terkoneksi ke semua port lainnya dalam

topologi Private VLAN.

• Interface f0/3, adalah port yang mengarah ke server internal, bertipe isolated port, hasil

testing sesuai dengan instruksi, yaitu tidak dapat terkoneksi ke semua port kecuali ke promiscious port, dalam topologi Private VLAN.

• Interface f0/4, adalah port yang mengarah ke server service, bertipe isolated port, hasil

testing sesuai dengan Instruksi, yaitu tidak dapat terkoneksi ke semua port kecuali ke promiscious port, dalam topologi Private VLAN.

• Interface f0/5, adalah port yang mengarah ke public server, bertipe community port, hasil

testing sesuai dengan Instruksi, yaitu dapat terkoneksi ke sesama community port (f0/6)

dan promiscious port namun tidak dapat berkomunikasi dengan isolated port (f0/2 dan f0/3) dalam topologi Private VLAN.

• Interface f0/6, adalah port yang mengarah ke public server, bertipe community port,hasil

testing sesuai dengan Instruksi, yaitu dapat terkoneksi ke sesama community port (f0/5)

dan promiscious port namun tidak dapat berkomunikasi dengan isolated port (f0/2 dan f0/3) dalam topologi Private VLAN.

Cara untuk melakukan testing adalah dengan melakukan ping x.x.x.x dari command prompt masing – masing server dengan OS windows server, seperti gambar berikut :

(10)

Gambar 4.17 Verifikasi konfigurasi port f0/5 dan f0/6

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dan implementasi jaringan yang telah dilakukan dan setelah melakukan pengujian pada jaringan yang baru maka kesimpulan yang didapatkan adalah : 1. Private VLAN memiliki mekanisme keamanan jaringan yang efesien yaitu dengan membagi jenis PVLAN menjadi 2 tipe yaitu isolated (terpisah atau tidak berkomunikasi dengan server lain) dan community (Server yang saling membutuhkan untuk sharing data disatukan dalam satu kelompok tertentu). 2. Mekanisme keamanan jaringan berhasil dibuat dengan menggunakan mekanisme

PVLAN yang menjaga aliran data dan komunikasi antar sesama tipe PVLAN. Saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah:

1. Menambahkan VLAN ACL (Access Control List ) dalam penyempurnaan pembatasan koneksi antar VLAN didalam switch dengan menggunakan switchport port-security sehingga switch terlindung dari serangan CAM Table Flooding.

REFERENSI

Daftar Pustaka

Tanenbaum, Andrew S. (2010). Computer networks / Andrew S. Tanenbaum, David J. Wetherall. -5th ed.

Iwan Sofana. (2011). Teori dan Modul Praktikum Jaringan Komputer: Modula. Troy McMillan. (2012). Cisco Networking Essentials: Sybex.

Patrick Cicarelli,Christina Faulkner,Jerry Fitzgerald,Alan Dennis,David Groth,Toby Skander with Frank miller. (2012). Networking Basics Second Edition: John Wiley & Sons,Inc.

(11)

BehrouzA.Forouzan. (2010). TCP/IP Protocol Suite Fourth Edition: Mc Graw-Hill Companies,Inc.

John E.Canavan. (2010). Fundamentals of Network Security: Artech House,Inc.

Wayne Lewis LAN. (2011). LAN Switching and Wireless CCNA Exploration Companion Guide: Cisco System Inc.

Monika Kusumawati. (2010).Pengenalan Sistem IDS dan WEB based. Implementasi IDS serta

monitoring jaringan dengan interface web berbasis pada Keamanan Jaringan, 16.

Kevin R. Fall, W.Richard Stevans. (2010). TCP/IP Illustrated,Volume 1 The Protocols: Addison-Wesley Professional.

Juniper Networks. (2011). Junos OS for EX Series Ethernet Switches,Release 11.4: Ethernet

Switching: Juniper Network,Inc.

Cisco. (2010). Cisco IE 3000 Switch Software Configuration Guide: Cisco System,Inc

Cisco. (2011). Converged Plantwide Ethernet(CPwE) Design and Implementation Guide: Cisco System,Inc and Rockwell Automation,Inc

RIWAYAT PENULIS

Juliano Ivan Maruli lahir di kota Jakarta pada tanggal 27 Juli 1993.Penulis menamatkan

pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Informatika pada tahun 2015.

Yosafat Samuel Bangun lahir di kota Jakarta pada tanggal 27 Oktober 1993.Penulis

menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Informatika pada tahun 2015.

Michael Andreas Lacandu lahir di kota Sampit pada tanggal 2 Mei 1993.Penulis menamatkan

Gambar

Gambar 4.2. Perancangan Private VLAN dalam server farm
Tabel 4.2. Rancangan port pada switch untuk kepentingan konfigurasi PVLAN
Gambar 4.3 Topolgi Logika Private VLAN yang baru  1.  Verifikasi
Gambar 4.14 Verifikasi konfigurasi port f0/2
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari paparan diatas maka akan dilakukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Bimbingan Guru Teknik In- formatika Terhadap Kesiapan Siswa Dalam Pelaksanaan Ujian Nasional

dari kanker payudara, sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif, biasanya muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih

linearity e-learning Bina Darma merasa Puas dengan persentase sebesar 92%, yang berarti kebebasan dalam mengakses fasilitas-fasilitas pembelajaran seperti download materi

[r]

Menurut Loso., dkk (2010) pertanaman bawang merah di sekitar kawasan Danau Toba tidak berkembang bahkan cenderung menurun akibat dari serangan hama dan penyakit,

Adapun hasil penelitian ini adalah Setelah mengurai tentang dasar-dasar hukum dalam menentukan pertimbangan perawatan bagi pelaku tindak pidana yang sakit jiwa, hakim

Elemen-elemen dalam geometri berhingga dapat digunakan untuk mengkontruksi geometri euclid berhingga dari dimensi dua yang dinotasikan EG (2, p n ) dan geometri proyektif

Aplikasi Analisis Multivariat Badan dengan Program Spss.. Semarang: Badan Penerbit Universitas